29 December 2012

Pantai Mandalika Lombok Tengah

Seperti biasa setiap sabtu saya pasti menyempatkan waktu buat jalan jalan, entah itu sendiri, bersama teman, maupun bersama orang tersayang.

Nah untuk weekend panjang ini (libur natal), saya beserta temen saya Santosoba dan Anggamaxzi jalan jalan ke Pantai Mandalika. Karena ada sesuatu hal, saya awalnya hanya berdua saja bersama santoso sedangkan si angga menyusul kemudian.

Karena udah beberapa kali ke Pantai Mandalika, jadinya saya memilih spot yang belum pernah saya injak. Dan spot yang saya pilih pertama adalah ujung kanan pantai.

Di ujung kanan ini merupakan pantai nya nelayan, jadi penuh dengan perahu perahu, kebetulan pas saya sampai sini, ada beberapa nelayan yang sedang mengeluarkan ratusan ikan ikan kecil dari jaring mereka. Awalnya saya kira ikan ikan segar, ternyata udah pada kaku, kayaknya hasil tangkapan semalem deh

Wih, tiba tiba muncul puluhan anak anak kecil berlarian, yang masih memakai baju seragam pramuka, dan tiba tiba pula mereka udah pada nyebur ke air dengan melepas bajunya dulu. Asiknye.....mandi rame rame...


Di sebelah kirinya ada bukit batu, di bagian bawah ada dua anak kecil yang sedang memancing dengan umpan Kaliomang, sedangkan di sampingnya banyak ABG ABG lagi asyik fotoan, yang buat aneh, di kanan pemancing ada satu ibu ibu berbaju pajang sedang berdiri menghadap laut, entah sedang melakukan apa dia *bingung. Saya dan santosoba memilih untuk naik ke bukit batu. Wow, dari atas sini pemandangannya luar biasa indah, pantai di sebelah kanan ini terlihat biruuuu dengan latar bukit yang hijau, sedangkan sebelah kiri nya ramai oleh wisatawan.

View sebelah kanan
Ibu ibu entah sedang ngapain
Anak memancing
View sebelah kiri
Gak tahan panasnya di atas bukit ini, kita pun turun, melanjutkan perjalanan ke arah kiri, di sini ramai sekali oleh wisatawan terutama anak anak kecil yang mandi, hal yang menguntungkan yaitu pantainya landai dan tak berombak, jadi aman buat mandi mandi. Tapi di sini mulai banyak anak anak penjual gelang yang menjualnya dengan memaksa. Karena saya sudah sering menghadapi hal seperti ini, saya pun tenang aja, langsung tolak aja dengan tegas, sedangkan si santosoba diikutin terus kemanapun dia pergi, haha. Sampai akhirnya anak anak itu capek dan berhenti ngikutin. Trus kukasih tahu tips nya, kalo ditawarin, bilang aja langsung "enggak!!" . Jangan bilang "Entar ya" atau "Nanti yaa".



Dan benar saja, saat balik mau ke parkiran, kita kan lewat tempat tadi yang banyak penjual gelangnya. Pas ditawarin gelang, dia langsung bilang "Enggak". Eh ama si penjual gelangnya langsung disahutin "Huh Pelit..!!" dengan nada jengkel gitu. Hahaha saya cuma bisa ketawa ngikik...


Ternyata parkirannya gak ada yang jagain, alias gratis tis tis. Alhamdulilah....

Lanjutlah kita ke Pantai Berikutnya......




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

26 December 2012

Alun Alun Kota Batu, Jawa Timur

Waktu jalan jalan ke Kota Batu, saya menemukan satu tempat yang unik dsana, yang membedakan dari kota kota lain, yaitu adalah Alun Alun nya. Apa sih uniknya??

Alun alun Kota Batu ini satu satunya Alun Alun yang ada Bianglala raksasa nya, dan juga cuma satu yang gak boleh merokok sembarangan, karena udah disediakan tempat khusus untuk merokok, selain itu juga ada lampion lampion nya, bagus deh kalo malem. Ditengah-tengah alun-alun terdapat patung apel yang merupakan simbol dari Kota Batu itu sendiri. Alun-Alun Kota Batu juga memiliki sebuah mini playground untuk anak-anak.  Terletak tepat di depan Plaza Batu, tempat ini juga memiliki air mancur di salah satu sudut yang menjadi atraksi tersendiri. Biasanya banyak anak kecil yang bermain basah-basahan di area ini. Selain itu terdapat juga ruang informasi yang berbentuk strawberry raksasa dan toilet dengan bentuk apel besar. Di tengah alun-alun terdapat air mancur yang sangat iconic yang dikelilingi dengan kursi-kursi dimana para pengunjung duduk untuk melepas lelah. Untuk bisa menikmati alun alun ini gratis kok, kecuali kalo mau naik Bianglala, bayar tiga ribu rupiah aja, murah meriah yaa. 

Tapi ada satu hal yang sama dengan alun alun lain di Pulau Jawa, yaitu di sebelah baratnya Ada Masjid.

Pas saya mau kesini siang siang, eh diprotes ama temen, katanya kalo ke Alun Alun Batu malem aja, lebih bagus ada Lampion nya. Hoho ternyata benar adanya. Tapi eh tapi, sayang sekali, saat saya kesini, udah sepi, kemaleman saya, dan bianglala nya udah tutup, hufft... Alhasil cuma duduk duduk aja di kursi taman. Di beberapa spot ada speaker yang diputerin lagu lagu indonesia, hihihi unyu deh, dan sekali kali petugas menyampaikan informasi juga melalui pengeras suara ini.

No Smoking
Salah Satu lampion
Jadi kalau kalian lagi maen maen ke Kota Batu, jangan lupa ya mampir di Alun Alun nya.... Seruuu....
Share:

25 December 2012

Menikmati Indahnya Pantai Malimbu, Lombok

Malimbu udah menjadi salah satu ikon di Lombok setelah Gili Trawangan dan Pantai Senggigi. Malimbu ini berlokasi di sebelah utara Senggigi ya kira kira gak sampai sepuluh menit sampai.

Ada dua spot yang bisa dinikmati di Malimbu yaitu Bukit Malimbu dan Pantai Malimbu nya yang berada di bawah kanan Bukit ini.

Bukit Malimbu berada di sebelah atas, berupa belokan tajam di ujung bukit, jadi jalan ini berbatasan langsung dengan tebing yang bawahnya laut. Yang khas adalah pembatas jalan dan tebing berwarna biru yang seperti digunakan di Jembatan, sehingga ada yang menyebut daerah ini dengan Jembatan Cinta. Kata Cinta di sini mungkin karena banyak pasangan yang suka foto foto di spot ini. Ini nih beberapa foto nya :

Bagian Bawah Bukit Malimbu




Di sini biasanya ada yang jualan kelapa muda, serta berbagai aksesoris / kerajinan Lombok seperti gelang. Saat kesini kemaren, saya beli dua butir kelapa muda yang rencananya akan kita nikmatin di Pantai Malimbu yang letaknya di bawah Bukit Malimbu. Dari Bukit Malimbu, Pantai Malimbu ini terlihat sangat sangat indah. Air lautnya itu lho berwarna biruu sebiru birunya... Yang jelas bikin pengen nyebur..

View Pantai Malimbu
Kelapa Muda di Malimbu
Kelapa muda ini dijual seharga lima ribu rupiah per butir, setelah dihilangin kulit kelapa di ujung nya, kami pun membawanya ke Pantai Malimbu. Tak perlu tiket masuk untuk bisa menikmati Pantai Malimbu ini, dan pagi ini juga gak ada tukang parkirnya, jadi gratiss tiss. 

Kami pun menikmati kelapa muda ini di berugak kosong yang biasanya digunakan berjualan oleh warga setempat, tapi sepertinya si pemilik nya belum bangun tidur deh :p

Awalnya sih sepi, cuma ada kita berdua dan beberapa ayam warga yang mencoba mendekat, seakan minta dibagi kelapa muda nya.

Sisi Kanan Pantai Malimbu
Sisi Kiri Pantai Malimbu
Kelapa Muda di Pantai Malimbu
Lha kok lama lama jadi ramai ya ama anak anak berseragam pramuka coklat coklat. Baru inget, oia ini kan hari sabtu ya. Karena terlalu ribut ama teriakan teriakan ababil khas ABG, kami pun pindah lokasi ke arah kanan, berjalan menyusuri pantai. Eh ada cewek berbaju kuning duduk sendiri di pantai, uhuk :


Sampai di ujung kanan Pantai Malimbu, ternyata rame juga, tapi oleh keluarga yang lagi liburan bareng, lagi makan bersama di bawah pohon. Dan kami pun duduk di bangku, tidak jauh dari mereka. Sembari istirahat, saya liatin 4 orang yang lagi asyik main kertu di deket warung. Hihihi, ternyata yang kalah, kupingnya dikalungin botol minuman, haha.. Sedangkan di deketnya ada tante tante berkerudung yang lagi duduk membelakangi saya, nah pas duduk itu dia membungkuk bungkuk gitu, gak tahu tuh ngapain, kayaknya mau pamerin kulit putih nya :p , ups keliatan dikit 

Pemain Kartu
Bu... bajunya bu...
Saat saya sedang asyik mengamati keadaan sekitar sini, temen saya si Santosoba berjalan ke arah sisi bukit di sebelah kanan, naik naik ke bebatuan, foto foto. Dan ini foto foto dari sisi tersebut :


Hari beranjak semakin siang, kami berdua pun melanjutkan perjalanan ke Pantai berikutnya, yaitu Pantai Nipah....

(bersambung....)




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

23 December 2012

Pantai Mangsit di Pagi Hari

Berawal dari cerita temen saya si otongmarutong mengenai lokasi snorkling di Pantai Mangsit, saya beserta satu temen baik saya Santosoba berencana mengulangi kesuksesan si otong bertemu nemo di Pantai mangsit. Katanya sih lokasinya di sekitaran pantainya Holiday Inn ama Qunci Villas. Ini nih hasil snorklingnya mas Otong (ijin share yo mas...) :




Gimana gak ngiler coba ngelihat foto cantik di atas......

Setelah semua persiapan udah matang, hari sabtu pagi sekitar jam 8.30 WITA kami menuju Pantai Mangsit. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kota Mataram, karena pantai ini berada di sebelah utaranya Pantai Senggigi. Jalanan Mataram - Senggigi pagi ini masih sepi, mungkin karena mendung ya. Dan bahkan sempet gerimis saat kami melewati Senggigi. Tapi alhamdulilah di Pantai Mangsit cuaca cerah ceria membahana.

Pintu Masuknya adalah jalan kecil di antara Puri mas dan Qunci Villas. Dulunya sih ada lahan kosong yang luas di sini, tapi sekarang lagi dibangun resort baru, yang tinggal menyisakan satu jalan masuk kecil.

Saya pun memarkir kendaraan di bawah pohon kelapa di deket deretan perahu nelayan, kemudian berjalan ke arah kanan. Di antara perahu perahu nelayan ada satu kelluarga yang sedang asyik sarapan, sedangkan anak anak sedang asyik main pasir pantai.



Oia Obsesi awal untuk snorkling bertemu dengan si Nemo gagal sebelum mencoba, dikarenakan ombaknya lagi besar. Kecewa sih kecewa, tapi ya sudahlah, disimpen buat liburan mendatang, Alhasil kita cuma jalan jalan ajaaaa di sepanjang Mangsit.

Melewati pantainya Qunci Villas, wuuu lagi rame nih tamunya, ada yang breakfast, ada yang renang di kolam renang, ada yang main air di pantai, ada yang main surfing, ada pula yang lagi massage di salah satu berugaq nya. Pemandangan indah ini agak terganggu ama beberapa penjaja kalung dan kain yang ikutan nongkrong di deket tamu. Tamu resort ini bule semua broooo... Hmmm segeer...


Perjalanan kami terhenti di deket pantainya Holiday Resort, saya tiduran di pasir pantai, sedangkan temen saya naik, duduk di atas pohon -____- . Ahhhh indahnya dunia... Udah tenang, sepi, damai, plus sepoi sepoi pula angin nya. Memang paling pas ke pantai itu pas pagi hari atau sore hari.

Cukup lama kami di sini, ngobrol ngalor ngidul sembari melihat lalu lalang bule yang jalan sambil bikinian. uhuii.... Ada pula satu bule cowok yang nanya lokasi Holiday Inn (tempat nginepnya), buset dah ah dia lupa lokasi hotel tempat dia nginep...parah abiss..




Setelah puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya, obsesinya sih tetep ya nemuin lokasi snorkling yang gak perlu nyebrang ke Gili...





jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

18 December 2012

Tak Ada Gili Lawang, Gili Kondo pun Jadi

Tak ada rotan, akar pun jadi. Mungkin ini pepatah yang tepat buat kami di weekend ini. Rencana mau snorkling ke Gili Lawang yang konon terumbu karangnya luar biasa gagal total, Alhasil pindah ke gili tetangganya yaitu Gili Kondo. 

Kisah ini berawal Sabtu pagi...

Saya beserta 4 orang teman, meluncur menggunakan 5 motor menuju Sambelia Lombok Timur, tujuan utamanya adalah snorkling di Gili Lawang. Perjalanan darat dari Mataram dimulai pukul 08.30 WITA, dengan kondisi mendung. Yaa agak takut juga sih kalo keujanan di jalan. Meskipun udah bawa jas ujan, tetep aja bakal repot dan bikin males.

Tapi alhamdulilah cuaca pagi ini bersahabat, tidak panas terik juga tidak ujan. Sekitar dua setengah jam perjalanan yang menegangkan, kita pun sampai di Kantor KKLD (Kawasan Konservasi Laut Daerah). Kantor ini terletak di Jalan Terusan Sugian - Tekalok, Sambelia. Sekitar 25 KM arah utara dari pertigaan ke Pelabuhan Kayangan.

Di kantor ini kita bertemu dengan seorang bapak bapak berbaju hitam bertuliskan Security. Kita pun mengungkapkan niat kita mau menyeberang ke Gili Lawang, dengan menyewa kapal dan alat snorkling. Kemudian bapak itu memanggil salah seorang pengelola (mungkin) yang bernama xxxx (lupa), ternyata ada salah satu dari tim kami yang pernah menyeberang ke Gili Lawang, dan pas nyebrang dulu nyewa kapalnya ama mas xxx ini, jadi bisa lebih mudah transaksinya.

Rasa semangat kita kita yang awalnya membahana, tiba tiba runtuh setelah mendengar info bahwa cuaca lagi buruk, mas nya gak berani nyebrangin kita pakai kapal, ombaknya sedang besar. Kita pun dibawa menuju pantai, perjalanan menuju pantai ini melewati semacam cottage itu, dan hutan bakau, unik. Dan benar saja, ombak memang lagi besar, kita pun jadi takut kalo maksain nyebrang.

Setelah berunding, akhirnya daripada pulang, kita memutuskan untuk snorkling saja di Gili Kondo yang lokasi nya memang tidak jauh dari sini. Kita pun pamitan, kemudian menuju penyeberangan ke Gili Kondo.

Seperti yang sudah sudah, kita menyeberang ke Gili Kondo melalui Pondok Gili Lampu, 10 Km sebelum Kantor KKLD (dari arah Mataram). Dari sini,kita bisa nyebrang ke 3 gili, yaitu Kondo, Lampu dan Bidara. Namun kita memutuskan untuk ke Gili Kondo saja. Tarif menyeberangnya 200 ribu per kapal PP. Kalo ke 3 gili sekaligus, nambah 50 ribu lagi.

Perahu Kita
Hari ini sepi, baru ada satu kapal yang nyebrang ke gili kondo (info dr penjual tiket), mungkin karena cuacanya lagi kurang bagus ya.

Dengan menggunakan perahu motor kecil, lebih kecil dari perahu penyeberangan ke Gili Trawangan, kita menuju Gili Kondo. Di awal awal sih nyantai, kapalnya melaju dengan lancar, tapi pas di tengah tengah, ombak besar mengombang ambingkan perahu kecil ini. Mungkin karena perahunya yang kecil ya jadi kerasa banget bila tersapu ombak. Seremnya ini ombaknya dari samping, berkali kali cipratan air masuk ke perahu, basah dah sebagian baju kita.

Alhamdulilah sekitar 30 menit terombang ambing di laut, kapal bersandar di dermaganya Gili Kondo.

Terlihat ada yag beda dengan Gili Kondo, wow di bagian depan sedang didirikan sebuah bangunan seperti aula kecil gitu, belum selesai sih pembangunannya, kalo diperkirakan ini akan dibuat semacam resto gitu...

Kita pun menuju salah satu berugak yang ada. Sepi sekali di sini, ternyata cuma ada kita.. alias nobody else...

Setelah siap siap dengan peralatannya, kita pun mulai snorkling, dari lima orang yang di sini, alat snorkling nya cuma ada 4, alhasil satu orang gantian snorkling nya.

Seperti biasa snorklingnya di sekitar kayu yang ditancapkan sekitar 15 meter dari bibir pantai. Di sekitar kayu ini memang terdapat hutan terumbu karang dengan ikan ikannya yang berwarna warni, di sini terumbu nya khas berwarna ungu dan kuning. Namun sayang sekali siang ini arusnya sedang besar, jadi kita agak kepayahan untuk berenang melawan arus.

Iseng iseng snorkling mengikuti arus ke arah kanan gili, ternyata di sini lebih bagus terumbu karangnya, lebih besar besar dan didominasi terumbu karang yang lunak lunak. Wah dari 3 kali snorkling di gili ini, baru kali ini nemu spot ini. Tapi harus waspada juga, karena di sekitar sini arusnya lebih besar dan lebih jauh dari bibir pantai, saya pun agak kelelahan berenang ke pinggir.

Puas snorkling, kita pun makan nasi yang kita bawa dari mataram. Nasi bungkus alias nasi balap seharga 3500 rupiah ini terasa sangat sangat nikmat dimakan di berugak pinggir pantai gili kondo rame rame bareng sahabat...

Asyiknya jalan jalan rame rame itu foto gila gilaan, begitu juga dengan kita, sehabis makan kita foto foto berbagai gaya semacam anak baru gede gitu, padahal sih ya kita kita ini udah pada berumur semua, dua dari lima udah punya istri ..




Tak terasa hari semakin sore, kita pun memutuskan untuk kembali ke Lombok. Dan lagi lagi kita harus melewati setengah jam lebih dengan terombang ambing di laut bersama perahu kecil ini. Bismillah....

Alhamdulilah kita semua selamat, dan berhasil menginjakkan kaki kembali di pasirnya Pondok Gili Lampu.......

Dengan 1000 rupiah per orang kita bilas bilas badan yang udah lengket kena keringat + air laut. Mandi rame rame asyik juga ternyata.. huahahaha...

Perjalanan pun dilanjutkan kembali menuju Kota Mataram.......



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

Blog Archive

Featured post

6 Spot Selfie Keren di Lombok

Melihat pemandangan alam dari sudut yang berbeda memang lagi nge-trend akhir akhir ini, terutama dari ketinggian, bisa itu dari puncak gunu...