WHAT'S NEW?
Loading...

Jawa Timur Park 1 : Rekreasi dan Belajar

Hari kedua di Batu pun tiba, dan saya pun bersiap siap untuk menghabiskan siang ini di salah satu obyek wisata di Batu, yaitu Jatim Park 1, ya masih saudaranya ama Jatim Park 2 dan BNS.

Beruntung kita di Batu tinggalnya di rumah saudara, jadi bisa menghemat di beberapa pos pengeluaran, seperti untuk biaya penginapan, transportasi dan sarapan. Gimana gak hemat, tidurnya gratis, bangun tidur sarapan dah siap, mau kemana mana dianterin dan dipinjemin motor, hihihi.

Setelah semua siap, menjelang siang pun kita meluncur ke Jatim Park 1, kali ini kita ditemenin salah satu saudara, yaaa lumayanlah jadi tukang foto.

Gak sampai setengah Jam, kita pun sampai di lokasi Jatim Park 1, gak susah untuk mencapai lokasi ini, karena petunjuk jalan udah cukup bisa mengantarkan kita sampai lokasi ini.

Setelah memarkir kendaraan,kita pun menuju lokasi pembelian tiket, nah diantara tempat parkir dan lokasi penjualan tiket, ada yang unik nih, taman kecil di bawah pepohonan dibentuk layaknya kuburan zombie, lengkap dengan batu nisan, sebongkah tangan, dan buah labu.


Di loket penjualan tiket, tidak ramai, bahkan tidak perlu antre, kita pun bisa langsung sampai di muka penjual tiket. Untuk harga tiketnya, bila hari senin - kamis 50 ribu rupiah, sedangkan hari jumat - minggu 60 ribu rupiah. Bentuk tiketnya sama dengan di Jatim Park 2, yaitu berbentuk gelang yang dilingkarkan di pergelangan tangan. Oia namun kita dilarang melingkarkan sendiri tiketnya di tangan, harus dibantu oleh petugasnya di pintu masuk nanti. Dan sebelum masuk melalui pintu masuk, kita pun menyempatkan foto foto terlebih dahulu :

Tiket Jatim Park 1



Di Jatim Park 1 ini dibagi menjadi beberapa Zona yang dikelompokkan berdasarkan tema nya. Zona yang pertama kita lewati adalah Galeri Etnik. Di zona ini kita seakan akan dibawa menjelajahi kebudayaan dari berbagai provinsi di Indonesia, memang sih tidak semua provinsi, namun dari sini kita seperti merasa berada di provinsi itu, misalnya saja di anjungan Papua, di sini ada rumah adat papua yang di dalamnya terdapat ibu dan anak suku papua, juga ada replika mumi papua dan patung orang yang sedang memanggul babi untuk dibawa ke pesta bakar batu. Dari sekian banyak anjungan propinsi, anjungan papua ini yang paling unik.


Zona berikutnya adalah Chemical and Biology Science Centre. Disini kita akan di bawa ke laboratorium kimia, yang dipenuhi berbagai zat kimia (bukan aslinya). Jadi inget jaman jaman SMP deh, Kemudian dilanjutkan dengan berbagai bentuk tiruan organ organ manusia dengan ukuran beratus ratus kali lipat lebih besar dari asli nya, seperti mata, gigi, telinga, hidung, lidah, dll. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai macam percobaan ataupun bisa disebut permainan yang berdasar pada pelajaran kimia dan fisika. Asyik juga di sini, kita bisa nyobain berbagai macam percobaan yang dulu pas sekolah mungkin cuma teori.

Lanjuut yuk, melewati beberapa zona yang kurang menarik, akhirnya saya sampai di Zona Taman Sejarah, di sini ada beberapa miniatur candi candi yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti Arca Hindhu Budha, Candi Tikus, Masjid Makam Sunan Giri dll.



Lanjut ke zona berikutnya yuuk, secara berurutan ada Galeri Numismatik (berisi uang uang jaman dulu, baik kertas maupun koin), Diorama momentum sejarah bangsa, Fosil Binatang Purba, Baby Zoo, Insectarium dan Diorama Kantor Pos. beberapa zona ini menjadi satu paket di lokasi jalan buntu, alias saat kita masuk di pintu masuknya. nanti keluarnya di pintu masuk ini juga, hihihi.



Dalam perjalanan menuju zona berikutnya, di kanan kiri ada miniatur kehidupan manusia purba, dari kehidupan sehari hari sampai berburu dan perang, dan yang paling menggelitik adalah adegan rumah tangga, hihihi :


Volcano Coaster. Ini wahana permainan yang pertama akan kita coba, kita pun mulai masuk ke antrian, cukup panjang juga antreannya, tapi kemudian sadar, lha kok antreannya gak maju maju ya, kok coasternya gak jalan jalan ya? cuma dinaiki aja. Oalah ternyata petugasnya lagi istirahat, akhirnya kita pun keluar dari antrean dan melanjutkan ke wahana berikutnya.

Sampailah kita ke wahana Pipe House, gak ada antrean satu pun di sini, cuma ada penjaga yang mempersilakan masuk, dengan was was kita pun mencoba masuk, sebelum masuk ada tulisan peringatan yang intinya nanti pengunjung akan sedikit basah terkena air. Begitu kita turun, beuh lampu langsung mati, haha pada takut... Tapi kita terus lanjut, pertama kita melewati lorong lorong bercermin, ya seperti Rumah Kaca di BNS kemaren, tapi di sini gelap, cuma ada lampu merah merah kecil di lantai nya.


setelah sukses melewati lorong lorong bercermin, kita memasuki wilayah gelap berikutnya, nah di sinilah saya kaget sekaget kagetnya, tiba tiba ada suara besar "Argghhhh....." haha Sumpreeet, ini kaya di Rumah Setan gitu, cuma isinya patung patung binatang yang tiba tiba gerak dan ngeluarin suara dengan volume yang super keras. Kemudian kita pun keluar dari ruang gelap ini, berharap selesai , ternyata ini belum pintu keluarnya, kita harus melalui jalur sempit seperti taman gitu yang penuh dengan penyiram rumput otomatis, yang muter muter ke segala arah nyemprotin air, kita pun lari melalui jalur itu, dengan gesit menghindari semprotan air, tapi apa daya, gerakan semprotan air lebih gesit, dan kita pun basah. Muahahaha, bener juga tuh tadi peringatan sebelum pintu masuk nya. Basahhh

Lanjut ke wahana berikutnya, yaitu Water Boom, yeah....

Sempat bimbang sebentar karena semua kursi penuh, setelah diskusi akhirnya kita duduk di tempat makan yang berada di samping waterboom, Setelah berganti pakaian, kita punmeluncur menuju kolam, rencananya mau nyewa ban pelampung, eh tapi ternyata habis, ya sudah kita pun mengurungkan niat itu.

Kita pun menuju kolam dewasa, karena di waterboom ini ternyata cuma buat anak anak aja, huftt.... Di kolam dewasa saya pun mencoba meluncur lewat seluncuran yang disediakan, ada dua jalur, yang pertama yang biasa aja, yang kedua yang lumayan ekstrim dengan ketinggian yang lebih, pertama saya coba yang ekstrim, buset dah serem banget, kecepatan luncuran nya super duper cepet, kaya mau terbang aja rasanya. Kapok dah yang ini, dan saya nyoba yang biasa, nah yang ini sih asyik, byurrr... Segerrr


Bosen dengan seluncuran, saya pun gabung dengan aktivitas ABG ABG di kolam ini, yaitu main semacam balon atao perahu karet atao apa ya nyebutnya, kaya banana boat gitu dah. Butuh kerjasama untuk bisa duduk di atas alat ini, yaitu bila dua orang harus naik bersama dari arah yang berlawanan, biar tidak terbalik. Kalo udah ada yang di atas, yang lain bisa dengan mudah naik karena tekanan ke bawah nya besar, jadi susah terbalik. Nah kalau sudah naik semua, baru kita bermain, seperti main jungkat jungkit gitu, suka ada yang usil nih, lagi asik asik jungkat jungkit, dimiringin dan alat ini, dan terbaliklah, nyebur ke air.. Seruuuuu. Lupa dah kalo kita udah tua.. ahahahaha..


Setelah puas, kita pun bersih bersih, makan dan lanjot ke Wahana berikutnya, sebenernya ada banyak wahana yang bisa dicoba di sini, tapi pada kagak berani, ahahaha.

Spinning Coaster adalah wahana yang kita coba selanjutnya, ya mirip mirip lah ama jet coaster di DUFAN, tapi dengan ukuran lebih kecil dan jalur yang kurang ekstrim. Dengan mengantre yang tidak terlalu lama kita pun dapat giliran untuk naik coaster, deg deg-an melanda sesaat coaster mulai berjalan. Diawali dengan lambat mengarah keatas, dan tiba tiba wussss, kecepatan tiba tiba super cepet, dan mulailah teriakan teriakan penumpang terdengar, aaaaa.....aaaaa......aaaaaa.. begitu pula saya tak ketinggalan tereak, sembari mengangin kamera merekam semua kejadian yang ada.


Seruuuuu, meskipun raut muka terlihat menjadi agak pucat daripada sebelum naik, muahaha. Lanjot ke wahana berikutnya, yaitu Sky Swinger. Ketertarikan naik wahana ini udah muncul sejak di water boom, karena dari sana wahana ini terlihat asyik dan seru, muter muter di ketinggian lebih dari 20 meter. Dengan duduk di kursi yang tergantung di empat tali, perlahan kita mulai naik sembari berputar pelan pelan, lama lama makin tinggi, dan makin menyeramkan, serem kalao lihat ke bawah, rasanya kurang banget safety nya. Setelah sampai puncak, perlahan lahan pun mulai turun sembari tetep berputar.


Dan inilah wahana terakhir yang kita nikmati. Masih kurang puas sebenernya karena masih ada banyak wahana yang belum dicoba, mungkin next time ya. 

Kita pun keluar menuju tempat parkir. Lihat ke atas, langit mendung sob, padahal kita harus menuju ke Kota Malang, karena udah janjian dengan teman teman di sana, mau diajak wisata kuliner malam di sana. Yaa semoga gak kehujanan di jalan dah....

See U Again Jatim Park 1...... 

Bye Bye....

2 comments: Leave Your Comments

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar