27 October 2019

Pantai Oesosole yang Masih Alami


Hari terakhir kita dapet tugas di pulau rote, kita manfaatkan buat jalan jalan, mumpung kerjaan udah kelar dan enggak ada waktu lagi buat jalan jalan karena besok kita dapet penerbangan pagi banget.

Ada banyak pilihan tujuan sih di Pulau Rote, seperti ke daerah Nembrala, ke Pantai Oeseli dan Telaga Nirwananya, ke Pantai Oesosole atau ke Mulut Seribu. Nah dari beberapa opsi itu akhirnya kita pilih yang Pantai Oesosole.


Pantai Oesosole ini lokasinya di Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote. Berjarak sekitar 60 km dari Pelabuhan Ba'a, Rote, dan dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam menggunakan motor/mobil.

Untuk menuju kesana sih, rute nya gampang, tinggal ngikutin aja petunjuk dari google maps, pasti nyampai. Cuman sebelum kesana kita harus persiapan perbekalan dulu, mengingat disana enggak ada fasilitas sama sekali, baik itu warung makan, ataupun tempat bilas/ganti baju setelah kita mandi mandi di pantai, karena memang pantai oesosole ini memang pantai yang masih alami banget, bahkan sinyal hape pun nihil, dari operator apapun. Jadi jangan lupa untuk bawa makan dan minum ya biar gak dehidrasi dsana.


Jalan yang kita lalui awalnya sih mulus ya, jalan aspal bagus, dengan ditemani pemandangan indah pulau rote, kadang lewat tepian pantai, kadang lewat diantara pemukiman, kadang perbukitan, nah yang perlu diperhatikan saat lewat sini yaitu kita akan sering bertemu dengan ternak warga yang dibiarkan bebas seperti kambing, sapi dan babi, dimana mereka itu kadang suka nyebrang jalan sembarangan. Dan kemarin sih kita juga beberapa kali papasan ama truk truk besar.

Jalanan kurang enak mulai dirasakan oleh kita kita yang di dalam mobil sejak pertigaan antara ke Papela dan Oesosole atau kira kira 5 km sebelum lokasi, jalan yang kita lewati berupa aspal lama yang udah enggak mulus lagi, tapi masih manusiawi lah, dan masih banyak rumah penduduk, dan kita lihat lihat ya, setiap kita lewat dekat sumber air seperti sungai, disitu bakal banyak rumah penduduk deh.


Setelah aspal habis, jalanan berubah menjadi jalan berwarna putih yang merupakan urug-an dari pecahan pecahan batu kapur, kalau orang sini nyebutnya Sirtu/Sertu. Kondisi jalan naik turun, kelak kelok, berdebu dan disini udah jarang rumah penduduk. Sepengelihatan kita enggak ada papan petunjuk menuju pantai oesosole sama sekali.

Nah keberadaan pantai mulai kita rasakan saat mulai banyak pohon kelapa dan pohon enau/lontar, di sekitar sini ada beberapa rumah penduduk yang terbuat dari kayu dan beratap daun. Dari sini kita mengarahkan kendaraan ke arah kiri menyusuri pantai, mendekat ke atah batu ikonik di Pantai Oesosole ini, yang orang orang menyebut bentuknya mirip hati (lambang love) , tapi kalau aku lihat lihat sih mirip juga ama ekor paus.


Di pesisir pantai ini banyak pohon pinusnya gaes, jadi enak buat bersantai, sambil goler goler di pasirnya. Tapi ya itu sayangnya disini banyak sampah, baik itu sampah berupa potongan potongan kayu ataupun botol botol serta pembungkus makanan

Nah dari banyaknya sampah itu, kita punya ide untuk mengisi waktu luang menunggu sore, yaitu bakar bakar sampah, haha. Lha ini masih jam 3 sore gaes, mau nyemplung mandi, masih panas banget, nanti item kulit kita. Mulailah kita masing masing berburu sampah botol minuman, plastik bungkus makanan, sterofoam, kayu kayu kecil, dan sandal sandal bekas. Nah enggak tahu kenapa ya, di sekitar sini banyak banget sandal bekas yang kondisinya udah rusak lama.


Coba ada yang jual ikan atau cumi di sini ya, bisa sekalian dibakar dah buat makan sore, heuheuheu.

Setelah hari mulai teduh dan sengatan matahari mulai mereda, kita pun lanjut mandi mandi di pantai nya.

Pantai yang berpasir super lembut ini sebenernya enak banget lho buat mandi mandi, tapi kayaknya kita lagi dateng pas cuaca kurang baik deh. Aku bilang enak karena bagian bawahnya bukan batu karang, jadi kita enggak takut kena batu, tapi enggak enaknya tuh arusnya lagi kurang bersahabat, dia membawa dedaunan rumput laut, jadi nyangkut nyangkut di kaki gitu, geli dan risih, kaya ada sesuatu yang lagi nyentuh2 kaki kita, dan arusnya juga mengangkat pasir halus, jadinya airnya butek deh.



Setelah puas mandi mandi, kita pun balik ke dekat perapian untuk duduk bersantai, menghangatkan badan, sambil makan dan minum kopi, kita udah persiapan bawa kompor gas kecil, panci, air mineral telur dan pop mie. Ahhh enaknya ngopi sambil nge mie di tepian pantai yang super sepi ini.

Habis itu kita bergantian ganti baju dengan bantuan pintu mobil, haha maklum gak ada tempat ganti baju disini, jadi ya manfaatkan apa yang ada, dan tanpa bilas, cuma andukan doank, lalu ganti baju. Dan lanjut balik ke Ba'a sebelum hari mulai gelap, pokoknya jangan sampai gelap gelapan pas lewat jalanan rusak tadi, kalau udah sampai jalan aspal mulus sih santai aja.




Nah buat kalian yang pengen ke Pantai Oesosole juga, ini nih peta lokasinya :




Share:

22 October 2019

Bamba : Tempat Nongkrong Asyik di Kuta Mandalika


Lama gak ke Kuta Mandalika, eh sekarang kawasan itu udah bagus banget, banyak jalan baru yang mulus dan enggak tahu ujungnya kemana, haha. Kawasan yang digadang gadang bakal dibangun sirkuit balap (F1/MotoGP) bertaraf internasional ini memang lagi giat giatnya bersolek, hotel hotel nan megah pun ikut serta dibangun guna menunjang fasilitas di Mandalika.

Nah setelah kita muter muter keliling mandalika, sorenya kita mampir buat nongkrong sambil makan di tempat yang lagi nge-hits nih, namanya Bamba.


Bamba pada dasarnya adalah tempat penginapan yang juga sekaligus tempat makan, lokasinya sangat strategis di Jalan Raya Pantai Kuta, Pujut, Lombok Tengah, bertetangga dengan cafe cafe lucu yang udah pernah kubahas di blog ini, seperti Milk Espresso, Kenza, dan El Bazar.

Karena berada persis di tepi jalan, Bamba ini tidak mempunyai tempat parkir yang representatif, motor harus diparkir di trotoar, sedangkan mobil parkirnya mengambil badan jalan. Untungnya sih jalan ini enggak padat seperti di Bali, jadi lalu lintas di depan Bamba tetap lancar.


Saat masuk, kita langsung dihadapkan pada kolam renang yang unik bentuknya, melengkung lengkung dengan pinggiran warna putih. Biasanya khan kolam renang tuh dibuat dengan menggali tanah, sedangkan untuk kolam renang yang disni, dia justru di atas permukaan tanah dengan membuat dinding putih yang melengkung lengkung untuk menampung air, jadi pinggirannya itu bisa buat duduk duduk.

Tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung ada 3 macam, bisa duduk duduk santai di rumput dengan beberapa bantal besar, bisa pilih duduk di kursi kursi samping kolam atau di bagian dalam restonya. Karena kita bawa anak kecil, jadinya pilih yang di rumput aja, jadi semacam makan makan ala piknik di kebon gitu dah.



Saat kita nyampai di rerumputan ini, kita enggak langsung disamperin ama pelayannya. Kita malah keasyikan foto foto dulu, haha, maklum bentar lagi udah gelap nih, jadi mumpung masih terang, kita puas puasin foto foto dulu. Hingga akhirnya kita manggil salah seorang pelayan untuk memesan makanan.


Pelayan pun datang dengan membawa daftar menu yang terdiri dari 3 halaman. Lengkapnya silakan lihat gambar di atas ini, ada harganya juga. Awalnya bingung sih mau order yang mana, panjang panjang namanya. Dan pilihan pun akhirnya jatuh kepada kari ikan, kalau di menu sih tulisannya Thai Coconut Curry, Local Fish & Asian Greens dan jus buah naga tanpa gula. Sedangkan si kecil kita pesenin nasi goreng aja, menu yang aman serta sate lilit sambal matah buat emaknya anak anak.


Seperti biasa, menu kari yang kupesen pasti enggak pernah mengecewakan. Disajikan dalam sebuah mangkok berwarna hitam besar, dan potongan daging ikan nya pun besar, kuahnya gurih banget apalagi ditambah taburan parutan kelapa, dijamin kenyang, meski tanpa tambahan nasi. Recommended dah. Untuk nasi gorengnya sih kayaknya enak juga, enggak sempet nyicipin, lha udah diabisin duluan ama si kecil, sedangkan untuk sate lilitnya sih standar ya, sama seperti sate lilit kebanyakan.


Karena ini adalah weekdays, jadinya suasana tempat ini selow, enggak seramai pas weekend, yang pengunjung lokal aja cuma kita, lainnya bule bule semua, jadinya kita bisa foto foto dengan bebas. Nah buat kalian yang lagi di lombok dan mau nongkrong nongkrong seru, Bamba ini bisa jadi pilihan kalian, paling pas sih pas sore hari karena enggak panas, kalau bisa sih jangan pas hari libur ya biar bisa lebih nyantai :) . Untuk lokasi persis Bamba ini, bisa dilihat di peta di bawah ini :


.
Share:

17 October 2019

Inilah 100 Event Pariwisata Wonderful Indonesia 2020


Eh tahu gak, Calendar of Events (CoE) Wonderful Indonesia 2020 sudah diluncurkan pada tanggal 15 Oktober 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta lho. Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang dihadiri juga oleh sejumlah Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pariwisata serta perwakilannya dari 34 provinsi Indonesia. 

Menpar Arief Yahya mengatakan Calendar of Events 2020 akan memberikan dampak besar dalam mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), serta menggerakkan wisatawan nusantara (wisnus) ke destinasi yang tersebar di 34 provinsi. Sebanyak 100 event pariwisata unggulan itu akan digelar sepanjang tahun 2020. 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan event pariwisata di Indonesia mutlak disusun dalam sebuah CoE. Karena dengan itu wisatawan dapat dengan mudah mengetahui event-event pariwisata yang ada di daerah. Selain itu para traveller akan lebih tertarik untuk melihat destinasi di daerah. 

Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuti menyampaikan bahwa Calendar of Events 2020 sebagai kalender pariwisata nasional ini merupakan salah satu program strategis Kemenpar dalam mempromosikan destinasi pariwisata. Karena tak dapat dipungkiri jika atraksi (events) merupakan langkah terbaik meningkatkan kunjungan wisatawan. Baik itu wisatawan mancanegara (wisman) serta menggerakan wisatawan nusantara (wisnus). 

Nah, apa aja event event tersebut? Berikut adalah daftar 100 Event Nasional Kementerian Pariwisata Tahun 2020 :

1. Provinsi Aceh
  • Festival Saman
  • Aceh Culinary Festival
  • Aceh International Diving Festival
2. Provinsi Sumatera Utara
  • Ya’ahowu Nias Festival
  • Karnaval Pesona Danau Toba
  • Samosir Music International
  • Gelar Melayu Serumpun
3. Provinsi Riau
  • Pacu Jalur
  • Bono Surfing
  • Festival Bakar Tongkang
4. Provinsi Kepulauan Riau
  • Bintan Triathlon
  • Tour De Bintan
  • Kenduri Seni Melayu
  • Festival Pulau Penyengat
5. Provinsi Sumatera Barat
  • Tour de Singkarak
  • Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival
  • Festival Pesona Minangkabau
6. Provinsi Sumatera Selatan
  • Festival Danau Ranau XXIII 2020
  • Festival Sriwijaya XXVIII 2019
7. Provinsi Bangka Belitung
  • Toboali City on Fire Season 5
  • Festival Tanjung Kelayang 3
  • Sungailiat Triathlon
  • Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur
8. Provinsi Jambi
  • Festival Kerinci
  • Festival Batanghari
9. Provinsi Bengkulu
  • Festival Bumi Rafflesia
  • Festival Tabut
  • Festival Pesisir Pantai Panjang
10. Provinsi Lampung
  • Krui World Surfing League
  • Lampung Krakatau Festival
11. Provinsi DKI Jakarta
  • Jakarta Fashion and Food Festival
  • Jakarta Fashion Week
  • Jakarta Marathon
  • Jakarnaval
12. Provinsi Banten
  • Seba Baduy
  • Festival Tanjung Lesung
  • Festival Cisadane
13. Provinsi Jawa Barat
  • Asia Africa Festival 2020
  • Cap Go Meh Bogor
  • HardFest Pesona Jatigede
  • Festival Seni Budaya Cirebon
  • Gebyar Pesona Budaya Garut
14. Provinsi Jawa Tengah
  • Dieng Culture Festival 
  • Festival Payung Indonesia
  • SIPA (Solo International Performing Arts)
  • Cheng Ho
  • Festival Kota Lama
15. Provinsi DI Yogyakarta
  • Jogja International Heritage Walk
  • Ngayogjazz
16. Provinsi Jawa Timur
  • Jazz Gunung Bromo
  • International Tour de Banyuwangi Ijen
  • Grand Final Karapan Sapi
  • Gandrung Sewu
  • Malang Flower Carnival
17. Provinsi Kalimantan Barat
  • Festival Danau Sentarum
  • Cap Go Meh
18. Provinsi Kalimantan Tengah
  • Festival Budaya Isen Mulang
  • Festival Babukung
  • Festival Tanjung Puting
19. Provinsi Kalimantan Timur
  • Tenggarong International Folk Art Festival VIII (TIFAF)
  • Festival Sungai Mahakam
  • Balikpapan Fest
20. Provinsi Kalimantan Selatan
  • Fest Triloksado (Festival Loksado)
  • Festival Dayak Meratus
21. Provinsi Kalimantan Utara
  • Musik Alam 2K20
  • Gelar Adat Budaya Dumut
22. Provinsi NTB
  • Festival Bau Nyale
  • Festival Taliwang
  • Festival Pesona Khazanah Ramadhan
23. Provinsi NTT
  • Parade Sandelwood dan Festival Tenun Ikat
  • Festival Fulan Fehan
  • Festival Parade Pesona Kebangsaan
24. Provinsi Bali
  • Ubud Writers & Readers Festival
  • Buleleng Festival
  • Bali Spirit Festival
  • Pesona Nusa Dua Fiesta
  • Pemuteran Bay Festival
25. Provinsi Sulawesi Tengah
  • Festival Danau Tektonik Poso
  • Festival Pulo Dua
26. Provinsi Sulawesi Barat
  • Polewali Mandar International Folk & Art Festival
  • Festival Sandeq Race
27. Provinsi Gorontalo
  • Gorontalo Karnaval Karawo
  • Festival Pesona Pulau Saronde
28. Provinsi Sulawesi Selatan
  • Toraja International Festival
  • Festival Pinisi
  • Salo Karajae
29. Provinsi Sulawesi Utara
  • Festival Pesona Selat Lembeh
  • Festival Pesona Bunaken
  • Manado Fiesta
30. Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Wakatobi Wonderful Festival and Expo “Wakatobi Wave”
  • Festival Pesona Budaya Tua Buton
31. Provinsi Maluku
  • Moluccas Fest
  • Pesta Rakyat Banda
32. Provinsi Maluku Utara
  • Festival Teluk Jailolo
  • Festival Morotai
  • Festival Tidore
33. Provinsi Papua Barat
  • Festival Pesona Bahari Raja Ampat
  • Festival Seni Budaya Papua Barat
34. Provinsi Papua
  • Festival Danau Sentani
  • Festival Teluk Humboldt

Yuph itulah daftar event Pariwisata Indonesia 2020. Nah untuk informasi tanggal dan lokasi/kotanya, nanti akan diupdate setelah ada pengumuman resmi selanjutnya.
Share:

12 October 2019

Striploin Steak di Cozy Coffee Corner



Cozy Coffee Corner ini udah pernah aku tulis sebelumnya di blog, tapi dulu itu saat aku nongkrong dan ngopi di kedainya yang lama yang lokasinya di sebelah utara Alun Alun Purworejo, tempatnya kecil dan sempit, menunya juga terbatas

Nah kali ini, pas aku ke Purworejo lagi, aku nyobain buat ngoi dan nongkrong di kedai Cozy Coffee yang lokasinya di depan Stasiun Purworejo Lama. Tempatnya lebih besar, lebih nyaman dan tentunya menu makanan nya lebih banyak, karena menyatu dengan kedai Ikan Bakar Stasioen, jadi kalau lagi nongkrong di Cozy Coffee bisa pesen makanan dari Ikan Bakar Stasioen dan begitu juga sebaliknya, karena memang pemiliknya sama (info dari kang parkir)



Tempat duduk yang disediakan bisa dibilang lumayan banyak, kita bisa pilih sesuai selera, bisa di depan luar, bisa di samping di area Ikan Bakar, bisa juga di dalam, dimana yang di dalam ini dibagi bagi dalam beberapa ruangan, karena memang ini sebenarnya bekas rumah, dan kamar kamar nya dijadikan tempat ngopi untuk pengunjung.



Kita pilih duduk di luar aja, biar dapet angin segar sore, lagian juga udah gak panas, dan kulihat enggak ada asap rokok, karena paling males kalo lagi selow duduk duduk ngopi, terus ada asap rokok dari meja sebelah, heuheuheu. Apalagi asap vape yang wangi wangi itu.

Gak lama kita duduk, satu orang pelayan mendatangi kita dan menyerahkan buku menu. Menu menu yang disajikan di Cozy Coffee Corner ini lumayan lengkap sih, dari makanan ringan seperti kentang atau pancake sampai ke Steak juga ada lho.

Yang bikin aku tergelitik tuh harga steaknya, bisa dibilang lumayan mahal sih, bahkan lebih mahal dari steak steak yang pernah kubeli di warung/cafe di jogja, lombok atau kupang. Heuheuheu. Karena penasaran, aku beli dah itu steak. Nama menunya sih "Striploin Steak" , awalnya kukira ini Sirloin Steak yang salah ketik, karena aku memang belum pernah melihat nama menu striploin steak, haha. Tapi pas googling, eh ternyata memang ada


Berdasarkan info yang aku kutip dari http://steakysteve.com , Striploin adalah daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Jenis ini adalah salah satu daging primadona karena dagingnya yang lembut dan rasa juicy dari lemak yang cukup terasa. Daging jenis striploin lebih lembut daripada sirloin, tetapi lebih keras daripada tenderloin. Meskipun rasanya tidak se-juicy daging steak rib-eye, namun rasa juicy tersebut tersebar sempurna di setiap bagian daging striploin. Spesifikasi daging berbentuk memanjang dari bagian depan hingga sampai di perbatasan pinggul sapi dan membentuk sedikit lempengan daging (strip) sehingga dinamakan striploin.

Cukup lama sih aku nunggu steak ini jadi, mungkin sih karena jarang dipesen, jadi ada beberapa tambahan pelengkap yang enggak ready stock. (pendapatku aja sih)

Daging striploin ini dimasak well done (pas pesen tadi enggak ditanya dulu, tingkat kematangannya), disajikan dalam piring putih dan dilengkapi dengan potongan tomat, kentang, bawang, selada dan saus. Menurutku sih dagingnya empuk ya, tapi kurang juicy karena dimasak well done, dari segi rasa enak, tapi masih kurang worth it lah dengan harga yang mencapai 170rb per porsi.


Untuk menu kopinya, seperti biasa aku order V60, eh tapi aku lupa ya pilih bijih kopinya, haha , lagian gak ditanyain juga sih mau pakai biji kopi dari mana. Ya sudahlah. Dari segi rasa sih, sama sama aja ya ama kedai kopi lain, nothing special.

Nah justru yang paling juara di kedai ini adalah Cheese Steak nya. Gurih banget cui, disajikan pas anget anget gitu, trus dicocol di sambelnya, enak enak enak. Recommended deh. Kalian wajib cobain ini. Harganya cuma 20rb.

***




Share:

7 October 2019

Staycation di Swiss-Belinn Kristal Kupang

Bermula dari program promo di salah satu aplikasi pemesanan hotel dan tiket pesawat online, aku pun tergoda buat iseng iseng nyari hotel di sekitar Kupang buat staycation, alias nginep nginep hore, santai santai di hotel di akhir pekan. 

Ternyata cukup sulit juga mengakses aplikasi itu pas program promo yang cuma sejam ini, tapi alhamdulilah setelah beberapa kali mencoba, berhasil juga dengan mendapatkan 1 harga hotel promo di Swiss-Belinn Kristal Kupang dengan tarif lumayan murah, gak sampai 300rb/malam.

Lobi Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang
LOKASI
Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang ini berlokasi di Jalan Timor Raya No.59 Pasir Panjang, Kupang. Di sekitar sini memang terdapat banyak hotel bintang 3 dan 4, seperti halnya Hotel Aston, On The Rock, M Hotel, Sotis dll dengan daya tarik kuat yaitu view Pantai. Untuk mencapai Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang tidaklah sulit, bisa naik angkot, taksi konvensional, taksi online ataupun kendaraan pribadi. Parkirnya lumayan luas, bila dibandingkan dengan hotel hotel lain di sekitar Timor Raya, bisa dibilang Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang ini memiliki tempat parkir yang paling luas


CHEK IN
Karena sudah booking lewat aplikasi online dan sudah membayarnya pula lewat transfer bank, kita pun tinggal menyebutkan aja nama sesuai pesanan saat check in di resepsionis, menyerahkan KTP untuk di fotokopi dan mengisi form yaitu nomor telpon, alamat email serta tanda tangan. Namun sayang sekali saat kita datang, kamarnya belum siap dan kita disuruh menunggu dulu duduk di sofa lobi, padahal ini udah jam 2 siang, sesuai dengan peraturan hotel, waktu check in jam 2 siang. Tapi it's Ok sih, gak masalah, kita juga gak buru buru, heuheuheu, dan saat menunggu kita bisa menikmati welcome drink yang disediakan.


KAMAR
Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya kita mendapat kamar juga, huhuhu bahagia donk kita. Tapi kebahagiaan itu berangsur angsur sirna saat kamar yang kita tuju ternyata adalah kamar hotel yang berada di bangunan lama sisi kanan hotel. Gak sesuai ekspektasi kita, haha.

Kamarnya lumayan luas sih dengan ranjang besar yang cukup buat 2 dewasa dan 2 balita. Di dalam kamar ini tersedia fasilitas TV Satelit, AC, Kulkas Mini, 2 botol air mineral, Gula Kopi Teh dan Penyeduh air panas, Lemari Besar, Meja Kursi, Cermin, Sandal, Bak Sampah, Safety Box, dan lantai yang berkarpet serta Free Wifi (yang bisa diakses di semua penjuru hotel). Sedangkan di dalam kamar mandi ada cermin, wastafel, amenities lengkap, 2 handuk bersih, closet duduk, shower, air panas dingin, tempat sampah, tissue, dan yang bikin si kecil girang Bath Tub. 



Dari segi kenyamanan, kamar ini nyaman sih, tenang, gak berisik, dingin, cuman ada beberapa yang menjadi catatan, yaitu penyeduh air panas untuk kopi/teh gak berfungsi, view dari jendela adalah rumah penduduk bukan pantai, serta switch pengganti aliran air antara shower dan pengisi bathtub yang tidak berfungsi. Selain itu sih fine fine aja.


SARAPAN
Untuk sarapan bisa dimulai dari pagi sekitar jam 6/7 di restoran yang terletak di belakang resepsionis, sama seperti yang pernah kita coba dulu pas hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang menyediakan paket berbuka puasa saat bulan Ramadhan. 


Menunya sih lumayan lengkap ya, rasanya enak enak, ya standar hotel lah, tempat nya luas, nyaman, dan viewnya cantik, yaitu kolam renang dan taman. Satu makanan yang harus dicoba adalah telur gorengnya yang dimasak secara langsung oleh chefnya di ruangan ini, karena ngantre, kita tinggal bilang aja ke chef nya nanti bakal diantar ke meja kita. Oia buah buah juga lumayan lengkap ada apel, pisang, salak, potongan semangka, pepaya dan jeruk. Kue kue basah dan pastry juga ada, kalau yang gak pengen nasi, bisa makan bubur ayam atau sereal.



MAKAN MALAM
Untungnya kita menginapnya di malam minggu, karena Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang ini tiap malam Sabtu dan Malam minggu menggelar Streetfood Festival di area parkir depan hotel, dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan pesan makanan di restoran hotel. Dan kita pun enggak mau menyia-nyiakannya. Kita makan malam nya di event ini aja.

Menu yang disediakan seperti di kertas menu di bawah ini :

maaf, Sepertinya kamera HP lagi error, hasilnya jadi kayak gini
KOLAM RENANG
Kolam Renang Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang berada di dekat restorannya dengan taman hijau yang mengelilinginya. Ekspektasi kita sih kamar yang kita dapet berada di sekitar kolam renang ini, alias kamar dengan pool akses, tapi ternyata bukan, haha, harus berjalan lumayan jauh dan turun 1 lantai. Awalnya kita mau renang pas sore hari di hari pertama, tapi sayang sekali area taman sekitar kolam sedang di booking untuk acara Dies Natalies salah satu universitas di Kupang. Ya sudah akhirnya kita bisa renang renang horenya di hari kedua setelah sarapan.

Kolam renangnya sih nyaman ya, adem pula, banyak pohon dan ada beberapa gazebo/lopo lopo, tapi sayang sekali enggak ada area khusus untuk anak. Kedalaman kolam renang ini mulai dari 1 meter sampai 2 meter, heuheuheu, untungnya sih bawa ban pelampung, jadi si kecil tetep bisa main air, ya meskipun enggak sebebas kalau ada area khusus anak.



Setelah si kecil puas main air, kita pun langsung balik ke kamar, tanpa bilas dulu, males cui, haha padahal ada sih tempat bilas di deket kolam ini, tapi kita pilih bilas di kamar mandi aja, sekalian mandi.

Siangnya kita pun check out dari Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, dimana proses check outnya sangat cepat, kita cuma mengembalikan kartu kunci kamar ke resepsionis nya, dan bisa langsung meninggalkan hotel, tanpa dicek dulu kamarnya oleh petugas. Karena ada beberapa hotel yang pernah aku inapin, sebelum kita bisa menginggalkan hotel, petugas akan cek dulu kamar kita, nah baru setelah dicek semua lengkap isi kamarnya, baru dah kita boleh meninggalkan hotel.

***

Peta Lokasi Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang

.


Share:

2 October 2019

Makan Siang di Bale Bebakaran Kutoarjo

Silaturahmi ke rumah Saudara di daerah Bayan, Purworejo adalah rutinitas setahun sekali pas libur lebaran. Nah pas lebaran tahun 2019 kemarin, setelah pulang dari rumah beliau, kita enggak langsung balik rumah, tapi mampir dulu ke Kutoarjo buat nyari makan siang.

Berdasarkan rekomendasi dari adikku, kita meluncur ke Bale Bebakaran yang lokasinya di sebelah barat Alun Alun Kutoarjo, bersebelahan dengan Masjid Agung, katanya sih enak.


Karena memang pas jam makan siang, parkiran warung ini lumayan penuh oleh motor. Di depan warung bagian atas, terdapat foto foto menu yang disajikan warung Bale Bebakaran, dan di bawahnya terdapat info bahwa warung ini bisa menerima pesanan nasi box sampe ribuan lho, selain itu terdapat fasilitas free wifi disni, sedangkan jam buka nya mulai pukul 10 pagi sampe 10 malam.



Masuk ke bagian dalam, ada dua jenis tempat yaitu yang duduk di kursi dan lesehan. Kita pilih yang kursi biasa karena ada salah satu dari personel kita enggak bisa duduk lesehan, heuheuhe.

Menu yang disajikan di Bale Bebakaran ini tentu saja menu nusantara, seperti paket bebakaran dan gegorengan yang bisa dipilih antara ayam, lele, Nila, Bebek atau gurame, kemudian ada pula aneka sup, aneka mangut (lele, nila, gurame) , aneka jamur, seafood, nasi goreng, mie goreng, udang, cumi, bandeng dll.


Satu menu yang membuatku tertarik adalah Mangut Lele, aku tertarik karena di tempat perantauanku enggak ada nih yang jual menu ini, udah puluhan tahun enggak makan Mangut Lele, jadi kangen donk ya. Penyajiannya, Lele ini sudah digoreng dulu bentar, dengan kuah dikit dan beberapa cabe rawit utuh yang belum dipotong potong, kalau mau pedes sih dihancurin dulu ini cabe, dibejek bejek pake sendok dan diaduk ke kuahnya. Hmmm enak enak enak, aroma kencurnya terasa pas, enggak berlebihan. Menu Mangut Lele ini harganya 14 ribu, belum termasuk nasi putih.

Sedangkan yang lain, ada yang pesen Lele Goreng , Tahu Tempe Goreng, Bebek Goreng, Nila Goreng, Jamur Krispi dan Sayur Kangkung. Aku enggak sempet nyobain satu satu sih, jadi enggak tahu rasanya gimana. Tapi kayaknya sih enak, lha habis semua dilahap, heuheuheu.


Overall, Bale Bebakaran ini recommended dah buat makan siang bareng keluarga atau rame rame bareng temen. Lokasinya deket alun alun Kutoarjo, jadi bisa sekalian nongkrong nongkrong di alun alun, juga deket Masjid Agung , jadi gampang kalau mau sholat.


***

Peta Lokasi Bale Bebakaran, Kutoarjo, Purworejo

Share:

Youtube

Blog Archive