1 May 2019

Ke Gumuk Pasir Pantai Oetune : Gagal


Selepas main batu warna warni di pantai kolbano, kita pun mengarahkan kendaraan kembali menuju Kota Kupang. Eh tapi waktu masih menunjukkan pukul 1 siang nih, nanggung banget donk kalau langsung pulang rumah, yaudah akhirnya kita sekalian aja mampir ke pantai deket sini yang sudah lumayan terkenal juga, namanya Pantai Oetune. Kalau dari arah kupang, pantai ini letaknya sebelum pantai kolbano. Lihat aja peta di bawah postingan ini.

Dari jalan utama, kita mengarahkan kendaraan ke kiri di pertigaan oetune, di pertigaan ini ada petunjuk arah ke oetune namun dalam kondisi yang mengenaskan, tidak terlihat jelas.


Dari pertigaan ini, kondisi jalan masih aspal namun bukan hotmix, di kanan kiri masih banyak pepohonan hijau, sekitar beberapa ratus meter kemudian, landscape berubah menjadi tanah lapang tempat para sapi bermain dan mencari sesuap rumput. Sapi sapi ini dibiarkan bebas tanpa diikat. Kalau kalian mau masuk jalan kaki ke area ini, harap hati hati ya, karena banyak ranjau peninggalan jejak sapi, alias eek sapi, hihihi.

Jalanan aspal pun habis, dan berubah menjadi tanah. Sebelum sampai ke pantainya, ada sebuah pintu gerbang yang dijaga oleh beberapa orang, nah disini kita harus membayar tiket masuk nih, resmi kok karena ada lembaran tiket bernomor. Beda dengan di pantai kolbano yang enggak ada tiket kertas nya.


Barulah kita memasuki area pantai yang dipenuhi oleh barisan pohon enau, mirip pantai lasiana, tapi disini pohon pohon nya lebih tinggi menjulang. Enggak nyangka, pantai ini rame banget lho, sudah tertata rapi, warung warung nya ditempatkan di area khusus, banyak banget gazebo dan dibangun pula pedestrian untuk pejalan kaki.

Sama seperti di pantai kolbano, disini banyak anak anak yang menawarkan jasa foto, kita yang belum turun dari kendaraan aja langsung dikejar oleh mereka, nah pas kita udah turun mobil, barulah mereka menawarkan jasanya, heuheuheu. Aku pun lagi lagi mengiyakan tawaran jasa nya.



Satu hal yang menjadi daya tarik utama pantai oetune ini adalah adanya padang pasir/gumuk pasir mirip di pantai parangkusumo jogja. Namun lokasinya itu lho, harus berjalan kaki lagi sekitar 400 meter ke arah kiri, kalau misalkan aku sendiri kesini sih aku jabanin tuh perjalanan kaki panas panas menuju gumuk pasir, lha ini bareng dua balita dan 1 emaknya. Yasudah kita foto foto aja di dekat dekat sini.

Anak anak dsini juga enggak mematok tarif, mereka menyerahkan berapa nilai bayaran ke wisatawan, alias seikhlasnya, dan seperti sudah janjian dengan anak anak di kolbano, alasan nya pun sama, untuk membeli buku. Heuehuehu, entah bener atau tidak, yang jelas niatku sih mau bantu mereka. 


Bisa dibilang sih, di sini kita bener bener enggak menikmati pantai nya, cuma sekedar masuk, foto foto, terus pulang, heuheuheu. Lha gimana, bayik bayik pada rewel di dalem mobil, yang kecil nangis, yang besar masih badmood gegara mabok/muntah muntah.

Berarti masih ada alasan nih untuk balik ke pantai oetune lagi :)

Nah buat kalian yang penasaran, seperti apa sih gumuk pasir di pantai oetune? Nih aku kasih contoh nya, foto ini milik akun istagram @ryo_nomleni :

Foto : @ryo_nomleni

***

Peta Lokasi Pantai Oetune, Timor Tengah Selatan


.


Share:

11 comments:

  1. Lah kok gumue bangus banget mas..
    Itu yang dipegang kalau di tempatku namanya landak-landakan. Bisa buat balapan lari pas angin kencang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bagus, itulah yang bikin aku tertarik kesini,
      iyo, itu di pantai selatan jogja banyak, dlu waktu kecil suka main main ini pas jalan jalan ke Glagah ato Congot

      Delete
  2. sya tertarik fotoan di gumuk pasirnya mas broo.. kereen

    ReplyDelete
  3. Gumuk pasirnya udah jadi langganan untuk foto prewedding... anak-anak yang suka menemani jalan-jalan juga lumayan hasil fotonya, banyak diajarin fotografer dari MTMA katanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. gumuk pasirnya emang yahuuuud, next time harus kesini lagi

      Delete
    2. Aku juga pengen nenda kesini lagi.. moto milkyway wkwkwkwk

      Delete
  4. Meskipun tidak bisa menikmati gumuk pasir karena bayibayi yang kondisinya tidak memungkinkan, tapi tetap bisa menikmati yang ada. Foto gumuk pasir itu bagus ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jadi masih ada alasan untuk kesana lagi, heuheuheu

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive