WHAT'S NEW?
Loading...

Air Terjun Gangga, Tiga Spot dalam Satu Lokasi

Bulan Januari ini kayaknya cuaca Lombok sedang tidak bersahabat deh, ombak pun jadi besar, sampai sampai penyeberangan ke Gili Trawangan lewat Bangsal ditutup.

Tapi hal itu gak menyurutkan kita kita untuk menjelajah Lombok, karena di Lombok bukan cuma ada pantai, banyak yang lain, salah satunya Air Terjun.

Nah tujuan weekend kali ini adalah Air Terjun Gangga yang berada di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Meskipun saya udah dua kali ke sana tapi tiba tiba saja saya jadi kangen tempat itu, kangen segarnya udara pegunungan di sana, sekali kali ke gunung lah, masa ke pantai terus...

Rute menuju Air Terjun Gangga tidaklah sulit, dari Mataram berjarak sekitar 65 KM dengan rute Mataram - Senggigi (bisa juga lewat Pusuk) - Pemenang - Tanjung - Gangga. Nah bila sudah sampai di daerah Gangga, arahkan pandangan ke kanan jalan, dan cari petunjuk arah seperti gambar di bawah ini, bila udah ketemu, belok lah ke kanan :


Di petunjuk itu tertulis 7 Km lagi, yihaa gak terlalu jauh. Dari sini awalnya jalurnya berangsur angsur naik turun, dan semakin lama udara terasa semakin sejuk dan dingin, apalagi pas musim ujan gini, sinar matahari gak ada.

Ikuti saja jalur aspal nya, nanti kalao sudah ketemu ama papan petunjuk arah seperti di bawah ini, belok kanan yaa :


Nah dari sini jalan aspalnya abis, berganti tanah dan batu disemen. Lewat jalur ini Rasanya seperti membelah hutan, sangat sangat rimbun, bahkan sinar matahari susah menembus sampai tanah.

Tak berapa lama nanti sampai di sebuah kampung, dari sini akan menjumpai beberapa persimpangan, susah menjelaskannya.... hihihi, kalau bingung tanya aja ama penduduk setempat, ramah ramah kok, dari kampung itu kita akan melewati persawahan hijau membentang luaaasss dengan background bukit berkabut.

Bila sudah melewati persawahan, maka kita akan sampai di Lokasi Parkir Air Terjun Gangga, parkirlah kendaraan di sini, dijamin aman karena dijawa warga. Tarif terbaru (12012013) lima ribu rupiah per orang (termasuk parkir motor)

Dari sini kita akan soft trekking menuju Air Terjun Gangga 1. Lho kok ada angka satu nya? Yuph karena di sini ada tiga air terjun lho, keren kaaan?? Meskipun ini udah ke tiga kalinya saya menginjakkan kaki di Air Terjun ini, tapi cuma dua air terjun saja yang selama ini saya datangin.

Nah Dalam perjalanan soft trekking ini di sebelah kanan saya menemui banyak pohon berbuah seperti Coklat/Kakao, Matoa, Rambutan, Pisang, Kopi, Vanili, dll. Sedangkan di sebelah kiri adalah saluran air kecil. Tak berapa lama kita sampai di sebuah tempat dimana disitu terdapat beberapa bangunan, ada berugak dan toilet yang baru dibangun, ada bangunan lama yang sudah usang dan ada papan selamat datang. Sedangkan di sebelah kanan membentang persawahan luas.

Selanjutnya trek berubah menjadi tanjakan curam, berupa jalan setapak dari semen berundak undak membentuk anak tangga. Tak membutuhkan waktu lama, setelah menaiki beberapa anak tangga, sampailah kita di Air Terjun Gangga 1. Lokasi nya berada di luar (outdoor) gitu. Di bagian bawahnya udah dibuatkan bendungan, sehingga bisa berfungsi sebagai kolam mandi mandi. Dari bendungan ini kita bisa melihat ke bawah, pemandangan sawah menghijau nya sungguh cantik.

Air Terjun Gangga 1
Menyeberangi Bendungan nya
Untuk menuju Air Terjun Gangga yang kedua, kita harus berjalan menyeberangi bendungan ini (lihat gambar di atas), melewati batu batu besar, melewati jembatan besi, dan sampailah kita di Air Terjun Gangga 2. Lokasinya ada di semacam celah tebing tinggi gitu, Karena aliran nya di bendung, jadi kita bisa mandi mandi di kolam ini, tapi hati hati ya karena dalamnya 2,5 meter (musim penghujan). Kalo gak bisa berenang mendingan jangan nyebur deh.


Air Terjun Gangga 2
Kebetulan pas sampai sini, ternyata kolam nya sedang ramai oleh beberapa wisatawan mancanegara dan dua warga lokal (kayaknya sih guide nya) yang sedang mandi mandi di kolam itu. Karena tempatnya sempit dan gak mau mengganggu mereka, akhirnya kita duduk duduk dulu, foto foto sembari menunggu mereka selesai mandi, karena kita juga mau mandi donk.  Tak berapa lama, akhirnya mereka selesai juga, dan giliran kita untuk mandi mandi di kolam itu, yihaaa... Lompat, dan byurrr............ Segeeer.... Biasanya kita jalan jalan di pantai, kepanasan,kali ini jalan jalan ke pegunungan, eh kedinginan....


Airnya tidak jernih, mungkin di hulu habis hujan, sehingga airnya deras dan airnya bercampur dengan tanah dari atas, tapi hal ini gak mengurangi kesegaran airnya.. teteup aja, segeeer, dingin.... Oia, tapi tetep ati ati ya, dalemnya lebih dari dua meter lho...

Setelah puas, kita pun ganti pakaian dan kembali ke parkiran, maksudanya sih mau pulang. Tapi kita duduk duduk dulu di berugak, minum sembari istirahat. Nah saat itu ada seorang bapak bapak yang dateng, eh dia nanya apakah udah turun ke air terjun ke tiga, yang di dalem semacam goa. Saya jawab sih belum. Dan akhirnya bapak itu dengan baik hati memberi tahu jalur menuju kesana. Dan dengan semangat kita pun mengurungkan niat untuk pulang, dan memutuskan untuk menemukan goa itu.

Sungai
Jalur awalnya sama, namun setelah sampai di beberapa bangunan (toilet, beruak dan bangunan usang), kita belok ke kanan (kalau ke air terjun 1 dan 2 kita lurus naik tangga), menuju sungai di bawah. Jalan menurun menuju sungai ini sangat kecil dan licin karena masih dari tanah, hanya beberapa bagian saja yang udah diperkeras.

Akhirnya sampai juga di sungai nya. Airnya tidak banyak, malah terlihat seperti sungai saat surut. Di sini kita mengarah ke hulu, alias berlawanan dengan arah arus sungai. Tak berapa lama menyusuri sungai, kita bertemu dengan semacam bendungan yang sudah tidak berfungsi/rusak. Di sini kita gak bisa lagi berjalan di sungainya, melainkan harus memanjat bebatuan di sisi kiri sungai dan melewati bendungan nya. Untungnya uda dibuatin jalan dari semen oleh bapak tadi yang nunjukin jalan, sehingga memudahkan melewati batu besar ini.
Setelah melewati bendungan kecil ini, kita bisa melihat sebuah celah sempit lagi, seperti di air terjun yang kedua, namun ini lebih tinggi tebingnya. Dan di sela selanya terlihat curahan air dari atas.

Karena airnya deras banget dari atas, dan demi keamanan akhirnya kita meninggalkan barang barang termasuk alat alat elektronik untuk bisa masuk ke celah sempit itu, tapi karena gak mau melewatkan mengabadikan foto dari celah itu, saya pun memasukkan kamera ke dalam tas kresek, kemudian masukkan ke dalam saku, aman deh

Untuk bisa masuk ke sana, kita harus memanjat celah itu, tapi tenang, udah dibuatkan tangga dari kayu, kita tingggal memanjat. Tappi agak susah juga karena saat naik ke kayu ini kita gak bisa lihat ke atas, kenapa? Karena air dari atas deras banget langsung mengenai kepala kita. Dengan sedikit nekat, akhirnya kita sampai juga di dalam celah itu. Di sini buntu, tidak ada jalan lagi. Kita berlindung di bawah batu guna menghindari air yang terjun dari atas, deras banget airnya. Dari sini kita bisa melihat dua air terjun di arah kanan dan kiri. Subhanallah luar biasa indahnya. Saya pun mengeluarkan kamera yang sudah saya masukkan tas kresek tadi, dengan hati hati saya pun mengabadikan air terjun ini, namun karena curahan air dari berbagai arah, saya tidak cukup leluasa untuk mem-foto nya.

Kayu untuk memanjat ke celah Goa
Di Dalam Celah Goa Tadi
Sedikit Narsis di Goa
Tidak lama kita di dalam sini, karena airnya sangat deras, takutnya bertambah deras, siapa tahu di bagian hulu sana hujaan. Kita pun kembali ke parkiran dengan melewati jalur yang sama saat berangkat tadi.



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar