“Sepe menunjukan bahwa kita sudah dekat pada hari natal, sepe icon dari Kota Kupang, untuk itu, ke depan supaya Pak Dally dan teman-teman semua, agar dapat merancang kegiatan ini sehingga kegiatan ini dapat lebih bagus dan meriah lagi, dan supaya masyarakat bisa tau, masyarakat bisa terlibat langsung dalam festival ini,”
Itu adalah sedikit petikan sambutan dari Walikota Kupang, Bapak Dr. Jefritson R. Riwu Kore, MM. MH dalam acara pembukaan Festival Sepe , hari Sabtu tanggal 30 November 2019.
Festival ini sendiri diselenggarakan di Lapangan Kantor Walikota Kupang mulai tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2019 dengan tujuan utama yaitu untuk mempromosikan dan mengenalkan Sepe sebagai ikon baru Kota Kupang sekaligus menjadikan Kota Kupang sebagai daerah tujuan wisata alam yang salah satunya adalah bunga sepe.
Nah berbicara mengenai Bunga Sepe, yang dari luar kupang pasti kurang familiar dengan nama bunga ini karena bunga sepe lebih dikenal dengan nama Bunga Flamboyan.
Flamboyan memiliki nama genus Delonix yang berasal dari kata
Yunani delos (artinya mencolok), dan onyx, berarti cakar. Nama
tersebut mengacu pada penampilan bunga yang memang mencolok dan bentuk
mahkota bunya mengembang seperti cakar. Pohon ini umumnya
dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, untuk
tanaman hias. Flamboyan tumbuh melebar membentuk seperti kanopi atau payung pada
ketinggian 9–15 m di atas permukaan laut.
Apabila tanaman ini tumbuh
di daerah yang memiliki 2 musim, maka akan gugur saat musim kemarau,
tetapi akan tetap hijau pada musim semi dan dingin pada daerah dengan
empat musim. Tumbuhan ini juga sering disebut tumbuhan
semi-evergreen. Daun flamboyan memiliki bulu dibagian permukaannya. Sistem
pertulangan daun berbentuk menyirip, dengan panjang 30,5-50,8 cm dan
lebar 11–25 cm. Bunga-bunga flamboyan mekar secara musiman. Nah di Kupang sendiri bunga Flamboyan/Sepe mulai terlihat di akhir bulan novemberdan serentak mekar merekah di awal desember.
Mekarnya bunga sepe ini mengingatkanku akan kedatanganku pertama kali ke pulau timor, karena dulu pas sehabis turun pesawat di bandara el tari kupang, sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal sementara di kupang tuh pohon sepe ini lagi kompak mekar.
Di kota Kupang, Bunga Sepe ini banyak terlihat di sepanjang jalan frans seda, jalan el tari, taman nostalgia, sekitar GOR Oepoi dan beberapa tempat lain.
Warna Sepe saat sedang mekar sempurna akan mengeluarkan warna merah menyala dan begitu menarik mata untuk melihatnya. Namun ketika menjelang merekah, warna yang dimunculkan berwarna sedikit oranye yang nantinya berubah menjadi warna merah.
Klo di Jepang terkenal dgn Bunga Sakuranya, klo di Kupang bisa jd terkenal dgn Bunga Sepenya. D Lombok jg sedang bermekaran, indah dilihat :)
ReplyDeleteseger dilihat....
Deletesetahun sekali mekar
Di Jogja ada beberapa pohon ini, mas. Sekarang lagi ramai buat foto teman-teman sepedaan. Mumpung masih merah-merah cerah ahahhaha
ReplyDeletepernah lihat juga sih di daerah lain, tapi enggak ngeh.
Deletedi kupang baru ngeh, karena banyak banget, mekar bareng di sepanjang jalanan, sampe sampe dijadiin nama festival
kyaaaaa, jadi ingat masa2 di kupang.. jalan ke bandara banyak bgt pohon ini.. cakep kalau udah berbunga gini..
ReplyDelete-Traveler Paruh Waktu
iya jalan ke bandara jadi cantik, lha mekar nya kompakan gitu
DeleteA hand is valued by the rightmost digit of the sum of the playing cards; every round has exactly three differing outcomes. The player will get the higher score, or the banker will 토토사이트 get the higher score or a tie. At Mr Green, there are many of|there are numerous} sorts of|several types of|various varieties of} competitive video games and occasions available for betting. Some examples include; soccer, ice hockey, tennis, boxing, and even blended martial arts.
ReplyDelete