29 October 2018

3 Hotel Termurah Yang Paling Terkenal di Surabaya


Sebagai warga Negara Indonesia, tentunya kita sangat familiar dengan sebuah kota yang bernama Surabaya. Ya, kota yang menjadi ibu kotanya Provinsi Jawa Timur ini memang selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun asing. Nah, bagi yang hendak berlibur kesana, inilah 3 hotel termurah yang paling terkenal di Surabaya :

1. Global Inn Keluarga
Hotel termurah paling terkenal di kota Surabaya yang pertama, yakni bernama Global Inn Keluarga yang beralamat di Jl. Juanda No. 22, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Adapun mengenai beberapa fasilitas hotelnya yang terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, wifi gratis, parkir gratis, dan sebagainya. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath towel, shampoo, bath & toilet, tv, shower, air conditioner, dan sebagainya. Lantas, berapakah harga sewa per malamnya? Harga sewa per malam di Global Inn Keluarga ini sekitar Rp 140 ribuan saja.

2. Andalus Hotel
Selain Global Inn Keluarga, Andalus Hotel juga merupakan salah satu hotel murah di Surabaya yang jangan sampai kamu lewatkan. Fasilitas yang ada di Andalus Hotel ini terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, parkir gratis, wifi gratis, morning call, dan sebagainya. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath & toilet, shower, Ac, hair conditioner, body soap, shampoo, dan sebagainya. Alamat Andalus Hotel ini berada di Jl. Sutan Iskandar Muda No. 65, Ampel, Surabaya, sedangkan harga sewa per malamnya sekitar Rp 130 ribuan saja.

3. RedDoorz @ Sedati
Hotel murah di kota Surabaya berikutnya adalah RedDoorz @ Sedati, yang beralamat di Jl. Mangkurejo No. 1A, Sedati, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur. Fasilitas hotelnya terdiri dari layanan kamar, layanan kebersihan, wifi gratis, dan parkir gratis. Untuk fasilitas kamarnya terdiri dari bath & toilet, shower, tv, Ac, body soap, dan shampoo. Harga per malam di RedDoorz @ Sedati ini sekitar Rp 132 ribu.

Itulah 3 hotel termurah yang paling terkenal di Surabaya. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk bermalam disana?

Share:

22 October 2018

Senja Pertama di Pantai Oesapa Kupang

Huaaaa masa kejayaanku di Pulau Lombok telah usai....
Mulai awal oktober 2018, aku pindah tugas dan tentunya pindah tempat tinggal ke tempat baru yang lokasinya lumayan jauh dari Lombok, heuheuheu

Yuhuuu aku pindah Kupang gaes.... (dengan tiba tiba)
Tahu khan Kupang? Itu lho ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di Pulau Timor, satu pulau dengan negara tetangga Timor Timur.

Kesan pertama saat menginjakkan kaki di tanah kupang adalah "panass", yuph udara di sini panas abisss, gersang dan berdebu, ya mungkin karena memang lagi musim kemarau ya. Tapi itu gak menyurutkan semangatku donk untuk mengeksplore Kupang.

Nah di sore harinya kita langsung donk mencari lokasi terbaik untuk sunset, dengan diantar oleh beberapa teman dari kupang, kita pun menuju sebelah utara kota kupang, yaitu Pantai Oesapa. Lokasi persisnya adalah di kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, Kupang, NTT, kira kira sekitar 10 km dari pusat kota kupang.

Enggak nyangka sih ternyata pantainya rameee banget, entah karena ini hari minggu sore atau memang rame tiap hari ya...

Dengan garis pantai yang lumayan panjang, di sepanjang pantai ini banyak terdapat cafe cafe/tempat nongkrong dengan penampilan yang warna warni, ada yang pake kursi kursi biasa, ada pula yang pake bean bag dan payung warna warni ala ala La Planca di Bali.

Untuk parkir kendaraan lumayan susah sih, karena sepanjang jalan udah dipenuhi motor dan mobil, lagipula  di sekitar sini enggak ada lahan khusus parkir, jadi kendaraan ya parkirnya di sepanjang bahu jalan. Oia satu yang unik di sini, di sisi kiri jalan ini banyak terdapat pohon lontar yang udah tinggi tinggi, ditanam dengan teratur, bagus sih sebenernya untuk foto foto, tapi sayang sekali aku enggak sempet fotoan di spot ini.


Setelah dapat tempat untuk parkir mobil, kita pun berjalan kaki menyusuri jalan untuk mencari tempat nongkrong yang woke dan tentunya yang masih kosong sih, hingga akhirnya kita memutuskan untuk nongkrong di sebuah cafe bernama "Sunset Cafe" , heuheuheu namanya gak kreatif banget yak.

Menu yang disajikan di sini lumayan lengkap ya, dari yang ringan sampai berat. Nah untuk daftar lengkapnya, silakan lihat di kertas menu di bawah ini


Sambil nunggu pesanan datang, aku iseng iseng donk turun ke pantai nya, jalan jalan keliling bentar sambil foto foto. Air laut sore ini sangat jauh di tengah, sepertinya ini lagi surut banget, jadinya banyak kapal yang teronggok di pantai, para pengunjung pun bisa berjalan kaki jauh ke tengah, banyak anak kecil pula yang main air dan pasir di kubangan air.

Nah ada satu hal yang baru aku temui di sini, belum pernah kulihat sebelum nya, yaitu tukang foto yang menjual jasa foto ke para pengunjung yang sebagian besar muda mudi. Untuk fotonya dijual dengan harga 2000/foto dalam bentuk softcopy yang akan ditransfer langsung ke HP. Hasilnya sih lumayan oke ya karena menggunakan kamera DSLR besar plus Lampu Blitz. Btw sepertinya orang orang disini belum banyak yang punya kamera sendiri, kamera hp kurang mumpuni untuk foto foto saat gelap (sunset). Sehingga jasa fotografer masih laku keras di sini.




Saat pesanan mulai datang , aku pun beranjak dari pantai, kembali ke meja.
Ada Salome, Mie Rebus, Kentang Goreng, Pisang Bakar Pipih (mirip Pisang Epe di Makassar), dan berbagai minuman, baik yang halal maupun yang haram, heuheuheu. Kalau aku sih cukup Extra Joss Susu alias Josua...

Syahdu sekali rasanya sore ini, ngobrol bareng keluarga baru di Kupang yang super baik, sambil menikmati cemilan dan senja. Gak ada suara ombak di sini, karena nun jauh disana...

Sebelum pulang, kita terlebih dahulu memanfaatkan jasa fotografer yang tadi kuceritakan. Tapi karena rame, kita tidak langsung mendapat giliran, harus nunggu antrean dulu, ya kira kira 15 menit kemudian barulah mereka datang menghampiri untuk fotoin kita.


Setidaknya disini ada 2 orang yang berperan, orang pertama adalah si fotografer yang membawa kamera dan bertugas mem-foto kita , dan orang kedua yang bertugas mentransfer foto dari kamera ke hp kita. Jadi prosesnya foto dari kamera dipindah ke laptop, lalu orang kedua tadi memindahkan foto dari laptop ke HP konsumen menggunakan kabel data. Heuheuheu. Karena kita order 5 foto, jadinya kita harus bayar 10ribu rupiah saja.

Setelah bener bener udah gelap, kita pun cabut dari pantai ini. Nah buat kalian yang lagi jalan jalan  ke Kupang, wajib banget buat mampir ke pantai ini. Untuk lokasinya , silakan lihat peta di bawah ini :

.


Share:

16 October 2018

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Harga Sewa Mobil


Menyewa mobil menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama Indonesia untuk bepergian. Meskipun harus mengeluarkan budget yang tidak murah, namun menyewa mobil bisa dibilang pilihan yang tepat untuk kebutuhan transportasi keluarga. Biasanya menyewa mobil dilakukan bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi namun malas menggunakan angkutan umum. Saat ini juga telah banyak perusahaan yang menawarkan jasa sewa mobil untuk mudik maupun untuk sekedar berlibur. Mobil yang ditawarkan pun juga beragam. Mulai dari mobil dengan ukuran sedang hingga yang berukuran besar untuk memuat banyak orang. Untuk keperluan mudik, biasanya yang paling banyak dicari adalah mobil dengan kapasitas besar karena biasanya saat mudik orang-orang akan membawa banyak barang utnuk oleh-oleh keluarga di kampung halaman. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung dengan mobil yang digunakan serta waktu sewa mobil. Untuk para konsumen yang ingin menyewa mobil, sebaiknya tidak tergoda dengan perusahaan yang menawarkan harga murah. Konsumen juga harus lebih pintar dalam memperhatikan nilai yang didapatkan dari perusahaan yang akan menjadi tempat sewa mobil. Terutama yang harus diperhatikan yaitu keamanan, keselamatan, serta kenyamanan dari kendaraan yang akan disewa. 

Harga sewa mobil biasanya ditentukan oleh beberapa hal seperti jenis mobil, lama penggunaan mobil, serta waktu. Setiap jenis mobil memiliki harga sewa yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah muatan yang dapat ditampung oleh mobil tersebut. Biasanya semakin besar mobil, maka harganya juga semakin tinggi. Beberapa jenis mobil yang ditawarkan antara lain Avanza, Xenia, Livina, Innova, dan lain-lain. Biasanya untuk jenis mobil Innova dibanderol dengan harga Rp 400 ribu per harinya. Harga ini akan berbeda apabila yang digunakan jenis mobil Innova dengan ukuran yang lebih besar, yaitu ditawarkan dengan harga Rp 1 juta per hari. Sedangkan untuk jenis mobil Avanza dihargai Rp 350 ribu per hari. Sedangkan untuk jenis mobil city car seperti Ayla, Brio, dan Agya ditawarkan dengan harga Rp 250 ribu per hari. Selain dihargai per hari, jasa sewa mobil juga menawarkan harga paketan, mingguan maupun bulanan. Seperti untuk mobil jenis Avanza atau sejenis MPV, untuk paket 10 hari dibanderol dengan harga Rp 5 juta. Tersedia juga paket lain yaitu untuk mobil jenis Innova ditawarkan dengan harga Rp 7 juta untuk 10 hari. Tarif ini sama untuk jenis mobil Avanza. Harga yang ditawarkan tersebut belum termasuk ongkos supir maupun bensin.

Konsumen juga harus memperhatikan waktu untuk menyewa mobil. Hal ini dikarenakan sewa mobil pada hari biasa harganya akan jauh berbeda ketika harga sewa mobil pada saat lebaran. Tentu saja sewa mobil pada saat lebaran harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan pada hari biasa. Hal ini disebabkan pada hari lebaran banyak orang yang menyewa mobil sehingga jumlah mobil menjadi semakin langka. Biasanya harga yang ditawarkan saat lebaran naik dua kali lipat dibandingkan pada saat hari biasa. Begitu juga untuk ongkos supir maupun bensin juga mengalami kenaikan pada saat lebaran. Jika di hari biasa ongkos supir ditawarkan dengan harga Rp 150 ribu per hari, maka pada saat lebaran ongkos supir bisa menjadi Rp 250 ribu per hari. Tariff yang ditawarkan tersebut belum termasuk ongkos untuk makan supir yang tentunya juga harus ditanggung oleh para konsumen. 

Share:

Cerita dari Tanjung Aan dan Bukit Merese


Dengan berbagai permasalahan yang ada, kawasan Mandalika cukup lumayan lama berbenah. Namun alhamdulilah sekarang, jalan jalan udah lebar dan mulus, fasilitas umum ditambah (tempat bilas), pembangunan beberapa hotel mewah, serta udah ada masjid besar bernama Masjid Nurul Bilad.

Namun itu semua hanya di sekitar pantai Kuta Mandalika saja, berbeda kondisinya dengan pantai Tanjung Aan dan sekitarnya, Jalannya sebagian besar masih rusak dan yang paling mengganggu adalah tembok panjang yang membentang sepanjang pantai dari Bukit Merese, sumpah deh nih tembok ganggu banget, enggak segera dilanjutkan pembangunan lagi, dibiarin gitu aja.


Beberapa hari yang lalu, aku menyempatkan mampir ke Pantai Tanjung Aan, setelah setahunan lebih enggak kesana, heuheuheu. Sudah sering sih mendengar cerita mengenai tembok panjang itu, hingga akhirnya aku melihat sendiri.

Untuk masuk ke tanjung aan di bagian kaki bukit merese, kita dipungut biaya 10rb rupiah/mobil, enggak menghitung isi orang nya berapa, pokoknya semobil 10rb. Kendaraan kita parkirkan di deket jalur pendakian ke Bukit Merese, dari portal masuk tadi ke parkiran ini, dahulu pemandangannya bagus lho, pantai indah dengan pasir putih, tapi sekarang pemandangannya tembok, heuheuheu.

Dari parkiran, kita berjalan kaki untuk menuju pantai yang berada di balik tembok ini. Ada lobang kecil di tembok itu (entah siapa yang melobangi), kita harus nunduk (bener bener nuduk) untuk bisa masuk, sedangkan si kecil bisa langsung masuk aja, karena tinggi lobang ini sekitar 5cm di atas kepala si kecil.

Yuhuuuu, akhirnya kita sampai juga di pantainya....




Suasana Tanjung Aan di bagian ini paling uenaak dah, karena teduh, banyak pohon nya, sehingga kita bisa goler goler tiduran di pasir sambil menikmati suara deru ombak. Kita goler goler dulu karena saat sampai sini masih lumayan terik, yaa sekalian istirahat lah ya.

Walaupun sebenarnya nyaman, namun ada 3 hal nih yang sedikit mengganggu.

Yang pertama adalah banyaknya sampah, baik itu sampah organik (rumput laut) maupun bungkus bungkus makanan. Sampah organik ini disebabkan karena akhir akhir ini ombak lagi besar, jadi banyak terbawa sampai tepi pantai, sedangkan sampah bungkus makanan, yaaa seperti biasa disebabkan oleh wisatawan yang gak peduli ama sekitarnya, padahal ada lho tempat sampah di sekitar sini.

Yang kedua adalah banyaknya anjing, entah ini anjing liar atau anjing milik warga sekitar yang membuka warung di sekitar pantai. Kehadirannya lumayan mengganggu sih, suka mendekat dekat, apalagi kalau kita sedang makan semacam daging2an... Terus juga suka berkelahi mereka, suaranya itu lho, serem cui..

Yang ketiga adalah para penjaja gelang dan kain. Pekerjaan mereka sebenernya mulia sih, berjualan, mencari uang dengan cara yang halal. Namun beberapa orang/wisatawan bisa jadi bakal terganggu dengan cara mereka berjualan, karena sedikit memaksa sih. Beneran deh. Dan aku pernah ngalamin dulu, awalnya khan karena kasihan, yaudah aku beli dah gelangnya (walaupun nanti enggak bakal kupake sih), nah pas milih milih, eh temen temen nya sesama penjual gelang (semua anak anak di bawah 10 tahun) tiba tiba datang menyerbu, dan pengen dibeli juga barang dagangannya, heuheuheu.... Berabe khan..

***

Semakin sore, air laut terlihat semakin surut. Tumbuhan laut berwarna hijau yang awalnya tadi enggak kelihatan terendam air laut, sekarang menjadi terlihat. Dan sejurus kemudian, beberapa inaq2 (ibu ibu) dan anaknya dengan membawa alat pencongkel menunduk nunduk menyusuri tumbuhan/rumput2 laut tersebut, hoho ternyata mereka sedang mencari kerang untuk dikonsumsi. By the way bila kalian pernah nonton serial drama korea "What's Wrong with Secretary Kim" , nah ada tuh adegan lagi nyari kerang seperti ini, heuheuheu.



Lalu perjalanan kita lanjutkan dengan mendaki bukit merese, niatnya sih mau sunsetan. Sampai di atas, ternyata udah rame banget cui, ada yang lagi syuting pula, adegannya adalah Perang Peresean, lengkap dengan penabuh alat musiknya. Enggak tahu sih itu syuting apa, aku enggak nanya, cuma menikmati saja. Bukan hanya wisatawan lokal yang nongkrong dsini, wisatawan mancanegara pun banyak. Mereka duduk duduk sambil foto foto, sekaligus menanti terbenamnya matahari.




Niat untuk sunset-an ternyata pupus, heuheuheu, si kecil rewel minta pulang, ya sudah daripada nangis, kita akhirnya beranjak dari tempat ini, berjalan turun menuju parkiran dan pulang....
Share:

11 October 2018

Nuf'Said : Warung Sederhana Diantara Resort Mewah


Nuf'Said adalah sebuah warung sederhana diantara hotel hotel/resort mahal di Pantai Mangsit, Lombok Barat. Lokasi yang strategis, membuat warung ini banyak dikunjungi bule bule dan wisatawan, terutama yang menginap di hotel2 sekitar sini, sebut saja ada Katamaran Resort, Holiday Resort, Verve Villa, Qunci Villa, Sudamala, Purimas, dan Jeeva Santai. Ya mungkin aja mereka bosan dengan menu hotel atau memang nyari makanan dengan harga yang miring, tapi tetap dengan view yang wokeee.

Jalan masuk ke warung ini cukup sempit , berupa jalan kecil diantara Verver dan Holiday Resort, tapi cukup untuk dilewati kendaraan roda 4. Untuk parkirannya lumayan luas, karena di sini berupa tanah kosong yang banyak pohon kelapanya, ya semacam kebon kelapa gitu dah

Kita sampai ke warung ini udah lumayan sore sih, bisa dibilang telat lah untuk menikmati sunset, ya biasalah jalan menuju senggigi dari kota mataram pasti macet kalau minggu sore, apalagi tadi ketemu nyongkolan (adat pernikahan) di jalan, heuheuheu. Kondisi warung udah lumayan ramai, tapi untung saja masih ada kursi kosong di pojokan utara.



Berbeda dengan cafe cafe lain nya, warung ini bener bener sederhana deh, meja kursinya dari kayu dan bambu, atapnya juga dari daun, sedangkan dinding warung nya juga dari kayu kayu, pokoknya serba coklat deh... 

Menu yang disajikan warung ini utamanya adalah seafood bakar bakaran (grill), tapi berhubung kita cuma mau nongkrong sore sambil sunsetan, kita enggak order menu seafood, cuma menu menu ringan aja, seperti mie kuah, kentang goreng, banana split dan kelapa muda. Padahal menurut kabar kabar yang beredar , barakuda bakar nya enaaaak lho... Next time dah kita bakal cobain..


Nah sambil menunggu pesanan disiapkan, kita main main pasir dulu donk ama si kecil, karena memang sudah merencakanan dari awal, jadinya persiapan bawa mainan pasir dan mobil mobilan. By the way udah lumayan lama dia gak main pasir, heuheuheu seneng banget dah.

Sementara itu matahari dengan cepatnya menuju cakrawala, pemandangan sunset sore ini lumayan cantik, ditambah lagi surut, jadi kelihatan batu batuan nya. Namun sayang, di arah barat banyak awan, matahari nya menghilang ditelan awan deh.

Kalau diperhatikan, pasir di sini unik deh. Berwarna hitam untuk yang di bagian atas (termasuk yang deket warung) tapi berwarna putih di garis pantai nya, jadi ada dua jenis pasir gitu deh. Oia di pinggiran sini juga banyak terdapat bekas rumah keong dan kerang2 kecil, serta pecahan terumbu terumbu karang, wah sepertinya di bagian agak tengah bagus nih buat snorkling.. (sepertinya sih)


Gak berapa lama, orderan makanan pun datang. Langsung dah kulahap mie kuah nya (kalau dalam menu sih namanya Soup Mie). Eh ternyata bukan mie kuah biasa (mie instant) ini bumbunya racikan sendiri deh, enggak terlalu kuat, agak cenderung hambar, untung ada saus dan sambal, jadi lebih kerasa. Untuk pelengkapnya ada potongan buncis, kubis dan wortel mentah, telur rebus setengah matang, serta suwiran daging ayam, cocok sih dimakan sambil menikmati angin pantai yang dingin.

Sedangkan si kecil dengan lahapnya menikmati banana split, yaitu pisang dengan topping es krim coklat. Btw awalnya kita pesan pisang goreng lho, eh ternyata kosong kata pramusaji nya. Yaudah akhirnya kita pesan deh banana split. Pas disajikan, potongan pisang nya itu pisang goreng, heuheuheu, weladalah jadinya bukan kosong, tapi harus pesan sekalian dalam wujud banana split.

Untuk kentang goreng nya agak berbeda, biasanya khan pake kentang beku berbentuk balok balok gitu, nah di sini pake kentang fresh yang dikupas, dipotong potong biasa, lalu digoreng. Disajikan dengan saus tomat, saus sambal dan garam. Jadi ternyata kentangnya digoreng tanpa bumbu. Kalau mau terasa asin gurih, ya tinggal dicocol ke garam nya, heuheuheu. Tapi enak juga ternyata..



Nah buat kalian yang lagi jalan jalan ke lombok dan pengen menikmati menu seafood ataupun menu menu ringan sambil nongkrong santai di pantai sore sore dengan harga yang bersahabat, silakan meluncur ke Nuf Said Warung ini. Lokasi persisnya silakan disimak di peta di bawah ini :



.


Share:

6 October 2018

Jalan Jalan ke Benteng Vredeburg


Saat jalan jalan ke Jogja bulan lalu, sebenernya aku males banget menuju Malioboro dan sekitarnya, lha macet banget cui... Tapi ya berhubung teman jalan lagi pengen banget ke arah sana, tepatnya Benteng Vrederburg, yaudah aku ngikut aja.

Dengan menggunakan taksi online, kita pun meluncur kesana pagi pagi, biar enggak terlalu macet, eh tapi tetep aja, padat merayap sih. Tapi untungnya si kecil enggak rewel, justru asyik ngelihatin hiruk pikuk di jalanan.

Berhubung pakai taksi online, kita enggak pusing nyari parkiran, dan memang disana parkiran mobil udah penuh, kalau untuk motor sih masih bisa.


Ini adalah kunjungan ke-2 ku di Vrederburg, dulu sih relatif sepi, enggak seramai ini, yaa mungkin karena efek lagi libur panjang.

Tiket masuknya murah banget lho, cuma 3000/orang untuk dewasa dan 2000/anak anak. Ini untuk wisatawan domestik, kalau untuk wisatawan manca, lebih mahal tentunya.

SEJARAH
Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1760 oleh Pemerintah Belanda yang pada saat itu merasa khawatir dengan pesatnya kemajuan Kraton Yogyakarta. Alasan yang digunakan Belanda tatkala membangun benteng yang jaraknya sangat dekat dengan keraton adalah untuk menjaga keamaan kraton dan sekitarnya. Tentu saja itu hanya akal-akalan saja. Aslinya benteng itu dijadikan pusat strategi dan pertahanan sekaligus blokade terhadap keraton. 

Bangunan ini awalnya bernama Rustenburg (peristirahatan), dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 di atas tanah Keraton. Berkat izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1765 - 1788 bangunan disempurnakan dan selanjutnya diganti namanya menjadi "Benteng Vredeburg" yang mempunyai arti "Benteng Perdamaian". Penggantian nama ini dilakukan setelah renovasi benteng yang rusak karena gempa bumi besar. Meskipun direnovasi, bentuk bangunan benteng tetap sama seperti awal dibangun yakni bujur sangkar lengkap dengan 4 bastion (ruang penjagaan) di setiap pojoknya. 

Sebagai tempat pertahanan, Benteng Vredeburg dilengkapi dengan pintu gerbang menghadap ke barat, tembok keliling, parit, dan jembatan angkat. Saat ini di belakang benteng telah ada akses masuk yang mengubungkan Benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta, dan Taman Pintar. Sesuai dengan pasang surut kondisi Indonesia zaman dulu, Benteng Vredeburg pun mengalami perpindahan tangan dari satu penguasa ke penguasa lain. Fungsinya pun berubah-ubah, mulai dari benteng pertahanan pasukan Belanda, tempat perlindungan para residen, tempat tahanan, markas tentara, dan kini akhirnya difungsikan sebagai tempat belajar sejarah perjuangan Indonesia alias menjadi Museum.




Saat kunjunganku dahulu, enggak sampai masuk masuk lihat diorama sih, cuma jalan jalan keliling di luar nya sambil foto foto. Nah kali ini kita masukin satu satu ruangannya, untuk lihat diorama. Wohooo ternyata keren keren ya. Lebih keren dari yang di keraton... Masing2 diorama itu menceritakan kisah pada jaman nya, dan keterangan/rincian ceritanya ditulis dengan jelas di depan diorama itu. Keren deh...

Karena terlalu asyik menikmati ruangan diorama, gak terasa waktu udah beranjak siang, padahal masih banyak spot di area benteng ini yang belum kita sambangi hari ini. Ya sudahlah, akhirnya kita menyudahi sampai sini saja, mungkin di lain waktu, kita bisa explore lebih jauh lagi.





FYI, di dalam area benteng ini ada cafe nya lho, namanya Indische koffie, tapi sayangnya pas kita kesana, cafe ini belum buka, aku cuma bisa intip intip bagian dalamnya lewat jendela, padahal bagus lho bagian dalamnya, kombinasi klasik dan elegan. Belum keberuntunganku nih, sayang sekali...


***

Peta Lokasi Benteng Vredeburg, Jogja

.




Share:

1 October 2018

Sensasi Gurih Sate Klatak Pak Pong


Saat liburan ke Jogja kemarin, aku selalu menggunakan taksi online untuk bepergian kesana kemari, nah pas lagi perjalanan ke suatu tempat, aku menyempatkan nanya ke beberapa driver, tentang rekomendasi sate klatak yang wajib didatangi di Jogja, dan kesemuanya menjawab Sate Klatak Pak Pong. Woke, saat malam terakhir di Jogja, kita pun menyempatkan meluncur ke sana

Sate Klatak Pak Pong ini lokasinya di Jalan Sultan Agung, yang merupakan percabangan dari jalur utama Jalan Imogiri Timur. Strategis banget, karena jalan imogiri ini adalah salah satu jalur menuju tempat wisata Mangunan yang sudah terkenal itu.


FYI, yang berjualan sate klatak pertama kali adalah seseorang bernama Jupairi (kakek dari Pak Pong), sekitar tahun 1960-an. Kadang mangkal di pasar malam atau pertunjukan wayang, kadang berkeliling kampung dengan pikulannya. Lama-lama, beliau mendapat kontrakan dan berjualan secara tetap. 

Karena sering membantu kakeknya dari kecil, Pak Pong (nama aslinya Zakiron) tertarik untuk meneruskan usahanya. Dia mulai berjualan pada tahun 1997. Awalnya lokasinya kecil, tapi akhirnya bisa punya warung yang sekarang ini sejak 2007. Dulu Sate klatak hanya menu tambahan, justru Menu utamanya adalah gulai dan tongseng. Lama-kelamaan, banyak yang memesan klatak dengan kuah gulai dan tongseng. Akhirnya, sekarang malah jadi menu utama bersama dengan tengkleng


Berhubung pas weekend, ruame banget warung nya. Parkiran full. Kita langsung menuju bagian pemesanan untuk pesan Sate, dan Tengkleng. Oia, pelayanannya bagus nih, ama mbaknya kita dicarikan tempat yang kosong lho, diantar sampai tempat duduk nya, terus ditulis dah nomor meja kita di nota. Mbak nya pesen, kita sebaiknya jangan pindah kursi biar pelayannya enggak bingung, dan cepat terlayani. Bagian dalam warung ini lumayan luas lho, seratusan orang muat nih, ada yang lesehan, ada pula yang duduk di kursi.

Oleh mbaknya kita di kasih tahu kalau harus sabar, karena setidaknya perlu waktu sejam untuk bisa tersaji semua pesanan, heuheuheu, lama banget cui nunggu nya. Tapi ya berhubung udah jauh jauh kesini, kita jabanin dah...



Apa sih yang spesial dari sate klatak ini? heuheuheu, salah satunya adalah tusukan sate yang menggunakan jeruji motor/sepeda. Infonya sih dengan jeruji ini, penghantaran panas lebih sempurna, jadi bagian dalam daging pun bisa matang juga.  Selain itu, cita rasanya juga beda, biasanya khan sate itu kombinasi manis pedas ya, kalau sate klatak ini rasanya asin gurih gitu. Bumbunya sederhana banget, cuma kemiri, bawang putih, dan garam yang diulek kemudian dilarutkan. Dan penyajiannya menggunakan kuah gulai (seperti gambar di atas).

Gimana? Penasaran?
Yuk ah cuss buruan mampir ke Warung Sate Klatak Pak Pong, kalau kalian lagi jalan jalan ke Jogja :)


***

Peta Lokasi Warung Sate Klathak Pak Pong, Jogja

.
Share:

Blog Archive