31 March 2016

Perjalanan Seru ke Bukit Selong, Sembalun

Woyoo Long Weekend berlalu, dan meninggalkan kisah super seruuu. 

Kisah super seru ini dipersembahkan oleh family trip hore ke area Sembalun, dan tujuan pertama kita adalah Bukit Selong.

Sebelum menuju sembalun, kita isi tenaga dulu dengan sarapan di Pondok Gudeg yang ada di Jalan Sriwijaya Mataram, eits tapi bukan sarapan gudeg yaaa, melainkan ada yang pesen Nasi Uduk, Nasi Pecel dan Nasi Campur. 

***

Setelah perut terisi, dan tenaga Full barulah kita ber-9 cuss ke Sembalun kira kira jam 8 pagi lebih dikit. Dan sekitar jam setengah 11 kita sampailah di jalanan menanjak menuju pusuk sembalun yang udaranya uadeeem seger, karena jalur ini membelah hutan belantara, dimana cahaya matahari hanya malu malu menyentuh aspal. Tapi justru itu yang bikin spot disini tuh fotogenik, spooky spooky gimana gitu... Eh tapi jalur disini jadi berbahaya pas hujan, aku dulu (5 tahun lalu) pernah jadi korban disini, tergelincir gegara aspal licin, untung jatuhnya ke tengah aspal, bukan ke samping kiri yang notabene jurang, Alhamduilah ya #MasihAdaUntungnya



Puass fotoan, lanjut kita menanjak lagi menuju Pusuk Sembalun, dimana disitu merupakan pusat keramaian wisatawan di Sembalun. Area sekitar sini ternyata sudah direnovasi ya, jadi makin cantik,  padahal dulu cuma ada berugak yang isinya penjual kopi dan pop mie... Heuheuheu


Area pusuk sembalun ini memang gak pernah sepi ya (kecuali malem) apalagi pas hari libur gini, beeuh rameeee ama wisatawan lokal lombok maupun yang dari Luar Lombok. Dari gaya gaya foto mereka sih bisa dilihat mana yang sudah pernah/sering ke Sembalun dan mana yang baru pertama kali ke Sembalun, khusus buat yang pertama kali ke Sembalun pas heboh banget foto fotoannya, semua spot dijabanin dan semua gaya dilakonin, heuheuheu #AkuPernah

Tapi emang sih pemandangan di sekitar pusuk sembalun ini memang luar biasa indah, apalagi pas musim penghujan gini, bukit bukit nya cantik banget, semacam dilapisi karpet hijau gitu...



Perjalanan dilanjutkan menuju tujuan utama kita yaitu Bukit Selong yang ada sekitar Sembalun Lawang. Dari pusuk sembalun ini kita tinggal ikuti aja jalur turun menuju Desa Sembalun Lawang.


Peta Lokasi Bukit Selong, Sembalun, Lombok Timur




Sebelum memasuki area Bukit Selong, kita disambut dengan hutan bambu yang masih lumayan lebat dan terawat, terlihat dari setiap koloni bambu yang dilindungi pagar bambu (bambu makan bambu). Tidak ada tempat parkir khusus disini, akhirnya kami parkir di bawah salah satu koloni bambu itu.

Berhubung ini musim hujan, tanah di sekitar sini jadi becek dan lembek, yang memaksa mata kita harus waspada akan adanya ranjau (cow shit) di sekitar hutan bambu ini, karena kadang mereka bercampur, antara tanah becek dan eek.


Ternyata di balik hutan bambu ini ada komplek desa adat, bernama Desa Adat Beleq. Nah meskipun namanya "beleq" (artinya : besar, bahasa sasak), desa adat ini cuma terdiri dari 7 bangunan rumah adat yang terbuat dari bambu dan berlantai tanah liat camput kotoran sapi (seperti di desa sade, lombok tengah). Desa Beleq ini berada dalam pagar batu kali yang di susun mengelilingi komplek desa. Info yang kudapat dari seorang bapak bapak yang menjaga bukit selong ini, Desa Beleq ini sudah tidak ditempati sebagai rumah tinggal, ya menjadi semacam situs peninggalan sejarah masa lampau, yang kini dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata di sembalun.

di belakang komplek desa adat ini ada bukit kecil yang pemandangannya aduhai, dari bukit ini,  di arah kiri kita bisa melihat Desa Adat Beleq secara menyeluruh, sedangkan di arah kanan kita disuguhkan pemandangan sawah yang bentuknya kotak kotak dengan warna yang berlainan.

Awalnya kukira bukit ini yang dimaksud dengan bukit selong, tapi ternyata bukan. Bukit ini bernama bukit desa beleq, sedangkan bukit selong ada di sebelah bukit ini , masih menanjak lagi, lumayan tinggi sih, tapi sudah disediakan jalur berupa tangga berundak.

Tapi karena kita bawa dua balita, kita mengurungkan niat untuk nanjak ke Bukit Selong yang sebenarnya, cukup dah kita foto foto di bukit desa beleq. Pemandangannya udah lumayan aduhai...

Desa Adat Beleq

View dari Bukit Desa Beleq

Tangga menuju Bukit Selong yang sesungguhnya

perkebunan di Desa Adat Beleq

Share:

27 March 2016

Sore Sore di Bundaran Gerung, Lombok

di akhir bulan Maret ini ada Long Weekend lagi gaes... Jadwal sudah padat nih, hari jumat sore Sunsetan di Bundaran Gerung, di hari Sabtu ada family trip ke Sembalun, dan di Hari minggu nya ngeMoll nonton Isyana Sarasvati, eh istri yang nonton dink, bukan aku heuheuheu..

Sekarang bundaran gerung tuh rasanya semakin deket dari rumah, cuman lima menit, gegara ada jalan baru yaitu bypass BIL 2 yang menghubungkan Bundaran Gerung dengan Jalan Lingkar Selatan di daerah Jempong Baru, Kota Mataram. Ini nih yang bikin aku semangat sunsetan ke Bundaran Gerung sore ini, daripada ke Senggigi, udah jauh, macet pula pastinya... (bisa ditebak kalau sore sore pas hari libur tuh pasti macet)


bypass BIL 2 ini lebih woke dari kakaknya, terasa lebih mulus tidak seperti bypass BIL 1 yang jalan nya bergeombang di sana sini meskipun sudah beberapa kali diaspal ulang. Selain itu juga lebih lebar karena disediakan pula jalur lambat di kanan kiri jalur utama. Ditambah ada setidaknya 2 underpass di sepanjang byPass BIL 2 yang setiap sore jadi tempat nongkrong anak muda setempat.

Sebenernya cuaca sore ini tuh gak terlalu oke sih buat sunsetan, mendung menggelayut di langit di beberapa titik, bahkan sempet ada beberapa tetes air hujan yang kurasakan menetes di kulit, kayaknya sih memang air hujan ya bukan air yang lain. 

Eits tapi ternyata mendung tak selalu berarti hujan deras, justru di arah timur sana kulihat ada lengkungan warna warni cantik di Langit, yeah itu PELANGI.... pelangi di sore hari... Huhuhuhu


Gak terasa, akhirnya sampai juga di area Bundaran Gerung. Seperti biasa di area ini setiap sore pasti banyak muda mudi yang asyik nongkrong, tapi sore ini agak berbeda jarang Mudi, banyakan Muda, bahkan banyak pasangan muda muda (cowk dan cowk) yang berduaan di tepi jalan (ya iyalah masa di tengan jalan). Heuheuheu #bukanLGBT #cumaTeman #cumaSahabat 

Sempat beberapa kali muter muter di sekitar bundaran gerung ini, cuma buat nyari tempat yang pas buat nongkrong, yang ada rumputnya dan yang gak jauh dari tukang jualan makanan, maklum ya kita hobinya Jalan Jalan Makan Makan. Maksud dari kalimat "yang ada rumputnya" tuh bahwa kita jalan jalan bawa bayi yang lagi seru serunya jalan kaki kesana kemari... Jadi biar aman aja kalau jatuh pas lagi muter kesana kemari. Enggak kapok dia padahal kemarin baru jatuh nyium paving di depan rumah sampai bibir berdarah #jontorDeh #namanyaJugaAnakAnak


By the way area ini yang sekarang jadi Landmark Lombok Barat punya banyak sebutan lho, misalkan saja Bundaran Gerung, Monumen Lombok Barat Bangkit, Tugu Giri Menang, Giri Menang Square, Bundaran Patung Sapi (karena ada patung sapi di dekat sini), Tugu Air Mancur, dan Bundaran Mendagi (mendagi : nama daerah sini). Monumen/Tugu yang ada di foto di atas itu bentuknya seperti masjid ya, dengan kubah emas di atasnya. Bila kalian dari Pelabuhan Lembar atau dari Lombok International Airport menuju Kota Mataram, pasti bakal melihat tugu ini deh... Tugu ini akan semakin cantik di kala malam karena adanya lampu yang kelap kelip berganti ganti warna mengiringi tarian air mancur di sekeliling nya.

monumen giri menang

Enaknya piknik kesini tuh gak perlu bawa bekal makanan, lha di sekitar sini banyak banget yang jualan makanan, ada Cilok, Sosis Goreng, Jagung Bakar, Duren (pas musimnya), Sate Bulayak, dan aneka minuman. Dan tentu saja pilihan pertama untuk dibeli adalaaaaah "CILOK", heuheuheu ngefans banget aku ama cemilan ini... 

di kala sang Bojo lagi asyik duduk sambil maen hape, sang Anak asyik kesana kemari, muter muter, main rumput, main balok paving, pegang ini pegang itu, pegang apa aja yang ia temui, pokoknya expore taman dah ini... Asal jangan sampai explore jalan raya aja...




di Sebelah Timur Giri Menang Square ini terdapat bangunan yang belum lama berdiri, namanya Gedung Perpustakaan dan Balai Zakat. Penasaran sih ama isinya, sepertinya sepi... Oh iya dink ini kan hari libur, ya tutup, pantesan aja sepi. Tapi kayaknya sih memang sepi, di jaman modern gini, anak anak muda jarang yang suka nongkrong baca baca buku di perpustakaan, gak kayak jamanku dulu yaaa, haha #generasiTua #generasi90an

***

Peta Lokasi Bundaran Gerung, Lombok Barat via Google Maps

Share:

22 March 2016

Endank Soekamti : Jangan ke Lombok

Tahu lagunya Endank Soekamti yang berjudul "Jangan ke Lombok"? Pasti tahu donk yaaa, kalau enggak tahu yaa monggo di search di youtube, atau di joox atau di deezer, ada disitu..

Inti dari lagu ini adalah mengingatkan bagi kalian kalian ini, bahwa Lombok itu nyandu alias bikin ketagihan, jangan deh ke Lombok, nanti bakal enggak mau pulang, hahaha... Kaya aku ini dah, udah ketagihan ama Lombok, bahkan sampai beranak pinak di Lombok...

Nah by the way, lagu Jangan ke Lombok ini adalah salah satu dari 17 lagu di Album barunya Endank Soekamti bertajuk "Soekamtiday", yang setahun lalu direkam di studio alam, di sekitar Gili Sudak, Lombok Barat selama sebulan penuh. Bagi yang belum tahu, silakan baca postingan ku DI SINI.

kamtis lombok

Dari situ kayaknya Endank Soekamti mulai jatuh cinta deh ama Lombok, jadi sering maen ke Lombok, yang terakhir ini adalah dalam rangka #mediatour promo album baru Soekamtiday ke beberapa radio di Mataram, Lombok yaitu Fresh, CNL dan Pro2 RRI.

Berhubung kita ngefans, ya wajib nyamperin donk ya... Dari ke 3 radio itu, aku mendatangi salah satunya yaitu Fresh Radio yang ada di Jalan Bung Karno, Mataram. Jadwal talkshow nya sih jam 2 ya, tapi ternyata mereka lebih dari tepat waktu, jam setengah 2 udah datang, bahkan saat itu penyiarnya belum datang, haha.

di Malam nya, mereka mengadakan acara workshop di Mahera Cafe Mataram, yang diisi dengan acara pemutaran video di balik pembuatan album Soekamtiday, serta dilanjut acara tanya jawab dan ramah tamah. Tapi berhubung aku udah ada  undangan makan malam acara uang tahun temen, aku gak bisa datang deh ke acara workshop itu... Sayang sekali...

***

Besok paginya, lihat youtube, eh ada notifikasi dari channel nya mas Erix, heuheuheu beliau udah aplod video DOES (Diary of Erix Soekamti) yang terbaru dan tataaaaa, aku muncul donk disitu... woahahaha... Seperti apa videonya, monggo ditonton :


Udah nonton? Hayo coba tebak, aku yang mana?? Heuheuheu

Roadshow Mediatour mereka cuma sehari, dan dua hari berikutnya sudah dijadwakan untuk jalan jalan di sekitar Lombok, seperti bermain arung jeram bersama Lombok Rafting di Lingsar, Lombok Barat dan menjelajah indahnya bawah laut di sekitar Gili Kondo, Bidara dan Kapal yang ada di Lombok Timur

Barulah di malam terakhir,  sebelum besok paginya balik lagi ke Jogja, beliau menyempatkan waktu untuk datang memenuhi undangan makan malam kita, heuheuheu. Kesempatan dinner bareng ini merupakan hasil kerjasama dari tiga pihak, yaitu aku, fresh radio dan warung Nasi Balap Lombok.

Pihak warung berperan menyediakan tempat dan jamuan makan malam, pihak radio berperan menghubungi dan mengundang management Endank Soekamti untuk dinner bareng, sedankan aku berperan menghubungkan pihak radio dan pihak warung, heuheuheu agak rumit ya hubungan kita ini...

Mas Ari adalah pemilik dari Warung Nasi Balap Lombok, yang ngakunya sih kamtis (fans endank soekamti) juga yang notabene adalah temen dari istriku. Sebenernya sih beliau ini enggak tahu kalau ES tuh lagi di Lombok, tapi gegara ngelihat postingan istriku saat foto bareng ES di Fresh Radio, eh beliau langsung berinisiatif mengundang ES untuk makan malam di warungnya.

Warung Nasi Balap Lombok ini berlokasi di Jalan Sriwijaya, tepatnya di seberang Kantor Pos Besar Mataram, atau di sebelah barat Lombok Epicentrum Mall.


Sekitar jam 21.15 WITA akhirnya tamu yang ditunggu tunggu datang juga, ada Personel Endank SOekamti (Erix, Dory, Ari) serta beberapa kamtis army (crew) ada Mas Isa, Mas Rheno, dan Mas Sensen, ditambah Mas Indra Ganeza sebagai guide selama di Lombok dan Mas Rio, pemilik Villa Sayang di Kekeri, Lombok Barat (tempat mereka menginap).

Huhuhuhu, setelah semua hidangan tersaji, kita langsung melahap semuaaa... Ada Nasi Ayam Kampung, Sayur Buncis, Suwiran Ayam, Potongan Ayam Goreng, Sambe super pedess, Kerupuk, dll melimpah ruah....

Alhamduliah yaaa mereka menikmati... entah karena memang enak atau karena lagi kelaperan gegara seharian tadi mereka explore Gili Kondo, Bidara dan Kapal di Lombok Timur.. Heuheuheu


Tapi beneran deh, emang enak ini Nasi Balapnya. Kalau menurutku sih ini modifikasi dari Nasi Puyung yang khas Lombok Tengah itu, ada nasi, suwiran ayam pedas dan sambel, cuman bedanya ini ditambah sayur dan potongan ayam kampung goreng... Mirip dengan Nasi Puyung Cahaya yang ada di depan LIA/Lombok International Airport.

Hingga akhirnya keseruan dinner sambil ngobrol ngobrol bareng Endank Soekamti usai sudah, mereka harus kembali ke penginapan karena besok pagi mereka balik ke Lombok, menggunakan flight pagi sekitar jam 6, khusus untuk personel nya aja. Sedangkan crew nya lewat jalur darat membawa balik mobil yang mereka naiki saat touring jawa bali lombok dalam rangka #mediatour ke radio radio.


***

Dua minggu setelah pertemuan itu, sebuah paket datang, berupa paket Boxset album Endank Soekamti yang terbaru berjudul Soekamtiday, huhuhu akhirnya setelah penantian panjang, datang juga. Aku udah lama banget order ini boxset, seingatku sih akhir Januari kemarin, dan baru datang dua bulan kemudian.

Boxset ini menurutku adalah satu teknik penjualan album yang wokee punya untuk saat ini, mereka gak mau ikut ikutan jualan album di warung ayam goreng. Sedangkan untuk jualan album di toko kaset pun susah laku, bahkan sekarang toko kaset/CD original banyak yang gulung tikar.

Tapi dengan menggunakan trik boxset ini semakin membuat para fans sangat bernafsu untuk membeli nya, meskipun harganya gak murah lho, 350 ribu gaes. Dibanding beli ayam goreng modal 50 ribu dapet CD album...

Boxset ini gak cuma berisi CD musik lho, tapi kumplit ada DVD behind the scene pembuatan album soekamtiday, Tshirt, Gelang bertuliskan nama pembeli, Sertifikat pembelian, Komik Soekamtiday dan album CD Jalu berjudul TAJI. Btw Jalu ini awalnya adalah seorang kamtis dari kota di timur Jogja, yang iseng upload video saat dia meng-cover lagunya Endank Soekamti berjudul Carikan Cinta. Eh ternyata mas Erix nemu video itu di youtube dan suka dan langsung dicari orangnya, hingga kemudian diajak rekaman untuk menyayikan lagu lagu Endank Soekamti terdahulu dengan gaya Jalu yang bergenre Pop Jazz Akustik... Hohohoho Congratzzz


Aku order album ini lewat web http://belialbumfisik.com  , disitu bisa dipilih mau yang boxset lengkap atau cuma album endank soekamti atau cuma album Jalu. Monggo yang tertarik, segera meluncur kesana....

Sukses terus buat Endank Soekamti, tetap berkarya dan tetap menginspirasi yaa... Aku ngikutin terus lho channel youtube nya.... Ditunggu lagi di Lombok :)
Share:

18 March 2016

Renang Renang Hore di Puri Indah Hotel

Meskipun sedikit lebih mahal, aku lebih suka ngajak anak gantengku ini renang di kolam renangnya hotel dari pada di kolam renang konvensional ataupun di waterpark, karena aku nyari yang sepi dan tenang. Tapi ya gak menutup kemungkinan sih untuk renang di kolam renang umum ataupun di waterpark. Kalau para pebaca setia berbagifun.com sih pasti sudah pernah baca ya tentang postingan kita mengenai renang renang hore di Hotel/Penginapan (tanpa menginap), seperti di Hotel Grand Legi, Lombok Raya, Lombok Garden, Hotel Pacific, Hotel Puri Bunga, Rinjani Lodge, Alang Alang Resort, serta Puri Maimbu

Nah di sore yang hawanya nan panas tapi mendung ini, tepat di tanggal 13 Maret 2016, aku ngajak "anak bojo" buat kecipak kecipuk main air basah basahan hore di Kolam Renang nya Hotel Puri Indah.

Hotel Puri Indah ini lokasinya ada di Jalan Sriwijaya No.132 Cakranegara, Mataram, tidak jauh dari Kura Kura Waterpark. By the way dulunya bangunan hotel ini biasa banget lho, tapi berhubung city hotel di Kota Mataram semakin menjamur, management hotel ini bertindak taktis dan kreatif dengan merenovasi serta membuat bangunan baru yang lebih wokee dari sebelumnya, di lokasi yang sama. Dulu sih, pas lewat depannya, gak ada perasaan atau hasrat atau nafsu untuk mampir ke hotel ini, tapi sekarang lain, lumayan tergoda lah pas lewat di depannya, heuheuheu



Untuk bisa menikmati renang di Puri Indah, kita langsung aja menuju kasir resto nya. Tarifnya ada dua jenis yang bisa dipilih, pertama 30 ribu/orang dapet welcome drink dan yang kedua 50 ribu/orang dapet makan + welcome drink. Makanan nya bisa dipilih Nasi Goreng, Mie Goreng atau Kentang Goreng.



Seperti di city hotel pada umumnya, kolam renangnya ada di sebelah restoran hotel, jangan renang renang pas waktunya breakfast dah, bisa bisa jadi tontonan tamu tamu yang lagi sarapan, heuheuheu.

Agak kecewa pas ambil paketan renang + wecome drink + Nasi Goreng, nasinya itu lho keras alias "pera" (dalam bahasa jawa), padahal rasa bumbu nya enak lho, langsung kebanting gegara nasi nya keras. Tapi ya mau gimana lagi, lha wong lagi laper, jadi meskipun "pera" nasinya, tetep aja masuk perut, heuheuheu.

***

Eh tahu gak, itu pelampung mainan anakku itu baru beli tadi siang lho di toke deket sini, niat banget ye persiapan main airnya... Cuman 70 ribuan aja, tapi sayangnya aku lupa beli pompa nya, jadi sebelum renang, napasku udah abis duluan buat niup ini pelampung, heuheuheu


Silih datang berganti para pengunjung nya, kukira sih sepi, tapi lumayan rame. Mungkin karena disini tarifnya paling murah ya diantara kolam renang hotel hotel lain, 30 ribu udah bisa renang, sedangkan di tempat lain 50 ribu. Tapi lumayan oke kok, Recommended lah (kecuali nasi goreng nya)

***

Peta Lokasi Puri Indah Hotel via Google Maps


Share:

14 March 2016

Main Pasir di Pojokan Purimas Resort

Sementara para warga Lombok berbondong bondong menuju Pantai Senggigi, Batulayar, Duduk, Malimbu, Nipah, Ampenan untuk menghabiskan liburan tahun baru, kita lebih memilih untuk mlipir ke Pantai Mangsit.
 
Pantai Mangsit sudah sejak lama jadi pilihan kita untuk menyepi dari keramaian, mulai sejak pacaran, menikah, hamil, hingga sekarang sudah punya baby. Namun untuk kali ini, spot nya agak berbeda, ya meski masih di Pantai Mangsit, pagi ini aku sengaja nyari spot yang ombaknya bersahabat, teduh dan tentunya relatif tenang. Karena mau maen aer dan maen pasir bareng si kecil.


Lokasi persisnya di pojokan pantainya Puri Mas Resort. Untuk masuk ke sini, kita harus melewati pintu selebar 1 mobil yang ada di antara Sudamala dan Purimas Resort, sama seperti pintu masuk menuju Paradiso Cafe. Gak terlalu kelihatan memang, karena diantara dua resort tadi terbentang tembok yang menutup pemandangan pantai dari Jalan raya, yang hanya menyisakan satu pintu tersebut.

Oia, ada dua hal lagi yang membuat aku suka spot ini : masuknya gratis dan di sepanjang pantai ini banyak berseliweran bule bule, heuheuheu, serasa lagi di Gili, ya meskipun gak berpasir putih,

Sama seperti piknik hore sebelumnya di Pantai Nipah, kita bawa bekal lengkap dari rumah, mulai dari alas duduk, minuman, makanan, hingga cemilan, bedanya sekarang ditambah mainan untuk bermain pasir, rencananya sih mau bikin istana pasir, heuheuheu



Lucu banget sih anak ini, gegara udah lama gak nyentuh pasir, pas kakinya nyentuh pasir, eh dia kegelian, haha. Butuh waktu beberapa menit hingga akhirnya dia merasa nyaman dengan tekstur pasir, mulai sibuk membangun istana pasir nya sendiri (yaa meskipun cuma tumpukan pasir)

Mungkin ada beberapa orang yang bilang "Eh masih kecil, jangan main pasir, kotor, nanti sakit" Heuheuheu itu tidak berlaku bagi kita, udah sejak kecil dia kuajak sentuh pasir, beberapa bulan lalu sih cuma sentuhin kulitnya aja, biar dia ngerasa ada tekstur baru. Tapi sekarang, berhubung udah bisa duduk sendiri, aku biarkan dia maen pasir, suka suka dia mau diapain, asal jangan sampai dimakan. Kita berperan menemani dan mengawasi.

By the way, ternyata main pasir itu enggak hanya menyenangkan bagi si kecil lho, setelah iseng iseng browsing di internet, permainan sensori ini sangat penting bagi perkembangan anak. Bermain pasir memberi peluang bagi anak untuk belajar konsep pengetahuan tentang basah dan kering serta isi, serta membantu anak mengembangkan tiga bidang perkembangan:  (sumber ayahbunda.co.id)

1. Fisik
Memperkuat otot kecil ketika anak menyerok pasir dan menyendok air untuk membasahi pasir kering. Koordinasi mata–tangan, bekerja dengan alat dan menguatkan otot besar saat ia mengambil air menggunakan ember kecil.

2. Kognitif
Anak melihat perbedaan pasir basah dan pasir kering, menambah kosa kata tentang kering dan basah, kental dan encer. Anak melihat jumlah pasir yang sama, punya bentuk berbeda bila dimasukkan ke dalam tempat berbeda. Belajar sebab-akibat, apa yang terjadi bila pasir basah diberi pasir kering, ketika pasir basah ditambah air, ketika pasir basah dituang dari ember, dan sebagainya.

3. Sosial-emosi
Khusus untuk si 4 tahun (anakku belum), bermain pasir dan air memberi ide untuk bekerja bersama teman membangun menara pasir, dan istana pasir. Bermain pasir dapat menenangkan hati anak yang risau. Bermain pasir dapat menjadi sarana mengekspresikan perasaan dan pikiran.


Sementara si kecil lagi nyusu ke emaknya sambil lesehan beralas kain di tepi pantai. Aku merapat ke satu satunya warung tradisional di sini, yang bangunannya langsung berbatasan dengan tembok Puri Mas Resort untuk menghangatkan badan dengan segelas Kopi

x : "Bu Kopinya ada?"
y : "Mau kopi yang apa?"
x : "Wet Kofi aja bu"

Di warung inilah terjadi obrolan hangat dengan si Ibu pemilik warung. Beliau cerita mengenai dirinya, rumahnya dan anaknya yang jadi penjual mutiara keliling dari hotel ke hotel sepanjang Pantai Mangsit ini. Dari sini aku jadi tahu, kalau mutiara yang dijual eceran tersebut bukan mutiara asli lombok, tapi mutiara air tawar dari China, alias Impor, heuheuheu, tapi disebutnya "Mutiara Lombok"

Obrolan semakin lama semakin seru, seruputan kopi terasa semakin panas setelah mengetahui aku dari Jawa, beliau bilang kalau di sekitar sini (Dusun Mangsit) banyak perempuan bersuami orang jawa, tapi hanya sekitar 1 atau 2 tahun terus ditinggal pergi, entah kemana, heuheuheu *terharu*

lalu terjadilah #awkwardMoment yang membuat obrolan berakhir, dan aku pulang

segelas White Coffee

Share:

9 March 2016

Perang Api Menyambut Nyepi

Seperti Biasa, seperti halnya di tahun tahun sebelumnya, di H-1 Nyepi, di Kota Mataram selalu ada 2 tradisi pembuka yaitu Pawai Ogoh Ogoh dan Perang Api/Bobok. Pawai Ogoh Ogoh ini digelar siang hari sampai sore di sepanjang jalan pejanggik, cakranegara, Mataram. 

By the way untuk tahun 2016 ini aku gak berkesempatan untuk ikutan nonton langsung pawai Ogoh Ogoh, tapi cuma nonton foto fotonya di linimasa twitter, path, facebook dan instagram. Heuheuheu

photo by @antoxerror

Selain itu, karena memang lagi jam kerja sih, rasanya kurang sreg aja ninggalin kantor di jam kerja #pegawaiteladan , kecuali kalau diajakin bos untuk nonton, aku sih ayuk aja... Heuheuheu

Aku justru malah lebih tertarik dengan ritual di sore harinya, yaitu Perang Api/Bobok yang dilaksanakan di Jalan Selaparang, tepatnya di persimpangan Negarasakah, Cakranegara, Mataram, sekitar jam setengah 6 sore.

SEJARAH PERANG API
Ritual perang api ini merupakan tradisi di dua banjar yang telah berlangsung sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1838, yang dimana dulunya konon ditempat tersebut merupakan lokasi perang saudara yaitu peperangan antara kerajaan singosari dengan kerajaan karangasem (metaram). 

Tradisi perang api dilakukan oleh dua banjar yaitu Negarasakah dan Sweta yang hanya dipisahkan oleh jalan raya yang mana perang api ini diikuti oleh puluhan pemuda dari dua banjar tersebut dengan menggunakan daun kelapa kering yang diikat seperti sapu (disebut bobok) lalu dicelupkan keminyak tanah terus dibakar di tangan lalu disabetkan ke lawan hingga membentuk percikan-percikan api yang bertebaran, hingga ada yang kalah atau apinya mati.

Konon tradisi perang api ini dilakukan sejak datangnya wabah penyakit yang tidak jelas asalnya yang biasa oleh orang bali disebut gering atau gerubug, sehingga warga di dua banjar tersebut banyak yang meninggal dunia, maka untuk mengatasinya ada yang menganjurkan dilakukan pembakaran api, kegiatan perang api ini semula dinamakan mancesanah yakni ritual untuk mengusir buthakala dan tradisi ini dilakukan oleh umat hindu di dua banjar tersebut pada malam penyambutan hari raya nyepi, biasanya perang api dilakukan seusai pawai ogoh-ogoh serta upacara tawur kesange (memohon penyucian) di pura jagatnate taman mayura. 

Tradisi perang api/bobok bukan dilakukan untuk menyakiti lawan, akan tetapi ditujukan untuk mengeluarkan perasaan benci dan dendam meskipun tidak sedikit warga di kedua banjar yang kulitnya melepuh terkena bara api. Acara ini bermakna agar manusia memerangi hawa nafsu yang disimbulkan sebagai api, agar tidak jatuh korban ritual ini disertai dengan aturan yang ketat yakni peserta dilarang membakar kembali daun kelapa yang telah padam atau mengejar lawan yang telah padam daun kelapanya. Tapi aturan tinggal aturan, sore tadi sih aturan tersebut banyak dilanggar.

Kehadiran Polisi dan Pecalang sangat berperan penting dalam acara ini, entah apa jadinya kalau tidak ada mereka, mungkin sudah perang beneran, heuheuheu. Salut buat mereka... bayangkan deh, mereka tuh berdiri di tengah tengah diantara dua kubu yang sedang saling sabet sabetan api, mengawasi dan berusaha menghentikan tingkah laku peserta yang dirasa melebihi batas. 

Perang Api ini berlangsung sangat singkat, mungkin hanya sekitar 10 menit deh. Setelah selesai, kedua kubu kembali ke Banjarnya masing masing dengan tenang dan damai tanpa ada rasa amarah diantara mereka...







Sayang sekali, aku terlambat datang, Pas sampai lokasi, sudah sangat ramai, posisi posisi strategis sudah penuh, jadinya aku gagal deh dapat foto yang oke.... Ya sudahlah, mari kita ulang di tahun depan yaaa...

Selamat Hari Raya Nyepi Teman.....


VIDEO KESERUAN PERANG API DI LOMBOK (8 MARET 2016)


Share:

6 March 2016

Sensasi Makan Tanpa Piring di Talk Crab

di awal tahun 2016 ini, Satu lagi muncul tempat makan yang oke di Lombok, namanya "TALK CRAB". Resto ini punya satu keunikan, yaitu sajian menu utama berupa "Crab Set" yang cara menikmatinya enggak menggunakan piring dan sendok, dan lebih serunya dinikmati rame rame, atau istilah dalam bahasa sasak disebut "Begibung".

Resto ini beralamat di Jalan Selaparang No.47 Cakranegara, Mataram atau tepatnya di selatan SPBU Mayura, Cakranegara, persis di sebelah XO Suki.


Sebenernya sih konsep begibung dengan menu "Crab" ini sudah banyak diterapkan oleh resto resto di luar lombok, sebut saja Crab Bar di Bali, The Naked Crab di Semarang dan Surabaya (milik Momo Geisha),  The Holy Crab di Jakarta dan Bali serta masih banyak lagi, yang semuanya memasang kata "crab" di nama resto nya.

Ruangan yang ditempati Talk Crab ini tidak terlalu luas, hanya menempati satu los ruko, tapi dengan penataan interior yang oke, membuat ruangan ini nyaman banget, dan cocok sekali buat kalian kalian yang hobi banget selfie, karena banyak spot untuk foto foto unyu, heuheuheu

Buku menu di Talk Crab ini cukup selembar aja. Apa aja itu, monggo dilihat di foto di bawah ini :


Setelah menu utama (Crab Set) diorder, sang pelayan datang dengan membawa celemek plastik, kertas alas, talenan, tang pemecah kepiting dan palu bukan piring atau sendok, haha. Setelah beberapa saat dilanjut dengan pelayan lain yang datang dengan membawa ember besi dengan ukuran lumayan besar, kemudian mengambil isinya berupa plastik bening berisi menu orderan kita yaitu Crab Set yang terdiri dari Kepiting, udang, cumi, mussel, scallop, sosis, wortel, jagung dan saus pilihan. Saus ini bisa kita pilih saat order, pilihannya ada basic, black tornado, snow white, dan monster curry, Nah karena pelayan nya merekomendasikan yang basic, akhirnya aku pun pilih yang basic aja.

Plastik bening tadi kemudian ditumpahkan seluruh isinya ke meja yang sudah dilapisi alas kertas bersih sekali pakai... dan Tataaaaa seonggok "Crab Set" tersaji dengan unyu di meja kita. Hohoho ternyata penyajian seperti ini semakin menggugah selera ya, rasanya tuh pengen segera melahap itu semua binatang laut yang ada di situ.. Eits tapi berhubung kita ini maniak foto foto, sebelum disentuh, makanan ini harus difoto dari puluhan angle, hahahaha . Sabar yaaa crab, kamu jadi model foto kita dulu...




Disinilah tang dan palu berperan... Suara "kretek", "tak tok", "glodak" mengiringi dengan merdu saat para tamu menikmati menu ini dengan berusaha mengeluarkan daging kepiting dari kulit luar yang keras... Semakin puas saat kita cocol daging kepiting ke saus basic nya yang ternyata super duper pedess gaes.. dan jangan lupa lumat dan jilat jari jari kita sampai bersih, heuheuheuheu... Sausnya JUARAAA....


Berhubung ini saus basicnya pedes banget, kurang cocok buat kalian yang alergi pedas, enggak suka pedas, apalagi yang punya riwayat maag.. Tapi tenang aja gaes, masih ada menu menu yang lain kok, seperti Spaghetti atau Gyu Tan Don yang merupakan menu makanan dari Lidah Sapi, huhuhu....

Silak dicoba ya....


Baca Juga

Share:

1 March 2016

Jalan Jalan Keliling Eco Green Park

Karena lagi bosen ama wisata yang berbau pantai, di Liburan ini kita cuss ke Eco Green Park (EGP) di Kota Batu, sekaligus memuaskan rasa penasaran setelah 3 tahun lalu ke Batu dan belum sempet mampir ke Eco Green Park ini.


Lokasi EGP ini ada di Jalan Oro Oro Ombo, berdampingan dengan Jatim Park 2, dan deket banget ama tempat kita tinggal sementara di Batu, yaitu di Jalan Dewi Sartika 3, yaa kira kira selemparan batu lah ya (kalau yang melempar si atlet lempar lembing).

Dengan bermodalkan parkir motor dua ribu rupiah dan tiket masuk 60 ribu/orang (lagi weekend), kita dapet gelang kertas tahan air dan keringat, yang tandanya kita boleh masuk ke area EGP.


Seekor burung (foto di atas ini) yang bisa say "Hello" dan "Assalamualaikum" menyambut para pengunjung setelah melewati pintu masuk. Kita cukup ucapkan Hello / Assalamualaikum, nanti dia bakal ngikutin kata yang kita ucapkan, heuheuheu pinter yeee.

Di dalam area EGP ini banyak sekali terdapat wahana. kira kira sekitar 28. Bisa gempor dah seharian keliling EGP, nah bagi yang gak tahan capek, EGP udah nyediain fasilitas e-bike, tapi gak gratis lho, harus sewa tuh dengan tarif 100 ribu. Eits, kita gak sewa lho, kita keluarga kuat, strong dan berstamina, heuheuheu lumayan lah 100 ribu buat beli jajan.

Di postingan ini aku akan merangkum dari sekitar 28 wahana menjadi beberapa spot yang menurutku oke dan menarik, monggo disimak :

1. Hasil Karya dari Barang Bekas
Tak beberapa jauh dari pintu masuk, kita akan menjumpai patung Gajah yang terbuat dari puluhan televisi bekas dan Hasil daur ulang mobil bekas yang membentuk seekor hewan yang aku gak tahu itu hewan apa, hahaha



2. Insectarium
Ini merupakan sebuah wahana indoor yang berisi ratusan serangga, baik itu yang masih hidup maupun yang udah diawetkan. Berhubung aku udah sering nonton Channel Animal Planet, Nat Geo dan Nat Geo Wild aku jadi udah gak asing ama jenis jenis serangga aneh disini, cuman biasanya aku cuma lihat gambarnya di tipi, disini aku bisa lihat langsung wujud aslinya


3. Pasar Burung
di Wahana ini jadi inget film film luar negri yang adegannya banyak burung merpati di pusat kota. Semakin terasa oke saat salah satu petugas wahana ini memanggil puluhan burung merpati menggunakan butiran jagung, dan petugas lainnya membantu kita untuk mengambil foto saat burung merpati itu berhamburan terbang... Huhuhuhu


4. Rumah Terbalik
Kayaknya ini deh wahana paling primadona di EGP, lha gimana enggak, untuk menikmatinya saja harus antre panjang, adalah sekitar 30 menit kita berdiri ngantre untuk bisa masuk bergantian ke Rumah Terbalik ini.


Rumah terbalik ini adalah sebuah bangunan yang sengaja dibuat terbalik posisinya. Yang merupakan replika sebuah rumah yang menjadi korban Badai Sandy yang menerjang wilayah Karibia dan sebagian Amerika pada tahun 2012 lalu. Bukan cuma bagian luarnya saja yang terbalik, interior rumah ini juga didesain terbalik. Seperti apa serunya?? Silakan dicoba sendiri ya :)

5. Foodcourt
Yang ini sebenernya bukan termasuk wahana di EGP sih, tapi merupakan fasilitas buat pengunjung yang lokasinya gak jauh dari pintu keluar dan persis di samping wahana bird show. Cocok banget dah foodcourt ini, setelah capek dan lapar mengelilingi EGP, kita bisa istirahat sekalian makan di Foodcourt ini. Untuk bisa memesan makanan di salah satu kedai di sini, kita harus deposit dulu, minimal 50 ribu, dan akan mendapatkan kartu, semacam kartu Debet Bank untuk berbelanja di kedai kedai yang ada, nanti nilai pembelanjaan akan memotong nilai deposit. Semisal masih ada sisa, bisa lho ditarik kembali cash nya di tempat deposit tadi.


6. Pijat
Heheuheu, yang ini juga merupakan salah satu fasilitas di EGP yang lokasinya persis di sebelah Foodcourt. Saat istri dan anak makan di foodcourt, aku memilih bersantai di tempat ini sambil dipijat pijat kakinya. Ada beberapa paket yang bisa dipilih, mulai harga 15 ribu untuk telapak kaki saja. Uenaaak, pegel pegel langsung sirna di sini.... Badan fresh lagi... Kuat dah kalau disuruh keliling EGP dari awal lagi... Huahahaha



Gimana? Tertarik untuk bercapek capek ria keliling Eco Green Park juga? Silakan meluncur ke Jalan Oro Oro Ombo, Batu, Jatim atau tepatnya di sebelah Jatim Park 2. Nah biar lebih jelas, monggo disimak penampakan pintu masuk Eco Green Park via Google Street View :


Share:

Blog Archive