18 July 2018

Main Perosotan di Air Terjun Tibu Tereng, Lombok

Awal cerita kita punya rencana ke Air Terjun Tibu Tereng adalah saat menengok rekan kerja yang istrinya baru saja melahirkan. Rumahnya tuh berada di daerah Mekar Sari, Gunungsari, Lombok Barat. Nah dia cerita kalau di atas desa ini ada tempat pemandian dan air terjun yang bagus, cantik dan dingin. Heuheuheu, tertariklah kita kita ini donk ya ama air terjun itu....

Akhirnya di weekend berikutnya, kita pun menyambangi air terjun ini. Lokasi Tibu Tereng ini berada di daerah Batu Kemaliq, Bukittinggi, Gunungsari, Lombok Barat, enggak terlalu jauh sih dari Kota Mataram, kira kira cuma 14,5 km. Untuk menuju kesana sih sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua aja deh, karena kalau menggunakan roda 4, terlalu jauh jalan kaki nya.


Rute Menuju Tibu Tereng

Dengan titik start di ex Bandara Selaparang, kita menuju ke arah timur melewati Jalan Jend Sudirman, nah di perempatan Kekeri - Sayang Sayang kita belok ke kiri/arah utara. Ikuti aja jalan ini terus sampai ke Pasar Bukittinggi, kalau bingung, tanya aja ke warga setempat dimana pasar bukittinggi, pasti tau deh. Jalan menuju pasar ini udah bagus, aspal yang bisa dilewati kendaraan roda 4. Tapi jalur setelah pasar bukittinggi adalah jalan tanah sempit dimana sebelah kanan adalah jurang, aku sarankan sih naik motor saja, karena kalau naik mobil, lumayan jauh jalan kaki dari pasar bukittinggi. Ikuti saja jalan kecil ini sampai ketemu parkiran sepeda motor.

Parkirannya sudah bagus, dengan lantai cor semen, ada beberapa tempat duduk dan berugak yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat, selain itu juga ada warung yang menjual jajanan dan minuman botolan. Nah dari parkiran ini kita tinggal jalan kaki aja turun mengikuti jalan setapak yang ada. Nah pas saat kita kesini, enggak ada tukang parkir ataupun petugas penjaga. Jadi kita menitipkan ke pemilik warung saja, dengan bilang langsung. 

Di bawah warung ini jalan setapak bercabang dua, kalau ke kanan akan menuju Air Terjun Kelambu (nanti akan diulas di postingan tersendiri), sedangkan kalau ke kiri ke Tibu Tereng. By the way di sekitar sini banyak banget pohon durian lho, tapi sayang sekali sekarang ini bukan musim nya, coba pas musim durian ya, heuheuheu, bisa sekalian berburu durian nih.

Dari pertigaan ini tinggal jalan kaki menurun sekitar 5 menit saja, hingga sampai sungai dan lanjut ke arah kanan dikit, yuhuuu dan sampailah kita di Tibu Tereng.



Air Terjun di sini tidak tinggi sih, cuman seru untuk main main air, lompat lompat dan perosotan...  Berhubung ini lagi musim kemarau, aliran airnya enggak deras dan cuma ada satu, kulihat sih di pojokan yang satunya ada jalur air terjun juga, yang mengering, mungkin pas musim penghujan ada alirannya.

Di bawah terjunan air ini ada kolam yang di bagian tengah lumayan dalam, apalagi pas musim penghujan, pasti lebih dalam lagi, tapi justru aman sih kalau buat lompat lompat, kaki enggak nabrak dasar, tapi ya itu harus dipastikan bisa berenang.

Di sini kita bisa perosotan seru lho, meskipun track nya pendek banget, tapi wokee lah buat seru seruan bareng temen temen...


Setelah puas main main air, berendem dan perosotan. Kita pun melanjutkan ke spot ke dua, yaitu Air Terjun Kelambu. Lokasi air terjun ini berada beberapa ratus meter di bawah Tibu Tereng ini. Kita jalan kaki naik ke pertigaan jalur awal (di bawah warung), lanjut turun ke air terjun nya.

Nah seperti apa serunya main air di air terjun kelambu? Tunggu saja postingan berikutnya ya :)
Share:

13 July 2018

Nongkrong di Mobil Rongsokan Junkyard Autopark


Wisata di Magelang memang enggak bisa lepas dari Candi Borobudur, candi itu sudah mendunia. Nah bila kalian lagi jalan jalan ke Magelang, khususnya ke daerah Borobudur, bisa dah mampir foto foto selfie sambil nongkrong makan di Junkyard Autopark & Cafe.

Lokasi persisnya di Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang. Sekitar 2 kilometer sebelah timur Candi Borobudur, gampang banget kok ditemuin, tinggal search aja di google. Jalan sudah mulus beraspal sampai lokasi, bisa dicapai dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Kalau lagi males bawa kendaraan sendiri, pakai aja jasa angkutan online (Grab) ataupun taksi taksi lokal non aplikasi.



Sesuai dengan namanya ``Junkyard``, tempat ini memang berupa sebuah halaman yang berisi sampah rongsokan. Tapi karena ditata dengan apik, jadi tempat yang wokeeeee buat fotoan. Buka mulai jam 8 pagi sampai gelap, dengan tiket seharga 20ribu/orang.

Tidak sembarang sampah ya, di sini yang dipajang berbagai macam kendaraan klasik baik itu roda 2 , roda 3 maupun roda 4, dimana sebagian sepertinya sih masih bisa dinyalakan mesinnya, sedangkan yang lain bener bener rongsokan, berupa potongan potongan mobil, dan aksesorisnya, bahkan di bagian tengah ada body mobil jadul yang jadi spot air mancur.



Infonya, saat ini (Juni 2018) ada sekitar 14 mobil klasik di taman ini, ada dua mobil yang tertua yakni jenis Impala buatan tahun 1964 dan Dogde tahun 1957. Obyek wisata instagramable ini berdiri di tanah bengkok seluas 2.000 meter persegi milik Kepala Desa Wanurejo, dengan sistem bagi hasil pendapatan, yaitu 50 persen pengelola, 40 persen kepala desa dan 10 persen untuk BUMDes Wanurejo.



Oia saat di loket pembelian tiket khan aku sambil nenteng botol aqua, nah oleh petugas penjaganya, dilarang dibawa masuk, karena di dalam ada cafe nya. Yaudah akhirnya kutelan semua tuh air sebotol, heuheuheu, lalu kubuang botolnya...

Walaupun udah menabung sebotol air mineral di perut, ternyata sehabis fotoan, haus juga, maklum siang ini panasss banget, kurang pagi sih kita datengnya, kalau misal dateng jam 8 pagi, pas banget tuh... Akhirnya kita jajan juga deh di cafenya, sekalian ngemil ngemil hore


Di sebelah Junkyard ini ada tempat bernama Balkondes Wanurejo, yang isinya berupa gazebo gazebo dan bangunan beratap joglo. Tempat ini bisa dimanfaatkan pengunjung secara gratis, untuk duduk bersantai sambil istirahat. Bisa juga digunakan untuk acara formal seperti acara nikahan atau reunian, nah kalau yang ini sepertinya sih bayar ya.



Balkondes ini adalah singkatan dari Balai Ekonomi Desa. Di magelang ini ada beberapa balkondes di beberapa desa yang masing masing bekerjasama dengan BUMN, seperti bank bank dan Telkom, nah yang di Wanurejo ini bekerjasama dengan Bank BNI. Bagus juga sih ini konsepnya, memberdayakan tanah bengkok yang gersang ini menajdi tanah yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

***

Peta Lokasi Junkyard Autopark / Balkondes Wanurejo

.

Share:

8 July 2018

Jalan Jalan Siang ke Keraton Jogja

Saat mudik kemarin, aku menyempatkan untuk jalan jalan ke Jogja dua hari satu malam, dengan menginap di salah satu hotel dekat Ambarrukmo Plaza. Kali ini sih tujuannya cuma wisata belanja, kuliner dan foto foto di area kota kota saja, enggak sampai jauh jauh ke Gunungkidul.


Nah salah satu tempat yang kita kunjungi adalah Keraton Jogja yang berada di sebelah selatan Malioboro. Karena ini lagi libur lebaran, sehingga dipastikan macet dan susah cari parkiran, kita menggunakan jasa angkutan online saja, gampang tinggal klik klik di hape, duduk di mobil, disetirin, nyampai deh di lokasi. Heuheuheu.

Wisata keraton ternyata masih banyak diminati wisatawan ya, terbukti loket tiket masuk nya dipenuhi antrean lumayan panjang. Untuk harga tiketnya murah, cuma 5ribu/orang plus 2ribu jika kita membawa kamera profesional.

Di pintu masuk, akan ada bapak bapak berbaju batik seragam yang menawarkan jasa guide selama mengelilingi keraton, dengan menyewa jasa tersebut, kita akan dijelaskan setiap detail di keraton ini, tentang cerita dan asal usulnya. Namun karena kita cuma mau foto foto aja , jadinya enggak pakai jasa itu.

By the way, Keraton Jogja ini berada di tengah-tengah Jogja lho, dimana ketika di ambil garis lurus antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, maka Keraton menjadi pusat dari keduanya. Keraton atau Kraton Jogja merupakan kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di tanah jawa. Ketika kerajaan hindu-budha berakhir kemudian di teruskan dengan kerajaan islam pertama di Demak, lalu berdiri kerajaan yang lain seperti Mataram islam yang di dirikan oleh Sultan Agung lalu berjalan dan muncul Keraton Jogja yang didirikan oleh Sultan Hamengku Bowono I. Hingga sekarang, keraton Jogja masih menyimpan kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Kompleks Keraton Jogja terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian yang boleh dikunjungi wisatawan serta bagian yang tertutup karena menjadi pusat kegiatan keluarga kerajaan. Beberapa bagian yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung antara lain Gedhong Jene (tempat untuk menyambut tamu kerajaan), Gedhong Purworetno (ruang kerja Sultan sebagai Raja Yogyakarta), Bangsal Kencana, Bangsal Trajumas, serta Kaputren. Nah untuk bagian yang bisa dikunjungi, ini nih beberapa foto nya






Sebenernya masih banyak bagian keraton yang bisa dikunjungi, dan ada pula pertunjukan seni yang bisa dinikmati, tapi karena sudah kesiangan, panas banget, akhirnya kita memutuskan untuk keluar , dan nyari minuman yang seger seger, heuheuheu. Di bagian luar keraton banyak yang menjajakan berbagai makanan dan minuman, serta oleh oleh khas keraton, seperti kaos, blangkon, kerajinan dll.

Nah buat kalian yang lagi jalan jalan di jogja dan pengen mengetahui sejarah jogja jaman dulu, monggo mampir ke keraton jogja....

***

Peta Lokasi Keraton Jogja

.
Share:

3 July 2018

Tengkleng Kambing Omah Sate Joglo

:: April 2018 ::
Di Hari Minggu pagi, saat kita enggak ada jadwal jalan jalan, pasti nongkong di depan tipi nonton acara makan makan, baik itu dari stasiun tivi, maupun dari youtube yang bisa kita tonton langsung di tipi, lewat indihome. Nah salah satu acara favorit kita adalah foodstory di Kompas TV yang tayang tiap Sabtu siang.

Nah karena kalau hari sabtu siang jarang nonton tipi, alhasil acara ini kita nonton nya di hari berikutnya, untung pake indihome ya, jadi bisa nonton acara 7 hari ke belakang, heuheuheu. Gak perlu takut kelewatan...

Makanan yang disantap Om Benu di foodstory salah satunya adalah tengkleng, sejenis masakan sup khas Solo yang berbahan dasar daging, jeroan, dan tulang kambing yang hampir mirip dengan masakan gulai kambing, hanya saja dengan kuah yang lebih encer. Meskipun penampakan nya cuma warna coklat gitu, tapi sumpah langsung bikin ngiler, apalagi emak nya Baby K yang lagi halim muda, langsung dah kepengen makan itu.

Sebagai seorang suami yang Siaga, alias Siap Antar Jaga. Aku pun searching tempat makan di sekitaran Kota Mataram yang jual menu tengkleng.


Untungnya ada aplikasi Gofood nya Gojek ya, carilah disitu dengan keyword ``tengkleng`` dan tataaaa, ketemu dong warung yang jual tengkleng, alhamdulilah ya ada, meskipun cuma satu warung. Tapi kita enggak pesen via aplikasi ya, aplikasinya cuma buat referensi aja, biar lebih mantap rasanya, kita langsung mendatangi lokasi warung tersebut.

Nama Warung nya adalah Omah Sate Joglo, yang berlokasi di Ruko Jalan Dakota, Rembiga, Mataram. tidak jauh dari Warung Ayam Geprek Mbok Wo yang udah moncer itu. (Sekarang udah pindah ke tempat yang lebih luas, yaitu di Jalan Adi Sucipto, samping nya Soto Yugisah)

Menempati 1 los ruko kecil berlantai 2, kita langsung disambut dengan dapur terbuka di bagian depan warung, disinilah para chef memasak menu menu pesanan.

Untuk menu yang disajikan tidak banyak, dan serba daging kambing :


Dari segi harga, enggak mahal lah ya, di sekitar Kota Mataram, satu porsi menu sate kambing memang segituan sih. Nah kalau di tempat kalian gimana gaes? Apakah lebih murah atau lebih mahal?

Menu yang kita pesan tentu saja sesuai hasrat ngidam ya, yaitu tengkleng. Enggak tanggung tanggung kita langsung pesen dua jenis tengkleng sekaligus, yaitu tengkleng kuah dan tengkleng kering/rica rica, persis dengan makanan yang dibahas di foodstory kompas tv. Nah untuk si kecil, aku pesenkan nasi goreng kambing, tapi yang gak pedes. Karena dia memang hobi banget makan nasi goreng.

Awalnya sempet was was nih gegara info dari acara makan makan tadi tuh, memasak daging tengkleng itu bisa sampai 2 jam, lha kan kita bisa ubanan dulu nih nungguin makanan mateng. Eh ternyata enggak, sepertinya daging nya sudah dimasak dulu sebelum nya, jadi pas dicampur bumbu tengkleng dan dimasak lagi, enggak sampai seperempat jam juga hidangan sudah tersaji dua dua nya, tinggal nunggu nasgor kambing aja yang dimasak belakangan.




Baru pertama kali nyobain tengkleng, wew ternyata enak ya... heuheuheu. Daging nya empuk dan gampang lepas dari tulang tulang nya, jadi gigi ini enggak perlu bekerja ekstra keras... Untuk yang berkuah, rasanya lebih gurih, sedangkan yang kering, cenderung ada rasa manis manis nya, dan keduanya sedikit pedas. Uenak mantap dah. Si kecil ternyata juga doyan ama nasi goreng kambing nya, seporsi ukuran dewasa pun hampir bisa ia habis kan.

Recommended !!!

Next time kayaknya aku bakal balik lagi kesini nih, mau nyobain sate kambing dan tongeng nya. Sepertinya sih uenak juga... Nah buat kalian yang penasaran juga, silakan langsung meluncur ke Omah Joglo, nih peta nya ada di bawah ini :



.
Share:

28 June 2018

7 Hal yang Bisa Kalian Lakukan di Gili Trawangan

Siapa sih yang gak kenal dengan pulau kecil nan cantik di utara Lombok ini?

Pulau ini memang sampai sekarang menjadi salah satu primadona wisata di Lombok, selain Mandalika. Nah karena udah beberapa tahun enggak silaturahmi dengan bule bule aduhai di sana, akhirnya di Bulan April 2018 kemarin, aku menyempatkan untuk liburan ke pulau itu lagi.

Salah satu pelabuhan untuk menyeberang ke Gili Trawangan adalah Pelabuhan Bangsal, di pelabuhan ini tersedia public boat, fast boat, dan boat charteran. Bagi yang membawa kendaraan roda 2 atau roda 4 bisa dititipkan di penitipan kendaraan yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan, untuk motor harganya 10 ribu per hari.

Untuk menyeberang, tiket public boat nya adalah 15rb/orang ditambah retribusi dua ribu limaratus per orang, sedangkan untuk fast boat harganya 85 ribu rupiah. Sedangkan untuk charter boat nya kurang tahu ya.

Setelah mendapat tiket public boat, kita harus menunggu di pantai nya, nanti bakal di panggil saat kuota kapal udah penuh. Enggak perlu nunggu lama sih, karena hari ini lumayan banyak yang mau nyebrang ke trawangan.

Perjalanan laut sekitar setengah jam, dengan kondisi ombak yang tergantung cuaca, alhamdulilah siang ini cuaca bersahabat, jadi ombak pun tenang.


Sesampainya di Gili Trawangan, kita langsung nyari persewaan sepeda, karena lokasi hotel kita lumayan jauh dari pelabuhan. Memang sengaja sih nyari yang jauh, biar tenang dan nyaman. Harga sewa sepeda nya, 50 ribu/sepeda sampai keesokan hari nya. Harga ini mungkin beda ya di tiap stand penyewaan, tergantung konsisi sepedanya juga sih. Berhubung kita bawa balita, jadi nyari yang ada boncengan/dudukan anak di depan.

Saranku sih, memang sebelum ke Gili, lebih baik kita nyari dulu hotel nya. Ada beberapa kriteria yang biasanya aku pakai, yang mungkin bisa kalian aplikasikan juga, yaitu Budget, Lokasi dan Fasilitas. Semuanya bisa kita cari info nya di Online Travel Agent (OTA) , seperti tr*veloka, tik*t.com , book*ng.com , dll. 

Tarif hotel hotel di Gili Trawangan sangat bervariasi, mulai dari 100rban sampai jutaan rupiah per malam. Untuk yang di sepanjang pesisir pantai/deket pantai sih biasanya harganya lebih mahal, tapi ya gak berlaku mutlak juga sih, Ada juga yang lokasinya di dalam/tengah gili, tapi harganya selangit begitu juga sebalik nya. Buat yang punya budget lebih dan pengen deket pantai, bisa ke Hotel Villa Ombak, Ombak Sunset, Aston Sunset Beach atau Pandawa Resort.

Nah kemarin tuh, aku nyari nya yang lokasinya jauh dari keramaian, ada kolam renangnya, dapet sarapan dan harganya di range 600-800rb/malam. Dan dapatlah pilihan yang memenuhi semua kriteria itu, yaitu Jambuluwuk Resort.

Nah untuk lebih memastikan hal itu, biasanya aku search lagi di google, ketikkan aja nama hotel incaran kita, misalkan aja jambuluwuk. Seperti gambar di bawah ini :


Kalau beruntung, kita bisa dapet harga lebih miring dari situs OTA lain lho. 

Ngapain aja di Gili Trawangan??
Kenapa aku sarankan untuk menginap saat di Gili Trawangan? Karena ada banyak yang bisa kita lakukan bila kita menginap. Kalau misal kita datang pagi trus balik sore, ya cuma dapet panasnya aja.

1. Sepedaan Keliling Gili
Dengan menyewa sepeda di stand2 penyewaan atau di hotel (biasanya ada hotel yang menyewakan juga), kita bisa mengelilingi gili dengan menyusuri jalan lingkar nya. Saran saya sih sore aja ya sambil sepedaan sambil hunting lokasi sunset. Atau pagi sehabis sarapan, mumpung matahari belum terlalu menyengat.


2. Snorkling dan Diving
Di Gili Trawangan banyak stand2 yang menawarkan jasa snorkling trip/hoping island ke tiga gili, yaitu trawangan, meno dan air. Harganya cuma 100ribuan/orang, bisanya start jam 10an pagi. Kita akan dibawa ke beberapa spot di sekitar 3 gili ini, yang tentunya sudah pasti bagus pemandangan bawah lautnya. Dan kalau beruntung bisa tuh ketemu ama penyu. Untuk yang sudah expert, bisa coba diving deh, ada banyak juga yang menawarkan jasanya, mulai dari penyewaan alat sampai diantar ke lokasi/spot diving yang kece

3. Menikmati Gili Gelato
Suka es krim/gelato ? Nah kalian wajib tuh nyobain gelato khas gili ini. Dibuat secara homemade, pas banget buat disantap siang siang saat panas, ataupun malam malam juga cocok, sehabis capek dugem, heuheuheu


4. Menyapa Tukik (Anak Penyu)
Di Gili Trawangan terdapat satu lokasi penangkaran penyu (tidak jauh dari Masjid). Ada beberapa kotak kaca besar yang berisi puluhan tukik, mulai dari yang kecil sampai yang agak besar yang sudah siap mengarungi samudra. Sempatkanlah untuk mengisi uang seikhlasnya di kotak (semacam kotak amal) untuk membantu membiayai makan tukik tukik ini.  


Saat tengah hari alias siang bolong, pantai pantai di gili yang dekat dengan keramaian pasti banyak banget bule bule yang berjemur, mandi matahari, Nah di sekitar sini juga biasanya banyak wisatawan lokal juga. Bukan untuk berjemur sih, tapi menikmati dan melihat bule berjemur, heuheuheu


6. Menikmati Sunrise dan Sunset
Kegiatan ini cuma bisa kita lakukan kalau kita bermalam di gili. Bangun pagi, sebelum sarapan, kita bisa menuju ke pantai timur gili untuk menikmati sunrise. Nah saat sore hari, kita bisa menuju ke pantai barat untuk menikmati sunset. 


7. Dinner di Pasar Seni
Saat tiba waktunya makan malam, langsung aja menuju ke lapangan/art market/pasar seni Gili Trawangan, lokasinya tidak jauh dari pelabuhan. Di sini terdapat banyak banget jenis makanan yang harganya lebih terjangkau dibandingkan kalau kita makan di cafe/resto. Ada seafood lengkap, nasi sayur lauk lengkap, es/jus, dan juga jajanan manis/ gorengan. Lueeeengkap banget.



***

Nah kira kira seperti itulah kegiatan kegiatan yang bisa kita lakukan di Gili Trawangan. Misalkan kita lagi males kemana mana, yaudah bersantai aja di hotel sambil berendem di kolam renang hotel.


Share:

24 June 2018

Harga Paket Internet Unlimited Dari Indosat Terbaru di Bulan Juni 2018

Paket Unlimited merupakan paket yang banyak digunakan oleh sebagian masyarakat, karena paket internet unlimited mempunyai harga yang terjangkau. Salah satunya ialah paket internet unlimited dari Indosat, yang menawarkan beberapa pilihan paket unlimited yang menyediakan layanan internet dengan tarif murah untuk jenis kuota utama dan tambahan kuota unlimited untuk berbagai aplikasi sosial media dan juga bisa digunakan untuk streaming. 


Selain itu, Indosat juga menawarkan paket internet unlimited bagi pelanggan kartu prabayar dan beberapa pilihan kuota unlimited dalam paket Indosat Freedom Postpaid yang biasa anda nikmati dengan harga yang murah dan terjangkau. Tanpa banyak panjang lebar lagi, berikut paket internet unlimited dari Indosat.

1. Paket Internet Unlimited Indosat (2 GB)
- Kuota utama : 2 GB
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 35.000 (Tiga puluh lima ribu)

2. Paket Internet Unlimited Indosat (3 GB)
- Kuota utama : 3 GB
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 50.000 (Lima puluh ribu)

3. Paket Internet Unlimited Indonsat (7 GB)
- Kuota utama : 7 GB
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 70.000 (Tujuh puluh ribu)

4. Paket Internet Unlimited Indosat (10 GB)
- Kuota utama : 10 GB
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 100.000 (Seratus ribu)

5. Paket Internet Unlimited Indosat (15 GB)
- Kuota utama : 15 GB
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 120.000 (Seratus dua puluh ribu)

6. Paket Internet Unlimited Indosat
- Kuota utama : Unlimited untuk semua jaringan
- Masa aktif : 1 bulan
- Harga : Rp 165.000 (Seratus enam puluh ribu)

Itulah beberapa daftar paket internet unlimited dari Indosat, semoga dapat bermanfaat bagia anda semuanya. Selain itu, paket internet dari Indosat ini juga mendapatkan layanan streaming yang dapat menggunakan kuota unlimited seperti WhatsApp, Facebook, Twitter, Grab, Go-jek, Path, Messenger, Instagram, dan lain sebagainya yang bisa anda nikmati.

Mengingat keterbatasan waktu yang ada, maka perjumpaan kita pada kesempatan kali ini hanya cukup sampai disini saja. Akhir kata cukup sekian, semoga ulasan yang singkat ini dapat bermanfaat.

Share:

23 June 2018

Kuliner Ndeso di Warung Bogowonto Purworejo

Mudik..... Selain silaturahmi dengn keluarga yang jarang ketemu, sekalian wisata kuliner donk ya. Kebetulan tidak jauh dari rumah, ada tempat makan baru yang lagi nge-Hits, namanya Warung Bogowonto.

purworejo

Lokasi Warung Bogowonto ini berada persis di pinggir Sungai Bogowonto, masuk wilayah kelurahan Pangenrejo, Purworejo. (warga setempat menyebut wilayah ini dengan nama "kedungrong"). Lebih tepatnya, search aja di google maps "warung bogowonto", atau silakan lihat peta di bawah postingan ini

Uniknya Warung Bogowonto ini dibangun dengan konsep ala ndeso. Saat ini, Pemiliknya mendirikan dua rumah joglo khas Jawa di bantaran sungai ini, satunya sebagai dapur, tempat penyajian makanan, dan tempat duduk pengunjung, sedangkan bangunan yang satunya hanya untuk tempat duduk pengunjung saja.


Bukan bangunan megah dan permanen seperti kebanyakan rumah makan, interior di dalam rumah makan ini pun begitu klasik. Joglo dipenuhi mebeler (meja kursi dan pajangan) kuno yang disusun tanpa sekat. Tujuannya memudahkan interaksi antar pengunjung atau konsumen dengan pelayan rumah makan. 

Di bagian belakang bangunan dibuat terbuka tanpa dinding dengan pemandangan Sungai Bogowonto. Beberapa dipan khusus lesehan disusun di teras belakang. Semilir angin dari arah sungai menerpa siapapun yang makan di tempat itu. Saat duduk di sini nyaman banget, adem, sejuk dengan pemandangan yang aduhai pula.



Ingin menunjukkan identitas sebagai warung makan ala ndeso, menu sajiannya pun mengikuti. Saat kita ke warung ini, menu yang tersaji ada Sayur Lodeh Jantung (bunga pisang), kluban, lele goreng, wader goreng (ikan sungai), mangut lele, buntil pare, tahu/tempe goreng, nila goreng, dan dua jenis sambal maknyus, sambal terasi dan sambal korek. Sumpah sambal koreknya juaraaaaa. Nah menu makanan tersebut disajikan dalam satu meja khusus, kemudian pengunjung tinggal mengambil sendiri sayur dan lauknya (bebaaas), semacam prasmanan gitu deh. Sedangkan untuk minuman nya tinggal pesan ke meja minuman di sebelahnya, ada teh (hangat/dingin), jeruk (hangat/dingin), dan kopi.


Harga makanan di sini kurang ajar murah nya deh, heuheuheu, masa kita berlima makan plus minum cuma habis 90ribu. Cara penghitungan harga ini pokoknya nasi sayur itu udah sepaket , nah kita tinggal nambah lauk nya, semakin banyak pilihan lauk yang diambil, makin tinggi harganya.

Harga murah, tempat yang sejuk dan rasa masakan yang enak membuat tempat makan yang baru berdiri empat bulan itu selalu dibanjiri pengunjung. Kebanyakan mereka datang pada saat jam makan siang. Tidak hanya pengunjung dari seantero pelosok Purworejo, pelanggan juga datang dari berbagai kota di Indonesia, yang merupakan perantau yang pulang kampung, lalu kangen masakan lokal, heuheuheu (termasuk aku)


Nah selesai makan enak ini, pengunjung bisa lho turun ke sungai bogowonto, foto foto ataupun sekedar duduk duduk santai di bawah rindangnya pepohonan. Untuk yang satu ini, akan aku share di postingan tersendiri, karena banyak foto foto cakep di sungai nya, tunggu ya....

***

Peta Lokasi Warung Bogowonto, Purworejo

.
Share:

18 June 2018

3 Hari Bersama The Alea Hotel, Bali

Di Postingan kali ini, aku mau me-review Hotel tempat kita tinggal selama 3 hari 2 malam saat liburan Natal 2017 kemarin.

Hotel yang kita tempati tersebut adalah The Alea Hotel yang berlokasi di Jalan Cendrawasih 78, Petitenget, Seminyak, Bali. Tidak jauh dari pusat keramaian Seminyak, tapi tetap terasa tenang dan nyaman.

LOBBY
Lobi hotel ini berada di lantai 1, di atas basement yang digunakan untuk parkir mobil/motor. Jadi kita harus menaiki beberapa anak tangga dulu untuk bisa sampai ke Lobi nya. Untuk ukuran hotel berbintang 3, lobi hotel ini lumayan luas lho, dengan banyak sofa di beberapa sudut. 

Untuk cek in, sebenernya sih jam 2 ya, tapi kita datengnya jam 12, lebih awal 2 jam dari jadwal, berharap aja sih bisa masuk sebelum jam cek in, udah lumayan capek nih setelah menempuh jalur darat dari Lombok. Dan alhamdulilah ada kamar yang sudah ready, sehingga kita enggak perlu menunggu sampai jam 2 deh. 


KAMAR
Ada beberapa tipe kamar yang disediakan, beda lantai beda harga. Aku sih order yang Pool Access, yang berada di lantai paling bawah, jadi pas buka pintu langsung bisa nyebur ke kolam renang nya. Aku udah booking kamar ini sejak dua minggu yang lalu lewat aplikasi Hotels.com , awalnya sih enggak sengaja untuk ngincer hotel ini, cuma berdasarkan kriteria yang aku list, hotel ini yang paling tepat/sesuai dengan kriteria yang aku buat sendiri, yaitu di area Seminyak, Harga di bawah 500rb/malam, Ada Kolam Renang, dan Include Sarapan. Mungkin kalau pas hari biasa bakal banyak hotel yang masuk kriteria ya, namun berhubung kita nginepnya di hari libur natal, harga harga hotel kebanyakan di atas harga wajarnya.

Kelengkapan kamar ini juga lumayan, kasurnya ukuran besar, ada TV, AC, Mini Bar lengkap dengan kopi, teh, gula, Kulkas Mini, Meja Kursi, Lemari, Safety Box, Wastafel, Cermin, dan Kamar mandi yang lengkap dengan air hangat dan dingin, handuk, sabun, sampo, dan amenities lain.



KOLAM RENANG
Kolam renang di Hotel Alea ada dua, berbentuk kotak memanjang berdampingan dengan wujud yang sama, cuma salah satunya bisa untuk anak anak, karena ada bagian dangkal nya. Enaknya booking kamar yang paling bawah tuh ya, buka pintu langsung bisa lompat ke kolam renang. Namun sayang sekali cuaca beberapa hari ini kurang oke, jadinya kita cuma sempet sekali berenang di kolam ini. Berada di tengah tengah, dengan dikelilingi kamar kamar, berenang di sini bisa jadi tontonan sih buat semua penghuni kamar, heuheuheu.



SARAPAN
Mungkin ada beberapa orang yang enggak peduli hotel yang ia tinggali menyediakan sarapan atau enggak. Tapi buat aku, tarif hotel yang include dengan menu sarapan itu wajib, heuheuheuheu, males pagi pagi nyari sarapan di luar.

Bertempat di lantai 2 (di atas lobby), ruangan restoran ini lumayan luas untuk menampung para tamu yang hendak sarapan. Selain untuk sarapan, resto ini juga disewakan untuk acara wedding lho, siapa tahu kalian mau menggelar resepsi di sini, heuheuheu.

Menu sarapan nya sih standar standar aja ya, ada nasi putih, lauk dan sayur, juga ada nasi goreng dan bubur, pastry, buah, jus, kopi, teh, dan telur goreng yang langsung dimasak oleh chef nya di resto ini. Kalau pas lagi rame ramenya, kita harus antre untuk mendapat 1 telur goreng aja. Dari segi rasa sih, lumayan enak lah ya...




LAIN LAIN
  • Beberapa kali menginap di Bali, saat order taksi online pasti drivernya telpon dulu dan bilang untuk jalan sedikit keluar hotel, jangan menunggu di Lobi, sebut saja hotel Amaris Nusa Dua dan Grand Zuri Kuta. Tapi untuk kali ini, enggak sama sekali, pihak hotel dan sekitarnya sangat welcome dengan taksi online. Kalau begini khan enak, tamu nyaman, driver pun tenang. Ntap Soul...
  • Untuk fasilitas free wifi nya lumayan kenceng (kalau di lobi) , pas ku coba di dalam kamar sih, kadang kadang kenceng, kadang kadang malah ilang sinyal.
  • Saat hari kedua, kita pergi seharian, dan saat malam nya balik ke kamar, kondisi kamar sudah rapi, juga ada dua botol air mineral baru, tapi handuk nya enggak diganti yang kering, dan odol nya juga enggak diganti yang baru, padahal biasanya kalau nginep hotel, 2 item itu pasti ganti di tiap hari nya. 
  • Staff hotel di lobi ramah ramah, dan pelayanan bagus. Di lobi juga menyediakan jasa titip barang barang/koper, seperti kita kemarin, check out pagi tapi enggak langsung pulang, melainkan jalan jalan dulu di hari terakhir, jadinya kita titip barang2 bawaan dulu. Gratis


***

Peta Lokasi The Alea Hotel, Bali

Share:

Blog Archive