18 June 2018

3 Hari Bersama The Alea Hotel, Bali

Di Postingan kali ini, aku mau me-review Hotel tempat kita tinggal selama 3 hari 2 malam saat liburan Natal 2017 kemarin.

Hotel yang kita tempati tersebut adalah The Alea Hotel yang berlokasi di Jalan Cendrawasih 78, Petitenget, Seminyak, Bali. Tidak jauh dari pusat keramaian Seminyak, tapi tetap terasa tenang dan nyaman.

LOBBY
Lobi hotel ini berada di lantai 1, di atas basement yang digunakan untuk parkir mobil/motor. Jadi kita harus menaiki beberapa anak tangga dulu untuk bisa sampai ke Lobi nya. Untuk ukuran hotel berbintang 3, lobi hotel ini lumayan luas lho, dengan banyak sofa di beberapa sudut. 

Untuk cek in, sebenernya sih jam 2 ya, tapi kita datengnya jam 12, lebih awal 2 jam dari jadwal, berharap aja sih bisa masuk sebelum jam cek in, udah lumayan capek nih setelah menempuh jalur darat dari Lombok. Dan alhamdulilah ada kamar yang sudah ready, sehingga kita enggak perlu menunggu sampai jam 2 deh. 


KAMAR
Ada beberapa tipe kamar yang disediakan, beda lantai beda harga. Aku sih order yang Pool Access, yang berada di lantai paling bawah, jadi pas buka pintu langsung bisa nyebur ke kolam renang nya. Aku udah booking kamar ini sejak dua minggu yang lalu lewat aplikasi Hotels.com , awalnya sih enggak sengaja untuk ngincer hotel ini, cuma berdasarkan kriteria yang aku list, hotel ini yang paling tepat/sesuai dengan kriteria yang aku buat sendiri, yaitu di area Seminyak, Harga di bawah 500rb/malam, Ada Kolam Renang, dan Include Sarapan. Mungkin kalau pas hari biasa bakal banyak hotel yang masuk kriteria ya, namun berhubung kita nginepnya di hari libur natal, harga harga hotel kebanyakan di atas harga wajarnya.

Kelengkapan kamar ini juga lumayan, kasurnya ukuran besar, ada TV, AC, Mini Bar lengkap dengan kopi, teh, gula, Kulkas Mini, Meja Kursi, Lemari, Safety Box, Wastafel, Cermin, dan Kamar mandi yang lengkap dengan air hangat dan dingin, handuk, sabun, sampo, dan amenities lain.



KOLAM RENANG
Kolam renang di Hotel Alea ada dua, berbentuk kotak memanjang berdampingan dengan wujud yang sama, cuma salah satunya bisa untuk anak anak, karena ada bagian dangkal nya. Enaknya booking kamar yang paling bawah tuh ya, buka pintu langsung bisa lompat ke kolam renang. Namun sayang sekali cuaca beberapa hari ini kurang oke, jadinya kita cuma sempet sekali berenang di kolam ini. Berada di tengah tengah, dengan dikelilingi kamar kamar, berenang di sini bisa jadi tontonan sih buat semua penghuni kamar, heuheuheu.



SARAPAN
Mungkin ada beberapa orang yang enggak peduli hotel yang ia tinggali menyediakan sarapan atau enggak. Tapi buat aku, tarif hotel yang include dengan menu sarapan itu wajib, heuheuheuheu, males pagi pagi nyari sarapan di luar.

Bertempat di lantai 2 (di atas lobby), ruangan restoran ini lumayan luas untuk menampung para tamu yang hendak sarapan. Selain untuk sarapan, resto ini juga disewakan untuk acara wedding lho, siapa tahu kalian mau menggelar resepsi di sini, heuheuheu.

Menu sarapan nya sih standar standar aja ya, ada nasi putih, lauk dan sayur, juga ada nasi goreng dan bubur, pastry, buah, jus, kopi, teh, dan telur goreng yang langsung dimasak oleh chef nya di resto ini. Kalau pas lagi rame ramenya, kita harus antre untuk mendapat 1 telur goreng aja. Dari segi rasa sih, lumayan enak lah ya...




LAIN LAIN
  • Beberapa kali menginap di Bali, saat order taksi online pasti drivernya telpon dulu dan bilang untuk jalan sedikit keluar hotel, jangan menunggu di Lobi, sebut saja hotel Amaris Nusa Dua dan Grand Zuri Kuta. Tapi untuk kali ini, enggak sama sekali, pihak hotel dan sekitarnya sangat welcome dengan taksi online. Kalau begini khan enak, tamu nyaman, driver pun tenang. Ntap Soul...
  • Untuk fasilitas free wifi nya lumayan kenceng (kalau di lobi) , pas ku coba di dalam kamar sih, kadang kadang kenceng, kadang kadang malah ilang sinyal.
  • Saat hari kedua, kita pergi seharian, dan saat malam nya balik ke kamar, kondisi kamar sudah rapi, juga ada dua botol air mineral baru, tapi handuk nya enggak diganti yang kering, dan odol nya juga enggak diganti yang baru, padahal biasanya kalau nginep hotel, 2 item itu pasti ganti di tiap hari nya. 
  • Staff hotel di lobi ramah ramah, dan pelayanan bagus. Di lobi juga menyediakan jasa titip barang barang/koper, seperti kita kemarin, check out pagi tapi enggak langsung pulang, melainkan jalan jalan dulu di hari terakhir, jadinya kita titip barang2 bawaan dulu. Gratis


***

Peta Lokasi The Alea Hotel, Bali

Share:

13 June 2018

Aktivitas Pagi Nelayan Pantai Mangsit

Beberapa waktu yang lalu, pas hari libur, aku kedatangan teman. Siang siang ke rumah sambil membawa box besar berwarna biru. Heuheuheu tumben tumbenan nih bocah bawa barang gituan, dan setelah dibuka, ternyata...... Hmmmm aroma bau khas ikan langsung menyeruak. Dia bawa se box ikan tongkol seger yang tadi pagi baru dia beli di pantai langsung dari nelayan nya.

Bisa dapet banyak gitu sih gegara dia gak tahu harga nya, yang jelas dia cuma bilang beli 30 ribu gitu. Heuheuehu gak pake timbangan, langsung aja dapet 1 kresek ikan tongkol fresh yang baru turun dari kapal. Karena takutnya busuk sebelum bisa dimasak semua, plus frezer kulkasnya udah gak cukup, akhirnya tuh sisa ikan dikasih ke aku.

Nah aku jadi penasaran nih, di minggu berikutnya aku ngajakin si kecil dan emaknya jalan jalan pagi ke Pantai, lokasinya di arah utara Pantai Senggigi. Mau lihat langsung kegiatan nelayan di pagi hari, sekalian biar si kecil bisa main main pasir.

Di sepanjang pantai yang aku datangi ini dipenuhi oleh resort dan hotel mewah, hanya menyisakan sedikit tanah kosong yang dimanfaatkan nelayan sekitar sini untuk memarkir perahu nya. Nah di situlah keriuhan selalu terjadi di pagi hari.

Satu persatu perahu merapat ke daratan setelah melaut menjaring ikan dengan alat jaring sederhana. Ukuran perahu perahu ini kecil sih, biasanya cuma diisi 2 orang, bahkan ada yang cuma 1 orang, sedangkan ruang kosong nya diisi jaring dan ikan hasil tangkapan.



Saat perahu sudah menyentuh bibir pantai, beberapa pemuda dan pria paruh baya langsung mendekat, bukan mau membeli ikan nya ya, tapi mau membantu pemilik kapal untuk menaikkan kapal ke daratan. 

Semua perahu nelayan ini punya lengan penyeimbang di kanan kiri nya yang terbuat dari kayu, selain sebagai penyeimbang saat melaut, kayu ini juga berfungsi sebagai pegangan orang orang tadi untuk mengangkat kapal sampai ke daratan, iya "mengangkat" , kapalnya benar benar diangkat sampai melayang tidak menyentuh pasir, hingga sekitar 10 - 20 meter menjauh dari bibir pantai.

Nah setelah pekerjaan mereka usai, perahu sudah aman dari ombak, pemilik perahu membagikan ikan tongkol kepada masing masing orang yang membantu tadi, aku lihat dari beberapa perahu, ada yang ngasih 1 biji ada yang ngasih 2 biji ikan, enggak seragam. Hal ini berlangsung sampai sekitar pukul sembilan. Setelah jam itu, pantai sepi, tinggal pemilik perahu yang masih merapikan isi perahu nya dan mengeluarkan ikan dari jaring jaring.



Terkadang datang ibu ibu, dengan membawa tas, yang langsung menuju kapal incaran nya, sepertinya sih sudah kenal/langganan, bisa dilihat dari keakraban mereka. Dia membeli ikan tongkol langsung dari nelayan nya, selain lebih murah daripada beli di pasar, tentu saja ikannya lebih segar, dan bisa pilih sendiri, heuheuheu.

Sembari aku foto foto, menikmati pemandangan, mengikuti aktivitas para nelayan di pagi hari, si kecil lagi seru main pasir dan air laut, maklum udah lama enggak jumpa :)

Di sebelah tempat kita duduk ini ada sebuah resort mewah, nah beberapa kali kesini tumben tumbenan nih ketemu satpam hotel yang lagi keliling bersama anjing doberman dengan ukuran lumayan besar.

Kirain bakal serem tuh satpam, eh ternyata dia ramah banget, malah nawarin untuk duduk di berugak tempat dia biasa nongkrong, dan pake keran air di sebelah berugak untuk bersih bersih, heuheuheu. Mantaph dah




Pantai ini memang udah jadi favorit dah untuk main main pasir, karena ombaknya bersahabat, enggak ada batu karang di sekitar bibir pantai dan tentunya ada keran air tawar untuk bilas. Oia, satu lagi, ini gratiss, enggak ada tiket masuk nya. Tapi ya itu, kalau main air pas lagi jam jam nya kapal merapat ke daratan, harus siap siap bila tiba tiba ada kapal lewat, heuheuheu.


Share:

7 June 2018

Apa Itu E-Budgeting? Ketahui Nilai Plus dan Minus dari Sistem Keuangan Ini

Era digital saat ini memungkinkan banyak hal dilakukan melalui sistem online termasuk dalam bidang keuangan. Sistem keuangan secara online ini sudah mulai diterapkan di beberapa daerah sebagai bentuk pembaharuan sistem, salah satunya melalui e-budgeting. 

Sebenarnya apa itu e-budgeting dan apa manfaatnya untuk pemerintah? E-budgeting ini adalah sistem keuangan berupa seluruh dokumentasi keuangan yang ditampilkan secara online sehingga jauh lebih transparan karena dapat diakses oleh siapa saja. E-budgeting ini berisi data-data keuangan dan anggaran dari pemerintah daerah yang dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi penyelewengan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang keuangan ini ternyata dapat menjadi terobosan positif guna meningkatkan kinerja pada aparatur negara dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. 


Sistem e-budgeting ini menjadi populer pada era Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai wakil gubernur Jakarta meskipun sebenarnya sistem ini sebelumnya juga sudah pernah diterapkan di daerah lainnya. Setelah sistem ini populer, banyak daerah lain seperti Bandung yang tertarik untuk mengadopsinya. Sistem e-budgeting ini menarik perhatian para petinggi daerah lain di luar Jakarta bukan tanpa alasan, memang sistem ini memilki keunggulan dibandingkan sistem pelaporan keuangan konvensional yang sudah lazim diterapkan. Berikut ini beberapa keunggulan dari sistem e-budgeting :
  • Meminimalisir terjadinya tindak korupsi
Pencatatan keuangan pemerintah daerah secara konvensional sangat rentan untuk tindak penyelewengan ataupun penggelapan. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dapat dengan leluasa melakukan manipulasi data karena seluruh data keuangan tidak ditampilkansecara terbuka ke khalayak ramai. Pada penggunaan e-budgeting data keuangan yang sudah terisi dapat langsung dilihat oleh masyarakat dan sudah tidak dapat diubah-ubah sehingga ruang gerak bagi para koruptor menjadi semakin sempit. 
  • Proses dokumentasi data-data keuangan menjadi lebih efisien
Penggunaan sistem keuangan elektronik dapat jauh memberikan efektivitas dan efisiensi karena seluruh data yang ada dapat langsung diakses dan dievaluasi oleh pejabat terkait. Pada pendataan secara konvensional pelaporan keuangan memerlukan proses yang lebih panjang daripada ketika menggunakan sistem e-budgeting. Efektivitas dan efisiensi yang ditawarkan ini tentu dapat semakin meningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang semakin baik untuk masyarakat. 
  • Memberikan transparansi publik terkait keuangan daerah
Dengan sistem e-budgeting masyarakat memiliki kesempatan untuk mengetahui data keuangan dan turut mengawasinya secara langsung. Apabila masyarakat menemukana adanya data atau pelaporan yang mencurigakan maka masyarakat dapat langsung melakukan aduan agar segera diambil tindak lanjut. Sistem ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa para pejabat publik melaksanakan tugas sesuai dengan yang seharusnya tanpa ada dana-dana yang diselewengkan untuk kepentingan yang tidak seharusnya.

Selain keunggulan-keunggulan tersebut, sistem ini juga masih memilki kekurangan dan nilai negatif. Sistem pendataan yang serba online ini memiliki potensi bocornya data oleh peretas yang tidak bertanggung jawab. Selain itu adanya virus ataupun permasalahan teknis lainnya juga dapat mengancam rusaknya sistem dan hilangnya data keuangan. Semua kemungkinan buruk ini hendaknya sudah diantisipasi dengan baik oleh pemerintah daerah. Tindakan antisipasi ini dapat dilakukan dengan menerapkan sistem keamanan data yang ketat serta penggunaan tenaga-tenaga teknis yang profesional untuk menangani permalasahan teknis pada sistem yang mungkin terjadi. Kemajuan keuangan elektronik memang memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya karena segala hal terkait keuangan menjadi jauh lebih mudah dijangkau dan diakses oleh banyak kalangan.

Share:

6 June 2018

Makan Sepuasnya di Hotel Aruna Senggigi

Setiap bulan ramadan, hotel hotel di Lombok berlomba lomba bikin paketan buka puasa, mulai yang paling terjangkau yaitu Hotel Golden Palace dengan harga 75rb/orang net, all you can eat, sampai yang lumayan mahal yaitu Hotel Sheraton Senggigi dengan harga 170rb/orang net, all you can eat.

Minggu lalu, aku sempet nyobain menu buka puasanya Hotel Astoria di Rembiga, Mataram. Harganya 100rb/orang (belum termasuk pajak dan service charge) all you can eat. Tapi karena aku datengnya terlalu mepet jam buka, dan kondisi resto full book, jadinya enggak sempet foto foto untuk di posting. 


Nah sore ini (5 Juni 2018), aku bareng temen temen satu team di kantor (bersama istri dan anak) menyempatkan untuk kumpul kumpul santai sambil menikmati menu buka puasa di Hotel Aruna Senggigi. Harga nya 95rb/orang net, all you can eat untuk dewasa, untuk anak anak 5 tahun ke atas, harganya separo harga dewasa, sedangkan anak anak di bawah 5 tahun free.

Kali ini aku datengnya enggak mepet jam buka nih, bahkan pas sampai restonya, makanan masih disiap siapkan oleh staff resto nya alias belum ready semua. Berhubung sudah booking sehari sebelum nya, jadi meja kita sudah disiapkan dengan jumlah kursi sesuai yang kita pesen.

Sambil menunggu jam buka puasa, aku manfaatin untuk foto foto dulu donk ya, heuheuheu





Sekitar 5 menit sebelum buka puasa, semua personil sudah lengkap datang. Dan, masing masing langsung mengambil jajanan dan es kesukaan mereka, biar nanti pas jam nya buka, langsung bisa ngunyah, heuheuheu.

Dengan 95 ribu sih, menurutku worth it lah ya, bisa dapet menu makanan lumayan banyak, mulai dari jajanan dan kue kue basah, beberapa keripik dan kacang telur, beberapa jajan rebus seperti kacang, ubi dan jagung, potongan buah segar dan asinan buah. Sedangkan untuk minuman ada beberapa jus buah, es teh, air putih, es campur dan kopi/teh panas.







Untuk menu beratnya ada Soup Mie, Nasi Putih, Bihun Goreng, Ayam Bumbu Bali, Sayur Kacang, Perkedel, Oseng Tempe, dan BBQ di sisi luar resto. Cuman sayang sekali ada satu hal yang kurang nih, yaitu gorengan, semisal tahu/tempe goreng, risoles atau lumpia.

Dari segi rasa sih, aku kasih nilai 8 dari 10 ya, menu yang paling juara tuh soup mie dan BBQ nya. Kuah soup nya juara deh, gurih banget, cuman sayang nya enggak ada isian bakso atau daging nya. Untuk bisa mendapatkan BBQ nya kita harus bersabar antre yaa, karena ini live cooking, langsung dimasak saat itu juga... Tapi tenang aja, persediaan banyak banget, jadi dijamin pasti ketagihan deh, kita aja sampai bolak balik beberapa kali, heuheuheu


Satu hal yang jadi masalah saat ngumpul dengan membawa krucil krucil adalah, si orang tua jadi enggak bisa konsen ngumpul dan ngobrol, pasti konsentrasi terpecah untuk memperhatikan gerak gerik si kecil, nah untungnya di samping resto ini ada playground nya, heuheuheu, jadinya mereka pada anteng dah tuh main di situ, gratis pula. Nah untuk sholat maghrib, para pengunjung bisa menuju lantai 2, sudah disediakan tempat nya.

Setelah puas bercengkerama dan sudah enggak kuat ngunyah lagi, kita pun cabut dari sini, untuk pulang kerumah masing masing, tapi seperti biasa, sebelum berpisah, kita foto foto dulu, heuheuheu

Kurang 3 personil, udah pulang duluan



Share:

1 June 2018

Yuk ke Pohon Purba di Lombok Timur

Di Lombok Timur ada sebuah kawasan yang berdiri puluhan pohon raksasa yang bisa dibilang pohon purba karena sudah berusia sangat tua. Meskipun ini bukan lokasi wisata baru, sepertinya masih banyak yang belum tahu mengenai tempat ini. Sebenernya aku sih udah beberapa kali lewat sini pas perjalanan berangkat dan pulang dari Gili Kondo dkk. Tapi enggak pernah mampir untuk sekedar fotoan.

Nah beberapa waktu lalu pas kita mau ngunjungin keluarga di daerah Tanjung, Lombok Timur, kita menyempatkan buat ke hutan purba ini dah.


Tentang Pohon Purba (LIAN)
Lokasi pohon terletak di Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, persis di tepi jalan utama menuju objek wisata Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Kapal, Gili Petagan dll. Jadi misalkan kita dari Kota Mataram mau ke gili gili itu, pasti deh lewat hutan purba ini.

Ada beberapa info yang beredar mengenai asal usul pohon ini, namun menurut cerita dari salah satu pengelola area ini, pohon purba tersebut bisa berada (hanya) di kawasan ini karena memang ditanam oleh seorang warga belanda (bernama Lian) sekitar Tahun 1600-an.


Pepohonan raksasa ini berada di lahan seluas 4 hektar dan dimiliki 4 orang meskipun yang dikembangkan menjadi obyek wisata hanya sekitar 1,5 ha. Areal ini dahulu sempat dijadikan budidaya kapas pada tahun 1970-an. Tapi, Pada tahun 1982 areal ini dialihstatuskan untuk kegiatan tanaman perkebunan, lalu diserahkan kepemilikannya kepada perseorangan.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencoba membelinya untuk dijadikan areal konservasi mengingat pohon itu sangat langka. Namun, sampai sekarang belum terwujud. Empat pemiliknya ingin menjadikan lokasi itu sebagai lokasi wisata. Saat ini setidaknya terdapat 40 pohon di areal itu. Jumlah pepohonan belum termasuk di pinggir jalan, baik yang tumbuh subur maupun yang tumbang akibat angin kencang dan ditebang, karena batangnya keropos dan lapuk. Namun hanya sekitar 19 pohon saja yang berada di area wisata umum, sisanya berada di area sekitarnya yang masih banyak semak semak.

Akar pohon purba ini mencapai sekitar 170 sentimeter. Lingkar batang bawahnya sebesar pelukan tiga hingga empat lengan orang dewasa, batangnya mirip batang pohon kapuk randu, berlekuk menyerupai gelampir leher sapi. Namun, batangnya licin sehingga pohon sulit dipanjat, lagian ngapain juga mau manjat pohon ini, heuheuheu


Untuk menuju ke tempat wisata ini, cukup mudah, yaa meskipun lumayan jauh dari Kota Mataram, kalau dengan kecepatan sedang sih, bisa sampai 2.5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, dengan kondisi jalan yang mulus dan lebar. Bus besar pun bisa aja sampai sini.

Dahulu, pohon pohon di pinggir jalan ini enggak ada yang mengelola serius, kalau mau foto ya tinggal masuk dan foto, enggak ada yang menjaga, tapi sejak 2014 mulai dikembangkan jadi objek wisata umum. Saat ini (Mei 2018) pengunjung harus membayar 5rb/motor atau 10rb/mobil untuk bisa sekedar fotoan di sini dan bersantai di berugak berugak nya.


Ada satu warung di pojokan dekat pintu masuk, yang menyediakan beberapa makanan serta minuman seperti kopi dan es kelapa muda dengan harga yang terjangkau, sesekali juga ada penjual Cilok/Pentol keliling menggunakan motor yang mampir.

Pohon ini memiliki bagian bawah yang keren buat fotoan, berlekuk lekuk dan ada beberapa yang membentuk lubang/pintu. Namun sayangnya beberapa pohon menjadi korban keisengan pemuda yang corat coret nama mereka di pohon ini (vandalisme).


Oia ternyata tempat ini juga dijadikan tempat menangkap kelelawar oleh warga sekitar sini, saat kita datang, ada seorang bapak tua yang sedang memasang jaring perangkap di salah satu pojokan hutan ini, saat kutanya, beliau menjawab untuk menjerat kelelawar. Wew jangan jangan kelelawar bakar  besar yang dijual di Pasar Karang Jasi Cakra itu berasal dari Hutan ini nih. 

***

Rute Menuju Hutan Lian Purba di Lombok Timur


.
Share:

26 May 2018

Menikmati Senja di Casa Vintage Beach

Sore sore, sehabis puas istirahat siang di Hotel, aku manfaatkan waktu untuk berkeliling Gili Trawangan menggunakan Sepeda. Dengan titik awal dari Jambuluwuk Resort, aku mengarahkan sepeda ke arah barat pulau, menuju keramaian para pemburu senja.

Berbeda banget dengan beberapa tahun lalu saat keliling gili trawangan, kini sebagian besar wilayah pesisir pantai di gili sudah ada bangunan nya, tinggal sedikit saja yang masih tanang kosong. Mulai dari hotel hotel sederhana, hotel hotel mewah, resort sampai cafe cafe lucu.


Nah salah satu tempat nongkrong unyu yang berada di pesisir barat trawangan adalah Casa Vintage Beach. Bila kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah pernah denger donk dengan yang namanya Casa Vintage, yuph, aku pernah nulis juga tentang Casa Vintage di Blog ini beberapa waktu yang lalu, meskipun namanya sama, tapi kedua tempat ini berbeda, Casa Vintage Living berada di bagian dalam pulau, tidak jauh dari dermaga, sedangkan Casa Vintage Beach berada di pesisir pantai. Untuk lebih akuratnya, silakan lihat peta di bawah postingan ini.


Mbak mbak pelayan nya ramah banget, saat tahu kita berhenti di depan Casa Vintage, beliau langsung menyapa dan mempersilakan mampir. Tenang saja, Untuk sepeda sudah dipersiapkan tempat parkirnya lho.

Beberapa bangku sudah siap sedia untuk ditempati pengunjung, menghadap ke arah barat, pas dengan view Sunset. Di sekitar tempat duduk ini terdapat banyak pohon, jadi misalkan kita datangnya siang hari pun dijamin enggak bakal kepanasan, justru malah sejuk kena angin pantai.




Sebagian besar pengunjung di sini adalah wisatawan mancanegara, hanya sedikit saja yang lokal, termasuk kami.

Menu yang disediakan di sini menggunakan bahasa inggris, sebagian besar sih menu luar, ada beberapa sih yang bisa dibilang menu lokal, tapi gegara menggunakan bahasa inggris, jadi kelihatan seperti menu luar, seperti menu yang kita pesan ini  : Cassava Wedges, alias singkong goreng dengan tiga saus berbeda khas Casa Vintage. Untuk minum nya kita pesan Pina Colada dan satu lagi, lupa namanya. Berhubung enggak ada menu berat yang kids friendly, akhirnya aku pesan Nasi Goreng di warung sebelahnya yaitu "Gili Teak".


Saat kita duduk duduk santai, di pantai nya seringkali lewat kuda dengan penunggang nya, yang ternyata kuda kuda itu disewakan lho untuk sekedar keliling pantai, jalur nya bukan di jalan (seperti jalur sepeda) tapi di pantai nya. Ada satu orang yang keliling bertugas mencari konsumen, dengan membawa kertas (semacam brosur), mendatangi tamu tamu cafe, menawarkan kepada mereka untuk naik kuda.


Sementara itu beberapa staff casa vintage sedang sibuk menata kayu untuk dijadikan api unggun malam nanti, mereka menyebut atraksi api unggun ini dengan nama ``Magic Bonfire`` , sedangkan di lapangan sebelah nya, milik Gili Teak, beberapa bule sedang asyik main bola voli.

Singkong gorengnya enak, gurih, renyah di luar, lembut di dalam, enggak jauh beda lah ama singkong yang dijual ama tukang gorengan, bedanya ya di saus ama suasana nya aja sih.

Sore ini sunset tertutup mendung, tapi pemandangan langit di arah barat sana cantik banget deh, perpaduan antara warna oranye, ungu dan biru.... Apalagi ditambah siluet kuda yang lagi asyik main air



***
Peta Lokasi Casa Vintage, Gili Trawangan



.
Share:

21 May 2018

Menu Kambing Khas Pati di RM Family 2

:: Januari 2018 ::
Sebelum nemenin si kecil main main di Timezone Epicentrum Mall, kita menyempatkan untuk isi perut dulu, bukan di dalam mall ya, melainkan di seberang nya, yaitu di RM Family 2, dimana menu menu nya serba kambing. Ada Sate Kambing, Gulai Kambing, Tongseng Kambing dan Nasi Goreng Kambing. Rumah makan ini merupakan cabang dari RM Family yang berlokasi di Praya, Lombok Tengah.


Daging kambing yang digunakan pun enggak sembarangan ya, berasal dari daging kambing yang masih ABG alias masih muda dan infonya sih daging kambing nya berasal dari Kota Pati Jawa Tengah lho, sesuai dengan tagline nya ``Sate Kambing Muda Khas Pati Jawa Tengah``, heuheuheu kasihan ya kambing nya belum sempat menikmati hari tua, udah masuk perut manusia aja...

Dengan menempati satu los ruko, tempat ini cukup strategis lho. Berada di seberang arah barat Lombok Epicentrum Mall, tempat makan ini bisa jadi alternatif kalian saat akan nge-Mall tapi bosen makan di dalam Mall.

Dari segi harga pun, makanan di sini terbilang terjangkau untuk menu dengan daging kambing, lebih lengkap nya silakan lihat buku menu nya di bawah ini :



Gimana, enggak mahal khan? Dan bahkan ada paket hemat nya juga lho. Nah untuk menu yang kita pesan  yaitu 1 Sate Kambing, 1 Tongseng Kambing, 2 Nasi Putih dan 2 Air Mineral, plus 1 Kerupuk Kulit. Oia, untuk kerupuk kulitnya, bukan kulit kambing lho, tapi kulit sapi, Heuheuheu, coba pake kulit kambing ya, totalitas banget jadinya....



Sate Kambing yang kupesan bukan yang paketan. Satu porsi berisi 10 tusuk sate kambing, kecap, potongan tomat, irisan bawang merah, jeruk nipis, dan sambal/bumbu rahasia. Ada yang berbeda dengan sate kebanyakan nih. Biasanya khan klo bumbu kecap tuh, encer dan udah siap santap. Nah klo yang ini tuh kecap nya kental banget, infonya sih ini kecap khas dari Kota Pati. Cara penyajian nya, itu dicampur dulu semua, diaduk lalu diatuangkan di atas sate nya, atau satenya yang dicocol ke bumbu nya ini.

Btw meski menggunakan daging kambing muda, ternyata daging nya enggak empuk banget, kirain bakal ngunyah tanpa perlawanan, tapi justru ini yang aku suka, masih ada tekstur daging kambing nya. Sedangkan untuk bumbu cocolan nya, kecap nya terlalu mendominasi ya, misal ditambah potongan cabe rawit, jadi juara dah.

Sedankan untuk tongseng kambing nya enak, kuah nya light dan daging nya empuk. Disajikan dengan menggunakan panci alumunium yang di bawahnya ada tempat perapian, harusnya sih ada api kecil di bawah nya biar selalu anget tongseng nya, tapi ini enggak. Kuah nya berwarna kuning dengan isian daging kambing, potongan kubis dan tomat. Segeeer.... Ini recommended sih.


Kita enggak lama nongkrong di sini, panas dan berasap, heuheuheu. Harus nya sih pintu nya ditutup dan dipasang AC ya, karena pembakarannya di luar, pintu terbuka, jadi pas ada angin, asapnya masuk ke ruangan deh. 

Tapi lumayan lah ya, next time aku mau coba nasi goreng kambing nya, karena pas kita kesini Nasi Goreng nya lagi kosong. Semoga besok pas kesini lagi, menu nasgor nya ada.
Share:

Blog Archive