24 December 2016

Seminggu di Renon Bali

Setelah sekian lama, akhirnya di awal Desember 2016 ini bisa juga melakukan perjalanan ke barat, ke pulau Dewata via darat dan laut. Aku sudah rindu merasakan hawa angin laut di tengah malam, dan dingin nya udara selama melintasi Jalan Ida Bagus Mantra di subuh hari.

Seperti biasa, kalau ke Bali via darat laut, aku ngambil kapal yang berangkat sekitar jam 11 malam dan harapannya sih sampai Bali jam 4 pagi, jadi bisa sunrise-an dulu di Sanur. Tapi ternyata kali ini kita sedang kurang beruntung. Jam 11 malam sudah masuk kapal, tapi kapal baru berangkat jam 12 malam, dan sampai pelabuhan Padang Bai sudah melewati masa masa Sunrise, heuheuheuheu tumben banget kita di kapal selama 6 jam lebih... dan rencana menikmati matahari terbit di Sanur pun gagal.

Lapangan Niti Mandala, Renon

Karena sudah memasuki waktunya sarapan, kendaraan langsung kupacu menuju daerah Renon, Denpasar, karena memang tujuanku kali ini ke Bali ada sedikit kerjaan di daerah Renon, dan menginap di salah satu hotel di daerah tersebut juga

BUBUR AYAM PAK LIK
Enggak sulit untuk mencari warung yang menyediakan menu sarapan di sekitar renon, khususnya di sekitar lapangan niti mandala. Ada satu tempat sarapan yang recommended di selatan lapangan niti mandala, namanya "Bubur Ayam Pak Lik". Dari namanya sudah bisa kita duga kalau penjualnya berasal dari Jawa, itu yang membuat kita lumayan yakin untuk sarapan di situ (semoga Halal). Dan kita lebih yakin lagi saat melihat ada kotak bertuliskan "Baznas" di meja kasir, plus kasirnya seorang perempuan berkerudung, heuheuheu. Lanjooot langsung pesen makanan.

Meskipun namanya warung bubur ayam, ternyata menu yang disajikan bukan hanya bubur lho, ada lontong sayur, rawon, bubur kacang ijo dan ayam goreng (enggak ada Babi Guling). Tapi tetep sih yang kupesen Bubur Ayam nya, heuheuheu.


Mengenai masalah porsi sih relatif ya tiap tiap orang, tapi kalau untukku, porsi bubur ayam ini 75% dari normal, jadi kalau pesen satu tuh masih kurang kenyang, tapi kalau pesen dua porsi, jadinya enggak habis #galau . Dari segi rasa, enak kok bubur nya, langsung leeep, enggak perlu ngunyah (ya iyalah, namanya juga bubur), kuah gurih nya juga pas, dan sambel nya juaraaaaa, untung nya perutku bersahabat dengan sambal di pagi hari. Harganya cuma 9 ribu rupiah

LAPANGAN NITI MANDALA
Hari masih pagi dan jam check in masih lama, daripada bingung akhirny aku dan temenku milih buat jalan jalan dan nongkrong di sekitar area lapangan niti mandala (persis di depan Bubut Ayam Pak Lik). By the way aku sih udah pernah jalan jalan di sekitar sini ya, sekitar setahun yang lalu aku sempat ngikutin event Car Free Day di Niti Mandala, jalan raya yang mengelilingi lapangan niti mandala ditutup untuk kendaraan sampai jam 9 pagi.

Pagi ini bukan hari minggu, jadi enggak ada car free day di sini, tapi yang aku heran, ternyata meskipun hari kerja ternyata banyak juga yang joging keliling lapangan ini. 

Salut banget dah ama pengelolaan lapangan ini, selain bersih bangeeet, di sini juga ada papan peringatan bertuliskan "Kawasan Tanpa Rokok", selain itu juga ada beberapa public toilet, rumput hijau yang terjaga di seluruh lapangan, serta adanya larangan berjualan di dalam area lapangan niti mandala. Larangan ini secara langsung diperdengarkan di pengeras suara yang terdengar di seluruh penjuru lapangan. Hal ini merupakan salah satu hal yang membuat lapangan ini selalu bersih, selain karena banyak nya petugas kebersihan yang selalu siaga.

Lapangan Niti Mandala ini rupanya menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dari jawa ya, karena beberapa kali aku dengan panggilan di pengeras suara yang ditujukan untuk rombongan2 wisatawan dari jawa yang naik bus, dan itu bukan cuma satu atau dua rombongan, banyak gaes, ada yang dari Jawa Tengah, ada pula yang dari Jawa Timur.

Oia satu lagi, karena aku males bawa tas besar yang berat berisi baju baju plus sepatu, tas itu aku tinggal di motor di parkiran sisi barat. Lumayan lama lho aku tinggal jalan jalan di lapangan ini, eh alhamduliah aman, tas nya masih ada di motor tanpa kurang satu hal pun.

CITYZEN RENON
Selama seminggu di Renon, aku dan ke-empat temenku menginap di Hotel Cityzen yang lokasinya ada di jalan Ciung Wanara II No.5 Renon, atau di arah belakang Bubur Pak Lik. Kita pilih hotel ini karena deket banget ama tempat kita ada kerjaan dan harganya yang ramah bersahabat di kantong, kemaren kita dapet harga 195 ribu/malam.

Dengan harga segitu, kita dapet fasilitas lumayan lengkap lho, kamarnya luas banget, kira kira ukuran  4x6 meter, ranjang nya besar, bisa buat 3 orang, ada TV Satelit, AC, wifi, lemari, meja rias, kulkas kecil, mini bar, coffee maker, 2 botol air mineral/hari, kopi teh gula tiap hari, kamar mandi dengan shower dan air panas dingin, dan dua handuk yang tiap hari diganti. Wokeee punya dah, kurangnya cuma sarapan dan kolam renang, heuheuheu , yaiyalah harga murah minta yang plus plus.... Yang jelas, nyaman banget seminggu tinggal disini.

CAK IWAN
Seperti yang udah kujelaskan tadi, di area renon ini enggak sulit untuk mencari tempat makan, baik itu yang halal maupun yang haram, heuheuheu. Salah satu tempat makan halal yang kita sambangi adalah Warung Muslim Ayam Goreng Kremes Bumbu Kuning Suroboyo "Cak Iwan" (panjang banget nama warungnya).

Menu yang disajikan disini paketan dengan harga miring, enggak heranlah kalau warung ini selalu ramai, terutama pas jam makan siang dan malam. 


Lokasi warung ini ada di Jalan Raya Puputan No.106 Renon, Denpasar. Enggak jauh dari lapangan Niti Mandala. Yang membedakan dengan masakan warung lain adalah bumbu kuning nya yang khas, rasanya gurih gurih bikin nagih gitu.. Dan yang paling oke, kita bisa dapet nasi dan es teh sepuasnya, heuheuheuheu, bebas nambah sampai mabok

D'COST
Kira kira sudah lebih dari 6 tahun aku enggak makan seafood di D'Cost deh, lha gimana di lombok enggak ada. Nah mumpung di lagi di Bali dan lokasinya deket ama hotel, kita sempetin mampir di sini dah buat makan malam.

Tempat makan yang berlokasi di Jalan Raya Puputan No.88 Renon, Denpasar ini menu utamanya adalah sajian laut/seafood. 

Kailan Tiram, Cumi Cabe Garam, Kakap Bakar Rica, Tahu Jepang Tiram, Tahu Jepang Telur Asin dan Es Jeruk Kelapa Muda dengan lancar sukses masuk ke perut. Enak enak enak... Ayo donk D'cost buka gerai di Lombok, pasti laris....


GO-FOOD
Di salah satu malam, hujan lumayan deras mengguyur Renon dengan durasi yang lumayan lama, saat itu kuingat banyak temen temenku di Mataram Lombok yang sedang upload kondisi terkini mereka yang sedang terkena musibah banjir.

Nah kondisi hujan awet gini bikin kita kita yang di hotel mager buat nyari makan keluar, hingga akhirnya kita pesen makanan aja lewat Go-Food, kebetulan aku udah install aplikasi Go-Jek di HP dan ada deposit Go-Pay lumayan banyak. Kebetulan banget di aplikasi go-jek lagi ada promo free delivery untuk tempat2 makan yang ada stamp merah bertuliskan "free delivery" dengan syarat kita membayarnya menggunakan Go-Pay (bukan cash). 

Huhuhu langsung dah aku cari tempat makan deket sini yang ada stamp merah nya. Lumayan lama nih nyari, berhubung kita rame rame, tiap orang punya selera makan sendiri sendiri, sehingga kita harus menemukan satu tempat makan yang menunya memenuhi selera kita masing masing dan tentu saja ber-stamp merah.

Dan terpilihlah "Warung Sambel Coli" yang beralamat di Jalan Tukad Yeh Aya No.99, Renon, Bali. Namanya sih memang agak agak absurd ya, heuheuheu dan makin absurd setelah kita order ke go-food yang driver yang nerima orderan kita nelpon untuk konformasi. Beliau bilang gini " Halo mas.... Ini dengan mas yang pesen sambel COLI ya?" . "Iya betul Mas" aku ngejawab dengan singkat dan suara tenang, padahal dalam hati agak terhenyak, kalut dan ngerasa aneh mendengar kata "Sambel Coli".

Enak yee tinggal di daerah yang ada layanan Go-Jek, hujan hujan pun mereka tetep mengantar pesanan kita. Heuheuheu, coba di Lombok ada Go-Jek yaaa (semoga). Btw Coli ini adalah singkatan dari Cobek Bali, dengan menu special sambel lalapan ikan/ayam

WARUNG GUDEG JOGJA & OSENG OSENG MERCON "JOGLO"
Kita sampai warung Joglo gegara rekomendasi dari temen yang stay di Bali dan sekalian meet up di warung ini. Seperti terlihat dari namanya, warung yang beralamat di Jalan Badak Agung No.23A Renon, Denpasar menu utamanya adalah Gudeg dan Oseng Oseng.

Dari luar, warung ini sih terlihat biasa aja, tertutup oleh rimbun nya pohon kersen di depannya. Tapi setelah masuk, huaaaw interiornya wokeee punya dengan warna dominan coklat, bener bener serasa lagi di Jogja dah.


SOP AYAM PAK MIN KLATEN
Dari kuliner Jogja, kita beralih ke Kuliner Klaten, heuheuheu. Di hari itu sih aku memang lagi pengen banget makan yang berkuah kuah seger gitu, dan tentunya yang harganya ramah di dompet. Bermodalkan aplikasi Go-Jek di bagian Go-Food aku mencari tempat makan yang menyediakan menu berkuah dengan filter "Near Me", dan akhirnya ketemulah warung sop ayam pak min.

Aku sih udah beberapa kali makan sop ayam pak min ini di Jogja dan di Magelang, dan memang enak sop nya, seger, gurih dan bikin nagih. Harganya murah dan pilihan daging nya banyak, dan yang jelas, Halal....


OLEH OLEH
Sebenernya aku pengen banget beli Pia Legong, tapi karena tokonya jauh banget dari Hotel dan kondisi cuaca kurang oke, akhirnya aku enggak jadi meluncur kesana dan beralih ke Toko Oleh Oleh yang berlokasi di Jalan Tukad Badung No.168C Denpasar bernama Pie Susu Asli Enaaak. Nah menurut kabar kaburnya di toko ini juga menjual pia legong asli tapi dengan harga hampir dua kali lipat. Hohohoho

Dan beneran lho, menurut info dari penjaga toko, disitu memang menjual Pia Legong Asli dengan harga di atas rata rata, tapi sayang sekali stok lagi kosong, habis diborong orang tadi. Ya sudahlah akhirnya kita cuma beli beberapa kotak pie susu enaaak dan kacang kacangan khas bali (kacang disko dan kacang asin)

***

Gak terasa seminggu berlalu, dan sudah waktunya untuk kita kita balik ke Lombok. Oleh oleh sudah di tangan, dan kita langsung meluncur ke Pelabuhan Padang Bai untuk menyeberang ke Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. FYI biaya menyeberang kapal fery untuk satu sepeda motor adalah Rp 112.000,00 baik itu mau sendiri atau boncengan.
Share:

15 comments:

  1. Waduuuhhh... ikan sambal lado hijau... my favorite....

    ReplyDelete
  2. Weeeh, nasi sop ayam Pak Min yg biasa di Jogja sini cuma Rp6.000. Tapi yang versi pisah daging, uritan, kulit, dll harganya Rp13.000 di Jogja ya segitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di bali , kuliner ini termasuk murah meriah, heuheuheuheu

      Delete
  3. Wah ada Sop Ayam Pak Min hehehhe.
    Tempat makan favorit kalau di Jogja

    ReplyDelete
  4. Bagus banget bwt referensi liburan ke Bali tahun depan.. Thanks infonya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tahun depan? Seminggu lagi donk... heuheuheu

      Delete
  5. makasih infonya om. tak coba pas tahun baru.

    ReplyDelete
  6. ada gudeg jogja sampe sana juga ya ams... wah seminggu pasti puas banget mas mantap

    ReplyDelete
  7. Aku sudah meninggalkan dcost dah lama banget, sekarang mahal amir tuch dcost ngak kaki lima lagi harga nya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lama gak ke dcost, kaget juga sih ama harganya, heuheuheu

      Delete
  8. harganya pun cukup terjangkau juga ya mas

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Featured post

Grand Opening Transmart Carrefour Mataram

Menjelang Idul Fitri 1438 H ini, Kota Mataram kedatangan tempat baru buat nongkrong hura hura foya foya. Namanya Transmart Carrefour Matara...

Blog Archive