26 October 2013

Nonton Kirab Festival Keraton

Sabtu ini seperti menjadi Sabtu lain daripada yang lain, coz yang biasanya saya jalan jalan bareng temen ke pelosok pelosok Lombok, kali ini saya cuma di Kota Mataram saja, ada beberapa alasan saya gak jalan jalan Sabtu ini yang salah satunya adalah adanya Kirab Festival Keraton Tingkat ASEAN di Taman Sangkareang Mataram.

Biar gak sendirian kaya orang bego di TKP, saya ngajakin temen temen Lombok Backpaker lewat Group WA, dari sekian anggota yang ada, cuma dua yang dateng, hihihi... Ya lumayanlah bisa buat temen ngobrol, dan mereka adalah Ardi dan Kadir.

Jadwalnya sih rangkaian acaranya mulai jam dua siang, tapi ini udah jam dua siang belum ada tanda tanda mau dimulai, dan baru sedikit peserta kirab yang udah siap di jalur, yaitu kontingen dari Cirebon, Bali dan tuan rumah. Oia, Buat yang pengen tahu apa itu Festival Keraton, silakan search di om gugel, banyak info tuh dsana...

Langsung aja yaaa... Ini nih Foto Foto dari Keraton Kasepuhan Cirebon :





Ini Foto Foto dari pulau tetangga, Bali :






Ini dari Lombok nih :

Penari Rudat


Gendang Beleq


Cukup lama kita bertiga jalan kesana kemari nyari objek foto, tapi tiba tiba si Ardi kelihatan lemah lesu, setelah kutanya, hoho ternyata batere kameranya abis, padahal acaranya aja belum dimulai. Ini nih, gegara kurang persiapan... Jangan ditiru yaa :p . Haha kasihan juga lihat raut muka nya, sedih gitu. Sedangkan di Mas Kadir seperti biasa aktif kesana kemari nyari sudut sudut cantik buat ngambil foto.

Di depan Hotel Santika, barisan muda mudi berpakaian adat mulai terbentuk, sepertinya sih guna menyambut para undangan yang mau mulai memasuki area, para undangan ini terdiri dari utusan utusan berbagai wilayah dari Indonesia dan Negara Negara Asean. Ini nih Foto Foto Cakep mereka :


mirip Fatin yaaa :p




Terune Dedare

Wohoo dan benar saja, setelah mereka siap berbaris , keluarlah beberapa orang dari Hotel Santika dengan berpakaian adat yang berbeda beda yang belum pernah saya lihat langsung, wiiii... Kemudian mereka duduk di kursi yang telah disiapkan :





Capek berdiri, saya pun duduk sendiri di bawah pohon besar di deket kantor Walikota Mataram, menjauh dari pusat keramaian tadi, pusing terlalu crowded. Si Mas Kadir entah kemana, tadi sih terakhir lihat dia lagi fotoin utusan utusan dari negara lain. Sedangkan si Ardi, yang awalnya mau beli batere kamera, mengurungkan niatnya gegara motornya gak bisa keluar, terlalu penuh parkirnya, dan sekarang dia juga entah kemana.. Hahaha.. Alhasil saya sendiri duduk disini, nungguin kirab nya jalan.

Lama juga saya duduk disini, udah beli sepotong es krim, udah ngemut beberapa permen, eh belum jalan jalan juga, dan langit semakin lama semakin mendung.. Pikir pikir dan timbang menimbang, akhirnya saya putuskan untuk pulang saja, haha daripada keujanan ini.. Untungnya motor saya bisa keluar dari ratusan motor yang terparkir di sini.



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

24 October 2013

Terengah-Engah di Pantai Munah Lombok

Pertama kali saya tahu tentang Pantai Munah ya dari iseng iseng saya obrak abrik peta wilayah Pantai di selatan Pulau Lombok, Pantai Munah ini lokasinya ada persis di sebelah Pantai Tlawas, dan memang untuk sampai sini, harus lewat pantai tlawas dulu, karena belum ada jalur darat yang langsung menuju pantai ini (seperti layaknya Pantai Sowan di Lombok Timur).  Ini nih Peta Lokasi Pantai Munah di Lombok Tengah :




Setelah puas menjelajahi Pantai Tlawas yang semuanya Batu Batu, akhirnya kami bertiga (Saya, Agus dan Kadir) sampai juga di Pantai yang berpasir, hohoho... Pantai Munah.. Dengan garis pantai yang lumayan agak panjang dan ombaknya yang bergulung gulung, pantai ini pas nih buat surfing (menurut saya sih).  Tapi ya gegara aksesnya yang lumayan susah, jadi ya belum ada yang surfing disini. Dan sepertinya memang baru kami bertiga nih yang udah foto foto di Lokasi ini, cari di gugel belum ada dah yang udah Narsis Narsis-an di Pantai Munah ini, hihihi


 

Rindangnya pohon di pinggir pantai laksana bingkisan terindah dari Tuhan, lha panas banget jeh pantainya (ya namanya pantai pasti panas yaaa). Setelah sampai di Pantai ini, lokasi yang pertama saya tuju adalah bawah pohon, hihi... Lariii... Yang kemudian diikuti oleh dua temen saya.


Di bawah pohon ini, kami istirahat sebentar, lah ternyata jam 12 siang teng... Pantesan panas banget rasanya. Untung ya saya bawa sebotol besar air mineral, lha dua orang temenku ini bawa aer tapi ditinggal di motor #pffft.. Apa guna bawa... Akhirnya sebotol buat bertiga.

"Lanjut gak nih? Ayok jalan lagi... Nanggung udah sampai sini masa mau balik" Itu kalimat penyemangat yang saya lontarkan.. Hihihi langsung dah pada semangat panas panasan lagi, eh si agus dan mas kadir malah berbaring di pantai, katanya sih lagi nonton Film Alam 3 Dimensi, jiahaha




Semakin ke kiri, kondisi pantainya agak berbeda, di sini terlihat dasar dari pasir yaitu lempengan batu, yang langsung mengingatkan saya akan kondisi Pantai Perak di Jerowaru Lombok Timur, mirip mirip, trus di lempengan batuan itu ada cekungan berisi air laut, persis dah ama pantai perak.


Sampai di Pojok kiri pantai, pasir habis, dan kembali kondisinya sama seperti pantai tlawas yaitu batu batu. Di sini batunya agak licin kena lumut, jadi harus lebih hati hati.


Semakin menjauh dari pasir pantai munah, kondisi batuannya berubah lagi, yang tadi berwarna hitam, di sekitar sini berwara kuning kecoklatan, seperti besi berkarat.



Coba perhatikan foto di atas... Seperti berkarat khan. Apakah batunya mengandung besi yang berkarat gegara air laut??

Lanjut jalan lagi, kondisi bebatuannya berubah lagi, sekarang berganti berundak undak, jadi kami harus ngeluarin tenaga lebih buat mendaki, untung aja sih batunya gak licin. Di sini ada satu kubangan besar berisi air laut super jernih yang membentuk kolam, wah sepertinya seger nih berendem di sini, seandainya gak panas terik gini, mau dah saya berendem.

Kolam Air Laut

Trekking Mendaki Bebatuan

Memang Butuh Tenaga Ekstra untuk Menjangkau Puncak
Dan akhirnya sampai juga saya di pojokan, udah mentok nih, gak bisa lanjut. Di sini saya sempetkan foto dulu, terlihat di depan Pantai Munah dengan ombaknya yang super waaaah... Sedangkan di belakang saya, terlihat hamparan pasir putih memanjang yang menurut info dari penduduk deket sini bernama Pantai Selau, dari sini juga terlihat beberapa rumah gubug milik penduduk, wuih berarti ada jalan darat tersendiri tuh menuju Pantai Selau, gak mungkin harus lewat pantai tlawas dan munah dulu.

Sebenernya pas sampai di ujung ini, saya dan agus udah gak bersemangat untuk naik lebih atas lagi, tapi karena semangat dari Mas Kadir, akhirnya saya pun tergoda juga buat naik lagi ke tempat yang lebih tinggi.

View Pantai Munah

View Pantai Selau

Narsis dulu....


Sampai di puncak, tak lupa donk buat narsis... Sayang donk, udah jauh jauh sampai sini gak potoan.

Berhubung di puncak ini puanasss banget, gak lama kita turun lagi, dan langsung trekking lewat jalan awal buat balik ke parkiran, dihitung hitung ada sekitar 2 km lebih kita jalan kaki nih, gempor gempor dah kaki kita.. Tapi Seruu....

Dan perjalanan kita lanjutkan menuju Pantai Lancing, yang gak jauh dari sini... Tunggu ya postingan berikutnya :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

22 October 2013

Bukit Merese di Kala Senja

Awalnya saya sih saya pengen nya mencoba sesuatu yang baru dalam hal menikmati senja, selama ini kebanyakan nikmatin senja kalo gak di Batulayar ya Senggigi atau Malimbu... Ahh udah terlalu mainstream itu.... Puter puter otak.... Ahaaaaa akhirnya saya nemu ide bagus, super bagus... "Sunsetan di Bukit Merese" Yihaaa....

Alhamdulilah cuaca sore ini di Mataram sangat mendukung, dan semoga saja cuaca di pantai selatan sana juga sama baiknya. Yuph, sekitar jam 4 sore saya beserta partner travelling setia saya Mbak Ai, meluncur menuju Pantai Selatan Lombok Tengah, tepatnya di sebelah kanan Tanjung Aan. Nah Biar gak boring disana, di Indomaret bypass BIL saya nyempetin beli beberapa bungkus makanan dan minuman.

Sekitar jam lima lebih seperempat sore, kami sampai juga di wilayah Tanjung Aan, motor saya parkirkan di depan Warung Turtle, dari situ kami trekking jalan kaki menuju bagian barat bukit merese, gak jauh juga gak tinggi kok, gak sampai 10 menit kami udah bisa duduk manis di atas bukit nya, kami nyari lokasi yang agak barat biar lebih jelas prosesi terbenamnya matahari. 

Oia berhubung ini musim kemarau, bukit meresenya lagi meranggas nih, warnanya coklat, padahal terakhir saya kesini ini bukit ijo banget plus banyak bunga bunga kecil di sini.

by the way, awalnya saya agak khawatir juga sore sore berdua ke lokasi ini, terutama masalah keamanan nya... tapi ternyata pas udah sampai puncak bukit ini, ehhh malah udah ada beberapa bule (sekitar 5 orang) yang udah asyik ngerumpi di atas bukit sana yang lokasinya lebih tinggi, di ujung lain juga terlihat satu bule lagi asyik sendiri foto foto.


Gak lama berselang, muncul lagi kelompok bule berdatangan dengan jumlah yang lebih banyak, mereka langsung ngumpul dan duduk tidak jauh dari sini, semuanya berpasang pasangan, ada yg cowok ama cowok, cewek ama cewek, juga cowok ama cewek... Nah sementara temen temennya asyik ngobrol, ada satu bule perempuan yang sedang asyik menikmati posisi headstand (bener gak ya namanya??), alias berdiri terbalik dengan kepala di bawah, dari sini sih gak kelihatan kepalanya (ketutup batu), cuma kelihatan kaki putihnya itu.. wuuuuuuu #slurrrpp.



Belum lama kami duduk di sini, ternyata jajan yang kami beli tadi udah habis, jiahahaha sampingku ini kelaparan rupanya, makan terooos. Sementara dia asyik kunyah kunya keripik, saya beraksi dengan kamera saya, poto sana poto sini puter sana puter sini.... Dan dari atas sini terlihat jelas cantiknya Pantai Merese yang diapit dua dinding bukit di kanan kirinya.


Seperti biasa, matahari kalau udah mendekati garis cakrawala, rasanya cepet banget dia turun nya. Sayang sekali di barat sana agak mendung, meski di atas kepala persis ini cerah ceria. Ini nih beberapa foto Senja nya :





Sebelum terlalu gelap, kami pun beranjak dari tempat ini, hihihi takut kemaleman pulangnya. Nah pas pulangnya ini juga agak mengkhawatirkan karena sudah dari lama beredar kabar kalau daerah sini kurang aman pas malam hari, tapi lagi lagi saya buktikan sendiri kalau daerah ini aman aman saja, selama perjalanan gak ada keanehan dan gangguan sama sekali.....

Nah berhubung kesorean, pas di portal, gak ditarikin uang... hohoho biasanya sih ditarikin uang dua ribu perak... Hmmm bisa jadi tips ini, jadi kalau kalian gak mau bayar di pantai ini, ya pulangnya agak sorean/setelah senja.. #tipsjitu


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017

BCA BALI RUN 2017

Blog Archive