24 February 2020

Gamal : Bunga Sakura Tanah Timor


Tanah Timor adalah area yang eksotis, bisa ijo banget, bisa gersang banget. Setahun di Tanah Timor aku menemukan beberapa hal yang unik dan jarang ditemui di daerah lain, atau bahkan mungkin malah enggak ada.

Salah satunya adalah Bunga Gamal, menurut info yang kubaca di Wikipedia, Gamal (Gliricidia sepium) adalah nama sejenis perdu dari kerabat polong-polongan (suku Fabaceae alias Leguminosae). Sering digunakan sebagai pagar hidup atau peneduh, perdu atau pohon kecil ini merupakan salah satu jenis leguminosa multiguna yang terpenting setelah lamtoro (Leucaena leucocephala). Nama-nama lain dari Gamal ini adalah kerside, gliriside (kolokial), sliridia, liriksidia, sirida (Jw.); cebreng (Su.); kh’è: no:yz, kh’è: fàlangx (Laos (Sino-Tibetan)); bunga Jepun (Mly.); kakawate (Filipina); madre de cacao (Portugis); mata raton (Honduras); dan gliricidia, Nicaraguan coffee shade (Ingg.).

Aku melihat pertama kali bunga gamal ini saat melakukan perjalanan dari Soe ke Fatumnasi, Timor Tengah Selatan, NTT. Bunga ini banyak ditanam (sepertinya sih memang sengaja ditanam) di sepanjang jalan sebagai pagar alami yang membatasi jalan dengan tanah kosong, ada beberapa pula kulihat di halaman rumah.

Daun dari Bunga Gamal

Waktu lewat situ, aku sih pengen banget petik satu buat kenang kenangan, tapi masih ragu antara boleh atau enggak ya kalau dipetik, heuheuheu, untungnya waktu itu ada warga setempat yang baik. Saat kita berhenti untuk melihat lihat dan pegang bunga itu, eh tiba tiba datang seorang pemuda yang membawa pisau untuk membantu kita memetik bunga itu. Huaaaa akhirnya aku mendapat 2 tangkai bunga gamal ini, yang kupakai buat properti foto foto di Fatumnasi.

Kesan pertama terhadap bunga ini yaitu Cantik banget, dari kejauhan tuh mirip bunga sakura di Jepang dan mirip juga dengan Bunga Konji di tanah Sumba. Selain itu bunga ini ternyata tidak berbau lho, dan mudah sekali rontok, jadi kita harus hati hati banget saat bawa bunga ini.

SEJARAH
Bunga Gamal ini berasal dari daerah Amerika Tengah dan Brazil. Di daerah asalnya digunakan sebagai pelindung tanaman kakao/coklat dan dikenal dengan nama madre cacao. Oleh penjajah Eropa tanaman ini dibawa ke benua Asia dan ditanam di India dan Srilangka sebagai tanaman pelindung teh sejak tahun 1870-an.


Bunga Gamal masuk ke Indonesia melalui perusahaan perkebunan Belanda yang tertarik untuk menggunakannya sebagai tanaman pelindung di perkebunan teh di Medan pada tahun 1900-an. Namun, gamal hanya belum menyebar dan hanya ditemukan di daerah Medan saja. Pada tahun 1958 gamal ditemukan oleh Bapak R. Soetarjo Martoatmodjo. Dialah yang memberinya nama Gamal yang diambil dari nama cucunya dan sama seperti nama presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.

Gamal atau Kemal atau jamal artinya halus. Bapak Soetarjo menafsirkan gamal sebagai unta yang sanggup menundukkan sahara di Indonesia, yaitu padang alang-alang.

Di NTT, Gamal mulai diperkenalkan oleh Menteri Perkebunan/Pertanian, Bapak Frans Seda, pada tahun 1963-1964. Oleh beliau, Gamal diartikan sebagai slogan “Ganyang Mati Alang-Alang”. Itu karena Gamal adalah tanaman multiguna yang paling banyak kedua dibudidayakan setelah lamtoro. Tanaman ini dapat digunakan untuk mereklamasi lahan yang gundul atau tanah yang ditumbuhi alang-alang rapat.


MANFAAT / KHASIAT
Gamal terutama ditanam sebagai pagar hidup, peneduh tanaman (kakao, kopi, teh), atau sebagai rambatan untuk vanili dan lada. Perakaran gamal merupakan penambat nitrogen yang baik. Tanaman ini berfungsi pula sebagai pengendali erosi dan gulma terutama alang-alang.

Bunga-bunga gamal merupakan pakan lebah yang baik, dan dapat pula dimakan setelah dimasak. Daun-daun gamal mengandung banyak protein dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk pakan ternak, khususnya ruminansia (hewan memamah biak). Daun-daun dan rantingnya yang hijau juga dimanfaatkan sebagai mulsa atau pupuk hijau untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Gamal merupakan sumber kayu api yang baik; terbakar perlahan dan menghasilkan sedikit asap, kayu gamal memiliki nilai kalori sekitar 4900 kcal/kg. Kayu terasnya awet dan tahan rayap, dengan BJ antara 0,5- 0,8, kayu ini baik untuk membuat perabot rumah tangga, mebel, konstruksi bangunan, dan lain-lain.

Daun-daun, biji dan kulit batang gamal mengandung zat yang bersifat racun bagi manusia dan ternak, kecuali ruminansia. Dalam jumlah kecil, ekstrak bahan-bahan itu digunakan sebagai obat bagi berbagai penyakit kulit, rematik, sakit kepala, batuk, dan luka-luka tertentu. Ramuan bahan-bahan itu digunakan pula sebagai pestisida dan rodentisida alami (gliricidia berasal dari bahasa Latin yang berarti kurang lebih racun tikus). Di Wonogiri, irisan batang gamal direbus dalam air dan diteteskan ke mata untuk mengobati penyakit belekan.

***

Nah buat kalian yang pengen liat bunga gamal ini di Tanah Timor, datanglah sekitar bulan Juni - Agustus, karena bunga ini enggak berbunga sepanjang tahun. Selain di sekitar Soe, NTT, bunga gamal ini juga bisa ditemukan di Flores beberapa daerah di Pulau Jawa dan Nusa Penida Bali.

Referensi :

Share:

17 February 2020

Layar Sentuh : Warteg Kekinian di Jogja


Kayaknya sih nama "Layar Sentuh" ini dipake gegara filosofi warteg yang dimana konsumennya memilih makanan dengan cara menunjuk makanan di dalam kaca, seakan akan kita sentuh pilihan makanan lewat kaca dan tersajilah makanannya, heuheuheu

Warung Layar Sentuh ini berlokasi di Jalan Palem Raya, Ngaglik, Sleman, Jogja, enggak terlalu jauh sih dari pusat jogja, sekitar 7 km saja.




Kita datang ke Warung Layar Sentuh ini pas jam makan siang, dan bisa diduga suasana warung pasti ramai banget, untungnya sih masih menyisakan parkir buat kita. 

Saat masuk ke Warung ini, kita langsung disambut oleh mbak mbak pelayan, dan dipersilakan masuk untuk bebas memilih tempat duduk dimana aja. Jadi di sini ada beberapa spot yang bisa dijadikan tempat duduk, ada yang di dalam dekat dengan tempat makanan, ada yang di luar dekat kolam renang dan ada pula yang di dalam bangunan di sebelah kolam renang nya dengan view sawah yang lagi menghijau.




Saat sudah mendapatkan tempat duduk yang wokeee dan mantap, satu persatu dari kita menuju ke tempat pilih makanan. Bener bener seperti warteg kebanyakan dah, sayur dan lauk ditaruh dalam wadah wadah yang disusun dalam tempat berdinding kaca, jadi kita tinggal tunjuk tunjuk aja ke mbaknya mana makanan yang kita pilih. Lumayan lengkap sih ada sayur kulit melinjo, daun singkong, buncis, cumi, telur puyuh, ikan goreng, ayam goreng dll. 

Untuk harganya, tergantung kita order apa aja, saat disajikan di piring, kita langsung dikasih semacam kartu bertuliskan harga yang harus kita bayar untuk makanan kita, nanti kartu ini dibawa ke kasir untuk dibayar. Nah untuk minumannya, ternyata terpisah tempat ordernya, enggak disni. Aku sih pesen es kunir asem aja biar segeeeer. Dan nambah pesen tempe mendoan 1 porsi, jadi selain menu utama di tempat yang tadi itu, ternyata di tempat pesan makanan, ada menu menu cemilan lho, seperti tempe mendoan ini.


Dari segi rasa, ya jelas enak lah, haha, nasinya pulen, masih hangat, ditambah pemandangan yang ijo seger di depan sana, kalau dari harga, tentunya lebih mahal dibanding warteg kebanyakan ya, hmmm wajar sih, karena disini selain makanan juga menjual suasana dan pemandangan, wort it lah. Cukup lama sih kita nongkrong disni.

Sehabis menikmati sepiring nasi hangat dengan lauk ikan lele, telur puyuh, sayur kulit melinjo dan daun singkong, aku pindah tempat ke kolam, buat nemenin si kecil main air sambil ngemil tempe mendoan dan segelas es kunir asem



Perut kenyang, si kecil puas berenang, kita pun cabut dari warung ini dan lanjut jalan jalan keliling jogja. 

Gimana? Seru khan makan siang disini, apalagi kalau bawa anak kecil umuran 3 - 5 tahun, pasti seneng banget mandi mandi di kolan nya. Kita bisa nemenin mereka main air sambil makan siang. Untuk lokasi tepatnya , silakan lihat di peta di bawah ini , gampang kok rute menuju kesananya 


.


Share:

14 February 2020

Nama Anak Perempuan Terinspirasi oleh Mitos dan Legenda


Jika Anda terjebak untuk ide nama bayi perempuan anda, mengapa tidak mencari inspirasi dahulu? Inilah pilihan teratas kami untuk nama-nama mitologis dan legendaris untuk anak perempuan.

1.    Arya
Arya adalah karakter dalam seri Game of Thrones yang populer dan bisa menjadi pilihan tepat untuk putri anda. Buku-buku meminjam dari mitos Norse, Yunani, dan Romawi.

2.    Athena
Athena adalah nama yang kuat dan indah untuk seorang gadis. Dalam mitologi Yunani, Athena yang bermata kelabu adalah dewi kebijaksanaan.

3.    Bridget
Jika Anda menyukai legenda Celtic, Bridget bisa menjadi pilihan tepat untuk bayi Anda. Bridget berasal dari nama Gaelic Brighid, yang ditanggung oleh seorang dewi Celtic.

4.    Catelyn
Jika Anda seorang penggemar seri Game of Thrones, mengapa tidak mengambil inspirasi dari karakter? Catelyn Stark adalah salah satu model peran wanita terkuat akhir-akhir ini.

5.    Cassandra
Cassandra adalah nama yang cocok untuk putri mana pun! Dalam mitologi, Cassandra adalah seorang putri yang diberi karunia bernubuat.

6.    Delia
Delia adalah nama yang sangat cantik untuk gadis kecil mana pun. Nama ini diambil dari pulau Delos Yunani. Dalam mitologi Yunani, pulau itu adalah rumah Apollo.

7.    Diana
Diana mungkin memiliki hubungan dengan kerajaan yang jelas, tetapi juga memiliki akar dalam mitologi kuno. Diana adalah dewi perburuan Romawi.

8.    Flora
Jika Anda menyukai nama bunga, tetapi juga menginginkan tautan mitologis, Flora bisa menjadi nama yang sempurna untuk putri Anda. Flora berarti "bunga", dan adalah nama dewi bunga dan musim semi Romawi.

9.    Freya
Mitologi Nordik adalah sumber inspirasi bayi-nama yang luar biasa. Nama yang semakin populer Freya diberikan kepada dewi cinta Norse.

10.    Helen
Apakah Anda pikir anak Anda bisa meluncurkan seribu kapal? Lalu mengapa tidak menamainya Helen? Dalam mitologi Yunani, Helen of Troy adalah putri Zeus, yang dikaruniai keindahan luar biasa.

11.    Iris
Iris adalah nama lain yang dapat menghubungkan alam dan legenda bersama. Dalam legenda Yunani, Iris adalah dewi pelangi Yunani.

12.    Juno
Nama yang kuat dan kuat ini sangat cocok untuk gadis kecil mana pun. Dalam mitologi Romawi, Juno adalah ratu surga.

13.    Luna
Abadikan keindahan bulan dan misteri mitologi kuno dengan nama Luna. Meskipun nama itu dipopulerkan oleh Luna Lovegood dari buku-buku dan film-film Harry Potter, Luna pada awalnya adalah dewi bulan Romawi.

14.    Niamh
Penggemar mitologi Irlandia akan menyukai nama ini. Niamh berarti "kecerahan, keindahan" dan adalah nama seorang dewi.

15.    Penelope
Tautkan nama bayi Anda ke nama yang klasik dengan memilih nama Penelope. Dalam Homer's Odyssey, Penelope adalah istri Odysseus.

16.    Sansa
Jika Anda ingin sentuhan fantastik untuk nama bayi Anda, mengapa tidak memilih Sansa? Sansa adalah karakter dalam seri Songs of Ice and Fire, tetapi namanya dianggap memiliki akar penduduk asli Amerika. Itu berarti "putri suku".

17.    thea
Jika Anda ingin nama yang cocok untuk dewi kecil Anda, maka Thea bisa menjadi pilihan yang tepat! Thea berarti "dewi", dan itu adalah nama yang digunakan oleh dewi cahaya Yunani.

18.    Venus
Untuk nama yang cantik dan klasik untuk gadis kecil Anda, mengapa tidak berpikir tentang Venus? Venus adalah dewi kecantikan dan cinta Romawi.
Share:

10 February 2020

Jalan Jalan Sore ke Pantai Panmuti Kupang


Sudah lama sebenernya aku mengetahui pantai ini, dan udah aku labeli "Want to Go" di google maps, namun baru akhir Juni 2019 kemarin aku bisa nyampe ke Pantai ini.

Nama pantainya adalah Pantai Panmuti, yang berlokasi di Dusun Kuannoah, Noelbaki, Kab Kupang dan berjarak sekitar 19 km dari pusat kota Kupang. Akses untuk menuju ke pantai ini sangatlah mudah, aku sarankan sih menggunakan kendaraan pribadi aja ya, bisa motor atau mobil. Rutenya gampang banget, udah aku taruh di google maps di bawah ini, pokoknya ikutin aja saran jalur yang dibuatin google maps, dijamin bisa sampai ke lokasi.


Kondisi jalan menuju pantai ini 90% bagus, hanya menyisakan sedikit saja yang masih jalan tanah. Nah jalan tanahnya ini di beberapa titik terdapat bebatuan, kalau kalian menggunakan mobil, saranku sih jangan pakai mobil sedan atau yang pendek, karena bisa mentok batu. Kalau naik semacam Avanza dkk sih aman.


Saat aku ke pantai ini, enggak ada petugas yang menjaga ataupun menarik tiket masuk dan tiket parkir, alias gratis. Untuk parkir kendaraan bebas, bisa dimana aja asal jangan di jalan nya ya, haha. Bisa pilih yang teduh di bawah pepohonan, tapi ati ati pas turun kendaraan, karena di sekitar sini banyak banget ranjau kotoran sapi, mulai dari yang kering sampai yang masih segar basah hangat.


Di sekitar parkiran ini pepohonannya fotogenik dah, dan ada koloni kaktus di beberapa titik. Kalau lupa bawa minuman dan cemilan, tenang aja, ada warungnya kok, oia ada pula yang jual kelapa muda menggunakan mobil, kalau ini kayaknya sih enggak menetap, kadang ada kadang enggak. 


Ada dua tujuan yang bisa kita sambangi, yaitu bibir pantainya dan bukit putih di arah kanan pantai. Kalau aku sih cuma turun ke pantainya aja, foto foto, nemenin si kecil yang main pasir, ngemil ngemil, sambil menikmati suasana senja.



Nah buat kalian  yang pengen explore lebih, bisa jalan kaki lagi ke arah kanan , mendaki bukit putih yang fotogenik itu. Dari atas bukit, pemandangannya lebih bagus sih, tapi berhubung kita lagi bawa bayi nih, jadi males buat naik naik bukit.



***

Rute Menuju Pantai Panmuti Kupang

Share:

3 February 2020

Ngadem di Cafe Sharon Rote


Sudah baca ceritaku saat 5 hari dinas di Pulau Rote khan? Nah dalam 5 hari itu, aku menyempatkan buat nongkrong siang di salah satu cafe hits di Rote. Namanya Cafe Sharon yang tepatnya berlokasi di Jalan Pabean No.1, Ba'a, Rote. Gak jauh dari Pelabuhan Ba'a Pulau Rote, dan persis di sebelah hotel tempat kita menginap yaitu Hotel New Ricky. Kayaknya sih pemiliknya sama ya, karena di dalam hotel terdapat menu dari sharon cafe yang bisa kita pesan lewat resepsionisnya.

Cafe sharon ini cuma mempunyai 1 ruangan yang lumayan luas lah, meskipun indoor dan ber AC, di meja meja terdapat asbak yang artinya di dalam sini boleh merokok donk. 

Oia meskipun lumayan luas, tapi ruangan ini terkesan penuh sesak ya, sepertinya sih disebabkan karena penataan interiornya yang kurang oke, dindingnya dikasih wallpaper berwarna gelap, yang dikasih banyak hiasan dinding seperti lukisan dll. Meskipun begitu, tempat ini tetap nyaman dan adem, karena ada AC nya, cocok banget buat ngadem siang siang di tengah terik panasnya Pulau Rote. Kemudian di salah satu pojokan ruangan ini terdapat 2 gitar, sound sistem dan stand mic, sepertinya sih buat live music ya.



Saat kita datang, cafenya dalam kondisi yang sepi, kosong, alias cuma kita bertiga aja yang makan disini, namun kemudian setengah jam berikutnya datanglah 1 rombongan anak anak sekolah beserta gurunya yang datang makan disni, kuhitung jumlahnya sih lebih dari 10 anak. Baik banget itu guru nraktir anak anak didiknya di sini. Heuheuheuheu.

Menu makanan yang disediakan Cafe Sharon lumayan beragam sih, ini nih aku kasih foto nya lengkap dengan harganya, tapi cuma 2 halaman aja ya, yang lain belum sempet kefoto :


Aku perhatikan, penamaan menu makananya unik unik ya, seperti halnya untuk menu mie mie-an yang menggunakan nama nama tempat di dunia, seperti Jeju Crab Noodle, Botswana Noodle Seafood dll , sedangkan untuk menu di bawahnya menggunakan nama planet, seperti Neptunus Balado Tongue, Venus Tail Beef Soup dll. Tapi sayangnya penulisan kata kata dalam bahasa inggrisnya banyak yang typo, heuheuheu, contohnya whit (with), saucre (sauce), seafoot (seafood), tougnge (tongue) dan lain lain masih banyak lagi, haha. Tapi oke lah, yang penting pengunjungnya paham itu apa.

Karena lagi pengen yang seger seger, aku sih pesennya mie kuah dengan minum es teh, sedangkan temen temenku pesen kentang goreng, jus pisang, nasi capcay, dan ayam sambal matah.





Semangkok besar mie rebus berhasil aku masukkan semua ke perut, huaaa uenak gaes. Aku pun coba icip icip makanan yang dipesen temenku, dan ternyata rasanya juga enak, cuman yang penampilannya kurang oke Cap Cay nya, enggak seperti normalnya cap cay di warung makan/restoran, untungnya sih enak ya.

Cukup lama kita nongkrong disni. Asyik makan, ngadem, ngobrol, ngomongin orang, main hape, hingga gak kerasa waktu istirahat siang udah abis. Kita pun bergegas bayar dan kembali ke tempat kita kerja dengan berjalan kaki, karena memang dekat, 5 menit aja sampai.

Buat kalian yang lagi di Pulau Rote, khususnya di daerah Ba'a, bisa dah nongkrong di tempat ini, buka dari Pagi menjelang siang sampai malam hari. Tapi harus agak bersabar ya, karena penyajian makanannya lumayan lama :


***

Peta Lokasi Cafe Sharon, Pulau Rote, NTT

.

Share:

27 January 2020

Pantai Pasir Panjang Kupang

Sore itu (21 Juli 2019), sebenernya kita enggak ada rencana mau sunset-an ke pantai, tapi cuma mau malem mingguan jalan jalan sambil beli beberapa jajan + cemilan di Transmart Kupang. Tapi pas perjalanan dari rumah ke Transmart, sekitar jam setengah lima sore, cuaca tuh lagi cerah banget, langit pun bersih, minim awan, dan matahari di arah barat sana tuh seakan memanggil manggil dan bilang "lihat aku pas terbenam dooonk, ya ya ya" gitu, haha.


Ya sudah, akhirnya kuarahkan kendaraan ke pantai terdekat, dimana pilihannya jatuh ke Pantai di sekitar Jalan Timor Raya, Kupang, tepatnya persis di samping Hotel Sotis.

Nah di sebelah Hotel Sotis ini ada sebidang tanah kosong yang kalau sore hari menjadi salah satu pilihan untuk menikmati sunset oleh warga kupang. Semoga aja ini tanah tetep kosong ya, enggak dibangun ruko, resto, hotel atau yang lain. 

Di bagian pintu masuknya dijaga oleh dua orang, dan ternyata ada tiket masuknya nih, dengan harga yang murah, yaitu 3 ribu saja untuk kendaraan roda 4. 

Tanah kosong disini lumayan luas sih, bisa muat puluhan mobil dan bahkan bus besar pun dijamin muat masuk sini.



Di dekat ujung kanan tanah kosong ini ada tulisan "PASIR PANJANG" dari kayu, yang mana kata tersebut adalah nama dari pantai ini.

Setelah memarkirkan kendaraan, aku enggak langsung ke pantainya, tapi justru merapat ke penjual salome, heuheuheu, memang salome ini selalu sukses bikin ngileeer. Aku beli 5 ribu aja, dibungkus plastik dengan dipakein saus kacang pedas plus kecap dikit, tanpa kuah karena aku lebih suka yang kering gini, lebih greget pedes bumbu kacang nya. Aku bawa salome ini ke tepi pantai, untuk dinikmati sambil duduk duduk di pasirnya.

By the way sore ini lumayan ramai, ada yang pacaran, ada yang duduk duduk sambil nge-gibah, ada yang foto foto buat konten instagram, ada pula yang makan salome sambil nge-gandeng anaknya, seperti aku ini.


Di Pantai Pasir Panjang ini pasirnya berwarna putih agak coklat, dan sore ini dalam kondisi yang surut banget, garis pantai ada jauh di depan sana, meninggalkan warna hijau dari tumbuhan semacam lumut yang tumbuh di atas batuan. Kondisi air laut yang surut ini dimanfaatkan beberapa pemilik perahu untuk memperbaiki bagian bawah kapalnya, terlihat mereka sedang memukul mukul bagian bawah, entah apa yang diperbaiki.

Sedangkan di arah kanan terdengar keras musik ajep ajep yang bisa dipastikan itu berasal dari Hotel Sotis atau Beer & Barrel yang merupakan restoran yang masih bagian dari hotel tersebut. Sekarang pantai di bagian belakang Beer & Barrel dipasangin/ditaruhin beberapa kursi kayu putih dan beanbag warna warni serta dihiasi lampu minyak yang bakal dinyalain pas udah gelap


Kita enggak lama disni, kira kira cuma setengah jam aja, setelah matahari bener bener terbenam dan hari mulai gelap, kita pun cabut dari pantai pasir panjang ini. Aku lihat sing orang orang yang lain masih pada betah di sini ya, heuheuheu, mungkin pada sampai malam kali ya.

Next time, kita bakal kesini lagi nih kayaknya, mau cobain pas pagi hari, sepertinya sih bakal adem, karena matahari dari arah sebaliknya yang harusnya sih ketutupan bangunan hotel sotis.

Buat kalian yang tertarik kesini juga, nih peta lokasi nya :


Share:

23 January 2020

Catat!! Inilah Kalender Event Lombok Sumbawa 2020

Yaa meskipun kita ini udah setahun lebih udah enggak tinggal di Lombok, tapi Lombok tuh masih di hati banget, bisa dibilang Lombok tuh udah jadi rumah kedua kita. Banyak banget kenangan di pulau itu, sudah dilupakannya. Nah FYI kemarin tanggal 22 Januari 2020 ternyata ada peluncuran/launching "Calendar of Event Lombok Sumbawa 2020" lho, lokasinya di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta.


Dalam acara tersebut, diumumkan bahwa Provinsi NTB meluncurkan 16 Calendar Event di tahun 2020 dengan tiga Calendar Event utama yang masuk Top 1.000 Event Nasional, yaitu Festival Pesona Bau Nyale, Pesona Khazanah Ramadhan, dan Festival Taliwang, dengan harapan perkembangan pariwisata NTB di tahun 2020 dapat menembus target kunjungan wisatawan sebesar 4,5 juta pengunjung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, juga menyampaikan rasa bahagianya bisa turut mengikuti Calendar of Event Lombok Sumbawa 2020. Menurutnya, NTB ini merupakan provinsi yang beruntung. Namun, beruntung saja tidak cukup. Kita harus bekerja keras. Hal tersebut untuk membuat destinasi super prioritas berhasil. Pengembangan pariwisata akan mencakup seluruh daerah di NTB, seperti Senggigi, Tiga Pulau Gili, Rinjani, Sumbawa, dan lain sebagainya. Mandalika punya opportunity sangat tinggi karena sirkuit MotoGP akan dan sedang dibangun. Rencananya sirkuit itu akan digunakan pada 2021.

NTB saat ini memposisikan diri sebagai the best destination in halal tourism. Meski begitu, NTB tetap ingin membuat turis nonmuslim juga senang, aman, dan nyaman berwisata di NTB, khususnya di Lombok dan Sumbawa. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi NTB, lama tinggal turis yang datang ke provinsi itu rata-rata hanya 3 atau 2 hari saja. Ke depan, pihaknya berharap lama kunjungan wisatawan bisa mencapai enam sampai tujuh hari.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Fauzal menyebut total event yang digelar sepanjang 2020 mencapai 48 event. Tapi, hanya 16 agenda yang masuk kategori utama dengan tiga di antaranya masuk dalam 100 Calender of Event 2020 berskala nasional. Meski berbeda-beda, seluruh event yang digelar di NTB Tahun 2020 ini mengusung satu tema, yakni Goes To MotoGP 2021

Apa saja event lain yang digelar? Berikut daftar lengkapnya: 
1. Lombok Sumbawa Great Sale 2020 (25 Januari--25 Februari 2020) 
2. Festival Pesona Bau Nyale 2020 (9--15 Februari 2020) 
3. Festival Pesona Gili Indah 2020 (1--15 Maret 2020) 
4. Festival Pesona Tambora 2020 (1--10 April 2020) 
5. L'Etape Indonesia (3--5 April 2020) 
6. Pesona Khazanah Ramadhan (29 April--18 Mei 2020) 
7. Tambora Challenge (29 April--18 Mei 2020) 
8. Rinjani 100 (26--28 Juni 2020) 
9. IronMan 70.3 Lombok Indonesia (1--4 Juli 2020) 
10. Bulan Pesona Lombok Sumbawa (18 Agustus--18 September 2020) 
11. Pesona Gumi Selaparang (Agustus 2020) 
12. Mataram Jazz Festival (Agustus 2020) 
13. Festival Pesona Moyo (13--26 September 2020) 
14. Festival Pesona Senggigi (September 2020) 15. Festival Taliwang (November 2020) 
16. Pemilihan Duta Wisata Puteri Indonesia (1--7 Desember 2020).


Nah itulah ke-16 event yang bakal digelar di Lombok Sumbawa selama tahun 2020 ini. Untuk tanggal pelaksanaannya kemungkinan sih bisa bergeser (berdasarkan pengalaman kalender event tahun tahun sebelumnya).

Buat kalian yang ada rencana liburan ke Lombok di tahun 2020 ini, monggo silakan disimak jadwal di atas, sesuaikan ama jadwal jalan jalan kalian :)


sumber informasi : https://www.liputan6.com dan http://rri.co.id
Share:

20 January 2020

Cerita Dibalik Pantai Batu Nona Kupang


Waktu beberapa bulan lalu ke Pantai Nunsui, aku melihat pantai cantik juga di sebelahnya, kulihat lihat di Google Maps sih namanya Pantai Batu Nona, hmmm nama yang unik, pasti ada ceritanya dah di balik penamaan pantai itu.

Nah menurut banyak artikel yang kubaca, pantai ini memang menyimpan cerita legenda di balik penamaannya. Jadi konon pada jaman dahulu kala ada seorang gadis yang patah hati karena sang kekasih memutuskan hubungan percintaan mereka. Karena kecewa dan putus asa, gadis tersebut pergi ke sebuah tebing dekat pantai tersebut dengan ketinggian sekitar 15 meter lalu menjatuhkan dirinya.

Anehnya, jasad gadis tersebut pun berubah menjadi sebuah batu, dimana batu itu berbentuk seperti seorang gadis yang sedang berdiri dengan tinggai sekitar 2 meter. Lantaran kebiasaan warga Kupang memanggil setiap gadis dengan sebutan nona, maka batu itu kemudian dinamai dengan Batu Nona. Sayangnya, batu itu sudah tidak ada lagi karena terkikis  ombak saat musim barat datang. Nah agar cerita tersebut tetap hidup, dipasanglah patung perempuan di atas bukit batu tadi, yang berjumlah 3 buah namun saat aku kesana kemarin sih tinggal 2 aja, sedangkan yang 1 nya hanya menyisakan pondasinya saja, entah rubuh atau bagaimana kurang tahu. Dan di sekitar patung ini juga dibuatkan jalan setapak serta beberapa tempat duduk untuk bersantai.


Untuk menuju ke Pantai Batu Nona ini cukup mudah, bisa menggunakan kendaraan roda 4 maupun 2 dan bisa diparkir di tepi pantainya. Tidak ada tiket masuk ataupun biaya parkir, jadi gratis tis tis.

Di sebelah kanan bukit batu yang ada patung tadi itu, pantainya berada di bawah, jadi kalau mau ke pantainya harus jalan menuruni bebatuan, sedangkan di sebelah kiri bukit, pantainya landai dan di sekitar pantai banyak pohon lontar, ada juga ibu ibu yang menjual makanan dan minuman ringan diantara pepohonan lontar ini. Di sekitar sinilah aku parkir kendaraan. Namun harus hati hati ya, kadang ada babi milik warga sini yang lewat, haha. Makanya aku parkir kendaraan bener bener deket pasir, turun kendaraan langsung di pasir pantai, jadi enggak harus jalan kaki di area yang ada babi nya. Hihihi serem, tapi tenang babi itu cuma berkeliaran di tanah sekitar pohon pohon lontar, enggak sampai ke pantainya.

Sedangkan di antara Pantai Batu Nona dan Nunsui terdapat sebuat kolam renang air tawar, kalau sore dan weekend, kolam renang ini selalu ramai oleh anak anak. Kita sih cuma lewat depannya aja, enggak mampir ke kolam ini, kenapa? Hmm coba deh buka google, lalu ketik "Kolam Batu Nona Kupang", nanti disitu akan ketemu jawabannya kenapa kita enggak nyobain kolam renang ini.

Sebelum main pasir di pantainya, aku mencoba mendaki bukit batu tempat diletakkan patung patung berwujud gadis/perempuan/nona. Tersisa dua patung dari tiga patung yang masih kokoh berdiri, sedangkan yang satunya sudah lenyap, menyisakan pondasinya saja.

Arah Kanan

Arah Kiri

Dari atas sini pemandangan cukup bagus, saat kita menghadap laut dan menengok ke kiri, terlihat barisan pohon lontar yang seperti tertata rapi, sedangkan saat kita menengok ke arah kanan terlihat hamparan pasir putih yang cantik di bawah sana dan terlihat pula tanggul panjang Pantai Lasiana.

Dari segi kecantikan dan kebersihan pantai sih lebih oke yang sebelah kanan bukit ya, namun sayang sekali semisal kita duduk di kanan bukit, ada potensi terhalangnya pemandangan senja oleh bukit batu yang sedang aku naiki ini. Hingga akhirnya aku pilih pantai sebelah kiri bukit batu sebagai tempat untuk piknik sore kita.

Seperti biasanya, kita gelar kain di atas pasir, taruh jajanan dan minuman, duduk santai di kain alas, sambil menemani si kecil main pasir menggunakan mainan yang selalu kita bawa.




Seperti halnya dengan Pantai Nunsui, Pantai Batu Nona ini bisa dibilang sepi dan tenang, tidak seperti Pantai Oesapa yang selalu ramai, karena disana memang banyak cafe dan tempat jualan makanan. Tapi justru inilah yang dicari oleh sebagian orang, yaitu pantai yang sepi, tenang, bagus namun tidak jauh dari Pusat Kota Kupang.

Sesaat setelah matahari terbenam, kita pun berkemas dan bergegas meninggalkan pantai batu nona ini. Buat kalian yang pengen menenangkan diri di pantai, Batu Nona ini bisa jadi salah satu pilihannya. Untuk lokasinya, sudah aku taruh petanya di bawah ini :



.


Share:

11 January 2020

Pasir Merica dan Pasir Halus di Pantai Oesina


Banyak yang menyebut juga pantai ini dengan nama Pantai Air Cina, nama tersebut dipakai karena dihubungkan dengan sejarah jaman dulu, namun karena di Gapura Pintu Masuk dan Tulisan di Pantainya menggunakan kata "Oesina" jadi di postingan ini, aku tulis dengan nama "Pantai Oesina" ya.

Nah Pantai Oesina ini lokasinya ada di Desa Lifuleo, Kupang Barat, bertetangga dengan Pantai Tablolong namun dengan jalan masuk yang berbeda. Kalau dihitung dari pusat kota Kupang, jaraknya sekitar 28 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu  kurang dari 1 jam menggunakan sepeda motor maupun mobil. Sebenernya bisa sih lebih cepet dari itu, namun karena kondisi jalan yang masih buruk di beberapa titik, jadinya laju kendaraan tidak bisa maksimal.

Untuk rute lengkap menuju Pantai Oesina, bisa dilihat di bawah ini


Pantai ini sudah kutandai sejak lama, kumasukkan dalam waiting list pantai pantai di kupang yang wajib dikunjungi, karena dari foto foto yang kulihat di google maps, pantai ini pasirnya putih, bagus, bersih dan relatif enggak ada ombak. Plus dari review review yang kubaca dari beberapa blog menyebutkan kalau pantai ini masih sepi jarang dikunjungi.

Nah Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita kita pun meluncur ke Pantai Oesina, alhamdulilah perjalanan kita lalui tanpa hambatan, ya cuman harus ekstra waspada sih karena banyak jalan yang berlubang. Keluar dari jalur utama Kupang - Tablolong, aspal mulus pun berubah menjadi jalan berbatu yang sepertinya sih dulu sudah aspal namun rusak dan tidak diperbaiki lagi. Di jalur ini, laju kendaraan bener bener pelan agar yang di dalam mobil enggak pusing tergoncang goncang. Tapi seperti dapat kejutan, beberapa ratus meter sebelum pantai tuh jalannya aspal mulus banget lho, haha. Langsung dah aku gassss.

Tiket/Karcis Masuk Pantai Oesina

Oia, FYI Sepanjang perjalanan ke pantai ini hanya sedikit kendaraan lho yang kita temui, baik itu yang searah maupun yang ke arah sebaliknya. Kita ngiranya sih pantai ini bener bener sepi ya.

Hal tersebut tiba tiba buyar setelah kita masuk pintu gerbang Pantai Oesina ini, dengan membayar 5 ribu rupiah, kita langsung disuguhkan puluhan mobil yang sudah terparkir di parkiran pantai oesina yang luas ini, bukan cuma mobil, motor pun banyak bangeeeet. Dan pedagang pun enggak ketinggalan meramaikan parkiran pantai oesina ini. Heuheuheuheu, ternyata ini bukan pantai yang sepi.

Alhamdulilah karena banyak pepohonan di parkiran ini, suasana pantai jadi lebih sejuk, mobil pun bisa diparkir dengan tenang tanpa takut kena terik matahari, cuman ya itu karena ini lagi musim kemarau, jadinya debu tuh beterbangan pas berhembus angin.




Dengan sedikit kekecewaan, aku pun keluar mobil sendiri, buat cek cek lokasi dan kondisi pantainya, karena dari parkiran ini enggak kelihatan pantainya, tertutup pasir yang menggunung. Seperti biasa pantai yang ramai gini pasti bakal banyak sampah bekas pembungkus makanan, padahal tempat sampah udah ada lho, tapi ya memang sudah penuh sih, sudah waktunya diambil sampahnya.

Setelah berjalan sekitar 100 meter ke arah pantai, baru ketahuan kalau pantai oesia ini sebenernya cantik, pasirnya putih dan bersih, iya bersih, pantainya ini bersih, yang kotor cuma di sekitar parkiran aja. Enggak ada ombak karena memang lagi surut, tapi masih menyisakan kubangan air di bibir pantainya, yang jelas cocok dah buat piknik hore santai sore sore sambil si kecil mainan pasir.

Akupun kembali ke parkiran, menunggu suasana pantai lebih teduh lagi, karena waktu menunjukkan masih pukul 16.00 WITA dan masih terasa terik. Kasihan anak anak kalau main pasir sekarang, bisa item dia.

Penjual Salome

Untuk bekal menunggu di mobil kita beli jajanan dulu, yaitu kelapa muda dan salome, haha salome lagi salome lagi, yuph memang di segala penjuru kupang terutama di keramaian pasti ada aja yang jual salome, baik itu salome goreng ataupun yang rebus, dengan bumbu kacangnya yang khas, gurih gurih pedas manis.

Sekitar jam 5 sore kurang dikit, kita pun beranjak dari mobil dan siap siap menuju pantai, banyak nih barang yang kita bawa, ada kain buat alas duduk, ada tripod, kamera, mainan si kecil, air mineral dan sedikit cemilan yang udah kita bawa dari rumah.

Aku pilih duduk di area pasir yang bebas batu, kuratakan dulu pasirnya pakai kaki, lalu kugelar kain buat alas duduk.


Melihat kondisi pantai yang seperti ini, rasa kecewaku tadi berangsur angsur hilang, lha ternyata bagus jeee pantainya, bersih dan tenang pula ombaknya. Dan ada satu hal yang unik, pasir di sini terdiri dari dua jenis, yaitu pasir putih halus dan pasir merica. Yuph merica, aku sebut merica karena memang bentuknya besar besar seperti butiran merica, istilah ini juga dipakai untuk menyebut pasir di Pantai Mandalika, Lombok. Dulu kukira pasir merica tuh cuma ada di Lombok lho, eh ternyata di Kupang juga ada, heuheuheu






Mendekati pukul 6 sore, para pengunjung satu per satu meninggalkan pantai Oesina ini, tak terkecuali kita. Pantai yang tadinya rame, sekarang pun jadi sepi. Untungnya sih di kupang ini aman ya, jadi mau pulang pas udah gelap pun tetep ngerasa tenang, cuman ya itu karena jalannya masih banyak lubang, harus lebih hati hati, enggak ada lampu penerang jalan cui. Cuma mengandalkan lampu dari kendaraan.

Semoga pemerintah setempat lebih memperhatikan hal ini ya, sayang banget lho, pantai bagus tapi aksesnya belum bagus :)



Share:

Youtube

Blog Archive