15 September 2017

Banteng Ngangak dan Janda Berenang


Sebulan penuh (18 Agustus - 16 September 2017) Lombok dan Sumbawa diramaikan dengan puluhan event yang terangkum dalam ``Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017``. Setelah malam kemarin diselenggarakan Fashion on The Street di depan Kantor Gubernur NTB, hari ini (15 September 2017) diselenggarakan event Festival Kuliner Lombok Sumbawa di area parkir Islamic Center (IC) Mataram.

Acara ini sebenernya dimulai dari pagi, tapi berhubung hari ini bukan hari libur, jadinya aku bisanya dateng sore sekitar pukul 16.00 WITA pas banget di panggung utama lagi ada perform Hadrah/Hadroh. 

Ada puluhan stand di parkiran IC ini yang masing masing stand diisi makanan khas lombok sumbawa. Masyarakat umum bisa menikmati ribuan porsi makanan secara gratis lho, dengan syarat mendapatkan kupon yang dibagi oleh tim Genpi Lombok Sumbawa. Nah berhubung antusiasme pengunjung yang luar biasa, dalam waktu yang enggak lama, pembagian kupon tahap sore langsung habis ludes

Aku sih pengen nyobain gula gending, eh tapi ternyata udah habiss, harus nunggu nanti malem kalau mau. Hmmmm akhirnya aku muter muter lagi buat nyari menu makanan yang susah bin jarang ditemui di kehidupan sehari hari. 

Dan nemulah aku dua menu makanan yang namanya unik menggelitik. Yang pertama ``Banteng Ngangak`` sedangkan yang kedua adalah ``Janda Berenang``. Heuheuheu

Banteng Ngangak
Sebelum aku ngambil menu Banteng Ngangak, aku nanya dulu donk mengenai sejarah penamaan Banteng Ngangak, nah menurut beliau (penjaga stand) kuliner khas lombok timur ini pedes banget, jadi pas makan sampai ngangak (mangap/mulut terbuka) gitu. Nah tapi asal mula kata ``banteng`` ini belum terpecahkan, beliau enggak tahu. Bahkan karena saking penasarannya, aku pun searching di google, tapi belum nemu juga asal muasal kata banteng, Buat kalian yang tahu, silakan tulis di komentar yaaaa. 

Menu banteng ngangak yang disediakan stand ini ternyata berwujud sayur kuah santan berisi terong dan cabai hijau. Cabai hijaunya ini bukan cabai hijau besar, melainkan potongan cabai hijau kecil yang biasanya buat pendamping gorengan itu lho, dan itu banyaaaaak banget.. pantesan aja pedes gila, sampai dibikin nangis plus ngangak ngangak. Pas banget disantap bareng nasi hangat.


Yang berikutnya adalah Janda Berenang. Untuk menu kedua ini aku kurang beruntung nih, karena ternyata ini salah satu menu favorit pengunjung, jadinya  udah ludes deh. Tapi karena aku penasaran, aku tanya aja deh ama penjaga stand nya mengenai sejarah penamaan Janda Berenang ini, eh tapi sayang sekali penjaga nya enggak tahu apa apa mengenai makanan yang dijajakan nya, heuheuheu.... Ya sudah, buat ngehilangin rasa penasaran, aku pun searching di google mengenai menu makanan unik ini. 

Dan ternyata menu Janda Berenang ini adalah salah satu menu khas Sumbawa, yang termasuk jenis kue yang terbuat dari Tepung Maizena dan Kacang Hijau dengan bahan pewarna tambahan warna pink (merah muda) dan dibungkus dengan daun pisang. 



Aku belum nemu jawaban pasti sih mengenai penamaan janda berenang ini , tapi berdasarkan penelusuran dari Om Gugel, aku mendapatkan informasi bahwa Janda Berenang ini ada cerita asal usulnya. Jadi pada jaman dahulu kala ada seorang janda yang sedang membuat kue ini, nah pas lagi seru serunya bikin kue, si janda itu pergi (berenang artinya pergi dlm bahasa setempat) dari rumah dan tak kembali, heuheuheu. Tapi ada juga yang bilang kalau berenang itu artinya berhenti, jadi kue ini berarti Berhenti Menjanda.... Sungguh sebuah cerita yang sungguh aneeeh... Entah yang bener yang mana. Silakan tulis di komentar ya misal kalian tahu sejarah asli nya :)

https://www.nilatanzil.com/a-trip-to-sumbawa-besar/
Selain nemu makanan unik bin langka, di event Festival Kuliner ini aku bertemu dengan banyak temen baru. Enggak baru baru banget sih, sudah sering bertegur sapa di Group WA, tp belum pernah kopi darat (kopdar). Nah salah satunya adalah si empunya blog http://diditpharm.blogspot.co.id . Seorang pria bertubuh besar yang hobi jalan jalan dan sedang menjalani hubungan LDR dengan pasangannya, heuheuheu...


Saat kita lagi asyik menikmati banteng ngangak, di panggung utama lagi ada demo masak dari Chef Sisca Soewitomo. Buat kalian yang kelahiran 80an pasti tahu lah siapa beliau ini. Karena dulu sering muncul tipi di acara memasak Indosiar (kalau enggak salah ya, lupa lupa inget). Beliau hari ini memasak beberapa menu khas lombok sumbawa yang salah satunya adalah bebalung. Aku enggak ngikutin sih, karena asyik nikmatin menu Banteng, heuheuheu.

***
Share:

4 comments:

  1. Saya salah satu penyuka kue Janda Berenang... Tp yg LDR itu kok disebut yaaak ?? Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. heuheuheu penggemar janda lagi berenang :))

      Delete
  2. Kue Janda berenang lebih mirip "pepesan"kalau di Jawa atau nogosari heheheh. Biasanya di dalamnya pisang :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau nogosari dulu waktu kecil sering makan, iya dalemnya pisang
      kalau ini dalemnya kacang ijoo

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

BCA BALI RUN 2017

Blog Archive