WHAT'S NEW?
Loading...

Indahnya Tanjung Ringgit , Lombok Timur

Kalau dihitung hitung sudah tiga kali saya ke Tanjung Ringgit, dan weekend ini merupakan kali ke empat saya terdampar di ujung tenggara Pulau Lombok ini, tentu saja dengan suasana dan rekan travelling yang berbeda.

Nah, setelah puas menikmati keindahan Tanjung Ringit, sekarang giliran saya untuk berbagi keindahan Tanjung Ringgit kepada kalian. Sekedar tips, bagi yang belum pernah ke Tanjung Ringgit dan pengen kesana, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan lho, simak ya :

LOKASI dan RUTE.
Tanjung Ringgit ini terletak di ujung tenggara Pulau Lombok (lihat Peta), masuk di Wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan Pribadi (mobil atau motor) atau kendaraan sewaan, karena tidak ada angkutan umum sampai sana. Rute menuju Tanjung Ringgit yaitu Mataram - Praya - Jerowaru. Di jalur Praya - Jerowaru nanti kita akan melewati 2 Pom Bensin di sebelah kanan. Nah sekitar 100 meter setelah Pom Bensin yang kedua, ada Pertigaan Jerowaru, beloklah ke kanan, ikuti saja jalur itu terus (jalan aspal bagus) sampai ketemu Pasar Jor Jerowaru, dari situ beloklah ke kanan, sampai ketemu pertigaan lagi, terus belok ke kiri, ikuti jalurnya sampai ketemu pertigaan yang memisahkan jalur Tanjung Ringgit dan Pantai Surga, ambil lurus saja, karena kalau ke kanan nanti akan sampai Pantai Surga. Nanti akan ketemu pertigaan lagi, bila lurus akan sampai ke Pantai Kaliantan (jalan aspal bagus), nah kita harus belok kiri keluar dari aspal, jalan mulai rusak, dan sesekali ada kubangan air besar di tengah jalan. Ikuti saja jalan itu sampai habis, kalau ada pertigaan, tetep aja lurus, kira kira ada sekitar 15 KM kita disiksa jalur ancur ini. Pesan saya, jangan gunakan mobil jenis sedan deh, dijamin gak bakal sampai TKP. Bila sudah melihat Mercusuar, tandanya kita sudah sampai Tanjung Ringgit.

Rute Mataram - Tanjung Ringgit (Garis Merah)

Kondisi Jalan Menuju Tanjung Ringgit

Mercusuar dari kejauhan

PERLENGKAPAN.
Karena di sekitaran Tanjung Ringgit tidak ada fasilitas wisata apapun, jadi kita harus mempersiapkan semua dari rumah.
  1. Bawa minuman sebanyak banyaknya. Di teriknya Tanjung Ringgit saya jamin kalian akan dehidrasi hebat jika persediaan air kurang. Selain itu Di Tanjung Ringgit tidak ada warung satu pun. Lebih baik jika kalian ke Tanjung Ringgit sekalian bawa Tikar dan Makanan besar (nasi dll), kemudian gelar tikar di bawah pohon, makan siang sambil menikmati indahnya tanjung ringgit diiringi debur ombaknya. Ajiib.

  2. Pakai sunblock untuk mencegah kulit kalian belang belang.
  3. Kamera. Ke Tanjung Ringgit gak bawa kamera sama saja dengan malam minggu tapi gak ada patjar, gak lengkap, gak sempurna rasanya. Sayang banget rasanya ke sini cuma lihat lihat aja tanpa jepret jepret.

Di bagian bawah (sebelah kanan jalur pejalan kaki), ada semacam sumur kecil buatan manusia, menurut para penggembala kerbau disini, air di sumur itu tawar lho. Heran juga saya, sumur di dasar tebing yang notabene lokasinya sangat dekat dengan air laut yang asin.


Selain alamnya yang indah, Tanjung Ringgit juga menyimpan sejarah lho. Di sini terdapat Meriam peninggalan Jepang. Dulu waktu pertama kali ke Tanjung Ringgit, saya gagal menemukan lokasi Meriam ini. Dan saya pun menemukan lokasi meriam ini pada kunjungan kedua, ternyata lokasinya ada di pinggir jalur wisatawan (jalur yang terbentuk oleh kendaraan yang lewat), di tengah tengah Tanjung Ringgit, di balik semak semak. Meriam tersebut masih terlihat kokoh menghadap laut, akan tetapi sayangnya penuh coretan sana sini oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.


Selain meriam, juga terdapat sebuah goa yang cukup besar. Ini adalah kunjungan saya yang ke empat ke Tanjung Ringgit, dan ini merupakan yang pertama saya bisa menemukan lokasi Goa nya, berkat bantuan bapak bapak penggembala kerbau yang baik hati. Ternyata lokasinya ada di ujung Tanjung, pokoknya ikuti saja jalur yang terbentuk sampai ujung, terletak di balik semak semak juga (tapi jauh dari meriam). Pintu goa nya ada di atas, bukan di bawah pantai, dekat dengan bibir tebing, tapi Saya tidak tertarik untuk masuk goa karena bau nya gak enak, banyak kotoran kelelawar.


Melihat begitu besar potensi wisata di lokasi ini, sangat disayangkan ya objek wisata ini terbengkalai, benar benar tidak dirawat dan dikembangkan. Beberapa spot yang bisa dikembangkan :

  1. Mercusuar. Coba dikembangkan sebagai tempat untuk melihat Tanjung Ringgit dari atas, jadi wisatawan bisa naik, dan melihat panorama Tanjung Ringgit dari Kejauhan.
  2. Sumur air tawar. Nah coba dibuatkan jalan menuju ke bawah ke lokasi sumur itu, sehingga wisatawan bisa turun dengan aman.
  3. Meriam Jepang. Lokasinya yang berada di balik semak semak, wisatawan yang belum tahu pasti akan melewatakan objek yang satu ini, seandainya semak semak itu dibersikan, meriam dipagari, dan dirawat, pasti akan menjadi sangat elok dan gagah meriam itu.
  4. Goa Raksasa. Ini juga merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa, Ada goa yang letaknya di ujung Tebing, coba bayangkan, keren abis. Bisa dibuatkan jalan/tangga turun ke goa nya, dipasang semacam lampu agar wisatawan bisa masuk tanpa kegelapan dll.
  5. Selain itu juga perlu dibuatkan beberapa berugak deh, mengingat begitu panasnya lokasi ini, berugak tersebut bisa digunakan untuk bersantai para wisatawan tanpa takut kepanasan terbakar matahari.
Beberapa Foto di Tanjung Ringgit :




Nah biar lebih jelas mengenai lokasi meriam dan goa nya, perhatikan peta google maps di bawah ini :

Keterangan Gambar :

- No. 1 Adalah Mercusuar

- No. 2 adalah Sumur Air Tawar

- No. 3 adalah Meriam Jepang

- No. 4 adalah Goa Jepang

Dan garis putih adalah jalur pejalan kaki yang terbentuk karena sering dilewati wisatawan.

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

20 comments: Leave Your Comments

  1. Baru pulang dari Lombok, muter dari Gili T ke Gili Nanggu, Selong Blanak, Mawi, Mawun, n Tanjung Aan..sudah tanya2 beberapa driver tapi kok sepertinya mereka ogah ke Tanjung Ringgit ya, emang jalannya ancur banget?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kebanyakan belum berani... Jalannya belum bagus

      Delete
    2. Lha jadi gimana donk klo sy pingin ke sana? Any suggestions?

      Delete
    3. Kemaren saya ke tanjung ringgit bersama tamu kami dari malaysia, jalan nya sekarang sdg di perlebar,
      Bagi traveler yg ingin ke pink beach dan tanjung ringgit, jangan khawatir skrg anda bisa lewat jalur darat...

      www.lombokhafala.com

      Delete
  2. berangkat aja, :) pake mobil dengan suspensi mantap. dan saya punya beberapa kenalan travel.

    sekalian juga kabar2i kalo punya investor yang minat lokasi deket pantai di lombok timur, dengan harga 700ribu/are = 7ribu perak /m s/d
    belasan juta/ are = ratusan ribu / meter.

    kontak lanjutan di yasiratsigah@yahoo.com.

    o iya,,, mr.fun fun,, deket2 situ juga ada pantai berpasir pink, mungkin kapan2 bisa di kulik juga :)

    ReplyDelete
  3. Mayawati "MY TRIP"December 14, 2012

    Ini blognya Irwan yg saya hubungin via facebook dan email kan ya? Mantep, lengkap tulisannya. Saya baru ke Tj Ringgit sekali dan langsung jatuh cinta. Super kereeen! Mau tanya dong, Pantai Surga itu Pantai Tangsi bukan? Pantai Tangsi yg disebut2 sbg Pink Beach-nya Lombok kan? Saya ke sana juga. Tp kalo Pantai Kaliantan saya nggak tau. Sempet mampir ke Gili Sunut, trus satu pantai lagi lupa, kudu lihat catetan. Juga ke Jiva Beloam, resort yg blom jadi.

    Buat yasiratsigah.... temen saya salah satu pemegang project di Adi Karya sering pesen ke saya, kalo nemu daerah tebing eksotis, kasih tau dia, krn ada rencana bangun resort di daerah begitu. Lagi saya tanyain dia.

    ReplyDelete
  4. @maya : yuph betul... Saya yang di email itu..
    Pantai Surga beda ama pantai tangsi, tapi sama sama di wilayah jerowaru.

    ReplyDelete
  5. klw liat peta kayaknya daerah sepi perumahan penduduk, gimana keamanannya, kira-kira aman ga terutama buat keluarga yg bawa-bawa anak kecil?

    ReplyDelete
  6. o ya mohon info, camping di sekitar 4 spot tu aman ga ya, ada saran ?

    ReplyDelete
  7. InsyaAllah aman karena hampir tiap hari ada pemancing yang bermalam di situ. Karena tanjung ringgit juga jadi spot memancing di malam hari

    ReplyDelete
  8. OMG....saya ke sana dan parkir mobil di sebrang Pohon yg biasa utk berteduh...tp nggak liat meriamnyaa....huu...huuuuu.....

    ReplyDelete
  9. mau nanya.. di tanjung ringgit bisa nyebur ga ya?
    atau memang untuk menikmati pemandangan aja?
    *keliatannya bertebing dan curam

    ReplyDelete
  10. @rizki : gak bisa , lihat lihat aja dari atas :)

    ReplyDelete
  11. besok ke tanjung ringgit ahh :D

    ReplyDelete
  12. ajakin aku ke kesana...belum pernah tahu tanjung ringgit neh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemaren kita kesana, side udah ada acara ke Lombok Tengah.. Hohoho .

      Delete
  13. Mantaap, kemarin saya kesana, habis pantai surga mampir pantai pink, truss ke tanjung ringgit lanjut pelabuhan kayangan via labuhan haji....mantap seharian jelajahi lombok timur...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.... mantap. Seru nih jalan jlannya

      Delete
  14. Asiknya jika bisa main kesini. Ijin nyuplik artikelnya ya, kebetulan saya juga dari biro jadi mau nambah referensi destinasi wisata lombok. Thx
    http://birowisatalombok.blogspot.com/

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar