31 August 2011

Pusat Tukang Cukur di Purworejo


Bagi warga Purworejo, siapa sih yang tidak mengenal Lapangan Garnizun? Lapangan yang berada di sebelah selatan Rumah Bupati tersebut sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti sepak bola, pasar malam dan berbagai acara pertunjukan seperti sirkus gajah beberapa waktu yang lalu.

Nah Lapangan Garnizun tersebut di sebelah timur, utara, dan barat dikelilingi oleh kios kios dengan berbagai macam usaha, untuk di sebelah timur isinya kios kios kuliner mulai dari bakso, mie ayam, kupat tahu, dan lain lain. Sebelah barat ada kios buah buahan, rental komputer, dan beberapa kios makanan. Sedangkan untuk sebelah utara merupakan pusatnya Tukang Cukur. Mulai dari timur (sebelah barat Bioskop Bagelen) memanjang ke barat isinya tukang cukur semua, yang buka setiap hari mulai dari pagi sampai sore hari, cuma ada beberapa ang sampai malam. Tapi sayangnya ini khusus hanya untuk laki laki, tidak ada salon khusus perempuan. Terakhir beberapa bulan yang lalu ane cukur di sana bayar enam ribu rupiah, gak tahu kalo sekarang berapa. Mungkin sudah naek lagi.
Share:

16 August 2011

Bintang Laut di Pantai Ela'-Ela' , Lombok




Pantai dan Laut di sekitar Pulau Lombok sangat kaya akan terumbu karang dan hewan-hewan laut yang indah, salah satunya adalah Bintang Laut. Di Pantai Ela-Ela, Lombok Barat ane menemui banyak sekali bintang laut berserakan di pasir pasir dengan airnya yang dangkal. Warnanya putih abu abu, mirip dengan pasir sehingga bila kita tidak hati hati, kita bisa menginjak injak mereka saat berjalan, karena jumlahnya yang banyak. Ukuran bintang laut tersebut relatif sama, dan kecil kecil, tidak seperti yang ane temuin di sekitar Gili Nanggu, dimana di sana besar besar dan berwarna warni. Bila kalian penasaran, datanglah kesini, tidak terlalu jauh dari pusat kota Mataram.


Share:

14 August 2011

Pemandangan dari Atas Gili Penyu, Lombok Barat


Ini masih lanjutan postingan sebelumnya mengenai Pantai Ela-Ela. Gambar di atas adalah sebuah Pulau Kecil atau orang Lombok biasa menyebut dengan Gili, Gili ini bernama Gili Penyu. Gili ini berada di ujung Tanjung Pantai Ela-Ela, dan dipisahkan oleh perairan dangkal sejauh sekitar 200 meter, kebetulan saat ane dan temen temen ane kesini, perairannya sedang surut, sehingga kami bisa menyeberang.

Gili ini hanya merupakan sebuah bukit kecil penuh semak semak dan tidak berpenghuni, biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk lokasi memancing. Untuk mendapatkan pemandangan yang bagus, kami harus memanjat ke atas bukit ini, sebenarnya tidak terlalu tinggi sih, akan tetapi karena sedang puasa dan matahari bersinar terik, kami sangat kelelahan saat sampai di atas.

Akan tetapi sara capek dan haus langsung sirna karena pemandangan dari atas Bukit ini sangatlah indah, sejauh mata memandang, lukisan Tuhan terpampang jelas di depan mata. Cobalah lihat foto foto di bawah ini:


Pantai Ela-Ela:


Sebuah Gili (tidak tahu namanya)


Gili Layar (dihuni bule Ostrali)


Pantai Ela Ela lagi


Lain Lain:




Gili ini terletak di desa Tawun, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Untuk dapat sampai harus menggunakan kendaraan pribadi/sewaan karena tidak ada angkutan umum yang sampai sini. Rute yang harus ditempuh adalah Mataram - Gerung - Sekotong - Tawun - Sundancer - TKP (berada di sebelah Sundancer Resort)

Share:

Pantai Ela-Ela Lombok Barat



Berawal dari seaching-searching di mbah gugel, mengenai pantai yang indah di daerah sekotong, akhirnya ane menemukan suatu pantai yang cukup eksotis. Yuph, namanya Pantai Ela-Ela (Elaq-Elaq), yang berlokasi di Desa Tawun, Kecamatan Sekotong, dekat dengan Sundancer Resort. Kenapa namanya Ela-Ela? Dalam bahasa Sasak Ela berarti Lidah, karena pantai ini berupa tanjung kecil memanjang, mirip dengan lidah yang sedah menjulur, jadi dinamakan Ela Ela.

Pantai di sini masih sangat alami, pasirnya putih bersih. Pasirnya sangat halus dan bercampur dengan pecahan pecahan karang serta rumah rumah keong, kerang kecil, dll, sangat eksotis. Oia di seberang ujung dari tanjung ini ada sebuah Gili, yang bernama Gili Penyu. Sangat beruntung kamisaat kesini airnya sedang surut sehingga kami bisa menyeberang ke gili penyu dengan berjalan kaki dengan jarak sekitar 200 meter. Oia hampir lupa, disini ternyata banyak sekali bintang laut berceceran, ada ratusan mungkin, sayangnya warnanya cuma satu, mirip dengan pasir warnanya, tidak berwarna warni. Gimana? Tertarik untuk mencobanya? Datanglah....







Share:

9 August 2011

Manis dan Segar Es Pisang Ijo Khas Makassar

Hmmm segarnya es yang satu ini, Namanya Es Pisang Ijo, yang merupakan salah satu kuliner khas Makassar. Es ini sudah terkenal sampai ke luar Sulawesi, terutama di Pulau Jawa. Untuk di Mataram sendiri bisa menuju ke kedai pariwisata yang berlokasi di Jalan Pariwisata atau belakang RSUP Mataram, yang menjajakan kuliner kuliner khas Makassar.

Menu yang satu ini sangat cocok untuk berbuka puasa, manisnya sirop ditambah segarnya es serut membuat stamina kita kembali full setelah puasa seharian. Es Pisang Ijo ini terdiri dari satu pisang (biasanya pisang raja) yang dibungkus tepung berwarna hijau (hijau dari pandan), dicampur es serut, diguyur sirop merah dan ditambah fla putih (sejenis bubur sum sum). Rasanya manis, segar dan gurih (gurih berasal dari fla). Bagi yang sudah bosan berbuka puasa dengan es buah atau kolak, menu ini dapat menjadi alternatif pilihan, Selamat Mencoba.

Share:

Gurihnya Coto Makassar


Udah pernah nyobain kuliner yang satu ini? Masakan berkuah nan gurih ini namanya Coto Makassar, yang memang asli dan khas dari Makassar (dulu Ujung Pandang), Sulawesi Selatan. Sebenarnya tidak perlu jauh jauh ke Sulawesi kalau hanya sekedar nyobain kuliner ini, seperti di Mataram, kedai Coto Makassar ada di Jalan Pariwisata atau di belakang RSUP Mataram. Kedai ini memang khusus menyajikan menu menu khas Makassar.

Menu ini terdiri dari semangkok Coto yang terdiri dari jeroan dan kuah kental bersantan, didampingi oleh ketupat dan buras sebagai pengganti nasi. Sebenarnya lidah ane kurang cocok dengan kuah tersebut, jadi ane tidak merasa ketagihan (masalah selera tiap orang berbeda). Namanya juga wisata kuliner, nyoba nyoba menu baru.




Share:

7 August 2011

Pondok Es Krim "Mon Cheri", Mataram





Berbukalah dengan yang manis, yuph salah satu menu manis dan segar yaitu es krim. Kebetulan Bulan Ramadhan ini di Mataram ada kedai es krim yang baru Opening, namanya Pondok Es Krim (Ice Cream) "Mon Cheri", yang terletak di Jalan Sriwijaya, samping Kura Kura Waterpark, Mataram. Atau lebih jelasnya lihat petanya aja, Klik di sini.

Berbagai menu es krim disediakan (lihat gambar paling atas), harganya lumayan mahal dua puluh ribuan per porsi, tapi memang enak sih. Selain es krim juga disediakan berbagai "Main Course" seperti Sphagetti, Ayam, dll. Tertarik mencoba? Try it..

(numpang narsis yee)

Share:

Bule Berbikini di Pantai Mawun, Lombok Tengah






Lanjutan dari Postingan Pantai Mawun, yang berlokasi di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pantai yang berupa cekungan ini sangatlah indah dengan ombak yang tidak besar sehingga asyik buat mandi dan bemain air. Pantainya bersih, pasirnya putih dan airnya sangat jernih, ditambah beberapa pepohonan dan berugak yang membuat suasana pantai ini adem semilir. Asik buat nyantai dan bermalas malasan tiduran di pinggir pantai di bawah pohon atau di berugak, sambil cuci mata melihat bule bule yang berjemur dengan bikini nya. Bule bule nya cukup berani ya, tidur telungkup, baca buku dan topless. Uppsss, tapi tidurnya telungkup, jadi gak keliatan.. haha, cuma nanti pas dia bangun, lihat saja pasir di bawahnya, pasti ada dua danau buatan. Piss....!!!
Share:

6 August 2011

Pantai Mawun, Lombok Tengah


Puasa bukanlah penghalang bagi ane untuk terus meng-explore Pulau Lombok yang eksotik ini. Lokasi tujuan untuk week end ini adalah Pantai Mawun, di Lombok Tengah. Letaknya di sebelah barat Pantai Kuta dan sebelah timur Pantai Selong Belanak, atau dengan kata lain terletak di antara kedua pantai tersebut. Akses menuju Pantai ini sebenarnya sudah Jalan Aspal, akan tetapi berupa aspal hancur, baik dari arah kuta maupun dari arah selong belanak, ancur parah. Sangat disayangkan memang, obyek wisata seindah ini akan tetapi akses menuju ke sana sangat buruk, itulah yang membuat Pulau Lombok tidak bisa semaju tetangganya, yaitu Pulau Bali, padahal kalau dilihat dari keindahan, Pulau Lombok tak kalah indah dibanding tetangganya itu.

Ane dan teman ane ke pantai Mawun melalui rute Mataram - Kediri - Praya - Penunjak - Selong Belanak - Mawun. Sebelum ke mawun, ane mampir dulu ke Pantai Selong Belanak, wah ternyata sekarang pantai ini sudah dipenuhi Bule yang berjemur dan surfing, padahal saat ane ke sini pertama kali, sekitar empat bulan yang lalu, disini masih sepi sekali. Tidak lama ane mampir, karena di sini panas sekali, ane kagak kuat, dan memilih melanjutkan perjalanan.

Wow, kondisi aspal setelah pertigaan Pantai Selong Belanak sangatlah parah, bergelombang dan berlubang lubang. Harus ekstra hati hati agar tidak tergelincir, sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang luar biasa, hijaunya pegunungan, rumah rumah penduduk yang masih sangat tradisional, kerbau kerbau, kambing kambing milik penduduk, serta pantai di sebelah kanan yang indah. Dan akhirnya kami sampai juga di sebuah pertigaan di mana di situ ada papan petunjuk arah dimana kalau kita belok ke kanan, kita menuju Pantai Mawun, langsung dah ane tancap gas menuju pantai tersebut.

Wah ternyata di sini juga sudah ramai oleh wisatawan mancanegara alias bule yang sudah berjajar rapi berbikini, berjemur sambil membaca buku. Ane tengok kanan kiri, hmm ternyata cuma kami yang merupakan wisatawan lokal, semuanya bule. Ada beberapa warga lokal yang menjajakan Kelapa Muda, dan kain. Yang ane suka, mereka tidak memaksa pengunjung untuk membeli seperti di Pantai Kuta Lombok. Di sini ada satu pohon besar yang bisa digunakan untuk berteduh (lihat ganbar di bawah) dan beberapa berugak yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Foto - Foto Pantai Mawun, Lombok Tengah







Share:

Penambang Belerang di Kawah Ijen, Banyuwangi

Masih ingat postingan sebelumnya tentang Kawah Ijen di Banyuwangi? Kalau lupa atau belum membaca, coba deh KLIK DI SINI. Yuph di kawah ijen terdapat sumber belerang yang dimanfaatkan warga sekitar dengan menambangnya. Cara penambangannya sangatlah manual, tidak menggunakan teknologi apapun. Para penambang berjalan kaki dari kaki gunung di daerah Paltuding membawa dua keranjang bambu yang dihubungkan oleh bilah batang bambu dan dipanggul di pundaknya, mereka naik ke gunung yang berjarak 3 KM dengan kemiringan yang cukup curam, setelah sampai puncak, mereka harus turun sampai ke kawah yang kira kira sedalam 200 M dengan jalan yang lebih luar biasa susah.

Setelah mendapat buruannya, mereka menaiki kawah lagi, kemudian turun, setelah sampai di pondokan, dekat rumah bundar, mereka menimbang hasil buruannya, kemudian turun lagi sampai ke kaki gunung.

Saat ane melihat pertama kali, wow ane sangat terkesima, bayangkan ane yang naik tanpa beban aja susahnya minta ampun, istirahat berkalikali karena pegel kaki ane diakibatkan curamnya jalan tersebut. Lha mereka sambil membawa dua keranjang penuh belerang di pundaknya, ckckckck, sungguh berat perjuangan mereka demi tetap mengebulnya dapur keluarga mereka, dan ane rasa penghasilan mereka tak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan mereka. Resiko yang membayangi mereka sangatlah besar, bisa saja mereka terpeleset di jalan, kemudian masuk jurang, atau masuk ke dalam kawah belerang.

Nah di bawah ini ada beberapa foto mengenai Penambang di Kawah Ijen :











Share:

4 August 2011

Bocah Penerjun di Pelabuhan Ketapang


Saat melihat dua bocah hanya bercelana pendek, bertelanjang dada jalan jalan di kapal Ferry di Pelabuhan Ketapang, ane jadi teringat masa masa SMA saat study tour ke Bali bersama temen-temen SMA, saat berada di kapal ferry, ada beberapa bocah yang hanya bercelana pendek meloncat dari kapal untuk mengambil koin koin yang dilempar oleh penumpang ke Laut, dengan semangat mereka meloncat, terjun bebas ke laut hanya untuk satu keping koin. Hmm betapa berat perjuangan mereka untuk mendapatkan koin yang paling hanya buat jajan mereka sehari hari. Padahal laut disitu dalam. Wah kuat juga mereka berenang yaa.

Sore ini juga, namun ada dua perbedaan, yang pertama sekarang mereka hanya berdua, sedangkan dulu lumayan banyak. Dan perbedaan yang kedua adalah dulu yang dilempar koin, mereka pasrah aja penumpang kapal mau melempar koin sejumlah berapa, akan tetapi kemaren, eh bocah itu minta dilempar uang lima ribu, hahai kecil kecil udah negerti duit ya, hmm karena kasihan akhirnya ane lempar juga uang lima ribu rupiah, yah itung itung amal dah. Dengan sigapnya anak itu berenang mengejar uang yang ane lemparin ke laut, dia berusaha agar uangnya tidak diambil oleh teman nya.
Share:

Blog Archive