1 June 2020

Subasuka Paradise - Pantainya Penuh Lumut Hijau


Kalau dulu aku pernah nulis tentang restoran dan Capel di  Subasuka Paradise Kupang, kali ini aku mau nulis tentang pantai yang berada di bawahnya, jadi dulu tuh pas makan di resto nya, kita bisa tuh lihat pemandangan pantai di bawah, kebetulan waktu itu lagi sore, waktunya sunset dan ramai, aku cari cari jalan ke bawah enggak ada. Ternyata jalan ke bawahnya ada di pintu masuk subasuka yang satunya, enggak jauh sih, cuman males aja kalau jalan kaki, heuheueheu.

Nah beberapa bulan berikutnya, saat sore sore waktunya sunset, aku sengaja ke Pantainya Subasuka buat sunset-an dan ngajakin si kecil buat main main pasir.


FYI, komplek subasuka ini terdiri dari beberapa lini bisnis usaha, ada Subasuka Paradise yang merupakan Tempat Makan plus ada Capel nya, kemudian ada Subasuka Gallery yang menjual pakaian dan sejenisnya, dan yang terakhir ada Subasuka Waterpark. Nah pintu masuk ke pantainya ada diantara Subasuka Gallery dan Subasuka Waterpark.

Ada pos satpamnya di pintu masuk, namun saat aku masuk enggak ada yang jaga, dan memang tidak ada tiket masuk nya. Untuk parkir, disediakan dan lumayan luas.

Masih di area parkir, ada spot dengan pancuran di tengahnya dan dikelilingi pagar, nah dari pagar itu kita bisa menikmati pemandangan pantai di arah bawah, sedangkan di arah kanan juga terlihat jelas Cana Chapel dan spot Flying Fox yang start dari area Subasuka Paradise dan finish di area Subasuka Waterpark. 


Setelah puas menikmati pemandangan dan foto foto di sekitar pancuran, kita pun mencoba untuk turun ke pantainya.

Jalan menuju pantai ada di sebelah kiri dari foto di atas itu, sudah dibuat tangga untuk turun, namun harap berhati hati ya karena di tangga itu ada pasir yang bisa bikin tergelincir.

Kondisi pantai sore ini sedang surut surutnya nih, jadi kita bisa jalan jalan bebas di pasirnya, namun surutnya air itu meninggalkan lumut hijau yang kurang oke. Sebenernya pengen sih jalan sampai ke tengah, tapi karena harus melewati lumut hijau itu, enggak jadi deh, heuheuheu



Di sekitar lumut lumut hijau kita cuma sebentar, sekedar foto foto selfie dan bareng bareng, habis itu jalan balik ke tepian nyari pasir yang bersih dan bebas dari lumut lumut. Eh by the way, ternyata oke juga nih spot buat foto foto, ada background Cana Chapel yang bentuknya mencolok diatas bebatuan.

Disitulah kita duduk duduk santai, ngemil, bercengkerama sambil menemani si kecil bermain main.


Entah kenapa ya sore ini sepi banget, padahal biasanya sepengetahuanku pantai ini tuh rame lho, apalagi sore sore pas weekend gini, cerah pula. Tapi ya berhubung sepi, justru malah asik sih buat foto foto, heuheuheu, bebas cari spot, layaknya pantai pribadi.

Gak banyak sih yang bisa dilakukan disini, lha banyak lumutnya je, males juga buat jalan jalan keliling pantai, lumutnya tuh kalau diinjek jadi ambles gitu, sandal/sepatu pasti jadi kotor.



Sebenernya sore ini cerah banget lho, tapi sayang sekali di arah barat sana banyak awan, sehingga sesaat sebelum sunset tuh, mataharinya udah tertutup awan, alhasil Zonk sunset nya.

Setelah si kecil puas main, sebelum gelap, sebelum maghrib, kita pun cabut dari pantai ini. Coba aja pantainya bersih dari lumut ya, pasti bakal lebih seru nongkrong sore disni, entah ini memang lagi musim lumut atau memang seperti ini terus ya, next time aku bakal balik kesini lagi buat sunset-an, deket rumah sih :)
Share:

25 May 2020

Bamboo Village : Resto Cantik yang Ditinggalkan


Waktu itu tuh aku lagi iseng iseng buka buka google maps, lupa pas itu tuh lagi nyari apa, yang jelas aku lagi buka wilayah sekitar Oesao, Kab Kupang. Nah secara gak sengaja aku nemu sebuah tempat makan yang tersembunyi, jauh dari jalan raya dan jauh dari keramaian, nama yang tercantum di Google Maps tuh Bamboo Village, Restaurant dan Pemancingan. Wohohohoho, talalu keren lah namanya untuk sebuah tempat di spot ini.


Langsung aku klik titik itu dan baca baca review serta lihat foto foto yang diupload oleh para "Local Guide" yang udah pernah kesana. Dari situ kudapat info bahwa tempat ini lumayan nyaman untuk makan rame rame, dengan pemandangan indah, banyak gazebo dengan kolam ikan di tengahnya, bisa mancing dikolamnya, ada banyak burung merpati, dan ada pula kandang kelinci, yang jelas seru lah pastinya ngajak anak anak kesana.

Meluncurlah kita kesana hari Minggu jam 3 sore, sengaja aku pilih waktu sore biar pas sampai sana suasananya lebih sejuk, enggak seperti pas ke Bendungan Raknamo, siang bolong kepanasan. Heuheuheu.

Pagupon

Aku mempercayakan rutenya pada google maps, aku ikutin aja jalurnya, dari pusat kota kupang aku menyusuri jalan timor raya yang merupakan jalur utama kupang - soe - atambua - timor leste. Sore itu kondisi lalu lintas bisa dibilang lancar ya, cuaca juga cerah, kupacu kendaraan dengan laju yang sedang sedang saja.

Perjalanan yang tenang dan lancar ini berakhir di pertigaan di daerah Oefafi, patokannya 300 meter setelah Alfamart Oefafi. Sesuai arahan google, aku belokkan kendaraan ke arah selatan/belok kanan memasuki jalan aspal yang kurang mulus, tapi untungnya datar enggak naik turun.


Jalan aspal perkampungan ini kulaui sejauh 2,5 km, hingga akhirnya google mengarahkan kita untuk belok kiri keluar dari aspal dan memasuki jalan tanah. Nah disini semakin seru nih, jalanan tanah sehabis hujan yang becek ini membuat kendaraan kita sedikit bergoyang goyang, untungnya sih enggak menanjak ya, jadi enggak khawatir ban selip. Enggak seseram pas perjalanan ke pantai selatan pulau timor dah, heuheuheu, ngeriiii.

Aku yakin melanjutkan perjalanan ini karena dari jalan tanah yang kulaui ini banyak jejak kendaraan, termasuk jejak ban mobil yang masih baru, belum rusak oleh hujan. Padahal saat itu istri udah mulai ragu bahwa restoran ini masih buka melayani pembeli.

Jalan tanah sejauh 1 km ini berujung pada sebuah tanah yang lumayan lapang dengan banyak petak kolam ikan dan bangunan restoran dengan beberapa gazebo. Kulihat dari jauh resto ini sudah tidak ada kegiatan, pagar tertutup, dan ya ternyata memang tutup.


Tapi kita disini enggak sendiri, ada beberapa motor yang parkir dan ada sekelompok pemuda pemudi yang sedang asyik foto foto di area resto ini.

Kecewa sih kecewa, udah jauh jauh buat nyari tempat makan eh ternyata Zonk, heuheuheu, tapi aku masih tetep penasaran sih ama area restoran ini.

Untuk mengobati rasa penasaran itu, aku pun mencoba turun dan melihat lihat sekeliling tempat ini. Sejenak turun dari kendaraan kulihat ada seonggok besar kotoran sapi yang masih agak basah, yaaa bisa dipastikan ini jalur penggembalaan sapi yang memang banyak terlihat di sekitar jalur tanah yang kulewati tadi.

Seperti layaknya di Taman Kanak Kanak, di halaman resto terdapat alat permainan yang pernah kumainkan dulu waktu kecil seperti ayunan, perosotan, jungkat jungkit dan arena panjat memanjat. Di samping alat alat ini ada beberapa rumah burung merpati (pagupon) dengan burung merpatinya yang banyak banget, aku rasa sih rumah rumah ini enggak mungkin cukup untuk ditinggali mereka semua, burung burung ini terlihat bertengger di sekitar pagupon , tapi sebagian besar justru di tanah kosong di sebelah nya, dan kulihat juga kandang kosong bekas kandang kelinci yang pernah kulihat di foto di google maps.


Di bagian tengah terdapat kolam yang luas dengan dikelilingi gazebo, masih terlihat bagus sebenarnya, bisa dibuat duduk duduk nongkrong. Sedangkan bangunan restonya juga masih terlihat bagus, kusi meja masih tertata rapi tapi terlihat jelas kalau resto ini sudah ditinggalkan pemiliknya agak lama. Waaaah sangat disayangkan, padahal bagus banget lho pemandangannya, sejuk, adem, banyak burung merpati, dan tentunya nyaman.

Ya sudah setelah puas foto foto kita pun langsung balik cabut ke Kota Kupang, udah laper gaes, tadi khan kesini memang sengaja mau cari makan, heuheuheu.

***

Peta Lokasi Bamboo Village Restaurant, Kupang



Share:

18 May 2020

Mampir Sebentar ke Embung Oelpuah, Kabupaten Kupang


Menurut Wikipedia, Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau). Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika, hingga pengairan. Embung menampung air hujan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau.


Aku tahu istilah embung tuh waktu masih di jawa dan kukira dulu tuh "embung" adalah kosakata bahasa jawa, eh ternyata di kupang juga banyak embung nya, heuheuheu. Memang di tanah timor ini embung tidak se hits di jawa yang sudah menjadi tujuan wisata.

Salah satu embung di Kupang yang enggak sengaja kutemuin dan kukunjungi adalah Embung Oelpuah, yang terletak di Manusak, Kab Kupang. Waktu itu aku rencananya tuh mau jalan jalan ke Bendungan Raknamo, nah dalam perjalanan kesana pas hampir nyampai ke tujuan, di sebelah kanan aku melihat genangan air yang tidak terlalu luas, dengan papan nama bertuliskan Embung Oelpuah, di sekitar situ banyak sapi dan ada beberapa orang yang sedang duduk duduk santai.


Saat lewat itu aku enggak langsung mampir, melainkan ke Bendungan Raknamo dahulu nah baru pas jalan pulang, kita mampir bentar deh ke Embung Oelpuah.

Embung Oelpuah ini terlihat sangat kecil setelah aku mengunjungi Bendungan Raknamo yang waduknya/area airnya luas banget. Namun menurutku suasana di sini lebih nyaman dan lebih cantik untuk foto foto. Karena embung ini dikelilingi oleh pohon tinggi yang kayunya tuh berwarna putih, terlihat seperti pohon yang dikelupas kulit luarnya, yang biasanya berwarna coklat dan bertekstur kasar.


Pohon seperti ini pernah kulihat di belakang kantor bupati timor tengah selatan, di jalur menuju taman rekreasi bu'at soe dan di jalur menuju Pantai Tablolong, Kupang.

Untuk duduk bersantai tidak perlu bingung, karena sudah disediakan beberapa tempat duduk. 


Untuk area genang air nya, sebenarnya dikelilingi pagar kawat berduri, namun di salah satu titik ada yang membukanya, sehingga kita bisa masuk mendekat ke airnya, bahkan pas aku kesini ada satu pemuda yang sedang mencuci motor di tepian embung. Entah apa yang ada di dalam embung itu, mungkin ada sih ikannya, tapi aku enggak melihat ada orang yang memancing. Yang jelas sih enggak ada buayanya.


Nah kalau kalian pas jalan jalan ke Bendungan Raknamo, wajib banget kalian mampir sini deh pas pulangnya. Saranku sih datangnya pas musim penghujan, jangan kemarau, biar suasananya lebih seger, lebih ijo ijooo. Oia karena disini dijadikan tempat penggembalaan sapi, harus hati hati , kadang ada ranjau kotoran sapi yang masih segar di area embung ini.

Masih ada satu spot sih yang bikin aku penasaran, yaitu sebuah bukit cantik di balik embung oelpuah ini, orang menyebutnya bukit manusak, dari jauh tuh kelihatan seperti bukit teletubies gitu deh, dengan pohon pohon lontar di sekelilingnya. Next time mungkin aku bakal mampir kesana.

***

Peta Lokasi Embung Oelpuah, Kupang, NTT


.


Share:

11 May 2020

D'Tamnoss - Makan Enak di Belakang Taman Nostalgia

Sore itu (Januari 2020) kondisi cuaca sedang mendung mendung manja, matahari enggan muncul tapi enggak hujan hujan juga. Rencana mau sunset-an sambil ngemil Salome pun aku batalkan saja, enggak seru pastinya mau menikmati senja tapi malah mendung. Tapi karena kadung udah keluar rumah, aku pun mengarahkan ke Taman Nostalgia Kupang. Bukan ke Taman nya sih melainkan ke bagian belakangnya, yaitu nongkrong dan ngemil di D'Tamnoss Resto.


Restoran yang belum terlalu lama buka ini lokasi persisnya di sebelah belakang Gong Perdamaian Kupang (masih di area Taman Nostalgia), di Jalan Oematan yang dipenuhi oleh puluhan penjual Salome, bila kalian anak gaul kupang, pasti dijamin pernah dah jajan salome di sekitar taman nostalgia ini.

Untuk tempat parkir, banyak tersedia lahan parkir di sepanjang taman nostalgia ini, kalau mau yang gratis ya parkir aja di bagian depan, yaitu di sisi Jalan Frans Seda, tapi konsekuensinya harus berjalan kaki dulu melewati area taman nostalgia. Nah kalau males jalan kaki ya parkir aja di depan seberang resto ini, mobil cuma 3 ribu kok parkirnya, motor cuma 2 ribu, tapi kalau pas habis hujan suka becek di area parkiran ini.

Dari depan terlihat resto ini merupakan bangunan ruko berlantai 2 yang belum 100% jadi. Lampu menyala di lantai 1 dan 2, tapi yang bisa digunakan pengunjung cuma lantai 1, karena tangga menuju lantai 2 masih tertutup, enggak bisa dilewati. Entah kenapa, mungkin lantai 2 dibuka kalau lantai 1 sudah full ya.

Dari 3 los ruko di bangunan ini, hanya 2 yang dimanfaatkan untuk meja kursi pengunjung, sedangkan los ruko yang paling kanan hanya terbuka sedikit, dan pas kuintip sedikit, ternyata dimanfaatkan sebagian untuk tempat sholat, dan di depan pintu ada keran untuk wudhu.

Di bagian dalam ada satu meja panjang yang sudah dipenuhi muda mudi (sepertinya mahasiswa) untuk rapat/meeting membahas sesuatu, entah sedang membahas apa, suaranya samar samar terdengar, tapi terlihat sedang serius membahas sesuatu.  Dan kita pun memilih untuk duduk di luar saja, takut nanti si krucil krucil ini membuat kehebohan dan mengganggu mereka.

Nah di bagian luar/serambi ada 4 payung merah besar dengan meja kursi di bawahnya, kita menempati salah satunya di sisi kanan. Sesaat setelah duduk, seorang pria mendekat dengan membawakan kertas menu dan buku kecil untuk menulis pesanan, setelah memberikannya kepada kita, beliau pun masuk meninggalkan kita.


Model kertas menu nya mirip di Solaria ya, hanya berupa kertas HVS putih dengan tinta hitam sederhana dan ada kotak kosong di sebelah nama menu makanan yang digunakan untuk menulis jumlah pesanan kita. Awalnya sih kita kira cara ordernya gitu, eh tapi ternyata enggak, tetep kita nulis sendiri pesenan kita di buku note kecil yang disediakan.

Kulihat di kertas menu ada beberapa jenis menu yang dicoret, yang artinya sedang tidak tersedia, yang salah satunya sebenernya pengen kupesan yaitu ayam bakar, yasudah akhirnya pilih menu andalah lain, mie kuah cumi. Mie kuah disini bukan yang indomie ya melainkan yang modelnya seperti bakmi kuah/mie godog jogja gitu, harga seporsinya 20 ribu, yaaa gak mahal mahal banget lah, masih aman.


Seperti yang bisa dilihat di foto di atas, satu porsi mie kuah cumi ini disajikan dalam mangkok besar dengan isian mie, potongan kubis, sawi hijau, daging cumi dan tentu saja kuahnya yang gurrrrih. Gak salah pilihanku, enak seger gurih.

Buat si kecil aku pesenin mie bakso dan es teh, sedangkan emaknya pesen ayam goreng kremes plus nasi dan jus alpukat untuk minumannya. Kalau aku sendiri seperti bisa pesenannya kopi hitam panas saja, heuheuheu.



Foto di atas ini adalah Ayam Kremes pesenan istri, huaaa penampakannya sebenarnya biasa aja, tapi serius deh menggugah selera banget, mungkin karena sambel ama kremesannya itu ya. Aku coba cicip sedikit ayam + Kremes + sambelnya, huaaaaah beneran enak sih, untuk ukuran harga 30 ribu di Kupang sih worth it lah, itu udah termasuk nasinya (yang enggak kefoto)



Secara pribadi aku suka sih ama tempat ini meski belum 100% jadi bangunannya. Anak anak bisa puas lari kesana kemari karena luas, nyaman duduk di luar (karena sore jadi sejuk) banyak pohon di sekitar sini, juga enggak berisik, baik itu dari kendaraan lewat maupun dari musik yang disetel oleh resto ini. Kalau dari segi rasa sih, standar enak lah

***

Peta Lokasi D'Tamnoss Kupang

Share:

4 May 2020

Barisan Kulit Kerang di Pantai Tesabela

Satu persatu pantai di sekitaran Kupang pun aku sambangi, di akhir Bulan Juni 2019 ini adalah giliran Pantai Tesabela. Aku mengetahui keberadaan dan keunikan pantai ini dari postingan instagram berkat hashtag/tagar #explorekupang .


Lokasi pantai tesabela ini adalah di Desa Tesabela, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, bertetangga dengan Pantai Tablolong yang sudah pernah aku kunjungi 2 kali.

Dari pusat Kota Kupang, Pantai Tesabela ini berjarak sekitar 25 km. Dengan kondisi jalan aspal, kombinasi mulus dan ancur, tapi ancurnya cuma dikit kok, tenang aja. Bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4. Saat ini belum ada sih angkutan umum yang bisa mencapai pantai ini, jadi harus pakai kendaraan pribadi ya. Untuk rutenya, serahkan aja ama google maps, dijamin nyampai ke lokasi kok, karena aku juga cuma ngandelin google maps, seperti yang aku taruh di bawah ini


Sore itu, kondisi pantai sedang surut, garis pantai jadi lumayan ke tengah. Aku parkirkan kendaraan persis di ujung jalan aspal ini. Di sini terdapat area tanah kosong semacam parkiran yang muat untuk beberapa mobil.

Dari sini kita bisa melihat ke arah depan berupa pantai tesabela dengan pasirnya yang putih kecoklatan. Sedangkan di arah kanan terdapat beberapa rumah penduduk, dan di arah kiri terdapat rumah penduduk serta jalan menuju Hutan Bakau.




Setidaknya ada tiga keunikan di Pantai Tesabela ini. Yang pertama adalah banyaknya babi yang berkeliaran bebas di pesisir pantainya. Mereka asyik berjalan jalan diantara perahu nelayan yang sepertinya sih lagi nyari makanan di sela sela kubangan kecil air. Pemandangan unik ini bisa kita lihat dari parkiran, karena lokasi parkiran ini beberapa meter lebih tinggi daripada pantai. Berhubung banyak babi disana dan kemungkinan juga banyak kotoran babi di sepanjang pantainya, kita mengurungkan niat untuk berjalan jalan di pasir pantai tesabela ini.

Yang kedua adalah adanya rumah/kulit kerang yang tertata rapi di sebelah kiri tempat kita parkir kendaraan. Bila kita melihat ke arah kiri, akan terlihat seperti bulatan bulatan warna putih dari kejauhan. Entah siapa yang menata kulit kerang ini disini ya, mau nanya orang, tapi lagi enggak ada orang disekitar sini, padahal penasaran banget lho. Tempat ini cucok deh buat foto foto, tapi menurutku sih lebih bagus pagi, karena kalau sore, akan jadi backlight untuk posisi foto terbagus nya. 



Ukuran kulit kulit kerang ini besar besar lho, sebagai gambarannya coba lihat di foto di atas ini. Oia, saat aku pertama kali melihat kulit kerang seperti ini aku jadi teringat sinetron Jinny oh Jinny yang ditayangkan pertama kali di RCTI sekitar 20 tahun lalu.

Dan, keunikan yang ketiga adalah adanya hutan bakau. Aku bilang unik karena hutan bakau ini bisa tumbuh subur di antara tanah karang pulau timor, heuheuheu. Tapi aku enggak sempet mampir ke Hutan Bakau ini karena harus berjalan kaki ke arah kiri lagi dari lokasi kulit kulit kerang tadi.  Jadi enggak ada foto dokumentasinya.

Nah buat kalian yang penasaran juga ama barisan kulit kulit kerangnya, silakan aja langsung meluncur ke Pantai Tesabela ini (ada juga yang menyebut Pantai Batubao). Untuk lokasinya udah aku tunjukin di peta di atas postingan ini.



Share:

27 April 2020

Nostalgia Es Kepal Milo di Canteen Resto & Cafe


Halo temen temen, gimana kabarnya nih? Semoga selalu sehat ya, dan tetap kuat menjalankan ibadah puasa di tengah wabah Corona ini. Nah kali ini untuk mengisi waktu luah di masa WFH (Work From Home) aku mau nulis cerita saat beberapa waktu lalu (sebeluma ada wabah corona) kita sekeluarga nongkrong di sebuah cafe di Kota Kupang.

Waktu itu tuh aku ingat pas weekend sore sore bingung mau ngapain, karena udah dari pagi kerjaannya cuma rebahan aja di kasur sambil nonton TV atau Youtube. Heuheuheu. Hingga akhirnya aku ajak aja si kecil buat nongkrong sore. Nah Kali ini pilihan jatuh kepada Canteen Resto & Cafe. Memang bukan tempat baru sih, cuman kita aja yang belum pernah makan disana, jadi pengen nyobain.

Berdasar info yang kudapat dari google Maps, Canteen Resto & Cafe ini berlokasi di belakang Perumnas, tidak jauh dari kantor kelurahan Nefonaek, Kota Kupang. Lebih jelasnya silakan lihat di peta di bawah ini :


Parkiran cafe ini lumayan sempit, kalau pas rame, pasti agak susah nyari parkiran kalau datang menggunakan mobil, tapi kalau pakai motor sih enggak masalah, apalagi jalan di depan cafe ini adalah salah satu akses menuju komplek perumnas, jadi lumayan rame traffik nya.

Saat masuk ke cafe nya, terlihat banyak aksesoris atau hiasan di sekeliling dinding cafe, dari depan sampai belakang. Ruangannya lumayan luas dengan berbagai macam jenis meja kursi. Awalnya sih nyaman banget nongkrong dsini, tapi ternyata tidak terlalu nyaman untuk berlama lama, ada dua alasan, yang pertama meski ruangan cafe ini indoor, tapi ternyata bagian atap ada yang terbuka, pintu dan jendela depan juga selalu terbuka, sehingga tidak ada AC, lama kelamaan hawa panas terasa di dalam sini. Yang kedua, musik yang diputer sangatlah keras volume nya, jadi susah untuk ngobrol santai, harus sedikit lebih bertenaga untuk mengeluarkan suara.




Sore itu kondisi cafe masih belum ramai, cuma ada dua perempuan muda yang sudah lebih dulu nongkrong disini, mereka duduk di bagian dalam, sedangkan kita pilih di dekat pintu masuk saja, karena disini lebih terang, pencahayaan dari segala arah, tentunya bagus buat foto foto.

Sesaat kita duduk, pelayan datang dengan membawa kertas menu yang bentuknya sama kayak kertas menu di Solaria, cara pengisiannya pun sama, cuma bedanya setelah diserahkan kembali ke pelayan, tidak langsung bayar, melainkan nanti pas selesai makan. Ahh sayangnya aku lupa untuk foto kertas menu nya, saking konsen dalam milih makanan, heuheuheu, tapi untungnya aku nemu foto menu nya di google maps, ini nih :


Kertas menu tersebut terlihat sudah beberapa kali dipakai, karena masih ada bekas tulisan angka pesanan pengunjung yang telah dihapus menggunakan penghapus pensil. Oia di kertas menu itu juga ada satu tulisan yang menggelitik (bagiku) yaitu tulisan yang menerangkan bahwa harga di menu itu sudah termasuk pajak 10% (mantaaap), jarang jarang sih, biasanya harga belum termasuk pajak. Nah dengan tulisan itu, berarti si empu cafe sudah memungut pajak 10% dari para pengunjung yang harus disetorkan si empu cafe ke negara, dalam hal ini ke pemda karena pajak resto masuk pendapatan daerah. Semoga sih bener bener disetorkan semuanya ya, heuheuheu.


Tidak lama menunggu, makanan dan minuman yang kita pesen pun satu persatu disajikan. Makanan yang pertama datang adalah pesenanku, heuheuheu pas banget lagi laper, belum makan siang. Aku pesennya Indomie Rebus dengan tambahan isian keju, telur ceplok dan lalapan (selada, timun, tomat). Wah ternyata mie yang dipake tuh indomie kari, kalau dicampur keju tuh rasanya kurang klop, jadi tabrakan, heuheuheu, coba yang dipake indomie ayam bawang aja, trus pake kuah susu, beuh dijamin makin Juaraaa rasanya.
Menu berikutnya yang dateng ada Es Kepal Milo, heuheuheuheu nostalgia banget nih, jadi inget sekitar setahun dua tahun lalu, kuliner yang satu ini tuh viral banget, waktu itu sih kita masih tinggal di lombok, hampir di setiap sudut keramaian ada yang jual es kepal milo dengan berbagai variasi rasa seperti tambahan potongan buah durian. Nah kali ini Es Kepal Milo nya ditambahin potongan daging buah alpukat, hmmm yummmyyy, enak enak enak. Suegeeer.

Untuk si kecil kita pesenkan pisang goreng nugget dengan topping keju dan coklat, kentang goreng serta milkshake dengan topping wafer, oreo dan es krim plus sprinkle warna warni di bibir gelas.



Oia Es Krim Aice juga ada lho dijual disini, disediakan fresh dari freezernya. Lumayan lengkap variannya.

Menjelang maghrib, kita pun cabut dari cafe ini, tidak lupa kita ke kasir terlebih dahulu untuk membayar.

Sampai saat kita pulang, kondisi cafe masih belum ramai, hanya bertambah 4 orang pengunjung baru, sedangkan 2 pengunjung awal tadi sudah duluan cabut. Nah buat kalian yang lagi di kupang dan bingung mau nyari tempat nongkrong, bisa lah mampir ke Canteen Resto & Cafe, makanannya relatif enak dan harganya juga bersahabat. Untuk lokasinya, silakan lihat di peta di bagian atas postingan ini
Share:

20 April 2020

Piknik di Pantai Baliana Kupang


Ini adalah kali kedua kita menghabiskan weekend di Pantai Baliana Kupang, kunjungan pertama dulu pernah juga aku bahas di blog ini, tapi berhubung dulu bisa dibilang gagal karena hujan deras, akhirnya kita memutuskan untuk balik lagi ke Pantai Baliana yang lokasinya memang enggak jauh dari rumah, gak sampai setengah jam juga udah nyampe lokasi.

Salah satu rute menuju Pantai Baliana adalah melalui Jalur 40 , nah di spot ini kita bisa foto foto dengan background Laut lho.


Kondisi pantai dan jalur menuju pantai ini belum ada perubahan sama sekali, masih sama seperti pas kita datang pertama dulu. 

Di bangunan tower penjaga ada sekitar 3 bapak bapak yang sedang duduk dan mengobrol seru, aku pun menyapa, permisi numpang lewat mau turun ke pantai nya. Mereka pun dengan ramah membalas sapaan kita.


Kali ini kita memang sudah merencanakan untuk piknik di pantai baliana ini, perbekalan sudah lengkap kita bawa, mulai dari alas duduk, permainan anak anak, minuman, snack cemilan sampai bahan makanan mentah, lengkap dengan peralatan masak seperti panci dan kompor serta piring sendok garpu.

Namun sebelum kita mulai masak masak buat makan siang, kita turun dulu ke pantainya, biar si kecil bisa main main pasir dulu. Meskipun siang ini cerah banget, dipantainya terasa teduh karena banyak pohon dan tingginya bebatuan di belakang tempat kita duduk duduk.


Huaaaa enak banget rasanya tiduran di karpet yang digelar di atas pasir pantai, ngemil jajan, nemenin anak main pasir diiringi suara air laut dengan ombak ombak kecilnya, serta semilir angin pantai.

Mendekati jam makan siang, sekitar pukul 11.00 WITA kita pun beres beres, dan beranjak naik dari pantai untuk pindah tempat. Masih di area pantai baliana ini sih, cuman bergeser ke bawah pepohonan di bagian atas dekat parkiran. Di tempat itu memang sudah biasa dipake untuk masak masak atau bakar bakar oleh pengunjung pantai ini, pernah kulihat pas kunjungan pertama ke pantai baliana ini dulu, sekelompok anak muda bakar bakar ikan disni buat makan siang.



Nah kali ini, kita bukan mau bakar bakar ikan , melainkan mau rebus rebus bahan makanan semacam di resto suki, yang pake steamboat gitu lho. Untuk bahan makanan nya kita beli yang paketan steamboat instan, belinya tadi malem di Transmart, isinya berbagai macam bakso, tahu dan mie tanpa sayur, heuheuheu padahal di plastik pembungkusnya bagian depan ada gambar sayur dan jamur enoki nya lho, eh ternyata di dalemnya gak ada. Hmmmm sepertinya sayurnya dicampur di adonan bakso/mie nya ya, kayaknya sih, lha aku enggak sempat baca komposisi di bagian belakang bungkuse, udah keburu laper cui.


Untuk memasaknya gampang banget, kita tinggal manasin air di panci sampai mendidih, lalu masukin bumbu dan semua isian di dalam nya. Tinggal tunggu beberapa menit, dan jadi deh steamboat instan ala ala.

Dari segi rasa, ternyata enak juga lho, gak kalah ama di resto resto suki, kuahnya pun gurih mantap. Lebih spesial lagi, disini viewnya pantai, huaaaa Juaraaaaak


Perut kenyang, hati tenang, kita pun pulang.

Untuk sampah sampah, kita taruh di tempat sampah yang tersedia. Kulihat sih tempat sampah ini masih bagus, terawat dan kosong, jadi sepertinya memang ada yang ngurusin sampah nih, yang ngangkut sampah dari tempat sampah ini ke tempat pembuangan akhir.

Btw Pantai Baliana ini termasuk salah satu pantai favorit di Kupang, selain karena jaraknya yang dekat, pantai ini cantik banget, bersih, pasirnya putih, enak buat mandi mandi dan tentunya aman. Next time pasti aku bakal balik lagi ke pantai ini.

Lokasi Pantai Baliana
Share:

13 April 2020

Foto Foto di Depan Sasando Raksasa

Pertama kali menginjakkan kaki ke Kupang (akhir tahun 2018), aku langsung terpana dengan kemegahan bangungan Kantor Gubernur NTT yang mencolok kinclong warna biru. Dilihat sekilas bangunan tersebut menyerupai alat musik Sasando. Nah Bentuknya yang unik itu menjadikan lokasi ini selalu ramai dikunjungi warga Kota Kupang maupun mereka yang baru pertama menginjakan kaki di Kota Kupang.


SEJARAH
Gedung kantor yang berada di Jalan El Tari ini merupakan tempat berkantor Gubenur dan Wakil Gubernur NTT dan tempat ini juga menjadi pusat pemerintahan NTT. FYI Gedung megah ini sebenarnya dibangun untuk menggantikan gedung lama yang terbakar pada tanggal 9 Agustus 2013 silam. Saat itu lantai 2 dan 3 hangus terbakar. 

Nah asal mula desain Sasando ini adalah sayembara yang diadakan oleh Pemprov NTT, yang kemudian sayembara itu dimenangkan oleh arsitek muda NTT bernama Luiz Wilson dengan desainnya yang menyerupai alat musik Sasando. 

Setelah diaplikasikan dalam wujud bangunan yang sebenarnya, terlihat bagian depan gedung ini menyerupai alat musik Sasando, sementara bagian depan sisi kiri dan kanan menyerupai lipatan daun lontar. 


Pembangunan Gedung Kantor Gubernur ini diawali dengan upacara adat dan sembayang dengan harapan agar diberi kelancaran pembangunan pada 23 Oktober 2015 lalu. Upacara yang menggunakan adat Helong ini ditandai dengan peletakan kepala kerbau di salah satu tiang utama gedung tersebut (Upacara ini biasa dilakukan di daerah- daerah di NTT).


Gedung yang dibangun oleh kontraktor PT Waskita Karya (persero) Tbk dengan anggaran Rp 178 miliar ini selesai pada Desember 2016 dan mulai digunakan pada tahun 2017. Gedung megah ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 20 Desember 2016 bersamaan dengan ulang tahun NTT namun rencananya ini gagal. Selanjutnya gedung ini direncanakan diresmikan oleh Jokowi saat kunjungannya ke NTT untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara di Motaain Belu Rabu 28 Desember 2016 , namun lagi-lagi gagal. Hingga akhirnya pada tanggal 9 Januari 2018, bangunan ini pun diresmikan oleh Presiden Jokowi, sesaat sebelum meresmikan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.


JADI TEMPAT FOTO FOTO
Gedung kantor gubernur yang unik ini ternyata menjadi tempat yang indah untuk foto foto lho dan hingga kini kaum muda Kota Kupang dan orang yang baru pertama ke Kupang menjadikan lokasi ini sebagai salah satu tujuan utama untuk foto. 


Aku sih udah dua kali foto foto di area Gedung ini, dengan terbukanya gerbang utama untuk umum, semua orang bisa masuk untuk sekedar foto atau duduk duduk nongkrong di bawah rindangnya pohon. Puncak ramainya bagian depan gedung ini ya saat sabtu pagi pas Car Free Day (CFD), dimana jalan el tari yang ada di depan gedung ini ditutup untuk semua jnis kendaraan. Saat CFD, Lapangan/halaman depan gedung ini juga sering dijadikan panggung untuk berbagai event.

Di sebelah samping halaman depan, ditaman beberapa bunga untuk mempercantik, salah satunya adalah bunga matahari yang mekar indah pas aku kesana kemarin. Di dekat situ juga terdapat kolam ikan dengan pancuran dan patung komodo di tengah nya.


Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Kupang, pastikan jangan sampai lupa untuk mampir ke sini buat foto foto, pintu depan terbuka untuk umum dan gratis pula.

***

Peta Lokasi Gedung Kantor Gubernur NTT





Beberapa informasi di postingan ini diambil dari https://kupang.tribunnews.com
Share:

Youtube

Blog Archive