30 April 2014

Biras Bosang Pulau Pasir Cantik di Sekotong

"Apa itu Biras Bosang? Dimana Lokasi Biras Bosang? Bagaimana Cara menuju Biras Bosang?"

Pertanyaan pertanyaan itu tiba tiba banyak muncul setelah ketenaran Pantai Nambung di Sekotong Lombok Barat. Pantai Nambung ini terkenal gara gara Air terjun Asin nya, untuk lebih jelasnya silakan baca postingan saya sebelumnya (klik disini)

Biras Bosang ini adalah sebuah pulau pasir/gosong yang ada di tengah perairan Pantai Nambung/Pengantap. Pulau Pasir ini akan muncul saat pantai nambung sedang surut surut nya, biasanya sore hari. Untuk mencapai kesana bisa dengan berjalan kaki, dengan ketinggian air selutut orang dewasa, bisa juga menyewa perahu nelayan setempat dengan tarif 10 ribu per orang (harga bulan april 2014).

Seperti apa wujud Biras Bosang? Silakan nikmati foto foto di bawah ini :




Biras Bosang terlihat dari atas bukit






Peta/Lokasi Biras Bosang di Sekotong Lombok Barat

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

27 April 2014

Warna Warni Lombok Rainbow Run 2014

Awalnya sih cuek cuek aja saat ngelihat iklan di koran dan spanduk mengenai Lombok Rainbow Run yang dihadiri oleh Cherrybelle, dan gak ada niatan sedikitpun untuk ikutan, tapi setelah ada ajakan dari salah satu temen, jadi sedikit tertarik nih (baru dalam taraf sedikit), trus iseng saya googling mengenai event Rainbow Run ini, wuih ternyata event serupa gini ada juga di luar negeri, dan ngeliat fotonya sih seru abiss, dari situ saya mulai tertarik banget (taraf nya meningkat). 

Tapi sayang sekali pas mau nyari tiketnya (yang seharga 30 ribu), udah abis duluan, habis dalam jangka waktu dua hari sejak dibuka, wiiihh mantap...  Gak kehilangan akal, kita pun berencana untuk ikut  seru seruan aja, tanpa mendaftar, hohohoho.

Jadwalnya sih jam 6 pagi ya, tapi ya seperti biasa, akhirnya jadwal molor satu jam, sekitar jam 7an baru dah mulai pada jalan. Rutenya yaitu, jalan Catur Warga - Jalan Airlangga - Jalan Udayana - Jalan Pejanggik - Finish di Taman Sangkareang.

Sepanjang rute ini ada tiga spot yang disiapkan untuk berkotor kotor ria dengan tepung warna warni, jadi saat melewati spot ini ada beberapa panitia yang bertugas melempari peserta dengan tepung warna warni tadi, wuih... Seruuuuu...!!!!! Oia, sebelumnya panitia udah memberi info agar para peserta membawa perlengkapan pengaman seperti kacamata, penutup telinga dan masker.

1. Spot pertama di Jalan Airlangga






2. Spot Kedua, Jalan Udayana





3. Spot ketiga, Jalan Pejanggik





Sampai di finish, hal yang langsung kucari adalah air keran, tissue dan air minum, pertama dapat air keran dari mobil tangki air yang disediakan panitia, terus beli minum sambil istirahat ngelihatin ABG ABG foto foto narsis, trus baru beli tissue buat ngelap muka ama kamera. Eh btw kalau dilihat lihat peserta Lombok Rainbow Run ini 70% nya adalah anak anak perempuan seumuran SMP - SMA deh, dan dengan celana celana gemes nya alias celana panas alias hot pants, huaaahhh makin panasss... 

Sebelum acara puncak, yaitu pembagian doorprize dan penampilan Cherrybelle, di panggung utama digelar selebrasi berupa tabur taburan tepung warna warni lagi, huaaaa muka dan rambut yang udah bersih, bakal kotor lagi nih... Tapi teteup lanjut donk... nanti tinggal cuci lagi. Setelah dikasih aba aba oleh si MC nya, selebrasi pun dimulai, dan atmosfer lapangan sangkareang berubah menjadi warna warni pelangi..... Seruuuuu.... gak mikirin tepung tepung itu udah masuk hidung, mulut, telinga dan mata...









Acara berikutnya yaitu launching motor baru Honda Vario Fi yang diawali dengan Fashion Show dan Marching Band, disini saya gak akan membahas tentang motor tadi ya. Nanti dikira iklan, hohoho langsung saja ini dinikmati foto foto nya, monggo :






Teriakan teriakan para ABG ABG perempuan menandakan bahwa sang bintang tamu akan segera keluar nih, tanpa dikomando peserta peserta yang awalnya duduk ngadem di bawah pohon langsung berlarian ke depan panggung, berusaha supaya bisa menjadi yang terdepan (mirip slogan Yamaha ya,,, haha). Dan benar saja, munculah 9 perempuan cantik berkulit putih mulus berbaju kuning khas dengan goyangan nya, aseek... ser ser...









Ini pak polisi yang satu ini serius banget motoin nya... *benerin celana*


by the way selang beberapa hari setelah nulis postingan ini, saya di mention oleh akun @mayoHondaNTB di twitter @lombokkita , minta nomor yang bisa dihubungi, ya saya kasih sih nomer telpon. Kemudian saya pun ditelpon, mengaku dari Mayo Honda, nanya identitas, dan bilang mau kasih sesuatu karena udah posting tulisan ini. Eh ternyata setelah ditunggu tunggu, gak datang juga... Haha PHP nih..


Video Keseruan Lombok Rainbow Run 2014




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

20 April 2014

Tanjung Jagog, Air Terjun Asin di Pantai Nambung

Sejak beberapa hari yang lalu (pertengahan April 2014) dunia per-Twitteran di area Lombok dihebohkan dengan adanya pantai baru yang eksotis, namanya Pantai Nambung yang lokasinya ada di daerah Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat. Kenapa kok eksotis? Karena terdapat batuan karang besar dimana bentuknya itu memungkinkan ombak untuk naik dari sisi luar dan turun di sisi dalam sehingga terlihat seperti air terjun di sisi dalam. 

Wohoo saya pun gak mau ketinggalan donk, mumpung belum terlalu mainstream seperti Batu Payung dan Pantai Semeti,  saya pun langsung cuss menuju TKP, nah kebetulan juga hari ini pas libur. Saat saya ikuti perkembangan kehebohannya, banyak banget twit twit yang nanya tentang keberadaan pantai ini, padahal udah dijelaskan kalau lokasinya di Sekotong, haha pada males nyari sendiri sih. Kalau kebiasaan saya sih manfaatin GPS aja alias Gunakan Penduduk Setempat/Sekitar, jadi tadi pas udah sampai sekotong, tepatnya di Pengantap, Buwun Mas, saya nanya aja ama ibu ibu penjual bensin, sekalian isi bensin juga sih, ibu itu ramah banget dan mau nunjukin jalan masuk menuju pantai nambung, bahkan ibu itu tau kalau kita mau menuju ke air terjun di laut, haha.. Dan ternyata lokasinya ada tepat di belakang warung bensin ini.

Kalau dihitung hitung, titik ini berada sejauh 20 KM bila diukur dari pertigaan Sekotong-Gili Nanggu-Teluk Sepi. Jalannya mulus aspal, yang dilanjutkan masuk ke perkampungan dengan jalan tanah sekitar 300 meter, kendaraan bisa diparkir di rumah warga (karena saat ini belum ada tempat parkir khusus, mungkin habis ini bakal ada tempat khusus parkir, karena udah rame), bilang aja mau nitip motor gitu, tenang aja warga warga disini ramah ramah banget kok, jadi jangan segan segan bertanya atau sekedar menyapa.

Di luar dugaan, ternyata di rumah warga ini udah ada banyak banget motor yang parkir, huahahaha korban twitter semua ini...

Landscape Pantai Nambung
Dari sini tinggal lanjut jalan kaki sebentar, dan kita pun udah sampai di bibir pantai nambung, pantainya sih biasa, seperti kebanyakan pantai di laut selatan lombok, ombaknya besar. Trus dimanakah air terjun asin itu? Nah dari titik ini kita bisa melihat ada batuan yang bentuknya mencolok terpisah dari bukit/tebing di ujung kiri pantai, yuph disitulah lokasi air terjun asin tersebut. Bila dibayangkan akan sama dengan lokasi Batu Payung bila dilihat dari Pantai Tanjung Aan (silakan bayangkan)

Keraguan mulai muncul ketika melihat ombak semakin besar dan semakin keras menyentuh dinding tebing, apalagi melihat beberapa kelompok pengunjung yang lari balik, mereka bilang sih gak ada jalan, gak bisa lewat, jadi pilih untuk balik. Bimbang dah kita, setelah pikir pikir, akhirnya kita balik juga, tapi gak balik pulang seperti mereka, cuma balik menuju rumah penduduk terdekat, hohoho alhamdulilah ya di depannya ada berugak dan disitu ada dua ibu ibu yang lagi nongkrong, pas mau mendekat, mereka manggil, nyuruh kita mampir dulu.

Ngobrol Santai di Berugak

Di berugak ini kita ngobrol ngobrol ama ibu ibu tadi, nah dari dia saya tahu beberapa informasi :
1. Bahwa sebenernya yang dinamakan air terjun itu adalah Tanjung Jagog, dan Pantai Nambung itu ya ini, lokasi tempat saya duduk ini, berupa pantai berpasih putih berbentuk merica (sama dengan pasir pantai kuta).
2. Pantai ini mulai rame sejak beberapa hari yang lalu, dulunya sih sepi, isinya ya cuma warga setempat aja. Sampai salah satu dair ibu tadi kaget, pagi pagi habis bangun tidur, eh udah aja ada yang lagi jalan kaki menuju Jagog, trus dia heran sebenernya apa sih yang mereka cari di sana... haha
3. Trus ibu tadi juga sempat ditanya ama salah satu pengunjung "Dimana ya lokasi air terjun nya?" Hohoho ibu tadi heran, mana ada air terjun di pantai gini, trus akhirnya tahu bahwa yang dimaksud air terjun itu ya Tanjung Jagog itu.

Tak tik tuk tak tik tuk, gak kerasa udah tiga jam lebih kita duduk ngangak di berugak nungguin air agak surut. Dan selama tiga jam itu udah ada banyak orang yang hilir mudik menuju Tanjung Jagog tapi trus balik lagi gegara gak ada jalan, hahahaha.


Sampai sekitar jam dua lebih, ada tiga anak muda ditemani satu penduduk lokal yang terlihat jalan kaki menuju ke TKP, langsung dah saya berkemas, dan ngikutin mereka, dan benar saja, sekarang kondisi air lautnya udah agak surut, dan jalan terbuka lebar gak seperti tadi pas pertama kesini, tapi ya tetep harus hati hati karena batuannya licin berlumut.

Gak terlalu jauh kok jalannya, gak sampai setengah jam bisa sampai Tanjung Jagog nya. Weleh... ternyata udah ramai gan, dan saya lihat ada beberapa orang yang belum pernah saya lihat kapan datengnya, dan ternyata mereka dateng pagi gan, sebelum saya datang, dan pas mau balik gak bisa gegara air pasang, hohohoho, jadi ceritanya mereka ini lagi terjebak gan.

Sumpah seru banget main air disini..... gak bosen bosen sampai sore kita disini fotoan, tapi sayangnya ini lagi gerimis, langit mendung, jadi fotonya gak bagus gan, ahhh paling tidak ada alasan lag ya buat kesini lagi...


Lumayan lama kita disini, sampai akhirnya rame banget, yaudah kita pun milih balik aja, toh ini juga masih sore. Oia, satu yang sangat disayangkan, setiap ada lokasi wisata baru di Lombok, pasti langsung kotor oleh bekas bekas botol minuman, seperti halnya dulu di Pantai Tangsi dan Batu Payung, pas pertama kesana bersih bangeeet, tapi setelah rame, jadi kotor. Jadi gak ada salahnya pas balik, sambil mungutin sampah :) Lebih perihnya lagi, pas sampai di deket perkampungan warga, saya tanya "Pak dimana ya buang sampahnya?" Beliau menjawab "Taruh situ aja gak papa" sambil nunjuk ke arah pantai. "Duaarrr" Salah tempat nanya.... "miris"

dan Alhamdulilah akhirnya nemu juga tempat sampah...


Rute/Peta Lokasi Pantai Nambung : http://wikimapia.org/30526725/Pantai-Nambung


Tips Tips buat yang mau ke Pantai Nambung :
1. Khusus bulan bulan ini (April) kondisi air laut di Pantai Nambung sedang besar ombaknya saat siang hari, jangan memaksakan untuk jalan kaki menuju kesana kalau tidak mau terjebak ombak. Air laut mulai surut dan bersahabat setelah jam setengah 3 sore, jadi bisa dengan aman berjalan menuju Tanjung Jagog/Air Terjun Asin tersebut.
2. Perjalanan menuju Tanjung Jagog lumayan menguras keringat, jadi bawalah air minum yang cukup ya, tapi jangan lupa botol kosong air minumnya dibawa pulang lagi, jangan ditinggal di lokasi.
3. Wajib bawa kamera, tapi berhubung di lokasi itu ombaknya besar, hati hati jangan sampai kamera basah kena guyuran air laut. Kalau saya kemaren pakai kamera Gopro, jadi gak khawatir basah.
4. INGAT, jangan terlalu dekat ke tempat jatuhnya air terjun itu, sangat sangat berbahaya, air yang datang tak dapat diduga besarnya, seperti hari minggu kemaren (20 April 2014) ada satu perempuan yang berdiri dekat dengan jatuhnya air, sebenernya gak deket deket banget sih tapi karena air yang datang besar banget, jadinya dia kena air tersebut, dan langsung terhempas, alhasil dia ada bagian tulangnya yang patah..
5. Jangan meninggalkan bungkus makanan dan minuman di tempat, kemaren saat kesana saya lihat banyak botol bekas air mineral yang dibuang begitu saja oleh pengunjung yang kebanyakan ABG. Okesip...!!!

Video keseruan di Pantai Nambung






jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

19 April 2014

Nyampai Pantai Cemara Gegara Nyasar

Kisah ini berawal ketika saya, istri dan ke lima saudara/keluarga istri saya berencana menghabiskan akhir pekan ke Tanjung Ringgit dan Pantai Tangsi (Pink), saya yag udah berkali kali kesana didaulat sebagai penunjuk jalan, dengan menggunakan mobil sewaan (nyewa karena kasihan mobilnya kalau pake mobil sendiri, jalan ancur), kami meluncur pagi hari dari Kota Mataram, nah pas udah memasuki wilayah Jerowaru eh saya tertidur, ya mungkin karena kecapekan atau karena keenakan digoyang goyang jalanan yang agak gak mulus. Pas bangun eh ternyata mobilnya udah mau nyampai di pantai cemara, udah kelihatan itu pantainya di depan, saya langsung ngeh kalau itu pantai cemara karena banyak pohon cemara di situ.

Makan siang di Berugak
Langsung dah saya bilang "eh kita kelolosan nih, ini sih pantai cemara" (dengan logat niru logat sasak ~ kelolosan artinya kebablasan), trus yang lain jadi pada bingung dah mau terus atau mau balik. Yaa daripada balik, saya putuskan untuk terus aja, toh mereka mereka ini juga pada belum pernah ke pantai cemara ini (padahal mereka semua asli pulau ini, hihihi)

Yang membedakan dari sebelumnya adalah, sekarang pantai cemara udah dikelola dengan baik ama warga sekitar, udah ada beberapa berugak untuk bersantai dan satu toilet umum, saya inget bener kalau tempat bangunan baru ini dulunya hanya padang ilalang tak terurus. Nah untuk menikmati berugak ini, penjaga nya mengenakan tarif 20 ribu sepuasnya.

Berhubung udah pada kelaparan, alhasil kami manfaatkan berugak ini untuk makan makan, lumayan gak kepanasan. setelah pada kekenyangan baru dilanjutin dengan foto foto di pantai nya.



Perjalanan kemudian dilanjutkan sesuai rencana awal yaitu menuju Tanjung Ringgit dan Pantai Tangsi, kali ini saya mencoba gak tidur, yaa biar gak kesasar lagi, hohoho sekalian ngelihat ekspresi mereka saat naik mobil dengan kondisi jalan yang gak bersahabat (dibaca "ancur") sejauh sekitar 12 kilometer. Hahahah seperti yang saya duga mereka pada mengeluh...

Setelah perut lumayan mules digoyang goyang jalan ancur ini, akhirnya kita sampai juga di Tanjung Ringgit, gak ada perubahan sama sekali di tanjung ringgit ini dari kunjungan sebelumnya, masih alami tanpa penjaga dan tanpa tiket masuk, gratis tis.

Saya langsung mengajak mereka ke spot pohon peneduh, yaitu satu pohon yang berada di tengah tengah spot tanjung ringgit, keberadaan pohon ini memang selalu dimanfaatkan para pengunjung yang datang, karena bila kita ada di bawahnya dijamin kita gak akan merasa kepanasan, justru malah adeeeemm...

Seperti biasa, acara utama nya yaitu foto foto, yuhuu... :


di bawah pohon peneduh... pohon surgaa...

Lanjut ke tujuan puncak, yaitu pantai tangsi alias pantai pink, sebelum masuk ke pintu gerbangnya, saya ngasih penjelasan dulu ke mereka bahwa jalur masuknya itu lebih wow, menurun dan ancur... hihihi biar gak kaget sih nanti.. Dan alhamdulilah driver kita si kang Oyan bisa dengan lancar melaluinya meskipun ada teriakan teriakan dikit pas menuruni jalur itu...

Tiker dipasang, cemilan cemilan dikeluarin semua, dan tataaaaa ibu ibu pada tidor kecapekan, hadehhh.... Alhasil cuma saya dan oyan yang turun berenang snorklingan.



Ahhh tapi sayang, gak bagus underwaternya kalau cuma di pinggir pinggir gini, bagusnya sih memang naik perahu ke pantai sebelah kanan (pantai sowan), di sini airnya keruh bercampur pasir, arusnya lagi besar (biasanya sih enggak), trus isinya banyakan rumput, terumbu karangnya banyak yang mati, banyak anemon sih tapi gak ada nemo nya, lah jangankan nemo, ikan ikan yang lain aja gak ada, sepi bro... Yaudah akhirnya saya pilih balik ke darat aja.

Weleh ternyata yang lain asyik tidor di tiker (tidur beneran), yaudah kita bertiga (bareng oyan dan jerry) milih trekking ke bukit di kanan pantai ini. Ada beberapa berugak di atas bukit ini dan banyak pemancing, disini enak, banyak pohon di pinggiran tebing, jadi gak panass.




Hosh hosh hosh, meski cuma naik bukit ini ternyata capek juga yaa, panas pula,,, wooh enak nih langsung nyebur ke kolam renang Suranadi *mimpi

Karena udah sore menjelang gelap, kita langsung cabut menuju mataram, serem gan kalau di jalan ancur ini gelep gelepan.. Dan seperti yang saya duga sebelumnya, mereka pada kapok ngelewatin jalan rusak ini, mau sih dia kembali kesini tapi kalau jalannya udah bagus, hohohoho...



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH