WHAT'S NEW?
Loading...

Pulau Kenawa Sumbawa (Trip Hari 1)

Persiapan mengasingkan diri dua hari di pulau terpencil sudah siap, ada tenda, sleeping bag, matras, alat masak dan bahan masakan. Semua udah disiapkan dari kemaren. Yuph, akhir pekan ini kita berencana mau camping di Pulau Kenawa, Sumbawa.

Pukul 09.45 WITA kita berempat start dari Mataram menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur menggunakan dua motor, yaitu Yamaha Fino dan Honda Beat. Desain dari motor matic ini dan motor matic yang lain memang menguntungkan bagi yang bawaannya banyak seperti kita, ruang kosong diantara jok dan stang bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang barang seperti tenda, sleeping bag, matras dan ransel kita.

Alhamdulilah perjalanan Mataram - Pelabuhan Kayangan lumayan lancar, cuman ada sedikit gangguan dikarenakan sedang ada perbaikan jalan, sehingga di beberapa tempat kepadatan kendaraan menumpuk. Dua jam waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pelabuhan dengan jarak tempuh sekitar 80 KM. Untuk menyeberang ke Pelabuhan Pototano, satu motor tarifnya Rp49.500,00


Dua jam kita mengarungi Selat Alas, sebuah selat yang membatasi Pulau Lombok dan Sumbawa. Alhamdulilah ombaknya tidak besar, jadi perjalanan terasa nyaman. Hmmm meskipun akhir pekan gini, ternyata sepi penumpang, banyak kursi kosong.

Sekitar pukul 14.50 WITA kita pun secara resmi menginjakkan kaki di Tanah Samawa alias Sumbawa, yihaaaa. Nah karena perut udah pada keroncongan semua, kita pun nyempetin makan dulu, di alam kawasan Pelabuhan Pototano banyak warung makan ternyata. Woyooo, ternyata porsi yang dihidangkan itu porsi super besar, cukup dah buat dua orang itu, hmmm mungkin porsi ini pas buat sopir sopir truk besar ya....

Tapi gak tahu kenapa, karena lapar atau karena enak, habis juga gunungan nasi dalam piring ini. Nah, biar nanti malemnya gak ribet masak nasi, kami pun sekalian membungkus 4 nasi putih.

Setelah perut kenyang, kita melanjutkan perjalanan menuju tempat penyeberangan menuju Pulau Kenawa, berdasarkan info yang kita dapat sih, nyebrangnya di kampung tano yang lokasinya tidak jauh dari gerbang pelabuhan pototano. Dan benar saja, tidak sampai satu kilo motor melaju, di sebelah kiri kita menjumpai Pintu Gerbang bertuliskan Pulau Kenawa, yuph inilah dia tempat penyeberangannya. Baru kita turun dari motor, ada bapak bapak paruh baya menghampiri kita dan menanyakan apakah kita mau menyeberang ke Pulau Kenawa. tentu saja kami jawab iya, dan dia pun menawarkan jasa penyeberangan menggunakan speedboat. Nah disini tawar menawar berlangsung cukup alot, karena tidak ada kesepakatan, beliau pun memanggil teman nya yang mempunyai perahu motor tempel. Nah dengan bapak yang satu inilah dicapai kesepakatan harga. Tarif menyeberang Dermaga - Pulau Kenawa ditambah penjemputan Pulau Kenawa - Dermaga di keesokan harinya sebesar 170ribu rupiah, yaa gak terlalu mahal juga sih, kasihan juga ama bapaknya kalo kita menawar terlalu rendah.

15 menit kita berada di dalam kapal motor berlengan kanan kiri, mirip ama kapal penyeberangan ke Gili Nanggu. dengan kondisi ombak yang cukup tenang.


Cusss, kapal pun akhirnya menyentuh pasir Pulau Kenawa, dan satu persatu kita pun turun dengan barang bawaan nya masing masing. Wow, pulau ini dikelilingi pasir putih dengan warna air laut biru tosca bergradasi, Subhanallah indahnya.... Apalagi dengan adanya deretan berugak di sekeliling pulau... Pulau ini serasa milik kia berempat, akrena memang gak ada siapa siapa di sini kecuali kita.

Tower Air
Setelah menaruh barang di salah satu berugak, saya pun memanjat bekas tower air yang tingginya sekitar 6 meter, dari atas sini saya bisa melihat Pulau Kenawa dengan jangkauan yang lebih luas. Dan ini saya harus bilang WOW lagi....indaaaaaaaaaaaah...

Trotoar buat Pejalan Kaki
View sari atas Tower
Setelah puas memandang Pulau Kenawa dari atas tower, saya pun turun dan siap siap mendirikan tenda, sebelum malam menjelang. Semakin lama, angin yang berhembus semakin besar, kita pun cukup kesulitan dalam mendirikan tenda, apalagi di sekitar sini tidak ada pohon, jadi angin yang bertiup langsung menerpa kita dan calon tenda yang akan didirikan. Awalnya dua tenda kita dirikan bersama, dimana satu tenda didirikan oleh dua orang, akan tetapi karena ada tiupan angin yang luar biasa, kita pun mendirikan satu tenda terlebih dahulu dengan dikeroyok 4 orang, alhamdulilah dengan cara seperti ini, dua tenda berhasil kita dirikan, lalu barang bawaan kamipun masukkan ke dalam tenda.

Sudah selesai mendirikan tenda dan beres beres, saatnya menuju pantai, mandi mandi sekalian menikmati Sunset. Yeeeee...


Satu tempat yang gak boleh dilewatkan di Pulau Kenawa adalah dermaga kayu nya. Lokasi ini pernah masuk dalam salah satu scene Film Serdadu Kumbang lho, keren kan. Dari dermaga ini kita bisa melihat jernihnya air laut, saking jernihnya sampai kelihatan dasarnya lho. Siapa deh yang gak tergoda untuk segera nyebur. Saya pun langsung loncat ke birunya air laut Pulau Kenawa... Byurrrrr... huhuhuhu.. Suegerrrr...



Semakin sore, ombaknya ternyata semakin besar, kita pun segera beranjak dari air, dan bermain di atas dermaga kayu, sembari menikmati proses terbenamnya sang mentari.


Nah lagi asyik asyik main main, eh datang satu kapal motor membawa beberapa orang berbaju hijau dengan berbagai barang bawaannya, salah satunya adalah alat pancing. Dan mereka pun menuju salah satu berugak yang ada. Beberapa saat kemudian datang lagi satu kapal dengan penumpang berbaju hijau juga, kemudian datang lagi satu, jadi totalnya ada tiga kapal yang berlabuh. Buseet rame banget dengan baju hijau plus barang barang bawaan mereka yang banyak seperti sekarung kayu bakar dan puluhan ekor ayam, waaaah sepertinya mereka mau pesta nih malam ini di sini.


Kehadiran mereka sebenarnya gak ada masalah buat kita ya. Tapi eh tapi, pululah manusia berbaju hijau itu seperti tidak punya rasa sopan santun sama sekali, sumpah. Kita kan udah diriin tenda persis di samping salah satu rumah panggung yang ada deket tower air. Dan alat alat masak kami pun ada di rumah panggung itu. Eh sembrononya mereka dengan santai masuk ke rumah panggung itu dan naruh barang barangnya di sana juga, tanpa salam permisi dulu, iya sih kita memang bukan pemilik rumah itu, tapi kan ya setidaknya ada salam permisi dulu lah, lah ini tidak. Apaan tuh.... Ditambah suara mereka yang keras banget, teriak teriak kaya ABG Labil.. Huftt.... Iseng iseng saya baca, terlihat sepintas tulisan di bajunya MAPALA KSB ........ #ngok

Bete abis lah kita kan, siapa coba yang gak bete kalo ngrasain keadaan kaya gini. Yaudahlah daripada ribut, kita pun mengalah, menjauh dari lokasi itu. Dua
orang membawa barang barang bawaan menuju lokasi baru yang letaknya di ujung satunya pulau ini, dan dua orang lagi, termasuk saya bongkar tenda dan angkut ke lokasi baru tadi.

Gelap melingkupi pulau kenawa, dan alhamdulilah kita sudah selesai mendirikan tenda serta beres beres. Angin yang besar memang cukup mengganggu, mulai dari bongkar tenda di lokasi awal, angkut barang barang ke lokasi baru sampai diriin tenda lagi di lokasi baru. Tapi semua itu bisa kita lewati bersama

Rasa kesel, bete, capek, laper, bercampur seiring hari berganti malam. Kita pun mulai persiapan memasak untuk makan malam. Alhamdulilahnya kita tadi udah membeli nasi di Pelabuhan Pototano, jadi malam ini kita tidak kerepotan masak nasi, tinggal masak mie sebagai penambah rasa bagi nasi yang hambar.

Peralatan dan bahan makanan yang sudah kami persiapkan untuk makan malam ini :
  1. Kompor Parafin plus Parafin nya
  2. Satu paket misting
  3. Piring
  4. Sendok Garpu
  5. Mie instan plus Sosis
  6. Saos Kecap
  7. Air Putih
  8. Korek
  9. dan Nasi dari pelabuhan
Lagi lagi angin menjadi penghalang bagi aktivitas kita, gimana mau masak coba kalo anginnya aja super besar gini, mau nyalain korek aja susah. Saya coba turun ke pantai yang lokasinya lebih rendah. Saya rasakan angin di sini lebih kecil daripada di lokasi dekat tenda tadi. Kita pun mengangkut semua bahan dan peralatan tadi ke pantai dengan bantuan penerangan dari senter.

Untuk semakin mengurangi terpaan angin, kita pun sedikit menggali pasir, untuk menempatkan kompor parafin. Yess dengan trik ini, api pun bisa menyala, dan memasak pun berjalan lancar.

Taraaaaa, tak lama, makanan pun sudah siap saji. 4 Porsi Nasi Mie Sosis... Yihaaa... Selamat makan....

Setelah kenyang, kita pun duduk duduk di pasir pantai, sembari ngobrol ngobrol, dan nikmatin deru ombak Kenawa plus mandangin bintang bintang di langit. Indahnya duniaaaa....

By the way langit kenawa malam ini beda dengan malam malam lain, penuh bintang bintang kecil yang mengumpul membentuk garis pajang diagonal. Jadi posisi bintangnya tidak memenuhi seluruh penjuru langit. Menurut saya sih ini aneh... *abaikan . Dan, kembang api yang sudah saya persiapkan dari Mataram pun saya keluarkan, surprise... hihihi memang saya gak bilang bilang ama temen temen kalo saya bawa kembang api, yey... serasa tahun baru aja :


Rasa kantukpun menyergap, dan kami berempat pun kembali ke tenda... Istirahat, bersiap siap bangun pagi besok buat nikmatin sunrise....

Good Night All..........



(bersambung ke hari ke 2)





10 comments: Leave Your Comments

  1. mantap.. besok mau kesini juga.. :D

    ReplyDelete
  2. superb.. saya asli sumbawa yg merantau di jogja gtw kalo ada pulau ini, nice inpo bray !

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo segera didatangi pulaunya :)

      Delete
  3. Semoga april ini saya berangkat ke sini sekalian silaturahmi ke kampung nenek moyang. nice info gan :)

    ReplyDelete
  4. itu mas dapet harga 150 ribu per orang atau per kapal yah mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. per kapal, tapi itu udah tiga tahun lalu.
      harga sekarang pasti lebih mahal..
      jangan lupa menawar

      Delete
  5. Halo bang..boleh tanya2 ttg pulau kenawa dan bisa minta bantuankah? Boleh minta alamat email atau no kontak abang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas mau ke kenawa juga kah ? kalau boleh tau kapan ?

      Delete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar