17 June 2019

Menginap di Omah Njonja Jogja dengan Suasana Pecinan

Mencari penginapan di Jogja pas libur lebaran memang susah susah gampang, apalagi ditambah dengan beberapa kriteria khusus yang aku bikin sendiri biar liburan kita makin nyaman.

Nah seperti apa kriteria hotel untuk menginapku semalam di Jogja kali ini? Ini dia :
  • Lokasi di sekitar Condongcatur. Aku menaruh kriteria ini di urutan pertama karena tujuan jalan jalan kita berada di sekitar Condongcatur (Sleman)
  • Punya Family room yang bisa menampung 3 Dewasa, 1 Anak dan 1 Bayi
  • Budget di bawah 700rb per malam yang sudah termasuk sarapan
  • Ada Kolam Renang nya, yang ini optional sih, tapi ya setidaknya misalkan kita lagi males keluar, bisa renang renang hore aja di hotel.
Beberapa aplikasi pemesanan hotel online aku cobain satu satu, baik itu yang lokal maupun yang dari luar negeri. Ada beberapa pilihan hotel yg punya family room, tapi cuma satu yang lokasinya di sekitar Condongcatur dan masih punya kamar kosong, yaitu Omah Njonja Bed & Brasserie.


Dengan berlokasi di Jalan Sawitsari M1, penginapan ini cukup unik deh , lihat aja nama nya, merupakan gabungan dari beberapa bahasa. Menurut cerita yang kubaca di internet, "Omah Njonja" sendiri berawal dari kisah hidup sang pemilik penginapan yang  merupakan warga keturunan Tionghoa yang lahir dan sejak kecil hidup di daerah pecinan kawasan Semarang. Kata "Omah" artinya Rumah dalam Bahasa Jawa, kata "Njonja" adalah sebuah ejaan lama yang berarti Nyonya, representasi dari sosok pemilik yang sering dipanggil Nyonya Lie

Penginapan ini adalah penggambaran kenangan hidup Nyonya Lie semenjak kecil hingga dewasa. Karena hidup di kawasan pecinan yang kental akan budaya Tiongkok, maka konsep dekorasi penginapan ini adalah kombinasi antara aliran oriental dan Jawa "jaman dulu" (Jadul) yang nampak di setiap sudut penginapan. 

Sedangkan kata "Bed" berasal dari Bahasa Inggris yang artinya tempa untuk tidur, yang terakhir kata "Brasserie" berasal dari bahasa Perancis yang artinya tempat makan.


Kita nyampai jogja di siang hari, namun enggak langsung check ini, tapi jalan jalan dulu dan makan makan, nah sekitar pukul 19.30 barulah kita meluncur ke hotel buat check in. Saat sampai di depan hotel, parkiran nya ternyata sempit dan udah penuh ama mobil + Motor, untungnya satpam hotel nya sigap, dia langsung keluar dari pos dan menghampiri kita, dan mengarahkan kita untuk parkir kendaraan di seberang hotel ini.

Ternyata di seberang hotel ini ada tempat parkir yang luas banget lho, yaa meskipun bukan milik hotel, tapi pak satpam nya meyakinkan kita bahwa parkiran ini aman, bahkan mobil operasional hotel pun diparkir di sini juga. Sehabis mengatur posisi parkir mobil, beliau (pak satpam) pun membantu kita untuk membawakan koper ke bagian check in.

Karena sudah booking dan bayar sebelumnya lewat aplikasi online, proses check in berjalan cepat, cuman kita harus naruh deposit sejumlah 200 ribu yang akan dikembalikan saat check out nanti. Lalu kita pun diantar ke kamar, yang ternyata kita dapat kamar nomor 1 yang persis di belakang tempat check in.


Penataan interior di hotel ini bener bener totalitas deh, bisa dibilang setiap sudut dari hotel ini bisa dijadikan spot foto foto, huaaaa bisa penuh nih memori kamera. Tapi karena ini sudah malam dan pencahayaan remang remang, aku cuma foto foto ala kadarnya saja, untuk foto foto maksimalnya besok pagi aja sehabis breakfast.

Ukuran kamarnya tidak terlalu luas ya, hmmm mungkin karena ada 2 bed sih ya, 1 bed besar dan 1 bed kecil. Hal pertama yang aku lakukan setelah masuk kamar hotel adalah, nge cek kamar mandi nya, heuheuheu. 

Kamar mandinya cukup memadai ya, pake shower dengan air panas dan dingin dan diberi sekat kaca antara tempat shower dan tempat Buang Air, biar gak becek cui. Sayangnya handuk dan pasta gigi serta sikat gigi cuma disediain 2 nih, padahal khan kita pesen buat 3 orang. Selain itu standar lah, ada cermin, tempat sampah, cantolan baju, sabun dan sampo, shower cap, gelas, tissue, dan colokan listrik di sebelah wastafel.



Untuk di kamar tidurnya ada TV Kabel, free wifi (bisa di semua area hotel), mini bar, cermin, tempat sampah, menu makanan, telepon, AC, gantungan baju, laci, beberapa colokan, sandal hotel, minus kulkas dan lemari (sangat disayangkan). Tapi untungnya kekedapan kamarnya bisa dibilang bagus lho, meski deket tempat check in, suara tamu yang datang pergi dan suara kendaraan dari jalan enggak kedengaran dari dalam kamar, jadi bisa bobo dengan tenang dan nyaman.



Keesokan harinya, kita menuju restonya yang berada di lantai dua. Huaaaa ternyata desain restonya enggak kalah unik ya. Ada lukisan 3D nya lho, seorang chef yang lagi masak menggunakan kompor kayu bakar. Menu yang disajikan untuk sarapan enggak terlalu banyak pilihannya sih, cuma ada nasi, beberapa sayur dan lauk, bubur ayam, sereal dan roti, kopi dan teh, air dingin, buah potong dan kerupuk. Kalau dari segi rasa, yaaa standar menu hotel lah ya.









Sehabis sarapan, kita pun bersih bersih dan beres beres packing, karena pagi ini harus check out dan melanjutkan jalan jalan keliling Jogja lagi. Tapi sebelum check out, kita menyempatkan untuk foto foto dulu di semua sudut hotel cantik ini. 

~Jogja, 10-11 Juni 2019~

***

Peta Lokasi Omah Njonja Bed & Brasserie


.



Share:

10 June 2019

Nyari Salome di Jembatan Petuk Kupang


Di bagian belakang komplek rumah, ada sebuah jembatan yang bisa dibilang belum lama dibuka untuk umum, namanya Jembatan Petuk. Sering aku lewat jembatan ini, baik itu pas mau ke bandara, dari bandara ataupun memang sengaja jalan jalan kesini.

(Foto: www.skyscrapercity.com)

Menurut informasi yang kubaca dari internet, Jembatan Petuk ini telah selesai dikerjakan sekitar bulan oktober tahun 2017 lalu, dan kini menjadi salah satu ikon objek wisata masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Jembatan yang dibabgun diatas ketinggian lembah yang menghubungkan perbukitan di kecamatan Maulafa, Kota Kupang dengan ditopang oleh lima pilar besi beton berukuran besar setinggi 25 hingga 35 meter kini telah menjadi tempat indah baru bagi warga kota kupang.


Jembatan Petuk yang membentang sepanjang 337 meter diatas lembah ini, pembangunannya sudah direncanakan sejak tahun 80an namun baru resmi dikerjakan ditahun 2015 dengan menggunakan anggaran tahun jamak sebesar Rp. 235 miliar.

Jembatan yang memiliki pemandangan indah ini merupakan bagian dari jalur lingkar luar kupang yang menghubungkan pelabuhan tenau dengan Bandara El Tari Kupang, serta jalur menuju daerah Timor Tengah Selatan.

Yang lebih keren lagi, jembatan petuk diklaim sebagai yang pertama di Indonesia menggunakan teknologi gelagar beton prestressed (pra tekan), aku sih kurang paham ya apa itu beton pra tekan, sudah searching di google pun, belum paham maksudnya, hahahah, mungkin kalian yang berge;ut di bidang konstruksi tahu, silakan komentar di bawah.


Sore hari adalah saat dimana jembatan ini menjadi ramai, yang didominasi oleh anak anak muda, baik itu yang nongkrong, pacaran, lari lari, olahraga, foto foto ataupun yang cuma nyari Salome, yaitu semacam cilok dengan bumbu kacang yang penjualnya terlihat seperti gambar di atas ini.

Satu yang kurang dari jembatan petuk ini adalah lampu penerangannya yang gak menyala saat malam hari, padahal ada lho itu, berjajar jajar di sepanjang jembatan. Coba deh lewat sini pas malam hari, gelaaaap banget, satu satunya cahaya ya dari cahaya lampu kendaraan yang lewat. Ya semoga ke depannya, lampu ini bisa berfungsi dengan baik ya, takutnya jembatan yang gelap ini disalahgunakan oleh orang orang yang gak bertanggung jawab.

***

Peta Lokasi Jembatan Petuk, Kupang

.
Share:

5 June 2019

5 Kafe di Kemang yang Nyaman Buat Kerja


Ada yang harus kunjungan kerja ke daerah Jakarta? Jakarta punya kafe nyaman yang bisa dikunjungi untuk nongkrong sekaligus kerja, lho. Kemang, merupakan salah satu kawasan elite di Jakarta yang memiliki segudang tempat asyik untuk makan dan beraktivitas. Selain itu, ada juga POP! Hotels Kemang Jakarta Selatan yang nyaman untuk para pengunjung yang harus singgah beberapa hari di Jakarta.

Simak kafe di dekat Hotel Pop Kemang Jakarta yang nyaman untuk nongkrong sambil kerja:

●    Sunset Limited
Kafe ini tidak terlalu luas dan terletak agak jauh dari keramaian sehingga nyaman dijadikan tempat untuk mengerjakan tugas ataupun pekerjaan kantor. Lokasinya tak jauh dari POP! Hotels Kemang Jakarta Selatan. Untuk harganya, Sunset Limited terbilang cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 120 ribu per 2 orang. Kafe ini juga difasilitasi dengan Wi-Fi yang memadai dan menyediakan pernak-pernik lucu untuk dijual. Sunset Limited berada di Jalan Kemang Timur No. 69 E.

●    Lemondiscofish
Kafe yang terletak di Jalan Kemang Selatan I No. 8 ini memiliki tempat yang mungil dan agak terpencil. Menu utama di kafe ini yaitu gelato yang cocok dijadikan tempat singgah setelah makan berat. Selain itu, Lemondiscofish juga menyediakan cake, kopi, dan quiche yang bisa dipesan untuk menemani menyelesaikan pekerjaan. Kafe ini bertema retro yang memiliki desain kursi yang santai sehingga nyaman. Sayangnya, Lemondiscofish tidak menyediakan Wi-Fi. Tapi tenang, kalau bermalam di Hotel Pop Kemang dijamin pekerjaan beres karena terdapat jaringan Wi-Fi yang stabil bagi pengunjungnya.

●    Say Something Coffee
Tak jauh dari POP! Hotels Kemang Jakarta Selatan, Say Something Coffee terletak di Como Park, Jalan Kemang Timur Raya No. 998 yang menyajikan privasi cukup untuk bekerja. Selain difasilitasi dengan jaringan Wi-Fi, hampir pada setiap meja yang ada di kafe ini juga tersedia stop kontak untuk memenuhi kebutuhan listrik pada gadget pengunjungnya. Di sini juga tersedia air lemon gratis yang dapat diambil dengan cangkir yang tersedia.

Selain dilayani dengan ramah di Hotel Pop Kemang, pengunjung juga diistimewakan di kafe ini.

●    The Reading Room
Tak kalah dengan nuansa nyaman di Hotel Pop Kemang, kafe ini memiliki konsep yang menarik, yaitu penggabungan antara kafe dan perpustakaan. Interior di The Reading Room dihiasi dengan rak buku yang memudahkan kita bekerja karena ada sedikit privasi antara pengunjung. Mereka menyediakan Wi-Fi dengan pilihan makanan dan minuman yang tergolong terjangkau. Lebih asyik lagi, buku yang terdapat pada rak dapat dinikmati untuk keperluan riset ataupun lainnya. Kafe unik ini berada di Jalan Kemang Timur Raya No. 57 A.

●    Tanamera Coffee
Banyak yang mengenal Tanamera sebagai salah satu pengrajin kopi Indonesia masa kini. Saat ini, Tanamera juga membuka cabang di Kemang. Tak hanya kopi, kafe ini juga menyediakan beragam makanan ringan maupun berat. Lokasinya terbilang cukup nyaman dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang sehingga terasa nyaman. Untuk menyelesaikan tugas, kafe ini menyediakan Wi-Fi dan stop kontak yang terdapat hampir di setiap kursinya. Sayangnya, area parkir di sini tidak terlalu luas.

Tapi letaknya cukup dekat dari Hotel Pop Kemang Jaksel sehingga tidak perlu membawa kendaraan jika memang bermalam di sana. Kalau pun mau menggunakan kendaraan, pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum dari Hotel Pop Kemang.

Di mana pun tempat bekerjanya, pastikan penginapannya tetap strategis dan memiliki fasilitas yang cukup. Pastikan Hotel Pop Kemang Jakarta menjadi tempat singgah nyaman untuk kunjungan bekerja. Selain strategis, POP! Hotels  Kemang Jakarta Selatan ini juga memiliki fasilitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.  Cek ketersediaan kamar di Hotel Pop Kemang agar kunjungan kerja terasa nyaman. Untuk reservasi Hotel Pop Kemang bisa dilakukan dari smartphone, ya!
Share:

3 June 2019

Liburan dengan Aura Mistis Gunung Fatuleu

Dari info yang kubaca baca di Internet, kata "Fatuleu" berasal dari Bahasa Dawan. Fatu artinya batu dan Leu artinya Keramat, Sakral atau Mistis. Jadi Dalam Bahasa Indonesia, kata Fatuleu bisa diartikan Batu Keramat atau Batu Sakral atau Batu Mistis.

Karena menyimpan aura magis,gunung ini sempat didatangi pelawak Tukul Arwana untuk syuting program Misteri di Trans 7 lho. Tempat ini juga dijadikan sebagian warga sebagai tempat meminta kekuatan magis. Nah dari cerita mistis inilah yang membuatku tertarik untuk datang liburan ke tempat ini.


Berbekal rute yang ditunjukkan oleh aplikasi Google Maps, aku pun meluncur ke Gunung Fatuleu bersama keluarga menggunakan mobil di akhir pekan, sekitar pukul 10 pagi dari rumah. Gunung yang berupa batu hitam menjulang yang memiliki ketinggian sekitar 875 meter di atas permukaan laut ini terletak di Desa Nunsaen, Kec Fatuleu Tengah, Kab Kupang. Berjarak sekitar 60km dari pusat Kota Kupang dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam dengan kecepatan kendaraan normal.

Saat aku menggali informasi di Internet, jalur menuju gunung ini sudah mulus aspal sampai lokasi parkiran, tapi saat aku mengikuti jalur yang dibuatin oleh google, lha kok jalan rusak gini. Awalnya sih mulus ya di sepanjang jalan Timor Raya sampai Jalan Oesao - Bokong, tapi kondisi jalan mulai bergelombang saat keluar dari jalan utama ini. Kondisi aspal semakin menyempit, naik, menanjak dan rusak parah, di beberapa titik hanya berupa bebatuan, huhuhuhu, untung nya ini mobil enggak rewel nih.

Perasaan sih enggak enak ya, karena gak sesuai dengan yang udah aku baca di beberapa blog. Tapi aku tetap lanjut terus, satu hal yang bikin aku semangat lanjut adalah karena peandangan di sepanjang jalan rusak ini bagus bangeeeeet. Dikit dikit berhenti dan foto foto, heuheuheu. Dijamin ini bisa gak sampe sampe nih, gak tahan rasanya untuk enggak berhenti.




Setelah berjuang menakhlukan jalur ekstrim sejauh 9 km tanpa ketemu kendaraan lain ini akhirnya kita tembus juga ke jalur utama, jalur aspal mulus. Rasanya lega banget saat bertemu kendaraan lain, heuheuheu. Nah dengan mulusnya kondisi jalan ini, aku pun bisa memacu kendaraan lebih kencang dari sebelum nya yang cuma maksimal gigi 2. 





Saat puncak gunung fatuleu mulai terlihat, kita pun langsung berhenti sejenak untuk ambil foto, lalu lanjut lagi, lalu berhenti lagi, lalu lanjut lagi dan berhenti lagi, hahaha entah udah berapa kali kita berhenti untuk sekedar mengambil foto, hingga akhirnya kita sampai di pintu gerbang wisata gunung fatuleu. Karena saking banyaknya kita berhenti dan salah jalur karena mengikuti arahan google, waktu tempuh yang seharusnya kurang dari dua jam, kita tempuh dalam waktu 3 jam. Tapi kita gak menyesal sih, karena dapet pemandangan bagus sepanjang perjalanan tadi.


Tiket masuknya murah lho, cuma 2000 per orang, di dalam sini terdapat tempat parkir untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 yang enggak terlalu luas. Selain tempat parkir, terdapat pula fasilitas toilet umum, beberapa tempat duduk, lopo/gazebo yang disewakan seharga 25 ribu, warung yang menjual makanan ringan, minuman, buah buahan dan pop mie panas. 

Oia gunung batu vertikal itu bisa dipanjat sampai puncak lho, sudah dibangun tangga dan pegangan tangan sampai beberapa puluh meter keatas, yang bisa dilanjutkan dengan cara memanjat langsung di antara bebatuan itu. Buat kalian yang penasaran seperti apa kondisi saat memanjat, cari aja di youtube, banyak yang upload video nya. Nah karena kita ini lagi piknik hore bareng keluarga, jadinya enggak sampai manjat donk ya, haha.



Gunung Fatuleu ini bisa berperan ganda lho. Selain menjadi obyek wisata berdaya tarik tinggi, juga merupakan penanda bagi petani di sekitarnya. Jika masih berpemandangan cerah, pertanda hujan musim masih jauh. Sebaliknya kalau kabut mulai mampir dan bertengger di puncak atau sekitar dinding gunung, itu isyarat hujan musim segera tiba. Isyarat tersebut dibutuhkan para petani untuk mengatur waktu tanam ladangnya secara tepat.


Setelah foto foto sebentar, kita lanjut mengeluarkan bekal makanan yang kita bawa dari rumah dan memakan nya bareng bareng di bagian belakang mobil, tentunya dengan view gunung fatuleu.

Saat asyik makan, ada seorang ibu ibu yang menawarkan kelapa muda, wohooo kebetulan nih, kita lagi pengen yang seger seger, akhirnya kita pesen 2 kelapa muda dan 1 kopi hitam panas, buat jaga stamina biar gak ngantuk pas perjalanan pulang nanti.


Setelah puas nongkrong di sini, dan kondisi parkiran yang semakin rame, kita pun beberes dan segera cabut dari sini, guna melanjutkan perjalanan kita ke tempat lain. Nah buat kalian yang mau kesini dari arah kota kupang, jangan mengandalkan rute yang dibuatin oleh google maps ya, haha biar enggak nyasar seperti kita, tapi kalau memang pengen merasakan suasana seru lewat jalur ekstrem sih ya gpp, ikutin aja. 

Nah kalau mau lewat jalan yang mulus mulus aja, keluar jalur dari jalur utama Oesao - Bokong nya itu di pertigaan besar setelah Pasar Lili, inget ya, patokannya Pasar Lili. Pokoknya setelah pasar lili ini akan ada pertigaan besar, nah belok kiri dah di pertigaan ini, ikutin aja jalur aspal mulus ini, nanti bakal sampai di Gunung Fatuleu. Oia saat kita kemarin lewat jalur mulus ini, ada 2 titik bekas longsoran yang membuat kenyamanan perjalanan sedikit terganggu.



***

Peta Lokasi Gunung Fatuleu, Kupang , NTT

,
Share:

Blog Archive