WHAT'S NEW?
Loading...

Kehujanan di Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran.

Seperti namanya "Gedong Songo", Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C) Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda.

Nah itu sedikit penjelasan mengenai Candi Gedong Songo yang saya dapat dari Wikipedia, saya sih gak akan membahas itu, karena ini bukan blog sejarah, tapi blog perjalanan, jadi saya akan ceritakan kisah perjalanan saya ama temen temen saya di Cando Gedong Songo ini.

Perjalanan kali ini beranggotakan :
  1. Saya
  2. Obbie
  3. Angga
  4. Cacok
  5. Temon 
  6. Adit
Sekitar jam satu siang, kita sudah sampai di kawasan Candi Gedong Songo, kala itu cuaca baik baik aja, cerah ceria, tapi teteup dingin khas pegunungan. Urusan tiket masuk, udah dihandle temen, jadi saya gak tahu nih berapa tiket masuknya, hihihi. Setelah masuk kita langsung ditawari naik untuk naik kuda biar gak capek naik ke puncak sampai candi ke 9. Tapi karena kita ingin nikmati perjalanan nya, kita pun memilih jalan kaki saja. Sebagai gambaran ini ada daftar harga naik kuda nya (tarif tahun 2013) :


Berhubung kedinginan, baru masuk aja udah pada ribut nyari toilet, haha.. untung aja ada toilet deket sini, pada setor dulu dah, ngantree.

Rame banget siang ini, mungkin gegara pas hari libur ya. Jadi kurang bisa dapet foto pemandangan yang cantik, padahal view nya bagus lho, ijo subur seger gitu, terawat banget taman nya. Setelah melewat Candi pertama, kita lanjut jalan mengikuti jalan setapak yang ada, dengan kondisi jalan yang menanjak terus, hosh hosh hosh, sejenak berhenti istirahat dulu di depan warung orang, haha, letoy semua ini lelaki lelaki.. Payah


Personil Lengkap :)

Di sepanjang jalur menanjak ini banyak warung yang nyediain berbagai jenis makanan, jadi gak usah takut kelaparan dah, dan gak usah takut makan disini, takut dalam hal harga, karena meskipun di objek wisata, harga makanan nya gak mahal kok, Ini buktinya :


Ini adalah daftar menu dan harga di salah satu warung, tapi saya yakin warung warung lain menu dan harganya juga sama.

Setelah cukup istirahat, kita lanjut lagi jalan, di sebelah kiri terlihat ada beberapa bangunan mirip bungalow gitu, sepertinya sih disewakan untuk penginapan deh. Ada juga papan putih penunjuk arah menuju Candi ke 2 sampai 5  serta pemandian air panas :


Belum lama berjalan, tiba tiba "BRESSSSS" ujan deras datang menyergap. Wuih kalang kabut dah kita karena gak persiapan payung, langsung dah kita lari ke warung terdekat buat berteduh.

Berhubung berdasarkan penerawangan kita, ini hujan bakal lama, akhirnya kita sekalian pesen makan di warung ini, hihihi, dari sekian menu yang ada, saya pilih nasi pecel. Tataaa gak lama pecelnya dateng. Berharapnya sih dapet sayuran hijau layaknya pecel pada umumnya, tapi ternyata isinya cuma tauge, hohoho, yasudahlah namanya juga lagi laper, masuk juga itu makanan ke perut. 

Nunggu Makanan Datang

Seporsi Nasi Pecel (Tauge)

Ada sekitar sejam setengah kita nongkrong gak jelas dalam warung ini, dari yang awalnya seru ngobrol sampai pada ngantuk di dalem sini, ujannya gak reda reda. Pas jam 4 sore ujan mulai mengecil, tinggal gerimis kecil aja, kita pun keluar dari warung ini. 

Ada dua pilihan nih, kita lanjut perjalanan atau kita balik pulang, nah karena masih gerimis dan udah kesorean, akhirnya kita memutuskan buat balik ke bawah aja, dan pulang, hohohoho gagal dah perjalanan menuju puncak andi ke 9.

Sampai di bawah, di candi yang pertama, kita berhenti bentar buat foto foto, lumayanlah dapet foto bersama candinya, walaupun cuma candi yang pertama, hihihi. 




Makin lama ujannya makin deres lagi ternyata, tanpa ada yang komando, kita langsung pada lari ke parkiran mobil kita tadi, dan langsung kita cuss balik ke Kota Semarang :)

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar