WHAT'S NEW?
Loading...

Perang Api Menyambut Nyepi

Seperti Biasa, seperti halnya di tahun tahun sebelumnya, di H-1 Nyepi, di Kota Mataram selalu ada 2 tradisi pembuka yaitu Pawai Ogoh Ogoh dan Perang Api/Bobok. Pawai Ogoh Ogoh ini digelar siang hari sampai sore di sepanjang jalan pejanggik, cakranegara, Mataram. 

By the way untuk tahun 2016 ini aku gak berkesempatan untuk ikutan nonton langsung pawai Ogoh Ogoh, tapi cuma nonton foto fotonya di linimasa twitter, path, facebook dan instagram. Heuheuheu

photo by @antoxerror

Selain itu, karena memang lagi jam kerja sih, rasanya kurang sreg aja ninggalin kantor di jam kerja #pegawaiteladan , kecuali kalau diajakin bos untuk nonton, aku sih ayuk aja... Heuheuheu

Aku justru malah lebih tertarik dengan ritual di sore harinya, yaitu Perang Api/Bobok yang dilaksanakan di Jalan Selaparang, tepatnya di persimpangan Negarasakah, Cakranegara, Mataram, sekitar jam setengah 6 sore.

SEJARAH PERANG API
Ritual perang api ini merupakan tradisi di dua banjar yang telah berlangsung sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1838, yang dimana dulunya konon ditempat tersebut merupakan lokasi perang saudara yaitu peperangan antara kerajaan singosari dengan kerajaan karangasem (metaram). 

Tradisi perang api dilakukan oleh dua banjar yaitu Negarasakah dan Sweta yang hanya dipisahkan oleh jalan raya yang mana perang api ini diikuti oleh puluhan pemuda dari dua banjar tersebut dengan menggunakan daun kelapa kering yang diikat seperti sapu (disebut bobok) lalu dicelupkan keminyak tanah terus dibakar di tangan lalu disabetkan ke lawan hingga membentuk percikan-percikan api yang bertebaran, hingga ada yang kalah atau apinya mati.

Konon tradisi perang api ini dilakukan sejak datangnya wabah penyakit yang tidak jelas asalnya yang biasa oleh orang bali disebut gering atau gerubug, sehingga warga di dua banjar tersebut banyak yang meninggal dunia, maka untuk mengatasinya ada yang menganjurkan dilakukan pembakaran api, kegiatan perang api ini semula dinamakan mancesanah yakni ritual untuk mengusir buthakala dan tradisi ini dilakukan oleh umat hindu di dua banjar tersebut pada malam penyambutan hari raya nyepi, biasanya perang api dilakukan seusai pawai ogoh-ogoh serta upacara tawur kesange (memohon penyucian) di pura jagatnate taman mayura. 

Tradisi perang api/bobok bukan dilakukan untuk menyakiti lawan, akan tetapi ditujukan untuk mengeluarkan perasaan benci dan dendam meskipun tidak sedikit warga di kedua banjar yang kulitnya melepuh terkena bara api. Acara ini bermakna agar manusia memerangi hawa nafsu yang disimbulkan sebagai api, agar tidak jatuh korban ritual ini disertai dengan aturan yang ketat yakni peserta dilarang membakar kembali daun kelapa yang telah padam atau mengejar lawan yang telah padam daun kelapanya. Tapi aturan tinggal aturan, sore tadi sih aturan tersebut banyak dilanggar.

Kehadiran Polisi dan Pecalang sangat berperan penting dalam acara ini, entah apa jadinya kalau tidak ada mereka, mungkin sudah perang beneran, heuheuheu. Salut buat mereka... bayangkan deh, mereka tuh berdiri di tengah tengah diantara dua kubu yang sedang saling sabet sabetan api, mengawasi dan berusaha menghentikan tingkah laku peserta yang dirasa melebihi batas. 

Perang Api ini berlangsung sangat singkat, mungkin hanya sekitar 10 menit deh. Setelah selesai, kedua kubu kembali ke Banjarnya masing masing dengan tenang dan damai tanpa ada rasa amarah diantara mereka...







Sayang sekali, aku terlambat datang, Pas sampai lokasi, sudah sangat ramai, posisi posisi strategis sudah penuh, jadinya aku gagal deh dapat foto yang oke.... Ya sudahlah, mari kita ulang di tahun depan yaaa...

Selamat Hari Raya Nyepi Teman.....


VIDEO KESERUAN PERANG API DI LOMBOK (8 MARET 2016)


6 comments: Leave Your Comments

  1. mumpung lg senggang & mataharinya masih ketutup separo blogwalking dulu ah ke mataram :D

    aq taunya malah perang pandan di Bali. klo perang api ini apa ya ada mobil pemadam kebakaran. Takutnya ada insiden kebakaran gitu? hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kulihat sih enggak ada petugas pemadam kebakaran..
      iya bener juga sih, mengingat di samping ini banyak rumah... harusnya ada

      Delete
  2. Seru bgt ya..jd pgn nonton lgsg thn depan

    ReplyDelete
  3. Kalo ngak ada polisi atau pecalang, bisa beneran bakar2 rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya bakal begitu....

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar