28 August 2015

Explore Air Terjun Timponan, Lombok Barat

di Weekend ini, aku bersama temen blusukan, sebut saja "Cacok" membelah hutan Punikan di daerah Lingsar Lombok Barat, guna menuju Air Terjun Timponan (Praba).

Untuk menuju ke Air Terjun Timponan ini, kita mengarahkan kendaraan menuju Dusun Punikan yang ada di Desa Batu Mekar, Lombok Barat, kira kira sekitar satu jam lebih dari kota mataram. Coba deh lihat peta di bawah ini, gampang banget kok rute nya

Peta/Rute menuju Dusun Punikan
Nah setelah sampai Dusun Punikan, kita terus tanya ke warga sekitar, mereka ramah ramah kok, jadi jangan malu buat bertanya ya.

Kita sih menyarankan kesini naik motor aja, jangan mobil karena jalur menanjak dari dusun punikan ini tidak bisa dilalui mobil. Patokannya adalah sebuah jembatan di atas sungai kecil. Nah kalau naik mobil, ya mobilnya diparkir disitu, terus jalan kaki sejauh 5 KM, heuheuheu.

Beruntung, kita berdua naik motor, jadi jalur menanjak, sempit, berdebu ini bisa kita lalui dengan lancar, meskipun kalau pas ada motor dari depan (papasan) salah satu harus mengalah berhenti. 

Ternyata jalur sempit ini lumayan rame juga, dilalui warga sambil membawa hasil kebun mereka, ada yang jalan kaki, ada pula yang naik motor. Selain itu pagi ini, jalur ini juga dipenuhi para lelaki yang hobi bersepeda, mereka terpisah dalam beberapa kelompok, yang sedang istirahat, karena kelelahan melahap tanjakan yang tak kunjung henti.

Jalur sempit ini akan berujung pada sebuah warung kecil di bawah pohon besar. Dimana kendaraan bermotor udah gak bisa lanjut lagi. Nah Disitulah kita parkir motor, dan lanjut jalan kaki.


Beuh, tanjakan pertama ini langsung ekstrem, bener bener menguras tenaga. Gak selesai disitu, medan nya terus dan terus menanjak, hingga kita bertemu warga yang lagi berkebun, dan ditunjukkan bahwa jalur ke air terjun lanjut turun, belok kanan di depan, bukan lurus terus, karena kalau lurus akan sampai ke Gunung Punikan, heuheuheu.

Turunan ini pun juga langsung ekstrem, terjal dan berdebu, harus ekstra hati hati dah pokoknya. Turunan terjal ini akan berakhir di sebuah sungai, yang bila kita menengok ke arah kanan akan langsung terlihat Air Terjun Timponan yang menjulaaaang tinggi, kira kira 30 meteran lebih.

timponan

Saat sampai di sini, sepi bangeeet, cuma ada kita berdua, heuheuheu. Langsung dah kita manfaatkan buat foto foto. Karena aku yakin sebentar lagi bakal rameee, apalagi ini hari minggu.

Karena sekarang ini masih musim kemarau, debit airnya kecil, gak seperti yang kulihat sebelumnya di Internet. Tapi karena kecil ini, air di kolamya jadi tenang dan jernih bangeeet, sampai kelihatan batuan di dasar kolam nya.


Setelah beberapa lama, dugaan ku terbukti, satu persatu pemuda pemudi memenuhi air terjun ini, Huaaaaa, rame banget kaya pasar, bahkan ada beberapa inaq inaq dan anak anaknya yang sengaja bawa bahan makanan, terus memasak disini pakai kayu, mungkin persiapan makan siang, heuheuheu

Inaq Inaq persiapan masak, heuheuheu
Rencana buat mandi mandi basah basahan pun gagal terencana, gegara rameeeee banget. Huhuhuhu.... Dan akhirnya kita cuss balik ke parkiran, buat ngopi ngopi di warung tadi.

Nah pas sampai parkiran, kaget banget kita. Lah yang tadinya kosong, sekarang jadi penuuuh banget ama motor, weleh weleh. 


Kita istirahat dulu sebentar di warung ini, di satu satunya warung yang ada di tengah hutan, ngopi sambil ngobrol ama bapak penjaga parkir. Dari info bapak itu, ternyata air terjun ini ramai gak cuma di hari sabtu minggu aja lho, bahkan ada yang menginap di atas, tapi bukan di air terjunnya sih, di atasnya lagi, namanya Tetebatu (bukan tetebatu yang ada di Lombok Tengah, cuma sama namanya), dan bapak itu tadi yang menjaga motor motor semalaman, heuheuheu *begadang di tengah hutan*

Untuk parkir ini, kita cukup membayar 2000 rupiah saja, tanpa ada tiket masuk. Murah meriah yaaa.

***

Video Keseruan Explore Air Terjun Timponan via Youtube


24 August 2015

Blue Monkey Villa Lombok, Destinasi yang Tak Terencana

Masih inget kan tentang postingan ku sebelum nya?

Yuph, postingan kali ini masih berhubungan lho, jadi biar nyambung, buat yang belum baca, monggo dibuka dan dibaca dulu postinganku sebelum ini tentang Pantai Areguling yaaa...

***

Jadi sekitar jam setengah 6 sore, pas kita mau pulang dari Pantai Areguling, yaa sekitar 200 meter mobil kita berlalu dari tempat parkir, kita melihat sebuah bangunan semacam resort/villa gitu, di bukit arah barat pantai.


si Bang Juud punya inisiatif buat mampir sebentar kesana donk, heuheuheu, kita sih mau mau aja, tapi ya itu satu hal yang buat kita ragu tuh, jalur kesana nya itu, kelihatan dari jauh, menanjak curam, dan masih berupa tanah kering berdebu gitu. Tapi beliau tetep kekeuh donk. Ya sudah, kita sebagai penumpang sih ngikut2 aja...

Untuk bisa menuju ke atas sana kita harus mengikuti jalur tanah, masuk kampung di belakang SDN Areguling. Oia btw saat itu kita belum tahu sebenarnya resort itu namanya apa, sampai kita nemu plang petunjuk arah ke Areguling Bungallow.

Saat sampai di atas kita disambut oleh seorang pemuda dengan berkaos Polo putih dan bersarung khas Sasak. dari melihat penampilannya, Awalnya kita kira dia itu penjaga/karyawan resort itu, hingga akhirnya dia memperkenalkan diri dengan ramah, dan kita semua heran, ternyata dia owner resort ini, heuheuheu.... Mata kita bener bener tertipu, bener dah pepatah "Dont Judge Book by Its Cover"

Si bang Juud langsung mengutarakan maksud nya, mengambil peran sebagai pelancong yang lagi nyari nyari penginapan, bertanya tanya semua hal mengenai resort ini. Kejadiannya sama persis saat sekitar setahun lalu kita mencoba masuk ke Jeeva Beloam di Lombok Timur yang sangat menjaga privasi tamunya itu, dan berhasil, heuheuheu.

Dari situ kita tahu bahwa resort ini bernama Blue Monkey Villa, sedangkan Areguling Bungallow ada di samping villa ini, beda owner nya.

Oia Nama ownernya lucu deh, Amrin Tralala, haha kenapa mesti ada Tralala di belakangnya cobaa....

Tapi sumpah deh, dia ramah banget ama kita kita. Dengan gaya bicaranya yang khas dan agak wow, dia cerita panjang lebar mengenai dirinya dan villa ini. Kira kira seperti ini nih resumenya :
1. Mengaku lulusan universitas di Australia, tepatnya di Perth
2. Umurnya 27 Tahun
3. Asli dari Praya, Lombok Tengah
4. Sudah lama membeli tanah ini, kira kira tahun 2007
5. Villa ini beroperasi sudah 3 bulan (berarti dibuka resmi sekitar Mei - Juni 2015)
6. Dinamakan Blue Monkey karena dulu disini banyak monyet, tapi bukan monyet biru
7. Tarif kamarnya sekitar sejutaan, tapi sekarang lagi full booked
8. Baru ada 4 bangunan villa, rencananya mau dibangun 9 lagi di atasnya.
9. Bulan September akan buka Resto di atasnya, plus pool nya
10. Wisatawan tahu tempat ini berkat promo promo dari temen2nya di ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies)

pantai areguling


Karena masih ada satu room yang tamunya belum datang, kita dipersilakan masuk untuk melihat lihat. Dalemannya lumayan bagus lah ya, mirip mirip di Gili Trawangan. Fasilitasnya ada Kamar Mandi dalem, TV LCD, AC, Kipas Angin (aneh nih, ada AC juga ada Kipas Angin), Air Minum



Saat hari semakin gelap, kita pun pamitan ke Miq Amrin Tralala... Huhuhu, jalan balik nya terlihat lebih sereem, turun dengan lumayan curam. Yaa semoga ke depannya jalan menuju ke Villa ini bisa dibuat lebih baik dan lebih nyaman, meskipun curam.


***

Peta/Lokasi/Rute/Alamat Blue Monkey Villa, Lombok Tengah

ternyata ada siteplan Royal Tulip Resort & Spa di deket Blue Monkey Villa

19 August 2015

Explore Pantai Areguling, Lombok Tengah

Tanggal 17 Agustus jatuh pada hari senin itu adalah suatu karunia yang luar biasa, heuheuheu, karena hari senin jadi LIBUR, jadinya di weekend ini ada 3 hari libur, sabtu, minggu dan senin.

Nah di hari Sabtu ini, aku sempetin buat jalan jalan ke daerah Lombok Tengah bagian Selatan, bareng keluarga (Istri, anak, adek) dan temenku Bang Juud + Istrinya, yaitu ke Pantai Areguling.

Lokasi Pantai Areguling ini ada diantara Pantai Kuta dan Mawun. Kalau berkendara dari arah kuta ke mawun, kita akan menemukan plang/petunjuk arah seperti ini :

petunjuk arah pantai areguling

Nah tinggal masuk dah ke arah kiri, saat ini (Agustus 2015) jalan masuknya masih berupa tanah, tapi masih bersahabat untuk dilalui kendaraan, baik itu motor atau mobil. Karena belum menjadi tujuan wisata, untuk sampai ke Pantai Areguling gak ada tiket masuknya lho.

Kalau dilihat, pantai areguling ini biasa aja sih, garis pantai nya berupa lengkungan panjang dengan pasir putih. Tapi.... tunggu dulu, ada sesuatu yang tersembunyi di sini, yaitu di balik bukit arah kiri pantai.

masih surut
Yang pertama adalah sebuah pulau kecil bernama Gili Nusa, gili ini akan terhubung langsung dengan daratan lombok saat air laut surut, seperti siang ini nih. Nah di saat seperti ini banyak penduduk setempat dan anak anak yang rame rame mencari binatang2 laut yang terjebak di kubangan kubangan air, salah satunya adalah semacam kerang kecil, kata salah satu anak anak yang kutanyai sih namanya "Gulih" (kalau gak salah denger yaa).

pantai areguling loteng
Gili Nusa

Yang kedua yaitu adanya tebing tebing eksotis yang kece abis buat fotoan, apalagi buat kalian yang maniak Instagram, beuh... Dijamin bisa bikin follower kalian penasaran (jangan lupa tambahin hestek #explorelombok , biar makin gahool).





Untuk bisa sampai ke dinding tebing putih ini, kita harus berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri garis pantai ke arah kiri, untungnya siang ini lagi surut, jadinya bisa lancar jaya jalan kaki ke spot nya. Yaa 11-12 lah ama perjalanan dari parkiran ke Batu Payung, atau dari parkiran ke Air Terjun Asin Tanjung Jagog, Pantai Nambung. Jadi jangan lupa siapkan air minum yang cukup biar gak dehidrasi.

Nah ayo yang belum pernah ke Areguling, buruan ke sana, mumpung belum terlalu mainstream, belum rame dan masih Gratiss... Heuheuheu


***

Peta Lokasi/Rute Pantai Areguling, Lombok Tengah





15 August 2015

Mlipir Makan di Warung Sawah Gondang Legi Jogja

Berkat info dari akun instagram @makandijogja akhirnya di weekend ini (akhir Juli 2015) kita sekeluarga bisa wisata kulineran di tengah sawah, ya bener bener di tengah sawah, tapi dalam sebuah bangunan yang nyaman, adem, sejuk dan aduhai. Namanya Warung Sawah Gondang Legi. Lokasi tepatnya ada di Dusun Gondanglegi, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Jogja dan dapat diakses melalui Jalan Gito Gati (Perempatan Jombor ke Utara, lewat Jalan Magelang, nanti belok kanan di Lampu Merah menuju Jalan Gito Gati)


Dari depan sih warung ini biasa aja, jauh dari ekspektasiku sebelumnya pas lagi liat foto foto di website nya. Tapi ternyata setelah lebih masuk ke arah dalam, oke juga desain resto ini, lumayan mendetail, sampai ke hiasan hiasan dinding nya. Terus di bagian tengah juga ada ruangan khusus yang rencananya mau dibuat Galeri, yang akan diisi barang barang hasil seni untuk dijual.

Di bagian belakang sudah terdapat beberapa bangunan yang belum selesai 100%, info nya sih mau dibuat Villa gitu ("coming soon" kata website nya). Nah tempat kita makan ada di sebelah bangunan itu.

gondanglegi villa jogja

Pelayanan di sini "super wah" deh. Pas di parkiran, kita dibukakan pintu mobil donk, kemudian dipersilakan masuk, dan diantar ke spot yang paling oke di sini, di paling belakang, dekat dengan calon villa nya. Serasa jadi tamu VVIP, apalagi siang ini gak ada tamu lain selain kita, heuheuheu Saat kutanya ke pelayan, kenapa warung nya sepi, beliau menjawab, rame nya tuh sore ama malam.

Nilai plus yang lain yaitu, free wifi nya kenceng abiss. Monggo yang mau donlot donlot film, mampir sini, heuheuheu. Terus sambil nunggu pesanan makan dateng tuh, kita dikasih cemilan keripik singkong, semacam welcome snack yee..

Di bagian belakang, juga ada musholla nya lho, lumayan luas, bisa dah tuh buat jamaah 20 orang.


Menu yang disajikan lumayan banyak, campuran ada menu western juga ada menu Lokal, tapi dengan harga standard western, heuheuheu, lumayan mahal sih menurutku. Nah karena kita kita pada bingung mau pesan apa, akhirnya nanya rekomendasi menu andalan ke pelayannya, dan seperti inilah menu menu yang kita pesan :

CHICKEN KECOMBRANG (40k)
Ayam Goreng Suwir disajikan dengan sambal kecombrang ~ Menu ini pas banget buat kita kita penggila pedas. Sumpah uenak banget, aroma kecombrang nya itu unik deh, baru pertama kali nyobain sambal kecombrang, ternyata cocok di lidah

menu warung sawah gondanglegi

SATAY FRIED RICE (55k)
Nasi Goreng yang disajikan dengan sate has dalam sapi, acar dan keeupuk ~ Nasi Goreng nya juga juara, tapi sayang sate nya kurang fresh , dan cuma sebiji, hihihi.

gondanglegi jogja

FRIED CHICKEN BETUTU (60k)
Meskipun wujudnya agak berbeda dengan ayam betutu yang pernah kumakan di Bali, tapi menu ini patut dicoba, terutama buat kalian yang lagi kangen masakan khas Bali ini :)

warung gondang legi Jogjakarta

TROPICAL DEEP OCEAN (26K)
Menu dessert ini bener bener segeerr deh, terdiri dari potongan beberapa buah segar dengan kuah Jus Jeruk dan topping Es Krim Vanilla.


APPLE MOJITO (24K)
Menurut buku menu nya sih, ini salah satu menu khas (signature) dari Warung Gondanglegi ini, yang terbuat dari campuran Jus Jeruk, Jus Apel, Potongan Apel Hijau, Soda, Gula dan daun Mint. Rasa sih memang unik ya. Segeer bangeet, apalagi potongan buah apel nya, wiiii krenyes krenyess, Recommended abiss

LYCHEE TEA ICE (24K)
Ini nih menu favorit istriku, es teh leci. Meskipun sederhana tapi rasanya Juara. Suegeeeer..

Nah buat kalian yang lagi jalan jalan keluarga ke Jogja, dan bingung mau makan dimana, boleh dah nih dicoba makan di sini. 


***

Peta Lokasi Warung Sawah Gondang Legi Jogja


11 August 2015

Hanya Demi Fotoan di Ayunan Pantai

Ayunan yang ada di Pantai sepertinya lagi booming nih buat bergaya foto foto, sering banget aku lihat berseliweran di Instagram, maupun di Tv di acara acara Jalan Jalan, seperti MTMA yang beberapa minggu lalu ngeliput satu pulau di Karimun Jawa yang ada ayunan kayu nya. 

di Lombok sih sebenernya udah ada beberapa ayunan kaya gini, seperti di Gili Trawangan dan Pantai Tanjung Aan. Dulunya cuma ada satu di depan Hotel Ombak Sunset, tapi ternyata banyak memikat para wisatawan, bahkan ABG ABG dari Kota Mataram nyempet nyempetin nyebrang ke Gili Trawangan cuma buat mau fotoan di ayunan ini, habis itu ya balik pulang lagi, heuheuheu. Sampai sampai harus ngantre lho buat fotoan disitu. Hingga akhirnya konon sekarang udah ada 3 di trawangan. Btw aku udah lama banget gak maen ke Gili T, jadi gak tahu nih keadaan sekarang, dulu sih baru ada 1.

gili trawangan lombok
Ayunan di depan Ombak Sunset, Trawangan. Dulu (setahun lalu) sebelum rame, gak perlu antre

***

Sore ini (10 Agustus 2015), sehabis nyekar di Makam Nanot (Tanjung, Lotim), kita bertujuh langsung meluncur menuju Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah. Nah berhubung ini naik mobil, jadinya sepanjang perjalanan tidur dah aku. Pas bangun, udah sampai di Pantai Kuta aja, dan tinggal sebentar lagi nyampai ke Pantai Tanjung Aan.

Udah lumayan lama nih aku gak ke Tanjung Aan, ternyata gak banyak berubah ya, jalur dari Kuta ke Tanjung Aan masih bergejolak seperti dulu, belum diperbaiki juga, padahal ini jalur yang rame lho, banyak bule lagi, heuheuheu.

Hanya satu nih kayaknya yang berubah, yaitu adanya Ayunan kayu di Tanjung Aan, telat banget deh aku, padahal udah lumayan lama tuh ayunan, tapi aku belum pernah kesana, dasar kudet ya. Nah ayunan inilah yang bikin kita kita pengen ke Tanjung Aan, ya gitu deh, demi sebuah ayunan, demi foto foto di ayunan. Semacam ABG labil yeee

cafe sama sama lombok

Lokasi persis ayunan nya tuh di depan Sama Sama Cafe Tanjung Aan, bukan Sama Sama Reggae Bar Gili Trawangan yaaa, cuma mirip namanya aja..

Sampai sana, aku agak kaget sih, cafe nya terlihat gak tertata gini ya, jauh dari ekspektasiku, jadi males nongkrong, padahal awalnya sih mau sekalian nongkrong di Cafe nya.

Selain itu, ternyata cuaca lagi gak oke nih, lagi pasang dan anginnya lumayan gede. Gak bisa mendekat ke Ayunan nya deh, kecuali mau basah basahan. Pengen sih, cuma males pas mau bilas nya. Ya sudah, akhirnya kita foto fotoan hore aja dari jauh, heuheuheu.




***

Gak lama sih kita di Tanjung Aan, selain karena udah sore, takut ketemu begal di jalan, perut kita kita udah pada laper, udah pada ngomel tuh cacing cacing di perut.

Kali ini pilihan tempat makan jatuh pada Nasi Puyung Inaq Esun yang ada di daerah Puyung Loteng. Dan seperti biasa, hari minggu sore pasti jalur utama Praya - Puyung penuh dengan iring iringan Nyongkolan yang sedikit menghambat perjalanan, karena maceeeet broo.

Akhirnya sampai di warung nya udah agak gelap....

By the way, Warung Inaq Esun ini adalah pelopor Nasi Puyung, salah satu kuliner khas lombok yang sekarang udah ditiru oleh banyak orang, dengan gaya nya masing masing. 

kuliner lombok

Yang khas dari Nasi Puyung Inaq Esun adalah level pedesnya, beuhh buat kalian yang anti masakan pedas atau yang punya penyakit maag, jangan sekali kali coba icip icip dah, bisa bisa kumat dah. Heuheuheu, pedeeesnya itu lho... Nancep banget di lidah

***

Video di Ayunan Pantai Tanjung Aan, Lombok

6 August 2015

Sore Santai di Villa Rara Lombok

Baru dibuka resmi sebulan, Villa Rara ini ternyata udah rame, meskipun cuma untuk nongkrong nongkrong sore sambil renang di kolam nya dan sambil nikmatin Sunset.

Selain karena Desain nya yang oke, lokasi nya juga ajiib banget, berada di Bukit Batulayar yang langsung menghadap Pantai Senggigi di arah bawah sana.

Untuk menuju Villa Rara ini kita harus masuk ke gang/jalan kampung di samping Kantor Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (sebelah utara Hotel Jayakarta) sekitar 2 kilometer dengan kondisi jalan yang lumayan aduhai, jalan nya menanjak terus, berdebu, berbatu (sepertinya bekas aspal yang dibangun pada jaman belanda dulu) dan untuk beberapa titik di kanan kiri nya itu jurang, heuheuheu, serem yee.

villa rara lombok

Kita sih gak tahu sebelum nya mengenai jalur ini, kirain bagus bagus aja, ternyata bergejolak seperti ini. Tapi nanggung sih kalau mau balik, akhirnya ya lanjut aja. Sampai akhirnya kita sampai juga di Villa Rara.

Agak kaget sih, meski jalannya seperti itu, ternyata di kolam nya udah rame di penuhi anak anak muda gaholl yang lagi asyik poto an, bukan renang, heuheuheu.

kolam renang villa rara

Kita disambut oleh bapak bapak yang agak berumur, dengan ramah kita dipersilakan masuk villa, dan ditunjukkan ruangan ruangannya, dan bebas mau pilih yang mana untuk duduk santai. Huhuhu, serasa rumah sendiri. Dan kita pun pilih di semacam beranda lantai 1 dekat dapur, selain view nya ajib, kita bisa ngelihat si empunya villa asyik masak buat memenuhi orderan tamu.

villa rara batulayar

Awalnya kita mau renang, karena tergoda oleh view nya yang ajib, tapi ya itu rame bangeeeet, . Jadi males deh..... padahal udah lengkap nih peralatan semacam baju, kolor, CD ganti, ama handuk kita bawa. Yaudah akhirnya kita cuma nonton orang renang aja.


By the way Villa ini disewakan untuk umum, dengan tarif 1.5 juta per malam, bisa sampai untuk 6 orang. Tapi kalau mau nyantai nyantai aja kaya kita ini, cukup bayar 50 ribu, bisa renang sepuasnya, dapat minuman ringan dan snack. Nah yang uniknya tuh yang dinamakan Snack itu ternyata Pop Mie, heuheuheu, alias mie rebus dalam Cup gitu (tahu khan yaa...) awalnya kirain kentang goreng atau tempe goreng atau tahu goreng, bawang goreng atau apalah yang goreng gorengan gitu. Tapi ada satu yang kurang nih, yaitu gelas... Gelasnya abis, jadinya kita nunggu beberapa tamu lain pulang, baru disajikan minum... Tapi ya its OK lah...


Buat yang masih lapar atau haus, bisa kok mesen makanan disini semacam Nasi Goreng dkk, tapi karena udah kenyang ama Pop Mie, kita gak pesen lagi, heuheuheu.

Pas di sini sempet ngobrol juga sih ama bapak2 tadi. Dia cerita kalau Villa ini baru sebulan dibuka, terus dia promo promo lewat Media Sosial semacam FB (pantesan langsung rame), terus Villa ini dinamakan Rara karena itu adalah nama Istri nya :), heuheuheu *so sweet* . Beliau asli Kalimantan, tapi udah lama tinggal dan menetap di Lombok.



Buat kalian kalian yang penasaran pengen kesana, silakan lihat peta lokasi/rute menuju Villa Rara :

2 August 2015

Ke Air Terjun Mangku Sakti Dapat Bonus Kuda Sembrani

Setelah sekian lama aku gak pernah blusukan lagi, akhirnya di weekend ini aku bisa blusukan membelah hutan lagi bareng temen kuliah ku dulu, ya sebut saja "Cacok" . Tujuan kita adalah Air Terjun Mangkusakti yang ada di Sajang, Sembalun, Lombok Timur. 

Pintu Gerbang

Pintu gerbang menuju Air Terjun ini ada di Jalur Sembalun - Bayan, jadi kalau dari arah Sembalun, gerbangnya ada di kiri Jalan, gampang banget kok ditemuin, karena ada gambar besar berupa Air Terjun Mangkusakti di pintu gerbangnya.

Setelah masuk pintu gerbang, akan ada petugas penjaga dari pemuda setempat yang menyebut dirinya PAPAR, singkatan dari Pemuda Adat Peduli Alam Rinjani. Nah setiap pengunjung diminta donasinya sebesar 5000 rupiah, untuk perbaikan jalan menuju air terjun.


Dari Pintu Gerbang menuju parkiran Air Terjun jaraknya sekitar 3 Km, dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, kalau  roda 4 sih bisa juga tapi kayaknya gak bakalan bisa sampai parkiran, karena melihat jalurnya masih seperti ini (untuk saat ini, mungkin nanti kalau sudah perbaikan jalan, jadi bisa)

Karena ini musim kemarau, jalannya berdebu cui, kecuali di beberapa titik yang sudah diperkeras menggunakan adonan Pasir + Semen (hasil dari donasi pengunjung tadi). Di sepanjang jalur ini banyak persimpangan, tapi gak udah khawatir, masyarakat setempat sudah memberi papan petunjuk arah, seperti di bawah ini :


Coba lihat deh papan petunjuk di atas, ada yang unik ya. Ke arah kiri adalh Pos 2 Pendakian Rinjani, berarti kalau lewat sini bisa donk ke Pos 2 naek motor, heuheuheu, bisa ngirit tenaga tuh buat nanjak ke Rinjani.

Jalan tanah berdebu sepanjang 3 km ini berujung pada sebuat tempat parkir yang lumayan agak luas, sepeda motor cuma bisa sampai disini saja, yang kemudian dilanjut dengan jalan kaki selama sekitar 10 menit saja, yuph ternyata cuma sebentar banget ya jalan kakinya, gak kayak ke Air Terjun Sekeper di Lombok Utara, bisa sampai 3 jam jalan kaki.

Beberapa meter dari lokasi air terjun, ternyata ada papan petunjuk arah lagi nih :


Weleh, tak diduga, di sini ada dua air terjun toh, ke kiri itu Air Terjun Mangku Sakti, kalau ke Kanan itu Air Terjun Kuda Sembrani dan Mangku Kodek. Huhuhuhu, lumayan sekali dayung, tiga air terjun terjamah.

***

AIR TERJUN MANGKUSAKTI
Tak jauh dari papan petunjuk tadi, sudah terlihat anggunnya Air Terjun Mangkusakti, sumpah deh cantik banget ini air terjun, kalau kata mblusuk.com tuh "fotogenik" ,  heuheuheu.

Gak terlalu tinggi sih, tapi debitnya lumayan besar, padahal ini lagi kemarau. Dan dari kejauhan air yang mengalir di sungai bawahnya tuh berwarna hijau dengan sedikit kekuningan di pinggirannya. Hal ini disebabkan karena air nya mengandung belerang. Coba deh sentuh air nya terus di-bau-in , akan berbau mirip petasan (kalau yang sering main petasan pasti tahu).

 



Karena air nya yang mengandung belerang ini, kita jadi males mandi mandi di sini, heuheuheu padahal udah siap baju ganti loh. 

Ya sudah, setelah puas foto foto, kita lanjut menuju ke air terjun Kuda Sembrani yang ada di bagian bawah aliran sungai ini.

Tapi di antara kedua air terjun tadi, ternyata ada satu lagi air terjun kecil, yang lokasinya agak tersembunyi, di antara bebatuan. Namanya Air Terjun Mangku Kodek, Untuk menuju kesana kita harus basah basahan menyusuri aliran air, gak jauh sih, palingan cuma 100 meter.

Buat yang penasaran seperti apa serunya main main di Air Terjun Mangku Kodek, monggo meluncur ke POSTINGAN INI
AIR TERJUN KUDA SEMBRANI
Kita pun Lanjut jalan lagi ke arah bawah, gak jauh kok, gak sampai 500 meter kita akan sampai di spot yang gak jauh beda konsidisinya dengan air terjun sebelumnya. Ini foto foto nya :



Weleh ternyata kita ada di bagian atasnya Air Terjun Kuda Sembrani, nah untuk sampai di bagian bawahnya kita harus muter masuk hutan lagi, tapi gak jauh kok, dan gampang, karena udah terbentuk jalurnya, gegara sering dilewati orang. Tapi kalao gak mau muter, bisa sih lompat langsung dari atas sini, hahahaha, tapi jangan deh, nanti bisa bisa dijemput ambulance.

Ternyata air terjun nya kecil cui, tapi lumayan oke juga buat difoto :)



***

Gimana? Oke khan? Sekali masuk, bisa dapet dua air terjun. Oia btw Air Terjun Mangkusakti ini juga pernah masuk ke acara My Trip My Adventure loh, buat yang hobinya nonton acara itu pasti tahu banget. Kalau aku sih jarang nonton ya, karena kalau pas libur gitu ya waktunya Adventure beneran, bukan cuma duduk manis di depan layar tipi, heuheuheu.

Tapi aku ucapkan terima kasih buat MTMA yang udah mau blusukan ngeliput air terjun ini, sehingga semakin dikenal masyarakat luas, dan semoga jalur menuju air terjun ini semakin baik :)

***

Video Trip ke Air Terjun Mangku Sakti, Lombok Timur 



***

di sebelah utara desa Sajang, yaitu desa Bilok Petung, Sembalun, saat ini (Sept 2015) ada air terjun baru, yang baru aja dilanching oleh warga setempat. Namanya Air Terjun Madu dan Umar Maya. Bentuknya mirip mirip Air Terjun Kuda Sembrani. 

Next time kita bakal explore dua air terjun itu....