11 April 2017

Ngopi Siang Hari di Artati

Beberapa waktu lalu sekitar awal tahun 2017, kita ber-7 (tujuh) nyempetin buat jalan jalan ke sekitaran Lombok Tengah Bagian Selatan, mumpung lagi pada ketemu, maklum ya kita kita ber-7 ini sebagian jarang bersua, bertatap muka di dunia nyata, kebanyakan di dunia maya. Di sepanjang sisi selatan pulau lombok ini memang banyak pantai cantik yang gak pernah sepi oleh wisatawan, sebut saja Pantai Selong Belanak, Semeti, Areguling, Mawun, Kuta, Tanjung Aan, Gerupuk, sampai TWA Gunung Tunak. 


Nah di antara Pantai Selong Belanak dan Mawun di salah satu tanjakan, terdapat tempat nongkrong yang oke punya lho, namanya Artati Bar & Restaurant (lihat peta di bawah postingan untuk lokasi persis nya). Bukan tempat baru sih, udah lumayan lama kok buka nya, kita juga udah sering lewat depan nya, tapi belum sempet mampir, hingga akhirnya di awal tahun 2017 ini bisa nyempetin mampir ke tempat kece ini.

Tempat parkir yang enggak terlalu luas ini, siang ini sudah terisi penuh oleh motor dan mobil dan hampir saja kendaraan kita enggak mendapatkan lokasi parkir. Gak nyangka, ternyata rame bener yaaa.


Lokasi resto nya berada di sebelah bawah, jadi kita harus melewati beberapa turunan anak tangga dari tempat parkir. Area resto nya enggak terlalu luas tapi terlihat lega karena tanpa dinding, jadi view nya full pemandangan ijo ijo perbukitan karena sekarang lagi musim penghujan dan sedikit terlihat pantai selong belanak

Resto dengan nuansa warna coklat coklat kayu ini menyajikan menu yang lumayan lengkap, baik itu menu lokal maupun menu Luar, dari yang halal sampai yang haram, lengkap dah pokok nya, heuheuheu. Wajar ya, karena tamu nya banyak yang bule juga. Nah apa aja itu? Monggo di simak di bawah ini, klik aja kalau enggak kelihatan tulisannya



Selain resto, di artati ini juga ada penginapan dan kolam renang nya lho. Tapi aku enggak sempet nyobain keduanya sih, karena memang kali ini cuma mampir aja buat makan siang, next time mungkin ya. FYI kalau kalian mau renang aja tanpa nginep bisa kok, cuma bayar 50 ribu aja per orang. Sedangkan untuk tarif menginap sih di sekitaran 600ribu per malam, silakan di cek langsung di web OTA kesayangan kalian, siapa tahu lagi ada diskon :)



Ada satu menu kopi yang bakalan susah kita temui di kedai kedai kopi/cafe sekitaran kota mataram, yaitu Irish Coffee. Kenapa kubilang susah ditemui? Tentu saja karena salah satu campuran dalam seporsi Irish Coffee adalah Whiskey. Tapi kalau di daerah Senggigi atau Trawangan, yang notabene daerah wisata berkelas internasional, mungkin banyak ya menu ini...

hasil difotoin orang ya gini, BLURRRR :(

Irish Coffee

Catatan :
1. XL dan Telkomsel bisa terima sinyal di sini, namun dengan kecepatan seadanya.
2. Ada fasilitas free wifi di resto
3. Tidak ada angkutan umum menuju kesini
4. Terdapat mesin EDC untuk pembayaran
5. Rute Menuju Artati Bar & Restaurant dari Kota Mataram :

Share:

7 April 2017

Daftar Lengkap Service Center Sony di Jawa Tengah dan Jawa Timur


Tingkat kebutuhan pengguna smartphone yang tinggi tentu sangat membutuhkan service center sony yang dekat. Tapi sayangnya tak banyak service center milik sony yang ada di Indonesia. Namun, tenang saja, khusus bagi kamu yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, melalui tulisan ini kamu bakal tahu dimana saja letak Service center milik Sony. Berikut daftar lengkapnya lengkap dengan alamat dan nomor telepon nya.

Service Center Sony di Jawa Tengah 
  1. Yogyakarta, ada di ELDORADO tepatnya di Jl. Magelang No. 48 – Yogyakarta. Tempat ini buka pada hari Senin - Jumat 09.00 - 17.00 WIB, dan pada hari Sabtu jam 09.00 - 14.00 WIB 
  2. Pekalongan, ada di MULTISINDO, tepatnya ada di Jl. HOS. Cokroaminoto No. 103 Landung Sari. Tempat ini buka pada hari Senin sampai dengan hari Sabtu pada jam 08.30 - 17.30 WIB 
  3. Purwokerto, ada di MEDIA PRATAMA tepatnya ada di Jl. Veteran 139 Pasir Muncang RT. 3/6. Tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 09.00 - 17.00 WIB , dan Sabtu pada jam 09.00 - 15.00 WIB 
  4. Semarang, ada di Mitra Modern, tepatnya ada di Jl. MT Haryono no. 746B – Semarang. tempat ini buka pada hari Senin - Jumat dari jam 08.00 - 17.00 WIB , dan pada hari Sabtu pada jam 08.00 - 14.00 WIB 
  5. Solo, ada di MULTISINDO, tepatnya berada di Jl. Slamet Riyadi no. 60, tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 09.00 - 17.00 WIB , dan hari Sabtu pada jam 09.00 - 15.00 WIB 
  6. Tegal, berada di MEDIA PRATAMA dengan alamat di Jl. Raya Pagongan komplek TK Batik Ruko No. 6 Tegal – 52192, tempat ini buka pada hari Senin sampai dengan hari Sabtu pada jam 08.30 - 17.00 WIB

Service Center Sony di Jawa Timur
  1. Gresik, berada di Lestari Elektronik dengan alamat di GKB jl jawa 65 – Gresik. Tempat ini buka pada hari Senin sampai dengan Sabtu pada jam 09.00 - 20.00 WIB 
  2. Jember berada di RAJAWALI PRIMA ELEKTRONIK dengan alamat di Jl. Hayam Wuruk 128 – Jember. Tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 09.00 - 17.00 WIB, dan pada hari Sabtu pada jam 09.00 - 14.00 WIB 
  3. Madiun berada di Duta Cipta Elektrindo dengan alamat di Jl. Sumber Karya Bumi Mas 3 Blok VI / 15A Madiun. Tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 09.00 - 17.00 WIB, dan pada hari Sabtu pada jam 10.00 - 15.00 WIB 
  4. Malang berada di Malang Elektronik dengan alamat di Jl. Sarangan No. 1H (Ruko Sarangan) - Malang – 65141, tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 08.30 - 17.30 WIB, dan hari Sabtu pada jam 08.30 - 14.30 WIB 
  5. Surabaya berada di AKHMAD JAIS ELEKTRONIK, dengan alamat di Jl. Akhmad Jais 58-60 - Surabaya-60274, tempat ini buka pada hari Senin - Jumat 08.30 - 17.00 WIB, dan pada hari Sabtu pada jam 08.30 - 15.00 WIB 
  6. Surabaya juga ada di Sigmagold dengan alamat di Jl. Raya Kupang Jaya No. 2 D- Surabaya. Tempat ini buka pada hari Senin - Jumat pada jam 09.00 - 17.00 WIB, dan hari Sabtu pada jam 10.00 - 15.00 WIB

Nah itulah daftar lengkap service center Sony yang ada di jawa tengah dan jawa timur. Keberadaanya masih cukup terbatas. Bahkan untuk provinsi sebesar Jawa Timur dan Jawa Tengah, masing-masing hanya ada 6 tempat.
Share:

3 April 2017

Menyepi ke Gili Sudak

Hari Selasa kemarin, dikala warga Lombok yang beragama Hindu sedang merayakan Hari Raya Nyepi di rumahnya masing masing, aku ngajakin si kecil dan emaknya buat menyepi juga ke daerah Sekotong, Lombok Barat. Tepatnya di Gili Sudak

Start dari rumah lumayan agak siang, sekitar jam 9 lebih, karena harus persiapan perbekalan dulu, biar hemat alias ngirit enggak perlu beli makan disana.

View dari Gili Sudak, yang di seberang itu adalah Pulau Lombok
Jalur menuju Lembar - Sekotong hari ini bisa dibilang lebih lengang dibandingkan hari biasanya, enggak berpapasan sama sekali dengan truk truk dan bus besar, karena hari ini penyeberangan Bali - Lombok dan sebaliknya ditutup.

Hujan lebat sehari sebelumnya yang kita rasakan biasa di Kota Mataram, ternyata berbeda bagi warga di beberapa wilayah Lembar. Di daerah sebelum pertigaan Jalur Atas Bawah Sekotong, baru saja dilanda banjir bandang, dan hari ini pas kita lewat, banyak anggota dari Basarnas bersama warga sedang bergotong royong membersihkan sisa sisa lumpur di sekitar pemukiman warga dan jalan raya.

Buat kalian yang pernah ke Sekotong pasti tau donk Jalur Atas dan Jalur Bawah? Hayooo kalian lebih suka lewat mana? Jalur atas yang curam tapi lebih pendek atau jalur bawah yang relatif lebih landai tapi lebih panjang? Kalau aku sih lebih suka lewat jalur atas, karena lebih cepet. Tapi berhubung kondisi cuaca yang sehabis hujan kemarin, aku hari ini memilih jalur bawah, dengan tujuan dan harapan sih lebih aman gitu.

Penginapan di Gili Sudak, tempat Endank Soekamti meramu Album Soekamti Day
Enggak jauh dari pertigaan jalur atas bawah tadi, kita langsung dihadapkan pada bekas longsoran dari tebing di sisi kiri, Lumpur tebal masih menutupi jalan raya dan sedang dibersihkan oleh warga setempat, di sini kita harus berhati hati karena licin. Kondisi jalan yang seperti ini bukan cuma di satu titik, tapi banyak titik, ada yang sudah dibersihkan dan ada pula yang belum. Pokoknya harus ekstra hati hati.

***

Singkat cerita, sampai juga kita di Sekotong Barat dimana disini banyak terdapat tempat penyeberangan menuju Gili Sudak, Tangkong, Sudak dan Kedis. Dulu sih cuman ada satu, namanya pelabuhan Tawun, tapi sekarang udah menjamur.

Gili Kedis, pulau kecil di sebelah Gili Sudak
Nah buat kalian yang suka trip hemat, aku punya bocoran boatman andalan yang terpercaya, ramah, baik, dan murah meriah, namanya Pak Sahar, aku sih udah beberapa kali ngebahas mengenai bapak ini, dan dari dulu aku memang memakai jasanya kalau mau nyebrang ke gili gili tersebut.

Tapi butuh pengorbanan lebih nih, kita harus keluar dari jalan raya yang mulus dan masuk ke jalan tanah menuju dusun medang utara (peta ada di bawah), jalurnya agak offroad sih tapi seru, heuheuheu. Jalur ini sama dengan jalur menuju Pura Sri Bandar Agung / Pantai Goa Landak. Nah pas sampai di lokasi penjemputan, barulah kita telpon pak Sahar, beliau bakal senang hati menjemput pelanggan.....

Lama enggak ke Dusun Medang, ternyata di sini terlihat sedikit berbeda, ada satu resort mewah yang sudah mulai beroperasi sekitar 1 bulan milik warga spanyol. Resort ini menghalangi jalur tikus kita, sehingga kita harus parkir kendaraan di sebelah resort ini, kendaraan enggak bisa lewat, distop oleh penjaga resort. Nah seperti apa wujud resort nya? Silakan disimak di foto di bawah ini


Penjaga resort ini ternyata warga sini juga, tetangganya pak sahar, heuheuheu. Ramah banget dia, kita sempet ngobrol ngobrol sembari menunggu perahu jemputan datang, tapi sayangnya aku lupa nama resortnya. Kucari cari di google enggak nemu, kucari cari di foto foto pas di sini kemarin juga enggak nemu, lha resort nya enggak ada plang nama di depan nya. Yang kuinget sih harga kamarnya sekitar 2 jutaan untuk yang ada kolam renang pribadi nya, sedangkan yang enggak ada kolam nya sekitar 1,5 jt per malam.

Dari depan resort ini pemandangan nya juara, terlihat setumpuk pasir putih di tengah di mana itu adalah Gili Kedis, dan di sebelah kanan nya terlihat Gili Sudak. Resort ini menghadap ke barat, yang bisa dipastikan view saat sore hari menjelang sunset lebih juarak... 

***

Menyeberang dengan Pak Sahar, kita tak pernah ngomongin tarif di awal, pokoknya nyebrang dulu, bebas kita bisa full 4 gili atau 1 gili saja. Nah untuk kali ini, kita cuman mau bersantai saja di Gili Sudak, pokoknya seharian di Gili Sudak, main air, makan, malas malasan, boboan di Gili Sudak sajja..

Karena jarak yang lumayan dekat, menyeberang ke gili sudak enggak sampai 5 menit lho, heuheuheuheu. 

Di luar prediksi, kita yang niat awalnya mau meNyepi alias nyari suasana yang sepi sepi, eh ternyata terlalu banyak orang yang berpikiran seperti kita, yang ujung ujungnya malah jadi ruaaameeee. Gili Sudak sudah berubah, sudah seperti gili nanggu yang rame. Hal ini disebabkan karena di sini ada restoran dengan banyak pepohonan di sekitarnya, sehingga adem, nyaman buat bersantai.


Restoran ini sekarang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan restoran yang dulu aku temui di Gili Sudak, kursi kursinya pun semakin banyak di bawah bawah pohon, sedangkan penginapan di sebelahnya juga semakin banyak kamar nya. Penginapan ini merupakan penginapan yang dua tahun lalu disewa Endank Soekamti untuk pembuatan album Soekamti Day, aku masih inget banget saat itu pernah duduk berdua, ngobrol santai bersama mas Erix di berugak di pojokan bawah pohon. Buat kalian yang pengen tahu ceritanya lebih jauh, silakan meluncur ke Postingan Ini.

***

Biar bisa duduk dengan nyaman di berugak, aku pesen dua kelapa muda ke restoran nya. Kita enggak pesen makan karena sudah bawa dari rumah, heuheuheu. Meskipun agak was was juga sih karena di setiap pohon ada tempelan tulisan `dilarang membawa makanan/minuman dari luar`. Tapi ya mau gimana lagi, udah bawa dari rumah, masa enggak dimakan? Iya to?

Btw Kondisi air laut siang ini lagi pasang, sehingga kita menunda waktu untuk langsung nyebur main air. Kita duduk duduk dulu di samping berugak, menikmati kelapa muda sambil menemani si kecil main pasir. Sumpah nyaman banget di sini, adem.... Enggak kayak lagi di pantai, heuheuheuheu. Suasana nya bikin ngantuk...




Lumayan lama kita nungguin air surut, dari laper, kenyang sampai laper lagi, heuheuheu hingga akhirnya kondisi air udah pas buat nyemplung. Ciri khas dari Gili Sudak di sisi ini adalah, ombak nya yang tenang tapi arus nya yang lumayan kenceng. Karena memang enggak berencana untuk snorkling, aku cuma main main air sambil pegangin pelampung si kecil. Triknya tuh kita jalan kaki dulu melawan arah arus air, nah baru dah nyemplung, mengambang, biarin badan terbawa arus ke tempat asal... Gitu aja terus sampe capek....


Setelah selesai main air, waktunya bilas, bersih bersih dan beres beres. Di dekat penginapan terdapat beberapa toilet umum yang bisa dimanfaatkan untuk bilas dan ganti baju, namun yang tersedia di dalam hanya air asin, bukan air tawar. Jadi tips buat kalian, kalau pengen bilas dengan air tawar, jangan lupa bawa air mineral botor besar kalau mau ke Gili Sudak yaaa, heuheuheu.

Setelah bersih bersih, ganti baju dan minum susu, eh si kecil ketiduran di berugak, ternyata dia kecapekan. Ya sudah sambil nunggu dia bobo dan nunggu agak sorean biar enggak terlalu panas pas pulang, aku order kopi item deh ke resto nya.


Sekitar jam setengah lima sore, kita pun cabut dari Gili Sudak, untuk kembali ke Pulau Lombok dengan menyeberang menggunakan perahu diantar oleh Pak Sahar. Tarif menyeberang nya murah banget lho, cuma 30 ribu PP untuk kita bertiga. Tapi kukasih 50ribu tanpa kembalian :)

Seperti biasa saat sore hari, kondisi laut surut, pas kita mendarat di Pulau Lombok, kita selalu disambut oleh puluhan bintang laut di tepian pantai, bagus banget deh buat difoto. Eits tapi ingat ya, jangan diangkat angkat, kasihan...


Nah buat kalian yang tertarik menyeberang hemat ke Gili Sudak, silakan hubungi aja Pak Sahar ya
* CP Pak Sahar : 087861146616

Share:

27 March 2017

Lombok Box : Nongkrong di Dalam Kontainer

Setelah kemarin nongkrong di cafe yang tema nya ala ala kontainer bekas yaitu Lemon Grass Cafe, di weekend ini kita bener bener nongkrong di cafe yang terbuat dari Kontainer Bekas, namanya Lombok Box yang pastinya wokke banget buat nongkrong, ngopi dan foto foto lalu pamer di Medsos.



LOMBOK BOX ini berlokasi di Jalan Raya Senggigi Km.8 atau tepatnya di depan La Chill Bar dan Joje Beach Bar. Berbeda dengan tetangganya yang bertema beachbar, Lombok Box ini ke depannya mungkin akan menjadi semacam foodcourt dengan bangunan yang terbuat dari Kontainer Bekas yang disusun menjadi dua lantai.

Untuk saat ini (Maret 2017) di Lombok Box ini setidaknya sudah ada tiga kedai makanan yang beroperasi di lantai 1 yaitu Rock Gilis Coffee dengan menu andalan berbagai jenis sajian kopi, Great Wall Restaurant dengan menu andalan serba seafood dan Dapur Ms Tary yang menyediakan berbagai menu masakan khas Indonesia, sedangkan untuk lantai 2 masih kosong.




Berada di paling depan Lombok Box ada Rock Gilis dengan tulisan besar di atas nya, dan kita pun duduk di cafe ini karena pengen ngopi. Awalnya sih aku ngira ketiga kedai tadi berbeda tempat duduk nya alias terpisah gitu, eh ternyata saat duduk di Rock Gilis, menu makanan untuk ketiga kedai itu ada semua di sini.

Tempat duduk yang tersedia ada yang berada di dalam dan ada pula yang di luar ruangan, para pengunjung tinggal pilih mana yang lebih nyaman. Kalau kita sih pilih yang indoor dan yang sofa, karena kebetulan pas sampai sini si kecil malah bobo, kayaknya keasyikan menikmati perjalanan Mataram - Senggigi, sehingga harus diboboin di sofa biar nyaman.

Seperti tempat nongkrong lain di sekitaran Senggigi, pelayan nya ramah ramah banget, mungkin karena standar bule yaaa, dan memang saat kita disini, sudah ada beberapa pengunjung bule yang lagi asyik ngopi. 

Karena ada tiga jenis menu dari tiga kedai yang berbeda, jadi rasanya disini tuh menunya lengkap bangeeet, sampai bingung mau pilih yang mana, heuheuheu. Setelah menghabiskan beberapa menit untuk membolak balik menu makanan, terpilihlah beberapa menu yang akan masuk ke perut sore ini. Menu menu tersebut adalah.........Ceker Mercon, Kentang Goreng, Irish Latte Brulee dan Ginger Lemonade


Irish Latte Brulee nya Juarak.... Sensasi topping karamel gula yang terbakarnya pecah saat sampai mulut. Selain itu, Minuman ini ringan rasa kopi nya, lebih kuat rasa susu nya. Pokoknya wajib kamu coba... Eh tapi btw aku enggak merasakan ciri khas rasa irish coffee, enggak tahu ya apakah ini beneran irish coffee atau cuma nama aja, heuheuheu. Buat yang belum tahu apa itu irish coffee, silakan di search di om gugel yeee.


Untuk ceker mercon nya diluar prediksi nih, aku tuh berharapnya bakal keringetan kepedesan saat makan ceker ini, eh ternyata enggak gaes. Dari tampilannya sih sudah kelihatan hitam manis, bukan merah pedas, heuheuheu. Padahal rasa, tekstur dan kematangannya pas lho, uenaaaak, sampai habis kita lahap, cuman enggak sesuai aja ama namanya, harusnya diganti Ceker Bumbu Kecap :)


Nah buat kalian yang bingung weekend ini mau nongkrong kemana, bisa lah Lombok Box ini jadi pilihan.  Yang masih bingung lokasinya dimana, monggo dilihat di peta di bawah ini :







Share:

20 March 2017

Nongkrong Asyik di Beranda Cafe Lembur Kuring

Akhir akhir ini Kota Mataram sering diguyur hujan saat sore hari, saat jam jam nya pulang kantor, ini suasana yang bikin gemes deh, heuheuheu, pas siang tuh panas bangeeet, eh jam setengah 5 sore tiba tiba hujan :(

Seperti halnya hari Selasa kemarin, baru bisa balik jam 6 sore, nunggu hujan reda, maklum yaa kendaraanku belum ada atap nya, heuheuheu


Ya sudah daripada langsung pulang ke rumah, setelah jemput emak nya anak anak siaran, kita nongkrong dulu, sekalian nyari yang anget anget, kebetulan lagi ada tempat nongkrong baru, namanya Beranda Cafe yang lokasinya di Jalan Dr Wahidin No.25 Rembiga, Mataram atau tepatnya di seberang Indomaret Rembiga. Gampang banget ditemuin dah, pokoknya tandanya tuh ada ATM BNI, nah disitu dah pintu masuk nya.

Wujud cafe nya enggak kelihatan dari Jalan Dr Wahidin, karena kita harus masuk dulu melalui jalan di sebelah ATM BNI tadi, nah setelah masuk gerbang nya, barulah kita sampailah di sebuah area yang lumayan luas, dengan beberapa rumah pribadi, sebuah butik dan papan bertuliskan Lembur Kuring.


Usut punya usut, ternyata di sini tuh dulunya ada sebuah warung makan khas Sunda bernama Lembur Kuring yang tersohor di masa nya, sehingga nama tersebut masih dipertahankan untuk area ini, karena memang sudah melekat erat dan mendarah daging.

Warung Makan yang sudah vacuum untuk beberapa waktu itu akhirnya lahir kembali dengan konsep baru yaitu Cafe bernuansa taman di teras rumah. Maka nya cafe ini diberi nama beranda yang artinya teras. Eggak pakai kata teras cafe, karena di Mataram sudah ada cafe yang bernama Teras di Jalan Panjitilar Negara.

Kesan pertama saat sampai sini adalah, kayaknya bisa nih bikin garden party di sini, lumayan luas halaman nya, ya paling enggak buat arisan lah, cocok banget, apalagi arisan ibu ibu yang notabene bawa anak kecil, bisa puas main kesana kemari dah anak anak nya.


Karena bertema taman, cafe ini semi outdoor. Berada di luar ruangan, tapi tetep enggak basah saat hujan. Tamu bisa pilih duduk di kursi kursi atau lesehan di berugak. Kursi kursi dan mejanya unik lho, semuanya didesain dan di bikin sendiri ternyata, bukan hasil beli di meubel. Terus di pojokan dekat kasir ada selfie spot, yang bisa dipake tamu buat fotoan ala ala dengan background unyu.

MENU MAKANAN
Menu makanan yang disajikan di Beranda Cafe lumayan beragam dan dengan harga yang enteng dikantong, lebih lengkapnya monggo dilihat di foto di bawah ini :


Tuh khan bener, harganya enggak jahat... Heuheuheu
Aku order Nasi Sapi Barbeque dan si emaknya anak anak order Spaghetti Bolognese, entah kenapa beliau hobi banget ama spaghetti..



Sphagetti nya enak, tingkat kematangannya pas, engggak terlalu empuk dan enggak pedas, jadinya si kecil jadi bisa ikutan nimbrung makan sphagetti ini juga. Menu makanan pilihanku juga enggak kalah ueeenak, Nasi Sapi Barbeque, recommended deh, makin juara gegara sayur rebus nya yang masih segerrr, ada potongan wortel, jagung manis, kacang polong dan bunciss. Worth it lah dengan harganya yang cuma 25 ribu perak :)


Untuk dessert nya kita pilih menu Roti Bakar Coklat Keju (13rb), beda dari roti bakar yang lain, roti bakar ini menggunakan coklat dan keju premium lho, jadi meski sama sama roti bakar, rasanya beda banget ama roti bakar yang biasa kita beli di pinggir jalan. Enak enak enak, si kecil juga suka banget ama roti bakar ini.....

***

Nah buat kalian yang pengen nongkrong sore dengan suasana nyaman dan adem, di sinilah tempatnya, udah harganya murah meriah, enak enak, ada free wifi dan ada live music juga lho pas malem minggu.

Jam buka nya dari jam 3 sore sampai 10 malem, tapi misal kita mau ngadain acara semisal reunian atau arisan bisa lho booking di selain jam itu, di pagi hari misalnya, tinggal pesen aja beberapa hari sebelum nya, biar disiapin dulu. Oia tersedia juga fasilitas karaokean dan layar buat nobar lho, yang ini juga bisa request dulu... Heuheuheu seru khan....


PETA LOKASI BERANDA CAFE LEMBUR KURING MATARAM




.
Share:

13 March 2017

Lombok Elephant Park : Kebun Binatang Mini di Lombok Utara

Akhirnya ya di Lombok ada tempat wisata keluarga berupa Kebun Binatang, namanya Lombok Elephant Park yang baru opening 1 Maret 2017 kemarin.

Lombok Elephant Park (LEP) ini berlokasi di Desa Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara. Gampang kok dijangkau dari pusat Kota Mataram, rutenya tuh Mataram - Pemenang (bisa lewat pusuk atau senggigi) - Sigar Penjalin - LEP. Kalau sudah sampai di daerah pemenang, kita akan melihat banyak petunjuk arah menuju LEP di setiap persimpangan, jadi enggak usah khawatir kesasar.


Untuk saat ini kondisi jalan menuju LEP sudah full aspal, saat memasuki daerah sigar penjalin kita akan melewati kebun kebun milik warga setempat, namun jalan nya enggak terlalu lebar, jadi menurutku sih belum bisa dilewati bus bus besar, karena pasti enggak cukup misal ada mobil lain dari awah yang berlawanan.

Lokasi parkir ada di depan pintu masuk LEP, lumayan luas untuk menampung kendaraan para pengunjung, di bagian bawah (sekitar 100 meter sebelum lokasi) juga ada tempat parkir yang dikelola warga sekitar, saran ku saat sebelum sampai lokasi terus ada yang manggil manggil suruh parkir, jangan mau deh ya, mending parkir di parkiran resmi, di depan LEP persis. Karena kalau parkir di bawah, lumayan juga jalan kaki nya menjanjak. Kecuali di parkiran atas sudah penuh yaaa


Untuk tiket masuk, di Bulan Maret 2017 ini masih promo setengah harga. Tiket Dewasa 50 ribu/orang dan anak anak di atas dua tahun 30 ribu/anak. Berlaku untuk weekday maupun weekend. Tapi nanti setelah promonya habis, harga nya jadi 2 kali lipat nya. (harga sewaktu waktu dapat berubah, cek bagian bawah postingan untuk harga terbaru)

Oia ada beberapa spot foto bagus sebelum kita memasuki pintu gerbang LEP, jadi jangan lupa ya buat bernarsis narsis ria



Spot pertama yang kita jumpai adalah toko souvenir yang menjual pernak pernik khas LEP, aku sih sempet lihat lihat sebentar, namun belum tertarik untuk membeli karena barang nya belum lengkap.

Lanjut yang berikutnya adalah spot burung kakaktua yang jinak banget dan bisa kita ajak foto bareng, gratisss. Ada satu yang warna hitam bernama Bagong


Spot berikutnya adalah Gajah, nah ini nih tokoh utama di LEP. Saat ini ada 4 gajah berukuran besar yang langsung didatangkan dari Way Kambas, Lampung. Mereka diberi nama Melati, Rainbow, Bayu dan satu lagi siapa ya, aku lupa, heuheuheu.

Gajah gajah ini enggak cuma bisa dilihat lho, tapi pengunjung bisa naik dan berkeliling LEP selama 25 menit (aslinya sih enggak sampai 25 menit yaaa) dengan membayar tiket 100 ribu/orang, ini masih promo ya, harga aslinya 200rb/orang. Jalur yang dilalui oleh gajah ini berbeda dengan jalur pengunjung.



LEP yang menurut infonya milik orang Bali ini luasnya sekitar 3 hektar, memang enggak terlalu luas bila dibandingkan dengan Bali Zoo yang luasnya mencapai 12 hektar. Sehingga binatang yang ada di area LEP pun enggak banyak. 

Selain Gajah dan burung kakaktua, di LEP ini terdapat Burung Hantu, Burung Rangkong, Burung Nuri, Beruang Madu, Buaya, Sepasang Kuda Nil, Kambing, Orang Utan, Siamang, Bekantan dan Merak. Oia kabarnya sih sebentar lagi akan kedatangan warga baru lho, yaitu Komodo dan Singa.... Kita tunggu saja yaaa. Semoga pengurusan ijin nya cepet beres

LEP ini buka sekitar jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Misalkan kalian datang siang hari, enggak perlu khawatir gosong kepanasan, karena di dalam banyak pepohonan jadi sejuk, dan juga ada beberapa bangunan semacam berugak untuk beristirahat setelah lelah jalan berkeliling. Untuk yang bawa stroller bayi atau kursi roda tenang aja, LEP menyediakan jalur khusus kok, jadi enggak repot saat melewati jalur yang menanjak atau menurun,


Pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari rumah, tapi inget ya tetep jaga kebersihan, buang sampah di tempat sampah. Tapi misal lupa bawa makanan, tenang saja, di area ini terdapat restoran, lokasinya deket dengan tempat kita naik gajah.

Di area LEP ini juga terdapat team fotografer berseragam orange, yang siap sedia fotoin kita dengan hewan hewan, saat fotonya sih gratis, tapi kalau kita pengen cetak foto itu, kita harus bayar, lokasi bayar dan pengambilan cetakan fotonya di restoran tadi. Satu cetakan foto dengan bingkai bertuliskan Lombok Elephant Park dipatok harga 130 ribu. Sayang nya di sini saat ini belum terdapat mesin EDC maupun mesin ATM, jadi buat paa pengunjung harus siap siap uang cash yaaa. Tapi kemungkinan sih kedepannya bakal ada kedua mesin tersebut. Tunggu aja update dari kita

Karena area nya yang enggak terlalu luas, waktu untuk muterin area ini enggak lama, lebih lama perjalanan dari Mataram ke LEP ini, heuheuheu.... Tapi menurutku LEP ini wokeee punya sih, bisa jadi alternatif wisata keluarga buat yang udah bosen ama Pantai dan Air Terjun, apalagi Mall :)



***

Update infografis per April 2017



Share:

6 March 2017

Kotak Kuning itu Bernama Lemon Grass Cafe

Penggunaan Kontainer Bekas untuk tempat nongkrong mulai merambah Pulau Lombok nih, khususnya Kota Mataram. Ada satu tempat yang sudah mengaplikasikannya, yaitu Vape Box di Jalan Majapahit, Mataram. Mereka benar benar menggunakan kontainer bekas sebagai ruangan, selain vape box di lokasi ini juga ada jasa cuci sepatu dan barbershop yang menempati beberapa kontainer bekas yang disusun menjadi 2 lantai. Sedangkan di bagian depan nya sudah siap semacam area foodcourt gitu, namun belum ada satupun warung yang membuka usahanya di area foodcourt ini. FYI kontainer kontainer bekas ini bisa didapat dengan harga sekitar 50-60 jutaan/kontainer.

Nah di daerah Tanjung Karang, Mataram ada juga nih yang menggunakan semacam kontainer, namanya Lemon Grass Cafe. Tepatnya di Jalan Panjitilar Negara No.204, di halaman kantornya PT Niaga Medica (selatan Perumnas Mataram).


Kontainer warna kuning yang ada di parkiran PT Niaga Medica ini selalu menarik perhatianku, maklum tiap hari aku lewat Jalan Panjitilar buat ngantor, tapi selalu tutup dan ditaruh di pinggiran. Hingga akhirnya aku tahu kalau ternyata buka nya mulai sore sekitar jam 5. Jadi pas siang, sebagai kantor, nah pas sore saat kantor tutup, parkiran nya berubah menjadi tempat nongkrong, heuheuheu.

Awalnya sih kukira kotak kuning itu beneran kontainer bekas seperti yang ada di Jalan Majapahit, tapi saat nyobain nongkrong di sini dan melihat dari dekat, ternyata ini bukan kontainer beneran alias buatan, dibuat dari semacam atap seng dengan ditambah beberapa roda di bagian bawah, sehingga bisa digeser geser.

daftar menu
Cafe semi outdoor ini menyajikan menu yang lumayan banyak, monggo silakan lihat gambar di atas ini, lengkap dengan harganya. Nah ngelihat menu itu aku langsung tertarik dengan Mie Kuah Level Levelan, heuheuheu iya mie kuah, entah kenapa ya meskipun bisa bikin di rumah, tapi kalau mie kuah pesen di warung tuh rasanya lebih enak daripada bikin sendiri di rumah.

Sebenernya sih mau pesen yang level 10 atau 15 lah, eh ternyata maksimal cuma sampai level 5, ya sudah order yang level 5 sajja, plus ditambah telur.

Sedangkan si bojo pesen chicken cordon bleu (bukan blue).



Seperti dugaanku sebelumnya, mie kuah/rebus beli di warung tuh memang enaaaak, lebih enak daripada bikin sendiri..... 

Nah untuk chicken cordon bleu nya terlalu maksimal nih, sedikit overcooked baik itu ayamnya maupun kentang goreng nya, padahal sebenernya ueeenak lho, sausnya apalagi, maknyusss, coba aja matang sempurna, beuh... makin maknyuss pastinya...


Berhubung masih ada menu yang belum sempet kucoba, yaitu Avocado Oreo, aku pasti bakal balik lagi nih ke cafe ini, heuheuheu, ngelihat fotonya aja bisa bikin ngiler gini...

Nah buat kalian yang penasaran, monggo langsung meluncur ke Lemon Grass Cafe, Jalan Panjitilar Negara No. 204, Mataram (sebelah selatan Perumnas Mataram), atau silakan mengintip dulu akun instagram nya di http://www.instagram.com/lemongrasscafe_


Share:

Blog Archive

Featured post

6 Spot Selfie Keren di Lombok

Melihat pemandangan alam dari sudut yang berbeda memang lagi nge-trend akhir akhir ini, terutama dari ketinggian, bisa itu dari puncak gunu...