21 September 2018

Nyicip Sup Jamur Liar di Yats Colony Jogja

"Yats Colony" , nama yang cukup unik untuk sebuah penginapan dan tempat makan. Yuph, tempat ini berlokasi di Jalan Patangpuluhan, Jogja. Enggak terlalu jauh dari Malioboro, gampang banget dijangkau, apalagi kalau pakai taksi online kayak aku ini, tinggal ketik aja lokasi tujuan, dan sampai deh, dianter ama mamang driver nya, heuheuheu.



Bukan cuma namanya yang menarik, desain bagian depan nya juga sangat mencuri perhatian. Dinding bagian atasnya itu lho, bolong bolong gitu, terbuat dari susunan lobang udara yang biasanya dipasang di rumah cuma 3 atau 4 biji di dinding atas. Nah kalau di sini, dipasang full semuanya.

Oia, FYI kita kesini enggak menginap ya, cuma mampir nongkrong di cafe nya aja, yang berlokasi di bagian depan penginapan. Pengennya sih nginep disini juga, tapi sepertinya belum jodoh... Next time dah pas ke Jogja lagi.



Bangunan tempat makan ini ada dua lantai, saat kita kesini, lantai 1 sedang full, wajar sih, karena ini pas jam makan siang. Penataan tempat duduknya sepertinya mengutamakan kenyamanan deh, jarak antara 1 meja dengan yang lain enggak mepet mepet, efeknya ya jadi cuma sedikit meja kursinya. Tapi justru  inilah poin positifnya, enggak crowded... Meski full, tetap terasa nyaman nongkrong lama lama.



Selain tempat makan, di lantai 1 ada stand kecil di pojokan yang menjual pernak pernik lucu, tapi harganya lumayan mahal cui, aku tertarik ama bantal sofa yang bentuknya kotak itu, eh tapi harganya 300rb/biji, akhirnya gak jadi deh. Heuheuheu. nah di belakang stand ini ada tangga menuju lantai 2. Di lantai dua ternyata masih kosong melompong, kita pun bebas memilih tempat duduk yang paling asoy.

Setelah order pesanan masing masing, kita beranjak untuk foto foto di sekitar lantai 2 ini, spot yang paling asyik adalah di bagian luar ruangan ini, yaitu di balik dinding bolong bolong yang terlihat pas datang tadi



Di sini, juga ada beberapa tempat duduk yang bisa digunakan, namun cocoknya sih sore hari deh, kalau siang gini puanaaas gaes, mendig buat foto foto aja, pas udah puas, masuk lagi deh, di dalam ademm.... Oia, ada kids corner nya juga lho di lantai 2 ini, jadi si kecil bisa main main di sini deh



Pesanan makananku adalah Wild Mushroom Soup alias Sup Jamur Liar dan Ice Black alias es kopi item. Selain cantik penyajiannya, sup jamurnya juga enak lho, disajikan selagi hangat, lembut di mulut, tapi ada sensasi kriuk kriuk dari potongan roti (croutons). Recommended lah. Sedangkan untuk es kopinya, enak juga, yaaa sama lah rasanya ama es kopi yang dijual di kedai kedai kopi, segeeer, cocok disruput siang siang gini.

Nah dari pengalamanku makan siang di tempat ini, menurutku tempat ini rekomended banget, udah tempatnya bagus, unik, nyaman, makanan nya pun enak enak, oia lokasinya juga mudah dijangkau.

***

Peta Lokasi Yats Colony Jogja

.
Share:

16 September 2018

El Bazar : Cafe Bergaya Maroko di Kuta Lombok


"Selamat Siang, Selamat Datang di El Bazar"

Itu sapaan ramah waiter di El Bazar Cafe & Restaurant, Kuta. Yuph, siang menjelang sore ini kita kabur dari hiruk pikuk Kota Mataram menuju selatan Lombok, tepatnya di Jalan Raya Kuta No. 5, Kuta, Lombok Tengah, persis di sebelah Kenza Cafe yang pernah aku datangi sebelum nya. (FYI, selain bersebelahan, pemilik Kenza dan El Bazar itu sama lho)

El Bazar ini bukan tempat baru, udah lumayan lama beroperasi sih, kira kira tahun 2015. Sebuah lorong remang remang harus kita lewati untuk menuju tempat duduk bagian dalam yang kece abis. Suanana mediterania bisa mulai kita rasakan di lorong ini, paduan meja kursi kayu, lampu lampu dan hiasan dinding nya unik banget deh, serasa lagi dimana gitu.



Nah setelah melewati lorong ini, kita akan menjumpai ruang tengah yang banjir cahaya, yuhuuu hal ini dikarenakan sebagian atap bagian tengah ini terbuka, alias beratap langit. Jadi pas cahaya terik, yaa bakal terang banget, dan pas hujan, yaaaa basah. Heuheuheu. Tapi tenang, tempat duduknya aman dari panas dan basah. Desain seperti ini adalah salah satu yang khas dari bangunan Maroko, secara ya sang pemiliknya ini adalah bule dari Maroko, jadi dia berusaha membawa hal hal yang otentik dari negaranya ke sini.



Suasana mediterania semakin terasa dengan pemilihan bentuk meja kursi dan ornamen ornamen di ruangan bangian tengah ini. Coba liat deh di foto fotonya, unik khan? Enggak hanya itu, menu utama yang disajikan pun bergaya Maroko. Nah satu menu yang kuincar adalah olahan dari daging domba, nama menunya "Lamb Tagine" , penyajiannya menarik, ditaruh dalam piring besar berwarna hitam yang terbuat dari tanah, awalnya sih ditutup gitu (penutupnya juga dari tanah, semacam gerabah gitu), nah pas dibuka, voilaaaa, seonggok daging domba ukuran jumbo tersaji dalam dalah kuah berwarna kuning kehijauan.  


Dagingnya empuk banget, gampang dipisahkan dari tulangnya, tapi tetep ya kerasa tekstur khas daging domba. Rasanya khas banget deh, susah menjelaskannya, Haha, yang jelas enaaak. Oia dalam kuah kuningnya ini terdapat beberapa potongan sesuatu berwarna putih, awalnya kukira bawang putih, eh ternyata bukan, dan setelah kutanya ama waiter nya, baru tau kalau itu adalah buah aprikot, heuheuheu. Untuk karbohidratnya, menu ini dilengkapi dengan kentang goreng dan potongan roti pita (pita bread), sedangkan untuk sayur nya, ada salad yang terdiri dari potongan tomat dan selada. Recommended dah..

Untuk menu yang satunya, gak kalah unik. Namanya "Party Squid" , yang isinya potongan daging cumi cumi yang digoreng tepung (crispy), dengan saus "Harissa Mayonnaise" . Yang bikin unik adalah penyajiannya itu lho, pakai piring dengan alas kertas pembungkus makanan berwarna coklat (biasa untuk nasi bungkus), tapi dalam kondisi yang udah kusut, seperti kertas bekas gitu, haha. Mungkin lho ya, bule bule suka yang ginian ya, tapi karena kita orang indonesia, jadinya enggak tega untuk memakannya, akhirnya kita pindahin dah tuh cumi gorengnya ke piring aja, dan membuang kertas alas nya itu. Berikut foto Before - After nya :



Jadi buat kalian yang pengen merasakan suasana makan, seperti di daerah Maroko sana, gak usah jauh jauh, heuheuheu cukup meluncur ke Kuta Lombok aja, dan mampir di El Bazar ini. Tempatnya nyaman, masakannya enak, dan waiter nya ramah ramah lho. Setelah kita habis menyantap makanan nya, salah satu dari mereka datang, dan dengan senyum manisnya bertanya "Gimana mas/mbak makanannya?" Tentu donk kita jawab enak....


***

Peta Lokasi El Bazar, Kuta Lombok Tengah

.

Share:

11 September 2018

Situs Warungboto : Tempat Mandi Sang Raja


Berawal dari postingan foto pranikah (prewedding) nya Mbak Kahiyang dan Mas Bobby, ada satu foto yang kukira itu berlokasi di Taman Sari, karena memang mirip sih, dan setelah kukulik kulik eh ternyata bukan, tempat itu adalah Situs Warungboto.

FYI, situs Warungboto ini punya sejarah yang berhubungan dengan berdirinya Keraton Yogyakarta lho. Infonya, dahulu situs Warungboto dikenal sebagai Pesanggrahan Rejawinangun. Diketahui, kalau situs Warungboto atau yang dahulu dikenal dengan Pesanggrahan Rejawinangun dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II. 


Fakta itu pun tertulis dalam tulisan JF Walrofen van Nes tahun 1884 yang berjudul Tidjschriff voor Nederlandsch Indie, Babad Momana serta Serat Rerenggan. Dijelaskan, kalau Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M) yang merupakan karya putra mahkota yaitu KGPAA Hamengkunegara, kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II. 

Seperti situs Tamansari, Pesanggrahan Rejawinangun juga menjadi tempat peristirahatan sekaligus pemandian bagi Raja dan keluarganya. Secara administratif, situs ini berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih tepatnya monggo dilihat di peta, di bagian bawah postingan ini.



Nah berhubung kita lagi di Jogja dan nginepnya di daerah Timoho yang notabene lumayan dekat dengan lokasi, kita pun meluncur sore sore kesana. Kita sengaja dateng sore biar enggak panas dan siapa tahu bisa menikmati sunset cantik di lokasi.

Untuk menuju ke Lokasi, aku pakai angkutan online, gampang banget dijangkau karena terletak persis di samping jalan raya. 

Btw, meski persis di samping jalan, ternyata jalan masuknya lewat kampung, bisa sih kalau nekat nerobos pagar, tapi karena bawa anak, aku pun jalan lewat gang barokah yang ada di sebelah situs ini, yaa jalan kaki sekitar 100 meter lah. Gang nya lumayan lebar, di sinilah kendaraan kendaraan pengunjung diparkir.


Ternyata tidak ada tiket masuknya lho, hanya bayar parkir aja, misal bawa kendaraan. Kondisi sore ini lumayan rame, ada satu group pula yang lagi foto prewedding, sepertinya terinspirasi juga dari Mbak Kahiyang ya, heuheuheu.

Komplek situs ini kecil sih, bila dibandingkan dengan Tamansari, dan terlihat kurang terawat meskipun sudah dipugar. Semoga kedepannya, ada pengelolaan yang lebih baik ya. Lumayan khan bisa sekalian membuka lapangan kerja warga setempat. Sudah mulai terkenal lho spot ini :)


Situs yang berbatasan dengan Sungai Gajah Wong ini terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu. Dindingnya tebal seperti Taman Sari dan terdiri atas lorong-lorong yang saling terhubung. Bangunan itu juga memiliki dua kolam di tengah berbentuk lingkaran dan persegi yang dulunya menjadi tempat mandi raja dan kerabatnya.

Nah kalau kalian pengen foto foto di sini juga, silakan cermati lokasinya di peta di bawah ini, oia jangan lupa, selalu jaga kebersihan :)


.
Share:

6 September 2018

Trauma Healing : Nongkrong di Milk Espresso, Kuta Lombok


Untuk meredakan trauma gempa yang datang terus menerus di Lombok, aku mengajak anggota keluarga rumah untuk sejenak jalan jalan menjauh dari pusat pusat gempa, yaitu dengan nongkrong nongkrong hote ke area Mandalika, Kuta, Lombok Tengah. Sekalian untuk mengisi waktu long weekend libur hari kemerdekaan Jumat, Sabtu dan Minggu.

Kita berangkat Hari Sabtu, di jam jam tanggung, pagi menjelang siang, niatnya sih sampai sana pas jam makan siang gitu. Jalanan lumayan lengang, jarak sekitar 45 km dari Kota Mataram, kita tempuh dalam waktu kurang dari sejam menggunakan kendaraan pribadi. 

Tempat nongkrong yang kita tuju adalah Milk Espresso, lokasinya di Jalan Raya Kuta, berdekatan dengan Kenza Cafe, untuk lebih tepatnya, silakan lihat peta di bawah postingan ini.

Berbeda dengan Kenza Cafe yang bernuansa warna warni cerah, Milk Espresso ini lebih ke nuansa monokrom, tapi ini untuk lantai 1 nya sih, untuk lantai 2 nya (rooftop) sepertinya lebih cerah warnanya. Tapi berhubung kita kesini pagi-siang gitu, lantai 2 nya belum dibuka, infonya sih sore hari aja dibuka untuk tamu.


Untuk lantai 1, ruangan terbagi menjadi 3, bagian depan (outdoor), bagian belakang (semi outdoor) dan bagian tengah yang tertutup ber AC. Oia bagian tengah ini juga menyatu dengan Milk Boutique, jadi selain menjual makan minum, Milk Espresso ini juga menjual baju baju dan pernak pernik lucu.

Karena kedai ini memang dikhususkan untuk wisatawan mancanegara, menu yang disajikan pun menu menu barat, menu lokalnya cuma Mie dan Nasi Goreng, itu pun cuma bisa dipesan saat Lunch dan Dinner aja. Bagi yang penasaran dengan menu menu lain dan harga nya, nih aku potoin :



Oia, perlu kita garis bawahi, menu yang disajikan disini ada yang non Halal ya. Tapi tenang aja, mbak mbak pelayannya berkerudung kok, dia welcome banget saat kita nanya nanya menu yang Halal, dia bakal menjelaskan dengan baik. Nah sambil menunggu orderan dateng, kita foto foto dulu donk ya...





Intermezzo
Saat kita pilah pilih menu, ada satu gadis kecil lokal yang ikutan masuk dengan membawa dagangannya yaitu gelang dari tali, berwarna warni. Karena dia cuma seorang, akhirnya kita terbuka dengan tawaran gelang nya, ya dengan maksud mau beli gitu. Kasihan khan masih kecil udah harus nyari uang. Diselingi dengan candaan candaan dan nego nego harga yang enggak sadis.

Awalnya dia nawarin harga 50rb per gelang, buseet mahal banget, alasannya sih karena ada batu gunung berapi nya gitu, dia nyebutnya "lava stone" dengan logat khas sasak nya, yang didapat dari Senggigi. Dalam hati bilang, lah lava stone kok dapetnya dari pantai senggigi yak, heuheuheu. Dan setelah pernegosiasian sengit, dapatlah harga final yaitu 30ribu dapet 2 gelang, yeee plus dipakein langsung ama adek nya...

Eh btw, awalnya cuma 1 anak yang masuk, habis itu banyak donk, ganti gantian sih... Cuman untungnya orang2 disini welcome ama mereka, baik itu pengelola cafe maupun tamu tamu nya (yang mayoritas bule)


Smoked Salmon Sliders
Sajian ini berupa tiga roti, seperti roti burger yang dibelah dua gitu. Terus disajikan dengan telur goreng, saus pesto mayo dan smoked salmon atau salmon yang diasapin. Awalnya kukira salmonnya masih mentah, karena penampakannya masih seger gitu, mirip ama salmon yang di Sushi. Tapi pas diicip, eh ternyata udah mateng, aroma aroma bakar asap nya kerasa. Biar gak eneq (maklum lah lidah lokal), makan menu ini harus dicampur antara roti, telur dan salmon nya, kalau dimakan terpisah, kurang nendang



Kids Menu
Cafe cafe yang seperti ini memang biasanya pasti menyediakan kids menu, nah menu yang kita pesen untuk si kecil adalah Toast with Nutella. Isinya berupa dua potong roti kering dengan cocolan coklat Nutella. Yang kering dari rotinya ternyata cuma pinggirannya aja, sedangkan dalemnya lembut, ada sedikit rasa rasa manis. Pas dicocol ke nutella nya pas banget, uenaak.



Smashing Avocado With Salmon
Hampir hampir mirip ama menu yg pertama itu sih, cuman bedanya enggak ada telur goreng nya, dan ada tambahan taburan tomat kering. Rasanya? yang pasti kurang cocok buat lidah lokal, heuheuheu.

Aku sendiri enggak pesan makanan sih, cuman pesan Smoothies, nama menu nya Island Monkey. Isinya berupa jus pisang dicampur selai kacang, Coklat, Susu, Madu dan Chia Seed, yang merupakan bijian-bijian kecil dari tanaman Salvia hispanica, salah satu jenis tanaman mint. Rasanya? Enak dan mengenyangkan. beneran deh minum segelas ini, rasanya udah kenyang.



***

Peta Lokasi Milk Espresso, Kuta, Lombok


.

Share:

1 September 2018

Jeeva Jogja : Specialty Coffee and Indonesian Cuisine

Jeeva, pertama kali aku mendengar mengenai tempat makan ini, aku pikir masih satu group ama Jeeva Resort di Lombok. FYI di Lombok ada 3 penginapan bernama Jeeva, yaitu Jeeva Klui, Jeeva Beloam dan Jeeva Santai, yang kesemuanya mewah dan mahal tentunya. Eh tapi menurut informasi yang kudapat dari admin IG nya (@jeeva.yogyakarta) , tempat makan ini enggak ada hubungannya dengan Jeeva Resort di Lombok.


LOKASI
Jeeva Jogja berlokasi di Jalan Suhartono No.2 Kotabaru, tidak jauh dari Galeria Mall Jogja, untuk lebih tepatnya silakan lihat di peta di bawah postingan ini. Untuk mencapai lokasi ini gampang banget kok, berada di tengah kota dan dapat diakses dengan kendaraan roda dua maupun empat. Kalau aku sih kemarin pakai taksi online, jadi tinggal masukin aja lokasi di tujuan, dan sampai deh.

Menurutku sih, tempat makan ini berkonsep Resto Cafe gitu ya dan sesuai dengan tagline nya, sajian utama yang disediakan adalah kopi spesial dan kuliner Indonesia, mulai dari menu yang ringan sampai yang berat


Grilled Salmon Steak with Miso Sauce
Dilihat dari namanya, sebenernya menu makanan ini melenceng dari tagline nya ya, heuheuheu. Lihat aja bahan utamanya ikan salmon yang enggak ada di Indonesia, dan tambahan saus miso yang merupakan resep saus dari Jepang. Tapi terlepas dari itu semua, makanan ini recommended deh. Daging salmon nya empuk matang sempurna, dengan kulit garing renyah di bagian paling atas. Di bagian bawahnya ada mashed potato yang lembut dan gurih. Untuk sausnya, jujur aja aku baru pertama kali ini nyobain saus miso, rasanya tuh asin asin gurih gitu, enak deh, cocok banget jadi pendamping ikan salmon. Sedangkan untuk sayurnya ada potongan wortel, buncis dan brokoli, empuk, udah matang tapi masih terasa fresh, enggak lembek. Top dah...


Caesar Salad with Crispy Chicken
Lagi lagi, ini menu gak sesuai tagline ya, heuheuheu. Tapi tenang, ini juga enak kok, pilihan pilihan menu kita selalu pas deh :) Nah namanya kok Caesar ya? kaya jenis operasi untuk membantu kelahiran bayi aja ya.... Awalnya sih aku juga bingung, tapi disaat itu juga, di resto ini aku langsung googling dah mengenai nama makanan ini, dan ternyata kata "Caesar" ini enggak ada hubungannya ama proses operasi, melainkan karena resep Salad ini diciptakan oleh Caesar Cardini, seorang pemilik restoran imigran Italia yang membuka restoran di Meksiko dan Amerika Serikat beberapa puluh tahun yang lalu. 

Isian salad ini adalah Selada, Daging Ayam, Smoked Beef, dan Crouton yang merupakan potongan roti tawar yang dipanggang hingga garing dan renyah. Menurutku sih menu ini juga recommended, enak dan mengenyangkan


Manual Brewing Coffee : Kalita Wave
Nah untuk kali ini menunya sesuai tagline nih, yaitu kopi kopian. Ada beberapa teknik yang disediakan untuk manual brewing, dan aku pun mencoba Kalita Wave, karena aku memang belum pernah merasakan sensasinya, seringnya sih V60. Untuk biji kopinya kita bisa memilih sendiri, sesuai dengan stock yang ada, kalau kemarin aku sih pilih biji kopi aceh gayo, karena aku suka karakter asam nya. 

Pada dasarnya metode kalita wave ini mirip dengan V60, namun bedanya adalah kertas filterya yang bergelombang, dan bagian bawah/dasar yang datar, berbeda dengan V60 yang mengerucut.


Dilihat sekilas, bangunan ini mirip bangunan Belanda jadul deh, yang dipoles, dipugar dan dipercantik dengan gaya gaya modern dan artistik. Ada beberapa ruangan yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati makanan, namun karena kita datangnya di jam makan malam, bagian dalam resto yang unyu unyu udah penuh, cuma tersisa di bagian pojokan samping kasir, heuheuheu. Yasudah kita duduk aja di situ. Saranku sih kalau mau makan sambil foto foto cantik, datangnya siang aja dan usahakan jangan pas jam jam orang makan. Kesalahanku, udah datangnya malam pas jam makan malam pula, jadinya penuh dan pencahayaan kurang oke buat fotoan.

Tapi untuk kenyamanan, tempat makan ini juara dah, nyaman banget. Jadi buat kalian yang lagi liburan ke Jogja, dan bingung mau makan dimana, tempat makan ini bisa jadi salah satu pilihan kalian. Oia, untuk jam buka nya, mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam

***
Peta Lokasi Jeeva Jogja

.
Share:

27 August 2018

Cerita Seru dari Air Terjun Kelambu, Lombok


Berbeda dengan Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah yang bertetangga dengan Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Kelambu (ada yang menyebut Kelambun/Aik Kelambu) ini berlokasi di daerah Bukittingi, Gunungsari, Lombok Barat. Sekitar 25 km dari pusat Kota Mataram.

Untuk menuju kesini gampang banget deh, tapi sebaiknya sih menggunakan kendaraan roda dua aja, biar jalan kaki nya tidak jauh. Nah info lengkap mengenai rute nya, silakan baca di postingan Air Terjun Tibu Tereng (sudah aku tulis beberapa waktu lalu). Karena air terjun ini tidak jauh dari Tibu Tereng, bahkan bisa dianggap satu lokasi, jadi sekali kesini bisa mengunjungi Tibu Tereng sekaligus Kelambu.

Dari lokasi parkir, kita tinggal jalan kaki ke arah bawah, dengan menyusuri jalan setapak dari semen, lumayan curam sih, tapi untungnya cuma sekitar 300 meter saja, hingga kita mencapai aliran sungai. Perjalanan kita lanjutkan dengan menyeberang jembatan bambu.


Nah sebenarnya air terjun kelambu ini ada persis di bawah jembatan bambu ini lho, cuman kita harus berjalan memutar untuk bisa sampai ke bagian bawah air terjun nya, dengan tinggal mengikuti saja jalur nya, sampai ke bawah. Di jalur ini ada dua titik curam yang lumayan licin, apalagi misalnya pas musim penghujan. Jadi harus hati hati ya...

Apabila sudah sampai di sungai nya, kita tinggal jalan kaki sedikit ke arah kanan atau melawan arah arus sungai. Yuhuuuu dan sampailah kita di air terjun Kelambu.

Entah kenapa ya namanya kelambu... padahal kondisi nya berbeda dengan air terjun benang kelambu yang bila diartikan sesuai namanya, aliran air nya membentuk semacam kelambu/gorden... Ya sudahlah, apapun itu, nama Kelambu ini sudah disepakati dan menjadi nama air terjun ini.

Air Terjun ini tidak tinggi ya, tapi lebih tinggi sih bila dibandingkan dengan Tibu Tereng. Dan bila kita memandang ke arah atas dari air terjun ini, kita akan melihat jembatan bambu yang tadi kita lewati itu.



Berhubung ini udah siang dan kita kelaperan, perbekalan kita keluarkan semua... Yuph, kita memang udah persiapan bawa makanan untuk dimasak dan tentu saja sekalian alat masaknya. Ada sosis, pop mie, kopi, kompor gas kecil plus gas nya, dan tentu saja panci kecil untuk merebus air. Khan enak tuh dingin dingin ngopi sambil ngemil pop mie dan sosis bakar.

Air terjun ini ada di balik semacam celah dinding tebing sungai gitu, unik deh,,, apalagi saat cahaya matahari posisinya pas menyusup di celah celah itu, jadi cantik foto nya. Airnya gak terlalu deres sih, yaa mungkin karena lagi kemarau ya. Nah karena enggak deres itu, jadinya kita bisa deh berendem dan mandi mandi di bawahnya. Segeeeeer dan bening banget airnya, sampe kelihatan jelas batu batu di dasarnya dan ikan ikan kecil yang berenang kesana kemari, sedangkan di sisi air yang tenang ada beberapa ekor anggang anggang, itu lho hewan kecil (kaya laba laba) yang bisa berdiri di atas air (search aja di google, untuk tahu wujudnya).


Setelah puas dua jam nongkrong di air terjun ini, kita pun segera berkemas dan kembali naik ke parkiran. Heuheuheu perjuangan berat nih jalan kaki ke parkiran, karena jalurnya menanjak curam dan agak licin, karena tanah basah. Tapi alhamdulilah kita bisa selamat sampai parkiran...



Share:

22 August 2018

Ngopi Siang di Hayati Specialty Coffee


Sebagai penggemar kopi, di setiap kota yang aku datangi, aku pasti menyempatkan untuk singgah di salah satu kedai kopi nya, terutama yang hits hits, heuheuheu. Seperti halnya saat jalan jalan ke Jogja beberapa waktu lalu. Aku mampir ke sebuah kedai kopi bernama Hayati Specialty Coffee.

Kedai kopi ini berlokasi di Jalan Demangan Baru No 7 Jogja, enggak jauh dari Lippo Plaza Jogja. Mudah sekali dijangkau, baik menggunakan kendaraan roda 2 maupun 4, kalau aku sih kemarin naik Taksi Online, jadi tinggal masukin tujuan di aplikasi, tinggal duduk, dan sampai deh di lokasi.

Namanya unik ya "Hayati", mirip mirip nama orang gitu, heuheuheu, eh tapi nama sederhana ini mempunyai makna yang dalam lho, hayati ini khan artinya "hidup", nah bagi pemiliknya di dalam kopi itu selalu ada kehidupan.



Dari depan sih, kelihatannya kedai kopi ini kecil, cuma menempati satu los ruko, tapi ternyata setelah masuk, enggak sesempit yang kita kira, karena masih terdapat ruangan luas di bagian belakang (outdoor) yang dikhususkan untuk para ahli hisap (smoking room).

Desain interiornya sederhana, namun cantik dan instagramable, dengan dominasi warna monochrome, pantesan aja pas kesini banyak yang lagi foto foto, bahkan ada yang lagi foto produk, yaitu tas tas dan aksesoris lain. Tempat yang nyaman dan wifi kenceng gini, memang cocok untuk ngopi ngopi sambil meeting, atau ngerjain tugas. Kalau kata beken nya sih jadi semacam coworking space cafe gitu deh.


MENU
Sebagai sebuah kedai kopi, tentu saja menu utamanya kopi donk ya, tapi enggak cuma kopi item semacam espresso dan americano ya, ada juga cappucino, picollo, latte, dan es kopi. Buat yang gak suka kopi tapi suka nongkrong, ada kok minuman dengan bahan dasar teh, coklat maupun es blended. Nah untuk menu beratnya ada pasta, nasi goreng, bakmi goreng dan ricebowl. Selain itu juga ada menu ringan seperti churros atau kentang goreng.






Karena buka nya lumayan pagi, yaitu jam 8, Hayati Coffee juga menyediakan menu sarapan / breakfast yaitu variasi toast yang bisa menghangatkan pagi Kalian. Untuk masalah harga sih engak perlu khawatir karena menu di sini harganya enggak terlalu mahal kok alias ramah di kantong, apalagi kalau cuma pesen kopi doang, heuheuheu.

Foto foto di atas adalah menu menu yang kita pesan, overall semuanya enak. Bakmi gorengnya meski kelihatan sedikit, ternyata makan seporsi aja langsung kenyang abiss, untuk kopinya aku pesen kopi ethiopia dengan diproses V60. Si baby K juga ikut nongkrong donk ya, dan dia kupesenin churros buat cemil cemil, pas aku icip sih, lumayan enak ya, cuman bentuknya yang buntek gitu bikin bagian dalamnya agak kurang mateng, biasanya khan churros bentuknya kecil panjang gitu.

***

Peta Lokasi Hayati Specialty Coffee, Jogja

.

Share:

Blog Archive