28 June 2012

Semalam di Gili Air, Lombok (Season 2)

Ahhhh... Libur telah tiba, libur telah tiba... Horee, Hore... !!! Haha, lagu itu memang pas dinyanyiin week end ini, akhirnya bisa juga liburan akhir pekan buat ngilangin stres mikirin kerjaan.

Ya, tujuan weekend kali ini adalah Gili Air lagi dan lagi, dihitung hitung sih udah 2 kali ke gili air, sekali nginep, sekali cuma mampir makan. Dan udah pernah ku posting juga mengenai Gili Air (yang season 1).

Sabtu pagi jam 07.30 WITA saya sudah meluncur menuju Pelabuhan Bangsal di daerah Pemenang, Lombok Utara. Dikarenakan public boat ke Gili Air cuman ada saat pagi (tidak seperti ke Trawangan yang ada setiap saat), saya pun memacu kendaraan dengan kecepatan penuh, alhasil Mataram - Pelabuhan Bangsal bisa ditempuh dalam waktu 1 jam kurang. Saya pun langsung menuju tempat penjualan tiket, alhamdulilah masih ada kapal. Untuk menyeberang ke Gili Air, tiketnya cukup 8 ribu rupiah saja, dan saya pun menjadi orang pertama yang beli tiket, akibatnya saya harus nunggu penuh dulu baru jalan kapalnya, sekitar 25 orang.

Setelah setengah jam menunggu, jam 9 lebih dikit kapal pun siap berangkat. Namun malang tak dapat disangka, kapalnya udah penuh dengan logistik seperti telur, air galon, bermacam sayuran, tabung elpiji, dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Memang sih semua logistik di Gili Air di pasok dari Pulau Lombok. Tapi ya sebaiknya di pisah lah antara kapal barang dan kapal penumpang, gile aje bagian tengah yang harusnya buat pijakan kaki penuh oleh barang barang, argghhh mau ditaruh mana kaki kaki ini.....


15 menit berselang, sampailah kita di Gili Air. Suasana hangat pun menyambut kami dengan suara ombaknya yang khas serta kicauan burung Gili yang seakan akan bahagia akan kedatangan kami.

Seperti sebelumnya, kali ini saya menginap lagi di Omah Gili, kenapa saya pilih Omah Gili? Selain tempatnya yang bersih, nyaman, tenang dan asri, pelayanan di sini memuaskan, jadi sulit rasanya pilih tempat nginep yang lain, udah sreg. Dari pelabuhan gili air, kita harus berjalan ke arah kanan sekitar 700 meter, setelah sampai di Sunrise, kita masuk gang kecil ke kiri sekitar 150 meter, dan pagar pagar bambu khas Omah Gili pun menyambut kita.


Ada pemandangan lain di sini, dulu pas pertama kali ke Omah Gili, baru jadi 4 lumbung. Sekarang sudah ada tambahan 4 geladak dengan ukuran lebih kecil, lobi yang nyaman serta kolam renang yang cantik di depan lobi. Kali ini saya pilih geladak, untuk nyobain suasananya dan merasakan bedanya dengan lumbung. Ternyata Geladak dengan Lumbung sama nyaman nya, cuma beda ukuran aja, geladak lebih kecil serta tak ada lotengnya. Overall pas lah buat 2 orang... Sedangkan lumbung terlalu luas buat 2 orang. Ini nih foto foto Geladak Omah Gili beserta jeroan nya:




Setelah istirahat dan nyantai nyantai di Omah Gili, saya pun beranjak menuju pantai. Bukan untuk berenang ataupun mancing, tapi untuk mencari sarapan sekalian makan siang. Lha paginya gak sempet sarapan demi ngejar kapal pagi jam 9. Pilihan jatuh ke Blues Corner Cafe yang berada di deket Manta Dive. Ini nih menu sarapan sekaligus makan siang hari ini :

Makanan yang lezat ditambah pemandangan di depan mata yang luar biasa membuat susah untuk beranjak dari tempat ini, padahal jadwal berikutnya setelah makan adalah snorkling. Huftt...udah pewe di sini..

Demi menjaga kedisiplinan akan jadwal, akhirnya saya kesampingkan posisi pewe yang saya rasakan di cafe ini. Beranjaklah saya menuju tempat penyewaan alat snorkling. Berbekal snorkle dan kamera underwater saya siap mengarungi pantai Gili Air, menikmati indahnya Gili di bawah air. Sayang sekali sudah kesorean, cahaya yang masuk ke air mulai berkurang jadi agak gelap, serta ombaknya mulai besar, sehingga susah untuk berenang mengarahkan badan menuju lokasi yang diinginkan. Akhirnya pasrah saja mengikuti kemana arus membawa badan ini, untungnya arah arus kesamping mengikuti garis pantai, bukan ke tengah.

Memang tidak banyak ikan serta terumbu karang di lokasi ini, terang saja lah di sini banyak kapal/perahu yang berlabuh serta melempar jangkar sembarangan. Sangat disayangkan ya, karena bisa merusak terumbu karang. Harusnya sih lokasi snorkling gini bebas dari perahu perahu yang berlabuh.

Hari beranjak sore, tak sempat saya menikmati sunset di pulau ini, karena di sini posisinya ada di timur pulau, jadinya kalau mau sunset-an harus memutar pulau dengan naik sepeda atau cidomo. Tak mungkin jalan kaki, karena bisa malem sampainya -__- Ya sudah, sebagai gantinya, saya pun kembali ke Omah Gili dan nyebur ke kolam renangnya. Brrrr dingin.....

Malam harinya hanya diisi dengan makan malam di pinggir pantai. Ya beginilah kondisi Gili Air, no party gak seperti saudaranya Gili Trawangan yang selalu ramai oleh hingar bingar dunia malam. Hmm tapi justru ini yang saya cari "ketenangan". Saya pilih Cafe Paradiso 2. Tapi sayang sekali malam ini angin nya lumayan besar, suasana dan tempat yang romantis pun berubah 180 derajat, lampu di atas berugak goyang goyang, angin berhembus kencang dari arah pantai serta dingin yang menusuk tulang, bahkan teh hangat yang saya pesan pun tak ada efek nya bagi tubuh, 5 menit berselang teh nya pun menjadi dingin, tak hangat lagi -___- . Ini nih menu makan malam kali ini :


Hari berganti, pagi menjelang. Bangun pagi ku disambut oleh kicauan burung burung yang hidup bebas di alam Gili. Kulangkahkan kaki menuju pantai dengan mata terkantuk kantuk demi menikmati indahnya Sunrise di ufuk timur. Alhamdulilah pemilihan waktu yang tepat, tidak berapa lama duduk di pantai, perlahan sang mentari muncul dari Horison. Indahnyaaa Sunrise Gili Air :

Hari beranjak siang, saya pun kembali ke Omah Gili tidak lain tidak bukan, untuk menikmati sarapan. Perut kenyang, tenaga full, saatnya Snorkling lagiiii... Yeyeye, semoga pagi ini ombaknya bersahabat tidak seperti sore kemaren. Lokasi snorkling masih sama ama kemaren, di depan Sunrise Resort. Pagi ini ombaknya lebih tenang, jadi saya bisa kesana kemari tanpa terbawa arus.

Hari pun mulai siang, saatnya Check out dari Omah Gili. Saya pun bergegas balik hotel, mandi beres beres packing dan chek out. Sebelum balik Lombok, saya nyempetin makan dulu di Zip Bar sembari menikmati turis turis alias bule yang asyik menjemur badannya dengan pakaian yang sangat minim.. huhu Vitamin..... glek....

Ada sekitar 3 jam lebih saya nongkrong di Berugaknya Zip Bar, sampai tertidur saking nyaman nya. Saatnya pulang ke Lombok....... Yeah. Sore sore gini kapalnya cuma manusia, tanpa sayuran dan logistik. Alhamdulilah, nyaman. 15 menit berselang sampailah di Pelabuhan Bangsal, Lombok. Masih terlihat gili air dari kejauhan, rasanya berat meninggalkan pulau kecil itu dengan segala keindahannya.. Dan yang pasti suatu saat, saya pasti kembali ke sana lagi....

Oleh Oleh Foto Foto di Gili Air (selamat menikmati) :
 







jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

27 June 2012

Nikmatnya Kue Dadar Gulung


Kue Dadar Gulung yang lezat ini merupakan kue asli Indonesia, namun keberadaannya di negeri sendiri kalah oleh kue kue dari luar negeri seperti Donat ataupun Pancake. Padahal rasanya gak kalah lezat lho. Sepertinya gak ada restoran atau cafe cafe yang nyediain menu yang satu ini, kalo mau nyari kue ini ya harus ke toko kue kue basah atau ke pasar tradisional biasanya ada yang jual.

Aku suka banget ama kue ini. Kenapa? Karena isian nya yang manis rasanya serta kulit/dadar nya yang beraroma pandan. Isian ini terbuat dari campuran kelapa dan gula merah. Hmmm nyummi... Dan lebih nikmat lagi dimakan saat hangat....



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

21 June 2012

Amplang, Camilan Khas Samarinda


Setiap daerah pasti punya makanan khas yang berasal atau cuma ada di daerah tersebut. Di Garut ada dodol, di Jogja ada Bakpia, di Semarang ada Lumpia, nah di Samarinda ada "Amplang". Amplang ini sejenis kerupuk yang berbentuk kotak atau lonjong, kebanyakan sih berbentuk lonjong pendek sebesar jari tangan, jadi pas untuk satu suapan. Yah, mirip mirip ama kerupuk ikan tenggiri deh.

Amplang ini terbuat dari Tepung Tapioka, rempah rempah/bumbu dan ikan. Rasanya asin gurih dan tentunya kriuk kriuk renyah, bisa dimakan langsung ataupun untuk Lauk nasi.

Gimana kuliner Samarinda ini bisa sampai Lombok? Yuph, ada rekan kerja baru yang sebelumnya berkantor di Kalimantan, tepatnya di daerah Tarakan. Nah pas ke sini beliau bawa makanan khas Kalimantan "Amplang". Alhamdulilah tidak perlu jauh jauh ke Samarinda untuk mencicipi kuliner ini.....


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

20 June 2012

Bermain bersama Sunset di Pantai Krandangan, Lombok




Pulang kantor, ke pantai, menikmati senja bersama teman teman. Alangkah indahnya dunia. Yuph, inilah asyiknya di Lombok. Pulau yang tidak terlalu besar, dengan pantai pantai yang indah di sekeliling pulau, menawarkan suasana relaksasi di kala kejenuhan kerja melanda.

Ada banyak pilihan Lokasi untuk menikmati Sunset di Pulau Lombok yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota Mataram, seperti Pantai Ampenan, Pantai Senggigi, Pantai Mangsit, Pantai Krandangan, Bukit Malimbu dan Bukit Nipah.

Nah pada kesempatan ini saya dan teman teman menuju Pantai Krandangan III, udah sering sih maen maen ke Pantai ini, dan memang di sini Sunsetnya lumayan bagus, apalagi ada bebatuan cantik di sisi kanan pantai. Pernah juga saya posting foto foto sunset di Pantai Krandangan, klik di sini untuk melihatnya.

Kalau dilihat, sebenarnya pantai karandangan ini biasa saja, tidak seindah pantai pantai lain di pulau lombok yang berpasir putih. Selain itu, pantai ini juga kotor oleh sampah sampah organik maupun non organik. Akan tetapi jangan salah, saat sore menjelang, pantai ini pun mulai ramai oleh wisatawan, kebanyakan sih wisatawan lokal lombok yang sengaja kesini untuk nikmatin sunset.




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

10 June 2012

Bermain dengan Monyet di Hutan Pusuk, Lombok Utara

Jalur darat Mataram - Pelabuhan Bangsal (ke 3 Gili), ada dua yaitu lewat Senggigi dan Hutan Pusuk. Jalur Senggigi lebih panjang daripada jalur pusuk, karena jalur ini mengikuti garis terluar Pantai Barat Pulau Lombok, dengan kondisi jalan yang lebar dan halus akan tetapi naik turun dan berkelak kelok. Jalur kedua yaitu lewat pusuk, lebih pendek karena memotong lewat tengah, dengan jalan yang lebih sempit, berkelak kelok, awalnya naik, setelah sampai puncak pusuk, kemudian terus menerus turun, dan relatif lebih sejuk karena lewat hutan, jadi bisa dikatakan kalau Jalur Pusuk itu merupakan Jalur Alternatif dari Mataram menuju Pelabuhan Bangsal.

Nah di tengah tengah Jalur Alternatif ini alias di Puncak Hutan Pusuknya ada lokasi dimana monyet monyet berkumpul untuk menunggu diberi makan oleh wisatawan yang lewat. Saya sudah sering sekali mengunjungi Hutan Pusuk ini, hanya untuk bercengkerama dengan mereka, memberi makan kacang dan berfoto foto.

Tidak seperti monyet monyet di Uluwatu Bali, monyet di Hutan Pusuk ini jinak jinak lho. Gak percaya? Coba deh kasih makan kacang, dikasih pakai tangan ya, jangan dilemparkan, monyetnya akan mengambil dari tangan kita dengan sopan. Dan yang jelas, satu biji gak cukup, dia akan selalu minta lagi dan lagi, setidaknya dia akan nungguin di bawah kita, sampai kita ngasih kacang lagi.

Dilihat lihat, sekelompok monyet monyet ini ada Bos nya, ada satu sosok monyet yang berkuasa, paling ditakuti, yang berbadan paling besar, dan kayaknya paling tua. Dia selalu menghalang halangi atau menakut nakuti monyet lain saat mau minta makanan ke wisatawan yang datang. Jadi dia punya keinginan bahwa semua makanan itu miliknya, alias "Serakah". Nah saya paling kasihan ama monyet monyet yang masih kecil, mereka jarang sekali dapat jatah makanan dari wisatawan, karena takut ama bos nya.

Oia satu lagi, monyet monyet itu lumayan cerdik lho. Pernah ada yang ngasih botol air minum Minute Maid Pulpy isi penuh dengan kondisi tertutup, eh monyetnya bisa buka tutup botolnya dengan cara memutar tutupnya, terus diminumlah minuman itu sedikit demi sedikit dengan ekspresi nyengir nyengir (mungkin karena rasa asam minuman itu). Haha ketawa dah semua orang yang ada di sekitar situ...






jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

9 June 2012

Teluk Awang, Lombok Tengah




Teluk Awang adalah Sebuh teluk yang berada 15 KM di timur Pantai Mandalika (Kuta), masuk dalam wilayah Desa Awang, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kalau dihitung dari Kota Mataram, berjarak 70 KM, dengan rute Mataram-Praya-Pujut-Awang.

Jalur darat sampai Pantai Kuta sudah bagus, aspal lebar dan halus, namun dari wilayah Kuta ke timur, jalurnya sebagian bagus sebagian jelek, karena masih dalam tahap pengaspalan. 

Lokasi Teluk Awang sendiri berada di balik bukit, jadi sekitar 500 meter sebelum lokasi teluk, kita bisa melihat Teluk Awang dari atas bukit, sangat indah dengan hiasan megahnya Pelabuhan Ikan yang dibangun di sana.


Di Teluk Awang ini memang telah dibangun sebuah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang dimulai tahun 2005, dan sampai sekarang (2012) belum selesai pembangunannya karena kurangnya dana. Sangat disayangkan, padahal jika dilihat dari atas bukit sebelumnya, Pelabuhan Ikan ini sangat megah dengan warna putihnya.

Sudah dibangun pintu gerbang yang besar, beberapa bangunan rumah, tempat pengisian bahan bakar dan dermaga kapal. Namun saat ini hanya digunakan sebagai tempat memancing bagi warga setempat.


Di perairan Teluk Awang ada puluhan keramba keramba ikan milik nelayan dan beberapa perahu yang diparkir. Sebelah kanan teluk ini berupa bukit dengan sedikit pohon bakau di pantainya, sedangkan sebelah kiri berupa pantai berpasir putih. Jika kita memandang jauh ke depan, terlihat daratan dengan bukit bukit berwarna putih, yuph itu adalah Teluk Ekas, Jerowaru, Lombok Timur. Kalau dilihat di peta, sebenarnya lokasi ini memang hanya satu teluk yang berukuran besar, namun karena terbagi 2 wilayah, Lombok Tengah dan Lombok Timur, wilayah sekitar teluk ini dibagi menjadi dua nama, Teluk Awang milik Lombok Tengah dan Teluk Ekas milik Lombok Timur. 

Yaa semoga perbedaan nama ini gak membuat masyarakat saling membenci, yang ujungnya bisa berakibat Perang Teluk. xixixi....

Lokasi Pantai Awang (wikimapia.org)




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

8 June 2012

Nasi Puyung Inaq Esun, Asli Puyung Lombok Tengah



NASI PUYUNG,merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang terkenal dengan pedasnya. Nama "Puyung" sendiri mengacu pada nama daerah dimana makanan ini berasal yaitu daerah puyung, Lombok Tengah. Dulu pernah saya bahas mengenai Nasi Puyung, kalau mau baca, klik disini.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan bahas warung Nasi Puyung Inanq Esun di daerah Puyung, Loteng. Konon Inaq Esun inilah penemu atau pembuat pertama nasi yang fenomenal ini. Yang kemudian ternyata banyak yang suka, semakin menyebar dan menyebar yang akhirnya menjadi makana khas Lombok, dan semakin banyak warung warung yang menyediakan menu Nasi Puyung, meskipun isi dan rasanya tak sama dan tak semantap Nasi Puyung Asli milik Inaq Esun.

Satu porsi nasi puyung berisi nasi, suwiran daging ayam pedas, dan kacang kedelai. Tak perlu sambal, karena suwiran ayamnya sudah lumayan bisa membuat lidah terbakar. Satu lagi yang bikin rasanya special adalah adanya daun pisang sebagai alasnya, kalau dibawa pulang, sebagai bungkusnya. Nah untuk dapat menikmati Nasi Puyung yang asli ini, tinggal datang langsung ke kedainya di Dusun Lingkun Daye, Desa Puyung Lombok Tengah (di jalur Mataram - Praya).






jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

Pantai Pandanan, Lombok Utara

Dulu pernah saya posting mengenai Pantai Pandanan (klik dsini) . Namun yang dulu itu berlokasi di Bangko Bangko, ujung barat daya Pulau Lombok. Nah untuk yang sekarang ini Pantai Pandanan nya berlokasi di Lombok Utara, tepatnya sebelah utara Bukit Nipah.

Berjarak sekitar 45 menit dari Kota Mataram, pantai ini menyajikan kealamian sebuah pantai dengan pasir putihnya yang membentang cukup panjang, berbentuk lengkungan dengan bukit di kanan kirinya. Pantai ini tergolong pantai yang masih alami karena belum ada fasilitas pariwisata satu pun disini, namun justru suasana seperti ini yang dicari wisatawan tertentu yang menginginkan ketenangan dan bersantai di bawah pepohonan di pinggir pantai.


Lokasi yang biasa dimanfaatkan wisatawan adalah di sebelah kanan dan kiri, sedangkan sebelah tengah dimanfaatkan nelayan Desa Malaka untuk parkir kapal mereka. Nah pada saat saya ke sini, di luar dugaan saya, ternyata di sisi sebelah kiri sudah ramai oleh wisata keluarga, ada beberapa mobil yang parkir disitu. Ya sudah saya pun menuju sisi sebelah kanan dari pantai ini, Di sisi kanan ini tidak terlalu ramai cuman ada beberapa pemancing yang sedang asyik menunggu umpannya disambar ikan serta beberapa pasangan muda yang sedang memadu kasih.


Ini nih Lokasi Pantai Pandanan (wikimapia.org) :



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

7 June 2012

Pantai Selingkuh, Mataram


"Pantai Selingkuh". Namanya aneh ya? Yuph, Saya pertama kali mendengar nama pantai ini ya dari orang kost sini, tapi sudah lama sih, dan baru weekend ini sengaja mampir ke Pantai Selingkuh ini. Kata orang orang sini, dinamakan pantai selingkuh karena dijadikan lokasi untuk memadu kasih dengan bukan pasangan resminya, alias selingkuh, selain itu dulu disini masih penuh semak semak, jadi pas deh lokasinya. Nah Jadi bila kalian (pasangan) yang domisili di Mataram dan sekitarnya mencurigai pasangannya punya selingkuhan, coba deh iseng iseng cari ke pantai ini, siapa tahu ketemu. haha.

Lokasi pantai ini lumayan dekat dengan Pusat Kota Mataram, arahkan saja kendaraan menuju Jalan Arya Banjar Getas di Ampenan, kemudian ke selatan menuju jalur Lingkar, nanti akan ketemu PLTD Ampenan, nah Pantai ini ada di sebelah PLN ini, saat saya kesana ada seorang penjaga yang menarik biaya 1000 rupiah/kendaraan yang masuk.

Kalau dilihat lihat , pantainya sih biasa saja, tidak ada bagus bagusnya dan berisik pula oleh suara dari diesel PLTD yang ada di pantai ini. Banyak pepohonan kelapa yang dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi untuk berteduh di kala siang (belum ngrasain kejatuhan kelapa mereka). Dan ada beberapa warung yang nyediain makanan dan minuman.

Pantai ini mulai rame saat sore hari sampai malam, Jadi kalau kalian berniat mau selingkuh dan pengen nongkrong dengan aman, ke pantai ini saja, banyak teman nya, jadi gak perlu khawatir... #tips



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

4 June 2012

Bersantai di Alang-Alang Resort, Lombok


Hari minggu weekend ini hanya saya manfaatkan untuk bersantai di salah satu resort di Lombok, namanya Alang-Alang Boutique Beach Resort, yang berlokasi di Pantai Mangsit, Lombok Barat (Senggigi ke utara, arah Malimbu), bukan nginep ato menikmati Spa disana, tapi cuma berenang dan nikmatin sunset. Saya pilih kolam renang di sini karena lokasinya yang private.

Lokasi resort ini berada di bawah rimbunnya pepohonan, sehingga meskipun siang hari, udara di sini sejuk. Untuk masuk ke kolam renang ini gratis lho, gak perlu bayar, gak perlu tiket masuk, tinggal masuk resort aja, ikutin jalan kecil nya untuk menuju kolam renang yang berada di pinggir pantai. Keren abis, kita berenang dengan view laut..


Kolam renang nya berbentuk lonjong dengan kedalaman bervariasi dari ukuran anak anak sampai dewasa (2 meter). Di salah satu ujungnya ada semacam goa/ batu besar yang berlobang dalamnya, jadi kita bisa masuk ke lobang itu, dan bersantai di dalam batu itu. Trus kita bisa naik melalui lubang di atas, trus terjun bebas ke kolam dengan kedalaman 2 meter, byurrr.. Suegaaar...



Disediakan dua kamar mandi (1 untuk cowok, 1 untuk cewek) yang sekaligus untuk tempat bilas dan ganti baju. Di dalemnya lengkap, ada wastafel, cermin, kloset duduk, shower dan tempat sampah.

Haus? atau Lapar? Tenang saja tinggal pesan aja makanan di bar nya, ada berbagai menu masakan, tapi jangan lupa lihat list harga nya ya karena harganya bukan standar warung tegal. Sebagai bayangan, satu gelas Jus Jeruk 20 ribu rupiah, dan 1 kaleng softdrink 10 ribu rupiah.


Di dekat kolam renang ada beberapa kursi untuk berjemur (lihat gambar di atas), dan berugak ber bantal untuk tidur tidur santai. Dan benda benda itu pun saya gunakan saat sudah lelah berenang, berbaring santai sambil menunggu terbenamnya matahari. View laut saat sore menjelang luar biasa indah dengan pemandangan Gunung Agung Bali yang jelas terlihat. Lama kelamaan matahari pun semakin hilang ditelan horison, badan rasanya sudah pewe banget di kursi pembaringan ini, malas untuk beranjak pulang. Pengennya sih nginep di salah satu kamarnya, tapi apa daya tarif nya 100 dolar per malam alias 900 ribu rupiah per malam (asumsi 1 dolar = 9000 rupiah).


Nah setelah tadi masuk resort dan nyebur kolam nya tidak bayar, baru sekarang keluarnya bayar ongkos renang + minum totalnya 114 ribu rupiah, ya lumayan lah, worth it kok dengan fasilitas yang kita dapat...

Lokasi Alang Alang Resort (wikimapia.org) :




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017

BCA BALI RUN 2017

Blog Archive