15 November 2018

Rasakan Kesegaran Kuliner Seafood di Kampung Solor

Kuliner malam Kota Kupang tuh didominasi ama daging B2 dan B1 , kedua jenis daging itu dapat dengan mudah kita temukan di pinggiran jalan, yang tentu saja enggak halal donk ya. Tapi tenang saja, untuk kita kita yang enggak makan kedua daging itu, ada pilihan lain kok, yaitu kuliner ikan laut segar. Ikan ikan laut yang segar banyak dijajakan juga di pinggiran jalan, tapi di wilayah tertentu aja, semisal yang deket pantai.


Nah buat yang mencari kuliner ikan, tapi males ngolah sendiri (teemasuk aku), kita bisa langsung cuss ke suatu tempat bernama Kampung Solor, karena di sini ada satu ruas jalan yang di malam hari, dikhususkan untuk kulineran seafood. Nama jalan ini adalah Jalan Kosasih, percabangan dari Jalan Siliwangi, Kota Lama, Kupang. Untuk lebih jelasnya silakan lihat peta di bawah  postingan ini.

Infonya sih tempat kuliner ini mulai buka jam 5 sore, hmmm ya bener juga sih, tapi misal datang jam 5 sore, penjualnya masih banyak yang lagi siap siap, heuheuheu. Jadi mendingan menurutku sih, lebih baik datengnya sehabis maghrib aja.



Ada puluhan penjual aneka seafood disini, jadi kalau baru pertama kesini sih, keliling aja dulu, cari cari yang paling oke, dari menu, dan tempat nya yang paling nyaman. Eh ternyata enggak cuma menu seafood yang disajikan disini, kulihat juga ada menu menu khas jawa timur seperti pecel dan soto suroboyo, ada juga beberapa gorengan tempe, bakwan jagung, dll, bahkan bakso dan mie ayam pun ada. Tapi ya berhubung kita lagi berburu menu seafood, ya jadinya order menu ikan dan sebangsanya aja donk ya

Harga ikan nya bervariasi, tergantung jenis dan ukuran, mulai dari 40rb - 60rb per ekor, harga ini udah termasuk lalapan (nasi dijual terpisah). Oia kalau pas lagi banjir ikan, harganya bisa lebih murah lagi, bisa sampai setengah nya lho.


Berhubung kita kesini masih dalam kondisi lumayan sepi (belum waktunya jam makan malam sih), orderan makanan datang dengan cepat, ada Ikan Bakar, Kerang Rebus, Cah Kangkung, dan beberapa gorengan. Untuk minumannya kita harus memesan terpisah di penjual minum yang berada di sebelah penjual ikan ini. Entah kenapa ya, sepertinya sih memang sudah ada kesepakatan atau aturan setempat, dimana ada yang khusus menjual makanan, dan ada pula yang khusus menjual minuman. 


Kesegaran ikan nya memang kerasa banget, ditambah tingkat kematangan pembakarannya yang pas. Cucok lah. Untuk kerang nya juga recommended, bersih dan gurih, padahal cuma direbus biasa aja, enggak pake tambahan saos macem macem. Sedangkan kangkung nya kecil kecil ya, haha beda banget ama kangkung lombok yang besar besar.

Overall, seafood disini aku rekomendasikan lah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Kupang, dan bingung mau makan malam dimana. Langsung aja cuss ke Kampung Solor, dan rasakan kesegaran hidangan seafood nya. 

***

Peta Lokasi Pusat Kuliner Seafood Kampung Solor, Kupang



.
Share:

9 November 2018

Tebing Bar & Cafe : Sunset dengan Pemandangan Pelabuhan

Sesuai dengan namanya, cafe ini memang terletak di tepian tebing. Maklum saja kondisi kota kupang ini yang daratannya sedikit yang datar, alias berbukit bukit/bergunung gunung dan berbatu karang. Aku lumayan shock sih pas pertama kali menginjakkan kaki di kupang ini, di dalam kotanya aja jalanan naik turun berkelak kelok, tapi lama kelamaan seru juga, heuheuheu.

Cafe tebing ini lokasinya enggak (sonde) terlalu jauh dari pusat kota kupang, kira kira 25 menit nyampe deh, menggunakan kendaraan pribadi, bisa motor ataupun mobil, kondisi jalan nya sudah aspal bagus, cuman di beberapa tempat bakal menemui kepadatan lalu lintas. Untuk rute lebih jelasnya bisa dilihat di peta, di bagian bawah postingan ini.

Jangan datang siang siang ya, karena cafe ini baru buka sekitar pukul 16.00 sampai malam. Pas banget dah datengnya sehabis pulang kantor, seperti aku kemarin. Niatnya sih nyari hari kerja bukan pas weekend, biar sepi gitu, eh ternyata perkiraanku salah. Sampai lokasi, ternyata parkiran udah penuh, ama tukang parkir kita disarankan untuk parkir di luar aja, di tepi jalan utama nya.


Dari parkiran kita harus berjalan menaiki beberapa anak tangga dari bebatuan, memasuki sebuah pintu yang klasik, dan... tataaaaa kita langsung dihadapkan oleh pemandangan yang aduhai di depan sana. 

Laut yang tenang dan indah, sementara itu kesibukan di Pelabuhan Tenau terlihat jelas dari atas sini, banyak kapal berlalu lalang, baik itu yang kecil maupun yang besar seperti kapal ferry, yap karena ini adalah pelabuhan utama yang menghubungkan kupang dengan beberapa pulau di sekitar pulau timor ini. Di arah barat, matahari masih terlihat jelas, namun bisa dipastikan sebentar lagi bakal lenyap ditelan cakrawala.



Untuk tempat makan nya didesain dengan sederhana, meja kursi kayu beratapkan langit (misbar, gerimis bubar), dengan berbeda beda ketinggian, maklum ini lokasinya di tebing, jadi ada yang di bawah, ada yang di atas, heuheuheu. Sedangkan di paling atas terdapat dapur serta kasir. Kalau diibaratkan lombok, kita ini lagi nongkrong di Senggigi (atas hotel sheraton) view nya pelabuhan lembar, tapi suasananya Gili Trawangan, triple combo.

Untuk menu makanan dan harganya, bisa dilihat di foto di bawah ini ;






Sambil menunggu orderan disiapkan, kita berjalan keliling dahulu, foto foto pemandangan, dengan ditemani musik yang lumayan keras dari cafe nya, meskipun keras tapi tetep nyaman di telinga sih, apalagi sound nya bagus, enggak ecek ecek. Biasanya ada tuh cafe yang musik nya keras tapi kualitas suaranya kurang oke, jadi capek ngedengerinnya.


Nama menu nya sih Chicken Stick, haha awalnya dikira isinya potongan daging ayam bentuk stick atau dipotong panjang panjang gitu, eh ternyata pas datang wujudnya tuh steak daging ayam, heuheuheu. Penyajiannya dilengkapi dengan kentang goreng, potongan sayur dan guyuran saus barbeque. Eh di luar dugaan sausnya enak ganget gaes, pas banget ama daging ayam nya yang lembut. Recommended ah (ya meskipun salah tulis nama).

Untuk si kecil, kita pesenkan Bread Chocolate alias roti bakar cokelat. Paduan coklat dan susu nya pas, enggak eneg, buktinya si kecil aja abis lho satu porsi roti bakar ini. Menu ini juga recommended.

Aku sendiri sih gak pesen makanan berat, karena belum laper, kebanyakan ngemil di kantor, heuheuheu, cuman pesen Strawberry squash aja biar segeeeer. Isinya sih sirup strawberry dicampur soda dan es batu, emang bener bener seger sih, enggak bikin gatel tenggorokan.



Setelah malam menjelang, kita pun bergegas cabut dari cafe tebing ini, untuk balik ke pusat kota kupang, pulang ke rumaaaah. Heuheuheu

Sungguh luar biasa pengalaman nongkrong sore ini, ternyata rekomendasi dari temen kantorku enggak salah. Tempat ini recommended banget dah buat kalian untuk menikmati suasana senja sambil ngemil ngemil... Untuk lokasi tepat nya , nih ada di bawah ini :


.
Share:

4 November 2018

Kelompok Server Pada Data Center


Tata letak, peralatan, dan kebutuhan mereka terus berkembang, tetapi memang ada beberapa elemen umum yang akan Anda temukan di banyak data center. Meskipun tata letak fisik bervariasi, setiap Data Center memiliki kelompok server. Satu kesamaan fisik Data Center adalah kelompok server yang saling terhubung. Mereka semua mungkin sangat mirip, ditumpuk rapi di rak terbuka atau lemari tertutup dengan tinggi, lebar dan kedalaman yang sama. Bahkan, mungkin terdapat banyak jenis, ukuran dan usia mesin yang berdampingan. Seperti misalnya saja server modern pada akses layanan penyimpanan Data Center yang kecil dan datar di samping yang besar. Setiap server adalah komputer yang berkinerja tinggi, dengan memori, ruang penyimpanan, prosesor atau prosesor dan kemampuan input / output. 

Bisa dibilang seperti versi komputer pribadi yang sudah disempurnakan. Akan tetapi, server pada akses layanan penyimpanan Data Center ini memiliki prosesor yang lebih cepat dan lebih kuat serta lebih banyak memori. Tidak hanya itu, biasanya juga tanpa monitor, keyboard atau hardware lain yang Anda gunakan di rumah untuk komputer PC Anda. Untuk monitor pada server akses layanan penyimpanan Data Center mungkin ada di lokasi terpusat, dekat atau terpisah dari ruang kontrol. Monitor pada server akses layanan penyimpanan data center tersebut berguna untuk memantau kelompok server dan peralatan terkait.

Server tertentu mungkin didedikasikan untuk satu tugas atau menjalankan banyak aplikasi yang berbeda. Beberapa server di akses layanan penyimpanan Data Center lokasinya bersamaan yang berguna untuk didedikasikan kepada klien tertentu. Beberapa server akses layanan penyimpanan data center bahkan lebih bersifat virtual daripada fisik. Hal tersebut menjadi trend baru yang dapat mengurangi jumlah server fisik yang diperlukan. Intinya adalah seperti misalnya ketika Anda meminta sesuatu melalui Internet, sejumlah server dari akses layanan penyimpanan Data Center bekerja sama untuk mengirimkan konten kepada Anda.

Jaringan dan peralatan komunikasi juga mutlak diperlukan pada akses layanan penyimpanan Data Center guna memelihara jaringan bandwidth yang tinggi. Dengan jaringan bandwidth yang tinggi pada akses layanan penyimpanan Data Center bermanfaat untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Selain itu, berguna juga dalam pengoperasian antara server dan peralatan lain di dalam akses layanan penyimpanan data center. Hal tersebut termasuk komponen-komponen seperti router, switch, pengendali antarmuka jaringan server atau NIC dan kabel-kabel lainnya. Kabel bisa memiliki berbagai bentuk termasuk twisted pair ( tembaga ), coaxial yang juga termasuk tembaga dan serat optik dari kaca ataupun plastik. Dari berbagai jenis-jenis kabel, dan berbagai sub-tipe, akan mempengaruhi kecepatan di mana informasi mengalir melalui Data Center.

Semua kabel yang terdapat pada akses layanan penyimpanan Data Center itu juga harus diatur. Pemasangan kabel-kabel tersebut baik dijalankan di atas atau digantung di langit-langit atau melekat ke puncak rak. Selain itu, kabel-kabel pada akses layanan penyimpanan Data Center bisa juga ditempatkan di bawah lantai. Kode warna dan pelabelan yang teliti digunakan dalam mengidentifikasi berbagai jalur kabel. Lantai yang ditinggikan pada akses layanan penyimpanan Data Center umumnya memiliki panel atau ubin yang dapat dicabut. Hal tersebut berguna untuk mendapatkan akses ke pemasangan kabel dan peralatan lainnya. Unit pendingin dan peralatan listrik kadang-kadang juga ditempatkan di bawah lantai. Sekian saja artikel yang membahas mengenai server dan peralatan pada akses layanan penyimpanan data center ini.

Jika anda sedang mencari data center di  Jakarta anda bisa mencoba layanan dari NEX.

Share:

3 November 2018

Segarnya Ikan Kuah Asam Tenau

Kota Kupang siang ini bener bener luar biasa super duper HOT... Kebetulan ini pertengahan bulan Oktober yang memang lagi puncak puncaknya musim kemarau. Biasanya sih males keluar makan siang, pesen cateringan aja dan dimakan di dalam kantor yang adem.

Tapi berhubung hari ini ada rekan kerja yang lagi ulang tahun dan kita semua diajak makan makan keluar, aku pun enggak mempedulikan panasnya cuaca siang ini, ayok aja dah kalau ada yang nraktir makan makan, heuheuheu.


Tujuan makan makan kita adalah sebuah rumah makan di dekat pelabuhan Tenau, Kupang. Untuk lokasi tepatnya, bisa dilihat di peta, bagian bawah postingan ini. Nama Warungnya adalah "Kuah Asam Tenau" yang biasa disebut juga "Warung Artis Kuah Asam Tenau", katanya sih dinamai Warung Artis gara gara kalau artis datang ke Kupang, pasti mampir ke warung ini, heuheuheu.

Perjalanan menuju warung ini, kita tempuh menggunakan kendaraan roda 4 dengan jarak sekitar 10km dari pusat Kota Kupang. Jalur yang kita lewati udah bagus, aspal lebar, namun harus hati hati ya, banyak kendaraan besar lewat, karena ini jalur menuju pelabuhan. Oia, jalur ini menyusuri pantai lho, bisa dah sekalian mampir di pantai pantai nya, sebut saja pantai Aloha, Pantai Batu Kelapa, Pantai Namosain, Pantai Osmo, Pantai Kelapa Satu dan ada juga wisata alam Goa Monyet, dimana di situ terdapat banyak banget monyet liar.


Warung ini terlihat kecil dari luar, tapi parkirannya penuh ama mobil, ya maklum warung ini udah moncer alias terkenal, dan lagipula ini pas jam makan siang. Sebagian besar pengunjungnya sih orang kantoran ya, kelihatan dari seragam yang dipakai, baik itu kantor swasta maupun kantor plat merah.

Uniknya warung ini sebagian berdinding warna kuning terbuat dari semacam atap sakura roof gitu (genteng metal), dengan penataan yang pas jadi terlihat seperti terbuat dari kotak kontainer.

Selama enam hari, dari Senin hingga Sabtu, warung yang menyajikan masakan kuah asam, ikan asap, gulai sapi, dan sambal goreng ini tak pernah sepi dari pengunjung. Apalagi saat jam makan siang seperti ini, jika terlambat datang sebentar, bisa-bisa tak kebagian tempat lho, untungnya sih kita udah order lewat telpon dulu.


Karena udah order duluan lewat telpon (kebetulan yang ulang tahun ini udah biasa makan di sini, udah kenal dia ama pemiliknya), sesaat setelah kita duduk, pesanan sudah langsung tersaji semua, ada kepala ikan kuah asam, ikan asap yang udah dihancurin kecil, sambal tomat, nasi putih, dan minuman.

Coba deh lihat seporsi kepala ikan itu, guedeee banget khan??. Itu tuh buat 1 orang lho... Aku sih kaget dipesenin makanan sebanyak itu, heuheuheu, kata temenku sih di sini makanan utamanya ya ikan ini, sedangkan nasi nya cuma jadi lauk, . Jadi biasanya ikan nya habis, tapi nasinya nyisa, karena udah kekenyangan..


Kuah asamnya itu lho, seger banget deh, asem asem anget seger, apalagi ditambah ikan nya yang masih seger juga. Ini yang membedakan warung artis ini dengan warung kuah asam lain, ikan di sini selalu segeeer, juara dah rasanya, sampe meresap ke daging ikan nya. Jujur aku sih gak kuat makan seporsi besar ikan, salah satu alasannya adalah salah teknik makan nya. Menurut info dari temenku sih, yang disuap dulu tuh ikannya, baru sesekali diselingi dengan nasi, heuheuheu. Kalau aku kebalikannya, jadi udah kenyang dulu ama nasi. Padahal uenaaaak bingits lho, tapi apa daya, perut dah gak kuat.

Untuk porsi kecil sebenernya ada juga lho, penyajiannya pake mangkok gitu, pas lah untuk 1 porsi, tapi berhubung ini udah dipesan kan oleh yang punya acara, ya sudah kita tinggal lahap aja.

Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Kupang, dan pengen wisata kuliner Halal, ini dah salah satu pilihannya. Tempatnya mudah banget kok dijangkau, untuk lebih jelasnya monggo dilihat di peta di bawah ini :



.

Share:

29 October 2018

3 Hotel Termurah Yang Paling Terkenal di Surabaya


Sebagai warga Negara Indonesia, tentunya kita sangat familiar dengan sebuah kota yang bernama Surabaya. Ya, kota yang menjadi ibu kotanya Provinsi Jawa Timur ini memang selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun asing. Nah, bagi yang hendak berlibur kesana, inilah 3 hotel termurah yang paling terkenal di Surabaya :

1. Global Inn Keluarga
Hotel termurah paling terkenal di kota Surabaya yang pertama, yakni bernama Global Inn Keluarga yang beralamat di Jl. Juanda No. 22, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Adapun mengenai beberapa fasilitas hotelnya yang terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, wifi gratis, parkir gratis, dan sebagainya. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath towel, shampoo, bath & toilet, tv, shower, air conditioner, dan sebagainya. Lantas, berapakah harga sewa per malamnya? Harga sewa per malam di Global Inn Keluarga ini sekitar Rp 140 ribuan saja.

2. Andalus Hotel
Selain Global Inn Keluarga, Andalus Hotel juga merupakan salah satu hotel murah di Surabaya yang jangan sampai kamu lewatkan. Fasilitas yang ada di Andalus Hotel ini terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, parkir gratis, wifi gratis, morning call, dan sebagainya. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath & toilet, shower, Ac, hair conditioner, body soap, shampoo, dan sebagainya. Alamat Andalus Hotel ini berada di Jl. Sutan Iskandar Muda No. 65, Ampel, Surabaya, sedangkan harga sewa per malamnya sekitar Rp 130 ribuan saja.

3. RedDoorz @ Sedati
Hotel murah di kota Surabaya berikutnya adalah RedDoorz @ Sedati, yang beralamat di Jl. Mangkurejo No. 1A, Sedati, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Fasilitas hotelnya terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, wifi gratis, dan parkir gratis. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath & toilet, shower, tv, Ac, body soap, dan shampoo. Harga per malam di RedDoorz @ Sedati ini sekitar Rp 132 ribu.

Itulah 3 hotel termurah yang paling terkenal di Surabaya. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk bermalam disana?

Share:

22 October 2018

Senja Pertama di Pantai Oesapa Kupang

Huaaaa masa kejayaanku di Pulau Lombok telah usai....
Mulai awal oktober 2018, aku pindah tugas dan tentunya pindah tempat tinggal ke tempat baru yang lokasinya lumayan jauh dari Lombok, heuheuheu

Yuhuuu aku pindah Kupang gaes.... (dengan tiba tiba)
Tahu khan Kupang? Itu lho ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di Pulau Timor, satu pulau dengan negara tetangga Timor Timur.

Kesan pertama saat menginjakkan kaki di tanah kupang adalah "panass", yuph udara di sini panas abisss, gersang dan berdebu, ya mungkin karena memang lagi musim kemarau ya. Tapi itu gak menyurutkan semangatku donk untuk mengeksplore Kupang.

Nah di sore harinya kita langsung donk mencari lokasi terbaik untuk sunset, dengan diantar oleh beberapa teman dari kupang, kita pun menuju sebelah utara kota kupang, yaitu Pantai Oesapa. Lokasi persisnya adalah di kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, Kupang, NTT, kira kira sekitar 10 km dari pusat kota kupang.

Enggak nyangka sih ternyata pantainya rameee banget, entah karena ini hari minggu sore atau memang rame tiap hari ya...

Dengan garis pantai yang lumayan panjang, di sepanjang pantai ini banyak terdapat cafe cafe/tempat nongkrong dengan penampilan yang warna warni, ada yang pake kursi kursi biasa, ada pula yang pake bean bag dan payung warna warni ala ala La Planca di Bali.

Untuk parkir kendaraan lumayan susah sih, karena sepanjang jalan udah dipenuhi motor dan mobil, lagipula  di sekitar sini enggak ada lahan khusus parkir, jadi kendaraan ya parkirnya di sepanjang bahu jalan. Oia satu yang unik di sini, di sisi kiri jalan ini banyak terdapat pohon lontar yang udah tinggi tinggi, ditanam dengan teratur, bagus sih sebenernya untuk foto foto, tapi sayang sekali aku enggak sempet fotoan di spot ini.


Setelah dapat tempat untuk parkir mobil, kita pun berjalan kaki menyusuri jalan untuk mencari tempat nongkrong yang woke dan tentunya yang masih kosong sih, hingga akhirnya kita memutuskan untuk nongkrong di sebuah cafe bernama "Sunset Cafe" , heuheuheu namanya gak kreatif banget yak.

Menu yang disajikan di sini lumayan lengkap ya, dari yang ringan sampai berat. Nah untuk daftar lengkapnya, silakan lihat di kertas menu di bawah ini


Sambil nunggu pesanan datang, aku iseng iseng donk turun ke pantai nya, jalan jalan keliling bentar sambil foto foto. Air laut sore ini sangat jauh di tengah, sepertinya ini lagi surut banget, jadinya banyak kapal yang teronggok di pantai, para pengunjung pun bisa berjalan kaki jauh ke tengah, banyak anak kecil pula yang main air dan pasir di kubangan air.

Nah ada satu hal yang baru aku temui di sini, belum pernah kulihat sebelum nya, yaitu tukang foto yang menjual jasa foto ke para pengunjung yang sebagian besar muda mudi. Untuk fotonya dijual dengan harga 2000/foto dalam bentuk softcopy yang akan ditransfer langsung ke HP. Hasilnya sih lumayan oke ya karena menggunakan kamera DSLR besar plus Lampu Blitz. Btw sepertinya orang orang disini belum banyak yang punya kamera sendiri, kamera hp kurang mumpuni untuk foto foto saat gelap (sunset). Sehingga jasa fotografer masih laku keras di sini.




Saat pesanan mulai datang , aku pun beranjak dari pantai, kembali ke meja.
Ada Salome, Mie Rebus, Kentang Goreng, Pisang Bakar Pipih (mirip Pisang Epe di Makassar), dan berbagai minuman, baik yang halal maupun yang haram, heuheuheu. Kalau aku sih cukup Extra Joss Susu alias Josua...

Syahdu sekali rasanya sore ini, ngobrol bareng keluarga baru di Kupang yang super baik, sambil menikmati cemilan dan senja. Gak ada suara ombak di sini, karena nun jauh disana...

Sebelum pulang, kita terlebih dahulu memanfaatkan jasa fotografer yang tadi kuceritakan. Tapi karena rame, kita tidak langsung mendapat giliran, harus nunggu antrean dulu, ya kira kira 15 menit kemudian barulah mereka datang menghampiri untuk fotoin kita.


Setidaknya disini ada 2 orang yang berperan, orang pertama adalah si fotografer yang membawa kamera dan bertugas mem-foto kita , dan orang kedua yang bertugas mentransfer foto dari kamera ke hp kita. Jadi prosesnya foto dari kamera dipindah ke laptop, lalu orang kedua tadi memindahkan foto dari laptop ke HP konsumen menggunakan kabel data. Heuheuheu. Karena kita order 5 foto, jadinya kita harus bayar 10ribu rupiah saja.

Setelah bener bener udah gelap, kita pun cabut dari pantai ini. Nah buat kalian yang lagi jalan jalan  ke Kupang, wajib banget buat mampir ke pantai ini. Untuk lokasinya , silakan lihat peta di bawah ini :

.


Share:

16 October 2018

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Harga Sewa Mobil


Menyewa mobil menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama Indonesia untuk bepergian. Meskipun harus mengeluarkan budget yang tidak murah, namun menyewa mobil bisa dibilang pilihan yang tepat untuk kebutuhan transportasi keluarga. Biasanya menyewa mobil dilakukan bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi namun malas menggunakan angkutan umum. Saat ini juga telah banyak perusahaan yang menawarkan jasa sewa mobil untuk mudik maupun untuk sekedar berlibur. Mobil yang ditawarkan pun juga beragam. Mulai dari mobil dengan ukuran sedang hingga yang berukuran besar untuk memuat banyak orang. Untuk keperluan mudik, biasanya yang paling banyak dicari adalah mobil dengan kapasitas besar karena biasanya saat mudik orang-orang akan membawa banyak barang utnuk oleh-oleh keluarga di kampung halaman. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung dengan mobil yang digunakan serta waktu sewa mobil. Untuk para konsumen yang ingin menyewa mobil, sebaiknya tidak tergoda dengan perusahaan yang menawarkan harga murah. Konsumen juga harus lebih pintar dalam memperhatikan nilai yang didapatkan dari perusahaan yang akan menjadi tempat sewa mobil. Terutama yang harus diperhatikan yaitu keamanan, keselamatan, serta kenyamanan dari kendaraan yang akan disewa. 

Harga sewa mobil biasanya ditentukan oleh beberapa hal seperti jenis mobil, lama penggunaan mobil, serta waktu. Setiap jenis mobil memiliki harga sewa yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah muatan yang dapat ditampung oleh mobil tersebut. Biasanya semakin besar mobil, maka harganya juga semakin tinggi. Beberapa jenis mobil yang ditawarkan antara lain Avanza, Xenia, Livina, Innova, dan lain-lain. Biasanya untuk jenis mobil Innova dibanderol dengan harga Rp 400 ribu per harinya. Harga ini akan berbeda apabila yang digunakan jenis mobil Innova dengan ukuran yang lebih besar, yaitu ditawarkan dengan harga Rp 1 juta per hari. Sedangkan untuk jenis mobil Avanza dihargai Rp 350 ribu per hari. Sedangkan untuk jenis mobil city car seperti Ayla, Brio, dan Agya ditawarkan dengan harga Rp 250 ribu per hari. Selain dihargai per hari, jasa sewa mobil juga menawarkan harga paketan, mingguan maupun bulanan. Seperti untuk mobil jenis Avanza atau sejenis MPV, untuk paket 10 hari dibanderol dengan harga Rp 5 juta. Tersedia juga paket lain yaitu untuk mobil jenis Innova ditawarkan dengan harga Rp 7 juta untuk 10 hari. Tarif ini sama untuk jenis mobil Avanza. Harga yang ditawarkan tersebut belum termasuk ongkos supir maupun bensin.

Konsumen juga harus memperhatikan waktu untuk menyewa mobil. Hal ini dikarenakan sewa mobil pada hari biasa harganya akan jauh berbeda ketika harga sewa mobil pada saat lebaran. Tentu saja sewa mobil pada saat lebaran harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan pada hari biasa. Hal ini disebabkan pada hari lebaran banyak orang yang menyewa mobil sehingga jumlah mobil menjadi semakin langka. Biasanya harga yang ditawarkan saat lebaran naik dua kali lipat dibandingkan pada saat hari biasa. Begitu juga untuk ongkos supir maupun bensin juga mengalami kenaikan pada saat lebaran. Jika di hari biasa ongkos supir ditawarkan dengan harga Rp 150 ribu per hari, maka pada saat lebaran ongkos supir bisa menjadi Rp 250 ribu per hari. Tariff yang ditawarkan tersebut belum termasuk ongkos untuk makan supir yang tentunya juga harus ditanggung oleh para konsumen. 

Share:

Cerita dari Tanjung Aan dan Bukit Merese


Dengan berbagai permasalahan yang ada, kawasan Mandalika cukup lumayan lama berbenah. Namun alhamdulilah sekarang, jalan jalan udah lebar dan mulus, fasilitas umum ditambah (tempat bilas), pembangunan beberapa hotel mewah, serta udah ada masjid besar bernama Masjid Nurul Bilad.

Namun itu semua hanya di sekitar pantai Kuta Mandalika saja, berbeda kondisinya dengan pantai Tanjung Aan dan sekitarnya, Jalannya sebagian besar masih rusak dan yang paling mengganggu adalah tembok panjang yang membentang sepanjang pantai dari Bukit Merese, sumpah deh nih tembok ganggu banget, enggak segera dilanjutkan pembangunan lagi, dibiarin gitu aja.


Beberapa hari yang lalu, aku menyempatkan mampir ke Pantai Tanjung Aan, setelah setahunan lebih enggak kesana, heuheuheu. Sudah sering sih mendengar cerita mengenai tembok panjang itu, hingga akhirnya aku melihat sendiri.

Untuk masuk ke tanjung aan di bagian kaki bukit merese, kita dipungut biaya 10rb rupiah/mobil, enggak menghitung isi orang nya berapa, pokoknya semobil 10rb. Kendaraan kita parkirkan di deket jalur pendakian ke Bukit Merese, dari portal masuk tadi ke parkiran ini, dahulu pemandangannya bagus lho, pantai indah dengan pasir putih, tapi sekarang pemandangannya tembok, heuheuheu.

Dari parkiran, kita berjalan kaki untuk menuju pantai yang berada di balik tembok ini. Ada lobang kecil di tembok itu (entah siapa yang melobangi), kita harus nunduk (bener bener nuduk) untuk bisa masuk, sedangkan si kecil bisa langsung masuk aja, karena tinggi lobang ini sekitar 5cm di atas kepala si kecil.

Yuhuuuu, akhirnya kita sampai juga di pantainya....




Suasana Tanjung Aan di bagian ini paling uenaak dah, karena teduh, banyak pohon nya, sehingga kita bisa goler goler tiduran di pasir sambil menikmati suara deru ombak. Kita goler goler dulu karena saat sampai sini masih lumayan terik, yaa sekalian istirahat lah ya.

Walaupun sebenarnya nyaman, namun ada 3 hal nih yang sedikit mengganggu.

Yang pertama adalah banyaknya sampah, baik itu sampah organik (rumput laut) maupun bungkus bungkus makanan. Sampah organik ini disebabkan karena akhir akhir ini ombak lagi besar, jadi banyak terbawa sampai tepi pantai, sedangkan sampah bungkus makanan, yaaa seperti biasa disebabkan oleh wisatawan yang gak peduli ama sekitarnya, padahal ada lho tempat sampah di sekitar sini.

Yang kedua adalah banyaknya anjing, entah ini anjing liar atau anjing milik warga sekitar yang membuka warung di sekitar pantai. Kehadirannya lumayan mengganggu sih, suka mendekat dekat, apalagi kalau kita sedang makan semacam daging2an... Terus juga suka berkelahi mereka, suaranya itu lho, serem cui..

Yang ketiga adalah para penjaja gelang dan kain. Pekerjaan mereka sebenernya mulia sih, berjualan, mencari uang dengan cara yang halal. Namun beberapa orang/wisatawan bisa jadi bakal terganggu dengan cara mereka berjualan, karena sedikit memaksa sih. Beneran deh. Dan aku pernah ngalamin dulu, awalnya khan karena kasihan, yaudah aku beli dah gelangnya (walaupun nanti enggak bakal kupake sih), nah pas milih milih, eh temen temen nya sesama penjual gelang (semua anak anak di bawah 10 tahun) tiba tiba datang menyerbu, dan pengen dibeli juga barang dagangannya, heuheuheu.... Berabe khan..

***

Semakin sore, air laut terlihat semakin surut. Tumbuhan laut berwarna hijau yang awalnya tadi enggak kelihatan terendam air laut, sekarang menjadi terlihat. Dan sejurus kemudian, beberapa inaq2 (ibu ibu) dan anaknya dengan membawa alat pencongkel menunduk nunduk menyusuri tumbuhan/rumput2 laut tersebut, hoho ternyata mereka sedang mencari kerang untuk dikonsumsi. By the way bila kalian pernah nonton serial drama korea "What's Wrong with Secretary Kim" , nah ada tuh adegan lagi nyari kerang seperti ini, heuheuheu.



Lalu perjalanan kita lanjutkan dengan mendaki bukit merese, niatnya sih mau sunsetan. Sampai di atas, ternyata udah rame banget cui, ada yang lagi syuting pula, adegannya adalah Perang Peresean, lengkap dengan penabuh alat musiknya. Enggak tahu sih itu syuting apa, aku enggak nanya, cuma menikmati saja. Bukan hanya wisatawan lokal yang nongkrong dsini, wisatawan mancanegara pun banyak. Mereka duduk duduk sambil foto foto, sekaligus menanti terbenamnya matahari.




Niat untuk sunset-an ternyata pupus, heuheuheu, si kecil rewel minta pulang, ya sudah daripada nangis, kita akhirnya beranjak dari tempat ini, berjalan turun menuju parkiran dan pulang....
Share:

11 October 2018

Nuf'Said : Warung Sederhana Diantara Resort Mewah


Nuf'Said adalah sebuah warung sederhana diantara hotel hotel/resort mahal di Pantai Mangsit, Lombok Barat. Lokasi yang strategis, membuat warung ini banyak dikunjungi bule bule dan wisatawan, terutama yang menginap di hotel2 sekitar sini, sebut saja ada Katamaran Resort, Holiday Resort, Verve Villa, Qunci Villa, Sudamala, Purimas, dan Jeeva Santai. Ya mungkin aja mereka bosan dengan menu hotel atau memang nyari makanan dengan harga yang miring, tapi tetap dengan view yang wokeee.

Jalan masuk ke warung ini cukup sempit , berupa jalan kecil diantara Verver dan Holiday Resort, tapi cukup untuk dilewati kendaraan roda 4. Untuk parkirannya lumayan luas, karena di sini berupa tanah kosong yang banyak pohon kelapanya, ya semacam kebon kelapa gitu dah

Kita sampai ke warung ini udah lumayan sore sih, bisa dibilang telat lah untuk menikmati sunset, ya biasalah jalan menuju senggigi dari kota mataram pasti macet kalau minggu sore, apalagi tadi ketemu nyongkolan (adat pernikahan) di jalan, heuheuheu. Kondisi warung udah lumayan ramai, tapi untung saja masih ada kursi kosong di pojokan utara.



Berbeda dengan cafe cafe lain nya, warung ini bener bener sederhana deh, meja kursinya dari kayu dan bambu, atapnya juga dari daun, sedangkan dinding warung nya juga dari kayu kayu, pokoknya serba coklat deh... 

Menu yang disajikan warung ini utamanya adalah seafood bakar bakaran (grill), tapi berhubung kita cuma mau nongkrong sore sambil sunsetan, kita enggak order menu seafood, cuma menu menu ringan aja, seperti mie kuah, kentang goreng, banana split dan kelapa muda. Padahal menurut kabar kabar yang beredar , barakuda bakar nya enaaaak lho... Next time dah kita bakal cobain..


Nah sambil menunggu pesanan disiapkan, kita main main pasir dulu donk ama si kecil, karena memang sudah merencakanan dari awal, jadinya persiapan bawa mainan pasir dan mobil mobilan. By the way udah lumayan lama dia gak main pasir, heuheuheu seneng banget dah.

Sementara itu matahari dengan cepatnya menuju cakrawala, pemandangan sunset sore ini lumayan cantik, ditambah lagi surut, jadi kelihatan batu batuan nya. Namun sayang, di arah barat banyak awan, matahari nya menghilang ditelan awan deh.

Kalau diperhatikan, pasir di sini unik deh. Berwarna hitam untuk yang di bagian atas (termasuk yang deket warung) tapi berwarna putih di garis pantai nya, jadi ada dua jenis pasir gitu deh. Oia di pinggiran sini juga banyak terdapat bekas rumah keong dan kerang2 kecil, serta pecahan terumbu terumbu karang, wah sepertinya di bagian agak tengah bagus nih buat snorkling.. (sepertinya sih)


Gak berapa lama, orderan makanan pun datang. Langsung dah kulahap mie kuah nya (kalau dalam menu sih namanya Soup Mie). Eh ternyata bukan mie kuah biasa (mie instant) ini bumbunya racikan sendiri deh, enggak terlalu kuat, agak cenderung hambar, untung ada saus dan sambal, jadi lebih kerasa. Untuk pelengkapnya ada potongan buncis, kubis dan wortel mentah, telur rebus setengah matang, serta suwiran daging ayam, cocok sih dimakan sambil menikmati angin pantai yang dingin.

Sedangkan si kecil dengan lahapnya menikmati banana split, yaitu pisang dengan topping es krim coklat. Btw awalnya kita pesan pisang goreng lho, eh ternyata kosong kata pramusaji nya. Yaudah akhirnya kita pesan deh banana split. Pas disajikan, potongan pisang nya itu pisang goreng, heuheuheu, weladalah jadinya bukan kosong, tapi harus pesan sekalian dalam wujud banana split.

Untuk kentang goreng nya agak berbeda, biasanya khan pake kentang beku berbentuk balok balok gitu, nah di sini pake kentang fresh yang dikupas, dipotong potong biasa, lalu digoreng. Disajikan dengan saus tomat, saus sambal dan garam. Jadi ternyata kentangnya digoreng tanpa bumbu. Kalau mau terasa asin gurih, ya tinggal dicocol ke garam nya, heuheuheu. Tapi enak juga ternyata..



Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke lombok dan pengen menikmati menu seafood ataupun menu menu ringan sambil nongkrong santai di pantai sore sore dengan harga yang bersahabat, silakan meluncur ke Nuf Said Warung ini. Lokasi persisnya silakan disimak di peta di bawah ini :



.


Share:

6 October 2018

Jalan Jalan ke Benteng Vredeburg


Saat jalan jalan ke Jogja bulan lalu, sebenernya aku males banget menuju Malioboro dan sekitarnya, lha macet banget cui... Tapi ya berhubung teman jalan lagi pengen banget ke arah sana, tepatnya Benteng Vrederburg, yaudah aku ngikut aja.

Dengan menggunakan taksi online, kita pun meluncur kesana pagi pagi, biar enggak terlalu macet, eh tapi tetep aja, padat merayap sih. Tapi untungnya si kecil enggak rewel, justru asyik ngelihatin hiruk pikuk di jalanan.

Berhubung pakai taksi online, kita enggak pusing nyari parkiran, dan memang disana parkiran mobil udah penuh, kalau untuk motor sih masih bisa.


Ini adalah kunjungan ke-2 ku di Vrederburg, dulu sih relatif sepi, enggak seramai ini, yaa mungkin karena efek lagi libur panjang.

Tiket masuknya murah banget lho, cuma 3000/orang untuk dewasa dan 2000/anak anak. Ini untuk wisatawan domestik, kalau untuk wisatawan manca, lebih mahal tentunya.

SEJARAH
Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1760 oleh Pemerintah Belanda yang pada saat itu merasa khawatir dengan pesatnya kemajuan Kraton Yogyakarta. Alasan yang digunakan Belanda tatkala membangun benteng yang jaraknya sangat dekat dengan keraton adalah untuk menjaga keamaan kraton dan sekitarnya. Tentu saja itu hanya akal-akalan saja. Aslinya benteng itu dijadikan pusat strategi dan pertahanan sekaligus blokade terhadap keraton. 

Bangunan ini awalnya bernama Rustenburg (peristirahatan), dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 di atas tanah Keraton. Berkat izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1765 - 1788 bangunan disempurnakan dan selanjutnya diganti namanya menjadi "Benteng Vredeburg" yang mempunyai arti "Benteng Perdamaian". Penggantian nama ini dilakukan setelah renovasi benteng yang rusak karena gempa bumi besar. Meskipun direnovasi, bentuk bangunan benteng tetap sama seperti awal dibangun yakni bujur sangkar lengkap dengan 4 bastion (ruang penjagaan) di setiap pojoknya. 

Sebagai tempat pertahanan, Benteng Vredeburg dilengkapi dengan pintu gerbang menghadap ke barat, tembok keliling, parit, dan jembatan angkat. Saat ini di belakang benteng telah ada akses masuk yang mengubungkan Benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta, dan Taman Pintar. Sesuai dengan pasang surut kondisi Indonesia zaman dulu, Benteng Vredeburg pun mengalami perpindahan tangan dari satu penguasa ke penguasa lain. Fungsinya pun berubah-ubah, mulai dari benteng pertahanan pasukan Belanda, tempat perlindungan para residen, tempat tahanan, markas tentara, dan kini akhirnya difungsikan sebagai tempat belajar sejarah perjuangan Indonesia alias menjadi Museum.




Saat kunjunganku dahulu, enggak sampai masuk masuk lihat diorama sih, cuma jalan jalan keliling di luar nya sambil foto foto. Nah kali ini kita masukin satu satu ruangannya, untuk lihat diorama. Wohooo ternyata keren keren ya. Lebih keren dari yang di keraton... Masing2 diorama itu menceritakan kisah pada jaman nya, dan keterangan/rincian ceritanya ditulis dengan jelas di depan diorama itu. Keren deh...

Karena terlalu asyik menikmati ruangan diorama, gak terasa waktu udah beranjak siang, padahal masih banyak spot di area benteng ini yang belum kita sambangi hari ini. Ya sudahlah, akhirnya kita menyudahi sampai sini saja, mungkin di lain waktu, kita bisa explore lebih jauh lagi.





FYI, di dalam area benteng ini ada cafe nya lho, namanya Indische koffie, tapi sayangnya pas kita kesana, cafe ini belum buka, aku cuma bisa intip intip bagian dalamnya lewat jendela, padahal bagus lho bagian dalamnya, kombinasi klasik dan elegan. Belum keberuntunganku nih, sayang sekali...


***

Peta Lokasi Benteng Vredeburg, Jogja

.




Share:

Blog Archive