7 May 2018

Nyobain Sayur Ebatan di Sasak Resto


Jalan Dakota yang berada di Wilayah Rembiga, Mataram, Lombok ini dahulunya cuma jalan buntu lho, aku inget banget dulu cuma ada Lesehan Dakota yang berada di pojokan jalan, dikelilingi sawah.

Era berganti, Jalan Dakota pun ditembuskan ke Jalan Adi Sucipto, yang berbentuk huruf L, tujuannya untuk mengurai kemacetan di sekitar perempatan Rembiga, yang memang tiap pagi dan sore hari, kemacetannya luar biasa.

Kini Jalan Dakota dipenuhi oleh usaha usaha Kuliner, sebut saja Bebek Pondok Galih, Warung Mbok Wo, Raja Bebek, Sate Rembiga, Warung Rujak Cingur, Omah Sate Joglo dll. Nah di Bulan Maret 2018 ini muncul lagi 1 restoran baru bertema Lesehan yang menyajikan menu menu khas Sasak yang sudah jarang dijumpai, nama tempatnya yaitu Sasak Resto.


Karena masih baru opening, di depan resto nya belum ada papan nama yang menunjukkan kalau resto ini adalah sasak resto, hingga membuat kita pun jadi ragu, setelah parkir kendaraan, sebelum masuk, kita nanya dulu pada salah satu staff nya yang kebetulan lagi di area parkir, guna memastikan kebenaran tempat nya, eh ternyata memang benar dah ini Sasak Resto. Info dari beliau, memang plang nama nya belum dipasang (mungkin sekarang, pas postingan ini terbit, plang namanya sudah ada).

Dengan material utama batang pohon bambu berwarna coklat, tempat ini sangat eksotis, bukan cuma bambu bambu yang disusun membentuk bangunan ya, tapi penataan dan desain nya cukup cantik, pas banget buat kalian yang hobi foto foto, heuheuheu


Ada lumayan banyak berugak di sini, kita pun memilih yang bagian tengah agak dalam, menghadap ke barat, biar sekalian bisa menikmati sunset, karena di arah barat sana, jelas terlihat sang matahari perlahan masuk cakrawala.

Selain belum ada plang namanya, buku menu nya pun sangat sangat sederhana, terdiri dari dua lembar kertas HVS  ukuran F4 yang dilaminating, 1 lembar berisi daftar minuman dan satu l lagi berisi daftar makanan.

Meski sederhana dan pilihan menu nya enggak banyak, tapi cukup menarik perhatian kita lho, terutama untuk paket ke tiga yang harganya 80ribu, ada Gulai Lemak, Sate Pusut, Ebatan, Sayur Nangka, dan Olah Olah. By the way misal sayur nangkanya diganti sayur ares pasti lebih Juara nih.


Nasinya disajikan dengan bakul, tradisional banget, sedangkan sayur sayurnya menggunakan rantang, memudahkan sang staff restoran untuk membawa ke tempat tamu, tinggal ditenteng pakai 1 tangan, nah pas sampai di berugak kita, baru dah dibuka rantang rantang nya.

Dari beberapa sayur ini, tentu saja Ebatan lah yang menjadi sosok pemeran utama nya, jujur aja aku belum pernah sih makan sayur ebatan, padahal kuliner ini salah satu kuliner khas lombok lho, jadi sayur inilah yang pertama kali aku cobain.

Ebatan ini terdiri dari berapa bahan sayuran/dedaunan mentah, sebut saja tauge, daun kemangi, mentimun, kelapa parut dll, serta ditambah topping bawang goreng biar makin gurih. Ueeenak ternyata, mengingatkan aku akan karedok, karena sama sama mentah, heuheuheu.

Tapi sepertinya lebih ueeenak kalau kita nyoba langsung Nasi Ebatan nya di sekitar Pasar Sayang Sayang, karena disitulah banyak warung yang khusus menjual Nasi Ebatan, next dah kita cobain di sana. Sedangkan untuk sayur sayur yang lain juga enggak kalah enak nya.


Nah buat kalian yang penasaran juga ama sayur ebatan, sayur olah olah, ataupun kuliner khas sasak lain, enggak ada salah nya untuk mencobanya di lesehan ini. Dan sekarang (2 bulan sejak opening) ternyata menu nya sudah banyak berubah dan lebih lengkap. Ini nih bocorannya :



***
Peta Lokasi Sasak Resto, Lombok


.
Share:

2 comments:

  1. Kalau ada paket-paketan seperti ini enak. Jadi buat keluarga bisa langsung pilih paketan

    ReplyDelete
    Replies
    1. cocok buat wisata kuliner keluarga :)

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive