WHAT'S NEW?
Loading...

Menikmati Gili Meno, Lombok Utara

Hai sobat, ketemu lagi deh ama weekend... dan tentunya ketemu juga ama Pantai Pantai indah di Lombok, Yey.... kali ini saya berkesempatan wisata ke Gili Meno

Yuph, pasti udah pada tahu donk ama yang namanya Gili Meno... Meskipun udah terkenal, tapi saya yakin masih banyak yang belum pernah ke pulau kecil ini. Kenapa saya bisa yakin? Tentu saja karena orang orang kalau wisata ke Trio Gili (trawangan meno air) pasti tujuan utamanya adalah ke Gili Trawangan. Hal ini terlihat jelas saat minggu ini saya mengunjungi Pulau Kecil ini. Isinya Bule semua, orang lokalnya cuma yang kerja di situ, statusnya bukan wisatawan.

Bagaimana untuk bisa menuju Gili Meno?

Untuk sampai pulau kecil ini, tentu saja kita harus menyeberang dulu menggunakan kapal/perahu. Ada beberapa pilihan, salah satu nya adalah melalui Pelabuhan Bangsal, dan cuma pelabuhan ini yang menyediakan public boat, sedangkan dari tempat lain, semisal Teluk Nara, kita harus sewa perahu sendiri.

Dari pelabuhan Bangsal, kita bisa membeli tiket Public Boat jurusan Gili Meno dengan tarif 9 ribu rupiah/orang sekali jalan. Tapi harus sabar ya, kita tidak langsung berangkat, melainkan harus menunggu perahu penuh penumpang, sekitar 25 orang. Pengalaman saya kemaren, sembari saya menunggu perahu penuh, saya menghitung udah 4 perahu tujuan Gili Trawangan yang jalan, yang artinya animo masyarakat untuk menuju Gili Trawangan sangat besar, berbanding terbalik dengan Gili Meno.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya perahu tujuan Gili Meno pun penuh, persis seperti yang saya duga, perahu ini pasti juga diisi dengan ibu ibu plus sayuran dan berbagai kebutuhan rumah tangga yang akan mereka perdagangkan di Gili Meno. Melihat lihat para penumpang, saya duga mereka bukan wisatawan yang sengaja datang ke Gili Meno untuk liburan (sok tahu ya.... #abaikan).

Benar saja, bapak bapak yang duduk di samping saya ini tiba tiba menyapa dan bertanya tanya ke saya, dari mana, mau kemana.. bla bla bla. Kemudian saya pun balik tanya ke bapak itu, wah ternyata beliau adalah warga Mataram yang punya sebuah resort di Gili Meno, namanya Kouci, yang hanya terdiri dari 4 bungalow saja. Saya tanya tanya, tarifnya sekitar 150 ribuan per malam, (dalam hati, hmmm murah banget yaaaa... bungalow gitu loh). Dan lokasinya agak ke dalam pulau, bukan di pinggir pantai, nah itulah salah satu sebab bungalow ini tarifnya agak miring, dan cenderung miring banget. Karena keasyikan ngobrol, gak terasa udah sampai aja di dermaganya Gili Meno, cekidot ini view yang kita lihat saat sampai di Dermaga. Satu kata > "INDAH" :


Alhamdulilah, kaki saya pun secara resmi menginjak Pasir Gili Meno untuk kedua kalinya. Setelah sampai kita akan langsung disambut oleh kusir kusir Cidomo yang menawarkan jasa mengantar kita keliling Gili Meno. Berapakah tarif Cidomonya? Nah lihat nih foto daftar tarif nya :


Salah satu tujuan saya ke Gili Meno adalah menuju Bird Park nya, nah akan tetapi karena saya lupa jalan menuju taman burung itu, saya pun terpaksa memakai jasa Cidomo deh untuk nganterin ke taman burung dan balik ke dermaga lagi. 


Dengan cidomo ini kita dibawa menyusuri jalanan Gili Meno yang sudah diperkeras seperti trotoar, padahal dulu pas saya kesini pertama kali, jalanan nya masih tanah semua, syukur deh ada peningkatan. Selama perjalanan gak ada pemandangan bagus yang asyik buat difoto, cuman ada beberapa rumah penduduk serta tanah tanah kosong yang dipenuhi ilalang serta beberapa sapi ang sedang merumput. Sebelum ke Taman Burung, kita diantarkan dulu ke sebuah danau kecil, sayang sekali disini gak ada apa apa, gak ada yang bisa kita lakuin di sini. Ini nih foto danau di Gili Meno :


Setelah foto foto bentar di danau, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Burung. Yuhuu, gak berapa lama, cidomo pun berhenti di depan sebuah bangunan berwarna kuning kecoklatan, yuph dari nama yang terpampang jelas terlihat kalo tempat ini adalah taman burung nya, Yihaaaa Welcome to Gili Meno Bird Park.


Seperti apakah isi Taman Burung ini? Penasaran? Sabar ya sobat, mengenai taman burung ini, akan saya bahas di postingan tersendiri, tunggu yaaa.... Yang jelas, pokoknya WAJIB masuk ke Taman Burung ini kalo kalian lagi wisata ke Gili Meno.

Setelah kira kira sejam kami berkeliling Taman Burung ini, kami pun kembali ke dermaga dengan naik Cidomo yang tadi. Ada yang beda di dermaga ini, tadi pagi yang suasananya sepi, sekarang berubah menjadi ramai dipenuhi pedagang sayuran dan buah buahan, aaaaaaaa kaya pasar tumpah, ini nih fotonya :


Kami pun berusaha menjauh dari keramaian, dengan berjalan kaki ke arah kiri dermaga. Disini kami menjumpai sebuah villa bernama Nautillus, bangunannya bagus dan asri, kelihatannya sih mahal, dan benar saja setelah saya tanya pada penjaganya, ternyata harganya 86 dolar/malam untuk low season, kalo pas peak season naikmenjadi 99 dolar/malam. Wuih, gak sanggup.....


Lanjooot... Langkah kaki kami pun menjadi melambat karena mata kami yang sibuk menikmati view indah di sepanjang jalan yang kami lewati, ada berugak berugak buat makan dan bersantai, ada bungalow bungalow di pinggir pantai, serta view pantai yang biruuuuuu..... Aaaa dimana ini? Indonesia kah?

Woii... ini Lombok..... :

Kursi Malas buat jemur jemur santai

Asrinya Pedestrian di Gili Meno

Berugak2 Cantik

Pohon untuk Berteduh

Bungalow

So Blueeee

Merapat ke Dermaga
Perjalanan terhenti di sebuah bangunan yang bernama Gili Meno Turtle. Wahhh ternyata di sini ada penangkaran penyu juga, seperti di Trawangan. Meskipun ukurannya lebih kecil, tapi tukik tukik nya lumayan banyak nih, tukik tukik ini diletakkan terpisah pisah dalam 4 kolam kecil, kayaknya sih dipisah berdasarkan umur. Nah Di pinggir kolam penampungan penyu terdapat kotak amal yang diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menyumbangkan sedikit rezekinya demi kelangsungan hidup tukik tukik itu. Nantinya tukik ini akan dilepas ke laut, setelah berumur 8 bulan.



Nah kebetulan di samping penangkaran penyu ini ada pohon besar, otomatis teduh dong disitu. Daripada keteduhan itu mubazir, akhirnya saya manfaatkan untuk bermalas malasan, alias tiduran di situ dengan alas kain yang udah dibawa dari rumah. 

Wuuu, pemandangan dari tempat bermalas malasan ini ternyata indah broooo, luar biasa.... Ada perahu parkir di depan ini, trus ada bule bule di balik perahu ini yang lalu lalang berbikini, uhuhuhuhu... *gak jadi tiduran deh. Alhasil duduk sambil foto foto, ini nih foto fotonya :




Kelamaan duduk di pasir ini kok rasanya pegel juga ya, pengennya sih nyebur ke lautnya, buat snorkling. Tapi kok ya ombaknya luar biasa ganas, gede booo, rasa rasanya ini bukan lokasi snorkling deh.... Ya sia sia donk saya bawa alat snorkling sendiri. 

Dan, akhirnya saya pun terjun juga ke airnya Gili Meno, biruuuuu banget airnya, dan bersih disini, gak ada sampah. Saya coba pakai alat snorkel, trus ngelihat ke dasar nya. Waaaa benar saja, disini memang bukan tempat snorkling. gak ada apa apa disini. Selain itu ombaknya juga nakal nih, baru semenit masukin kepala ke air buat ngeliat apa isi dasar nya. Eh ombak tiba tiba datang, alhasil saya tersapu ombak itu dan pipa pernapasan yang ada di atas permukaan air kemasukan air laut..Aaaaaaaa gagal snorkling.


Keasyikan main air, jadi lupa hari udah mulai sore. Kami pun beranjak dari perairan. Habis main air, kan basah tuh bajunya, plus lengket karena air laut. Trus gmana cara bilasnya? TENANG SAJA, di deket penangkaran penyu ada toilet kok yang bisa kita manfaatkan secara gratis, tepatnya di samping restoran yang berada deket penangkaran penyu.

Badan dah bersih, dah ganti baju kering, dah wangi. Saatnya makaaan, ternyata main air itu cukup menguras tenaga yaaa. Kami tempat makan yang berada di deket dermaga, di situ ada berugak berugak cantik dengan pemandangan cantik pula. Kami pun pesan makanan, sembari pilih pilih menu, saya iseng tanya ke pelayan nya : "Mas, kapal ke bangsal paling sore jam berapa?" ~ Dia jawab "Jam tiga sore" . Tet tot, paniklah kami, sekarang jam setengah tiga sore.. buset padahal baru mau isi perut.

Jus Buah Naga special Gili Meno
Bimbanglah kami, trus saya tanya lagi, "Selain itu ada gak kapal lain ke bangsal?" ~ Dia pun jawab : "Oh bisa sewa kapal, atau bisa juga nebeng di kapal yang Hoping Island, tapi kalo nebeng, nanti turun nya di Gili Trawangan, nah dari trawangan beli tiket kapal lagi ke Bangsal"

Alhamdulilah, kata yang terucap setelah mendengar jawaban mas mas itu. Sembari menunggu pesanan datang, saya pun menuju loket tiket kapal, dan membeli tiket tebengan kapal hoping island. Binggo... dapat juga nih tiket seharga 20ribu/orang, lega super lega plus pikiran pun tenang, meskipun cuma menuju Trawangan, bukan bangsal. karena public boat dari trawangan ke bangsal sampai sore Jam 5 kayaknya.

Tiket Kapal Tebengan Hoping Island
Pas banget, makanan habis, Kapal Hoping Island pun mulai mendekat, jelas terlihat dari jauh kapal itu mencoba merapat ke dermaga, tapi sayangnya karena ombak terlalu besar, kapal itu gagal merapat, ada lah sekitar setengah jam kapal itu mencoba merapat, tapi gagal terus. Akhirnya diambil keputusan untuk merapat di balik pulau. Yak, semua penumpang yang telah beli tiket ini pun disuruh jalan kaki ke balik pulau, dengan dipandu seorang perempuan. Wah ternyata bule semua, cuma kami berdua yang warga lokal.


Soft trekking membelah Gili Meno pun kami jalani demi bisa menyeberang ke Lombok, ya  gak papa dah daripada nyewa kapal sendiri, mahal booo. Ada sekitar setengah jam jalan kaki menuju balik pulau, Baru beberapa menit berjalan, eh ternyata kami melewati depan Taman Burung yang kami tadi datangi pakai Cidomo, buset dah ah, ternyata deket banget ama Dermaga. Wah tahu gitu tadi jalan kaki aja ke taman burung ini, ya sudahlah.. *abaikan

Keringat pun mengucur deras, baju yang tadinya kering jadi basah lagi deh. Akhirnya kami sampai juga di bibir pantai. Woyooo ternyata di sini surut dan tak berombak, entah surut atau memang seperti ini ya, jadi kapal nya bersandar jauh ke tengah laut. Kami pun berjalan ke tengah dengan kondisi air yang cuma setinggi mata kaki, waw di sini banyak Teripang alias Timun Laut brooo. Dari berita berita di tipi, teripang ini termasuk menu yang mahal lho kalo di restoran2 di luar negeri, padahal bentuknya aja jelek banget.. Ini nih Teripang nya (masih kecil) :


Setelah semua duduk, kapal pun melaju menuju Trawangan. Melihat lihat sekeliling, bule semua, putih putih mulus mulus euy, jadi minder....paling item kulit kita. Eits tapi kalo ngelihat nahkodanya Kulitku jadi terlihat putih... haha, ya iya lah dia tiap hari kena matahari Gili, gimana gak item :p

Gak sampai 10 menit, kapal dah sampai di dermaga Gili Trawanga, woyooo cepet banget yeee, lamaan jalan kaki membelah Gili Meno. Langsung dah kami membeli tiket kapal menuju Bangsal, tiket seharga 10ribu/orang pun berhasil kami dapatkan, dan tak perlu menunggu lama, kapal pun klangsung penuh, dan langsung berangkat menuju Bangsal. Perjalanan ke bangsal lumayan lama, saya pun bersandar, dan tidur,,,,,,,,,,







jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok 
LOMBOK itu INDAH

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar