26 April 2018

Casa Vintage Living : Cafe Unyu di Gili


Di bagian dalam salah satu gang di Gili Trawangan, di tengah hiruk pikuk nya cidomo berkeliaran, berdiri sebuah tempat serba putih berlantai 3 yang cakep, sangat kontras dengan bangunan sekitarnya yang biasa saja.

Nama tempat ini adalah Casa Vintage Living, dengan konsep butik cafe, jadi di lantai 1 dijadikan butik, sedangkan lantai 2 dan 3 disediakan tempat duduk untuk minum dan makan. Selain itu di bagian luar lantai 1 juga disediakan kursi kursi lucu untuk bersantap, tapi berhubung banyak cidomo yang lewat, jadi kurang nyaman, kita pun memilih untuk duduk di lantai 2 saja.




Buat kalian (terutama cewek) yang suka gaun/baju unyu, di sini banyak banget dijual lho, meskipun barang preloved (second) tapi kualitasnya masih bagus sih, dan harganya juga bagus, heuheuheu. Selain pakaian, juga ada pernak pernik lucu.

Sementara di lantai 2 terdapat dapur, dan beberapa tempat duduk indoor dan outdoor dengan interior dan penataan yang cantik. Setelah order makanan, kita langsung foto foto dulu, mumpung belum ada pengunjung yang lain, sambil nunggu makanan jadi.




Menu yang disediakan di tempat ini lumayan beragam, sebut saja pancake, muffin, sandwich, bruschetta, tapas, dan beef. Nah buat yang lidah lokal bisa pesen tempe atau urap urap. Untuk minuman nya ada jus buah segar, kopi, teh dan minuman beralkohol.


Kedatanganku tengah hari gini sebenernya agak salah sih, puanas banget cuy. Apalagi untuk tempat duduk di lantai 2 dan 3 outdoor, heuheuheu lantainya aja panas. Tapi adeeeem pas duduk di lantai 2 yang indoor, disini sekalian bisa melihat aktivitas para staff yang lagi meracik orderan menu.

Menu yang kupesan yaitu Sweet Wedges Potato, alias ubi jalar goreng dengan dua saus berbeda, berwarna merah dan kuning, kedua saus itu rasanya asem, lidahku sih enggak cocok dengan citarasanya, jadi cuma kumakan ubi goreng nya aja.

Sedangkan emaknya si kecil pesen green smoothies, berupa jus pisang dicampur sedikit bayam, biar berwarna hijau, tapi komposisi bayam nya sedikit, enggak kerasa. Ditambah topping potongan pisang, serutan kelapa kering dan banyak biji bijian. Baru pertama kali sih nyicip ginian, eh ternyata enak juga ya... bikin kenyang



***

Peta Lokasi Casa Vintage Living, Gili Trawangan

.

Share:

21 April 2018

4 Kuliner Surabaya yang Bikin Gagal Diet

Beberapa Minggu lalu, aku mendapatkan tugas dinas luar kota, tumben tumbenan nih dapat giliran jalan jalan, heuheuheu. Nah tentunya aku enggak menyia-nyiakan waktu donk untuk wisata kuliner di waktu kosong. Berhubung acara dimulai dari jam 8 pagi sampai 5 sore, waktu kosong nya ya cuman malam hari. Alhasil tiap malam, setelah acara usai, aku bersama beberapa temanku keluyuran malam keliling surabaya naik taksi online berburu kuliner khas nya. Nah di 3 malam ini, aku sukses menyantap 4 jenis kuliner yang bikin gagak diet, Apa aja itu? Yuk ah mari disimak satu satu :

1. Sate Klopo Ondomohen
Malam pertama di Surabaya, aku langsung diajak temenku wisata kuliner di salah satu tempat makan legendaris di Surabaya, namanya Sate Klopo. Aku sih belum pernah nyobain kuliner ini tapi udah pernah beberapa kali lihat liputannya di TV.

Warung ini berlokasi di Jalan Ondomohen (yang kini berubah nama menjadi Jalan Walikota Mustajab). Disebut sebut legendaris karena memang kuliner ini sudah ada sejak jaman kemerdekaan (1945) hingga saat ini dengan mempertahankan racikan resep awal, jadi citarasanya tetap sama.



Dibanding sate lain, sate klopo ini unik karena menggunakan kelapa atau klopo dalam pembuatannya. Tusukan daging sapi atau ayam dibaluri bumbu kelapa parut gurih saat dibakar. Pelengkapnya berupa serundeng yang juga terbuat dari kelapa. Sate ini disajikan di atas bumbu kacang dan kecap. Dilengkapi irisan bawang merah, potongan cabai rawit, dan serundeng di sisiannya.

Gurih gurih manis pedas rasanya. Recommended dah. Tapi untuk diperhatikan, warungnya enggak terlalu luas, sedangkan pelangganya banyak, jadi siap siap aja ngantre kalau datang pas jam nya makan. Seperti kemaren yang kita alami, kita datang pas jam makan malam. Harus antre dulu, antre nunggu sampai ada kursi yang kosong.

Sedangkan Untuk harganya masih terjangkau. Kita pesen sate daging sapi 5 porsi, nasi putih 6, es teh 4, habis 170 ribu rupiah.

2. Nasi Babat Cak Yasin
Masih berhubungan dengan sapi sapi-an, malam kedua ini aku diajak kulineran Nasi Babat, banyak banget warung nasi babat di Surabaya, namun temenku ini memilihkan Nasi Babat Cak Yasin yang berlokasi di Jalan Raya Dukuh Kupang. Kuliner ini cuman ada di malam hari, buka dari sore habis maghrib sampai tengah malam.

Berlokasi di trotoar jalan, sangat susah untuk mencari parkiran mobil, rame banget, kita harus parkir lumayan jauh dari warungnya.

Tapi meskipun ramai ya, pelayanan nya cepet banget, kita langsung duduk lesehan aja di karpet yang disediakan, bilang ama mas mas pelayan nya mau pesan nasi babat 3 porsi campur paru, plus es teh 3 biji. Eh gak sampai 5 menit, pesanan udah jadi.


Seporsi nasi babat disajikan dalam satu piring (tidak terpisah) berisi beberapa iris babat goreng, lalapan timun dan kemangi, serta sambel korek, dan tidak lupa nasi putih tentunya. Sekilas babatnya seperti dibumbui ala bumbu khas Madura asin dan gurih serta disajikan dengan sambel korek yang maknyusss. Karena aku enggak terlalu suka dengan yang asin asin, aku pun menambahkan sedikit kecap manis, maklum lidah jawa tengah, heuheuheu.

Rasanya ueeeenak gaes, gurih gurih pedaaas. Sebenernya satu porsi ini kurang lho, tapi berhubung masih ada ronde ke dua, aku urungkan niat untuk order piring kedua. Dari segi harga aku kurang tahu, karena kali ini ditraktir, heuheuheu

3. Lontong Balap Pak Gendut 
Ngomongin lontong balap, di Jalan Kranggan, dekat ex Bioskop Garuda, Surabaya, banyak banget warung yang menjual kuliner satu ini. Aku sampai bingung mau masuk di warung yang mana, hingga terpilihlah warung lontong balap pak gendut.

FYI, Dinamakan lontong balap karena pada jaman dahulu banyak yang menjual lontong dengan menggunakan “kemaron”. Kemaron adalah wadah yang terbuat dari tanah liat, yang di gunakan untuk menyimpan makanan yang mengandung kuah. Banyaknya penjual lontong dan tempat berjualan yang terbatas di pasar, membuat mereka cepat-cepat mengambil tempat untuk berjualan di pasar. Dari perjalanan mereka yang terkesan balapan, maka dari itu kemudian diasumsikan seperti orang yang sedang balapan. Jadi orang-orang menyebutnya sebagai Lontong Balap.


Seporsi Lontong Balap berisi lontong, tahu goreng dan lentho. Lentho itu semacam perkedel, tapi diracik dari singkong & kacang tolo. Kemudian masih ditambahkan kecambah/tauge, dan diguyur dengan kuah gurih plus ditaburi bawang goreng. Sebagai pelengkap nya kita juga pesan Sate Kerang.

Rasa kuahnya gurih asin ringan, hampir mirip dengan kupat tahu magelang, cuman kalau kupat tahu dominan rasa manis. Nah berhubung lidahku ini udah terbiasa dengan kuah kupat tahu yang manis, makan lontong balap dengan kuah gurih ini harus melalui masa adaptasi dulu, awalnya sih kurang suka, tapi setelah suap demi suap, eh jadi ketagihan deh, heuheuheu. Untuk masalah harga, aku kurang tahu, karena lagi lagi, aku dibayarin :)

4. Lontong Kikil Lodoyo
Malam terakhir di Surabaya, aku gak menyia nyiakan waktu untuk wisata kuliner malam lagi, padahal di Hotel tempat kita nginap udah dapat makan malam lho, heuheuheu. Anggap aja ini ronde kedua yeeee.


Kali ini menu yang kita sikat adalah Lontong Kikil, sama seperti lontong balap, di Surabaya banyak banget warung kaki lima yang jualan lontong kikil. Nah dengan berbekal aplikasi gofood, aku pun menemukan warung lontong kikil yang paling direkomendasikan alias paling banyak dapet orderan, yaitu Lontong Kikil Lodoyo yang berlokasi di Jalan Pucang Anom Timur Gubeng, deket apotek Pucang. Tapi aku enggak pesen via gofood ya, melainkan langsung ke warung nya, biar sekalian merasakan ambiance nya.

Alhamdulilah malam ini cerah, jadi kita aman duduk di meja kursi tanpa atap ini, heuheuheu, karena di bagian dalam yang beratap terpal sudah penuh sesak.

Kita order 3 porsi lontong kikil, 3 es teh dan 1 porsi tulang sumsum. Eggak perlu waktu lama untuk menunggu, semua orderan pun siap tersaji di meja kita.

Sumpah ini menu yang bikin gagal diet banget deh... Kuahnya seger gurih, kikil nya juga empuk, biar makin seger aku tambah sedikit perasan jeruk nipis. Dan paling pas memang disantap pas masih anget anget panas gitu. Setelah menyikat lontong kikil, menu penutup nya adalah tulang tulang sapi besar dengan lubang nya yang siap disedot sumsum nya, Yuhuuuu, slurrrrrrpp, sumsum gurih nan hangat sukses menjamah kerongkongan sampai perut. Enak enak enak....


Puaaas rasanya, meskipun cuman 3 malam di Surabaya, namun cukup lah untuk tetap mempertahankan kebuncitan perut ini, heuheuheu. Tapi masih banyak sih kuliner surabaya yang masih belum kucoba, yaaa bisa jadi alasan lah untuk balik ke Surabaya lagi. Heuheuheu

Salam Buncit.....!!!!


Share:

16 April 2018

Mampir ke Mangsi Coffee Sanur


Kedai Mangsi Coffee ini, sepengetahuanku ada beberapa di Pulau Bali, yaitu di Denpasar, Kuta dan Sanur (kalau ada yang baru lagi, silakan tulis di kolom komen). Kira kira setahun lalu aku pernah mampir bentar ke Mangsi yang ada di Jln Merdeka Denpasar, nah sekarang aku berkesempatan mampir lagi ke Mangsi, tapi yang berada di Sanur.

Kita sengaja mampir ke Mangsi ini untuk mengisi perut dan persiapan agar mata melek, karena kita sedang dalam perjalanan darat dari Kuta Bali menuju Pelabuhan Padangbai, guna menyeberang ke Lombok.


Berada di Jalan By Pass Ngurah Rai, kita sempet kelolosan/kelewatan gegara terlalu ngebut, hingga akhirnya kita puter balik di perempatan tidak terlalu jauh dari Mangsi ini.

Saat kita sampai di Mangsi, kita langsung disambut salah satu staff nya, hmmm ramah juga nih sambutannya. Dan kita langsung diarahkan ke meja kursi yang kosong. Kondisi sore ini sih lumayan ramai, ada beberapa pasangan muda mudi, dan sekelompok eksekutif muda yang sepertinya sedang meeting santai bersama kolega nya. Tapi alhamdulilah, kondisi ramai tersebut cuma berlangsung beberapa menit, karena tiba tiba semua pengunjung get out alias pergi dari kedai ini. Yuhuuu, sepii deh... Kesempatan terbuka lebar untuk eksplore setiap sudut kedai ini, dan foto foto tentunya


Suasana di dalam sini terasa nyaman dengan nuansa serba kayu dan warna coklat serta tirai bunga bunga yang menutupi sebagian dinding kaca. Sedangkan di bagian luar samping, terdapat kolam kecil yang berisi ikan mas berwarna orange dan hitam.

Kedai ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 11 malam, jadi bisa untuk Sarapan, Makan Siang juga Makan Malam. Selain itu, yang bikin kedai kopi ini beda adalah adanya Kids Menu alias menu khusus untuk anak anak, jadi bisa dibilang kedai kopi ini Kids Friendly lah ya..


Iseng iseng baca sejarah Mangsi Coffee ini ternyata seru juga. Infonya sih, Mangsi Coffee ini berdiri sejak tahun 2004, dimana awalnya khusus memproduksi kopi bubuk dalam kemasan. Kenapa kopi? Alasannya sih karena kopi adalah produk yang dikonsumsi masyarakat setiap hari dan peka jaman. Nah kalau untuk kopi bubuk Mangsi sih, aku dah pernah menjumpai di salah satu toko di Kota Mataram, Lombok. Itu beberapa waktu sebelum aku singgah di kedai nya ini.

Mangsi Coffee ini fokusnya pada Kopi Bali berjenis arabika yang berasal dari Kintamani. Dalam prosesnya Mangsi Coffee ingin tampil beda dalam urusan rasa. Lama-kelamaan, mulai deh bereksperimen selama beberapa tahun untuk membuat kopi spesial dengan campuran olahan rempah lokal Bali seperti kayu manis, cengkeh, jahe, pandan, coklat, kapulaga, ketumbar yang menjadikan sebuah ciri khas.



Dari segi nama, Mangsi diambil dari istilah Bali yang merupakan sebuah hasil proses akumulasi pembakaran api dengan kekuatan Brahman (dewa api berdasarkan konsep Hindu). Dengan kaitan filosofi di atas, menurut budaya Bali kuno, mangsi bermakna sebagai sarana perlindungan kepada anak-anak agar terhindar dari energi negatif dengan cara mangsi tersebut diambil dan debu itu ditempelkan pada keningnya.

Untuk urusan menu, kedai kopi ini lengkap banget gaes. Seperti yang aku tulis di atas, bahkan sampai ada kids menu nya loh. Nah buat yang suka menu menu serba sehat, ada juga smoothies.



Btw ternyata smoothies itu enak ya, seru lagi rasanya, karena merupakan campuran dari beberapa buah dan biji bijian, jadi ada asem nya, ada manis nya, ada pula sensasi krenyes krenyes saat mengunyah biji bijian itu. Sumpah ini pertama kali aku makan menu ginian, sering sih liat di acara liputan tipi, tapi enggak minat nyobain, udah ngerasa aneh duluan ama rasanya, ehhh setelah nyobain, ternyata ketagihan...

Untuk kids menu nya, kita order Nasi Goreng, dengan pelengkap telur ceplok dan sosis goreng, serta sedikit saos tomat. Alhamdulilah si kecil suka, dan habis seporsi gaes, heuheuheu.


Kalau aku sih tentu saja order kopi hitam ya, nah karena di sini hanya menyediakan kopi bali (kintamani) jadinya ya cuma bisa pesen jenis kopi itu, tapi dengan beberapa pilihan cara proses nya, yaitu Drip, Moka Pot atau Ibrik.

Nah buat kalian para pecinta kopi yang kebetulan lagi jalan jalan ke Bali, boleh lah mampir ke Mangsi ini, Recomended deh :)

***

Peta Lokasi Mangsi Coffee Sanur




.
Share:

11 April 2018

Liburan ke Oceano Jambuluwuk Resort Gili Trawangan


Liburan kali ini tanpa perencanaan sebelumnya, iseng iseng aja nyari nyari hotel di gili untuk weekend, eh ternyata nemu resort dengan harga kamar yang lumayan miring, yaitu Oceano Jambuluwuk Resort. Gimana enggak miring, lha cuma 500rb-an/malam untuk sekelas resort di salah satu online travel agent luar. 

Awalnya sih ragu mau nginep di sini, gegara lokasinya berada di ujung utara gili trawangan, sedangkan pelabuhannya berada di arah tenggara pulau. Lumayan bikin kaki pegel lah kalau jalan kaki sambil nenteng tas/koper.

Ada dua opsi alat transportasi dari pelabuhan menuju hotel, yaitu naik cidomo atau sewa sepeda. Nah berhubung nanti pasti butuh sepeda buat nyari nyari makanan atau jajan yang lokasinya agak jauh dari hotel, kita putuskan untuk sewa sepeda aja di deket pelabuhan. Banyak kok yang menyewakan sepeda di sini, kita sih nyarinya yang ada keranjang depan nya dan ada boncengan untuk anak. Alhamdulilah nemu di deketnya Gili Mart (minimaket), seharga 100rb untuk 2 sepeda, dikembalikan esok harinya pas mau pulang.


Dari tempat sewa sepeda ke hotel, kita menyusuri aja jalan lingkar gili, kalau menurut google maps sih sejauh sekitar 2 km. Gak bakal nyasar deh, karena jalur lingkar nya cuma satu. 

Oia, ada satu hal yang kelupaan, padahal aku pernah mengalaminya beberapa tahun lalu pas sepedaan keliling gili trawangan, yaitu ada satu titik di arah "timur laut" gili dimana disitu jalan nya buntu, jadi berpasir dan tertutup oleh hotel. Jadi kita harus mendorong sepeda beberapa ratus meter melewati pasir dan pinggiran hotel yang cuma bisa dilewati 1 sepeda, itu pun harus dituntun karena sisi jalan yang satunya adalah laut. Cara yang bener sih harusnya kita lewat jalan pintas lewat tengah pulau yang biasa dilewati cidomo, namun karena sudah terlanjur, ya kita lanjut ajaaa.



Sampai di hotel nya, kita parkir sepeda di depan hotel, nah di depan hotel ini udah disediakan semacam tempat parkir sepeda. Lanjut kita jalan kaki sebentar menuju lobi nya yang berada di balik bangunan berbentuk kapal/belakang kolam renang.

Staff staff di sini ramah banget deh, tiap ketemu tamu pasti menyapa dengan senyum lebar :)

Proses check in cepet sih, sama seperti hotel lain, kita diminta menunjukkan id card untuk difotokopi dan lanjut isi form check ini berupa nomor telepon, alamat email dan tanda tangan.. Tapi berhubung waktu check in sebenernya mulai jam 2 siang, dan masih satu jam lagi, kita pun main main dulu di playground yang berada di samping lobi.

Di sini terdapat ayunan, perosotan dan patung badak. Lumayan lah si kecil bisa main main dulu di sini, enggak bosen nunggu dengan cuma duduk aja.


Nah pas main ayunan, aku lihat beberapa tamu tuh naik sepeda sampai ke depan kamarnya dan parkir di depan kamar, weleh ternyata sepeda nya boleh dibawa masuk sampai depan kamar, heuheuheu.\

Sekitar setengah jam menunggu, eh ternyata kita dipanggil salah satu staff, dan menginformasikan bahwa kamar sudah siap. Kita pun diantar menuju kamar melewati jalan setapak berlika liku, mirip jalan setapak nya Kila Senggigi dan Holiday Resort, cuma ini lebih padat dan rapat bangunan bangunan nya.


Kamar yang kita tempati ukurannya standar sih, isinya kasur ukuran besar yang sebenernya merupakan gabungan 2 single bed, heuheuheu. Ada fasilitas free wifi yang lumayan kenceng, tv dengan channel dalam dan luar, AC super dingin, meja bangku, cermin, lemari, kulkas, safety box, telepon, payung dua biji, dan kamar mandi standar lengkap dengan amenities nya, termasuk air panas dingin. Yang jelas nyaman dah kamarnya





Jambuluwuk ini mempunyai 2 kolam renang, yang pertama di dekat lobi, akan kita lihat pas masuk ke area hotel, sedangkan yang kedua ada di bagian belakang hotel, yang ini lebih bagus dan lebih nyaman sih, sehingga kita pun main air nya di sini, bukan yang di depan.

Kolam renangnya berbentuk kotak panjang, di kanan kirinya terdapat tempat duduk/berjemur, di ujung terdapat semacam air terjun buatan sedangkan di ujung satunya terdapat pool bar, kolam anak/dangkal dan kolam dangkal yang ada semprotan udara dari bawah. Uenak berendem di sini, semacam dipijitin air, lebih enak lagi kalau airnya hangat ya, jadi semacam jacuzzi gitu deh.





Untuk sarapan, kita harus menuju restoran yang berada di depan hotel, persis di samping pintu masuk nya, untuk lokasi makan disediakan meja kursi di samping resto juga di seberang jalan dengan view pantai. Aku sih milih di deket pantai, biar si kecil sekalian main main pasir, sambil sesekali suap.

Varian menu nya kurang beragam sih menurutku, dan rasanya juga kurang mantap untuk sekelas resort lho. Tapi scramble egg nya enak sih, soalnya si kecil suka, heuheuheu, plus ama sosis nya.



Overall, terpuaskan lah dua hari semalam di resort ini, suasananya tenang, plus jauh dari keramaian, nyaman buat liburan keluarga. Oia ada satu lagi kelebihan dari resort ini, di pantainya kita bisa menikmati Sunrise (pagi) dan sunset (sore), wokeee khan....


***

Peta Lokasi Oceano Jambuluwuk Resort Gili Trawangan


.
Share:

6 April 2018

Narmada Botanic Garden : Kebun Bunga Nge-Hits di Lombok

Minggu sore mumpung enggak panas, aku ngajakin si baby k lengkap ama emak nya jalan jalan, kali ini bukan ke pantai, tempat makan atau ke timezone tapi kuajakin blusukan ke kebon nya orang yang lagi nge-Hits, namanya Narmada Botanic Garden. Tempatnya ada di luar kota sih, tapi enggak jauh kok, cuma 13 km aja dari rumah di Kota Mataram.


Rute ke Narmada Botanic Garden
Jalur menuju lokasi kebon nya gampang dan udah bagus, aspal mulus sepanjang jalan, bisa dilewatin kendaraan roda 2, 3 maupun 4.  Kalau dari Kota Mataram, tinggal arahkan aja kendaraan ke arah timur menuju Sandubaya, lanjut ke timur, melewati Mall Lombok City Center yang udah almarhum, lanjut ke timur lagi, melewati persimpangan Taman Narmada. Nah dari Taman Narmada ini tinggal ke timur dikit, patokannya Indomaret, di seberang Indomaret ke timur dikit ada jalan kecil ke kiri, masuk dah ke jalan itu, dan sampailah ke Narmada Botanic Garden.

Parkiran nya sudah dipisahkan antara kendaraan roda 2 dan 4, biaya parkirnya sih gratis, tapi untuk masuk ke kebon nya, kita harus membayar tiket masuk sebesar 5 ribu/orang dewasa, si Baby K gratiss deh.


Dari parkiran menuju kebon, kita akan menyusuri kali kecil yang kalau sore banyak lelaki lelaki setempat lagi mancing ikan.

Meskipun belum lama dibuka untuk umum, kebon ini udah rame loh, kebanyakan sih muda mudi yang hobi foto foto, heuheuheu jadi ngerasa tuir nih gegara kesini bawa anak.





Kedatangan kita disambut oleh tulisan tulisan/quote quote unyu yang bikin baper, dan spot spot untuk selfie. Nah di sepanjang jalur berjalan kaki ini ada selokan kecil berair super bening dan penuh oleh ikan ikan hias, mulai dari yang mini sampai yang jumbo, si Baby K heboh banget lihat ginian

Bunga bunga yang ditanam sih paling juara ya Bunga Matahari, karena bunganya besar berwarna kuning cerah, banyak jumlahnya dan wokeeee buat foto foto, selain itu juga ada bunga lavender berwarna ungu, bunga kenikir, bunga kertas, dan bunga kuning kecil yang entah namanya apa, ada juga kebon timun yang lagi banyak berbuah. Kita bisa lho petik timun nya langsung dari pohon nya, tapi dikenakan biaya 1000/buah. Ada juga kebun buah manggis, jeruk, dan taman labirin yang sedang dalam pembuatan, sekarang sih belum kelihatan labirin nya, mungkin beberapa bulan lagi.






Di bagian tengan terdapat rumah pohon, yang dari atas bisa melihat keseluruhan kebon ini. Nah di bawahnya terdapat warung kecil dengan kursi kursi yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat. Di warung ini menyediakan berbagai minuman ringan dingin, jajanan, dan rujak buah, oia di sebelah warung ini juga ada inaq inaq (ibu ibu) penjual sate. Lumayan kan tuh, sehabis capek keliling kebon, kita bisa langsung makan sate


Kebon ini infonya milik Mas Bayu, putra dari Dokter Pasek. Berbekal kebon miliknya seluas 1 hektar, dia menyulapnya menjadi kebon bunga. Bekerja sama dengan karang taruna setempat, kebon ini pun bisa menghasilkan pundi pundi rupiah, sekaligus memberi lapangan perkerjaan bagi pemuda setempat. Ke depan nya kebon ini akan dilengkapi dengan fasilitas umum lain seperti aula, mushola dan pemandian (masih dalam proses pembangunan) sekaligus melengkapi koleksi bunga bunga nya.

Nah buat kalian yang bosen dengan pantai, monggo kunjungi kebon bunga ini. Yang masih bingung dengan lokasinya, lihat aja peta di bawah ini 



.
Share:

Blog Archive