6 January 2017

Bali Zoo : Perjalanan Tutup Tahun

ini bukan kita, heuheuheu
Liburan akhir tahun 2016 kemarin, kita isi dengan jalan jalan ke Bali 3 hari 2 malam dengan menginap di salah satu hotel di Jalan Raya Kuta (nanti akan kubahas di postingan tersendiri). Tujuan kita ke Bali kali ini bukan untuk jalan jalan ke pantai, secara yaa di Lombok udah banyak pantai tapi wisata keluarga di tempat yang enggak ada di Lombok plus shopping shopping manja nge habisin duit , heuheuheu #sombong

Salah satu tempat yang kita tuju adalah BALI ZOO, yang lokasinya ada di Jalan Singapadu, Gianyar, Bali, enggak terlalu jauh dari lokasi Bali Bird Park. Selain karena belum ada di Lombok, kita pilih kebun binatang karena sekaligus mau memperkenalkan secara langsung berbagai jenis binatang ke si kecil Baby K, biasanya sih dia cuma lihat di TV atau Youtube.


Untuk menuju ke Bali Zoo, kita menggunakan layanan Grab Car dari hotel, yang berjarak sekitar 25 kilometer dengan tarif 118.000 rupiah, jauh lebih murah dibanding dengan tarif taksi bandara yang bikin emosi, masa cuman dari bandara ke hotel yang berjarak 6 kilometer dipatok 160 ribu #naikdarah 

Kita ke Bali Zoo pas tanggal 25 Desember, libur natal, jadi bisa kebayang khan, jalanan rame macet, di bali zoo pun juga begitu, rameeee. Tapi alhamdulilah masih dalam batas normal, enggak sampai desak desakan.

Tiket masuk ke Bali Zoo bisa dibeli online maupun langsung on the spot, berhubung kita belum persiapan beli tiket online, akhirnya kita putuskan untuk beli langsung aja di lokasi, harganya 110ribu/orang sedangkan untuk anak di bawah 2 tahun free, alhamdulilah ya si Baby K belum 2 tahun, jadi cuma bayar 220ribu ajah.


Atraksi yang pertama kita saksikan adalah pemberian makan berang-berang oleh petugas, atraksi ini bisa disaksikan gratis dan bahkan lokasinya ini ada sebelum tempat pembelian tiket, atau di dekat pintu masuk Miniapolis. Makanan untuk berang berang adalah ikan hidup berukuran se-ibu jari. Tujuannya untuk memposisikan mereka di alam liar, saat ikan hidupnya di lempar ke kolam, si berang berang harus berusaha mengejar dahulu ikannya sampai dapet, baru dah bisa dinikmati. Lumayan seruuu...

Di sebelah berang berang ini kita bisa foto bareng beberapa jenis burung (semacam kakaktua), foto fotonya sih gratis, tapi setelah itu kita diberi secarik kertas untuk cetak foto dengan membayar dengan harga yang lumayan mahal , skip skip skip

Selebihnya, jenis jenis binatang di Bali Zoo ini enggak ada yang baru, alias enggak ada yang terlihat "wow" gitu, karena sudah pernah melihat sebelumnya (buatku) tapi beda buat si Baby K, dia terlihat semangat banget, terutama saat melihat binatang binatang yang sudah pernah dilihat di TV, bahkan sepanjang perjalanan mengelilingi bali zoo ini dia jalan sendiri lho, enggak naik stroller, enggak digendong. Enggak seperti pas setahun lalu ke Eco Green Park Batu, saat itu belum bisa jalan sendiri, sepanjang muter muter eco green park digendong, heuheuheu...


Di beberapa spot, kita bisa memberi makan binatang secara langsung dengan membeli makanan nya. Seperti satu contohnya Gajah, Dengan membayar 60 ribu rupiah, kita mendapat satu keranjang berisi sayuran yang bisa kita berikan langsung menggunakan tangan ke gajah tersebut. Sebenernya sih aku tertarik untuk bisa berinteraksi langsung dengan gajah ini, tapi berhubung uang cash pas pas-an, dan di spot ini enggak ada mesin EDC, akhirnya kita skip dulu

Ada dua tempat membeli oleh oleh khas Bali Zoo di dalam area Bali Zoo ini, aku sempet mampir ke salah satunya yang ada di dekat tempat naik kuda poni. Barang barang yang dijual di sini sebenernya kurang lengkap dibanding yang satunya, tapi karena aku enggak tahu dan ini yang kita jumpai terlebih dahulu, ya akhirnya kita beli nya di sini. Dari berbagai macam barang yang dijual, kita beli boneka monyet, gantungan kunci dan payung kecil (di rumah belum punya payung) heuheuheu.

Di depan outlet oleh oleh ini ada kuda poni yang bisa dinaikin anak kecil (hanya anak kecil) dengan membayar 30 ribu satu putaran. Sebenernya aku mau si Baby K naik kuda poni ini, tapi oleh pawang nya enggak diijinkan karena belum cukup umur, ya sudah akhirnya cuma fotoan aja ama kuda nya (gratissss)



Di bagian akhir Bali Zoo ini ada sebuah restoran bernama Elephant View. Sesuai dengan namanya, di sini pengunjung bisa makan makan sambil melihat gajah yang jalan kesana kemari. Lumayan seru sih, tapi kita skip karena untuk makan siang nya kita sudah menjadwalkan untuk mencoba kuliner di tempat lain, hasil hasil berburu di Instagram gitu.

Track Bali Zoo ini lumayan pendek, cukup diselesaikan enggak sampai setengah hari.. Menurutku sih kurang puas di sini, harapanku semoga area nya diperluas lagi dan ditambah koleksi binatangnya, terutama untuk binatang binatang khas luar negeri yang jarang bisa dilihat di kebun binatang. Yaa semoga yaaa... Amiin :)

***

PETA LOKASI BALI ZOO




.


Share:

11 comments:

  1. Kalau di Bali Zoo liat atraksi gajah bagus :-D

    ReplyDelete
  2. Untuk 110k masih terlalu singkat ya Ir? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo, gak sampai setengah hari selesai muter
      kecuali kalau nonton show show nya
      aku skip skip sih, heuheuheu

      Delete
    2. Oh beda lg sama Bali Marine Park ya??? Foto breng harimaunya kok gak ada mas broo?? Hehehhee

      Delete
    3. beda....
      itu khan ada, anakku yang foto bareng

      Delete
    4. Harimau beneran... Hehehe kereen mas postinganny.. Lengkap infonya

      Delete
  3. Taxi bandara mmg selalu bikin murka yaaa, untung sekarang banyak grap dan uber jadi ada pilihan lebih murah

    ReplyDelete
  4. @cumi : iyo bener om cum....

    ReplyDelete
  5. Dulu aku kesini pake diskon voucher di website grupon, jadi murah banget :D Menurut aku harga disini semua mahaaaal hahahah kemaren liat naek Gajah di Jatim Park jauh lebih murah daripada di Bali Zoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren gak sempet nyari di groupon... langsung hajar on the spot, heuheuheu

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive

Featured post

6 Spot Selfie Keren di Lombok

Melihat pemandangan alam dari sudut yang berbeda memang lagi nge-trend akhir akhir ini, terutama dari ketinggian, bisa itu dari puncak gunu...