WHAT'S NEW?
Loading...

Semalam yang Super Seru di Gili Sudak

Trip kali ini boleh saya bilang lebih seru daripada trip trip sebelumnya nih, karena bukan cuma jalan ke lokasi foto foto trus pulang di hari yang sama, tapi kali ini kita nginep di lokasi yang kita tuju, yaitu Gili Sudak di Sekotong, Lombok Barat, dan nginepnya itu bukan di penginapan layaknya hotel mewah atau villa, tapi dengan mendirikan tenda di pinggir pantainya Gili Sudak.... Wiii sebelum sampai sana aja udah ngebayangin bakal seru abiss...

Keseruan ini dah dimulai sejak sebelum sampai di penyeberangan, yaitu saat hampir memasuki wilayah sekotong, tiba tiba hujan deras datang, padahal ini udah hampir jam lima sore lho, perjalanan masih jauh dan sampai sana masih harus diriin tenda. Tapi ternyata ini gak menyurutkan semangat temen temen, mantep dah, kebetulan kita semua bawa jas ujan, jadi kita tetep terobos itu hujan deres dengan memakai jas ujan.

Jalur Offroad

Untungnya setelah sampai wilayah sekotong, Hujan reda. Wah makin semangat kita ini. Hingga kemudian keseruan dimulai lagi, saat mau memasuki dusun medang, jalur udah tidak beraspal lagi, alias tanah becek sehabis diguyur hujan. Wiii ini mah bisa dibilang kita nerobos jalur offroad ini, lebih pasnya sih pakai motor trail ini. Alhamdulilah semua selamat sampai tempat penyeberangan, gak ada yang sampai jatuh.


Saya pilih lewat sini bukan lewat pelabuhan tawun karena lewat sini pelayanannya lebih asyik dan lebih terjangkau harganya. Di Dusun Medang ini ada seseorang yang udah dikenal di kalangan para personel Lombok Backpacker (LB), yaitu Pak Sahar, beliau sering mengantar team kita dari LB untuk menyeberang keliling Gili Nanggu, Sudak dan Kedis dengan harga miring. Nah di lokasi menyeberang ini ada satu bangunan tua yang udah bolong bolong dinding nya, bangunan ini ternyata masih sangat berfungsi dan bermanfaat, yaitu digunakan sebagai lokasi penitipan motor bagi orang yang menyeberang ke gili nanggu/sudak/tangkong, baik itu yang menginap/camping atau pun yang memancing di malam hari dan kembali keesokan paginya. Dijamin aman karena dijaga warga, dan kita tinggal bayar ongkos lima ribu aja.


Perjalanan menyeberang menuju Gili Sudak kali ini terasa lebih indah karena ditemani senja di langit barat sana, yaaa meskipun agak mendung sih... tapi lumayan lah ya.

Sampai di Gili Sudak udah gelap bro... untung ada beberapa lampu emergency yang kita bawa, sangat membantu banget nget nget di kegelapan malam ini. Untungnya saya udah beberap kali camping jadi gak ngerasa ribet pas diriin tenda, lancar jaya gan...

Setelah semua tenda tegak berdiri, acara selanjutnya yaitu masak memasak, persiapan untuk dinner romantis di pinggir pantai. Tugas masak dibagi dua, kaum adam bertugas memasak sayur, sedangkan kaum adam bertugas membakar ikan. Tanpa komando dari siapa siapa, semua tugas berjalan dengan lancar dan selesai bersamaan. Dan akhirnya acara puncak pun dimulai, apa itu? Yuph apalagi kalau bukan MAKAN MALAM, woyooo semua menu yang tersaji terasa super uenak di lidah, hmmmm apalagi sambalnya... Juaraaa...!!!



Gak tahu ya karena keberuntungan atau karena kebetulan, setiap camping pasti langitnya cerah ceria, seperti halnya malam ini, langit di atas wilayah Sekotong ini bagus banget, bintangnya banyak banget, sepeti butiran butiran debu di langit, dan sesekali salah satu dari mereka meluncur secepat kilat membentuk garis cahaya yang biasa kita sebut dengan bintang jatuh, wuihhh keren gan.

Narsis dulu gan

Malam ini jadi semakin indah karena salah satu dari temen ada yang maen gitar, dan kita pun nyanyi bareng bareng, hohohoh seru abiss... Nyanyi sampai puas... hingga satu persatu dari kita ngantuk dan masuk ke tenda, tapi saat saya mulai tidur di tenda, masih ada beberapa temen yang masih asik nyanyi, yaah lumayan lah tidur di tenda, di pinggir pantai, diiringi suara gitar, semoga mimpi indah malam ini.

Suara burung di pagi hari bikin bangun pagi kali ini makin seger, jadi semangat bangun pagi buat menyambut sunrise, berharap semoga sunrise kali ini cantik.

Yuhuuu, ternyata pas sampai di sisi timur pulau, udah ramai aja ini di sini, selain group kita juga ada group pemancing yang awalnya saya kira orang lokal sekotong, eh ternyata orang jawa gan, ketahuan dari bahasa obrolan mereka, jawa banget. Dengerin obrolan mereka jadi ini serasa bukan di Lombok, tapi di pulau kecil di pelosok pesisir jawa *tepokjidat


Syukur alhamdulilah pagi ini gak ada mendung di langit timur, jadinya sang mentari bisa muncul dengan lancar di balik bukit. Nah sambil menunggu sang mentari bener bener muncul, hal seru yang wajib dilakuin adalah foto foto, ada beberapa kamera yang bertugas mengabadikan momen indah di pagi ini yang masing masing dibawa temen temen, ada Gopro Hero 3 BE, Sony DSC-TX20, Canon EOS 40D, Sony A200 dan tentu saja kamera dari hape masing masing.



Ya namanya juga manusia ya, kesukaannya beda beda, gak bisa semua anggota team melakukan hal yang sama di waktu yang sama, seperti di pagi ini, ada yang snorklingan, ada yang cuma mandi mandi di pinggir, ada yang jalan jalan menyusuri pantai, ada yang cuma duduk di pasir deket tenda, dan ada pula yang sibuk masak buat sarapan.. Hohoho,kalau saya termasuk yang ikut snorklingan.

kopi aroma pantai

Lumayan menyedihkan sih kondisi terumbu karang di gili sudak ini, lokasi yang dulu pertama kali saya ke sini penuh dengan terumbu karang dan bintang laut, kini hanya berupa hamparan pasir putih, entah kemana mereka sekarang. Nah untuk dapat menemukan sekelompok terumbu karang, kita harus berenang agak ke tengah, di situ masih ada terumbu yang tumbuh subur dengan ikan ikannya yang bergerombol. Satu jenis biota laut yang selalu ada di sini adalah bulu babi, mereka berkelompok membentuk gerombolan gerombolan berwarna hitam dengan duri duri panjangnya yang menyeramkan, kalau bisa jangan deket deket dah kalau gak mau kena tusuk, perih gan.












Pas selesai snorkling, pas pula masakan mateng, nah pas banget ini bisa langsung sarapan dengan menu Nasi Goreng ala chef Nara, wohoo ini kedua kalinya saya makan nasi goreng hasil karyanya, dulu pertama kali makan pas camping di Pulau Kenawa, Sumbawa, ya lumayan lah ya rasanya, bisa diterima perut, apalagi perut yang lagi kelaparan gini


Menjelang siang, semua tenda sudah beres kita bongkar, dan kapal jemputan pun tiba. Kita sepakat sebelum kembali ke pulau utama yaitu Lombok, kita mampir dulu ke pulau kecil di seberang sana, yaitu Gili Kedis, tujuan utama nya ya foto foto, hihihhi maklum kita kita ini maniak foto.


Sunggu beruntung kita ini, siang hari ini kondisi cuaca lagi bagus bagusnya, pantai di gili kedis lagi gak surut juga lagi gak pasang, alias sedang sedang aja, jadi bagus banget buat fotoan... Gak percaya?? Nih foto fotonya :






Setelah puas fotoan, akirnya kita kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan menuju tempat kita menyeberang kemaren di dusun medang, untuk selanjutnya balik ke kota tercinta, Kota Mataram.

Alhamdulilah semua tersenyum puas meskipun terlihat pada kecapekan semua.. Dan akirnya..... sampai jumpa ya di Trip seru berikutnya :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok LOMBOK itu INDAH

7 comments: Leave Your Comments

  1. Dahsyat! Lombok emang cantik. Daripada Gili Sudak, saya sih lebih naksir sama Gili Kedis. Bener katamu, batu-batuan di pantainya bagus buat foto-foto, kayaknya lebih bagus lagi pas sunrise/sunset. Saya geli juga lihat foto2nya, mpe sgitu niatnya tongkat narsis dibawa nyelam segala. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hohoho, coba deh search kata "gopro" di youtube, akan banyak nemu orang nyelem pake monopod (tongsis)

      Delete
  2. cakeeep ommmm.kapan kapan ajakin dooonk T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku cakep ya? aaaaaaaaa..... ihihi sini balik lombok lagi

      Delete
    2. -___- pantainya,underwaternya,dan temannya yang cakep,bukan om admin :D kalo bisa mah mauuuuuu bangeeeeet balik sana.ahahaha

      Delete
  3. Sekotong juga dahsyat ya... gue jadi pingin kemping rame-rame kaya gini...

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar