8 December 2019

Senja dari Hutan Mangrove Dii Lifu


Setelah beberapa bulan membanting tulang mengais rejeki di Kupang, ibukota Provinsi NTT, akhirnya aku bisa juga menginjakkan kaki di pulau sebelahnya, yaitu Pulau Rote, bukan dalam rangka jalan jalan sih, melainkan dinas, alias dapet tugas kerja dari kantor.

Nah setelah jam kerja lewat, sekitar jam 5 sore kita meluncur dari Ba'a (tempat kita dinas) menuju salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Pulau Rote. Yaitu Hutan Bakau Dii Lifu (Hutan Bakau Baudale).


Kita pilih tempat ini karena mendapat rekomendasi dari teman yang kerja di Ba'a dan memang bisa dibilang dia udah mengenal banyak spot sunset di sekitar Ba'a, Rote.

Start dari Lapangan Bola Ba'a, kita menuju ke TKP menggunakan kendaraan roda 4 yang berisi 6 orang dengan menempuh jarak sekitar 6 km yang ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Jalan yang kita lalui sudah aspal mulus, namun saat keluar dari jalur utama menuju hutan bakau nya, sekitar 200 meter, jalan nya berupa tanah urug dari Sirtu warna putih yang masih aman dilalui kendaraan.


Di lokasi, tempat parkirnya bisa dibilang luas banget, bisa menampung puluhan mobil dah. Untuk masuk ke area hutan bakaunya, kita cuma membayar 2 ribu rupiah aja per orang, itu sudah termasuk parkir mobil. Di depan sini sebenernya ada yang jualan makan minum lho, tapi kata penjaganya lagi pada ibadah, jadi gak jualan.

Di bagian depan pintu masuk ini ada beberapa plang kayu bertuliskan larangan larangan yang harus dipatuhi para pengunjung, seperti dilarang memancing, berburu, coret coret, berbuat mesum dll.



Kita memang patut bersyukur dengan adanya program dana desa dari pemerintah. Dengan bantuan dana desa ini, banyak desa desa yang sukses mengembangkan potensi wisata di daerahnya masing masing, seperti halnya Hutan Bakau Dii Lifu ini.

Berada di wilayah Desa Maubesi, hutan bakau yang dulunya cuma dijadikan konservasi dan penghalang abrasi pantai, kini dikembangkan menjadi objek wisata yang bisa dijadikan alternatif tujuan wisata di Pulau Rote.


Para pengunjung bisa mengeksplor hutan bakau ini dengan berjalan di atas jembatan kayu. Pemandangannya cantik deh dari jembatan ini, di beberapa titik bisa dijadikan spot foto foto yang instagramable.

Selain itu, hutan bakau yang lebat ini membuat hawa di sekitar sini sejuk banget, ditambah suara kicau burung dan sedikit gemericik ombak dari laut. Nyaman buat melepas penat.


Paling cocok sih emang dateng pas sore hari gini, karena hutan bakau ini menghadap arah barat, jadi bisa sekalian menikmati Sunset deh. Kalau pas beruntung, pas tidak ada awan di langit, pemandangan sunsetnya bakal cantik banget.

Sebelum hari mulai gelap total, kita pun beranjak dari hutan bakau ini guna kembali ke Ba'a.


Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke Rote, tempat wisata Hutan Bakau ini bisa jadi salah satu pilihannya. Lokasinya, bisa dilihat di bawah ini



.
Share:

5 comments:

  1. Kalayknya tempatnya nggak banyak nyamuk ya. Kadang di Mangrove itu nyamuknya mayan banyak. Itu mas yang lagi gelantungan ngapain coba heheheheh.

    Aku kira tadinya judul ini saltik "dii lifu" kukiran"di (lokasi) lifu" heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas kesana sih enggak ada nyamuk ya
      itu bocah seneng banget diajakin jalan, kayaknya dia jarang jalan jalan
      dii seharusnya kutulis di'i. kurang tanda apostrof diantara dua huruf i

      Delete
  2. Ah ternyata benar ini daerah bakau yang aku lewati kalau mau ke pantai Tiang Bendera dengan jalan kaki menyusuri pantai. Pohon bakaunya tua keren cuma waktu masih banyak sampah dan belum ada tuh jembatan-jembatan kek gitu. Ada pantai-pantai yang lumayan enak buat dinikmati di sekitar daerah itu karena belum banyak yang tahu cuma gak tau sekarang.

    Ini tulisan lamaku waktu ke Tiang Bendera: https://awalnya.blogspot.com/2011/10/rote-ndao-tiang-bendera-bagian-3.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibangun pake dana desa, sekarang jadi bagus

      belum pernah ke tiang bendera nih, next time mungkin kalau ada tugas ke rote lagi

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Youtube

Blog Archive