WHAT'S NEW?
Loading...

Seminar Pesona Wisata Bahari 2016

di Awal bulan februari ini, Lombok disibukkan dengan perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016. Berbagai acara digelar mulai tanggal 6 - 10 Februari 2016, dimana acara puncaknya diadakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah tanggal 9 Februari 2016 dengan dihadiri Presiden Joko Widodo.


Salah satu rangkaian acara HPN 2016 adalah Seminar Pesona Wisata Bahari yang diadakan di Selaparang Ballroom Hotel Lombok Raya tanggal 6 Februari 2016, yang merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Kompas. Nah kebetulan, aku mendapatkan kehormatan diundang dalam acara seminar ini. Tumben yah diundang diacara ginian, secara yang ngadain kemenpar pusat dan kompas, kalau yang ngadain dinas pariwisata lokal mah, kita gak pernah dilibatkan, kita cuma butiran debu, tak dianggap. Heuheuheu

Rangkaian Seminar dengan tema "Optimalisasi Wisata Bahari sebagai Keunggulan Pariwisata di Indonesia" ini dimulai pukul 9 pagi (sesuai rundown acara), dimana registrasi peserta dibuka mulai pukul 8 pagi, yang dilanjutkan dahulu dengan coffee break dengan sajian minuman kopi, teh dan beberapa makanan ringan.

Seperti biasa ya, kalau acara yang melibatkan "plat merah" pasti molor mulainya, gak sesuai jadwal. Udah beberapa kali mengalami.. Heuheuheu.. Sudah membudaya, sehingga para peserta juga biasa saja tidak ada yang protes.

Acara ini dibuka dengan penampilan Tari Kembang Male. Tarian ini diangkat dari tradisi Maulid Nabi di Pulau Sumbawa, menggambarkan keceriaan remaja putri, yang sumber gerakannya diambil dari gerak dasar tari Sumbawa. 


Satu hal yang membuat aku semangat untuk hadir di acara ini adalah adanya Menteri Pariwisata, Bapak Arief Yahya, yang menjadi salah satu pembicara di Seminar ini, hal ini tertulis dalam rundown acara. Tapi ternyata beliau tidak hadir gaes, yang hadir cuma bapak Indroyono Soesilo selaku Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata.

Hasil presentasi pak Indroyono lumayan menarik juga, beliau memaparkan grand design untuk mencapai target kedatangan Wisatawan Mancanegara sebanyak 12 juta selama tahun 2016. Dimana salah satunya adalah wisman yang berwisata ke Indonesia menggunakan Kapal Pesiar dan Yacht. Hal ini sangat berpotensi karena satu kapal pesiar bisa mengangkut wisman sebanyak 1500 orang. 

Nah untuk di Lombok, kendalanya adalah belum adanya Marina yang mampu untuk menerima kapal kapal pesiar besar. Kata beliau sudah ada rencana pembangunan Marina di area Pelabuhan Lembar, Lobar, tapi sampai 3 tahun gak terlaksana juga, berliau tergeleng geleng heran. Sehingga yang bisa mampir ke Lombok ya cuma kapal pesiar kecil dan yacht saja.

By the way, untuk Propinsi NTB sendiri ditarget wisatawan (dalam dan luar negeri) yang datang sebanyak 3 juta orang di tahun 2016 ini. Nah ada satu hal yang masih membuat saya bingung, "bagaimana sih cara menghitung wisatawan yang datang", sehingga bisa mendapatkan hasil yang riil dan valid. Kalau dihitung dari kedatangan di bandara dan pelabuhan, lha khan gak semuanya yang datang itu wisatawan. Sayang sekali gak sempet nanya di forum ini....


Oia ada satu hal lagi yang menarik yang kudapat dari Seminar ini, yaitu presentasi dari Seorang Budayawan, Bapak Taufik Rahzen mengenai Alfred Russel Wallace. 

Om Alfred ini adalah seorang peneliti yang mengidentifikasi pembagian fauna yang sekarang dikenal dengan istilah Garis Wallace. Garis tersebut membagi kepulauan Indonesia menjadi dua bagian yang berbeda: bagian barat di mana sebagian besar faunanya berasal dari Asia, dan bagian timur di mana faunanya mencerminkan Australasia. Dimana garis itu melewati selat antara Bali dan Lombok.

Aku ingat banget, materi ini tuh pernah diajarin pas aku sekolah dulu, tapi lupa pas SMP atau SMA ya. Eh sekarang dapat lagi materi ini, semacam dejavu gitu...

***

dari Seminar ini aku berharap sih Grand Design yang udah dirancang sedemikian rupa oleh Kemenpar bisa terwujud dan target wisatawan dapat tercapai. 

Tapi semua itu bakal sia sia kalau para pelaku wisata di daerah kurang bersinergi dan kreatif. Seperti halnya di Lombok ini, promosi pariwisata udah sangat gencar, bahkan sampai Lombok menyabet gelar Wisata Halal (predikat yang sebenernya aku juga masih bingung dengan "halal" nya) tapi gimana ya, keamanan belum terjamin, sering banget wisatawan kena begal terutama para bule di area Lombok Tengah Bagian Selatan, hal itu berulang dan berulang terus. Kemudian masalah kelistrikan, PLN belum mampu menyokong kebutuhan listrik sepulau, masih sering banget mati listrik. Dan masih banyak lagi masalah masalah dibalik Festival Festival ini itu, Pesona Pesoni ini itu.....

Ah sudahlah... #baper


4 comments: Leave Your Comments

  1. Heuheuheu samaaa..saya juga masih bingung sama yang dibilang 'halal' itu sebelah mananya -_-"
    BTW, kita gak perlu bikin komunitas blogger Lombok nih? bwahahah..eh atau jangan-jangan udah ada ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh juga mbak, monggo dikoordinasi, heuheuheuheu. Dulu ada tapi trus vakum

      Delete
  2. wkwkwkw smeoga makin kece aja mas.... saya mah doa moga bisa gratisan sampe lombok yg huhah bener ajee deh hehe...

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar