11 September 2018

Situs Warungboto : Tempat Mandi Sang Raja


Berawal dari postingan foto pranikah (prewedding) nya Mbak Kahiyang dan Mas Bobby, ada satu foto yang kukira itu berlokasi di Taman Sari, karena memang mirip sih, dan setelah kukulik kulik eh ternyata bukan, tempat itu adalah Situs Warungboto.

FYI, situs Warungboto ini punya sejarah yang berhubungan dengan berdirinya Keraton Yogyakarta lho. Infonya, dahulu situs Warungboto dikenal sebagai Pesanggrahan Rejawinangun. Diketahui, kalau situs Warungboto atau yang dahulu dikenal dengan Pesanggrahan Rejawinangun dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II. 


Fakta itu pun tertulis dalam tulisan JF Walrofen van Nes tahun 1884 yang berjudul Tidjschriff voor Nederlandsch Indie, Babad Momana serta Serat Rerenggan. Dijelaskan, kalau Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M) yang merupakan karya putra mahkota yaitu KGPAA Hamengkunegara, kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II. 

Seperti situs Tamansari, Pesanggrahan Rejawinangun juga menjadi tempat peristirahatan sekaligus pemandian bagi Raja dan keluarganya. Secara administratif, situs ini berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih tepatnya monggo dilihat di peta, di bagian bawah postingan ini.



Nah berhubung kita lagi di Jogja dan nginepnya di daerah Timoho yang notabene lumayan dekat dengan lokasi, kita pun meluncur sore sore kesana. Kita sengaja dateng sore biar enggak panas dan siapa tahu bisa menikmati sunset cantik di lokasi.

Untuk menuju ke Lokasi, aku pakai angkutan online, gampang banget dijangkau karena terletak persis di samping jalan raya. 

Btw, meski persis di samping jalan, ternyata jalan masuknya lewat kampung, bisa sih kalau nekat nerobos pagar, tapi karena bawa anak, aku pun jalan lewat gang barokah yang ada di sebelah situs ini, yaa jalan kaki sekitar 100 meter lah. Gang nya lumayan lebar, di sinilah kendaraan kendaraan pengunjung diparkir.


Ternyata tidak ada tiket masuknya lho, hanya bayar parkir aja, misal bawa kendaraan. Kondisi sore ini lumayan rame, ada satu group pula yang lagi foto prewedding, sepertinya terinspirasi juga dari Mbak Kahiyang ya, heuheuheu.

Komplek situs ini kecil sih, bila dibandingkan dengan Tamansari, dan terlihat kurang terawat meskipun sudah dipugar. Semoga kedepannya, ada pengelolaan yang lebih baik ya. Lumayan khan bisa sekalian membuka lapangan kerja warga setempat. Sudah mulai terkenal lho spot ini :)


Situs yang berbatasan dengan Sungai Gajah Wong ini terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu. Dindingnya tebal seperti Taman Sari dan terdiri atas lorong-lorong yang saling terhubung. Bangunan itu juga memiliki dua kolam di tengah berbentuk lingkaran dan persegi yang dulunya menjadi tempat mandi raja dan kerabatnya.

Nah kalau kalian pengen foto foto di sini juga, silakan cermati lokasinya di peta di bawah ini, oia jangan lupa, selalu jaga kebersihan :)


.
Share:

4 comments:

  1. Di depan sini ada es oyennya loh hahahahhaha. Biasanya kalau siang saya minum es oyen di sini, atau mlipir ke kedai kopi yang tidak jauh dari situs warungboto

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ada warung gitu, tapi tutup, heuheuheu

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar

Blog Archive