29 August 2022

Jalan Jalan ke Sam Poo Kong : Klenteng Bersejarah di Semarang


Berhubung temenku yang di Semarang menyarankan untuk mengunjungi Sam Poo Kong, akhirnya di Trip Semarang kali ini, aku pun tidak melewatkan tempat yang satu ini. Lokasinya berada di Jalan Simongan Raya 129, Semarang Barat. Sangat mudah untuk ditemukan dengan mengikuti rute di Google Maps.

Untuk masuk ke area parkir, kita membayar 5 ribu untuk 1 mobil. Parkirannya lumayan luas, bisa menampung banyak kendaraan termasuk Bus Besar. Meskipun kita datang pas weekday, ternyata cukup rame juga lho. Pas turun dari kendaraan, langsung ada bapak bapak yang mendekat, mengaku dari warga setempat dan menawarkan stiker bergambar sam poo kong dengan harga 10 ribu. Daripada nanti ada apa apa, aku pun langsung memberi uang 10 ribu dan menerima stikernya.

Setelah foto foto di area tempat parkir, kita langsung cuss menuju tempat pembelian tiket. Untuk harganya bervariasi, dibagi bagi dalam beberapa kategori, nah untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di bawah ini :

 
Kelenteng Sam Poo Kong ini bukan sekadar tempat ibadah semata, tapi juga menjadi tempat wisata ikonik yang sarat akan sejarah. Dalam perjalannya, Kelenteng Sam Poo Kong merupakan simbol akulturasi budaya China dengan adat Jawa. Bangunan kelenteng berdiri megah didominasi warna merah serta arsitektur khas China. Saat perayaan hari besar etnis China, seperti Tahun Baru Imlek, Kelenteng Sam Poo Kong menyajikan sejumlah hiburan. Atraksi tersebut bisa dinikmati semua masyarakat, tak hanya warga keturunan Tionghoa. 
 


 
Dalam perjalanannya, Klenteng Agung Sam Poo Kong sudah beberapa kali menjalani pemugaran. Selain karena situasi politik yang tidak menentu pasca kemerdekaan, banjir merupakan masalah utama yang dihadapi Klenteng Agung Sam Poo Kong. Revitalisasi besar-besaran dilakukan oleh Yayasan Sam Poo Kong pada Januari 2002. Pemugaran selesai pada Agustus 2005, bersamaan dengan perayaan 600 tahun kedatangan Laksamana Zheng He di pulau Jawa. Peresmian dihadiri oleh Menteri Perdagangan Indonesia – Mari Elka Pangestu datang ke Klenteng Agung Sam Poo Kong dan Gubernur Jawa Tengah – H. Mardiyanto.
 

Walaupun sebenarnya bangunan ini telah mendapat beberapa renovasi seperti dari segi bangunan yang sudah terbuat dari tembok yang dulunya hanya terbuat dari kayu tetapi tidak menghilangkah kekhasan dari klenteng sam poo kong  ini. Dari segi atap bangunan klenteng tersusun menjadi 3 ujung yang berbentuk runcing yang menjadi ciri khas dari atap klenteng ini.

Warna dari klenteng ini benar-benar penuh berwarna merah, dengan aksen kuning ditambah lagi dengan ornamen-ornamen yang dipasangkan pada dinding bangunan klenteng membuat suasana khas Cina benar-benar terasa. Terdapat juga lampion-lampion yang digantungkan pada bagian langit-langit atap klenteng ini, serta juga tidak ketinggalan patung-patung dari dewa yang menghiasi setiap sudut dari klenteng ini.


 
Fasilitas di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang 
 
Saat pertama masuk, di sebelah kiri ada toilet, kemudian di sebelahnya ada spot bernama Wall of Hope, jadi pengunjung bisa menulis harapan/doa di sebuah papan kayu dan menggantungnya di spot itu, nah papan kayunya bisa dibeli di tempat penjualan dupa di deket situ. Tidak jauh dari situ ada barisan penjual makanan dengan gerobak.
 
Untuk bangunannya, Kelenteng Sam Poo Kong memiliki beberapa bangunan dengan arsitektur khas China. Pengunjung bisa mendatangi tempat pemujaan Dewa Bumi dan Sam Poo Kong. Kedua tempat ini merupakan ruangan ibadah bagi umat yang ingin sembahyang pada Dewa Bumi dan Sam Poo Kong. Selain itu, pengunjung bisa mendatangi makam Kyai Juru Mudi atau Wang Jing Hong yang merupakan juru mudi Laksamana Cheng Ho. Masyarakat ingin mengenang jasa Wang yang telah berjuang untuk lingkungan sekitar goa hingga menjadi berkembang dan makmur. Ada juga Makam Kyai Djangkar. Dinamakan Makam Kyai Djangkar karena lokasinya merupakan letak jangkar sekoci yang jatuh ketika armada Cheng Ho datang pertama kali ke Pulau Jawa.
 



 
Puas rasanya jalan jalan keliling klenteng Sam Poo Kong ini, nah buat kalian yang akan atau sedang jalan jalan di Semarang, tempat ini bisa dijadikan salah satu tujuan kalian.


***

Peta Lokasi Klenteng Sam Poo Kong

Share:

25 August 2022

Pasar Kangen Jogja 2022 | Hunting Kuliner dan Barang Jadul


Di Hari Sabtu kemarin tanggal 20 Agustus 2022 aku udah merencanakan untuk jalan jalan ke Jogja, yaitu untuk wisata kuliner di Pasar Kangen. Buat kalian yang anak Jogja mungkin sudah familiar dengan pasar ini ya, karena memang sebenernya ini adalah event tahunan yang kebetulan sejak 2 tahun lalu absen gara gara pandemi corona, dan di tahun 2022 ini mulai digelar lagi.

Kali ini digelar mulai tanggal 18 - 27 Agustus 2022 dengan bertempat di area Taman Budaya Jogja, atau tepatnya di belakang Taman Pintar dan mengusung tema ‘Kumandhange Pasar – Ora Cucul Ora Ngebul'
 

Kumandhange Pasar merupakan Kedaulatan pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan melalui revitalisasi-reaktualisasi pangan – mengenalkan, memproduksi, mengkonsumsi berbagai jenis pangan yang pernah ada dan dimiliki bangsa ini.
 
Ora Cucul Ora Ngebul merupakan semangat baru pasca pandemi dalam kehidupan, - Yang tidak bekerja maka tidak akan mendapatkan apa-apa.


Buat yang belum tahu, Acara tahunan ini sudah dimulai sejak tahun 2007 lho. Ide awal gagasan ini dicetuskan oleh beberapa seniman perupa, pertunjukan dan aktivis kebudayaan di Jogja yang difasilitasi oleh Taman Budaya Jogja pasca gempa bumi yang melanda Jogja tahun 2006 sebagai konsep pemberdayaan masyarakat untuk bangkit kembali dalam pasca gempa, atau Trauma Healing. 
 
Saat ini Pasar Kangen sudah berusia 16 tahun, dan tahun ini Pasar kangen memasuki yang ke 14. Acara dalam Pasar Kangen ini menampilkan beraneka ragam jajanan khas yang unik dan langka yang pernah ada di Jogja dan daerah lain, serta menampilkan, menjajakan barang-barang lawas/jadul serta mainan tempo doeloe, selain itu juga ada banyak workshop yang setiap harinya beda kegiatan.
 


Tahun 2022 ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1300-an, dan yang masuk dalam kurasi atau peserta Pasar kangen tahun ini hanya berjumlah 277 peserta, terdiri 170 peserta kuliner, dan 77 peserta penjual barang-barang lawas, kerajinan dan komunitas seni yang akan menampilkan aktifitas workshop keseniannya.
 
Peserta telah dipilih melalui kurasi yang berdasarkan atas kriteria Pasar Kangen, adalah jenis kuliner berbasis lokal, dan juga kreatifitas pengolahan pangan berbasis bahan lokal. Dan yang paling keren adalah Peserta tidak dipungut biaya penyewaan stand, karena Pasar Kangen dibiayai oleh Dana Keistimewaan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Taman Budaya Yogyakarta.
 
 
Aku sampai di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, masalah yang pertama kutemui sebelum sampai lokasi adalah tempat parkir, heuheuheu. Aku khan enggak tahu ya kondisi di lapangan seperti apa, aku langsung aja berkendara menuju ke arah taman budaya dan rencana parkir di Jalan Sriwedari, eh ternyata jalannya ditutup untuk mobil , karena sepanjang jalan itu udah full ama sepeda motor. Ya sudah akhirnya aku putar balik dan parkir di Parkiran Senopati, atau tepatnya di seberang jalan Taman Pintar, alhamdulilah masih dapat tempat parkir. Dari tempat parkir kita tinggal jalan kaki aja ke arah Taman Budaya. 

Masuk ke area Pasar Kangen gratis, alias tidak ada tiket masuk, bayar kalau pas mau beli jajanan atau barang barang jadul disitu. Saranku sih, kalian kalau mau kesini siapin uang cash ya buat belanja belanja, yang banyak kalau bisa, karena takutnya kalap, heuheuheu. Beneran deh, pas sampe sini tuh pengennya semua dibeli, kayaknya enak enak. Banyak jajanan yang jarang banget kita temui.


Selain jajanan, di sekeliling teras Taman Budaya ada penjual barang barang lawas alias jadul, seperti mainan anak, perangko, uang kuno (kertas dan koin), kaset lagu lagu jadul, poster, stiker, kerajinan, dan lain lain, banyak bangeeeeet. Kalau aku sih beli stiker jadul, kalau kalian kelahiran 80'an pasti tahu stiker ini. Dan untuk anakku aku beliin lembaran bergambar wayang wayang, karena kebetulan di sekolahnya sedang mempelajari wayang untuk pelajaran bahasa jawa.



Untuk di bagian dalam Taman Budaya ada pameran lukisan wajah wajah yang sebagian besar kita kenal, kebanyakan sih tokoh tokoh seni, baik itu lokal maupun nasional. Untuk masuk ke area ini pun gratis, pintu mulai dibuka pukul 15.00 sampai selesai. 

Pas lumayan capek keliling muterin pasar kangen, kita nemu spot melukis gerabah, huhuhu, dan pas kita tawarkan ke anak anak,eh mereka mau. Ya sudah kita nongkrong dulu di sini, duduk selonjorin kaki sembari menemani anak melukis di gerabah. Ada tiga jenis gerabah yang bisa dipilih, dibedakan berdasarkan ukuran, yang kecil harganya 10 ribu, yang medium 20 ribu dan yang besar 25 ribu. Harga itu udah termasuk cat air dan kuas nya, nanti kalau udah selesai melukis, gerabahnya bisa dibawa pulang.




Makin sore ternyata semakin rame, tadi pas datang masih lumayan lengang, jalan kaki masih bisa santai, sekarang sekitar jam setengah 6 sore jalan udah gak bisa santai, karena penuh sesak dan pasti senggolan kanan kiri depan belakang, heuheuheu. Ya sudah akhirnya pas menjelang maghrib kita pulang.

Sebenernya belum puas sih, pengen hunting kuliner lagi, karena ada beberapa spot yang belum sempat kita datangi. 


 
 
Share:

22 August 2022

Nongkrong di Kedai Kopi Mexolie Kebumen | Bekas Pabrik Jaman Belanda


Kedai Kopi Mexolie terletak di dalam area Hotel Mexolie, Jalan Merak II (Jalan Stasiun) No.8 Panjer, atau tepatnya di depan Stasiun Kebumen. Nah sebagai informasi, hotel mexolie ini menyimpan sejarah yang panjang, karena dahulunya lahan ini adalah bekas bangunan pabrik pengolahan kopra miliki kolonial Hindia Belanda. 

Hal ini tidak mengherankan karena jika dilihat dari jalan, bangunan bangunan di dalam area Hotel Mexolie ini tampak sangat kuno dengan arsitektur khas kolonial Hindia Belanda. Jauh sebelum menjadi hotel, bangunan tersebut dimiliki sebuah perusahaan pengolahan minyak kelapa dengan nama sama, yaitu Mexolie. Dimana sebenarnya Mexolie adalah singkatan dari N.V. Maatschappij tot Exploitatie van Olie-fabrik. Dan pada masa setelah kemerdekaan, Mexolie kemudian dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Sari Nabati. Sari Nabati menjadi aset bangsa Indonesia.
 

Namun karena suatu alasan khusus, Sari Nabati mengalami kerugian besar lalu akhirnya bangkrut dan tutup. Bangunan pabrik ini pun mangkrak hingga bertahun-tahun lamanya, sebelum akhirnya sekarang menjadi sebuah area hotel.

Bangunan Kedai Kopi Mexolie terpisah dari bangunan utama hotel, yang lokasinya di sebelah selatannya, namun dengan tempat parkir yang menyatu. Saat kita datang, kondisi kedai kopi sedang tidak ramai, alhamdulilah ya.




Kedai kopi ini ternyata luas juga dalamnya, ada beberapa pilihan tempat duduk. Kita pilih yang di pinggir dekat jendela dan dekat aquarium. Di belakang kita ada sebuah ruangan dengan pintu terbuka, berisi meja bundar dengan 6 kursi warna krem yang mengelilinginya. Interiornya terlihat klasik banget deh.

Menu makanan yang tertera dalam buku menu lumayan banyak, dari menu ringan sampai menu berat. Sedangkan untuk kopinya, menggunakan biji kopi lokal yaitu kopi gemplong dari kebumen. Bisa pilih mau yang V60, Vietnam Drip atau Tubruk saja.




Kita niatnya cuma nongkrong aja jadi pesennya pizza biar bisa buat rame rame, minumnya kopi, kopi susu, dan es coklat buat anak anak. Nah sambil nunggu orderan datang, kita keliling sebentar di area cafe ini.
 
Aku perhatikan ya, ada sesuatu yang unik deh, yaitu kursi di kedai kopi ini bentuknya beda beda, coba deh kalian lihat di foto foto di atas. Di salah satu sudut juga dipajang sebuah motor klasik berwarna merah putih dengan jam dinding berbentuk layang layang di atasnya.





Lalu kita coba jalan jalan ke bagian belakang kedai, ternyata area hotel ini luas sekali lho, seluruh area ini dinamakan Mexolie Land, isinya ada hotel yang lengkap dengan resto dan kolam renang, ada kedai kopi, ada taman luas, ada aula yang biasanya digunakan untuk acara wedding atau konser, masjid, bangunan besar di tengah tengah yang aku kurang tahu peruntukannya dan di paling pojok belakang ada tempat karaoke bernama Mexo Family KTV ++. 

Puas keliling area Mexolie Land, kita balik lagi ke dalam kedai untuk ngopi ngopi dan ngemil Pizza. Rasa kopinya lumayan lah ya, anak anak juga suka dengan minuman es coklat pesenannya. Pizza yang kita pesan rotinya lumayan tebal, mirip dengan ketebalan roti PizzaHut, kirain bakal tipis seperti pizza pizza yang biasanya tersaji di sebuah cafe. Dari segi rasa, memang kurang spesial ya, tapi masih enak kok, semua pada suka dan yang penting abisss, heuheuheu. 


***
 
Peta Lokasi Kedai Kopi Mexolie Kebumen
 
Share:

18 August 2022

Jalan Jalan ke Taman Pintar Biar Makin Pintar


Meskipun sudah sering wara wiri lewat jalan di depannya, aku belum pernah sekalipun masuk ke area Taman Pintar Jogjakarta. Enggak tahu ya kenapa, rasanya tuh belum tertarik aja. Hingga akhirnya di Bulan Mei 2022 saat aku ada acara di Jogja bersama anak anak dan emaknya, aku langsung terpikirkan tempat wisata ini untuk ngajak anak anak jalan jalan.

Hal pertama yang aku cari informasinya adalah tempat parkir mobil. Berbekal info dari internet, ada dua lokasi parkir kendaraan yang dekat dengan taman pintar, yaitu di seberangnya (parkiran senopati) atau di sisi timur, dekat dengan Shopping Book Center dan Taman Budaya. Aku pun memilih yang di dekat taman budaya, biar tidak perlu menyeberang jalan Panembahan Senopati yang tak pernah sepi. 


Untungnya ada pintu masuk timur juga ya, jadi tidak perlu memutar untuk masuk lewat pintu selatan. Kesalahanku adalah cuma nyari info tempat parkir, tapi tidak nyari info lebih jauh tentang isi dari taman pintar ini apa aja dan bagaimana pembelian tiketnya. Pas ngantre di loket pembelian tiket, aku baru sadar dan mengerti bahwa di area taman pintar ini terdiri dari beberapa wahana yang tiketnya tuh dijual terpisah. Bahkan ada 1 wahana yang ada jam jam nya, yaitu Planetarium, dimana kalau sudah kelewatan jam nya, kita harus beli tiket baru lagi. 


Selama antre tiket itu aku lihat lihat daftar wahananya apa aja, dan akhirnya memutuskan untuk beli 2 tiket wahana saja, yaitu Oval Kotak dan Planetarium. Untuk harga tiket masuknya, Oval Kotak, tiket anak Rp 12.000, tiket dewasa Rp 20.000 sedangkan untuk Planetarium tiket anak dan dewasa sama yaitu Rp 22.000 . Sedangkan anak di bawah 3 tahun gratis.

Saat beli tiket ini waktu menunjukkan pukul 10.18 sedangkan pertunjukan planetarium kita dapat yang pukul 11.30 , jadi masih ada waktu sekitar 1 jam untuk menikmati wahana Oval Kotak. Langsung aja kita masuk kesana. 


Bagian pertama yang kita temui di sini adalah aquarium raksasa dengan isian ikan ikan raksasa juga, mirip mirip dengan ikan yang kemarin kita jumpai di Gembira Loka. Zona berikutnya adalah Dinosaurus dan Manusia Purba. Lalu kemudian kita masuk ke area tengah yang lumayan luas, di sini terdapat beberapa alat peraga yang bisa pengunjung mainkan. 



Zona selanjutnya ada di lantai atas, untuk mengaksesnya kita harus melewati tangga melingkar, dengan foto para tokoh tokoh penemu (ilmuwan) yang tertempel di dinding baik itu dari dalam negeri ataupun luar negeri. Zona zona berikutnya  makin menarik, pengunjung bisa mencoba banyak sekali alat alat peraga. Sambil bermain kita bisa sambil belajar ilmu fisika maupun biologi, jadi inget pelajaran jaman sekolah dulu deh. Sayang sekali pas kita kesini tuh pas bareng rombongan tour dari beberapa sekolahan, jadi rameeeee bangett, harus rela antre untuk bisa mencoba alat alat peraganya. 





By the way, ternyata waktu satu jam untuk keliling Wahana Oval tidaklah cukup, saat sedanga asyik asyiknya, tiba tiba ada pengumuman bahwa pintu Planetarium sudah dibuka, dan yang sudah memiliki karcis diharapkan agar segera menuju ke lokasi, karena 15 menit lagi pertunjukan akan dimulai. Kita pun langsung buru buru jalan menuju pintu keluar, dengan mengikuti petunjuk arah keluar yang tertempel di dinding. Heuheuheu padahal masih ada beberapa spot yang belum kita datangi. Ya sudahlah daripada ketinggalan pertunjukan dan harus antre tiket lagi.

Sampai di Planetarium, ruangan sudah terisi setengahnya, di depan ada petugas yang menjaga dan memberitahu kita untuk duduk sesuai nomor yang tertera di tiket. Oke, kita pun duduk sesuai nomor. Berada di sini rasanya seperti di dalam bioskop deh, cuma bedanya layarnya di atas. Saat pertunjukan dilarang menyalakan hp karena bisa mengganggu pengunjung yang lain dan tentu saja dilarang merekam isi pertunjukannya.
 

Intinya, Di Planetarium Taman Pintar ini digunakan alat berupa proyektor digital untuk peragaan benda-benda langit. Dalam setiap pertunjukan menampilkan simulasi suasana langit Yogyakarta di malam hari beserta macam-macam benda angkasa dan susunan bintang yang tampak di saat itu. Selain itu ada pemutaran film tentang tentang perjalanan manusia di Bulan . Semuanya diproyeksikan di media kubah berbentuk setengah lingkaran di atas.


***

Peta Lokasi Taman Pintar Jogja

Share:

15 August 2022

Wisata ke Cimory On The Valley Semarang


Melanjutkan postingan sebelumnya, setelah makan siang di Omah Latare Ombo, kita pun langsung cuss ke arah Salatiga dan lanjut ke arah utara menuju sebuah tempat wisata bernama Cimory on The Valley.

Berlokasi persis di tepi Jalan Raya yang menghubungkan Semarang dan Salatiga, agak ngeri juga saat masuk ke lokasi dari arah selatan, karena lokasinya ada di sisi timur jalan, dimana jalan ini dipenuhi truk truk super besar.


Tempat wisata ini ternyata tidak mengenal hari kerja atau hari libur ya, rame banget lho, padahal ini bukan akhir pekan, untuk masuk menuju parkiran saja harus antre. Tapi alhamdulilah parkirannya luas banget, bisa menampung puluhan bus besar. Dan waktu itu sudah ada beberapa bus yang sudah parkir.

Dari parkiran kita lanjut jalan kaki ke loket untuk membeli tiket


Meski di parkiran banyak banget kendaraan , ternyata di loket tiket kita tidak perlu antre, berarti kemungkinan pengunjung menumpuk di dalam.

Untuk tiketnya kita bisa beli satuan atau combo, maksudnya adalah pengunjung bisa beli tiket untuk masuk ke dairyland nya saja seharga 15 ribu per orang, atau ke mini mania saja seharga 25 ribu atau combo 35 rb per orang , dengan tiket combo kita bisa masuk ke dairyland dan ke mini mania.


Dari 1 tiket yang dibeli, kita mendapat satu botol cimory yogurt, dan beberapa voucher belanja yang bisa dimanfaatkan saat membeli oleh oleh di Cimory Dairy Shop yang lokasinya nanti sebelum pintu keluar.

Di area Dairyland terdapat banyak spot binatang, ya memang tempat ini semacam kebun binatang gitu lah ya. Yang pertama kita lihat adalah taman reptil, disini ada kura kura, ular, buaya, kadal dll.





Di spot berikutnya ada banyak burung, baik itu yang dilepas seperti merpati ataupun yang berada di dalam kandang, kemudian di seberangnya terdapat kandang kelinci, lengkap dengan rumah rumahannya yang lucu banget. Di spot ini para pengunjung bisa membeli makanan dan memberi makanan tersebut langsung ke binatangnya, harganya sekitar 10 ribu rupiah saja.



Kemudian lanjut kita ke spot yang lebih luas dengan terlebih dahulu menyeberangi jembatan kayu. Di bawah jembatan ini terdapat sungai kecil dengan aliran air yang tidak deras namun batuannya besar besar. 

Di spot yang satu ini banyak binatang yang bisa kita lihat, seperti unta, burung unta, kuda, sapi, kambing, serta ada pula wahana permainan kereta mini khusus anak anak, harganya 15rb per anak untuk 2x putaran. Buat yang mau ngasih makan kambing secara langsung juga bisa, tinggal beli makanannya 10ribu, atau kalau mau yang lebih menantang bisa coba keliling naik kuda, harganya 25 ribu saja per orang. 





Oke setelah turun dari wahana kereta berbentuk sapi, kita menuju ke wahana berikutnya yaitu Mini Mania, lokasinya agak di atas, jadi harus menaiki beberapa anak tangga, sebelum sampai mini mania kita foto foto sebentar di sebuah spot rumah rumah hobit. Ada satu yang unik disini, yaitu sebuah bentuk pohon yang sebenarnya adalah pohon yang dibalik, jadi akarnya di atas yang membuat terlihat seperti daun nya.



Berhubung kita beli tiket combo alias terusan, jadi pas sampe mini mania bisa langsung masuk. Sesuai namanya, wahana ini berisi miniatur miniatur beberapa negara di dunia yang dilambangkan dengan landmark masing masing negara, tak terkecuali Indonesia dengan Monasnya. Contoh lain yaitu Taj Mahal dari India, Menara Pisa dari Italia, Menara Eifel dari Prancis, dll







Area ini sebenernya tidak luas, bisa dengan cepat dikelilingi tanpa bantuan kendaraan, tapi buat yang males atau udah capek atau pengen merasakan sensasi keliling dunia naik sepeda, bisa sewa sepeda listrik, harganya 15 ribu untuk 20 menit saja. 

Awalnya aku males sewa sepeda, tapi setelah coba jadi ketagihan, ternyata seru juga keliling naik sepeda, apalagi kontur jalan nya naik turun, enggak datar gitu, di satu titik yang tanjakannya agak curam, tenaga listrik sepedanya enggak kuat untuk nanjak bila boncengan, jadi harus dibantu dengan kayuhan kaki.







Untuk oleh oleh dan cemilan di jalan nanti, kita beli beberapa jajanan di tempat penjualan makanan yang berada di titik terakhir sebelum pintu keluar. Ada satu jajanan yang wajib banget dibeli disini adalah Moo Moo Roll, asli sumpah ini kue nya enak banget, lembut dan coklatnya tuh khas banget, kalau kalian yang pernah jalan jalan ke Cimory pasti tahu dengan kue ini.



***

Lokasi Cimory On The Valley Semarang


Share:

My Youtube Channel

Blog Archive