26 December 2019

Menikmati 5 Hari di Pulau Rote

Masih inget banget dulu waktu sekolah, pas pelajaran geografi, diajarkan titik titik terluar Negara Indonesia, dimana salah satunya adalah Pulau Rote yang merupakan pulau paling selatan Indonesia. Dan gak nyangka banget, sekarang aku bisa menginjakkan kaki di pulau tersebut, buat kerja, sambil jalan jalan selama 5 hari. Nah ngapain aja aku selama lima hari di Pulau Rote? Yuk ah mari kita mulai cerita nya.

Bandara DC Saudale, Pulau Rote

Menuju Pulau Rote
Untuk menuju pulau rote dari Kupang, bisa menggunakan beberapa moda transportasi seperti Kapal Cepat/Fastboat, Kapal Ferry dan Pesawat Terbang dengan waktu tempuh yang berbeda beda. Untuk yang paling cepat, tentunya pakai pesawat terbang donk ya, nah moda transportasi inilah yang aku pakai. Perjalanan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara DC Saudale Rote cukup singkat, sekitar setengah jam saja. Oia, FYI pesawat dari Kupang ke Rote sehari ada 2x yaitu pukul 06.00 WITA dan 14.30 WITA menggunakan maskapai Wings Air.

Dari Bandara DC Saudale, transport yang bisa digunakan untuk menuju tempat yang kita tuju di Pulau Rote yaitu menggunakan Jasa Travel, dimana pas kita keluar dari Bandara akan banyak orang yang menawari travel. 


Penginapan
Di Pulau Rote, pusat pariwisata dan perhotelan yang bagus bagus ya baru di daerah Nemberala, belum merata ke daerah daerah lain, sedangkan aku dapet kerjaan di Kota Ba'a, dekat dengan bandara tapi lumayan jauh dari Nemberala. Selama 5 hari aku menginap di Ba'a di hotel yang sama, enggak pindah pindah, selain males pindahan, ya karena hotel inilah yang paling bagus di Ba'a (untuk saat ini)

Nama hotelnya adalah Hotel New Ricky. Lokasinya strategis banget, deket lapangan Ba'a, deket gereja, deket masjid, deket pelabuhan, deket pasar pula. Kita ambil yang semalem 400rb, fasilitasnya kamar dengan 2 bed sinlge, AC, TV, Air Panas, handuk, sabun mandi, tanpa odol dan sikat gigi. Oia untuk beres beres kamar, petugasnya gak ngelakuin tiap hari, kayak kebanyakan hotel yang lain, tapi harus bilang dulu ke resepsionis, baru deh dibersihin kamarnya dan diganti handuknya.

Urusan Perut/Makan Makan
Selama di Rote kita nyobain beberapa tempat makanan, mulai dari warung nasi biasa, warung padang, cafe, warung lalapan, sampai ke masak masak sendiri hasil dari belanja di pasar.


Pagi hari setelah mendarat di Rote, sekitar jam 8 pagi, kita langsung mampir ke warung lumayan 3, lokasinya di depan Bank BRI Unit, di arah bawah Komplek Ti'i Langga. Enak cui, masih anget masih seger semua, karena baru selesai masak, recommended lah pokoknya, oia btw yang punya orang jawa muslim, jadi dijamin Halal. Kemudian pas siangnya kita coba makan di Rumah Makan Talago Biru yang menyediakan menu menu khas masakan padang, lokasinya gak jauh dari pelabuhan Ba'a dengan view laut, rasanya standar sih, seperti kebanyakan warung padang lain. Kalau dari segi harga, tentu lebih mahal daripada warung yang pagi tadi kita datengin.


Pas malemnya aku diajakin makan ama temen. Nah gak nyangkanya tuh ternyata ada temen SMA ku yang lagi dapet proyek kerjaan juga di Pulau Rote, bener bener gak nyangka dah bisa ketemu di titik paling selatan indonesia setelah bertahun tahun gak ketemu. Btw dia udah sekitar setahun kerja di Rote, jadi udah lebih paham lah mengenai dunia malam disini. Dia pun ngajakin makan di Cafe 777, lokasinya di tepi pantai, dibatasi dengan jalan aspal. Menu menu nya ada di foto di atas. Tempatnya nyaman sih di tepi pantai, adem, rasa masakan nya juga enak kok, cuma harus sabar, karena lumayan lama hingga pesenan kita tersaji, kalau lagi lapar banget, mending cari warung yang lain.


Di malam yang lain, kita nyobain makan di Warnyet alias Warung Penyet yang merupakan warung jawa (Jawa TImur). Lokasinya di Jalan Baa Busalangga, deket ama Bank BNI Cab Rote Ndao. Menu yang disediakan ada Ayam Penyet, Ayam Bakar, Ayam Kremes, Tempe/Tahu/Telur Penyet, Soto ayam dan Tahu Tek Tek. Tempat makannya sempit nih, harus berdesak desakan, rame terus cui, untungnya enak ya.


Pernah juga kita makan malam di sekitar Lapangan Ba'a, di situ kalau malam banyak yang jualan makanan, mulai dari yang halal sampai yang halal. Nah temen temenku ini khan non muslim semua nih, malam itu mereka makan babi bakar donk. Ya sudah akhirnya aku jalan sendiri, keliling lapangan, nyari tempat makan yang selain menu babi, akhirnya dapet juga di depan Puskesmas Ba'a. Kayaknya sih warung ini cuma buka pas malem ya, aku lupa nama warungnya yang jelas menunya lengkap banget, gabungan dari beberapa gerobak, ada lalapan ayam, nasi goreng, bakso, gule, soto sampai sate ayam juga ada. Aku makan malam disini serasa bukan lagi makan di rote deh, serasa di jawa, lha disni isinya orang jawa semua, pada ngobrol pake bahasa jawa, haha.

Cafe Sharon

Untuk sarapan, tiap hari kita makan di Hotel saja, karena memang dari harga kamar sudah termasuk free sarapan, yaaa meskipun menu makanan nya itu itu aja, nasi putih, mie goreng, lauk dan sayur, serta roti tawar dan pisang ambon, minumnya kopi dan teh yang gak ada tulisannya, jadi kadang suka ketuker antara termos yang berisi teh dan kopi. Kalau mau yang lebih bervariasi bisa order makanan dari cafe sebelah, yang namanya Cafe Sharon, karena pemiliknya sama, menu makanan di cafe itu bisa dimakan di tempat dan juga bisa diorder untuk diantar ke kamar. Cerita lengkap tentnag Cafe Sharon nanti aku bahas di postingan tersendiri.

Senja dari atap Hotel New Ricky, dengan view Pelabuhan Baa

Ngapain aja di Rote?
Selama lima hari gak melulu donk kita kerja terus, di sela sela itu kita sempetkan buat jalan jalan menikmati beberapa tempat wisata di Pulau Rote.

Meskipun kita ke Rotenya pas musim kemarau, panas dan gak pernah ujan, ada satu tempat yang selalu ijo dan seger, yaitu Mata Air dan Pemandian Oeamau. Lokasinya deket dari Ba'a. Airnya seger banget cui, kalian yang ke Rote wajib mampir ke Oemau dah

Hutan Bakau Ndi'i Lifu

Kemudian untuk sore hari, selepas kerja kita menyempatkan untuk menikmati Sunset, gak tahu ya selama di Rote ini Matahari pas sunset tuh selalu kelihatan besar dan bulet, gak terganggu ama awan. Tempat yang kita datangi untuk menikmati sunset yaitu di Pelabuhan Ba'a, Rooftop Hotel New Ricky, Hutan Bakau Di'i Lifu, dan Pantai Oesosole.

Pelabuhan Ba'a, Rote

Hari terakhir kita di Pulau Rote, ditutup dengan perjalanan wisata ke Pantai Oesosole, lokasinya sih lumayan jauh dari Kota Ba'a. Untuk lebih jelasnya, sudah pernah aku tulis di postingan tersendiri mengenai Pantai Oesosole ini.

Dari 5 hari ini, masih banyak area di Pulau Rote yang belum sempat kita datengin, maklum kita cuma bisa jalan jalan sore sehabis kerjaan beres. Next time aku bakal balik lagi ke Pulau Rote, pengen ke daerah Nemberala nih, katanya disana banyak pantai cantik dan hotel mewah :)

Share:

21 December 2019

Bunga Sepe Mekar Merekah di Kota Kupang

“Sepe menunjukan bahwa kita sudah dekat pada hari natal, sepe icon dari Kota Kupang, untuk itu, ke depan supaya Pak Dally dan teman-teman semua, agar dapat merancang kegiatan ini sehingga kegiatan ini dapat lebih bagus dan meriah lagi, dan supaya masyarakat bisa tau, masyarakat bisa terlibat langsung dalam festival ini,”

Itu adalah sedikit petikan sambutan dari Walikota Kupang, Bapak Dr. Jefritson R. Riwu Kore, MM. MH dalam acara pembukaan Festival Sepe , hari Sabtu tanggal 30 November 2019.

Festival ini sendiri diselenggarakan di Lapangan Kantor Walikota Kupang mulai tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2019 dengan tujuan utama yaitu untuk mempromosikan dan mengenalkan Sepe sebagai ikon baru Kota Kupang sekaligus menjadikan Kota Kupang sebagai daerah tujuan wisata alam yang salah satunya adalah bunga sepe.


Tentang Bunga Sepe
Nah berbicara mengenai Bunga Sepe, yang dari luar kupang pasti kurang familiar dengan nama bunga ini karena bunga sepe lebih dikenal dengan nama Bunga Flamboyan.

Flamboyan memiliki nama genus Delonix yang berasal dari kata Yunani delos (artinya mencolok), dan onyx, berarti cakar. Nama tersebut mengacu pada penampilan bunga yang memang mencolok dan bentuk mahkota bunya mengembang seperti cakar. Pohon ini umumnya dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, untuk tanaman hias. Flamboyan tumbuh melebar membentuk seperti kanopi atau payung pada ketinggian 9–15 m di atas permukaan laut.


Apabila tanaman ini tumbuh di daerah yang memiliki 2 musim, maka akan gugur saat musim kemarau, tetapi akan tetap hijau pada musim semi dan dingin pada daerah dengan empat musim. Tumbuhan ini juga sering disebut tumbuhan semi-evergreen. Daun flamboyan memiliki bulu dibagian permukaannya. Sistem pertulangan daun berbentuk menyirip, dengan panjang 30,5-50,8 cm dan lebar 11–25 cm. Bunga-bunga flamboyan mekar secara musiman. Nah di Kupang sendiri bunga Flamboyan/Sepe mulai terlihat di akhir bulan novemberdan serentak mekar merekah di awal desember.


Mekarnya bunga sepe ini mengingatkanku akan kedatanganku pertama kali ke pulau timor, karena dulu pas sehabis turun pesawat di bandara el tari kupang, sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal sementara di kupang tuh pohon sepe ini lagi kompak mekar.

Di kota Kupang, Bunga Sepe ini banyak terlihat di sepanjang jalan frans seda, jalan el tari, taman nostalgia, sekitar GOR Oepoi dan beberapa tempat lain.

Warna Sepe saat sedang mekar sempurna akan mengeluarkan warna merah menyala dan begitu menarik mata untuk melihatnya. Namun ketika menjelang merekah, warna yang dimunculkan berwarna sedikit oranye yang nantinya berubah menjadi warna merah.


Bila kalian berencana berwisata di Kota Kupang, datanglah di awal Desember, karena cantiknya Bunga Sepe ini akan menyambut kalian, jangan lupa turun sejenak, lalu foto foto dengan latar bunga sepe ini
Share:

16 December 2019

Beberapa Rekomendasi Baju Bola Nike Terbaik Yang Wajib Kamu Beli


Sebelum bernama Nike, pada awalnya apparel olahraga asal Amerika Serikat bernama Blue Ribbon Sports. Ya, pendiri dari Blue Ribbon Sports ini adalah Philip Knight dan Bill Bowerman, yang didirikan pada tahun 1964. Seiring dengan berjalannya waktu, Blue Ribbon Sports pun berganti nama menjadi Nike pada tahun 1978. Menurut informasi yang di dapat, mama Nike itu sendiri diambil dari Dewi Kemenangan yunani lho. Untuk meningkatkan pemasarannya, brand Nike menggaet banyak atlet professional sebagai brand ambassadornya. Hasilnya, penjualan produk-produk Nike mengalami perkembangan yang signifikan pada setiap tahunnya. Berbicara soal Nike, berikut di bawah ini ada beberapa rekomendasi baju bola Nike terbaik yang harus kamu miliki :

1. NIKE Holland KNVB Away Stadium Jersey (724627-482)
NIKE Holland KNVB Away Stadium Jersey (724627-482) ini merupakan soccer jersey yang terbuat dari bahan polyster yang didesain sporty serta nyaman saat dikenakan untuk berolahraga. Selain itu, jersey ini juga dilengkapi dengan Dri-FIT fabric dengan mesh ventilate, ribbed collar, double-needle stitching pada bagian hem & cuff, polished finish, print logo Nike, dan embroidery logo official dari tim nasional sepakbola Belanda.

Size Chart :
- Size S
Chest : 88 – 96 cm
- Size M
Chest : 96 – 104 cm
- Size L
Chest : 104 – 112 cm
- Size XL
Chest : 112 – 124 cm

2. NIKE Paris ST Germain PSG Jersey Shirt
NIKE Paris ST Germain PSG Jersey Shirt ini adalah sebuah short sleeves shirt yang terbuat dari bahan polyster yang didesain sporty dengan round neckline, dan logo nike. Baju jersey ini sangat nyaman digunakan untuk olahraga.

Size Chart :
- Size S
Chest : 88 – 96 cm, Waist : 73 – 81 cm, Hips : 88 – 96 cm
- Size M
Chest : 96 – 104 cm, Waist : 81 – 89 cm, Hips : 96 – 104 cm
- Size L
Chest : 104 – 112 cm, Waist : 89 – 87 cm, Hips : 104 – 112 cm
- Size XL
Chest : 112 – 124 cm, Waist : 97 – 109 cm, Hips : 112 – 120 cm
- Size XXL
Chest : 124 – 136 cm, Waist : 109 – 121 cm, Hips : 120 – 128 cm
- Size XXXL
Chest : 136 – 148 cm, Waist : 121 – 133 cm, Hips : 128 – 136 cm
- Size XXXXL
Chest : 147 – 160 cm, Waist : 133 – 145 cm, Hips : 136 – 145 cm

3. NIKE KICK’Somnia Suarez Player Barcelona Home 2019/2020 Jersey Men
NIKE KICK’Somnia Suarez Player Barcelona Home 2019/2020 Jersey Men ini merupakan short sleeve jersey yang terbuat dari bahan dryfir yang lembut dan bisa menyerap keringat dengan baik sehingga sangat nyaman saat digunakan untuk berolahraga.

Size Chart :
- Size S
Panjang : 68 cm, Lebar : 49 cm
- Size M
Panjang : 70 cm, Lebar : 50 cm
- Size L
Panjang : 72 cm, Lebar : 52 cm
- Size XL
Panjang : 74 cm, Lebar : 54 cm

Itulah beberapa rekomendasi Jersey Nike terbaik yang paling recommended, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi. Selain tersedia di toko-toko perlengkapan olahraga, jersey Nike tersebut juga bisa kamu jumpai pada situs-situs online shop lho!

Share:

13 December 2019

Kidzoona : Sejam Aja Belum Puassss


Libur lebaran 2019 kemarin kita menyempatkan waktu buat jalan jalan keliling Jogja, mulai dari wisata kuliner, alam hingga belanja belanja hore. Nah di sela sela kesibukan jalan jalan itu, kita menyempatkan waktu sejam buat nyenengin anak main main di sebuah playground dalam ruangan.

Tempat tersebut bernama Kidzoona, yang terletak di Hartono Mall Lantai 1, atau persisnya di atas Matahari.

Untuk tiket masuknya, bisa dibilang lumayan mahal sih, tapi menurutku worth it lah dengan apa yang didapet, asal gak tiap hari aja , heuheuheu. Untuk lengkapnya ada di tabel di bawah ini :


Harga untuk satu jam dan seharian selisih sedikit, jadi kalau kalian punya banyak waktu ama anak anak, mending beli tiket yang sehari deh. Tapi karena kita cuma punya waktu sebentar, jadi beli yang 1 jam aja. Untuk pembayarannya bisa cash, bisa juga pake debit/kredit. Oia ada tambahan, yang masuk area kidzoona harus pake kaos kaki ya, baik itu untuk anak maupun yang menemani. Karena aku gak bawa kaos kaki, jadi harus beli di kasirnya deh, harganya 10 ribu rupiah untuk dewasa dan 5 ribu rupiah untuk anak.


Setelah proses pembayaran beres, kita dikasih gelang kertas untuk dipakai si anak, nametag untuk dipakai pendamping dan kunci loker. Jadi barang barang yang kita bawa termasuk sandal/sepatu bisa disimpan sementara dengan aman di loker.

Kidzoona ini bisa dibilang luassss banget lho, ini mah Timezone Play enggak ada apa apanya nih, kalah jauh, haha. Karena kita biasanya main di Timezone Play, sekalinya main di Kidzoona jadi ngerasa WOW banget.

Spot pertama yang dituju si kecil yaitu sebuah track sepeda, lengkap dengan sepeda roda tiga.






Kolam Bola berwarna biru adalah spot tujuan berikutnya, sumpah ini kolam bola luas bangeeet cui, untung aja cuman kolam bola ya bukan kolam air, jadi enggak basah, heuheuheu.

Di area kolam bola ini ada perosotan, tempat panjat panjat dan juga balon raksasa yang sama kayak di pasar malam gitu, tapi tentunya dengan kualitas lebih bagus donk ya, lebih bersih dan aman pula, selain perosotan di balon raksasa ini anak anak juga bisa lompat lompat layaknya trampolin.


Capek main perosotan dan lompat lompat di istana balon, si kecil kuajak masuk ke area yang lebih selow, yaitu berbagai macam permainan di atas meja, seperti semacam lego legoan dll. Kubiarin dia bebas memilih permainan yang mana aja. Tapi karena siang ini lumayan rame, jadi harus sabar gantian dengan pengunjung lain.




Area berikutnya yang gak kalah seru adalah area profesi, ada banyak profesi orang dewasa yang bisa dicoba si kecil, seperti polisi, pemadam kebakaran, chef/koki, tukang pos, penjaga toko, dokter dll, dan bahkan untuk beberapa profesi disediakan pula kostum/seragam khusus nya. Si kecil bisa pake itu kostum lho. Keren deh.



Di sebelahnya terdapat semacam lego raksasa dengan warna biru yang mencolok, disni si kecil bisa berimajinasi menyusun berbagai macam bentuk. Kemudian di sebelahnya lagi terdapat balon raksasa berbentuk semacam donat panjang, yang tengahnya bolong, nah di lobangnya itu si kecil bisa masuk, kemudian menggelindingkan diri biar berputar dan berjalan itu donat raksasa. Haha seru banget main ini, tapi jangan lama lama sih, takutnya si kecil pusing gegara muter muter terus dalam lobang itu.



Sejam berlalu, nama si kecil dipanggil oleh pegawai di bagian kasir/penjaga pintu masuk dan keluar, yang artinya waktu bermain habis dan harus segera keluar dari area ini, karena kalau sampai beberapa menit melewati batas waktu, akan dikenakan tambahan biaya. Woke, kita pun langsung beranjak ke loker, ambil sepatu, sendal dan tas, lalu keluar lewat pintu keluar yang disediakan.

Huaaa rasanya cepet banget sejam berlalu, sepertinay si kecil belum puas nih, tapi ya mau gimana lagi, jadwal padet, heuheuheu, masih banyak tempat yang harus dituju.

Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Jogja dan bawa anak kecil, boleh dah dibawa kesini, dijamin happy banget. Oia kalau si kecil masih berumur di bawah 1 tahun, ada kok spot khusus, jadi lebih aman, enggak bercampur dengan permainan anak anak yang lebih besar. Disini juga ada area buat menyusui dan ganti popok (nursery room)



Share:

8 December 2019

Senja dari Hutan Mangrove Dii Lifu


Setelah beberapa bulan membanting tulang mengais rejeki di Kupang, ibukota Provinsi NTT, akhirnya aku bisa juga menginjakkan kaki di pulau sebelahnya, yaitu Pulau Rote, bukan dalam rangka jalan jalan sih, melainkan dinas, alias dapet tugas kerja dari kantor.

Nah setelah jam kerja lewat, sekitar jam 5 sore kita meluncur dari Ba'a (tempat kita dinas) menuju salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Pulau Rote. Yaitu Hutan Bakau Dii Lifu (Hutan Bakau Baudale).


Kita pilih tempat ini karena mendapat rekomendasi dari teman yang kerja di Ba'a dan memang bisa dibilang dia udah mengenal banyak spot sunset di sekitar Ba'a, Rote.

Start dari Lapangan Bola Ba'a, kita menuju ke TKP menggunakan kendaraan roda 4 yang berisi 6 orang dengan menempuh jarak sekitar 6 km yang ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Jalan yang kita lalui sudah aspal mulus, namun saat keluar dari jalur utama menuju hutan bakau nya, sekitar 200 meter, jalan nya berupa tanah urug dari Sirtu warna putih yang masih aman dilalui kendaraan.


Di lokasi, tempat parkirnya bisa dibilang luas banget, bisa menampung puluhan mobil dah. Untuk masuk ke area hutan bakaunya, kita cuma membayar 2 ribu rupiah aja per orang, itu sudah termasuk parkir mobil. Di depan sini sebenernya ada yang jualan makan minum lho, tapi kata penjaganya lagi pada ibadah, jadi gak jualan.

Di bagian depan pintu masuk ini ada beberapa plang kayu bertuliskan larangan larangan yang harus dipatuhi para pengunjung, seperti dilarang memancing, berburu, coret coret, berbuat mesum dll.



Kita memang patut bersyukur dengan adanya program dana desa dari pemerintah. Dengan bantuan dana desa ini, banyak desa desa yang sukses mengembangkan potensi wisata di daerahnya masing masing, seperti halnya Hutan Bakau Dii Lifu ini.

Berada di wilayah Desa Maubesi, hutan bakau yang dulunya cuma dijadikan konservasi dan penghalang abrasi pantai, kini dikembangkan menjadi objek wisata yang bisa dijadikan alternatif tujuan wisata di Pulau Rote.


Para pengunjung bisa mengeksplor hutan bakau ini dengan berjalan di atas jembatan kayu. Pemandangannya cantik deh dari jembatan ini, di beberapa titik bisa dijadikan spot foto foto yang instagramable.

Selain itu, hutan bakau yang lebat ini membuat hawa di sekitar sini sejuk banget, ditambah suara kicau burung dan sedikit gemericik ombak dari laut. Nyaman buat melepas penat.


Paling cocok sih emang dateng pas sore hari gini, karena hutan bakau ini menghadap arah barat, jadi bisa sekalian menikmati Sunset deh. Kalau pas beruntung, pas tidak ada awan di langit, pemandangan sunsetnya bakal cantik banget.

Sebelum hari mulai gelap total, kita pun beranjak dari hutan bakau ini guna kembali ke Ba'a.


Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Rote, tempat wisata Hutan Bakau ini bisa jadi salah satu pilihannya. Lokasinya, bisa dilihat di bawah ini



.
Share:

3 December 2019

Mlipir Melepas Lelah di RM Bale Permai Banyumas


Saat libur lebaran kemarin, aku menyempatkan untuk bertandang ke rumah Saudara di daerah Cinangsi, Cilacap Jawa Tengah yang berjarak lebih dari 100 km dari rumah. Nah jarak yang lumayan jauh ini bila ditempuh menggunakan motor di hari biasa (bukan lebaran) memakan waktu sekitar 3 jam, kali ini tentunya bakal memakan waktu lebih lama lagi, bisa sampai 2 kali lipat lebih nih karena menggunakan mobil dan pas banget saat puncak arus balik lebaran.


Seperti biasa, saat sudah memasuki wilayah Banyumas, dimana ini artinya sudah setengah jalan, kita pun pasti mencari tempat makan, untuk istirahat, ngopi ngopi dan tentu saja makan. Kali ini tujuan kita untuk mengisi perut adalah RM Bale Permai yang berlokasi di Jalan Kecila KM 9 Kemranjen, Banyumas, untuk lebih  jelasnya monggo dilihat pada peta Google di bagian bawah postingan ini. Enggak ada kriteria khusus sih kenapa kita pilih tempat ini, yang jelas karena pas udah capek, pas nemu RM ini dan kebetulan pula ada di kiri jalan, enggak perlu susah nyebrang.

Rumah makan ini bisa dibilang tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan banyak rumah makan di sepanjang jalur selatan, tapi cukup lah untuk menampung rombongan beberapa mobil/bus, parkirannya pun cukup memadai.



Saat kita kesini, RM dalam kondisi yang lumayan ramai, setengahnya terisi oleh pengunjung yang bisa dipastikan mereka adalah pemudik, heuheuheu. Para pengunjung bisa memilih posisi di belakang yang lesehan atau di tengah yang menggunakan meja kursi. Untuk fasilitas, lumayan lengkap, ada toilet laki laki perempuan, musholla, wastafel dan bahkan ada pojok karaoke, sedangkan di sebelahnya ini menjual oleh oleh khas Banyumas dan Kebumen (yang masih satu bangunan, satu pemilik).

Untuk menu makanan di RM Bale Permai bisa dilihat di bawah ini :


Dari segi harga, standar lah ya, enggak mahal seperti harga makanan di beberapa warung yang lagi viral di medsos itu.

Menu yang kita pesen ada ayam goreng, bebek goreng, mie goreng dan sayur kangkung





Aku cobain semua makanan yang kita pesan, dan ternyata rasanya enak enak semua, entah karena aku lagi lapar atau memang karena enak ya, heuheuheu, tapi beneran deh menurut lidahku sih enak ya, apalagi sambel ijo nya (enggak kefoto) uenak mantap. Kalo dijual botolan, aku beli dah itu sambal.

Kutengok sebentar keluar, huaaa ternyata jalanan di depan RM ini masih aja macet, kendaraan hanya bisa berjalan sedikit sedikit, kemungkinan sih di depan sana ada pasar atau persimpangan jalan. Dua hal ini dah yang bikin super macet di jalur selatan pas arus mudik dan arus balik.

Ya sudahlah kalau mau nunggu jalan sepi ya bisa sampai besok nih, berhubung tenaga sudah pulih, perut juga sudah penuh, kita pun lanjut jalan lagi ke arah barat menuju Cinangsi, Cilacap. Semoga sampai tujuan dengan lancar.

***

Peta Lokasi RM Bale Permai, Banyumas

Share:

Youtube

Blog Archive