WHAT'S NEW?
Loading...

Nyobain Begibung Truly Lombok Cuisine

Salah satu jenis wisata yang saya gemari adalah wisata kuliner, jadi tiap ada warung baru yang buka, langsung deh penasaran pengen nyobain menu menu masakan nya. Kalau rasanya gak enak ya udah berarti saat itu adalah saat pertama dan terakhir kalinya kesitu, kalau enak berarti bisa dijadwalkan untuk datang kesitu lagi.

Nah kebetulan dua hari yang lalu saya lihat ada twit promo di twitter yang isinya ada tempat makan yang baru buka di Mataram Mall. Waaahh, langsung deh rasa penasaran muncul, tapi eh tapi lagi puasa, berarti harus nunggu malem untuk kesana. 

Interiornya
Rumah Makan yang buka ini bernama Begibung dengan tagline nya "Truly Lombok Cuisine" . Begibung sendiri adalah tradisi makan bersama dalam kehidupan masyarakat adat Sasak di Lombok. Nah jadi dari nama dan tagline nya kita langsung tahu bahwa rumah makan ini menu utamanya makanan khas sasak.

Hiasan Tokek
Dan benar saja, saat kita masuk, kita langsung disuguhi suasana rumah tradisional dengan material kayu dan hiasan hiasan khas sasak seperti hiasan dinding berbentuk tokek/kadal. Ruangan nya dibagi menjadi 3 tingkatan, ada tangga ke bawah dan ada tangga ke atas, akan tetapi suasananya tetap menyatu. Selain kursi kursi kayu juga disediakan tempat buat lesehan bagi yang suka lesehan.

Entah karena pemilihan lokasi duduk yang agak jauh atau karena kekurangan karyawan, setelah saya duduk berapa lama, tidak kunjung datang juga karyawan yang memberikan daftar menu nya. Yang pada akhirnya kami harus memanggil sendiri pelayannya. 

Daftar Menu
Sepertinya memang kurang persiapan nih, masa daftar menunya cuma dari kertas A4 biasa yang sudah agak lecek berwarna hijau dengan ketikan tabel khas Microsoft Excel. Banyak menu menu khas Sasak yang disajikan seperti Ayam Taliwang, Ayam Pelalah, Bebalung, Beberuk, Sate Bulayak, Sate Pusut, Sate Rembiga, Plecing Kangkung dan Kopi Lombok. Pada awalnya kami pesen Es Degan (kelapa muda), tapi saat menyebut kata "Es Degan" (sesuai yg tertera pada menu), pelayannya bingung "Ha... Apa"? ~ "Es Degan Mbak", ~ "Yang mana ya?" ~ "Yang ini mbak nomer 14" (saya tunjuk di menu nya). Eh dia bilang "Maaf menunya salah, saya ambilin lagi ya". Kemudian dia datang, wah saya pikir dia bakal bawa buku menu yang komplit, eh ternyata sama saja dia bawa kertas yang sama wujud dan isinya, cuma yang ini berwarna putih dan masih bagus. Dalam hati, "ngapain sih ambil menu lagi, toh isinya juga sama". Setelah baca baca menunya kami pun akhirnya pilih menu Nasi, Sayur Asem, Cumi Goreng Asam Manis, Telur Gulung, Hot Lemon dan Jus Wortel.(memutuskan untuk tidak memesan menu khas sasak)

Cumi Asam Manis
Tak berapa lama, menu yang kami pesan pun datang. Eh ternyata meja nya kekecilan, penuh buat naruh makanan padahal ada 3 kursi, sedangkan kami cuma berdua. Lha kalo yang dateng 3 orang ya pasti gak cukup dong mejanya. Tapi ada satu hal, di dekat kursi ada colokan listrik nya, jadi buat para penggemar gadget ini menjadi nilai plus, dimana jaman sekarang tangan gak pernah lepas dari gadget, bahkan saat makan pun, yang menyebabkan baterai boros dan selalu membutuhkan colokan listrik.

Makan pun dimulai. Setelah dirasa rasa, sayur asemnya mantap alias maknyus, sedangkan nasinya terlalu sedikit (kalau buat saya pribadi), tapi kalau buat ukuran cewek kayaknya pas. Telur Gulungnya juga lumayan, Hot Lemon dan Jus Wortelnya juga enak sedangkan Cumi Goreng Asam Manis nya kurang seger karena udah dingin dan udah gak kriuk lagi karena disiram kuah asam manisnya, tapi kalau dari segi rasa sih enak enak aja.

Makan selesai, foto foto selesai dan perut udah kenyang, saat nya menuju kasir buat bayar. Ternyata eh ternyata, di meja kasir sedang terjadi sedikit problem antara kasir dan satu customer, kasirnya salah ambil nota menu pesanan.

Setelah berapa lama menunggu, akhirnya mereka kelar juga urusannya. Dimana saat itu ada 4 orang sekaligus di meja kasir. Salah satu dari mereka nanya "Udah mas?" ~ Ya aku jawab "Udah" ~ Trus dia bilang "Silakan bisa duduk dulu" ~ *berpikir keras, ngapain saya disuruh duduk ya?. Trus saya bilang, "Udah selesai makan mas, mau bayar" ~ "Oh ya, tadi duduk di meja mana ya mas?" ~ "Di sana mas, di bawah pojok" (sambil nunjuk ke arah meja makan tadi) ~ Trus dia ngitung mejanya satu satu, diurutin dari meja yang terdekat, oalah ternyata pelayan nya gak apal itu meja berapa, dan memang sih belum ada nomer mejanya. 

Saya lihat meja kasirnya penuh nota nota pesanan yang terserak tak beraturan, Arrgghh, mereka gak bisa nemuin nota pesanan kami, yang pada akhirnya kami disuruh nyebutin menu apa aja yang kami pesan -____-

Yaaa, di balik permasalahan yang ada, Rumah Makan Begibung ini Recommended kok, layak dijadikan pilihan buat tempat makan favorit, selain enak, tempatnya juga nyaman. Harap maklum ya, kalau masih ada kekurangan, baru buka dua hari sih, dan semoga ke depannya bisa lebih baik.. Amin

Selamat Mencoba....



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

3 comments: Leave Your Comments

  1. min, pergi wisata kulinernya ama siapa? hihihi..

    ReplyDelete
  2. siapa ya... lupa tuh :p

    ReplyDelete
  3. Skarang dh lumayan koq pelayananna, tambah rame kl liburan smpe pd pergi lg pengunjungna cuz dh penuh d pesen kursina heuheu..

    ReplyDelete

Silakan Meninggalkan Jejak di Kolom Komentar