19 October 2020

Berendam di Pantai Manikin

 
Rasa bosan melanda di Minggu sore, besok pagi kerja masak libur 2 hari cuma baring di kasur aja. Ya sudah akhirnya kuajak personil lengkap untuk jalan jalan keluar, ke pantai nyari sunset. Nah di kondisi pandemi sekarang ini yang bikin was was bila bertemu kerumunan atau keramaian, aku pun memilih lokasi pantai yang enggak rame tapi juga enggak terlalu jauh, mengingat ini udah jam 3 sore. Aku enggak mau kejadian seperti di Pantai Haubenkase terulang lagi, nyampe pantai pas matahari udah terbenam, heuheuheu.

Pilihan jatuh pada Pantai Manikin yang lokasinya cuma 13 km dari pusat Kota Kupang, secara administratif masuk wilayah Tarus, Kec Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kalau dilihat di peta sih, ini adalah pantai pertama setelah perbatasan Kota Kupang dan Kab Kupang.

 
Jalan Masuk ke Pantai Manikin ini mudah banget ditemukan, karena berada persis di seberang Gereja GMIT Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat, di Jalan Timor Raya. Nah dari jalan utama tadi, kita harus menempuh sekitar 2 km melalui jalan aspal yang lumayan sempit namun masih bisa untuk papapan 2 mobil, enggak seperti jalan masuk ke Pantai Sulamanda yang cuma cukup untuk 1 mobil. Oia by the way, pantai manikin ini bersebelahan dengan Pantai Sulamanda dengan karakteristik yang sama yaitu melewati lahan perkampungan dan persawahan sebelum sampai ke pantainya.
 
Di gerbang masuk ke pantai manikin ada 3 orang pemuda yang menjaga portal, disini pengunjung harus membayar sejumlah uang untuk bisa masuk. Nah untuk mobil bayarnya 10 ribu saja, enggak melihat berapa orang yang ada di dalam mobil. Dsini aku enggak menulis biaya "tiket masuk" ya, karena memang enggak ada wujud fisik tiket kertas nya. 

Dari gerbang, jalan aspal mengarah ke kiri menyusuri pantai di bawah rindangnya pepohonan, kulihat ada beberapa lopo / gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung, tapi enggak tahu ya gratis atau bayar, karena kita tetep lanjut ke arah kiri hingga jalan aspal habis dan ketemu sebuah warung kopi, di sebelah warung tersebutlah kita parkirkan kendaraan.


 
Berhubung tadi enggak tidur siang, aku pun pesen kopi di warung tersebut, biar segeran dikit, sementara itu si kecil lagi pada makan di dalam mobil dengan sekotak nasi sayur lauk yang kita bawa dari rumah. Warung kopi ini sangat sederhana sekali hanya terbuat dari 4 batang pohon yang menjadi tiang, beratap daun kering, dengan dua meja, 3 bangku panjang dari kayu dan bambu serta dua kursi plastik berwarna hijau.

Sambil duduk di salah satu bangku warung, aku pun seruput seruput kopi, huaaah mantap. Karena matahari masih lumayan terik, setelah makan si kecil pun main main pasir di sekitar warung ini. Kulihat sih pasir ini sepertinya bercampur debu tanah deh, karena kalau pas melangkah jalan di pasirnya, debunya langsung terbang keangkat. 


 
Matahari mulai beranjak turun, kita pun bergegas jalan mendekat ke pantai. Pasir di pantai ini bercampur dengan batu batu, awalnya sih aku ngerasa agak kecewa karena si kecil jadi enggak leluasa main pasir. Tapi kita iseng jalan ke tengah mendekat ke garis pantai nya melewati bebatuan, kalau dirasa rasa ini mirip jalan di sungai, batunya sama kaya batu batu di sungai gitu.

Eh ternyata di bagian batu batu yang terendam air laut seru juga buat main air basah basahan, airnya jernih bersih dan enggak ada ombak. Kutaruh dah si kecil disitu, eh dia suka donk, duduk sambil pukul pukul air, heuheuheu, sedangkan kakaknya asyik narik mobil mobilan menggunakan tali keliling pantai.





Semakin sore, air laut semakin pasang, ini sangat terlihat karena tempat si kecil duduk lama lama makin tinggi airnya, saat sudah agak tinggi, kita bergeser ke arah tepian, enggak lama eh makin tinggi lagi, heuheuheu, terhitung sampai 3 kali kita pindah lokasi ke tepian.

Seberes matahari terbenam, kita pun beranjak dari tempat ini, menuju parkiran, bilas bilas, gantiin baju si kecil lalu pulang. Nah untuk bilasnya kita pakai air sendiri, kita memang selalu siap bawa air bersih dimasukkan galon kecil saat jalan jalan gini.
 

***

Peta Lokasi Pantai Manikin Kupang


Share:

4 comments:

  1. Pantai di Kupang beragam ya mas. Sekalinya da yang pasir putih, jadinya putih banget. Jika ada yang model agak kerikil besar, seperti itu. Kalau ini malah ada semacam karang-karang yang tersebar. Posisinya pun pas menghadap barat

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat beragam, plus kadang ada buaya juga muncul, heuheuheu, untungnya kita belum pernah menjumpai langsung

      Delete
  2. Pantainya cakep juga.
    Batu-batu yang ada di pantainya bikin pemandangannya jadi unik.
    Sunsetnya juga indah banget. Mantap lah. 👍

    ReplyDelete
  3. aku baru denger pantai manikin, mayan juga ya kalau cetek gitu paling nggak bisa buat kecek kecek kayak si adik, main air dipinggiran begini
    noted dulu ahhh

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Youtube

Blog Archive