13 June 2018

Aktivitas Pagi Nelayan Pantai Mangsit

Beberapa waktu yang lalu, pas hari libur, aku kedatangan teman. Siang siang ke rumah sambil membawa box besar berwarna biru. Heuheuheu tumben tumbenan nih bocah bawa barang gituan, dan setelah dibuka, ternyata...... Hmmmm aroma bau khas ikan langsung menyeruak. Dia bawa se box ikan tongkol seger yang tadi pagi baru dia beli di pantai langsung dari nelayan nya.

Bisa dapet banyak gitu sih gegara dia gak tahu harga nya, yang jelas dia cuma bilang beli 30 ribu gitu. Heuheuehu gak pake timbangan, langsung aja dapet 1 kresek ikan tongkol fresh yang baru turun dari kapal. Karena takutnya busuk sebelum bisa dimasak semua, plus frezer kulkasnya udah gak cukup, akhirnya tuh sisa ikan dikasih ke aku.

Nah aku jadi penasaran nih, di minggu berikutnya aku ngajakin si kecil dan emaknya jalan jalan pagi ke Pantai, lokasinya di arah utara Pantai Senggigi. Mau lihat langsung kegiatan nelayan di pagi hari, sekalian biar si kecil bisa main main pasir.

Di sepanjang pantai yang aku datangi ini dipenuhi oleh resort dan hotel mewah, hanya menyisakan sedikit tanah kosong yang dimanfaatkan nelayan sekitar sini untuk memarkir perahu nya. Nah di situlah keriuhan selalu terjadi di pagi hari.

Satu persatu perahu merapat ke daratan setelah melaut menjaring ikan dengan alat jaring sederhana. Ukuran perahu perahu ini kecil sih, biasanya cuma diisi 2 orang, bahkan ada yang cuma 1 orang, sedangkan ruang kosong nya diisi jaring dan ikan hasil tangkapan.



Saat perahu sudah menyentuh bibir pantai, beberapa pemuda dan pria paruh baya langsung mendekat, bukan mau membeli ikan nya ya, tapi mau membantu pemilik kapal untuk menaikkan kapal ke daratan. 

Semua perahu nelayan ini punya lengan penyeimbang di kanan kiri nya yang terbuat dari kayu, selain sebagai penyeimbang saat melaut, kayu ini juga berfungsi sebagai pegangan orang orang tadi untuk mengangkat kapal sampai ke daratan, iya "mengangkat" , kapalnya benar benar diangkat sampai melayang tidak menyentuh pasir, hingga sekitar 10 - 20 meter menjauh dari bibir pantai.

Nah setelah pekerjaan mereka usai, perahu sudah aman dari ombak, pemilik perahu membagikan ikan tongkol kepada masing masing orang yang membantu tadi, aku lihat dari beberapa perahu, ada yang ngasih 1 biji ada yang ngasih 2 biji ikan, enggak seragam. Hal ini berlangsung sampai sekitar pukul sembilan. Setelah jam itu, pantai sepi, tinggal pemilik perahu yang masih merapikan isi perahu nya dan mengeluarkan ikan dari jaring jaring.



Terkadang datang ibu ibu, dengan membawa tas, yang langsung menuju kapal incaran nya, sepertinya sih sudah kenal/langganan, bisa dilihat dari keakraban mereka. Dia membeli ikan tongkol langsung dari nelayan nya, selain lebih murah daripada beli di pasar, tentu saja ikannya lebih segar, dan bisa pilih sendiri, heuheuheu.

Sembari aku foto foto, menikmati pemandangan, mengikuti aktivitas para nelayan di pagi hari, si kecil lagi seru main pasir dan air laut, maklum udah lama enggak jumpa :)

Di sebelah tempat kita duduk ini ada sebuah resort mewah, nah beberapa kali kesini tumben tumbenan nih ketemu satpam hotel yang lagi keliling bersama anjing doberman dengan ukuran lumayan besar.

Kirain bakal serem tuh satpam, eh ternyata dia ramah banget, malah nawarin untuk duduk di berugak tempat dia biasa nongkrong, dan pake keran air di sebelah berugak untuk bersih bersih, heuheuheu. Mantaph dah




Pantai ini memang udah jadi favorit dah untuk main main pasir, karena ombaknya bersahabat, enggak ada batu karang di sekitar bibir pantai dan tentunya ada keran air tawar untuk bilas. Oia, satu lagi, ini gratiss, enggak ada tiket masuk nya. Tapi ya itu, kalau main air pas lagi jam jam nya kapal merapat ke daratan, harus siap siap bila tiba tiba ada kapal lewat, heuheuheu.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive