3 June 2019

Liburan dengan Aura Mistis Gunung Fatuleu

Dari info yang kubaca baca di Internet, kata "Fatuleu" berasal dari Bahasa Dawan. Fatu artinya batu dan Leu artinya Keramat, Sakral atau Mistis. Jadi Dalam Bahasa Indonesia, kata Fatuleu bisa diartikan Batu Keramat atau Batu Sakral atau Batu Mistis.

Karena menyimpan aura magis,gunung ini sempat didatangi pelawak Tukul Arwana untuk syuting program Misteri di Trans 7 lho. Tempat ini juga dijadikan sebagian warga sebagai tempat meminta kekuatan magis. Nah dari cerita mistis inilah yang membuatku tertarik untuk datang liburan ke tempat ini.


Berbekal rute yang ditunjukkan oleh aplikasi Google Maps, aku pun meluncur ke Gunung Fatuleu bersama keluarga menggunakan mobil di akhir pekan, sekitar pukul 10 pagi dari rumah. Gunung yang berupa batu hitam menjulang yang memiliki ketinggian sekitar 875 meter di atas permukaan laut ini terletak di Desa Nunsaen, Kec Fatuleu Tengah, Kab Kupang. Berjarak sekitar 60km dari pusat Kota Kupang dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam dengan kecepatan kendaraan normal.

Saat aku menggali informasi di Internet, jalur menuju gunung ini sudah mulus aspal sampai lokasi parkiran, tapi saat aku mengikuti jalur yang dibuatin oleh google, lha kok jalan rusak gini. Awalnya sih mulus ya di sepanjang jalan Timor Raya sampai Jalan Oesao - Bokong, tapi kondisi jalan mulai bergelombang saat keluar dari jalan utama ini. Kondisi aspal semakin menyempit, naik, menanjak dan rusak parah, di beberapa titik hanya berupa bebatuan, huhuhuhu, untung nya ini mobil enggak rewel nih.

Perasaan sih enggak enak ya, karena gak sesuai dengan yang udah aku baca di beberapa blog. Tapi aku tetap lanjut terus, satu hal yang bikin aku semangat lanjut adalah karena peandangan di sepanjang jalan rusak ini bagus bangeeeeet. Dikit dikit berhenti dan foto foto, heuheuheu. Dijamin ini bisa gak sampe sampe nih, gak tahan rasanya untuk enggak berhenti.




Setelah berjuang menakhlukan jalur ekstrim sejauh 9 km tanpa ketemu kendaraan lain ini akhirnya kita tembus juga ke jalur utama, jalur aspal mulus. Rasanya lega banget saat bertemu kendaraan lain, heuheuheu. Nah dengan mulusnya kondisi jalan ini, aku pun bisa memacu kendaraan lebih kencang dari sebelum nya yang cuma maksimal gigi 2. 





Saat puncak gunung fatuleu mulai terlihat, kita pun langsung berhenti sejenak untuk ambil foto, lalu lanjut lagi, lalu berhenti lagi, lalu lanjut lagi dan berhenti lagi, hahaha entah udah berapa kali kita berhenti untuk sekedar mengambil foto, hingga akhirnya kita sampai di pintu gerbang wisata gunung fatuleu. Karena saking banyaknya kita berhenti dan salah jalur karena mengikuti arahan google, waktu tempuh yang seharusnya kurang dari dua jam, kita tempuh dalam waktu 3 jam. Tapi kita gak menyesal sih, karena dapet pemandangan bagus sepanjang perjalanan tadi.


Tiket masuknya murah lho, cuma 2000 per orang, di dalam sini terdapat tempat parkir untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 yang enggak terlalu luas. Selain tempat parkir, terdapat pula fasilitas toilet umum, beberapa tempat duduk, lopo/gazebo yang disewakan seharga 25 ribu, warung yang menjual makanan ringan, minuman, buah buahan dan pop mie panas. 

Oia gunung batu vertikal itu bisa dipanjat sampai puncak lho, sudah dibangun tangga dan pegangan tangan sampai beberapa puluh meter keatas, yang bisa dilanjutkan dengan cara memanjat langsung di antara bebatuan itu. Buat kalian yang penasaran seperti apa kondisi saat memanjat, cari aja di youtube, banyak yang upload video nya. Nah karena kita ini lagi piknik hore bareng keluarga, jadinya enggak sampai manjat donk ya, haha.



Gunung Fatuleu ini bisa berperan ganda lho. Selain menjadi obyek wisata berdaya tarik tinggi, juga merupakan penanda bagi petani di sekitarnya. Jika masih berpemandangan cerah, pertanda hujan musim masih jauh. Sebaliknya kalau kabut mulai mampir dan bertengger di puncak atau sekitar dinding gunung, itu isyarat hujan musim segera tiba. Isyarat tersebut dibutuhkan para petani untuk mengatur waktu tanam ladangnya secara tepat.


Setelah foto foto sebentar, kita lanjut mengeluarkan bekal makanan yang kita bawa dari rumah dan memakan nya bareng bareng di bagian belakang mobil, tentunya dengan view gunung fatuleu.

Saat asyik makan, ada seorang ibu ibu yang menawarkan kelapa muda, wohooo kebetulan nih, kita lagi pengen yang seger seger, akhirnya kita pesen 2 kelapa muda dan 1 kopi hitam panas, buat jaga stamina biar gak ngantuk pas perjalanan pulang nanti.


Setelah puas nongkrong di sini, dan kondisi parkiran yang semakin rame, kita pun beberes dan segera cabut dari sini, guna melanjutkan perjalanan kita ke tempat lain. Nah buat kalian yang mau kesini dari arah kota kupang, jangan mengandalkan rute yang dibuatin oleh google maps ya, haha biar enggak nyasar seperti kita, tapi kalau memang pengen merasakan suasana seru lewat jalur ekstrem sih ya gpp, ikutin aja. 

Nah kalau mau lewat jalan yang mulus mulus aja, keluar jalur dari jalur utama Oesao - Bokong nya itu di pertigaan besar setelah Pasar Lili, inget ya, patokannya Pasar Lili. Pokoknya setelah pasar lili ini akan ada pertigaan besar, nah belok kiri dah di pertigaan ini, ikutin aja jalur aspal mulus ini, nanti bakal sampai di Gunung Fatuleu. Oia saat kita kemarin lewat jalur mulus ini, ada 2 titik bekas longsoran yang membuat kenyamanan perjalanan sedikit terganggu.



***

Peta Lokasi Gunung Fatuleu, Kupang , NTT

,
Share:

2 comments:

  1. perjalanan yg keren mas broo... saya suka baca cerita sperti ini hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, pas di kupang, perjalanan ke tempat wisata kadang2 suka menghadirkan cerita cerita menantang, haha

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive