30 July 2017

Mengapa Orang Jepang Jalanya Cepat? Inilah Fakta Kehidupannya

Meski banyak kumpulan artikel tentang kehidupan menyebutkan kehebatan bangsa jepang. Mungkin di antara kalian masih ada yang bertanya mengapa orang jepang jalannya cepet banget. Meskipun kedengarannya ini pertanyaan yang aneh dan menggelitik sih. Tapi yakinlah semua itu pasti ada jawabannya kok. Penasaran? Mengapa orang jepang jalannya cepat? Inilah jawabannya.


Alasan Di Balik Orang Jepang Jalan Cepat
Setidaknya ada beberapa alasan menarik di balik fakta itu, dan mungkin akan membuat kamu tercengang. 
1.    Selalu Sibuk
Jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat yang pertama karena mereka selalu sibuk. Memang sih kebanyakan orang juga sibuk, namun konon setiap kali orang jepang keluar rumah berarti mempunyai maksud dan ingin segera sampai. Entah tujuannya ingin ke tempat kerja, bertemu teman, berjumpa client, berbelanja, ataupun pergi ke restaurant mereka tak ingin menghabiskan waktu di jalan agar segera ke tempat tujuan.
2.    Persaingan Di Jepang Sangatlah Ketat
Warga jepang selalu mengerjakan apapun dengan sungguh-sungguh. Bahkan mereka rela mengerahkan tenaga 120% agar mencapai hasil yang maksimal dan sempurna. Singkatnya mereka menganggap bahwa “Time is Money”.
3.    Jalan Lambat Bermakna Kedinginan
Di jepang terdapat 4 musim. Bila ada warga jepang yang berjalan lambat itu artinya mereka sedang kedinginan. Nah untuk menghindari masalah klasik seperti itu mereka akan berjalan begitu cepat agar badan mereka kembali hangat. Selain itu mereka juga akan lebih cepat sampai tempat tujuan. Tetapi itu semua harus dilengkapi dengan sarung tangan, slayer, mantel serta penutup kepala. So, dengan jalan cepat akan membantu kita melawan udara dingin bukan.
4.    Menghormati Waktu
Jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat selanjutnya adalah karena mereka menghargai waktu. Sejak kecil orang jepang sudah diajari bagaimana cara menghargai waktu. Kultur ini telah mendarah daging dalam diri mereka sehingga mereka tidak ingin menggunakan waktu tanpa ada kesibukan positif hanya untuk melenggang kangkung di jalan. So mereka tidak akan pernah rela menghabiskan waktunya dengan berjalan lambat karena itu sungguh perbuatan yang merugikan bagi mereka.
5.    Tidak Ingin Ketinggalan Kereta
Terakhir adalah karena orang jepang tak ingin ketinggalan kereta. Jika kita melihat bahwa kesempatan mempunyai kendaraan pribadi di Indonesia sangatlah gampang, tidak demikian dengan apa yang dirasakan warga jepang. Harga mobil dan bensin sangatlah mahal serta aturan yang super ketat untuk memperoleh SIM. Itulah yang membuat orang jepang lebih menyukai naik sepeda ataupun kereta. Nah agar tidak ketinggalan kereta biasanya orang jepang akan berjalan dengan cepat untuk sampai stasiun dan tidak terlambat ke kantor.
6.    Suka Jalan
Kendaraan umum di jepang sudah sangat modern. Pemilik kendaraan pribadi juga sangat banyak. tapi bukan berarti jepang suka mengendarai mobil pribadi. Penduduk jepang lebih menyukai jalan. Jalan sudha menjadi kebudayaan di jepang. Bahkan jika tidak berjalan, mereka juga lebih suka menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi. Di kendaraan umum, mereka juga berdiri, bukan duduk. Mungkin itu juga alasan mengapa banyak penduduk jepang bisa hidup sehat hingga usia panjang. 
Sekarang sudah tahu kan jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat. Tak ada salahnya jika kita mempraktekan budaya jepang salah satunya adalah menghargai waktu di Indonesia. Dengan begitu kita akan lebih disiplin dan takkan terlambat dalam kondisi apapun. Juga paling tidak kemungkinan untuk kita menambah rata-rata angka harapan hidup di Indonesia semakin tinggi. Mungkin itu akan terbukti bila sudah ada kumpulan artikel tentang kehidupan yang menyebutkan kenaikan angkah hidup bangsa ini.
Share:

21 July 2017

Serunya Piknik di Gili Kedis

Wilayah Sekotong di Lombok Barat memang menyimpan potensi wisata pantai yang luar biasa, banyak pulau kecil, alias gili yang pemandangan nya cantik, suasananya tenang dan perairan nya bisa dijadikan tempat snorkling. Diantaranya adalah Gili Nanggu, Tangkong, Sudak, Kedis, Lontar, Penyu, Gede, Layar, Rengit dan Asahan.


Nah di weekend kemarin, aku bareng anak istri dan sodara sodara piknik hore ke Gili Kedis. Dari Kota Mataram menuju Sekotong, membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi, baik itu motor maupun mobil. Gili Kedis adalah sebuah pulau kecil yang lokasinya enggak jauh dari Gili Sudak, karena sebuah pulau, jadi kita harus menyeberang menggunakan kapal untuk bisa menginjakkan kaki di Gili Kedis.


Ada beberapa tempat penyeberangan yang bisa dipilih, tapi seperti biasa aku selalu menyeberang menggunakan jasa Pak Sahar, rumah nya terletak lumayan jauh dari jalan raya, di Dusun Medang, Sekotong, dengan medan yang lumayan aduhai, jalan sempit belum aspal. Jalan ini sama persis dengan jalan menuju ke Pantai Goa Landak, nah sekitar 200 meter sebelum pantai itu, akan ada plang penyeberangan menuju Gili Nanggu, Tangkong, Sudak dan Kedis, persis di depan rumah Pak Sahar. Untuk kendaraan gak perlu khawatir, karena diparkir aman di halaman rumah pak sahar.

Di samping rumah pak sahar, ada warung kelontong, jadi misal kalian lupa beli air minum atau pengen beli cemilan untuk di kapal dan di gili, bisa tuh belanja dulu di warung tersebut. Tapi kalau kita sih sudah siap sedia perbekalan dari kota mataram, termasuk nasi bungkus untuk makan siang.

The Suites Lombok
Saat di rumah Pak Sahar, kita disambut istri beliau dengan ramah. Setelah semua siap dengan barang bawaan nya, kita lanjut berjalan kaki menuju pantai yang cuma berjarak 50 meter dari tempat kita parkir. Saat berjalan menuju pantai, di arah kiri terdapat sebuah resort mewah serba putih milik bule, bernama The Suites Lombok. Dengan lokasinya yang terpencil gini, pastinya pas buat orang orang yang lagi nyari ketenangan....

Penyeberangan serasa singkat banget, gak sampai 5 menit, perahu motor milik pak sahar ini sudah sampai di Gili Kedis.

Fasilitas
Setelah sekian lama enggak ke Gili Kedis, ternyata pulau kecil yang dijuluki Pulau Bulan Madu ini sudah banyak berubah nih. Aku bener bener ketinggalan jaman banget nih, heuheuheu. Buat yang belum tahu juga, ini nih aku list apa aja yang baru di Gili Kedis :
  • Tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah/orang
  • Ayunan 4 biji
  • Warung yang menjual kopi, pop mie dan jajanan
  • Toilet dengan air Tawar
  • Beberapa berugak, yang salah satunya digunakan untuk tempat sholat
  • Beberapa tempat duduk




Ngapain Aja di Gili Kedis?
Pulau yang luasnya enggak sampai seluas lapangan bola ini pas banget buat piknik bareng si kecil, kita bisa duduk gelar tiker atau duduk di bangku di bawah rindangnya pepohonan, sambil main pasir dan sesekali nyebur, gak perlu takut dengan ombak. Karena di sisi timur pulau ini (sisi yang menghadap pulau lombok) ombaknya kecil, bahkan sampai tak berombak. Untuk yang suka dunia bawah air, bisa tuh snorkling di sisi utara dan barat pulau. 

Nah untuk yang gak pengen beraktivitas berat, bisa tuh tiduran santai di bawah rindangnya pepohonan, atau main ayunan. Bisa juga duduk ngobrol ngobrol bareng temen sambil ngopi ngopi yang dibeli di satu satunya warung yang ada di gili kedis ini. Dan yang paling penting adalah Foto Foto, heuheuheu, karena banyak spot cantik untuk foto foto di pulau kecil ini.




Setelah main pasir, air dan snorkling, tentunya badan kita basah dan kotor donk ya, bisa jadi lengket kalau enggak dibersihkan, heuheuheu, untungnya di gili kedis ini udah ada toilet lengkap dengan air tawar, yang bisa dimanfaatkan pengunjung secara gratis. Uenak toooo...


Setelah puas main main, foto foto dan bersih bersih, akhirnya kita kembali menyeberang ke pulau lombok, dengan masih menggunakan kapal yang sama. Untuk penyeberangan bolak balik ini, kita dikenai biaya 100rb rupiah/kapal isi 5 orang dewasa dan 1 balita plus 2 ABK. 

Nah, buat yang tertarik menyeberang menggunakan jasa nya pak Sahar, silakan intip foto di atas, udah ada nomor teleponnya tuh :)

***


Share:

14 July 2017

Rumah Terbalik di Kuta, Lombok Tengah

Rumah Terbalik adalah sebuah objek wisata yang berwujud rumah atau ruangan di dalam rumah dengan posisi yang sengaja disusun/ditata terbalik. Lantai berada di atas, dengan perabot yang menempel di atas, sedangkan langit langit rumah ada di bawah. Pertama kali aku menikmati objek wisata seperti ini adalah di dalam area Eco Green Park, Batu, Jawa Timur pada awal tahun 2016. Namun akhir akhir ini banyak bermunculan di berbagai daerah, seperti D`Walik Jogja, Upside Down Wold Jogja, Upside Down World Bali serta masih banyak lagi di daerah lain.


Nah Pulau Lombok pun enggak mau ketinggalan, selepas lebaran tahun 2017, di daerah Kuta, Lombok Tengah pun muncul tempat wisata seperti ini, namanya Rumah Terbalik yang tempatnya persis di sebelah Pipe Dream Villas & Resort Kuta (ownernya sama). Lebih jelasnya silakan lihat peta di bagian bawah postingan ini.

Di area wisata ini sebenernya terdapat wahana ruangan ruangan yang terbalik, kolam renang anti basah, movie box dan cinema 9D. Namun berhubung saat ini baru ruangan/kamar terbalik yang sudah jadi, tiket masuknya cuma 60ribu/orang untuk dewasa dan 30ribu/orang untuk anak anak. Harga normalnya seperti yang tertera di tiket ini :


Rumah Terbalik Lombok ini buka setiap hari, mulai pukul 9.30 pagi sampai pukul 18.30. Kemarin saat kita datang kesini, kondisi sedang hujan gerimis, sehingga pengunjung yang datang enggak ramai, jadi enggak perlu antre untuk masuk ke masing masing ruangan.

Di Rumah Terbalik Lombok, saat ini terdapat 9 kamar/ruangan dengan desain interior berbeda, yaitu :
  • Kamar Tidur
  • Ruangan Kantor
  • Penjara
  • Ruang Tamu
  • Salon
  • Ruang Dokter
  • Pertamina
  • Dapur
  • Toilet


Masing masing ruangan itu ditata sedemikian rupa sehingga terlihat terbalik, contohnya saja untuk dapur, lantai yang kita injak ini berperan sebagai langit langit, sedangkan kitchen set menempel di bagian atas dengan posisi terbalik, lengkap dengan alat alat masaknya. Sehingga saat kita foto, dan kemudian hasil fotonya kita rotate/putar, maka posisi kita seakan akan berdiri terbalik, dengan kaki berada di langit langit ruangan, heuheuheu



Di setiap ruangan selalu available satu orang petugas (cewek) , yang bertugas mengarahkan gaya dan membantu memfoto, jadi kita enggak perlu bingung lagi siapa yang bakal fotoin kita, heuheuheu, tapi tetep ya kamera bawa sendiri.

Selain itu, di beberapa ruangan terdapat properti tambahan yang bisa kita pakai untuk mendukung foto kita biar makin total, contohnya saja baju tahanan di penjara, baju dokter dan stetoskop di ruangan dokter, seragam SPBU berwarna merah di ruangan pertamina, serta celemek di dapur. Eits tapi jangan dibawa pulang yaaaa...

Gimana? Seru khan...
Lumayan lah ya buat alternatif wisata saat kalian jalan jalan ke wilayah Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Nah sebagai referensi, berikut terdapat Peta/Rute menuju Rumah Terbalik Lombok dengan titik start di Pusat Kota Mataram :





.

Share:

10 July 2017

Ada Watu Tumpang di Hutan Pinus Kalilo

Fenomena wisata hutan pinus dengan spot spot selfie memang sedang booming di Indonesia, tak terkecuali dengan Kabupaten Purworejo, dimana saat ini di wilayah Purworejo sudah terdapat beberapa hutan pinus yang tertata rapi menjadi lokasi wisata.


Salah satu wisata hutan pinus di Purworejo adalah Hutan Pinus Kalilo, yang terletak di Dusun Kalilo, Desa Tlogoguwo, Kec Kaligesing, Purworejo. Lokasi ini tidak jauh dari Goa Seplawan yang sudah lama terkenal. Oia di area Goa Seplawan sendiri sebenernya juga terdapat wisata hutan pinus bernama Bukit Lukita Loka, yang baru dibuka untuk umum sebelum ramadhan 2017. Sedangkan Hutan Pinus Kalilo sudah dibuka untuk umum sejak awal 2017. Selain itu, diantara Kalilo dan Bukit Lukita Loka terdapat Wisata Gunung Kelir yang menawarkan pesona yang tidak jauh beda dengan kedua objek wisata tersebut.



Hutan Pinus Kalilo ini awalnya hanya sebuah hutan pinus biasa yang merupakan milik Perhutani, dan hanya dimanfaatkan getah pinusnya. Namun oleh Karang Taruna setempat, hutan pinus yang dulunya sepi ini disulap menjadi tempat wisata dengan beberapa spot lucu dan unik untuk foto selfie, sehingga sekarang sudah dikenal wisatawan dan mulai ramai. Hal tersebut tentu saja membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat yang tergabung dalam karang taruna, baik dari biaya parkir maupun biaya masuk area wisata.


Untuk saat ini, biaya parkir di Hutan Pinus Kalilo adalah 2 ribu (motor) dan biaya masuk sukarela, alias seikhlasnya, dengan memasukkan sendiri uang ke semacam kotak amal gitu, dan di deket kotak tersebut terdapat buku tamu yang diisi setiap wisatawan yang datang. Dari buku tersebut bisa diketahui berapa wisatawan yang datang per hari nya.

Hutan Pinus Kalilo ini mengingatkanku akan Hutan Pinus di Mangunan, hampir mirip sih. Kita parkir di satu sisi jalan, sedangkan lokasi wisatanya ada di seberang nya. Beda nya di sekitar tempat parkir ini belum banyak terdapat warung makan, seperti di Mangunan. 



Setelah memasukkan uang ke kotak, kita harus melewati semacam lorong unyu yang terbuat dari ranting ranting pohon, spot ini cukup membuat antrean bagi pengunjung yang masuk maupun keluar, karena setiap pengunjung yang baru dateng pasti akan berhenti sejenak untuk foto, heuheuheu. Macet macet macet..... Tapi untungnya para pengunjung disini sabar sabar semua, jadi enggak ada keributan atau perselisihan rebutan lewat.


Di dalam area wisata Hutan Pinus Kalilo ini ada banyak spot yan gbisa kalian pilih untuk foto foto unyu ataupun foto selfie. Sebut saja Perahu Cinta, Sangkar Burung Unta, Pintu Doraemon, Tulisan Kalilo dan Watu Tumpang




Ngomongin watu tumpang, aku agak nyesel nih kemaren gak sempat fotoan di batu itu, bahkan aku ngeh kalau di kalilo ada watu tumpang setelah udah pulang, dan lihat hasil fotonya, eh ternyata ada petunjuk arah menuju watu tumpang, yang wujudnya tuh lumayan unik deh. Berdasarkan penelusuranku di akun Instagram @hutanpinuskalilo , ketemulah wujud dari Watu Tumpang itu :


Karena terletak di ketinggian dengan jurang di sekeliling nya, aku harap sih para pengunjung berhati hati dalam berfoto foto, jangan sampai lengah dan terpeleset.

Nah buat kalian yang penasaran dengan Hutan Pinus Kalilo dan Watu Tumpang nya, monggo silakan langsung meluncur ke Kaligesing, Purworejo. Jalanan sudah aspal sampai parkiran, bisa dilalui kendraan roda dua maupun empat, namun dengan kondisi jalan yang naik turun, jadi harap pastikan kendaraan kalian dalam kondisi prima yaaa. 

Sebagai petunjuk arah, aku sematkan nih peta/rute menuju Hutan Pinus Kalilo dengan titik awal dari pusat Kab Purworejo :



.
,
Share:

2 July 2017

Mendaki ke Puncak Bukit Lukita Loka

Momen pulang kampung pun tiba, seperti biasa, setelah usai acara halal bihalal dan silaturahmi dengan keluarga keluarga, aku pasti menyempatkan untuk jalan jalan ke tempat wisata di sekitaran Purworejo, mumpung ada hari kosong sebelum balik lagi ke perantauan.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kita adalah Bukit Lukita Loka.


LOKASI
Bukit Lukita Loka ini berlokasi di dalam area wisata Goa Seplawan, Kec Kaligesing, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Untuk menuju ke sini harus menggunakan kendaraan pribadi, karena enggak ada angkutan umum. Jalan nya sudah aspal, meskipun enggak lebar. Baik kendaraan roda 2 maupun 4 bisa sampai parkiran, tapi harap dipastikan dulu kendaraan dalam kondisi prima, karena tanjakan menuju ke Goa Seplawan lumayan curam di beberapa titik. Tiket masuk ke area Goa Seplawan cukup murah, cuma 3 ribu rupiah/orang.

bukit lukita loka purworejo 1

Dari parkiran, wisatawan bisa memilih untuk turun ke Goa nya atau naik ke Gardu Pandang. Nah diantara parkiran dan gardu pandang inilah lokasi pintu gerbang menuju Bukit Lukita Loka. Di pintu gerbang ini ada penjaga lagi, jadi wisatawan yang mau naik harus membayar lagi, petugasnya sih menyebutnya uang kebersihan, sebesa 3 ribu rupiah.

Bukit Lukita Loka ini belum lama dibuka, sekitar menjelang ramadhan 1438 H yang diberdayakan oleh pemuda sekitar, dengan gotong royong membangun gapura/pintu gerbang, jalan menuju ke puncak bukit, dan beberapa spot selfie yang unyu.


Lukita Loka yang berarti Tempat yang Indah ini sebenarnya adalah hutan pinus milik perhutani, dimana pohon pohon pinus ini masih aktif diambil getah nya yang kemudian nantinya dimanfaatkan untuk industri Cat, Lem, Pelapis Ban, Sabun dll. 



Di sepanjang jalur dari Pintu Gerbang menuju puncak bukit, banyak terdapat tulisan tulisan romantis nan Galau khas anak ABG, heuheuheu. Seperti "Cintaku Bersemi Disini", "Kau Tercipta Untukku", "Aku yang Tersakiti","Temani Aku Berjuang" dan masih banyak lagi. Nah sedangkan di puncak bukit terdapat spot selfie, dengan view hijau perbukitan.

Share:

Blog Archive