30 January 2023

Menikmati Sore di Pantai Cemara Sewu Kebumen


Awal aku tertarik untuk ke pantai ini adalah karena namanya "Cemara Sewu", dalam pikiranku tuh waaah, pasti pantai ini adem nih karena banyak pohon cemaranya. Ya sudah, di suatu akhir pekan di akhir tahun 2022, aku pun mengajak anak anak dan emaknya buat jalan jalan sore ke Pantai Cemara Sewu.

Lokasi pantai ini berada di daerah Karangrejo, Kec. Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Kebumen. Tidak ada angkutan umum sampai kesana, jadi harus menggunakan kendaraan pribadi, bisa motor atau mobil. Akses jalan kesana sudah bagus, cuma beberapa ratus meter sebelum lokasi memang agak kurang mulus.


Ada tiketnya untuk bisa masuk ke area pantai ini, tapi aku lupa berapa, yang jelas bukan per orang, tapi per kendaraan. Diluar dugaan, ternyata pantainya rame banget, bukan cuma oleh pengunjung, tapi juga oleh pedagang makanan dan minuman, kalau dihitung-hitung sih kayaknya malah lebih banyak penjualnya, heuheuheu.

Setelah memarkirkan kendaraan, kita lanjut jalan kaki ke arah kiri, atau timur, melewati barisan warung warung di kanan dan kiri jalan, lumayan lengkap sih kuliner yang dijajakan, mulai dari makanan ringan sampai yang berat. Untuk menghindari penipuan harga makanan, paguyuban pedagang pantai cemara sewu memasang daftar makanan beserta harganya di banner banner yang tertempel di pohon pohon. Kulihat sepintas, yang paling mahal tuh Nasi Rames Ayam Goreng , yaitu 25 ribu per porsi. 



Suasana disini sangat berisik, karena beberapa warung memutar musik sendiri sendiri dengan keras, dan ada juga panggung di area tanah lapang yang ternyata lagi ada orang yang karaokean, heuheuheu, suaranya jadi tabrakan sana sini. Lumayan tidak nyaman di telinga. 

Ternyata memang benar sih, disini adem, karena banyak pohon jadi rindang. Tapi di spot ini agak jauh dari bibir pantai. Kalau mau basah basahan di pantainya, harus berjalan keluar dari hutan cemara ini. Tapi untungnya ini udah sore jadi tidak panas, malah enak mataharinya.

Ada huruf huruf besar bertuliskan Pantai Cemara Sewu di pantai nya, ini menjadi salah satu spot foto yang menarik. Kulihat setiap pengunjung yang lewat sini pasti foto di spot itu (termasuk kita, heuheuheu)


Kulihat ada juga yang menawarkan jasa naik kuda untuk berkeliling pantai, sama seperti pantai pantai lain di Kebumen, tapi untuk ATV kulihat belum ada.

Awalnya kita duduk duduk, main pasir agak jauh dari garis pantai. Tapi ternyata anak anak gak puas, jadi akhirnya basah basahan sekalian dah main air dan main pasir. Lumayan agak serem juga sih karena ini pantai selatan, jadinya aku harus selalu waspada dengan mereka, gak boleh lengah.






Lumayan lama kita main main air disini, anak anak pun girang banget, kayak gak ada capek capeknya. Tapi berhubung udah makin sore, aku pun ngajak mereka untuk udahan, agak enggan juga sih mereka untuk udahan, tapi akhirnya mau juga.

Setelah main air dan pasir, tentunya bajunya kotor dong, pastinya pasir masuk sampai dalem dalem, tapi tenang aja, di sekitar warung warung ada banyak tempat bilas, ada yang bangunan lama, ada pula yang terlihat masih baru banget. Tidak ada penjaganya, tapi ada kotak yang diletakkan di depannya, jadi diperlukan kejujuran bagi para pengguna tempat bilas untuk memasukkan uang ke dalam kotak meski tanpa diawasi.


Selepas bilas, bersih bersih dan ganti baju, kita enggak langsung pulang, tapi nongkrong dulu di salah satu warung deket sini. Si kecil beli pop ice dan sosis bakar, sedangkan aku seperti biasa ngopi item aja. Menjelang petang, kondisi pantai semakin sepi, pengunjung beranjak pulang satu per satu. Beda banget kondisinya dengan yang kurasakan di lombok dulu, makin petang justru makin rame pengunjungnya. 




***

Peta Lokasi Pantai Cemara Sewu Kebumen


23 January 2023

Nongkrong di Nona Dessert & Chill Purworejo


Beberapa waktu lalu, sebelum cafe ini beroperasi, bangunan yang berada di sebelah timur RSUD  dr. Tjitrowardojo Purworejo sudah menyita perhatian para pengendara yang melewati Jalan Jenderal Sudirman. Terdiri dari dua lantai, berwarna putih cerah dan banyak kaca, eye cathing banget deh.

Nah setelah grand opening, aku pun menyempatkan mampir ke cafe ini sekalian mudik ke Purworejo. Nama cafe ini adalah Nona Dessert & Chill, lokasinya di Jl. Jenderal Sudirman No.83, Sibung, Pangenjurutengah, Kec. Purworejo, Kabupaten Purworejo.


Tempat parkirnya tidak luas, ada di samping bangunan, kalau penuh mungkin bakal diarahkan untuk parkir di tepi jalan raya oleh tukang parkirnya. Memang asyik banget sih desain luar dari cafe ini, cakep deh, cocok banget untuk cafe dengan tema kue kue dan dessert.



Masuk ke lantai 1, kita langsung ditawarkan pilihan berbagai macam roti, kue dan ada juga es krim. Untuk tempat duduknya, pengunjung bisa langsung naik lewat tangga ke lantai 2. Di lantai 2 sudah ada pramusaji yang siap memberikan buku menu ke para pengunjung yang baru datang. Ada dua pilihan tempat duduk, yaitu indoor dan outdoor dengan view jalan raya. Kita tentu saja pilih indoor saja yang adeeem, karena ada AC nya.





Melihat buku menunya, kulihat harga minumannya lumayan terjangkau lho untuk sekelas cafe, masih di bawah 20 ribu semua, baik itu sajian kopi, teh jus, dan yang lainnya. Untuk makanan bervariasi, mulai dari makanan ringan, sampai yang berat, semuanya di bawah 50 ribu per porsi. 

Menu yang kita pesan ada Gyoza, Nasi Goreng, Nasi Katsu, 1 potong cake, Es Krim dan beberapa minuman. Sambil menunggu orderan datang, anak anak jalan jalan keliling cafe, emaknya foto foto, dan aku duduk aja di sofa sambil main hape, sesekali melihat sekeliling, apalagi pas ada pengunjung yang baru datang, pasti kepala reflek nengok, heuheuheu. Ada satu yang unik di ruangan ini, yaitu adanya lift khusus makanan.

Jadi ternyata dapurnya tuh semua ada di bawah, pesanan yang sudah selesai, dibawa ke atas bukan lewat tangga oleh pramusaji, melainkan lewat sebuah lift kecil yang tentunya tidak cukup dimasuki manusia, cuman yang agak mengganggu tuh suaranya, entah suara dari dinamo atau apanya, lumayan berisik deh, heuheuheu. 





Dari segi rasa, makanan makanan yang disajikan enak kok, anakku juga suka ama nasi ayam katsunya, nasi goreng yang tersaji juga nasi goreng favoritku yang relatif berwarna putih. Recommended lah buat nongkrong nongkrong hore. Kalian kalau bingung nyari tempat nongkrong di Purworejo, bisa coba cafe yang satu ini. Setelah selesai makan, kita langsung ke lantai 1 menuju meja kasir untuk membayar, bisa pake uang cash, kartu debit/kredit ataupun pake QRIS.

Saat keluar cafe ini ternyata masih belum terlalu sore, sekitar pukul 16.15 WIB, yasudah kita mampir dulu ke Alun Alun, kebetulan di sisi utara Alun Alun Purworejo waktu itu sedang ada event Purworejo Creative Festival. Untuk parkir kendaraan, bisa di sisi barat atau timur Alun Alun. 






Event ini berisi pameran para seniman, pengusaha kerajinan dan UMKM di sekitar Purworejo seperti kipas bambu (kipas sate), wayang kulit, lukisan, kerajinan dari bambu dll masih banyak lagi. Sedangkan untuk di sebelah utaranya, tepatnya di halaman gedung Art Center Purworejo terdapat festival kuliner, banyak banget penjual jajanan disana, aku pun keliling untuk berburu jajanan menarik.






Saat melewati boothnya kopi PIT aku langsung tertarik dan membeli 1 renteng (isi 10) kopi PIT yang merupakan salah satu merek kopi lokal purworejo, kemudian aku beli juga beberapa keripik, geblek, dan si kecil beli jajanan kesukaannya Jasuke.

Setelah duduk duduk bentar menikmati geblek dan jasuke, kita pun lanjut pulang.

16 January 2023

Taman Badegolan Kebumen - Dulu Viral, Sekarang Tutup

 
Beruntung banget, aku bisa mengunjungi tempat ini kira kira seminggu sebelum ditutup untuk umum. FYI Taman Badegolan ini sebenernya adalah sebidang tanah kosong yang berada persis di sebelah sungai tempat keluarnya air dari PLTA Wadaslintang. Secara geografis, tempat ini masuk ke dalam wilayah Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen sedangkan untuk waduknya sendiri masuk wilayah Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

Untuk bisa masuk kesini, pengunjung harus masuk melalui Jalan PLTA dengan pintu gerbang warna hitam seperti bangunan di Pulau Bali dan ada logo PLN nya, lokasinya dekat dengan Balai Desa Sendangdalem. 


Akses jalan sepanjang 700  meter ini sudah bagus, beraspal dengan pemandangan indah di kanan kirinya. Sampai di ujung, terlihat suasana sangat ramai, banyak penjual makanan dan minuman dadakan, dan banyak banget motor terparkir di kanan kiri jalan. Memang tidak ada lahan parkir khusus untuk pengunjung, cuma memanfaatkan area kosong di tepian jalan. Untuk parkir, pengunjung membayar 5 ribu per motor dan 10 ribu per mobil.


Dari spot ini jalan utama ditutup portal, karena termasuk area terbatas (PLTA), nah untuk menuju Taman Badegolan ada jalan kecil di arah kiri sebelum portal yang menuju ke bawah, ke arah sungai. Ada semacam gapura sederhana, jalannya berupa jalan setapak menurun, sebagian tanah sebagian paving, alhamdulilah siang ini cerah, mungkin kalau pas hujan jalan kecil ini bakal licin, kemudian akan ketemu pertigaan, kalau ke kiri menuju toilet sedangkan ke kanan menuju spot utama Taman Badegolan.


Dari pertigaan ini kita sudah bisa melihat bagaimana ramenya taman ini, banyak banget pengunjung yang duduk duduk di tepian sungai. Menurutku ini memang berbahaya sih, tidak ada pagar yang proper disini, cuma ada pagar dari tali yang direntangkan dan sebagian lagi berupa pagar bambu. Padahal kalau kita lihat aliran sungainya, deras banget lho. Mirip ama sungai Aare di Swiss, baik itu derasnya maupun warna airnya.



Meskipun siang terik, di sekitar taman ini terasa adem karena banyak pohon dengan daun yang rindang. Tidak hanya anak anak muda pemburu spot selfie, disini juga ada beberapa keluarga yang piknik, duduk duduk sambil makan bekal yang dibawa.

Cukup sulit juga untuk foto foto disini dengan view yang lega, karena pasti bakal ada pengunjung lain yang bakal masuk frame. Mungkin harus pagi banget ya biar terlihat kosong. 

Spot utama yang dituju adalah yang paling ujung yaitu berupa semburan air yang sangat kencang yang berasal dari PLTA. Semburan itu sampai ke ujung/seberang sungai, bahkan percikan airnya terlihat ke arah atas, dan di jam jam tertentu akan terbentuk pelangi




Aku datang kesini tuh tanggal 19 Desember 2022. Nah di akhir Desember 2022 ada kabar bahwa Taman Badegolan ini ditutup untuk umum. Wohohoho, seperti yang udah kuduga, spot ini memang bukan tempat wisata sih, terutama faktor keamanannya.

Secara resminya, alasan ditutupnya Taman Badegolan adalah adanya surat edaran PT PLN Indonesia Power karena dengan mempertimbangkan
1. Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
2. Sistem Manajemen Pengamanan (SMP)
3. SK Direksi 072.K/010/IP/2020 tentang Pendayagunaan Aset Properti 


Kemudian di pertengahan Januari 2023, aku dapat kabar juga bahwa untuk area wisatanya dipindahkan ke arah bawah, tidak jauh dari Taman Badegolan, tepatnya di sebelah Jembatan Sendangdalem, di bawah Gunung Rayang. Spot baru ini dinamakan Taman Pengilon.

Tidak kalah cantik dengan Taman Badegolan, Taman Pengilon ini menawarkan pemandangan sungai yang sama, ditambah view jembatan dan gunung rayang yang menjulang. Aku dulu pernah fotoan di seberang Taman Pengilon ini, seperti ini fotonya :


Sebagai gambaran, berikut aku sertakan peta lokasi Waduk Wadaslintang, Taman Badegolan dan Taman Pengilon. Aku tandain dengan nomor ya :
  1. Nomor 1 adalah Waduk dan Bendungan Wadaslintang
  2. Nomor 2 adalah Taman Badegolan
  3. Nomor 3 adalah Taman Pengilon


 


9 January 2023

Terraskota Coffee & Kitchen : Tempat Nongkrong Kece di Wates Jogja


Jalan jalan ke Wates kali ini, kita coba mampir nongkrong sekaligus makan siang di Terraskota Coffee & Kitchen, cafe yang luas dan nyaman ini berlokasi di Jalan Pahlawan, Sideman, Giri Peni, Kec. Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jogja, atau tepatnya terletak di antara Stadion Cangkring dan SPBU Giri Peni. 

Dari Jalan Raya, bangunan cafe ini terlihat sangat estetik dan mencolok, bertingkat dua, bagian kiri, kanan dan tengah menggunakan batu bata tanpa diplester, sehingga mengekspose warna merah batu batanya. Di halaman cafe terdapat kolam ikan dan banyak tanaman hijau sehingga terlihat asri. Untuk parkiran kendaraan, ada space tanah kosong di antara jalan raya dan bangunan cafe, lumayan lah bisa menampung beberapa kendaraan roda empat.





Saat masuk cafe, kita langsung disambut oleh seorang pramusaji perempuan, dan dipersilakan memilih tempat duduk, bisa di lantai 1, di lantai 2 ataupun di luar bagian belakang dan samping cafe. Kita pun memilih di lantai 1 saja yang dekat dengan jendela, biar terang, bagus buat foto foto.

Menu yang disediakan lumayan banyak dan bervariasi, setelah order, aku pun sedikit berjalan berkeliling cafe, untuk mengambil gambar, termasuk di lantai 2 nya. Wah ternyata di lantai 2 luas juga lho, view nya juga lebih oke, ada toilet dan tempat sholatnya juga. Ada bagian yang indoor , ada juga yang outdoor dengan pemandangan sawah, SPBU dan bangunan Stadion





Terlihat lantai 2 ini kosong melompong. Enggak tahu ya ini memang lagi sepi atau selalu sepi ya, padahal bagus dan nyaman lho di lantai 2 ini, dan aku datangnya pas jam makan di akhir pekan. Hmmm mungkin ramenya pas malam ya.

Pas balik ke lantai 1,  beberapa orderan sudah tersedia di meja kita, dan orderan yang lain menyusul satu per satu.






Satu menu yang menarik perhatianku adalah Sei Sapi. FYI kuliner ini tuh salah satu kuliner khas kupang, aku yang pernah tinggal 2 tahun di Kupang malah belum pernah sama sekali icip icip kuliner ini, karena kalau di Kupang tuh kuliner Sei pasti pakai daging Babi, heuheuheu. Berhubung aku lihat menu itu di buku menunya, aku langsung sikat aja donk ya. Entah rasanya memang seperti ini atau bagaimana ya, karena aku belum pernah coba yang asli.  Tapi beneran deh Sei Sapi di Terraskota ini enak banget, dagingnya empuk, aromanya harum, ada sensasi aroma asap nya. Cocok banget disajikan dengan sambal lu'at dan nasi hangat. Untuk minumnya aku cuma pesen es teh manis aja, aku lagi males ngopi dan siang ini panas banget hawanya, jadi pengen segelas es teh.

Si bocil aku pesenin nasi katsu dan macaroni keju. Aku coba icip keduanya, hmmm enak juga lho, apalagi makaroni kejunya, creamy banget dan gurih, mantep banget disantap pas lagi anget anget. Saat makaroninya disendok, kejunya jadi memanjang gitu, kalau bahasa jawanya "mulur", heuheuheu. Selain itu, ada donat juga yang kita pesan.





Lumayan lama kita nongkrong siang disini, nyaman sih buat nongkrong, suasana tenang, sepi, lagu yang diputar juga volumenya pelan, enggak keras yang bisa bikin kepala pusing, paling enggak suka aku kalau ada cafe yang putar lagu keras banget, buat apa coba? Ngobrol jadi susah, heuheuheu.

Recommended lah tempat ini buat nongkrong makan makan bersama teman atau keluarga.


***

Peta Lokasi Terraskota Coffee Kitchen, Wates, Jogja