12 April 2021

Main ke Taman Kota HM Sarbini Kebumen


Tidak jauh dari rumah, ada sebuah taman yang cukup oke dan aman untuk ngajak main anak anak, yaitu Taman Kota HM Sarbini atau Taman Lalu Lintas atau Taman Edukasi, heuheuheu entah yang paling bener yang mana, sebab di lokasi, ada beberapa penulisan nama yang berbeda beda.

Nah taman kota ini tepatnya berlokasi di pojokan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Indrakila. Mempunyai 2 pintu masuk yang saat ini (Februari 2021) hanya dioperasikan 1 pintu saja, yaitu pintu belakang yang persis di sebelah Gemintang Cafe.


SEJARAH
Penamaan taman ini bertujuan untuk menghormati Jasa Jenderal TNI (Anm.) HM. Sarbini yang lahir di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, pada tanggal 29 Mei 1914 dan meninggal di Jakarta, 21 Agustus 1977 pada umur 63 tahun. Dalam masa perjuangan, terutama pada tanggal 20 Oktober 1945, beliau yang pada waktu itu berpangkat Letkol, memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat Resimen Kedu Tengah dan menyerang, serta mengepung tentara Sekutu dan NICA di desa Jambu, Ambarawa yang kemudian dikenal sebagai peristiwa palagan Ambarawa
 
Pembagunan Taman Kota Jenderal HM Sarbini menggunakan anggraan APBD Tahun 2011 sebesar Rp 2,5 milyar , diatas tanah seluas 7.860 m2, sedangkan peresmiannya dilakukan oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE , hari Jumat pagi tanggal 25 Mei 2012 yang ditandai dengan pelepasan balon dan memencet sirine untuk membuka selubung Patung Jenderal HM Sarbini. 
 




Nah beberapa tahun kemudian, taman kota ini dibangun kembali dengan penambahan sarana dan prasarana yang lebih lengkap dan diresmikan kira kira pada akhir tahun 2019.
 
Saat pandemi Corona, taman ini sudah beberapa kali buka tutup, sesuai dengan aturan dari pemerintah. Nah pada sore itu, tanggal 20 Februari 2021, kebetulan taman ini dibuka untuk umum, dan kebetulan kita sedang lewat depan situ, padahal sebenarnya kita enggak berencana buat main di taman ini lho. Ya sudah, akhirnya kita mampir sebentar.
 
Tempat parkir ada di pintu belakang, di seberang kantor Bappenda Kebumen atau persis di sebelah Gemintang Cafe. Tidak ada tiket masuk atau biaya parkir di taman kota ini, Mantaap.
 





Yang bikin aku tertarik adalah Taman Kota Jenderal HM Sarbini ini memadukan Ruang Terbuka Hijau dengan konsep edukasi dalam bentuk Taman Lintas. Dari Taman tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas. Selain itu juga terdapat beberapa wahana permainan anak seperti perosotan, jungkat jungkit, ayunan dll.

Di bagian depan, yaitu di sisi jalan Ahmad Yani, ada Sebuah gapura yang seharusnya menyambut kedatangan pengunjung dengan tulisan dari logam diantara kedua tugunya yang berbunyi "Taman Kota Jend HM Sarbini" dengan siluet burung walet di sana, namun sayang sekali pintu depan ditutup. Kemudian di dekat pintu masuk depan juga terdapat tugu lawet/walet yang bentuknya mirip atau bahkan sama dengan tugu lawet yang ada di persimpangan dekat Pasar Tumenggungan Kebumen, namun dengan ukuran yang lebih kecil.
 





Masuk lebih dalam, di bagian tengah taman terdapat patung sesosok orang, bertopi dan berseragam militer lengkap dengan tanda kepangkatan, bertulis "Jend Purn H.M. Sarbini" dan kutipan kata-kata Bung Karno "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya", sedangkan Di bawahnya tertulis "Penggagas: Edi Boedianto (Eksponen 45)". Di sisinya juga terdapat informasi peresmian taman ini oleh bupati kebumen tahun 2012.
 
Fasilitas di taman ini sebenernya lengkap lho, ada hotspot area, area refleksi kaki, taman lalu lintas, sarana usaha (kios), gazebo, tempat duduk, tempat sampah, toilet, musholla dan playground buat anak anak. Jadi tempat ini emang cocok banget dah buat ngajakin jalan jalan anak anak, apalagi suasananya enggak rame


***

Peta Lokasi Taman Kota HM Sarbini Kebumen

Share:

5 April 2021

Ripah Coffee and Eatery : Mampir Ngopi Sambil Selonjorin Kaki


Bukan urusan mudah untuk mencari tempat ngopi di jogja, bukan karena jarang, tapi justru karena saking banyaknya kedai kopi, aku jadi bingung, heuheuheu. Di setiap sudut kota bisa dibilang pasti ada kedai kopi, baik itu yang udah lama maupun yang baru baru.

Nah berhubung saat itu kita sedang berada di Jogja bagian utara, pilihan kedai kopi dipersempit, pokoknya yang sekitar sini sini aja, pilihan yang ada di tengah kota atau bahkan di selatan kota dicoret. Dari beberapa kandidat, akhirnya terpilihlah Ripah Coffee and Eatery yang berlokasi di Jalan Umbul Permai No 100, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Jogja. Aku langsung tertarik gara gara lihat logonya yang sekilas mirip logo Masterchef
 

 
Berada di antara sawah sawah, cafe ini terlihat mencolok mata saat sampai di parkirannya, desain arsitekturnya depannya itu lho, catchy banget, kotak kotak bolong bolong warna merah dengan logo warna emas di bagian tengah dan background putih.

Di pintu masuk sudah disediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun cair, dan di dekat situ ada satu petugas keamanan lengkap dengan senjatanya yang selalu dia pegang, bukan senapan bukan pentungan, tapi alat pengukut suhu tubuh alias termometer.



 
Untuk pemesanan makanan, kita harus langsung pesan di kasirnya, menu makanan tersedia disitu dan langsung bayar disitu, nanti makanan akan diantar sesuai nomor meja kita. Pilihan menu di Ripah Coffee lumayan bervariasi terutama untuk makanan berat seperti pasta dan menu dengan base nasi. Untuk harga makanan dan minuman di Ripah Coffee juga sangat terjangkau, mulai dari 18ribu sampai 80ribu

Ada beberapa pilihan tempat duduk, ada meja kursi kayu, ada pula sofa, ada yang indoor ada pula yang outdoor, dan ada pula ruangan yang disewakan untuk meeting.




Sebenernya tempat ini oke banget dieksplore setiap sudutnya untuk foto foto, coba deh liat akun IG nya, fotonya kece kece, tapi berhubung udah kecapekan seharian keliling jogja dan nanti malam harus melanjutkan perjalanan 2 jam lebih ke arah barat, aku disini memaksimalkan waktu buat leyeh leyeh aja, ngopi, makan sambil selonjoran biat fit 100% lagi






Mie goreng yang kupesen enak banget gaess, entah beneran enak atau gara gara lagi laper ya, heuheuheu. Tapi pas aku coba cicipin makanan yang lain satu per satu, emang enak enak kok. Sip lah, bukan cuma tempatnya yang kece, makanannya juga enak. Oia disini juga banyak colokan, jadi kalian enggak perlu khawatir gadget kalian kehabisan daya, tinggal colok aja, tapi tentunya harus bawa charger sendiri donk ya.

***

Peta Lokasi Ripah Coffee and Eatery Jogja
 
Share:

29 March 2021

Madang X Omni : Cafe Hits Dekat Rita Supermall Purwokerto


Waktu itu, sekitar pertengahan Januari 2021, kita sebenernya enggak ada rencana jalan jalan, namun tiba tiba ada celetukan dari emaknya anak anak, "eh jalan jalan yuk ke Purwokerto". "Ya hayuuk", aku spontan meng-iyakan, padahal udah hampir tengah hari. Dan sekitar pukul 13.20 WIB kita pun sampai juga di pusat kota Purwokerto, alhamdulilah perjalanan lancar dari Kebumen. 

Tujuan pertama kita adalah ke Living Plaza Purwokerto buat makan siang di KFC, habis itu kita lanjut cuss jalan jalan keliling Rita Supermall, enggak ada tujuan khusus sih ataupun target barang untuk dibeli. Berhubung masih pandemi corona, pihak Mall sangat ketat menjalankan prokes, ada petugas yang keliling mall, kalau ketahuan buka masker di dalam mall, bakal langsung diminta keluar mall. Hal ini dikecualikan untuk di area tempat makan. Sempat kulihat ada anak kecil makan es krim sambil berjalan bersama orang tuanya, langsung ditegur ama petugas, tp enggak sampai disuruh keluar sih.


Nah setelah lelah keliling Mall, sore harinya sebelum balik ke Kebumen, kita coba untuk nyari tempat nongkrong yang enggak jauh dari Mall, kita pilih tempat yg deket karena cuaca lagi gerimis, padahal banyak tempat nongkrong kece di bagian atas purwokerto yaitu di sekitar Wisata Baturaden.

Pilihan jatuh ke Madang X Omni, yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Purwokerto, Banyumas, kira kira 800 meter di sebelah timur Rita Supermall.

Cafe yang baru buka di pertengahan 2020 ini mempunyai tempat parkir yang sangat memadai, bisa dibilang lumayan luas lah untuk menampung puluhan kendaraan, disertai beberapa petugas parkir yang siap membantu memposisikan kendaraan kita.

Kita berjalan cepat untuk segera masuk ke cafe, karena gerimis belum juga reda. Sejenak kulihat dari luar, cafe berlantai 2 ini kurang menarik ya, coba deh lihat foto di atas ini.

Tapi setelah masuk, baru dah ketahuan, ternyata cafe ini bagus juga, dan terlihat nyaman. 




Menu makan yang disediakan banyak juga ya, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Untuk memesan menu makanan, kita harus langsung pesan di kasir, pilih menu disitu, lalu bayar dan duduk di tempat yang bebas kita pilih. Nah setelah bayar itu, kita dikasih alat kecil semacam alarm penanda gitu, jadi pas nanti alatnya bunyi, tandanya makanan kita sudah siap, dan kita harus ambil sendiri di spot pengambilan makanan.

Untuk tempat duduknya bisa dipilih, mau yang indoor atau outdoor, bisa di lantai 1 atau 2. Nah berhubung masih gerimis, aku enggak coba untuk explore lebih jauh di area luar dan lantai 2, aku nyari tempat duduk yang indoor deket kasih aja, kebetulan ada sofa disitu.



Berhubung lagi laper, semua rasa makanan sih enak enak aja ya, cuman untuk menu mie kuah, topping sosisnya kebanyakan, haha, pas mie nya abis, sosisnya masih sisa banyak. 

Cukup lama kita disini, selain sambil nunggu hujan reda, aku ngopi dulu biar nanti pas perjalanan pulang enggak ngantuk, lumayan sekitar 2 jam dengan kondisi jalan malam gelap minim lampu penerangan. Lagipula si kecil juga lagi pada asyik mainan figure dinosaurus yang mereka ambil di dekat kasir. Entah ini hiasan atau memang disediakan untuk pengunjung anak anak, di dekat kasir ada beberapa mainan dinosaurus



 
 
***

Peta Lokasi Madang X Omni

Share:

22 March 2021

Kulineran di Alun Alun Kebumen


Tak bisa dipungkiri, alun alun yang berada di setiap kota itu bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang murah meriah. Termasuk juga di Kebumen, banyak masyarakat yang sekedar menghabiskan waktu pagi atau sore hari di Alun Alun. Apalagi di malam minggu, itu bisa jadi puncak keramaian alun alun setiap minggunya. 
 
Akan tetapi dalam kondisi yang masih belum menentu gara gara corona ini, Alun Alun bisa sewaktu waktu ditutup untuk umum, tergantung peraturan dari pimpinan daerah, baik itu dari gubernur maupun bupati.
 

Beberapa waktu lalu, sekitar akhir Bulan November 2020, aku nyobain buat berkunjung ke alun alun kebumen dengan mengajak pasukan rumah di hari sabtu pagi. Penasaran sih gimana kondisinya, sekalian mau nyari sarapan.
 
Sekitar pukul 07.15 WIB kita sampai alun alun dan kuparkirkan kendaraan di sisi utara alun alun, di seberang Rumah Dinas Bupati Kebumen. 
 
Kondisi di sabtu pagi ini tidak terlalu ramai, malah bisa dibilang lumayan lengang.
 
Di sisi utara ini tidak terdapat penjual makanan, jadi kita coba berjalan ke arah barat, nah sampai di pojokan barat - utara mulai terlihat banyak penjual makanan dan minuman. Ada salah satu penjual makanan dengan gerobak yang bikin aku penasaran. Bapak itu menjual menu Sate Ambal, sebuah sajian kuliner khas dari daerah Ambal, Kebumen. Selama ini sudah sering denger sih tentang sate ini, sering liat juga warung warungnya, namun belum pernah mencicipi sama sekali.
 
Sate Ambal Khas Kebumen

Aku pesen 3 porsi pakai lontong, setelah pesan, bapak itu langsung bergegas membakar satenya, hmmm aroma bakaran sate ini bener bener bikin makin laper. Sayangnya beliau tidak menjual minuman, selain air mineral gelas, padahal pengennya sih ngopi item ya.
 
Sate ambal ini terbuat dari daging ayam, tidak jauh beda dengan sate kebanyakan, yang membuat khas adalah bumbu/saus/sambalnya, biasanya khan ada yang pake kecap atau kacang tanah, nah kalau sate ambal ini menggunakan tempe rebus yang dihancurkan. Citarasanya berbeda, lebih terasa light/ringan.
 
Di dekat penjual Sate Ambal ini terdapat beberapa alat fitnes/alat olahraga yang bisa dipakai oleh masyarakat umum secara gratis, selagi kita menunggu sate dibakar, anak anak malah keasyikan main alat alat itu.
 
 
Selepas sarapan Sate Ambal, kita coba berjalan keliling alun alun. Di sisi barat alun alun ternyata dipenuhi pedagang, dari ujung utara ke selatan, selain makanan ada juga yang menjual baju, sepatu, sandal dan mainan. Di sisi sisi lain alun alun hanya ada sedikit yang berjualan, yang paling rame memang yang sisi barat.


***

Dua bulan berikutnya, yaitu Januari 2021 aku nyoba lagi untuk berburu makanan di sekitar Alun Alun Kebumen, bedanya kali ini sore hari, yang tentu saja akan beda suasanya dengan pagi hari. 

FYI, pas sore hari, penjual makanan di sekitar alun alun lebih banyak dan beragam daripada pagi hari, bahkan bukan cuman di sekelilingnya saja, melainkan di jalan jalan di sekitar alun alun. Salah satu yang banyak tempat kulineran adalah Jalan Veteran, yang letaknya berada di pojokan timur alun alun ke arah utara, di sebelah barat SMAN1 Kebumen dan SMPN 2 Kebumen. Macem macem banget, dari cemilan seperti sosis bakar, sotang, es kepal, kelapa muda, sampai Nasi Goreng, Mie Ayam, Bakso dan Pizza. Tinggal pilih dah, bisa dimakan disitu atau dibungkus trus dimakan sambil duduk duduk di alun alun.

Nah kita pilih opsi kedua, kita beli beberapa cemilan, dibungkus, lalu dimakan di alun alun sambil nongkrong menikmati suasana sore Kebumen.





Selain banyak penjual makanan, di alun alun kebumen kala sore hari juga banyak permainan, seperti mainan kereta pake rel, mainan mobil mobilan listrik, wisata naik kuda, mewarnai gambar/lukisan, memancing mainan, dan balon besar yang berupa perosotan dengan macam macam karakter kartun
 


Setelah makan makan di pojokan alun alun, kita sih langsung pulang, belum berani untuk memperbolehkan anak anak main mainan itu, karena rawan banget kontak erat dengan orang lain. Aku kasih pengertian ke anak anak, alhamdulilah mereka enggak merengek nangis minta naik, Heuheuheu

***

Peta Lokasi Alun Alun Kebumen

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive