10 September 2017

Bali Agung Show : Teater Epik Legenda Raja Sri Jaya Pangus

Sepasang patung yang disebut Barong Landung bisa kamu jumpai di beberapa Pura di Bali. Patung laki-laki adalah perwujudan Raja Sri Jaya Pangus, yang wanita adalah permaisurinya Kang Cing Wie. FYI dibalik kedua patung itu tersimpan kisah cinta antara mereka dengan seorang Dewi lho.

Legenda mereka bertiga ini ditampilkan dalam pertunjukan Bali Agung Show. Sebuah pertunjukan panggung yang spektakuler berstandar internasional. Pertunjukan ini begitu terkenal sehingga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun berkenan menontonnya. 

https://kevinabali.wordpress.com

Kisah Raja Sri Jaya Pangus
Dahulu di Bali ada seorang Raja bernama Sri Jaya Pangus. Kerajaannya yang makmur sering dikunjungi oleh para pedagang dari Cina.

Suatu hari Kang Cing Wie, putri salah satu pedagang Cina, tiba di Bali. Singkat cerita Raja Sri Jaya Pangus bertemu dengannya dan jatuh cinta. Cinta sang Raja bersambut, kemudian mereka menikah.

Tahun-tahun berlalu namun Raja dan Permaisuri belum mendapatkan keturunan. Akhirnya Raja Sri Jaya Pangus melakukan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari masalahnya.

Suatu hari Raja sampai ke kaki Gunung Batur. Ia berniat untuk berdoa dan bertapa di puncak gunung. Namun niat itu diurungkannya ketika Dewi Danu, Dewi danau Batur, mendatanginya. 

Raja terpesona oleh kecantikan Dewi Danu dan memintanya untuk menjadi istrinya. Dewi Danu bersedia dengan syarat anak mereka nantinya akan menjadi Raja di Bali menggantikan Raja Sri Jaya Pangus.

Sang Raja setuju, mereka lalu menikah dan hidup bersama. Tak lama mereka pun dikaruniai anak laki-laki. Permaisuri Kang Cing Wie yang frustasi menunggu, menyusul suaminya ke gunung Batur. Alangkah kecewanya ia mengetahui suaminya telah menikah lagi dan mempunyai anak. Permaisuri yang hatinya terluka lalu memimpin pasukan menyerang Dewi Danu.

Perang pun berkecamuk. Saat permaisuri Kang Cing Wie hendak dibunuh Dewi Danu, Raja Sri Jaya Pangus mencegahnya. Dewi Danu tidak pernah tahu kalau suaminya sebelumnya telah menikah. Dia terkejut mengetahui suaminya masih mencintai istri pertamanya.

Dewi Danu mengutuk Raja dan permaisuri menjadi patung. Pangeran Maya Denawa, anak Raja Sri Jaya Pangus dan Dewi Danu kemudian menjadi Raja Bali menggantikan ayahnya.

Bali Agung Show
Bali Agung Show merupakan kolaborasi antara seniman lokal dan Australia. Pertunjukannya memadukan tarian, tata suara, tata cahaya, dan musik yang berkualitas didukung dengan teknologi tinggi.

Di atas panggung berukuran 60x40 meter tampil 180 seniman, 40 wayang, penabuh gamelan, dan puluhan hewan seperti harimau, gajah, dan elang.

Bali Agung Show ditampilan di gedung Bali Theatre. Gedung yang berbentuk mirip gua ini letaknya di kompleks kebun binatang Bali Safari & Marine Park, Gianyar. Hanya sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa menyewa mobil di OMOcars yang terdapat di bandara, perjalananmu di Bali akan lebih murah dan leluasa.

Bali Agung Show tampil setiap hari kecuali Senin, pukul 14.30 sampai 15.30. Bali Theatre mampu menampung 1200 penonton.  Tempat duduknya didesain sedemikian rupa sehingga penonton merasa seolah menonton pertunjukan 3 dimensi.

Meski tampaknya waktu pertunjukannya singkat, cuma 1 jam, namun meninggalkan kesan luar biasa bagi penonton. 

Buat kalian yang tertarik, buruan meluncur ke Bali Theatre yang ada di komplek Bali Safari & Marine Park, enggak perlu bingung nyari lokasinya, karena di bawah ini aku sertakan peta nya.

***

Peta Lokasi Bali Theatre




.
Share:

BCA BALI RUN 2017

Blog Archive