27 February 2023

Main Air Sampe Kedinginan di Owabong Waterpark Purbalingga


Objek Wisata ini sebenernya udah lama banget beroperasi, aku inget jaman sekolah dulu, pengen banget bisa kesini, karena beberapa temenku udah mencobanya, tapi apa daya dulu belum bisa, heuheuheu. Alhamdulilah, setelah bertahun tahun akhirnya aku bisa juga menyambangi tempat ini.

Nama tempatnya adalah Owabong, sebuah nama yang cukup unik dan aneh waktu pertama kali dengar. Aku baru tahu ternyata nama itu adalah sebuah singkatan dari Objek Wisata Bojongsari. Sesuai dengan namanya, Owabong ini terletak di Desa Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Datang kesini saat musim liburan anak anak sekolah adalah sebuah kesalahan sih, rameeee banget coy, padahal lagi gerimis lho, tetep aja banyak yang datang. Tapi ya mau gimana lagi, kita bisanya pergi juga pas anak anak libur sekolah.

Harga tiketnya 35 ribu rupiah per orang. Setelah beli tiket, kita lanjut jalan masuk menuju kolam renang nya, menyusuri jalan kecil yang lumayan licin karena sedang gerimis. 


Huaaa ternyata luas banget ya area dalam nya, yang terbagi menjadi beberapa kolam renang. Yang pertama kita lakukan adalah mencari tempat duduk yang nyaman dan beratap. Alhamdulilah nemu sebuah spot Payung besar dengan kursi di bawahnya. Lumayan bisa buat naruh barang barang dan tidak kehujanan. Sebelum nyebur kita ke ruang ganti dulu, untuk berganti baju.


Kolam yang pertama kita tuju adalah kolam yang ada ember besar nya, ember besar ini seperti sebuah ciri khas Waterpark, karena sepengetahuanku, setiap ada waterpark pasti ada ember besar di atas yang sedikit demi sedikit terisi air, dan bila udah penuh akan tumpah. 
 
Di kolam ini, ember besarnya ada di tengah kolam, di mana di bawahnya ada beberapa perosotan dan air mancur yang banyak. Seru banget saat ember besar penuh dan menumpahkan semua isinya. Tapi ternyata si kecil malah takut di bawah sini, saat kejatuhan air terus menerus dari air mancur tuh kayak panik gitu, jadi nangis. Akhirnya aku menyingkir dari bawahnya dan menjauh sedikit sambil melihat ember tumpah.




Cukup lama kita disini, anak anak seneng banget main air, ketinggian airnya pun cuma sepinggang si kecil, cuman dia enggak suka apabila berada langsung di bawah kucuran air mancur.

Kemudian kita lanjut ke kolam sebelahnya, kolam ini sedikit lebih dalam, lokasinya bersebelahan dengan ruang ganti dan bilas, ada pula kolam kecil yang sangat dangkal, cuma se-mata kaki orang dewasa, tapi ada semacam air mancur nya. Si kecil seneng banget main disini




Untuk kolam besarnya, di tengah ada perosotannya, mirip dengan yang di kolam pertama tadi, ada ember penampung air juga yang bakal tumpah kalau penuh, cuman disini ukurannya kecil, sedangkan air mancurnya deras deras, si kecil pun jadi enggak nyaman di spot ini, lebih ke panik.



Di balik perosotan ini ada beberapa gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menaruh barang bawaan dan istirahat, gratis enggak perlu bayar sewa kayaknya.  Sedangkan di baliknya ada kolam lagi, tapi lumayan dalam, kalau anak anak kayaknya bakal tenggelam disini. Nah kolam ini adalah kolam tempat jatuhnya atau tempat finish bagi pengunjung yang masuk jalur seluncuran di atas.



Sekitar pukul setengah empat sore, aku pun memutuskan untuk menyudahi main air disini, karena udah cukup lama dan anak anak pun udah gemetar kedinginan, heuheuheu telapak tangannya juga udah keriput. Kita balik lagi ke tempat ganti dan bilas, jam segini kolam udah tidak seramai tadi, dan tempat bilas pun udah sepi, tidak perlu antre.


Di jalan keluar menuju parkiran, kita akan menemui penjual makanan yang banyak banget, satu kuliner yang sangat menggodaku adalah Cilok, heuheuheu kayaknya enak banget makan cilok pas dingin dingin gini, dan aku pun membelinya. Ternyata beneran uenaaak gaesss. Wajib dicoba...


***

Peta Lokasi Owabong Purbalingga

Share:

20 February 2023

Motoran ke Bendungan Pejengkolan Kebumen


Siang itu, hari Sabtu sepulang anak sekolah, aku ngajakin mereka berdua buat motoran jalan jalan di sekitar Kebumen, aku sengaja naik motor saja bertiga, karena emaknya lagi gak enak badan, istirahat di rumah. 

Lokasi yang akan kita tuju adalah Bendungan Pejengkolan dan Wisata Jembangan, kedua tempat itu berdekatan dan masih dalam 1 aliran sungai yang bersumber dari Waduk Wadaslintan, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 15 kilometer dengan kondisi jalan yang sudah aspal namun bolong bolong di banyak titik, jadi harus ekstra hati hati, apalagi jalannya masih basah karena semalam hujan dan dari tadi pagi mendung terus.
 

Sekita pukul 11.20 WIB kita pun sampai di area Bendungan Pejengkolan. Terlihat ada beberapa warung makan yang terlihat ramai karena ini mendekati jam jam makan siang. Di sebelah warung itu ada tanah kosong, disitu aku berhenti bentar untuk foto foto dan menikmati pemandangan sekitar. Dari spot ini kita bisa melihat bendungan pejengkolan dengan lima lereng air di bagian tengah, dua lorong air di kiri kanannya serta dua saluran induk irigasi. Di atas bendung itu melintang sebuah badan jalan aspal yang bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat kecil.


FYI Bendung Pejengkolan ini mulai dibangun pada tahun 1981 dan selesai tahun 1984, menggunakan jenis beton graviti sehingga disebut bendung graviti atau bendungan gravitasi. Bendung gravitasi merupakan bendung yang dibuat dari bahan beton atau batu bata, yang dirancang untuk menahan air dengan hanya memanfaatkan berat bahan untuk menahan tekanan horizontal air. Bendungan gravitasi dirancang sedemikian rupa agar setiap bagian bendungan stabil, secara praktis terlepas dari bagian bendungan lainnya. Tinggi Bendung Pejengkolan dari dasar sungai adalah 22,25 m, tinggi di atas galian 27,5 m, panjang puncak 180 m dan lebar puncak 5 m. Pembangunan Jembatan Pejengkolan ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya, dengan konsultan PRC-ECI (USA).
 

Lokasi Bendung Pejengkolan berada sekitar 7 km di bawah Waduk Wadaslintang yang bertugas untuk membendung limpahan air dari waduk yang mengalir ke Sungai Bedegolan. Limpahan air dari Bendung Pejengkolan kemudian dibendung lagi oleh Bendung Bedegolan untuk memasok air area persawahan penduduk melalui Saluran Induk Bedegolan.
 
Setelah foto foto bentar, kita lanjut ke atas, menuju jalan yang berada di atas bangunan bendungan. Jalan ini sebenarnya cukup lebar untuk dilewati mobil, tapi di salah satu sisi terdapat tiang besi di jalan sehingga hanya mobil kecil saja yang bisa lewat jalan ini. Di atas sini ternyata sudah ada beberapa muda mudi yang nongkrong, ada yang ngobrol ngobrol, ada pula yang foto foto.


Di bagian ujung yang satunya terdapat bangunan PLTA. Sebagai pembangkit tenaga listrik, Bendung Pejengkolan dapat membangkitkan tenaga listrik lebih dari 92.000.000 KWH/tahunnya, atau kapasitas terpasang sebesar 2 x 8 MW, yang dimulai sejak 1998. Selain itu bendung ini juga digunakan untuk perikanan darat bebas atau dengan keramba, serta untuk memenuhi kebutuhan air baku dan air untuk industri. Selain sebagai unit pembangkit listrik tenaga air atau PLTA, Bendung Pejengkolan juga difungsikan untuk memasok kebutuhan air irigasi ke Saluran Induk Wadas Lintang Timur yang mampu menghidupi sawah di Kecamatan Prembun, Pituruh, Kemiri, Kutoarjo, dan Ketawang, sebelum aliran airnya berakhir di laut selatan. 
 

 
Dari jalan aspal ini aku ikutin terus hingga akhirnya aku sampai di sebuah spot bernama Pucang Anom, tempat ini sedikit berada di ketinggian, dikeliling oleh panorama yang begitu menawan. Pepohonan hijau tinggi menjulang membuat tempat ini terlihat sejuk dan nyaman. Angin sepoi berhembus melengkapi keindahan pemandangan bendungan dari sini. 

Pucang Anom biasanya selalu ramai dikunjungi setiap sore hari. Tapi berhubung ini akhir pekan, siang siang gini ternyata udah lumayan rame, semuanya anak anak muda sih, aku jadi ngerasa paling tua nih, apalagi bawa dua anak pula, heuheuheu.
 

Bagi yang suka berburu sunset, wajib datang kesini untuk menikmati sunset, yaaa kira kira pukul 17.30 WIB lah, kalau pas lagi cerah ya. Saat menikmati sunset kita juga bisa sambil menikmati secangkir kopi dan sepiring mendoan hangat di warung makannya. Tersedia juga minuman lain dan jajanan khas daerah Pejengkolan yang bisa kalian jumpai di Pucang Anom . 
 
Infonya tempat ini juga sering digunakan untuk tempat foto keluarga, foto pasca wisuda hingga foto prawedding. Sambil duduk kita sudah bisa memandang seluruh area Bendungan Pejengkolan dari atas. Sungguh pemandangan yang takbisa terlewatkan untuk dinikmati. Untuk masuk di lokasi Bendungan Pejengkolan dan Pucang Anom sih kemaren tidak ada loket masuknya ya jadi gratis, parkir pun tidak bayar.


***

Peta Lokasi Bendungan Pejengkolan Kebumen

Share:

13 February 2023

Menginap Beberapa Malam di Hotel Sahid Jogja


Setelah mengendap lumayan lama di draft, akhirnya postingan ini bisa terbit ya, heuheuheu. 

Jadi waktu itu tuh sekitar pertengahan tahun 2022 (udah lama banget yaaaa) aku ngajakin anak istri buat trip jalan jalan ke Jogja selama beberapa hari, semua ceritanya udah aku posting di blog ini, cuma untuk review hotelnya, baru sekarang sempet menyelesaikan tulisannya.

Aku sampai hotelnya udah lumayan malam sekitar pukul 21.53 WIB. Hotel Sahid ini berlokasi di Jl. Babarsari No.2, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, satu area dengan J-Walk yang dulu sempat lumayan ramai, cuman sekarang isinya cuma kantor kantor aja, salah satunya kantor Shopee. Untuk lobinya, tidak berada di depan, melainkan di samping agak belakang.

parkiran basement

Setelah menurunkan anak istri dan barang2 di drop off depan lobi, aku menuju tempat parkiran yang berada di basement. Pas sampai di portal parkiran, ternyata kertas parkirnya habis, jadi portalnya tidak mau terbuka, untung aja ada petugas yang lewat dan membantu membukakan. Beliau berkata, nanti saat check in bilang aja kalau kertas parkirnya habis, dan sebutkan nomor plat mobilnya, agar diinput, jadi besok pas keluar parkiran tidak perlu bayar biaya parkir.

Parkiran basementnya lumayan luas, malam ini udah banyak kendaraan parkir, tapi untungnya masih dapat spot parkir. Dari parkiran ini, aku naik ke lobi lewat lift. Karena sudah booking dan bayar lewat aplikasi online, proses check in pun cepat, tinggal menyerahkan KTP untuk difotocopy, isi alamat email, nomor telpon serta tanda tangan di Form, tidak perlu deposit sejumlah uang dulu. 



Aku dapat lantai atas di gedung 2, untuk membuka pintu kamar kita mendapat kartu akses, nah kartu ini juga dipakai untuk naik lift. Jadi kalau tidak pegang kartu ini, kita tidak bisa naik lift, tapi kalau naik dari basement ke lobi atau dari lantai atas kemudian mau turun masih bisa tanpa kartu akses.

Kamar yang kita dapat lumayan luas, bednya dapat yang ukuran besar. Fasilitasnya sih standar ya, sama seperti hotel hotel lain. Baik itu yang di dalam kamar tidur, maupun yang di dalam kamar mandi. Yang jelas sih ini bersih dan nyaman untuk istirahat.






Karena udah malam, view dari jendela kamar penuh dengan lampu lampu bangunan dan jalan, terlihat lengkungan jalan layang janti yang masih ramai oleh para pengendara, padahal ini udah hampir tengah malam, maklum lah khan kota besar, kalau di Kebumen sih jam segini udah sepiiii. Heuheuheu

Keesokan paginya, kita menikmati sarapan di restonya, kebetulan kamar yang kita pesan sudah termasuk sarapan. Lokasinya di bawah, masih satu lantai dengan Lobi, nah lorong menuju resto dari lobinya unik deh, banyak furniture dan pernak pernik klasik khas jawa banget, dan di dindingnya ada lukisan kisah tentang Candi Prambanan.





Sebelum sampai restonya, ada petugas yang menanyai kita dari kamar berapa. Setelah menyebutkan nomor kamar, kita dipersilakan untuk langsung menuju resto, tanpa perlu ada biaya tambahan, meskipun kita datangnya berempat (2 dewasa 2 anak), karena pengalamanku menginap di beberapa hotel yang lain, anakku yang umurnya udah 7 tahun harus membayar biaya sarapan setengah harga. Mantap nih Hotel Sahid ini, semuanya free, tenkyuuu.

Selama beberapa hari menginap di Hotel Sahid ini, menu sarapannya lumayan bervariasi, menu menu beratnya ada yang ganti ada pula yang masih sama. Jadi lumayan lah tidak bosan, dan tentunya enak enak. Tempat untuk makan ada banyak, salah satunya outdoor yang lokasinya di tengah, diantara gedung gedung tinggi.



Fasilitas lain dari Hotel Sahid ini adalah Kolam Renang, lokasinya ada di atas, lupa sih di lantai berapa yang jelas di antara lobi dan lantai kamar yang kita tempati. Kolam renangnya lumayan luas dan sepi banget, mungkin karena ini hari kerja ya. Untuk anak anak ada kolam renang khususnya yang dangkal, jadi lebih aman, tapi tetap harus diawasi sih, takutnya mereka nyelonong ke kolam yang dalam. Tempat untuk bilas juga disediakan, bersih dan nyaman.



Selama menginap beberapa hari di Hotel Sahid ini sih aku ngerasa nyaman ya, kamarnya bersih, tiap hari handuknya diganti, ada air anget, dan yang paling memuaskan menu sarapannya banyak, bervariasi tiap hari serta tidak ada tambahan biaya meskipun kita datang berempat. Mantap Jiwaaa


***

Peta Lokasi Hotel Sahid Jogja

Share:

6 February 2023

The Ritz Coffee : Cafe dengan Suasana Malioboro di Kroya


Beberapa waktu yang lalu aku sempat pernah mau nongkrong di The Ritz Coffee ini, eh ternyata pas sampai sana, cafenya belum beroperasi, masih dalam tahap finishing. Hingga akhirnya kemarin di akhir tahun 2022 aku coba untuk kesana dan ternyata udah buka donk.

The Ritz Coffee ini berlokasi di Jl. Yos Sudarso, Dongkelan, Kroya, Kec. Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kebetulan waktu itu tuh lagi diputer film Wakanda yang baru, emaknya anak anak khan pengen nonton film itu, karena di Kebumen belum ada Bioskop, jadinya harus ke luar kota donk, nah pilihannya ada Jogja, Magelang, Purwokerto dan Kroya. Setelah kupikir pikir, terpilihlah Kroya sebagai tempat nonton film tersebut, tepatnya di Dakota Cinema yang lokasinya ada di komplek Sena

Dimana di komplek itu ada Bioskop, Cafe, Lapangan Futsal, Homestay dan Waterpark. Dulu waktu mau ke The Ritz dan belum buka, akhirnya kita nongkrong di Sena Cafe. Nah kali ini, emaknya anak anak nonton di Dakota Cinema yang berada di depan Sena Cafe, aku ama anak anak jalan jalan di sekitar Kroya. Untuk cerita jalan jalannya ini nanti bakal aku tulis di postingan berbeda ya, tunggu aja.

Setelah filmnya selesai, aku balik lagi tuh ke komplek sena buat jemput dan lanjut makan sore di The Ritz Coffee. Lokasinya deket banget ama Sena, jalan kaki aja nyampe.

Yang bikin aku tertarik ama cafe ini adalah desain bagian depan cafe yang terinspirasi dari Jalan Malioboro Jogja, mulai dari bangku bangkunya, lampu, bola bola beton, sampai plang nama jalan yang diplesetkan menjadi Jalan Malboro.



Untuk lokasi parkir, ada di depan cafe yang cukup untuk menampung beberapa kendaraan roda 4, kalau dilihat lihat sekeliling, jadinya serasa parkir di trotoarnya Jalan Malioboro, heuheuheu.

Seorang pramusaji sudah bersiap di balik pintu, membukakan pintu untuk tamu yang masuk. Kemudian kita ditanya akan duduk dimana. Disini ada beberapa pilihan, bisa di lantai 1 bagian dalam, bisa di lantai 1 tapi yang semi outdoor, bisa di lantai 2 indoor dan lantai 2 balkon. Sedangkan di lantai 3 atau rooftopnya sedang tidak bisa dipakai. 



Paling enak sebenernya di lantai 1 indoor karena adem (AC nya nyala) dan yang paling proper lah, tapi karena penuh, kita pun menuju lantai 2 saja yang sepi. Sebenernya di sini ada AC nya, cuma tidak nyala. Untuk pemesanan dan pembayaran sudah bisa terpisah antara dua lantai ini, jadi kalau makan di lantai 2 ya langsung pesan di lantai 2 dan udah ada kasirnya juga disana, begitu pula kalau di lantai 1.

Menu yang tersedia di buku menu lumayan lengkap, bahkan ada menu Suki dan Grill nya yang kita bisa pilih isiannya. Tapi melihat harga harga makanannya, terlihat lumayan mahal, apalagi ini di daerah Kroya ya, kalau misalkan ini di Jogja sih udah standar lah ya. 



Lantai 2 ini lumayan luas, dan bila dilihat lihat ini serasa lagi di dalam Informa lho, karena furniture-nya semua produk informa, heuheuheu. Di bagian tengah ada tangga menuju ke lantai 1 dan ke lantai 3. Setelah memesan makanan, sambil menunggu orderan datang, aku coba untuk ngintip lantai 3 nya. Wohoo ternyata oke juga lho lantai 3 nya, mejanya di pinggir di tepian dinding, jadi viewnya jalan raya dan sunset di arah barat (saat sore). Sepertinya cocok nih buat disewa acara kantor gitu, di sisi selatan ada tulisan I Love Kroya sedangkan di sisi utara ada tulisan Janji Setia Kopi Tridi, entah apa maksudnya. Tapi sayangnya pintunya terkunci, jadi kita enggak bisa explore lebih lanjut. 



Tidak lama menunggu, beberapa orderan pun datang satu persatu. Sebelumnya sempat ada perubahan satu menu, yaitu teh. Aku khan pesennya teh panas, eh ternyata tehnya abis, adanya lemon tea panas. Ya sudah aku akhirnya pesan lemon tea panas. Hmmm agak aneh juga sih, stok teh biasa bisa abis. Pas tehnya datang, lumayan kaget juga, karena yang dipake adalah Teh Dilmah yang memang harganya di atas rata rata teh kebanyakan. Dari sini aku jadi maklum kenapa stok teh biasanya abis, ternyata pakenya teh dilmah yang mungkin tidak bisa dibeli di toko toko di daerah Kroya, alias harus keluar kota.





Seperti biasa, untuk si bontot aku pesenkan menu paling aman yaitu Nasi Goreng, sedangkan kakaknya pesen Sandwich, emaknya anak anak pesen Chicken Steak, sedangkan aku pesen Sup Jamur. Aku pesen sup jamur dan teh panas karena memang lagi agak gak enak badan, bayanganku yang datang tuh sup segar dengan potongan jamur dan bahan bahan yang lain, eh ternyata yang datang sup yang berupa jamur yang sudah dihaluskan, mungkin diblender, sebenernya enak lho pas kucicip apalagi ada potongan roti tawar di atasnya, cuman aku gak suka ama aftertastenya, seperti ada rasa langu-nya gitu dan teksturnya juga kurang suka. 

Untuk steak ayamnya enak deh, matangnya pas, cocok banget dimakan ama mashed potato dan salad. Nasi gorengnya juga enak, abis dimakan ama anak anak. Nah untuk Sandwichnya juga mantap, cuman datangnya kelamaan saat semua makanan lain udah selesai disantap, menu ini datang paling akhir. Untungnya enak ya, jadi gak masalah.




Setelah selesai makan, aku pun lanjut ke kasir untuk membayar, lokasinya masih di lantai 2. Untuk pembayaran bisa secara cash, bisa pakai kartu debit/kredit, bisa pula dengan scan kode QRIS. Aku pakai cara yang ketiga, karena lebih simple.

Sebelum pulang, kita pun menyempatkan untuk foto foto dulu di parkiran cafe, rasanya sayang dilewatkan untuk foto foto, heuheuheu. Aku masih penasaran dengan menu suki dan grill nya, mungkin nanti kalau ke kroya aku bakal mampir lagi ke cafe ini dan cobain menu itu.


*** 

Peta Lokasi Cafe The Ritz Coffee Kroya

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive