25 August 2019

Makan Siang di Mezzanine Jogja

Siang itu, tanggal 10 Juni 2019, dari rumah kita udah merencanakan untuk makan siang di Warung Layar Sentuh, yang berlokasi di Jalan Palem Raya, Ngaglik Sleman. Tapi sayang sekali, pas sampai sana, ternyata warungnya tutup donk. Ya sudah akhirnya kita beralih ke tempat makan yang lain yang memang sudah ada dalam catatan kita.

Tempat makan yang berikutnya kita tuju adalah Mezzanine Eatery & Coffee yang berlokasi di Jalan Palagan, Ngaglik Sleman Jogja, enggak terlalu jauh dari Warung Layar Sentuh, cuma sekitar 3 km saja.


Parkiran depan Mezzanine tidak terlalu luas sih, untungnya ada lahan kosong di sebelah Mezzanine yang bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan.

Dari depan, warung ini terlihat serba abu, dengan dinding yang didominasi oleh kaca bening dan hiasan dedaunan hijau. Dari luar sih kelihatannya adem ya di dalem, heuheuheu




Tapi ternyata kita salah gaes, dikarenakan banyak kaca bening, dan bahkan atapnya juga sebagian meloloskan cahaya matahari, suasana di dalam warung ini jadi panas gaes, panas matahari sepertinya terperangkap di dlam sini deh, karena serba terbuka, di dalam sini tidak menggunakan AC melainkan Kipas Angin saja. Kurang cocok nih buat makan siang, tapi kalau sore hari kayaknya cocok deh , udah adem, apalagi malam.

Tapi jujur, aku terkesima ama desainnya, dengan banyak kaca gini, bagian dalam warung jadi terang benderang, penuh cahaya ilahi, jadi woke buat fotoan, heuheuheu. Bahkan sampai ada pohon tinggi lho dalam nya.


Kita mengambil tempat duduk di bagian depan, lantai 1 di sebelah salah satu pohon tinggi, dekat dengan dapur, kasir dan stand ice cream. 

Sesaat setelah kita duduk, salah satu pelayan datang mendekat, dan menawarkan untuk duduk di dalam saja, tapi kita menolak dan tetap pengen duduk di sini saja. Kemudian pelayan tersebut menyerahkan buku menu.

Menu yang disajikan Mezzanine ini bisa dibilang lumayan lengkap ya, mulai dari masakan lokal seperti Rawon, Nasi Goreng, Sop Buntut, Sop Iga sampai ke Menu Luar seperti Pasta, Spaghetti, Burger, dan Salad. Sedangkan untuk minumannya ada kopi, teh, jus buah, softdrink bahkan sampai wine dan bir pun ada.




Sambil menunggu pesanan kita tiba, aku pun iseng jalan jalan ke lantai dua buat foto foto. Huaaa lantai duanya kosong melompong gaes, yaa wajar sih di sini hawanya lebih panas karena lebih dekat dengan atap yang terdiri dari sebagian seng dan sebagian atap transparan. Padahal bagus lho pemandangan di atas sini. Oia di lantai dua ini juga disediakan Musholla lho.



Pesenan makananku adalah Pasta, nah di buku menunya ada beberapa menu pasta yang bisa dipilih, seperti Creamy, Bolognese, Aglio Olio, dan Pescatore. Awalnya sih aku mau pesen yang Creamy, eh ternyata kosong, ya sudah akhirnya aku pesen yang Aglio Olio. Dan untuk jenis pastanya juga ada 3 jenis, yaitu Spaghetti, Fettucine, dan Penne. Main aman, aku sih pilih yang sphagetti aja. Dari Segi rasa, gak usah diragukan, sphageti seharga 42rb ini rasanya juara. Yang aku suka dari aglio olio ini kombinasi minyak dan bawangnya itu lho, gurih banget

Nah, istriku pesennya Half Roasted Baby Chicken, dengan bahasa mudahnya Setengah Daging Anak Ayam yang dibakar, heuheuheu. Penyajiannya menggunakan Saus Lada Hitam, Beberapa potong brokoli, wortel, jagung dan Potato Wedges.  Daging ayamnya lembut banget, kematangannya pas, enggak overcook. Potongan sayuran nya masih seger, masih kriuk kriuk saat dikunyah. Dijamin super kenyang setelah ngabisin seporsi menu seharga 59ribu ini.


Untuk minumannya aku pesen seperti yang ada di foto di atas, sayangnya aku lupa namanya, haha. Yang jelas isinya tuh green tea dlm bentuk es batu kotak kotak dan disajikan dengan susu full cream yang terpisah. Huaaaa enak, segerrr, manisnya pas enggak bikin eneg.

Sehabis makan, kita enggak langsung pulang donk. Aku jalan jalan lagi masuk ke Mezzanine bagian dalam yang lantai 1. Di bagian ini lumayan ramai , yang sebagian besar adalah group keluarga gitu. Hawa disini enggak terlalu panas, karena ada beberapa kipas angin. 



Untuk pembayarannya bisa cash, debit, kredit dan pakai Gopay, nah berhubung lagi ada promo kalao bayar pakai gopay, aku jadinya isi gopay dulu donk, heuheuheu dan bayar pakai gopay. Lumayan dapet diskon.

Nah buat kalian yang mau kesini juga, bisa lihat petanya di bawah ini :


Share:

19 August 2019

Foto Foto di Ice Cream World Jogja


Pas diajakin istri ke Ice Cream World Jogja, awalnya tuh aku kirain itu adalah tempat jualan es krim dari berbagai negara gitu, lha namanya aja ada kata kata "world" nya, heuheuheu. Eh tapi ternyata bukan, tempat itu adalah sebuah wahana tempat foto foto, seperti halnya rumah rumah terbalik gitu, tapi kalao yang ini fokus ke suasana atau pernak pernik es krim dan kerabatnya sebagai objek dan background foto.

Lokasinya berada di Jalan Raya Solo - Jogja, enggak jauh dari Bandara Adi Sucipto , sebuah bandara lama yang sebentar lagi bakal pindah ke daerah Wates, Kulonprogo, Jogja. Nasibnya sama seperti Bandara Selaparang di Kota Mataram, Lombok. Sekarang pindah ke Praya yang lumayan jauh dari Pusat Kota.

Pagi itu, setelah sarapan di Hotel tempat kita menginap, yaitu Omah Njonja di daerah Condongcatur, kita langsung meluncur ke lokasi. Dikarenakan ini adalah hari kerja, jalanan yang kita lalui enggak terlalu padat, lumayan lancar lah sampai ke lokasi.


Parkiran Ice Cream World lumayan luas untuk menampung beberapa mobil, lokasi parkiran ini berbagi tempat dengan warung makan di sebelahnya, jadi misalkan parkiran terlihat rame, belum tentu itu orang orang pada di dalam Ice Cream World Jogja ya, bisa jadi lagi makan di warung makan sebelahnya.


Pas kita masuk ruangannya, huaaaaa isinya serba pink pink donk, ini buat ciwi ciwi yang suka banget ama warna pink, pasti bakal heboh pas masuk sini. Di arah kanan kulihat rak sandal/sepatu, sedangkan di kanan dalam terlihat showcase berisi es krim berbagai macam rasa, di tengah terdapat pintu masuk ke area foto foto nya, sedangkan di arah kiri terdapat tempat pembelian tiket masuk, dengan beberapa meja kursi di sekitar sini.

Untuk tiket masuknya dibagi menjadi dua, anak anak dan dewasa, yang bisa juga dipaket dengan es krim. Rinciannya begini :
1. Anak Anak : 20 ribu
2. Anak Anak + Es krim : 40 ribu
3. Dewasa : 40 ribu
4. Dewasa + Es Krim : 60 ribu

Oia, sebelum masuk ke ruangan ruangan , kita harus melepas alas kaki terlebih dahulu dan meletakkannya di rak yang telah disediakan, yang bisa kita ambil lagi saat sudah keluar dari ruangan ruangan foto.


Ruangan pertama, kita langsung disuguhkan sebuah cone raksasa dengan es krim warna warni di atasnya, sedangkan di sampingnya terdapat cake. Next, di kamar sebelah terdapat sekotak coklat kitkat yang coklatnya udah tergeletak di lantai, heuheuheu, dengan sedikit hiasan bunga matahari. Sebenernya biasa aja sih, tapi ya masa gak foto foto?


Nah ruangan berikutnya baru seru nih, ada kolam bola berwarna putih dan biru muda , di dindingnya terdapat tulisan Pool Time, diantara bola bola tersebut terdapat beberapa boneka, dan di salah satu sudut tersedia semacam rambut palsu warna warni untuk aksesoris foto foto. Di bawah tulisan Pool Time terdapat semacam papan kayu , yang ceritanya seperti papan loncat di kolam renang gitu loh. Di atas sini terdapat AC yang berhembus kencang, jadi rasanya dingin banget pas di kolam bola ini.

Kemudian untuk ruangan ruangan berikutnya, ini nih foto foto nya :





 Lha, gitu doank?

Yuhuuu, emang segitu doang ruangannya, menurutku sih dikit banget, jadi rasanya kemahalan untuk tiket masuknya.

Nah sehabis keluar dari ruangan terakhir, kita akan kembali ke ruangan pink yang kita masuki di awal tadi. Karena si kecil tiketnya dipaketin ama es krim, jadinya pas keluar ruangan, kita mendapat es krim, yang rasa nya bisa kita pilih sendiri.


Rasa es kirm nya? Huaaaa untungnya enak, segerrrr. Para pengunjung bisa membawa pulang es krim ini, ataupun bisa juga makan di kursi yang telah disediakan.

Nah gimana? Tertarik? Ini nih peta lokasi Ice Cream World di Jogja :

.


Share:

13 August 2019

Jiwans Garden : Kebun Bunga Matahari di Oesao Kupang


Sehabis kita sarapan di CFD Jalan El Tari Kupang (11/08/2019), sekitar pukul 08.15 WITA kita langsung cuss menuju Kabupaten Kupang, tepatnya di daerah Oesao.

Tujuan kita ke Oesao pagi pagi adalah untuk foto foto di sebuah kebun bunga matahari yang belum lama ini resmi dibuka, yaitu pada tanggal 31 Juli 2019, dimana saat pembukaannya kemarin diresmikan secara langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kupang (Jerry Manafe) dan dihadiri pula oleh Gubernur NTT, Victor B Laiskodat.


Kebun Bunga Matahari ini oleh pemiliknya diberi nama Jiwans Garden. Akses menuju tempat ini sangatlah mudah, kita tinggal mengarahkan kendaraan ke arah Pasar Oesao, dan di pertigaan Pasar Oesao kita belok ke arah kanan (Selatan), lanjut ikutin aja jalan itu sampai menemukan plang besar Jiwans Garden. Enggak jauh kok dari kota kupang, enggak nyampai sejam perjalanannya, bisa menggunakan motor atau mobil.

Untuk masuk ke area kebun bunga matahari, kita harus membayar tiket masuk sebesar 10ribu rupiah per orang. Nah dari jalan utama, jalan masuk menuju kebun bunga ini masih berupa jalan tanah sepanjang kira kira 200 meter yang cukup untuk 1 mobil dan ada 1 titik yang jalannya menurun agak curam, jadi harus hati hati ya. Saranku sih ke sini pas pagi atau sore hari ya biar gak panas, dan fotonya lebih bagus.


Jam 9 pagi sampai sini ternyata udah terlalu terik ya, sinar mataharinya kuat banget jadi sedikit over pas di foto, masih kurang pagi nih. Kalau misal mau datang sore lebih bagus lagi, setelah jam 4 gitu, tapi ya dijamin bakal rame banget sih.

Sepi..... Itu yang kurasakan saat sampai di kebun bunga matahari ini, hanya ada beberapa motor dan 1 orang tua yang duduk di bangku di bawah pohon di dekat sebuah bangunan yang tertutup terpal warna biru, sepeetinya sih bangunan itu tempat peternakan ayam, dan kulihat di dekat sini ada dua bangunan seperti itu yang sama bantuknya.


Kuparkirkan kendaraan di bawah pohon, untungnya belum banyak kendaraan lain, jadinya aku bisa pilih tempat parkir yang aku suka, yang paling nyaman dan aman.

Kebun bunga seluas setengah hektar ini ternyata pohon bunga mataharinya tinggi tinggi banget, lebih tinggi dari tinggi badanku, heuheuheu, berbeda banget ama kebun bunga matahari yang pernah aku kunjungi sebelumnya di daerah lain. 


Karena saking tingginya itu , di beberapa titik di dalam kebun ini dibuat semacam kayu pijakan/tangga, dimana kalau kita naik kesitu, badan kita akan lebih tinggi daripada pohon bunga matahari.

Kulangkahkan kaki mengelilingi kebun bunga ini, dan kulihat sih bunga bunga disini sudah dalam masa menuju layu, mungkin seminggu lagi bunga bunga ini akan kering deh. Tapi untungnya di sisi lain kebun ini masih ada banyak pohon bunga matahari yang belum berbunga, dan ada pula yang baru aja berbunga, jadi bisa dipastikan nanti enggak bakal kering semua dengan bebarengan masih ada cadangan.


Di bagian tengah kebun bunga ini terdapat satu bangunan dari bambu untuk beristirahat, semacam gazebo/lopo. Namun sayangnya aku enggak melihat warung ya, coba ada warung kopi di deket sini, pasti asyik nih. Aku jadi membayangkan asyiknya ngopi sambil makan mie instan rebus dengan ditemani cantiknya bunga bunga matahari, heuheuheu.

Enggak lama aku disni, karena udah terlalu terik, kasihan anak anak kepanasan. Setelah puas foto foto, kita pun langsung cabut dari kebun bunga matahari ini.


Semoga kebun bunga ini tetep terjaga ya, dan karena siklus mekar bunga matahari ini cukup singkat, semoga tetap ditanam terus ya ama pengelolanya, semoga tetep bersih, semoga tetep ramai, dan semoga nanti ditanam bunga lain selain bunga matahari, biar makin cakep kebun nya.

Nah buat kalian yang pengen kesini juga, gampang banget kok rutenya, untuk acuan silakan lihat peta di bawah ini :



.
Share:

8 August 2019

Pantai Alak : Dipenuhi Ilalang dan Batu Karang

Sebenernya enggak ada rencana khusus sih ke pantai ini, cuman waktu itu sehabis dari Pantai Baliana, kita bingung mau kemana, kalau langsung pulang kok nanggung karena hari masih terang dan sebentar lagi senja, mau ke cafe nongkrong tapi kok males, mau ke pantai lagi, tapi belum punya tujuan pasti kemana. 


Akhirnya kita menyusuri aja jalan Helong Raya, Jalan Yos Sudarso lalu ke Jalan M Praja melewati Cafe Tebing, RM Kuah Asam Tenau, dan berhenti sejenak di objek wisata Goa Monyet. Kita tidak turun dari kendaraan, kita cuma melihat tingkah lucu monyet monyet dari dalam mobil. Ada yang berinteraksi dengan kambing, menyusu ke induknya, bermain manin dengan plastik bekas makanan dan ada pula yang cuma duduk santai sambil garuk garuk kepala.


Enggak lama, cuma sekitar 15 menit saja kita disini, saat berhenti inilah aku sambil buka aplikasi google maps, untuk mencari pantai terdekat yang bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda 4, ada sih sebenernya pantai di depan goa monyet ini, Namanya Pantai Kelapa Satu, namun harus jalan kaki dari tempat kita berhenti ini, karena lagi bawa bayi, jadi enggak memungkinkan. Aku pun mencoba peruntungan dengan melanjutkan perjalanan ke arah kota, dengan pelan pelan sambil lihat ke kiri, siapa tahu ada jalan masuk ke pantai yang lumayan lebar.


Kendaraa kuhentikan persis di seberang pintu masuk ke Bils Resto, kulihat ada jalan masuk yang lumayan lebar, dan beberapa kali kulihat sepeda motor keluar masuk dari/ke arah pantai. Langsung aku pastikan di aplikasi google maps, dan ternyata benar, dari aplikasi peta itu terlihat ada jalan besar menuju pantai. Nama Pantai nya adalah Pantai Alak (sesuai dengan daerah).  Tanpa ragu, aku pun mengarahkan kendaraan masuk ke jalan itu, mengikuti jalur yang ada, dan sampailah kita ke pantai nya. FYI jalan ini kondisinya berupa tanah berbatu kecil, dengan sedikit menurun, cukup aman kok dilalui mobil, bahkan untuk city car pun aku rasa bisa melalui jalur ini dengan mudah.


Karena sudah memasuki musim kemarau (meski terkadang masih ujan) area di sini dipenuhi dengan ilalang warna coklat, huaaaa cocok nih buat foto foto. 

Pantai di sekitar sini tipenya pantai berkarang, hampir sama lah dengan Baliana, cuman bedanya di Pantai Baliana tadi kita bisa jalan turun ke pantainya dan menyentuh pasir sedangkan di Pantai Alak ini enggak bisa, karena air laut menutupi semua bagian pasir pantai, ombak pun lumayan besar hingga sampai atas kadang kadang. Sehingga kita cuma bisa foto foto di atas batu karang saja.


Berbisara masalah fasilitas, disini tidak ada fasilitas umum satupun, cuma ada area parkir aja yang lumayan luas, itu pun gratis, enggak ada biaya parkir maupun tiket masuk. Jadi kalau mau ke pantai alak ini pastikan bawa makanan/minuman dari rumah atau dari membeli di warung, pastikan juga sudah pipis sebelum nya karena disini enggak ada toilet umum. Satu barang yang wajib dibawa adalah kamera, haha, baik itu kamera yang beneran kamera ataupun cuma dari kamera hape, karena sayang banget kesini enggak foto foto, lha pemandangannya bagus banget cuiii, bisa foto dengan latar batu karang dan laut, bisa pula foto dengan latar ilalang coklat.


Nah buat kalian yang pengen santai di pantai tapi dengan lokasi yang deket dari kota kupang, bisa mampir ke sini, ke pantai alak, untuk lokasi persisnya bisa di lihat di bawah ini :


.
Share:

2 August 2019

Huaaa Ada Tanos di Kupang

Mau ketemu ama Tanos? Ke Kota Kupang aja yukkk..


Heuheuheu Tanos yang kumaksud disini bukan musuhnya (Alm) Iron Man dkk yaaa, tapi sebuah taman yang bernama Taman Nostalgia (Tanos). Lokasinya di Jalan Frans Seda, Kelapa Lima, Kupang, enggak jauh dari Lippo Plaza.

Berdasar info yang kudapat, taman nostalgia ini diresmikan pada tanggal 8 Februari 2011 oleh Bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Awalnya dibangun sebagai tempat untuk meletakkan Monumen Gong Perdamaian Nusantara (GPN) Kota Kupang. By the way, gong perdamaian seperti ini ada juga lho di kota kota lain, seperti salah satunya yang pernah kudatangi di Alun Alun Kota Purworejo, Jawa Tengah.


Taman yang menjadi salah satu ikon dan kebanggaan Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tegggara Timur (NTT) ini mempunyai luas kurang lebih hampir satu hektar, dan menjadi tempat nongkrong warga Kota Kupang. Di taman ini tersedia Wifi gratis untuk para pengunjung, sehingga sering terlihat banyak yang membawa laptop bemain internet di sini. Entah itu ngerjain tugas, main game, internetan doang ataupun nonton youtube.


Selain menjadi tempat nongkrong, taman ini juga mempunyai jogging track lho, nah kalau kesini pas sore hari, kalian bakal menjumpai orang orang yang sedang lari mengelilingi taman ini. Selain itu di bagian tengah terdapat arena bermain untuk anak anak, pas aku kesini kemarin,  hari minggu pagi, sepi banget, puas dah anakku main ayunan, perosotan dan lari lari kesana kemari.



Enggak hanya itu aja, di taman kota ini juga terdapat Paguyuban Pedagang Kuliner Taman Nostalgia lho, dimana terdapat belasan lapak kuliner yang buka dari sore hingga malam hari. Beragam makanan seperti bakso goreng, siomay, mie ayam dan jenis makanan lainnya pun tersedia di lapak kuliner ini, tapi tentu saja yang paling ngehits adalah Salome, semacam cilok dengan bumbu kacang. Kalau kalian lagi ke Taman Nostalgia, wajib cobain kuliner yang satu ini. Bisa pilih yang digoreng atau yang pakai kuah.

***

Peta Lokasi Taman Nostalgia, Kupang


.

Share:

Blog Archive