29 January 2015

Pemandangan Indah dari Gardu Pandang Goa Seplawan

Goa Seplawan adalah salah satu lokasi wisata alam yang berada di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Goa ini terletak di gugusan bukit menoreh perbatasan Kab Purworejo dan Kulon Progo tepatnya berada di desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing sekitar 20 kilometer ke timur dari pusat kota Purworejo dan berada di sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Menurut ceritanya sih Goa Seplawan ini merupakan peninggalan sejarah peradaban masa lalu yang dibuktikan dengan ditemukannya sebuah arca emas 22 karat setinggi 9 cm dengan berat 1,5 kg pada 15 Agustus 1979 di salah satu sudut goa. Sekarang Arca tersebut disimpan di Museum Nasional, sedangkan duplikatnya di pajang di pojokan sebelum pintu masuk Goa, namun dengan ukuran yang lebih besar.

Gerbang Pintu Masuk Kawasan Wisata Goa Seplawan
Saya sudah beberapa kali mengunjungi Goa Seplawan ini, dan untuk kali ini saya mau berbagi cerita mengenai salah satu perjalanan saya ke Goa Seplawan ini, tapi bukan masuk ke Goa nya ya melainkan menikmati pemandangan indah dari sekitar kawasan Gardu Pandang Goa Seplawan.
How to go there
Untuk menuju ke Goa Seplawan, tidak sulit kok, berikut saya kasih rute nya:
  • Dari Purworejo – ke arah Kec Kaligesing melalui Cangkrep – Brenggong – Plipir – Kaliharjo- Kaligono – Donorejo atau kalau menggunakan angkutan umum, bisa naik Primkopol jalur 44 dari terminal Pasar Baledono Purworejo, kemudian lanjut naik ojek.
  • Dari Jogja / Magelang / Godean / Wates : bisa melalui Kenteng Nanggulan arah Jonggrangan jatimulyo – Tlogoguwo – Donorejo.

Setelah sampai di Gerbang Pintu Masuk Goa Seplawan, kita bisa jalan kaki ambil arah kiri dengan sedikit naik tangga menuju Gardu Pandang Goa Seplawan, karena kalau lurus terus itu adalah arah menuju Goa nya.

Di sini kita akan disambut dengan cantiknya taman hijau yang penuh dengan tanaman hias, terlihat asri, segar, sejuk dan nyaman, seandainya ditambah dengan bunga warna warni pasti akan lebih bagus.



Ada beberapa gazebo di sepanjang jalan setapak ini yang bisa dimanfaatkan para wisatawan buat bersantai, tapi sih seringnya disalahgunakan sebagai tempat pacaran para pasangan muda mudi. Untungnya sih hari ini tidak ada sama sekali, mungkin karena masih terlalu pagi ya.

Sekitar 300 meter kita berjalan kaki melewati jalan setapak, kita akan sampai di tujuan utaman kita yaitu Gardu Pandang Goa Seplawan. Namanya aja sih yang "Gardu", tapi di sini tidak ada bangunan gardu seperti "Gardu Poskamling", hanya ada sebuah berugak yang sedikit rusak dikarenakan Gempa Jogja tahun 2006 lalu yang sampai sekarang belum diperbaiki.

Nah dari spot inilah kita akan dimanjakan oleh pemandangan yang super indah, dan udara yang sejuk. Bila cuaca sedang bagus, tidak mendung dan tidak berkabut, akan terlihat jelas Waduk Sermo di bawah sana, kemudian di arah selatan juga terlihat Pantai Selatan Jawa. Sedangkan kalau kita memanjat salah satu bukit di sini, kita juga bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sidoro dan Gunung Slamet sekaligus.


Yang belum saya coba adalah menikmati view Sunrise dari gardu pandang ini, karena menurut cerita dari teman saya yang sudah pernah menikmatinya, pemandangan pas Sunrise ini sangatlah indah, bahkan sebelum Sunrise tiba pun pemandangan sudah aduhai, karena akan terlihat kerlap kerlip lampu Kota Wates di bawah sana.

Dan inilah yang akan menjadi cita cita saya ke depannya, yaitu menikmati Sunrise dari Gardu Pandang Goa Seplawan....

Postingan ini diikutsertakan dalan Lomba Blog Visit Jawa Tengah Periode 1 ( 19 Januari - 14 Februari 2015 )

Share:

26 January 2015

Bukit Villa Duduk : Perjalanan Tak Terencana


Yang namanya "perjalanan tak terencana" pasti setiap orang pernah merasakan, baik itu perjalanan wisata maupun perjalanan mencari cinta, Hihihi, awas jangan tersinggung ya...!!! Kadang bisa berakhir bahagia, kadang pula berakhir duka, tapi kalau berdasar pengalaman sih, 90% berakhir bahagia.

Hari ini saya mengalami hal itu juga, sebuah perjalanan yang tak terencana. di Sore hari setelah puas makan di warung steak yang ada di daerah Batulayar, Lombok Barat, saya berencana untuk menikmati senja ceria bersama istri tercinta di Pantai Senggigi, yaa sembari ngopi di atas Hotel Sheraton.

Tapi saat sampai di belokan sebelum Makam Batulayar, tiba tiba muncul ide untuk mencoba jalur ke atas menuju Bukit Dusun Duduk, yang saya tahu sih isinya Villa Villa super wah, dulu sih saya pernah sekali, itu dulu bangeeet, coba baca di sini.. Bedanya, kalau dulu saya belok kanan di pertigaan, kali ini saya lurus terus.

Meski jalan nya nanjak terus (yaa namanya juga bukit), tapi tenang aja, jalannya bagus kok, udah diperkeras pakai semen (belum aspal). Kalau di lagu anak anak yang judulnya Pohon Cemara, disana kanan kiri lihatnya Pohon Cemara, nah kalau di sini kanan kiri lihatnya Villa Villa Mewah, wuihhh, ada Villa Pribadi, ada yang disewakan, dan ada pula yang dijual. Aidaaaa, pengen rasanya punya satu, yaa satu aja deh, buat nyantai nyantai bareng keluarga pas hari libur gini.

berlatar Pantai Senggigi
Diantara villa villa mewah ini ternyata masih ada nyelip beberapa warung kelontong kecil, saya berhenti di salah satunya, dan iseng nanya ke ibu ibu warung mengenai villa villa di sini, wuih ternyata memang lokasi di sekitar sini sering didatangi orang yang cuma mau foto foto aja, hihihi ya seperti kita ini.

Spot pertama kita adalah sebuah bangunan villa yang belum jadi, Villa ini bentuknya tingkat ke bawah, bukan keatas, jadi lantai yang sejajar dengan jalan itu justru malah lantai yang paling atas, pokoknya antimainstream dah. Nah di lantai paling atas inilah kita fotoan. Bagus banget view dari sini, di arah utara ada Pantai Senggigi yang terlihat di antara tower tower operator seluler. Sedangkan di arah barat terlihat langit senja super cantik, meskipun lagi agak mendung.

Senja sore Ini
Baru sekitar 10 menit fotoan disini, eh tiba tiba muncul 4 orang, dua cewek dua cowok, yang mau fotoan juga, kelihatan dari barang bawaan mereka kamera kamera SLR, Hohoho dan kita pun milih kabur ke lokasi lain, yang sepi.

Jalanan masih nanjak terusss, semakin ke atas pemandangan semakin asoy, makin adem tapi makin banyak ketemu nyamuk, haha, ya mungkin karena banyak kebon di sini. Perjalanan ke atas kita terhenti di sebuah villa kosong tanpa pagar dengan tulisan "for rent". Dan inilah spot kedua kita untuk fotoan. 

Yuk mampir mas, masuk yuk.... (seakan Villa kita sendiri)
Masih belum puas, kita pun masih lanjut ke atas, di arah kiri terlihat beberapa sapi lagi asyik makan di halaman sebuah villa kosong, haha, keren juga nih Sapi, makan sore di Villa Mewah, kalah nih saya, cuma bisa lihat lihat. 

Dan perjalanan kita terhenti lagi di depan sebuah Villa yang namanya sungguh narsis, apa coba? namanya Villa Cantik, weleh langsung jadi inget Syahrini dengan videonya Maju Mundur Cantik. Ternyata ini villa ada yang nungguin bro, lha lagi asyik asyik fotoan, eh ada satpam di atas yang ngelihatin, hihihi khan malu, pelan pelan tapi pasti.... akhirnya kita cabut dari sini, dan balik turun, gak lanjut ke arah atas lagi karena udah makin gelap, matahari pun udah gak kelihatan, udah tenggelam di lautan kayaknya (gak pakai pelampung sih).

Pintu Masuk Villa Cantik

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

24 January 2015

Manisnya Mini Konser Frau di Lombok

Panggung Frau di Bandini Koffie

:: FRAU ::
Sosok yang berjasa mengenalkan frau ke aku adalah Mas Bowo @omrobo , dia adalah artis jogja (dulu sih, di band Southern Beach Terror) yang sekarang udah banting setir dan menetap di Lombok mengurusi tour and travel.

Waktu itu kira kira awal bulan Januari 2012 dia kedatangan tamu dari Jogja, aku kenal dengan nama Masgufi, awalnya sih gak tahu dia itu siapa, ya tahunya dia itu temennya mas bowo, kita pun jalan jalan bareng rame rame ke Pantai Kaliantan. Ini nih wujudnya :

eksis banget di Twitter, bahkan saat mandi di pantai pun nyempetin update status
Nah dari perjalanan wisata di Lombok inilah aku jadi tahu kalau dia itu sebenernya adalah seorang manager artis di Jogja dengan nama asli Adi Adriandi, haha.... Salah satu artis yang jadi naungannya adalah Frau.

Pulang dari jalan jalan penasaran dah dengan yang namanya Frau, trus kucari dah videonya di Youtube dan download Mp3 nya di Google. Waktu itu baru ada album pertama, dan ada satu lagu yang favorit buat didengerin dan ditonton videonya, yaitu Mesin Penenun Hujan, wuihh sampe merinding pas pertama kali denger suara piano nya.

3 Tahun berselang, aku udah lama gak dengerin lagu lagu Frau lagi, cuma dapat kabar kalau dia udah ngeluarin album ke duanya berjudul "Happy Coda".


Tapi tiba tiba si omrobo ini upload poster (seperti di atas ini) di path dan twitter, woyoo... Yang isinya Frau mau nyanyi Live di Lombok, tepatnya di Bandini Koffie, Jln Adi Sucipto, Ampenan tanggal 23 Januari 2015. Lha aku dadi kelingan maneh karo mbak cantik Frau. Pokoknya harus wajib nonton. Okelah lanjut cari massa buat nonton. Alhasil dapet 4 orang yang mau diajak nonton. 

Mini konser ini terbatas kursinya, jadi aku langsung buru buru reservasi ke Bandini, dengan membayar 50 ribu per orang. Dengan harga itu kita dapat minuman dan snack yang memang merupakan menu menu dari bandini Koffie

Hari Jumat malam sekitar jam 19.00 WITA konser dimulai dengan dibuka oleh 4 musisi lokal Lombok, yaitu Kevin Leonidas, Buhari Bersaudara, Semelemele Quartet, dan Freaking Genius. Dari keempat musisi lokal ini, cuma lagunya freaking genius yang bisa masuk ke alam kenikmatan, yang lain belum bisa.

Freaking Genius
Setelah semua musisi pembuka tampil, akhirnya yang ditunggu tunggu tiba. Tapi Sebelum si frau keluar, si empunya Bandini Koffie, Mas Imam ngasih pidato pembukaan yang mengahrukan, huhuhu. Sedangkan si Masgufi sibuk mempersiapkan panggung biar 100% siap buat dinaikin mbak Frau.

Tepat jam 21.05 WITA, mbak Frau alias Leilani Hermiasih , keluar dengan menggunakan baju ungu, rambut sedikit keriting dan secangkir kopi. Awalnya kirain cangkir itu cuma buat pelengkap alias hiasan konser, eh ternyata bener bener ada isinya, haha. Mungkin tadi di dalem belum selesai ngopi ngopi nya ya, tapi udah disuruh naik panggung aja.

Dia menyanyikan kira kira 8 lagu yang diambil dari album pertamanya Starlit Carousel dan album keduanya Happy Coda. Dari sekian lagu itu, ada satu lagu yang bikin aku merinding, yaitu Mesin Penenun Hujan, rasanya masih sama dengan saat aku dengerin lagu ini pertama kali.

Beberapa kali dia meminum kopinya saat pergantian lagu, sembari bicara berbagai hal mengenai lagu lagunya, terutama lagu yang mau dinyanyikan. Cara bicara dan gerak geriknya itu lho, lucu menggelitik deh, padahal enggak berniat ngelucu, tapi kok dilihat dan didengar itu jadi lucu, hihihi.

Mbak Frau alias Leilani Hermiasih
Sekitar jam 22.00 WITA mini konser ini pun usai, ditutup dengan pengundian doorprise Tiket PP Lombok-Surabaya persembahan salah satu sponsor Maskapai Berwarna Ijo. Untuk bisa ikut undian ini, kita harus beli kaosnya Frau nih seharga 120 ribu, nah gegara pengen ngedapetin tiket itu, aku pun beli tuh kaos, tapi sayang sekali gagal, pas diundi ternyata gak dapet hadiah doorprise nya.

Sebelum pulang, aku pun temu kangen dulu dengan Masgufi yang udah 3 tahun gak ketemu, huhuhu, untungnya dia masih inget aku. Plus dilanjut dengn foto bareng Mbak Frau, yey... Mbak Fraunya ramah banget lho, pas diajak foto welcome banget, Nice dah pokoknya...

Setelah semua beres, mereka pun kembali ke rumah omrobo buat istirahat, ternyata mereka lebih pilih tidur di rumah omrobo daripada di hotel, hohoho. Rangkaian konser di Lombok akan berlanjut esok hari, selain di Bandini Koffie, mbak Frau juga akan manggung di Gili Trawangan besok (24 Januari 2015). Nginep semalam disana, dan hari minggunya kembali ke Jogja, kampung halaman tercinta :)

Share:

22 January 2015

Jadwal Rangkaian Kegiatan Core Event Bau Nyale 2015

Hai Hai para travelers....
Setiap Bulan Februari di Pulau Lombok ada event seru loh, namanya Bau Nyale, yang lokasinya selalu dipusatkan di sekitar Pantai Seger, Lombok Tengah (sebelah Pantai Kuta). Nah untuk tahun 2015 ini, Rangkaian Event Bau Nyale diadakan mulai tanggal 2 sampai 10 Februari 2015 yang dibuka dengan Olahraga Seni Beladiri khas suku sasak "Presean" (Stick Fighting) yang merupakan budaya asli suku sasak yang mendiami pulau Lombok, dengan menampilkan para petarung/pepadu gumi Tatas Tuhu Trasna yang ahli dalam memainkan tongkat pemukul dari rotan dan ende (perisai dari kulit kerbau). 

Buat kalian yang bernyali besar dan suka akan olahraga extreme, bisa lho ikut berpartisipasi untuk menjajal kemampuan kalian, ada juga Pameran Batu Permata dan Akik yang menjadi primadona para kolektor dan penggemar batu akik dan permata di Indonesia anda bisa dapatkan sebagai oleh-oleh (merchandise) sebagai bukti telah mengunjungi pulau Lombok, dan banyak hiburan lainnya seperti acara pemilihan Putri Mandalika yang dilanjutkan dengan karnaval terunik di dunia yang akan menghadirkan PUTRI INDONESIA dan semua peserta kontestan Putri Mandalika serta wanita cantik yang ada di Lombok Tengah dengan menggunakan busana PUTRI NYALE yang di iringi oleh costum fashion Biota Segare Lauq, semua rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan pertunjukan Drama Kolosal Putri Mandalika dan menangkap nyale (BAU NYALE) bersama ribuan masyarakat dan Pengunjung wisatawan lokal dan mancanegara..

JADWAL KEGIATAN POKOK CORE EVENT BAU NYALE : 

1. PRESEAN 
LOKASI : PANTAI SEGER
WAKTU : 2-9 FEBRUARI 2015 (8 HARI)

2. PEMILIHAN PUTRI MANDALIKA 
LOKASI : HOTEL AEROTEL PRAYA
WAKTU : 2-8 FEBRUARI 2015

3. PAMERAN PERMATA
LOKASI : MOBILE ( DITEMPAT KERAMAIAN )
WAKTU : 2 - 8 FEBRUARI 2015

4. KARNAVAL PUTRI MANDALIKA
TEMA : BIOTA SEGARA LAUQ
LOKASI KEGIATAN : PRAYA RUTE : DALAM KOTA PRAYA
WAKTU : MINGGU, 8 DESEMBER 2015

5. LOMBA LARI/MARATHON MANDALIKA 10 KM
LOKASI : KECAMATAN PUJUT
WAKTU : 9 FEBRUARI 2015

6. ACARA PUNCAK CORE EVENT BAU NYALE
LOKASI : PANTAI SEGER
WAKTU : 9 – 10 FEBRUARI 2015
ACARA :
- RITUAL
- PAGELARAN TARI TRADISONAL
- CILOKA
- PENAMPILAN DARI BAND UNGU
- PENAMPILAN DARI KEPOLISIAN
- PAGELARAN DRAMA KOLOSAL PUTRI MANDALIKA

7. LOMBA MASAK (KULINER) 
LOKASI : HOTEL TASTURA
WAKTU : 10 FEBRUARI 2015
JENIS MASAKAN : NYALE DAN SEA FOOD

Nah untuk itu, catat dan ingat ya jadwal rangkaian kegiatan ini, pokoknya jangan sampai terlewatkan dalam agenda traveller/perjalanan wisata kalian.. Buruan rencanakan perjalanan kalian ke Lombok untuk Bulan Februari 2015 ini.


Baca Juga :
  1. Bau Nyale 2011
  2. Bau Nyale 2012
  3. Bau Nyale 2013

sumber : http://lomboktengahkab.go.id
Share:

20 January 2015

Nenen Hore di Kedai Susu Noekita


Akhir akhir ini di kota Mataram menjamur dengan yang namanya Kedai Kopi, sampai bosen aku, tiap nongkrong nongkong minumnya kopi mulu, mahal mahal pula. Haha, enakan ngopi di rumah ya, dibuatin istri. 

Hingga akhirnya di sekitar akhir 2014 ini muncul kedai baru dengan mengusung tema baru "Susu", yaitu Kedai Susu Noekita Milk and Shoes Bar, yang lokasinya ada di Jalan Bung Karno No. 9, tepatnya di pojokan persis di samping jembatan deket Sukanda Djaya (Distributor es Diamond).

Udah lumayan lama ini kedai berdiri, tapi aku gak ngeh ada kedai itu, karena di depannya ada warung kelontong gitu, jadi gak terlalu kelihatan dari jalan besar, tahunya sih dari temen yang upload foto lagi makan disitu, weits langsung tertarik.

Tempatnya sih kecil ya, cuma menempati satu ruas ruko di pojokan, bisa dibilang sih ini riverside, karena tembok samping persis di sebelah sungai. Coba sungainya bagus ya, bisa jadi nilai tambah buat kedai susu ini :)

daftar menu (klik biar besar)
Yuhuu susu dimana mana bray, susu oh Susu... I love You #eh

Berhubung aku lagi agak meriang, jadinya pesen yang panas panas. Awalnya mau pesen Ginger Milk, eh tapi abis, akhirnya pindah haluan ke Milk Tea, alias Teh Susu. Uenak bray teh susu nya, manisnya pas, cuman campurannya terlalu banyak susu nya, jadi rasa teh nya tenggelam. Sedangkan yang di depanku ini pesen Milkshake Strawberry, aku sih gak ikut nyobain, karena dingin, cuma katanya sih enak juga :)

Nah tapi meskipun ini menu utamanya adalah berbagai minuman campuran susu, ada juga kok makanan ringan dan berat nya, seperti Nasi Gila, Roti Bakar dan Mie Kuah/Goreng , serta macem macem cake jar (lengkapnya liat menu di atas).

Yang bikin aku tertarik tuh menu mie kuah/gorengnya, yang dibedakan menggunakan nama nama jenis kegiatan lari, seperti Jogging, Sprint, Estafet, dan Marathon. Tanpa perlu ditanyakan, aku udah tahu sih kalau mie ini menggunakan tema level level pedas gitu (seperti mie setan), mulai dari Mie Jogging sampai Mie Marathon yang super pedes. Aku sih nyobanya yang Estafet, biar bibir gak terlalu jontor kepedesan.


Oia satu lagi, hampir aja ketinggalan. Coba deh cermati nama kedai ini, ada kata "shoes" nya, hohoho bukan kue sus loh ya, ini shoes yang artinya sepatu, jadi selain jual makanan, disini juga jual sepatu, yang dipajang sih sedikit, tapi ada katalog sepatunya, yang  di dalam nya ada banyak jenis model sepatu kece, baik itu buat cowok ataupun cewek.

Nah buat kalian yang bosen dengan menu kopi kopian dan pengen suasana baru monggo silahkan dicoba susu susu disini, atau yang pengen beli sepatu dengan model yang gak pasaran, silakan meluncur kesini :)

Noekita di Socmed:
1. Twitter : @kedainoekita
2. Instagram : noekita_milkandshoesbar
3. Path : Noekita Milk & Shoes Bar


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

15 January 2015

Nongkrong Seru di Verve Beach Club

Akhir akhir ini (Januari 2015) di Lombok ada dua tempat nongkrong yang lagi ngehits nih, yaitu Temptations Bakery Pantry dan Verve Beach Club, dimana kedua tempat itu ada di sekitaran Senggigi, kayaknya sih siap menggeser kepopuleran La Chill dan Rinjani Lodge nih, haha.

Nah berhubung foto fotonya udah pada wara wiri di socmed, aku jadi ngiler nih pengen nyobain juga, hohoho, tapi gak mungkin donk nyobain dua duanya dalam satu hari. Ya sudah berbekal ngitung kancing baju, akhirnya terpilihlah Verve untuk menjadi lokasi nongkrong sore ini. Yeee selamat ya Verve.......

Verve Beach Club ini lokasinya masih satu komplek ama Verve Villa yang lebih tepatnya ada di utara Sudamala Resort, Pantai Mangsit, Lombok, yaa kalau dari Senggigi, ke utara dikit. Dulu sih cuma ada Verve Villa, tapi kemudian dibangun Verve Beach Club di sampingnya.

Kita bertiga (aku, istri dan Oyan), sampai sini sekitar jam 5 sore, masih sepi bray, cuma ada sepasang om dan tante di pojokan lagi asik makan. Begitu masuk areanya, kita langsung disambut seorang pelayan dan mengarahkan untuk duduk dimana, serta menyerahkan kertas menu makanan untuk kita pilih pilih, yuhuu ini nih menu makanan serta harganya (klik biar besar) :


Kalau menurut kantong ku sih harganya lumayan mahal ya, tapi memang gitu lah harga makanan di tempat kaya gini, kalau murah ya namanya bukan beach club tapi warung, hihihi. Biar tetep bisa makan buat sebulan kedepan (maklum ini masih awal bulan), kita cuma pesen minum minum aja, ditambah satu makanan untuk dibagi 3, haha, kere....


Selain bisa makan makan, disini juga bisa renang lho (kalau mau sih), ada kolam renang mungil di sini, tapi karena tempatnya ada di tengah tengah antara kursi kursi tempat pengunjung makan, jadinya kok agak risih ya mau renang, haha, kaya tontonan gitu.

Ada berbagai jenis tempa duduk di sini, ada yang indoor, ada yang outdoor, ada kursi, ada juga semacam berugak buat lesehan.



Yang agak disayangkan tuh keberadaan perahu perahu di depan ini, haha mengganggu pemandangan ya, lebih asoy kalau view nya tuh langsung laut gitu. Tapi ya karena pantainya memang udah lama digunakan buat parkir perahu, jauh sebelum dibangun beach club ini, ya jadinya mau gimana lagi.

Untuk membunuh waktu, kita akhirnya main kartu remi di sini sambil makan minum dan ngerumpi, haha cuek aja dah... Kartu remi nya sih gak disediain di sini, tapi memang sengaja kita bawa, dan selalu ada di tas, jaga jaga kalau pas lagi nongkrong, biar gak mati gaya. Nah tapi yang paling penting tuh selfie bray, pakai gopro dan tongsis Attanta andalan, haha, Narsis abiss sampe najis,


Makin sore, ternyata makin rame bray, mulai dari rombongan keluarga, pasangan kekasih muda mudi, sampai bule bule. Yang membedakan bule ama lokal tuh cara foto nya, kalau bule tuh fotonya ya secukupnya aja, sedangkan kalo yang lokal foto fotonya banyak tingkah, ngambil nya dari berbagai sudut dan dengan berbagai gaya, hahaha, ya kaya kita ini.

Sangat disayangkan nih, sore ini gak dapet sunset cantik, mataharinya ngumpet di balik awan di barat sana, ya sudah akhirnya kita pulang dengan perut belum kenyang, haha. Harap maklum karena belum bertemu nasi. Tapi misi pertama kita berhasil nih, tinggal misi kedua yaitu ke Temptations Bakery Pantry, tunggu ya cerita review kita di sana :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

10 January 2015

Kota Tua Ampenan yang Kembali Muda

:: Januari 2015 ::
Setelah sekian lama Kota Tua Ampenan tidak diperhatikan pemerintah daerah setempat, akhirnya kira kira mulai setahun lalu, area kota tua Ampenan sedikit demi sedikit berbenah. Diawali dengan penataan kawasan pantai ampenan, khususnya para pedagang2 makanan nya, kemudian pembuatan Huruf Huruf Besar bertuliskan "Pantai Ampenan" layaknya Pantai Losari, pembuatan trotoar di jalan Pabean, pelebaran jalan Niaga, dan yang terakhir pengecatan ulang bangunan di sepanjang jalan Pabean dengan cat warna warni.

Sebenernya pengecatan ini udah dimulai sejak Desember 2014 lalu, tapi karena aku lama gak ke Pantai ini, jadinya telat deh tahunya.

Sebenernya sih gak sengaja dan gak niatan mau fotoan di Kawasan Kota Tua Ampenan ini, tapi cuma mau nongkrong sore di Pantai Ampenan, buat sunsetan, eh lha kok pas lewat Jalan Pabean liat warna warni lucu bangunan tua disini, ya sudah akhirnya kita foto foto di sini dah.

Seperti biasa, model foto andalan nya ya Istriku ini, hihihi, lha siapa lagi. Luar biasa memang dia ini, meskipun lagi hamil besar, mau aja disuruh gaya ini itu, haha...





Gimana? Jadi unyu ya, pasti deh habis ini banyak bertebaran foto foto gedung warna warni di media sosial semacam FB, Twitter atau Instagram. Tapi tetep aja ya ada yang protes2. Protes itu muncul setelah kemarin ku upload satu foto mengenai warna warni gedung2 ampenan ini di twitter @lombokkita , eh ada beberapa follower yang gak setuju, karena alasannya menghilangkan makna kota tua-nya, hohohoho. Kuinget tuh siapa siapa aja yang protes, kuhapalin pokoknya, awas aja kalau besok upload foto foto lagi bergaya di gedung gedung ini, kucubit dia, haha.

Kalau menurut kalian gimana bray??

By the way, setelah lihat warna warni bangunan ini jadi inget salah satu cerita di buku Naked Traveler terbaru, yaitu saat dia jalan jalan di Valparaiso, Cile, tapi bedanya di sana bentuk tanahnya berbukit bukit, jadi rumah warna warni nya tuh memenuhi perbukitan, kalau dari jauh kelihatan unyu banget. Kalau yang sudah baca buku itu pasti tahu deh, kalau yang belum silakan cari di om gugel dengan kata kunci "Valparaiso" :)

Nah gegara keasyikan foto foto di bangunan warna warni kayak permen ini jadi lupa deh kalau tujuan utamaku ke Ampenan itu buat Sunset-an, haha. Akhirnya kita langsung cuss ke Pantai Ampenan. Gak ada tiket masuk ke pantai ini, cukup bayar parkir motor, 2 ribu rupiah aja cukup.

Sore ini angin di sini gede banget, ombaknya juga lagi ganas, sampai sampai gak ada anak anak yang mainan di pantainya, padahal biasanya tiap sore selalu penuh ama anak anak yang main bola di pantai ataupun  yang cuma mandi mandi asoy aja.

Seperti biasanya, setiap kali ke Pantai Ampenan, aku pasti menuju pojokan kanan, dekat dengan tulisan merah "Pantai Ampenan", duduk duduk ngopi di salah satu warung langganan kita.

Tanpa janjian dahulu, eh ternyata disini kita ketemu geng jalan jalan GoproID Lombok, haha, kebetulan banget yaaa, dan akhirnya kita ngopi bareng sambil ngobrol seru sampai sang mentari hilang ditelan samudra.

Sebagian dari Genk Jalan Jalan, Gak sengaja Ketemu




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

4 January 2015

Liburan Tahun Baru ke Suranadi

:: 1 JANUARI 2015 ::
Setelah semalam kekenyangan gegara asyik pesta sate dan ikan bakar, Kamis pagi ini tetep aja kelaparan, yaa sepertinya ikan ikan dalam perutku ini sudah hancur lebur menjadi bubur.

Udah libur, mata ngantuk semalam begadang, jadinya istri pun males masak, huahahaha. Ya sudahlah lebih baik kita makan di luar saja, daripada masak sambil ngantuk ngantuk, nanti bisa bisa garam ketuker ama gula trus saus ketuker ama kecap, hadeh.

Jurus pertama biar liburan seru adalah >> hubungi temen temen genk jalan jalan. Yuph, dari sekian banyak teman yang di hubungi, akhirnya kita dapat 4 orang yang siap diajak wisata hari ini, ditambah kita berdua, jadinya 6. Sip markusip, seperti biasa untuk jalan jalan dengan genk yang satu ini titik temu nya adalah Studio Radio Fresh yang ada di Jalan Bung Karno, Mataram karena mereka kebanyakan adalah penyiar dan mantan penyiar radio itu, hohoho sekalian promo dikit.

Sekitar jam setengah 2 siang kita akhirnya sampai juga di daerah Suranadi, nah karena kita belum sarapan maka tujuan pertama kita adalah wisata kuliner Sate Bulayak Suranadi yang duper khas enaknya, sekalian dah ini digabung ama makan siang, itung itung hemat duit, maklum tanggal 1 nya tanggal merah, jadi belum gajian, huaaaaa.

Maaf ada Jempol di pojok kiri atas :)
Menu sate di sini ada 3 jenis yang bisa dipilih, ada sate ayam, sate jeroan, dan sate daging sapi. Aku gak suka jeroan, Sate ayam udah biasa, yaa akhirnya saya pesen sate daging dah, plus satu porsi bulayak yang isinya ada 5 batang ditambah segelas Es Kelapa Muda.

Meskipun hari ini rame banget, tapi pesenan kita cepet juga nih datengnya, dan pas dihidangkan tuh bener bener kelihatan fresh banget deh, asepnya itu lho masih mengepul banget dari dagingnya. Sikaaaat......!!!! Wuaaah sate bulayak di Suranadi memang gak ada duanya, uenak gila, mantap maknyus, joss gandoss. Menang jauh dibandingkan Sate Bulayak di Taman Udayana Mataram. 

Ini Genk Wisata Kuliner Kita :)
Perut Kenyang hati riang, sesi obrolan dan curhat selesai, akhirnya kita pindah lokasi ke hutan sebelah, rencananya sih kita mau jelajah menyusuri hutan di komplek Taman Wisata Alam Suranadi. Lokasinya deket ama pusat kuliner sate ini, tinggal jalan kaki aja bisa nyampe, paling cuma 3 menit ke pintu masuknya.

Tiket masuk ke TWA Suranadi sebesar 7.500 rupiah, ini harga khusus hari libur, aku tahu karena ditulis di tiketnya gitu, hihihi gak tahu ya kalau pas weekday berapa. Di bagian depan sekitar parkiran ada denah TWA Suranadi ini, nah ini penting nih dipelajari sebelum kita mulai masuk ke kawasan hutan, biar gak nyasar, kalau bisa sih difoto sekalian, biar bisa dilihat lihat lagi kalau diperlukan pas di dalam hutan,

Satu spot yang bikin kita tertarik adalah The Big Tree alias Si Pohon Besar, kalau dilihat dari foto di denahnya sih besar banget ini pohon, wah pasti seru nih buat fotoan. Ada beberapa jalur yang bisa kita tempuh untuk dapat mencapai kesana, dan jalur yang pilih untuk kita tempuh adalah jalur lingkar luar kanan, biar sekalian dapat beberapa spot.

kita namakan Dewi Daun Kering
Sebelum sampai ke Big Tree, kita melewati sebuah spot cantik yang bernama Dam Air, yang berupa sungai kecil yang dibendung, sehingga airnya menjadi diam seperti kolam, yang airnya berwarna abu abu kebiruan gitu, bagus banget deh buat fotoan, sumpah, ada kesan spooky spooky gitu deh (lihat foto diatas).

Karena udah makin rame disini, akhirnya kita lanjut jalan kaki ke pohon besar, masih dengan rute jalan tanah menyusuri hutan. Ternyata mudah bro menemukan pohon besar ini karena sepanjang rute ada papan petunjuk arahnya, lengkap banget, kelihatan masih bagus ini papan petunjuknya, kayaknya baru dipasang deh. Gak kebayang dah gimana dulu pas belum ada petunjuk ini, pasti nyasar, lha ternyata banyak banget persimpangan jalan nya, padahal di peta/denah cuma kelihatan lurus lurus aja jalurnya, haha siapa sih yang bikin peta nya.

Butuh perjuangan berat menuju Pohon Besar, bukan karena jalurnya yang ekstrim ya, jalurnya sih datar datar aja, cuma nyamuknya itu lho, buanyak abissss, apalagi aku cuma pakai kaos oblong dan celana pendek, wii tahu gini harusnya tadi oleh oles Autan dulu nih.

Dan akhirnya kita sampai juga di spot The Big Tree. Seperti namanya, pohon yang satu ini memang menjadi pohon yang paling besar diantara pohon pohon di sekitarnya. Tapi anehnya, keempat temenku ini langsung kabur setelah sampai di spot ini, bahkan fotoan pun gak sempet, aneh banget mereka, kayaknya sih mereka ngelihat sesuatu yang horor di tempat ini , au ah, kita cuek aja, karena udah jauh jauh jalan kesini masa gak sempet fotoan, hohoho, 

The Big Tree
Spot selanjutnya yaitu Camping Ground, yang lokasinya ada di jalur balik menuju tempat parkir tadi. Saya sih dulu sudah pernah outbond disini bareng rekan kantor, masih inget banget ama tempat ini, gak ada perubahan yang signifikan. Eh ternyata di sini ada kandang yang isinya beberapa rusa nih, dulu sih belum sempet lihat ini. 

Gak ada yang special di sini, itu yang buat kita cepet balik ke parkiran, selain itu juga karena kulit dah gatel gatel digigitin nyamuk. 

Pesan pengelola TWA di jalur menuju parkiran :)

Share:

Blog Archive