20 November 2020

5 HP Android Terbaik

 
Saat ini HP sudah menjadi barang kebutuhan utama manusia, karena dengan menggunakan HP aktvitas sehari-hari bisa dijalankan dengan lebih mudah. Baik untuk komunikasi, bisnis, bekerja, sekolah, dan lain sebagainya. 

Nah, bagi kamu yang membutuhkan HP Android, sebagai rekomendasi berikut 5 HP Android terbaik yang bisa anda pilih :

1.    Oppo A3
Jika dilihat dari sektor kamera, handphone ini memiliki satu lensa kamera utama, yaitu dengan ukuran lensa sebesar 16MP. Sedangkan pada bagian depannya, tersedia satu kamera selfie dengan lensa yang berukuran 8MP tanpa tambahan lensa untuk efek bokeh. Kelebihan lainnya dari handphone ini adalah terletak pada layarnya, dimana layar Oppo A3 ini tergolong lebih jernih serta memiliki kualitas yang cukup baik karena adanya panel IPS LCD yang digunakan. Dengan memiliki ukuran layarnya yang sangat lega, yakni sekitar 6,2 inci sehingga sangat cocok digunakan untuk bermain game maupun nonton film. Soal harga, harga HP Oppo ini dibandrol sekitar 1jutaan lebih.

2.    Huawei
Perlu diketahui bahwa Huawei merupakan salah satu vendor HP yang memiliki pengembangan chipset tersendiri. Sangat berbeda dengan vendor lainnya yang lebih bergantung pada chipset Qualcomm Snapdragon maupun Mediatek. Adapun chipset yang dikembangkan oleh Huawei ini diberi nama HiSilicon Kirin. Sehingga tidak aneh kalau banyak produk ponsel Huawei yang menggunakan chipset Kirin. Walapun demikian, ada beberapa tipe HP Huawei yang menggunakan chipset Mediatek maupun Snapdragon namun jumlahnya tidak begitu banyak.

3.    Xiaomi Mi Play
Xiaomi Mi Play ini merupakan handphone yang pertama yang mengusung chipset Helio P35 dengan kemampuan yang setara dengan chipset Qualcomm Snapdragon 660. Dari segi layar, HP ini memiliki layar yang berukuran 5,48 inci yang mengusung panel layar IPS PCD sehingga bisa menghasilkan layar yang cukup jernih serta nyaman pada saat digunakan. Selain itu, terdapat notch yang berbentuk waterdrop dan benzelnya yang sangat tipis. Dari segi kamera, handphone ini mengusung lensa sebesar 12MP dengan phase detection auto focus serta lensa khusus efek bokeh pada bagian belakang handphone. Sedangkan pada bagian depannya, handphone ini dilengkapi dengan kamera selfie yang berukuran 8MP yang tentunya akan sangat cocok pada saat digunakan untuk selfie ria bersama keluarga atau teman-teman.

4.    Advan i5C Duo
Advan i5C Duo ini menawarkan keunggulan di sektor foto dan multimedia, karena hal ini ditandai dengan layar yang mengusung 5 inci Full HD yang tentunya ini merupakan kelebihan tersendiri. Selain itu, Advan i5C Dou juga telah dilindungi dengan pelindung 2,5D Glass, dengan kamera belakang dibekali dengan dual kamera 8 MP + 0,3 MP yang mempunyai fitur dual Flas dan bokeh solution. Pada bagian depan, Advan i5C Dou ini tersemat kamera 8 MP yang mempunyai fitur LED Flash, serta dibekali dengan chipset Spreadtrum SC9850K yang mempunyai kinerja tidak terlalu tinggi meski disokong dengan RAM 2 GB dan ROM 16 GB, dan didukung dengan baterai 1500 mAh.

5.    Samsung S20
HP yang satu ini akan menawarkan desain yang cukup premium dengan bezel metal yang dipadukan dengan Cover Polycarbonat yang merupakan ciri khas Samsung. Dari segi layar, HP ini hadir dengan layar sebesar 6,9 inchi dengan menggunakan resolusi Full HD dan Super AMOLED yang berfungsi sebagai kontrol panelnya. Sehingga bisa menghasilkan variasi warna hingga 16 juta. Bukan hanya itu, resolusi layar pada smartphone ini sudah memiliki kualitas Full HD dengan 1080 x 1920 piksel, sehingga bisa menghasilkan kualitas gambar yang terbaik dan jernih. Kerenkan?


Share:

10 November 2020

Berbagai Olahan Nasi Yang Wajib Anda Coba

 
Nasi adalah makanan pokok di Indonesia yang wajib memang dimakan. Nasi bagi orang Indonesia adalah sumber karbohidrat yang wajib ada. Jika belum makan nasi rasannya tidak kenyang bagi orang Indonesia. Nasi sendiri ternyata bisa diolah menjadi olahan makanan yang tidak itu-itu saja. Jadi anda bisa mencoba membuat olahan dengan nasi yang enak. Bahkan olahan nasi tersebut banyak penggemarnya. Dengan begitu anda tidak akan bosan memakan nasi. Meskipun begitu jangan terlalu banyak makan nasi. Harus dilengkapi dengan lauk dan sayur yang bergizi. Jika anda bingun apa saja olahan nasi tersebut. Berikut beberapa rekomendasi aneka masakan indonesia.
 
1.    Nasi Uduk
Olahan nasi yang tidak itu saja-saja adalah nasi uduk. Nasi uduk ini adalah beras yang dimasak dengan santan kelapa dan daun pandan. Kemudian anda makan nasi uduk dengan lauk pauknya. Anda bisa makan dengan ayam serundeng, sambal goreng, mie goreng dan juga mentimun. Jangan lupa taburi bawang goreng di atas nasi uduk sehingga akan menambah rasa lezat.

2.    Nasi Kuning
Olahan nasi selanjutnya yang tidak kalah lezat adalah olahan nasi kuning. nasi kuning ini hampir mirip dengan nasi uduk karena proses memasaknya menggunakan santan kelapa juga. Yang membedakan adalah nasi kuning ini berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Jadi ketika memasak nasi selain ditambahkan santan kelapa. Diberikan juga kunyit dan bahan lainnya. Lauk pauk teman makan nasi kuning juga hampir mirip nasi uduk. Anda bisa memakannya denga telur dadar goreng juga dan bihun goreng. Dimakan dengan sambal dan kerupuk juga enak.

3.    Nasi Goreng
Siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini. Nasi goreng dimakan saat malam hari atau pagi hari biasanya sebagai sarapan. Nasi goreng sendiri mempunyai varian yang banyak sekali. Ada nasi goreng yang dimasak dengann bumbu pedas atau juga bumbu kecap. Bumbu pedas tentunya menggunakan cabe, bawang dan juga garam. Nah untuk bumbu kecap biasanya hanya menggunakan bawang merah dan kecap saja sudah cukup. Nasi goreng juga dimakannya biasanya dengan taburan bawang goreng dan kerupuk. Anda juga bisa mencampur nasi goreng dengan baso, telur atau daging ketika memasak nasi gorengnya.

4.    Shushi
Anda pasti tahu olahan nasi yang satu ini. Makanan yang berasal dari Jepang ini memiliki varian rasa yang banyak sekali. Tentunya jika anda ingin memakan shushi anda bisa memakannya di restoring Jepang. Shushi yang terbuat dari nasi putih yang diisi dengan berbagai isian seperti telur, salmon, alpkat mentimun lalu digulung. Ada juga yang diberikan nori atau rumput laut. Memakan shushi ini biasanya dengan kecap asin, bubuk cabe dan wijen.

5.    Nasi Liwet
Olahan nasi selanjutnya yang tidak kalah enak adalah nasi liwet ini. Masakan yang berasal dari Sunda ini memiliki rasa yang gurih dan juga nagih. Nasi liwet ini dimasak dengan periuk yang memang khas. lalu ketika dimasak, beras di berikan ikan teri, cabe, lengkuas dan bumbu lainnya. Nah ada juga yang memberikan santan kelapa sedikit saja. Nah nasi liwet ini biasanya dimakan dengan sambal dan lalapan yang enak.

6.    Nasi Bakar
Selain nasi liwet, ada juga sajian nasi bakar yang hampir sama yaitu dimasak dengan bumbu dan ikan teri. Namun bedanya dibungkus dengan daun lalu dipanggang atau dibakar. Dimakan dengan sambal dan juga lalapan.

Share:

9 November 2020

Timor Overland : 4 Hari 3 Malam Keliling Pulau Timor NTT

Menurut Wikipedia, Timor adalah sebuah pulau di bagian selatan Nusantara, terbagi antara negara merdeka Timor Leste dan kawasan Timor Barat, bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Nah sejak aku ditempatkan kerja di Kota Kupang 2 tahun silam yang notabene terletak di Pulau Timor, impianku adalah bisa keliling pulau timor bareng keluarga sampai ke perbatasan Negara Timor Leste, enggak sampai masuk sih, sampai perbatasannya saja sudah cukup.
 
 
Alhamdulilah di Bulan Agustus 2020 kemarin ada libur long weekend , dari hari Kamis sampai Minggu. Setelah ada kepastian tentang tambahan cuti bersama di hari itu, akupun langsung bergegas bikin itinerary untuk trip keliling pulau timor selama 4 hari 3 malam. Dan aku namai trip ini dengan nama "Timor Overland".

Buat kalian pembaca setia blog ini, pastinya sudah membaca donk ceritaku di beberapa tempat wisata di trip ini, nah di postingan kali ini aku mau nulis rekapan cerita perjalanan tersebut, full dari berangkat sampai balik  kupang lagi, ditambah beberapa kejadian yang belum sempat aku ceritakan.

HARI 1
Start dari rumah (Kota Kupang) sekitar pukul 09.18 WITA, sesuai dengan itinerary, tujuan pertama kita adalah Pantai Oetune yang terkenal akan gurun pasirnya. Berangkat jam segini ke pantai oetune adalah sebuah kesalahan sih, buat kalian yang udah pernah ke pantai ini pasti tahu, karena sampai pantai pasti pas lagi panas panasnya, tapi ya mau bagaimana lagi, ada 2 krucil, agak susah kalau harus berangkat dini hari.

Perjalanan sih lancar lancar saja, kondisi jalan juga relatif mulus, aspal terus. 

Sekitar 20 km sebelum nyampai ke pantai oetune, yaitu tepatnya di daerah Bena, Amanuban Selatan, kita berhenti sejenak, si kecil udah mulai rewel, laper katanya, pengen makan. Kuberhentikan kendaraan di tepi sebuah jalan lurus yang kanan kirinya sawah, dan kebetulan disitu ada rumah rumahan tempat istirahat petani sepertinya.

Selepas si kecil makan, kita lanjut ke Pantai Oetune, yang tentu saja tujuannya adalah gurun pasirnya. Sebelum melanjutkan ke tujuan berikutnya, kita sempetkan makan siang dulu, udah lewat waktunya makan siang nih. Enggak perlu beli makan, karena kita udah nyiapin makanan lengkap dari rumah, jadi tinggal gelar tiker di parkiran dan piknik dah disitu.


Tujuan berikutnya adalah Pantai Kolbano yang terkenal akan batuan cantiknya yang berkualitas ekspor, yups bebatuan kecil di pantai kolbano ini memang dikumpulkan dan dijual ke luar negeri via Surabaya.  Di Kolbano kita enggak turun ke pantainya, karena ramai banget gaes, dan memutuskan untuk naik ke Bukit Oetuke.

Sekitar pukul 16.00 Wita, kita puter balik, melanjutkan perjalanan ke Kota Soe yang kira kira bakal kita tempuh selama 2,5 jam. Nah masih di area Kolbano, aku berhenti sebentar di depan gerbang Pelabuhan Laut Kolbano, sekedar foto foto saja buat kenang kenangan.


Sesuai perkiraan waktu dari Google Maps, sekitar jam setengah 7 malam kita pun sampai di Kota Soe, untuk menginap semalam dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Hotel tempat kita menginap ini bernama Timor Megah yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No.56 Kota Soe. Awalnya sih aku niatnya nginep di Hotel Bahagia 2, namun ternyata udah full, ya sudah kita melipir ke opsi kedua, yaitu Timor Megah yang jarak antara kedua hotel ini tidak terlalu jauh, sama sama di pusat kota soe.


 
HARI 2
Dengan harga 250rb semalam, kita mendapatkan sarapan. Pagi itu setelah beberes dan mandi, kita langsung ambil sarapan di restonya, tamu bisa makan di restonya atau bawa piringnya ke kamar. Karena di resto sudah rame, akhirnya kita makan saja di depan kamar, kebetulan di tiap kamar ada meja kursi di depannya. 


Dinginnya Kota Soe di Pagi Hari sedikit terhalau dengan secangkir kopi hangat dan menu sarapan sederhana seperti foto di atas ini, dari segi rasa lumayan enak sih.

Selepas check out, sekitar jam 8 pagi kita langsung bergegas menuju arah perbatasan Timor Leste di daerah Wini. Perjalanan kali ini lumayan panjang, perkiraan 3,5 jam bila langsung joss tanpa istirahat. Namun berhubung ada 2 krucil, aku bawa kendaraan dengan santai dan mampir mampir di beberapa tempat.

Kefamenanu yang merupakan ibukota kabupaten Timor Tengah Utara adalah check point kita yang pertama. Perjalanan dari Soe ke Kefamenanu sangat lancar, jalan juga mulus cuma ya berkelak kelok naik turun dengan beberapa spot lumayan curam tanjakannya, dan banyak bertemu truk besar, karena memang ini adalah jalan utama dan sedang ada pembangunan proyek Bendungan Temef di daerah Polen, Timor Tengah Selatan.

Di Kefa, kita sempet berhenti sebentar di area kantor Bupati Timor Tengah Utara, Taman Kota Kefamenanu dan Lapangan Bola Kampung Baru.



Setelah mengistirahatkan kaki dan ngemil ngemil dikit di tepi lapangan, kita langsung cuss ke arah Wini. Nah berdasarkan info yang kudapat, jalur Kefa - Wini ini agak rusak dan didominasi turunan serta belokan tajam.

Eh bener donk, jalan disini serem banget, banyak titik longsor gaes, enggak berani dah lewat sini kalau musim penghujan, udah gitu jarang ketemu kendaraan lain pula.

Saking berkelak keloknya, si kecilpun merasa mual perutnya, beberapa kali berhenti, buka kaca jendela buat ngatasin mualnya, weleh dia mabok kendaraan, padahal tadi pagi udah minum antimo anak lho, ternyata enggak ngefek juga.



Perasaan khawatir dan enggak tenang tiba tiba sirna saat kita udah sampai di jalan yang datar, kita bener bener udah sampai di lembah nih, pemandangan disini bagus banget, dikelilingi bukit hijau kecoklatan, kalau tidak salah, daerah ini bernama Manamas.

Sebelum melanjutkan perjalanan, aku sejenak membuka google maps, melihat lihat sekitar sini, dan ternyata di balik bukit sebelah kiri ini adalah perbatasan alam Timor Leste, heuheuheu, sudah dekaaat. Kemudian aku mencari tempat makan untuk makan siang, kebetulan sekarang sudah pukul 12.27 Wita. Dari google maps kulihat banyak warung makan di depan sana, sekitar 5 km dari lokasi kita yang sekarang.

Di ujung jalan kecil ini ternyata ada jalan lebar yang merupakan pertanda bahwa kita semakin mendekati gerbang perbatasan. Di sekitar sini banyak banget warung makan, semacam warteg gitu. Aku pilih salah satu yang kulihat meyakinkan, heuheuheu.


 
Maksud dari kata "meyakinkan" adalah dari segi kehalalan nya, coba deh lihat nama warungnya, "Warung Putri Lamongan Cak Mat" heuheuheu. Jauh jauh ke perbatasan Timoe Leste, eh yang punya warung ternyata dari Lamongan, dan bukan sekedar nama saja, aku sempet ngobrol dengan mbak mbak pemiliknya, beliau memang orang jawa yang udah lama merantau kesini.

Beliau pun menebak bahwa kita ini pasti dari Kupang, heheuheu, ternyata di waktu libur panjang ini banyak orang kupang yang liburan jauh ke perbatasan, bukan cuma kita aja. Dia juga menanyakan apakah merasakan gempa, kita bilang sih enggak, dan ternyata beberapa menit yang lalu ada gempa yang lumayan kerasa di sini, saat itu kira kira kita sedang berkendara di antara lembah, jadi enggak kerasa.



Setelah istirahat, ngopi, makan, kita pun lanjut ke Perbatasan Timor Leste - Indonesia yang bangunan perbatasannya sangat megah, tempat ini bernama PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Wini, dilanjut main main ke Pantai Wini dan langsung cuss ke arah Atambua.

Dalam perjalanan ke arah Atambua, sebenernya kita melewati banyak objek wisata, namun kita skip, enggak tahu kenapa, lagi males aja. Haha, karena pemandangan dari kendaraan aja udah cantik. Hingga kita sampai di sebuah titik belokan dengan sebuah tugu berlambang burung garuda yang sudah usang, aku pun reflek ngerem dan menepikan kendaraan.
 


Menurut google maps, tempat ini masuk wilayah Desa Oesoko, Kec. Insana Utara, Kab Timor Tengah Utara, tidak jauh dari objek wisata Tanjung Bastian. Nah sekitar pukul 15.13 Wita, kita lanjutkan perjalanan ke arah Atambua, mengikuti rute yang disarankan google maps, dan mampir dulu sebentar ke Wisata Sabanase dengan view Bendungan Rotiklot sebelum memasuki Atambua.

Sampai di Kota Atambua, kita langsung menuju KFC di Atambua Plaza, udah laperr gaes, capek juga nyetir ratusan kilometer, heuheuheu.

Pukul 18.23 Wita, kita sampai juga di Hotel. Yups kita akan menginap semalam di atambua, istirahat sebelum besok melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Hotel tempat kita menginap malam ini adalah Hotel Matahari yang lokasi tidak jauh dari Atambua Plaza tempat kita makan tadi. Berhubung lagi libur panjang, hotel pun lumayan penuh, cuma tersisa kamar yang harganya 450 ribu semalam, agak mahal sih, di atas budget yang udah aku tentukan sebelumnya, tp berhubung kita udah capek dan males nyari tempat lain, aku tetep ambil kamar ini.
 

 
HARI 3
Hotel Matahari ini dari luar kelihatan biasa aja, tapi ternyata dalamnya bagus juga, nyaman dan menu sarapannya lumayan enak, recommended dah buat wisatawan yang transit di Kota Atambua.
 
Seberes sarapan, kita pun cabut dari hotel ini dengan tujuan pertama adalah perbatasan timor leste lagi, namun beda dengan yang kemarin. Namun sebelumnya kita mampir mampir dulu ke ATM, Pom Bensin dan warung untuk membeli minuman dan cemilan.
 
Perbatasan yang kita kunjungi kali ini bernama PLBN Motaain, yang masuk di wilayah Silawan, Kabupaten Belu, NTT. Bangunan PLBN ini sama megahnya dengan PLBN Wini yang kita kunjungi kemarin. 
 
 
Tujuan berikutnya adalah Pantai Pasir Putih Atapupu yang berlokasi di daerah Kenebibi, Kabupaten Belu, tidak jauh dari PLBN Motaain. Lumayan lama sih kita di Pantai ini, karena memang sudah tidak ada tujuan lagi, sesuai rencana habis ini nyari makan trus langsung gas balik ke Soe.
 
Perjalanan dari Atambua ke Soe lumayan panjang sekitar 3,5 jam.  Kulajukan kendaraan dengan santai, sambil menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan. Ada sebuah patung yang menarik perhatianku, setelah kucari infonya, patung yang berada di Bundaran Halilulik ini adalah Monumen Seroja. FYI, patung berwujud prajurit TNI yang sedang mengangkat senjata ini adalah monumen yang dibangun untuk memperingati Operasi Seroja, sebuah operasi gabungan angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara RI untuk merebut Tim-Tim dari kekuasaan fretelin yang berhaluan komunis. Operasi Seroja merupakan bagian operasi akibat perang dingin antara blok barat dan blok Timur.

 
Lha terus kenapa monumen Seroja ini dibangun di Salore, Desa Naitimu, Belu? Padahal jaraknya lumayan jauh dari wilayah Timor Leste. Jawabannya adalah karena sejak tahun 1975, Halilulik menjadi tempat eksodus besar-besaran arus pengungsian dari wilayah Timorleste ke Indonesia. Para pengungsi itu ada yang merupakan tangkapan perang, rakyat biasa atau tahanan politik yang ditangkap TNI dari hutan-hutan dan gunung-gunung Timorleste. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Kebanyakan mereka sakit, terluka, kurus, badan kurang terurus/kotor, pakaian kurang bagus, ketakutan, tidak mampu berbahasa Indonesia, dll

 
Nah saat sudah sampai di wilayah Timor Tengah Utara lagi, kita berhenti sejenak di depan gedung DPRD Kab TTU, foto foto, lanjut makan di sekitar situ. Untuk makannya, aku tadi udah beli KFC pas di atambua, dibungkus, dan memang akan dimakan di tengah perjalanan menuju Soe.

Sekitar jam 18.15 Wita alhamdulilah kita sampai di Soe lagi dan nginep di Hotel Timor Megah lagi, heuheuheu. 

HARI 4
Kali ini untuk sarapan di Hotel Timor Megah kita makan di restonya, kebetulan masih dapet kursi. Menu sarapannya sederhana, tidak jauh beda dengan saat pertama kita kesini kemarin.


Di hari keempat ini kita enggak ada tujuan pasti, yang jelas selepas check out hotel langsung gas balik ke Kota Kupang, yaa mungkin nanti mampir mampir enggak tahu dimana.

Sekitar jam 9 pagi kita pun cabut, kondisi kota soe pagi ini lengang banget, kulajukan kendaraan perlahan sambil lihat kanan kiri, siapa tahu ada tempat yang menarik.


Hingga akhirnya kita berhenti sejenak di Pasar Buah Soe, aku tertarik dengan warna cerah kuning kuning orange, yuph itu adalah Jeruk Khas Soe, ya meskipun jeruk ini kebonnya berada di luar wilayah Soe, yaitu di daerah Kapan, jeruk ini sudah dikenal dengan nama Jeruk Soe.

Jeruk ini udah ditata rapi, dikelompokkan lima lima oleh penjualnya, yang dijual seharga 20 ribu tiap kelompok (dapet 5 buah), akupun beli 2 untuk oleh oleh.


Taman Wisata Alam Camplong adalah titik pemberhentian kita terakhir sebelum sampai Kota Kupang, taman wisata ini berlokasi di daerah Camplong, Kabupaten Kupang, persis di tepi jalur utama Kupang - Soe. 

***

Yuhuuu, 
Alhamdulilah perjalanan santai nan singkat 4 hari 3 malam usai juga. Sebenernya masih banyak sih tempat yang bisa dieksplore, namun karena kita bawa 2 krucil, jadinya main gaya santai aja, yang penting semua senang, yaa meskipun sempat muntah muntah mabok darat 1 kali.

Nah buat kalian yang belum baca cerita lebih mendalam mengenai objek objek wisata yang kita kunjungi, bisa klik link link di bawah ini :


Dibaca ya satu satu, biar kalian ngerasain juga keseruan kita jalan jalannya. Nah biar makin seru, kalian juga bisa nonton Vlog kita selama Timor Overland ini , klik aja link di bawah ini :





Share:

2 November 2020

Terpanggang Panasnya Gurun Pasir Oetune

 
Setahun lalu, kita berempat pernah menginjakkan kaki ke Pantai Oetune, namun karena si bungsu waktu itu belum bisa jalan, kita pun cuma sampai di parkirannya aja, dan foto foto di sekitar situ, karena untuk sampai ke spot utama yaitu gurun pasir memang membutuhkan usaha ekstra, apalagi di siang bolong, puanaaas gaes. 
 
Nah di Bulan Agustus 2020 ini aku berkesempatan untuk mengunjungi lagi Pantai Oetune yang sudah kesohor karena spot gurun pasirnya.

Sebenernya sih cocoknya ini pantai didatengin pagi pas sunrise, tapi apa daya, kita ada 2 anak kecil, susah dah kalau mau datang pagi, kecuali di sekitar sini ada hotel ya. Ya sudah akhirnya kita pun nyampai Pantai Oetune ini siang lagi, pas panas panasnya.

 
Setelah melewati pintu gerbang yang dijaga petugas, kita pun mencari tempat parkir, kucoba untuk mencari tempat di ujung paling kiri, biar sedikit menghemat jalan kaki.

Siang ini kondisi parkiran pantai oetune rame banget, selain rame oleh pengunjung reguler, juga rame oleh peserta Outbond / gathering yang digelar oleh salah satu kantor pemerintah dari Kupang. 

Saat keluar kendaraan kita pun langsung disambut oleh anak anak yang menawarkan jasa foto, jadi mereka ini akan membantu kita untuk mengambilkan gambar alias memfotokan menggunakan kamera atau hape kita sendiri. Mereka udah ahli lho mengoperasikan kamera dan juga mengarahkan gaya foto. Dulu sih aku menerima tawaran mereka karena enggak bawa tripod, tapi karena kali ini bawa tripod, aku pun menolak tawaran mereka. 




 
Datang ke Pantai Oetune dengan tujuan Gumuk Pasir siang hari adalah sebuah kesalahan, panasnya dari segala penjuru, dari atas ada panas matahari langsung, dari kanan kiri ada angin yang panas, dan dari bawah ada pasir yang panas juga. Yaa mekipun hal tersebut enggak sepenuhnya benar sih, karena ada tips biar enggak terlalu kepanasan, yaitu jalannya harus di pantai yang pasirnya basah. Aku tahu ini pas jalan balik ke parkiran, pas jalan berangkat kita lewat pasir yang jauh dari perairan, panasnya gila gilaan, beberapa kali kita berhenti berteduh, heuheuheu. Ahh tau gitu tadi berangkatnya lewat pasir yang basah aja..
 

Padahal sebenernya pasir pantai oetune tuh enak banget lho buat goler goler, seperti foto di atas ini, di tempat yang teduh terlindungi rimbunnya pohon enau, si kecil asyik bobo boboan di pasir.

Berhubung udah jauh jauh kesini, kita pun tetep fotoan donk ya, meskipun kaki serasa kebakar nginjek pasir, apalagi pas jalan terus pasirnya keangkat kena kaki, huaaaaa hot hot hot.




Pas jalan balik, aku sih iseng lewat pasir yang deket dengan garis pantai, yang masih basah, eh ternyata adem gaesss, anginnya juga adem, angin dari laut, tinggal panas + silau aja dari atas, weleh weleh. Jadi buat kalian yang nekat siang siang ke gurun pasir pantai oetune, aku sarankan lewat pasir yang basah aja ya, biar enggak kepanasan kayak kita, heuheuheu


 
***

Peta Lokasi Pantai Oetune, Timor Tengah Selatan, NTT

Share:

Youtube

Blog Archive