26 May 2022

Ada Superhero Kocak di Alun Alun Purworejo


Beberapa waktu lalu sempet main ke Alun Alun Purworejo, ada sesuatu yang baru di sini, yaitu patung beberapa tokoh superhero seperti batman, spiderman dan superman. Aku sih sebenernya biasa aja dengan patung patung itu, tapi enggak nyangka lho bakal viral di media sosial. Spot yang baru ini ada di sisi selatan dan sisi utara. Di sisi utara ada patung Superman yang sedang duduk di bangku sambil pegang layangan dengan pose bibir yang monyong ke samping, seakan akan bakal mencium orang yang duduk di sebelahnya, kemudian ada spot foto 3D di trotoar, Hiasan Bedug dan Ketupat, patung gorila dari besi, gitar dari besi, lampu lampu dan masih banyak lagi yang lain.



Kita sempet foto foto dulu di sekitar spot yang baru ini, lalu berjalan ke arah barat, dan menyeberang ke utara untuk menengok spot baru lagi yang di fasade-nya tertulis ART CENTER  dengan hiasan keris keris raksasa di kanan kirinya. Awalnya kukira ini adalah bangunan baru, tapi setelah diperhatikan dari dekat ternyata ini bangunan lama yang di depannya dipasang kalsibot warna kayu, yang seperti digunakan untuk membuat pagar rumah. Jadi dari jalan raya, tempat ini terlihat bangunan baru.


Kita lanjut jalan kaki ke arah barat, di pojokan barat-utara alun alun ternyata jadi tempat mangkal delman wisata, ada lumayan banyak lho, kuhitung lebih dari 10. Delman ini bisa pengunjung naiki untuk keliling alun alun, tpai aku enggak tahu berapa harganya.

Lalu kita menyeberang ke arah barat, disini ada mangkal beberapa penjual makanan seperti ronde, telur gulung, bakso kawi dll. Kita beli ronde dan bakso kawi, lalu makan sambil duduk nongkrong di teras gedung dekranasda, kebetulan pas sore gini kantornya udah tutup, jadi kita bisa duduk bebas di terasnya.



***

Malam harinya, dengan formasi lebih lengkap kita nongkrong dan makan malam di Sulthan Kopi yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, atau tepatnya di sebelah selatan Romansa Kuliner. Tempat parkirnya lumayan luas, dan pas kita datang masih sepi, baru ada 1 mobil lain. Di bagian atas tempat parkir terpasang lampu lampu hias yang semakin menambah syahdu suasana cafe.

Seingatku dulu waktu aku masih sekolah, bangunan ini dan tetangga tetangganya adalah bangunan jadul, seperti penginggalan Belanda yang tak terawat. Tapi sekarang sudah beralih fungsi dan hilang kesan horornya, ada yang menjadi tempat cucian mobil. ada pula yang jadi cafe. nah salah satunya adalah Sulthan Kopi ini.
 


Pengunjung bisa memilih tempat duduk di bagian depan, tengah, ataupun belakang yang lebih luas. Karena kita rame rame, akhirnya pilih belakang saja yang lebih luas. Terlihat banyak meja kursi di area belakang ini, ada dapur, dan ada panggung juga, sepertinya sih biasa dipake untuk live music. pas kita datang masih sepi, tidak ada tanda tanda akan ada pertunjukan di panggung. Eh tapi ternyata tidak, berangsur angsur cafe pun makin rame, dan datang beberapa orang yang langsung menuju panggung untuk check sound, heuheuheu fix malam ini ada live music




Sebenernya agak kecewa sih, karena menu makanannya tidak selengkap hari hari biasa, kebetulan kita kesini tuh pas libur lebaran, ternyata menu menu makannya juga banyak yang libur alias kosong, jadinya cuma tinggal beberapa macam aja. Ya sudah, berhubung kita udah duduk nyaman di  kursinya, kita pesen aja menu yang ada. Heuheuheu


Heuheuheu minimalis sekali ya, tapi ini menunya bukan fotokopian lho, tulisan tangan asli, entah udah berapa lembar ditulis, btw kenapa enggak difoto kopi aja ya... Dari segi rasa, ya lumayan enak lah, standar cafe. Apalagi buat kalian yang suka nongkrong sambil nonton live music, cocok makan di cafe ini.




Share:

23 May 2022

Wisata ke Waduk Sempor : Kuliner Mendoan Jumbo dan Main Otoped


Karena lagi pengen makan mendoan, yang bener bener mendoan, sore itu kita meluncur ke spot kuliner mendoan yang lumayan jauh dari rumah, yaitu di area Waduk Sempor. Di sekitar waduk ini memang banyak warung yang menjajakan makanan dengan menu utama mendoan, baik itu yang ukuran normal maupun yang jumbo/raksasa. Satu yang paling terkenal dan viral adalah warung mendoan mbak suci sotang, dia begitu populer karena parasnya yang cantik mirip Syahrini, heuheuheu, banyak banget youtuber yang udah banyak bikin konten di warung itu, coba aja cari sendiri di youtube kalau penasaran.

Tapi kali ini kita enggak ke warung itu, karena biasanya rame terus, dan lokasinya yang di pinggir jalan persis, bukan di pinggir waduknya. Kita maunya makan mendoan dengan pemandangan waduk, sedangkan kalau dari segi rasa sih, kayaknya sama aja ya.


Kita pesan tiga mendoan, eh yang datang ternyata mendoan raksasa (amba), tapi sebenarnya ini ukuran tempenya normal sih, cuman dalam satu mendoan terdiri dari dua tempe yang disambung, berbeda dengan yang dulu pernah aku beli di warung sebelah, disana ukurannya benar benar jumbo untuk satu tempe, sepiring penuh dah ukurannya. Untuk teman makan tempe mendoan, ada pasangan setia yang tersedia di meja, yaitu kecap dengan potongan cabe rawit. Selain tempe di warung ini juga tersedia mie rebus/goreng.


Setelah perut kenyang terisi mendoan, kita langsung cuss jalan kaki ke bendungannya. By the way tidak ada tiket masuk untuk masuk ke area bendungan, cukup membayar parkir kendaraan saja. Para pedagang makanan ternyata tidak hanya ada di sekitar tempat parkir, bahkan di atas bendungannya pun ada yang jualan mainan, sosis bakar dan spot penyewaan skuter otoped. 

Kita sewa 1 skuter untuk main main di atas bendungan ini dengan tarif 20 ribu, sepuasnya. Sore ini suasana bendungan bisa dibilang tidak terlalu ramai, tapi lumayan lah ada beberapa muda mudi yang nongkrong sore sambil pacaran. Tempat ini memang sudah jadi alternatif tempat wisata dan nongkrong, terutama di sore hari, hawa lumayan sejuk disini plus pemandangan yang indah



 
Namun ternyata dibalik keindahan dan kesejukan udaranyam ada kisah historis yang melatarbelakangi terbentuknya bendungan sempor. Asal usul waduk Sempor ini dimulai sekitar tahun 1916, dimana pemerintah Belanda yang saat itu berkuasa tengah mencari lahan guna dibuat sumber air yang besar untuk irigasi dan kebutuhan harian warga sekitar. Jadi, dibentuklah tim investigasi. Hingga selang beberapa waktu teridentifikasi bahwa salah satu wilayah di kecamatan Sempor Kebumen tepatnya di desa Sempor cukup potensial untuk dijadikan bendungan. Butuh waktu sekitar 30 tahunan lebih untuk melanjutkan projek penelitian tersebut. 
 
Akhirnya sekitar tahun 1950-an, penelitian tersebut kembali dilanjutkan oleh para ahli. Hal pertama yang dilakukan pihak berkepentingan waktu itu adalah melakukan pembebasan lahan. FYI, dulu, area bendungan sempor yang sekarang ini ada adalah area pemukiman warga lho. Sehingga, untuk bisa mengubahnya menjadi projek bendungan maka mau tidak mau harus mengosongkan lahan tersebut.
 



Warga yang rumahnya terkena dampak pembebasan lahan menerima ganti rugi dari pemerintah. Sebagian besar warga yang mengalami dampak pembebasan lahan tersebut akhirnya memutuskan untuk pindah. Sebagian besar bertransmigrasi ke daerah Sumatera, yaitu Riau dan Jambi. Sementara sebagian warga yang tetap ingin menetap di Sempor, memilih untuk menggeser lokasi pemukiman mereka.
 
Setelah sengketa pembebasan lahan dianggap selesai, pada tahun 1958 baru dimulailah pengerjaan waduk yang dalam bukti naskah tertulis dinamai dengan “Proyek Sempor”. Selang beberapa tahun kemudian tepatnya 1967, terjadi bencana yang akan selalu diingat oleh Masyarakat Kebumen dan warga Sempor pada khususnya. Bendungan Sempor yang dulunya dibangun hanya menggunakan tumpukan tanah menggunung itu akhirnya jebol dan menyebabkan banjir besar yang mengerikan. 
 


Tercatat, 127 korban meninggal dunia pada kejadian naas tersebut. Kejadian menyedihkan tersebut terjadi sekitar awal bulan puasa sekitar jam 10 malam. Sejak kejadian tersebut, proyek waduk tidak dilanjutkan hingga kurang lebih 8 tahun. Selama kurun waktu tersebut, tragedi waduk Sempor jebol dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan. Sampai suatu saat direncanakanlah kembali pembangunan bertajuk renovasi waduk sempor pada masa presiden Soeharto. Hingga akhirnya proyek tersebut dinyatakan rampung pada tahun 1978. 
 
Sebelum diresmikan, dibangunlah Monumen di salah satu titik sebelah utara Waduk. Monumen tersebut dibangun dalam rangka mengenang tragedi Jebolnya Waduk Sempor. Sebagai simbol kenangan, monumen tersebut dilengkapi dengan prasasti yang bertuliskan nama-nama korban meninggal pada tragedi tersebut. Termasuk juga tercantum, sejumlah nama pekerja pembangunan Projek Sempor yang meninggal saat pengerjaan proyek. Pada prasasati tertulis sebuah tagline dengan beberapa buah kata: "Paraboga, Paradipta, Paritirta, Pariwisata" yang artinya apa aku enggak tahu, heuheuheu. 
 


 
Selain spot yang di atas bendungan ini, sebenarnya ada beberapa spot lain yang bisa kita kunjungi, yang pertama yaitu ada Taman Bermain Anak Wahana Tirta Lestari, lokasinya tidak jauh dari tempat parkir. Di tempat tersebut terdapat beberapa permainan anak seperti ayunan perosotan dll.

Selain itu ada pula Taman Pokdarwis Mukti Marandesa, spot ini pernah aku ulas secara khusus di artikel yang lain, kalau mau baca lengkap, bisa klik disini. Di tempat tersebut banyak gazebo/saung untuk tempat makan dan di bawahnya terdapat perahu yang bisa dinaiki keliling waduk.

Ada pula spot lubang keluarnya air dari bendungan, yang merupakan area dari PLTA. Spot ini bisa kita saksikan langsung dari tepi jalan sebelum sampai ke waduk sempor.



Share:

16 May 2022

Agrowisata Bhumi Merapi Jogja : Eh Ada Santorini

 
Tempat wisata yang berlokasi di Kaliurang, Jogja ini sebenarnya bukan tempat wisata baru, udah lama banget masuk wishlist, tapi baru bulan Desember 2021 kemarin kita bisa datengin, dulu pernah viral banget di media sosial gegara ada spot foto berlatar luar negeri seperti Santorini.

Akses menuju Agro Wisata ini tidaklah sulit, sudah aspal mulus sampai lokasi, cuman ya paling macet kalau pas weekend datangnya. Biaya parkirnya murah cuma 5 ribu untuk mobil dan 3 ribu untuk motor, area parkirnya cukup luas untuk menampung motor dan mobil.






Untuk tiket masuknya 30 ribu rupiah per orang (harga pas weekend per Desember 2021). Banyak spot yang bisa kita kunjungi, bukan hanya tempat foto foto selfie. Ada kandang kelinci, dimana pengunjung bisa memberi makan, kemudian ada pula satu rumah kecil yang berisi beberapa jenis binatang seperti kucing, musang, landak kecil, garangan dll



Lanjut lebih dalam lagi, kita bisa naik kuda keliling area wisata dengan membayar 20 ribu, di area tengah ini terdapat tulisan "BHUMI MERAPI" yang selalu jadi spot andalan foto foto. Ada pula kambing dan domba, burung merak dalam kandang, burung merpati yang terbang bebas, kita bisa memberi makan mereka dengan membeli pakan terlebih dahulu. Disini juga terdapat tempat penyewaan baju atau kostum untuk foto foto biar lebih maksimal, tentu saja dengan membayar biaya sewa, harganya berapa ya, lupa persisnya, tapi lumayan mahal.


Nah spot yang terakhir kita kunjungi adalah Langlang Buana, spot ini menjadi spot favorit yang pernah viral banget beberapa tahun lalu. Ada beberapa area berlatar negara negara di luar negeri, tapi harus bersabar sih kalau mau foto foto disini, apalagi pas weekend, rame bangett, sulit dapat foto bagus, heuheuheu.








Nah di ujung area langlang buana terdapat sebuah spot dengan tempat duduk. Disini kita duduk istirahat dahulu karena capek keliling langlang buana, foto foto, sekaligus ngawasin anak biar enggak lari lari jauh. Nah pas lagi asyik duduk, eh tiba tiba gerimis datang, yaudah kita langsung cuss jalan cepat keluar menuju parkiran.





Sepertinya masih ada beberapa spot di Bhumi Merapi yang belum aku sambangi, udah keburu gerimis jadi langsung cuss ke parkiran. Overall tempat ini cocok buat ajak anak anak liburan, tempatnya luas, mereka bisa lari lari kesana kemari sekaligus edukasi mengenai binatang. Selain itu juga cocok buat kalian yang suka foto foto , karena ada spot langlang buana yang banyak spot selfie.

Selain itu, lokasinya yang strategis di Kaliurang, pas kesini kalian bisa juga sekalian mendatangi objek wisata yang tidak jauh dari Bhumi Merapi seperti Ledok Sambi, The World Landmarks - Merapi Park, The Lost World Castle, Stonehenge dll

***

Peta Lokasi Agrowisata Bhumi Merapi, Jogja

Share:

9 May 2022

Ngopi di Bukit Sikepel Purworejo


Siang itu sehabis makan siang di Kedai Minafarm Loano Purworejo, aku arahkan kendaraan menuju utara melewati Jalan Purworejo - Magelang. Tujuanku kali ini adalah Bukit Sikepel yang berlokasi di daerah Jati, Bener, Purworejo, tidak terlalu jauh dengan perbatasan Purworejo - Magelang.

Dari Jalan Raya, kita harus masuk ke arah timur sejauh sekitar 2 kilometer dengan kondisi jalan yang mulus, tidak terlalu lebar, naik turun dan berkelok. Nah titik belok/masuk nya ini ada di tikungan, sebelah selatan Pasar Kalijambe, ada sebuah gerbang bertuliskan Desa Jati.



Sampai di lokasi, ternyata sedang dalam pemeliharaan, tempat parkirnya sebagian masih diperbaiki, dan di bagian dalam sedang dibuat jalan setapak menggunakan pasir semen, dan terlihat terdapat alat permainan anak anak yang belum lama dipasang, terliaht masih baru cat nya. Alat permainan ini semacam alat permainan di TK, seperti ayunan, perosotan dll.

Untuk masuk ke area wisata bukit sikepel, harus bayar tiket dulu, murah kok cuma 5 ribu per orang dewasa, sedangkan anak anak gratis, dan parkir mobil 5 ribu rupiah.
 


Jalan tanah setapak menanjak menyambut kita masuk ke area wisata. Terlihat di sebelah kiri ada bekas alat permainan anak anak yang terbengkalai, sedangkan di sebelah kanan terlihat pembuatan area bermain yang baru untuk anak anak, jalan setapaknya masih dibangun sedangkan alat permainannya sudah bisa dipakai.
 
Di atas area bermain yang terbengkalai terdapat sebuah kedai kopi yang buka sampai tengah malam, rencananya nanti sebelum pulang bakal ngopi ngopi dulu disini. Sedangkan di atasnya lagi terdapat kolam ciblon anak yang sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk mandi lagi, karena airnya kotor dan malah jadi kolam ikan, nah di atas kolam tersebut terdapat jembatan kayu untuk foto foto. 
 


Di atasnya lagi terdapat sebuah bangunan yang lumayan besar, bertuliskan aula bukit sikepel, dimana di depannya terdapat tanah lapang yang luas. Siang itu bangunan ini banyak digunakan untuk istirahat pengunjung, kebanyakan pada berbaring. Mungkin capek sehabis mendaki bukit ini.

Untuk puncaknya masih harus berjalan lagi ke arah kanan, dimana di atas sana ada tulisan besar "SIKEPEL". Perjalanan kita cuman sampai tanah lapang ini, foto foto sebentar lalu balik turun ke arah kedai kopinya. Oia FYI di bawah tanah lapang tersebut terlihat ada track offroad, sepertinya sih buat motor trail ya. Selain itu, disekitar sini juga terdapat beberapa fasilitas lain, seperti Musholla, Kamar Mandi, Area Camping, dan spot selfie.



Sebelum balik, kita coba icip icip dulu kopi dari kedai kopi yang berada di dalam area wisata bukit sikepel ini. Menu yang kita pesan ada geblek, omelete, kentang goreng dan tentu saja kopi. Untuk biji kopinya ada beberapa yang bisa dipilih, dan aku pilihnya biji kopi kajoran dari magelang.

Ada beberapa tempat duduk yang bisa dipilih, aku pilih yang paling ujung, karena bisa muat lebih banyak orang. Tidak terlalu lama menunggu, orderan pun datang. Setelah kusesap, citarasa kopi kajoran ini kuat rasa asam nya, mungkin kopi ini tidak cocok bagi kalian yang tidak terlalu suka rasa asam yang kuat, tapi buatku sih masih oke, pas diminum tanpa gula, mata jadi cerah, ngantuk ilang.

Kedai kopi ini buka sampai tengah malam, kalau datang siang, kita harus beli tiket masuk wisatanya untuk bisa ngopi disini, tapi setelah jam 5 sore bisa langsung kesini, tanpa beli tiket masuk, karena petugasnya udah pulang, heuheuheu (info dari baristanya).






***
 
Peta Lokasi Bukit Sikepel Purworejo
 
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive